25.8 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 82

Klakson Telolet Dilarang di Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pemerintahan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor merespons keluhan masyarakat, khususnya mereka yang rumahnya berada di tepi jalan yang sejak lama merasakan terganggu oleh suara klakson telolet yang kerap disuarakan oleh bis-bis pariwisata yang memasuki jalan alternatif Cikopo Selatan.

Warga menyebutkan, suara klakson telolet tersebut disuarakan di kawasan pemukiman penduduk, terdengar cukup bising dan mengganggu kenyamanan warga, termasuk saat melintasi masjid.

“Suara klakson telolet itu menggangu untuk ketenangan warga. Apalagi jika klakson itu disuarakan melintas di mesjid. Mereka yang tengah menjalankan ibadah sholatnya menjadi terganggu akibat suara klakson telolet itu, ” ujar Asep.

Menindaklanjuti keluhan warga, jajaran Trantib Megamendung melakukan himbauan, Selasa (27/1/2026).

Himbauan itu diberikan ke tempat-tempat wisata yang kerap didatangi armada bus pariwisata. Diantaranya, Java, Cigwa, dan ISI. Tempat tempat-wisata itu merupakan tempat yang sering didatangi oleh bus-bus pariwisata.

Dikatakan Kasie Trantib Megamendung Momo, setelah mereka menerima surat himbauan itu diharapkan untuk ditindaklanjuti dengan menginformasikan kepada para pengemudi armada bus yang akang datang kepada tempat wisatanya.

“Kita sudah berikan surat himbauan, yang isinya klakson telolet yang suka dipakai oleh bis-bis pariwisata supaya jangan disuarakan saat melintasi jalan Cikopo Selatan. Karena bus-bus itu datangnya ke tempat pariwisata, dengan ini himbauan tersebut kita kirimkan ke beberapa tempat wisata, seperti Cigwa, Java, juga JDI. Setelah mereka menerima surat himbauan ini, diharapkan mereka memberi kabar kepada para pengemudi bus-bus yang hendak datang ke tempat wisatanya dengan tidak menyalakan klakson telolet, ” pungkas Momo.

** Dadang Supriatna

SPPG Bantarkaret Serap Tenaga Kerja Lokal

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali membuka Satuan Pelayanan Pamenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Rabu (27/1/2026).

Kepala Dusun di Desa Bantarkaret, Madnu mengatakan, kehadiran dapur MBG di desanya akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Sebab, sebanyak 50 tenaga kerja atau relawan MBG merupakan warga setempat.

*keterlibatan warga lokal sebagai tenaga kerja dalam program MBG di Bantarkaret tentu berdampak positif terhadap perekonomian warga. Program MBG ini telah membantu meningkatkan kesejahteraan ,” kata Madnu kepada Jurnal Bogor, Selasa (26/1/2026)

Relawan yang terlibat si dapur MBG Desa Bantarkaret didominasi kaum perempuan. Pekerja perempuan ini nantinya bertugas memasak hingga packing makanan.

SPPG Bantarkaret akan melayani 23 sekolah, baik pendidikan PAUD SD hingga SMP secara berkala sejumlah siswa ditargetkan sebagai penerima manfaat dari program tersebut.

*Ditargetkan 23 sekolah, namun program MBG yang akan direalisasikan sementara di tiga sekolah,” ucapnya.

Peresmian Dapur MBG dihadiri Sekretaris Kecamatan Nanggung Burhanudin, Bhabinkamtibmas, Babinsa,Kepala Dapur, pihak pendidikan tokoh agama dan masyarakat. n-Arip Ekon

Kabel PJU Dicuri, PJU Jalan Raya Antam Pongkor Mati

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga melakukan perbaikan penerangan jalan umum (PJU), Selasa (27/1/2026) di beberapa titik di jalan Raya Antam Pongkor Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor yang sudah lama tak menyala diduga akibat adanya kabel jaringan listrik yang hilang karena dicuri.

“Kendalanya ada pada jaringan atau kabel yang hilang. Kami juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga fasilitas ini, karena PJU diperuntukkan bagi kepentingan bersama,” ujar Operator lapangan PJU, Andri di lokasi perbaikan.

