25.8 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 81

Keluhan Warga Tidak Didengar, Jalan Cidokom Perlu Drainase

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Puluhan rumah yang berderet di tepi kiri dan kanan jalan Cikopo Selatan, tepatnya di Kampung Cidokom, Desa Kopi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengeluhkan keinginan mereka tidak didengar Pemkab Bogor untuk segera melakukan penanganan banjir akibat badan jalan Cikopo yang tidak memiliki dranaise.

Keinginan mereka supaya dibuatkannya saluran dranaise di sepanjang jalan tersebut hingga kini belum terkabulkan.

“Bisa dilihat secara langsung, disaat turun hujan, badan jalan berubah seperti saluran sungai yang membelah perkampungan. Di jalur itu kiri dan kanan jalan tidak ada saluran air atau dranaise. Selain rumah warga menjadi kebanjiran, juga kondisi badan jalannya juga di kawasan tersebut cepat mengalami kerusakan. Kita berharap, di tahun ini pemerintah Kabupaten Bogor melakukan langkah untuk penanganannya. Jalur ini butuh dranaise, ” ujar Mulyana, warga Kopo.

Sementara itu, ditegaskan pengawas dari UPT JJ Ciawi Yanto, pihaknya sudah melakukan usulan ke Pemkab Bogor melalui instansinya. Bukan hanya untuk pembuatan dranaise saja penanganan di ruas Cidokom. Melainkan, kondisi aspal akan diganti dengan betonisasi. Ini akan dilakukannya, mengingat kondisi tanah di badan jalan terdapat rembesan air yang berada di beberapa titik.

“Kita sudah usulkan untuk penanganan di ruas Cidokom. Mulai dari pembuatan dranaise hingga ke penanganan badan jalannya. Untuk badan jalan akan dilakukan betonisasi. Ini diperlukan supaya badan jalan memiliki kekuatan. Karena, lokasi disana banyak rembesan air, hingga aspal jalan cepat mengalami kerusakan. Mudah- mudahan, di tahun 2026 ini usulan itu bisa terkabulkan, ” tandasnya.

** Dadang Supriatna

Cegah Kerusakan Lebih Parah, GSS Perlu Ditangani Serius

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Untuk mencegah terjadinya bencana banjir bandang yang bisa ditimbulkan dari luapan air sungai, diperlukan adanya penanganan secara serius terhadap kondisi sungai-sungai yang ada di wilayah hulu.

Di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor terdapat beberapa sungai yang kerap menimbulkan bencana banjir hingga menelan korban jiwa. Sungai sungai tersebut diantaranya sungai Ciliwung. Sungai ini merupakan sungai paling populer dengan bencana banjir dan tanah longsor hingga setiap tahunnya selalu makan korban jiwa.

Pantauan di bantaran sungai Ciliwung, khususnya di wilayah hulu Desa Tugu Utara, garis sempadan sungainya sudah hilang di penuhi vila dan bangunan lainnya. Dampak dari badan sungai yang terus menyempit ini menimbulkan bencana banjir selalu terjadi di setiap musim hujan.

“Badan sungai Ciliwung dan sungai sungai lainnya yang ada di wilayah Puncak kini tidak mampu lagi menampung air. Hingga jika hujan turun dengan intensitas tinggi, air sungai itu selalu meluap dan menghancurkan benda yang menghalanginya. Seperti putusnya jembatan Pasir Ipis di Desa Tugu Utara beberapa waktu lalu, dan putusnya jembatan Hankam 1 tahun silam itu harus dijadikan pelajaran oleh pemerintah,” ujar Gunawan, salah satu tokoh warga Cisarua.

Sementara itu dikatakan Sonjaya yang aktif di komunitas peduli sungai yang ada di wilayah Cisarua menyebutkan, kondisi sungai yang ada di kecamatan itu sudah diambang kerusakan. Tebingan sungai kini bukan dilindungi oleh pepohonan, melainkan dibenteng pondasi dengan mempersempit badan sungai.

“Hasil pengamatan kita, selain sungai Ciliwung ada beberapa sungai yang juga berbahaya dan mematikan. Yaitu sungai Ciesek di Desa Cilember. Di tahun lalu akibat banjir 3 orang meninggal dunia, begitu juga puluhan bangunan yang ada di sepanjang bibir sungai mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Berkaca dari berbagai rangkaian peristiwa yang sudah terjadi, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar harus melakukan langkah nyata dan tegas sebelum peristiwa yang lebih besar terjadi, ” papar Sonjaya.

Kondisi mental warga yang rumahnya di tepian sungai Ciliwung dan sungai lainnya, selama musim hujan ini perasaannya terus dihantui kecemasan. Terlebih jika hujan turun malam hari.