Selain dugaan pencurian kabel, Andri menyebutkan sebagian lampu PJU memang sudah berusia lama sehingga tidak berfungsi secara optimal.

“Kami butuh laporan. Kalau tidak ada laporan, kami tidak tahu ada gangguan. Kami harap aparat desa bisa berkoordinasi, sehingga jika ada laporan, kami bisa cepat tanggap,” katanya.

Dia memaparkan di Desa Bantarkaret sendiri, terdapat satu jaringan PJU yang terputus, satu tiang lampu roboh, serta beberapa panel yang mengalami korsleting.

Petugas langsung melakukan penggantian terhadap panel yang rusak tersebut. Berdasarkan data UPT PPP Wilayah V Jasinga, di jalur Bantarkaret terdapat sekitar 40 titik lampu PJU dengan tiga panel pengendali. Dugaan pencurian kabel mencapai sekitar 200 meter.

“Kalau ada laporan, kami juga rutin melakukan monitoring ke setiap desa dan kecamatan untuk menindaklanjuti permasalahan PJU,” kata Andri.

Sebelumnya, kondisi PJU di sepanjang Jalan Raya Aneka Tambang, Desa Bantarkaret, sempat dikeluhkan warga karena sudah lama tidak berfungsi. Akibatnya, ruas jalan menjadi gelap gulita pada malam hari.

Kondisi tersebut diperparah dengan kerusakan jalan kabupaten yang berlubang, sehingga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sudah lama seperti ini, lebih dari satu tahun rusak. Malam gelap, jalannya juga rusak. Lengkap sudah kesulitan kami,” kata Pudin, warga setempat, Minggu (25/1/2026).

** Arip Ekon

SMPN 1 Cijeruk Raih Adiwiyata Kabupaten Bogor, Siap Melaju ke Tingkat Nasional

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan sekolah yang kurang terawat, Kepala SMP Negeri 1 Cijeruk, Yeni Yuningsih, berhasil membawa perubahan signifikan. Melalui kegigihan dan langkah nyata bersama seluruh warga sekolah, SMPN 1 Cijeruk kini bertransformasi menjadi lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman hingga berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bogor.

Transformasi tersebut bermula dari kondisi sekolah yang sebelumnya masih dipenuhi rumput liar serta minim pepohonan peneduh. Melihat hal itu, Yeni Yuningsih menginisiasi gerakan gotong royong massal yang melibatkan guru, siswa, dan seluruh staf sekolah. Upaya kolektif ini membuahkan hasil dan mendapat pengakuan resmi melalui penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bupati Bogor pada Desember 2025 lalu.

Ketua Adiwiyata SMPN 1 Cijeruk, Desi Permata Intan, mengungkapkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan, pendamping DLH, hingga dukungan masyarakat sekitar.

“Untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat, kami bersama siswa secara rutin melakukan kegiatan kebersihan lingkungan, seperti memilah dan membersihkan sampah, menanam pohon, membuat lubang biopori, serta membersihkan saluran air. Alhamdulillah, hasilnya kini sekolah menjadi lebih asri dan nyaman,” ujar Desi, Selasa (27/10/2026).

Keberhasilan di tingkat kabupaten tersebut menjadi pemantik semangat baru bagi SMPN 1 Cijeruk. Saat ini, sekolah tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Program Adiwiyata Tingkat Nasional dengan berbagai persiapan matang.

Desi Permata Intan yang didampingi Dies Larassari selaku Panitia Persiapan Adiwiyata Nasional menjelaskan bahwa keberlanjutan program lingkungan terus diperkuat melalui sejumlah inovasi.

“Kami menyiapkan berbagai program unggulan, di antaranya pembuatan ecobrick, pengembangan sistem akuaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan sayuran, serta penerapan kebijakan wajib membawa tumbler bagi siswa guna menekan produksi sampah plastik di sekolah,” jelasnya.

Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa sejak dini. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan masyarakat.

“Penghargaan Adiwiyata hanyalah bonus. Fokus utama kami adalah membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran tinggi terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Harapannya, nilai-nilai ini terus melekat hingga mereka dewasa dan bermasyarakat,” pungkas Intan.