“Jika hujan turun di malam hari, sesekali terdengar suara bergemuruh dari hulu sungai. Gemuruh itu berasal dari suara bebatuan yang terbawa arus air, disaat itu kami merasa ketakutan, ” pungkas Alim, warga yang rumahnya tepat di bibir sungai Ciliwung.

** Dadang Supriatna

Ketua KDMP Usulkan Pemanfaatan Lahan Sitaan KPK dan BLBI untuk Kantor Koperasi

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Sejumlah Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Cijeruk mengeluhkan kesulitan lahan untuk pembangunan kantor koperasi. Mereka mengusulkan agar lahan eks sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang selama ini terlantar dapat dimanfaatkan untuk pembangunan kantor KDMP.

Usulan tersebut disampaikan Ketua KDMP Desa Cipelang, Rita Puspitasari, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cijeruk yang digelar Rabu (28/1/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Bogor, H. Ade Ruhandi.

Rita mengatakan, di wilayah Kecamatan Cijeruk terdapat sejumlah lahan sitaan BLBI dan KPK yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, lahan tersebut dapat menjadi solusi bagi KDMP yang hingga kini masih terkendala ketersediaan lahan.

“Mohon izin Pak Wakil Bupati, kami mendapat titipan pertanyaan dari para ketua KDMP yang masih kesulitan lahan untuk membangun kantor koperasi. Di Cijeruk terdapat lahan eks sitaan BLBI dan KPK yang saat ini terlantar, sehingga diusulkan untuk dimanfaatkan sebagai kantor KDMP,” ujar Rita.

Ia berharap, pemanfaatan lahan sitaan tersebut dapat memperkuat kelembagaan koperasi desa sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa dan ketua KDMP. Ia menegaskan bahwa keberadaan KDMP memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat di tingkat desa.

“Keberadaan KDMP ini sangat penting karena berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di level bawah. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung keberlangsungan koperasi, termasuk perangkat desa dan pelaku usaha kecil agar menjadi anggota KDMP,” kata Ade Ruhandi, Rabu (28/01/26).

Terkait pemanfaatan lahan sitaan KPK dan BLBI, ia meminta seluruh kepala desa dan ketua KDMP untuk segera melaporkan potensi lahan yang ada kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar dapat ditindaklanjuti.

“Baik itu lahan HGU, HGB, aset sitaan KPK, maupun BLBI, silakan dilaporkan. Nanti akan kita bahas dan usulkan bersama pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga meminta dilakukan inventarisasi seluruh lahan yang memungkinkan untuk dimanfaatkan bagi pembangunan kantor KDMP.

“Laporkan semuanya. Soal diizinkan atau tidak, itu proses selanjutnya. Yang terpenting kita berikhtiar mencari solusi agar KDMP di seluruh desa bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Musrenbang Kecamatan Cijeruk tersebut digelar di ruang serbaguna Kolam Renang Daunafa, Desa Palasari. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan OPD, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bogor Edwin Sumarga, Camat Cijeruk Sobar Mansoer, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Hadijana, tokoh masyarakat, serta para kepala desa se-Kecamatan Cijeruk.

** Yudi

Lapangan dan Jalan Desa Jadi Prioritas, Kecamatan Nanggung Lakukan Monev Infrastruktur

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) akhir tahun 2025 hingga awal 2026 terhadap program pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari Dana Desa (DD), Bantuan Provinsi (Banprov), serta Bantuan Keuangan (Bankeu) APBD.

Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung, Ridwan, menjelaskan bahwa kegiatan monev tersebut bertujuan memastikan kesesuaian perencanaan sekaligus memastikan anggaran yang diterima desa telah direalisasikan sesuai peruntukannya.

“Fokus monev ini selain kesesuaian program, juga memastikan bahwa anggaran yang diterima desa benar-benar sudah dibangunkan,” ujar Ridwan kepada Jurnal Bogor, Rabu (28/01/26).

Ridwan menegaskan, tertib administrasi menjadi bagian penting yang harus dijalankan oleh pemerintah desa sebagai pengguna anggaran. Oleh karena itu, monev tidak hanya melihat fisik pembangunan, tetapi juga kelengkapan administrasi pelaksanaan kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, monev melibatkan pendamping desa serta unsur Babinsa dengan melakukan visitasi lapangan dan pengukuran fisik pembangunan secara transparan.

“Pengalokasian anggaran harus sesuai kebutuhan agar program pembangunan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna, memaparkan sejumlah pembangunan yang telah direalisasikan sepanjang tahun 2025. Di antaranya pembangunan lapangan desa dengan ukuran awal 60 x 45 meter, yang saat ini progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 20 x 41 meter.