** Yudi

Witel Priangan Barat Gelar Pelatihan Technical Skill Kreativitas Tanpa Batas Bersama Hera Craft UMKM

0

Bogor | Jurnal Bogor
Witel Priangan Barat menggelar Pelatihan Technical Skill bertajuk “Kreativitas Tanpa Batas” bersama Hera Craft, salah satu UMKM binaan Witel Priangan Barat, pada 27 Januari 2026.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kreativitas peserta, khususnya dalam pengembangan produk kerajinan UMKM agar memiliki nilai tambah serta daya saing yang lebih kuat di pasar. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan praktik langsung terkait proses kreatif, inovasi produk, serta pengemasan yang menarik.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan pendekatan praktik, di mana peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari pelaku UMKM Hera Craft yang telah berpengalaman dalam mengembangkan produk kreatif berbasis kerajinan.

Melalui kegiatan Pelatihan Technical Skill ini, Witel Priangan Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM, tidak hanya dari sisi akses teknologi dan pemasaran digital, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas dan kreativitas pelaku usaha.

Pelatihan “Kreativitas Tanpa Batas” ini harapannya dapat mendorong UMKM binaan Witel Priangan Barat untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas peluang pasar secara berkelanjutan.

(yev/cc)

GM Witel Priangan Barat Serahkan Bantuan Sarana Air Bersih ke Ponpes Mabda Islam Sukabumi

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
GM Witel Priangan Barat, Dode Suparman, menyerahkan bantuan sarana air bersih kepada Yayasan Cinta Dakwah Indonesia Pondok Pesantren Mabda Islam, yang berlokasi di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jumat (23/1/2026).

Penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Telkom melalui Witel Priangan Barat dalam mendukung ketersediaan sarana dasar yang layak, khususnya akses air bersih, bagi lingkungan pendidikan keagamaan dan masyarakat sekitar.

GM Witel Priangan Barat disambut oleh perwakilan Pondok Pesantren Mabda Islam, yaitu Bapak Dadang Suparman, Ustaz Zainal Abidin selaku Ketua Pondok Pesantren Mabda Islam, Ustaz Aang Yusup, dan Ustaz Udas.

Bantuan sarana air bersih ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari santri dan pengelola pondok pesantren, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman untuk kegiatan belajar dan ibadah.

Melalui kegiatan ini, Witel Priangan Barat berharap sinergi dan silaturahmi dengan Pondok Pesantren Mabda Islam dapat terus terjalin dengan baik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

(yev/cc)

Bandung Starts Here, Wadah Komunitas Seni Lahir di 23 Paskal Shopping Center

0

Bandung | Jurnal Bogor
Bandung Starts Here hadir di 23 Paskal Shopping Center. Ini event community tahunan perdana mengkolaborasikan seni, kuliner dan musik.

Kegiatan ini berlangsung sampai 25 Januari 2026 dengan mengusung semangat “23 Paskal adalah Rumah Baru untuk Seluruh Komunitas di Bandung”.

Event ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas, seniman lokal, dan partner yang
selama ini tumbuh bersama.

Bandung Starts Here hadir sebagai ruang terbuka untuk berekspresi, berkolaborasi, dan menunjukkan talenta, sekaligus memperkuat ekosistem kreatif Bandung. Melalui event ini, 23 Paskal ingin menciptakan ruang aman dan inklusif bagi komunitas dan juga artis lokal.

Mereka bisa menampilkan karya, ide, serta potensi mereka di ruang publik yang terbuka dan mudah terjangkau masyarakat.

“Bandung Starts Here adalah awal dari komitmen kami. 23 Paskal bukan hanya pusat
perbelanjaan, tetapi rumah baru bagi komunitas berkumpul, berkreasi, dan saling
mengapresiasi,” ujar Indra Pratama Wicaksono selaku Campaign, Experience &
CRM Manager 23 Paskal.

Agenda Bandung Starts Here
Adapun kegiatan acara Bandung Start Here melibatkan ribuan partisipan, di antaranya;

  1. Redmiller Blood & Re-Exp Exhibition
    Pameran karya kreatif dari komunitas dan local artist yang menghadirkan eksplorasi
    visual dan ide segar khas Bandung.
  2. Workshop Mewarnai & Kreasi Anak
    Lebih dari 1.000 anak berpartisipasi dalam workshop kreatif bersama Redmiller Blood &
    Re-Exp sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas sejak dini.
  3. The Majestic Cake Meeting
    Ruang temu komunitas Pattisier kreatif dan pelaku industri untuk berbagi ide, inspirasi,
    dan kolaborasi serta menampilkan cake yang beraneka ragam keunikan dengan cerita
    dibaliknya.
  4. Bandung Bernyanyi
    Sebanyak 500 peserta turut ambil bagian dalam momen kebersamaan melalui musik
    dan suara. Hal ini sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif dan kolaboratif.
  5. Community Gala
    Malam apresiasi khusus sebagai bentuk penghormatan kepada komunitas yang menjadi
    partner 23 Paskal. Ini menjadikan 23 Paskal sebagai mall pertama yang menghadirkan
    malam apresiasi bagi komunitas partnernya.

Pintu Jejaring Komunitas
Melalui Bandung Starts Here, 23 Paskal tidak hanya menyasar komunitas di Kota Bandung. Akan tetapi membuka kesempatan bagi seluruh komunitas se-Jawa Barat untuk ikut andil, menunjukkan bakat, dan memperluas jejaring kolaborasi.

Harapannya, ruang lingkup Bandung Starts Here akan terus berkembang dan menjangkau komunitas yang lebih luas dari tahun ke tahun.

Bandung Starts Here menjadi bukti nyata bahwa 23 Paskal adalah rumah baru bagi seluruh
komunitas di Bandung. Ruang kreativitas dimulai, kolaborasi terbangun, dan
apresiasi diberikan.

** Wawan Hermawanto

Kondisi Jalan Rusak Parah di Ace Tabrani Picu Lonjakan Kecelakaan

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Ruas Jalan Raya Ace Tabrani hingga Curug Bitung yang masuk dalam klasifikasi jalan Kabupaten kini dalam kondisi rusak parah. Jalan tersebut dipenuhi lubang-lubang besar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Kerusakan struktural jalan itu telah memicu peningkatan angka kecelakaan. Banyak pengendara, terutama roda dua, terperosok ke dalam lubang yang seringkali tidak terlihat karena tertutup genangan air hujan. Situasi menjadi lebih kritis saat musim penghujan, di mana kondisi jalan yang licin dan berlubang semakin mengintai.

“Jumlah kecelakaan meningkat saat musim hujan karena kondisi jalan licin dan lubang-lubang besar tidak terlihat akibat tertutup air,” ujar Aceng seorang warga setempat.

Akibatnya, tidak sedikit korban yang mengalami luka cukup parah dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Kalau yang luka ringan seperti lecet dan lebam sudah sangat banyak,” tambahnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Agam, pemilik bengkel motor di sekitar lokasi, yang sering menyaksikan langsung kecelakaan akibat jalan berlubang.

“Dari kemarin siang sampai sore, Senin (26/1) sudah tiga motor mengalami kecelakaan. Salah satunya menimpa Ronal, karyawan PT Sinar Mas, warga Cibeteng Muara, yang mengalami luka di tangan dan kaki. Kami bantu menepi ke pinggir jalan. Kasihan, banyak yang luka-luka,” tutur Agam.

Warga setempat berharap Pemerintah Daerah melalui dinas PUPR, segera melakukan perbaikan total terhadap ruas jalan tersebut. Mereka khawatir jika dibiarkan, kerusakan ini bukan hanya menyebabkan luka-luka, tetapi dapat memakan korban jiwa.

Perbaikan infrastruktur jalan dinilai mendesak untuk menghentikan tren kecelakaan dan menjamin keamanan bagi ribuan pengguna jalan setiap harinya.

** Rahman Efendi

Pemkot Bogor Tata Angkot ‘Ala Jaklingko’

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menata angkutan perkotaan (Angkot) yang sudah berusia tua. Tujuan tak lain agar pengguna jasa transportasi aman dan nyaman menggunakan jasa transportasi di Kota Bogor.

Upaya pembenahan transportasi publik di Kota Bogor terus berlangsung. Penataan angkot tua ini mengusung konsep ala Jaklingko seperti yang telah diterapkan di DKI Jakarta.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, konsep tersebut menjadi bagian dari realisasi program rerouting, konversi, dan peremajaan angkutan umum yang saat ini sedang berjalan.

“Sebagian sudah terimplementasi melalui program Buy The Service (BTS) BisKita. Peremajaan saat ini sedang dikaji dan akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali),” ujar Dedie.

Dedie menegaskan, Perwali yang sedang disusun tidak mengatur ulang batas usia teknis Angkot. Aturan tersebut, kata dia, hanya akan memperjelas arah kebijakan peremajaan dan konversi angkutan umum di Kota Bogor.

“Dari berbagai masukan masyarakat dan akademisi, konsepnya mengacu pada model Jaklingko di Jakarta yang modern dan nyaman,” jelasnya.

Saat ini, Pemkot Bogor masih merampungkan tata cara dan persyaratan bagi pelaku usaha maupun perorangan yang akan mengikuti program peremajaan angkutan umum tersebut.

Terkait usia teknis, Dedie menegaskan bahwa batas usia operasional angkutan umum tidak bisa diubah. Ketentuan itu telah diatur secara tegas dalam Perda Nomor 8 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 98 Tahun 2013.

“Usia teknis maksimal operasional angkutan perkotaan ditetapkan 20 tahun,” tegasnya.

Dengan demikian, tuntutan perpanjangan usia teknis angkot dari 20 tahun menjadi 25 tahun dipastikan tidak dapat dipenuhi, karena bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

“Tuntutan tersebut mustahil dipenuhi karena sudah final sesuai Perda 8 Tahun 2023,” kata Dedie.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub), jumlah angkot tua di Kota Bogor saat ini mencapai 1.854 unit, dari total 2.714 kendaraan angkutan kota yang masih eksisting.

Dari data tersebut, terdapat tiga trayek dengan jumlah angkot tua terbanyak. Urutan pertama ditempati trayek 02 AK, dengan 196 angkot berusia di atas 20 tahun dari total 309 unit yang masih beroperasi.

Urutan kedua diduduki trayek 17 AP, dengan 188 angkot berusia di atas 20 tahun dari total 216 unit eksisting. Selanjutnya trayek 03 AK, dengan jumlah angkot tua mencapai 140 kendaraan dari total 248 unit yang kini masih mengaspal.

Sekadar diketahui, Jaklingko merupakan sistem transportasi umum terintegrasi yang menggabungkan berbagai moda, seperti TransJakarta, MRT, LRT, dan Mikrotrans.

Ke depan, peran Angkot ini nantinya menjadi Mikrotrans. Mikrotrans dalam sistem Jaklingko berperan sebagai angkutan pengumpan (feeder) utama yang menghubungkan kawasan pemukiman, pasar, dan pemukiman padat langsung ke jaringan transportasi utama seperti halte Transjakarta, stasiun KRL, dan MRT. Armada Mikrotrans ini standarnya ber-AC dan sistem pembayaran terintegrasi (gratis/subsidi), Mikrotrans meningkatkan konektivitas first-mile dan last-mile serta efisiensi mobilitas warga.

Program Tarif Integrasi adalah keunggulan dari sistem pembayaran JakLingko Indonesia. Sejak Agustus 2022, biaya perjalanan maksimal terintegrasi untuk tiga moda transportasi Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta adalah Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah).

Pengguna akan mendapatkan manfaat tarif integrasi, bila menggunakan lebih dari satu moda transportasi. Sebaliknya, bila pengguna hanya menggunakan satu moda, maka masing-masing moda transportasi akan mengenakan tarif normal yaitu Rp3.500 untuk Transjakarta, Rp5.000 untuk LRT Jakarta, serta tarif maksimal rute terjauh sebesar Rp14.000 untuk MRT Jakarta.

Manfaat tarif integrasi juga bisa dirasakan oleh pengguna Kartu Uang Elektronik (KUE) non-JakLingko, seperti E-money, Brizzi, Tap Cash, Flazz, dan JakCard.