Selain itu, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di lingkungan RW 03, pembangunan jalan lingkungan hotmix di RW 13 dan RW 11, serta betonisasi jalan lingkungan di RW 10 dan RW 05 juga telah direalisasikan.

“Untuk progres lanjutan, pembangunan lapangan dan peningkatan jalan desa akan menjadi prioritas pada tahun 2026,” pungkas Taupik. Arip Ekon

Pemdes Bantarkaret Usulkan Perbaikan Jalan Kabupaten ke PT Antam Pongkor

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengusulkan perbaikan jalan berstatus Jalan Kabupaten kepada PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pongkor. Usulan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan di wilayah Desa Bantarkaret yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

Usulan perbaikan jalan tersebut sebelumnya telah dikomunikasikan antara Pemerintah Desa Bantarkaret dengan pihak PT Antam. Jalan yang diusulkan berada di Kampung Nunggul, Desa Bantarkaret, yang beberapa tahun lalu sempat dibangun dan diaspal oleh PT Antam.

Kepala Dusun Desa Bantarkaret, Madnur, mengatakan meskipun status jalan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor, namun PT Antam memiliki keterlibatan dalam pembangunan jalan tersebut di masa lalu.

“Memang statusnya jalan kabupaten, namun beberapa tahun lalu PT Antam telah membangun dan mengaspal jalan di Kampung Nunggul. Sejak itu, perbaikan dilakukan secara berkala melalui tambal sulam oleh pihak perusahaan,” ujar Madnur, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir pihak desa kembali menjalin komunikasi dengan PT Antam terkait kondisi jalan yang semakin memburuk dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.

“Pengajuan perbaikan ini muncul karena adanya komunikasi lanjutan antara pihak desa dan PT Antam. Maka di tahun 2026 ini kami kembali mengusulkan perbaikan jalan tersebut dan berharap bisa menjadi prioritas,” harapnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama aktivitas warga, baik untuk perekonomian, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Arip Ekon

Tak Dihadiri Anggota DPRD, Musrenbang Sukaraja Bawa 32 Usulan

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Meski tak dihadiri satu pun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sekaligus penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Sukaraja untuk Tahun 2027 sepakati 32 usulan.

Pemangku kepentingan beserta sejumlah unsur masyarakat Kecamatan Sukaraja telah merumuskan agenda program prioritas yang akan diusulkan pada Tahun Anggaran 2027 depan di Musrenbang tingkat Kabupaten Bogor, di Aula Kangor Kecamatan Sukaraja, Rabu (27/1).

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukaraja, Yudi Hartono mengatakan, puluhan usulan yang disetujui pada Musrenbang itu terdapat dalam empat sektor bidang program yang nantinya dibawa dalam Musrenbang Kabupaten Bogor.

“Ada 32 usulan kegiatan yang tersusun dalam Musrenbang Kecamatan Sukaraja. Intinya 32 usulan tersebut masuk dalam empat bidang yakni PUPR, pendidikan, kesehatan dan perhubungan,” ujar Yudi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Musrenbang tersebut telah memenuhi unsur pemangku kepentingan yang ada di wilayah Sukaraja.

“Musrenbang dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan Kecamatan Sukaraja, SKPD, UPT dan tentunya kepala desa, BPD, tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi perempuan. Kalau anggota DPRD infonya ada di Kecamatan Citeureup,” kata Yudi.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil I Muhammad Irvan Maulana alias Ipeck mengungkapkan, faktor kesehatan jadi penghambat dirinya tak hadiri Musrenbang Kecamatan Sukaraja. “Saya tidak hadir, lagi berobat di Jakarta,” kata Ipeck melalui pesan WhatsApp nya.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil I lainnya, Achmad Yaudin Sogir menerangkan, dirinya ada kepentingan lain yang tidak dapat ditinggalkan. “Saya selesaikan tugas rakyat tadi pagi,” ungkap Sogir. n Noverando H

PCNU Kota Bogor Silaturahmi dengan Kapolresta, Bahas Dukungan Harlah NU ke-100

0

Bogor | Jurnal Bogor
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor melakukan silaturahmi dengan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, dalam rangka mempererat sinergi serta mengundang secara resmi Kapolresta untuk menghadiri rangkaian acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 di Kota Bogor.

Silaturahmi tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dari jajaran PCNU Kota Bogor hadir Ketua PCNU Ir. H. Edi Nurokhman, sesepuh NU Kota Bogor KH. Fuad Fitri, serta sejumlah pengurus PCNU lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, PCNU Kota Bogor memaparkan rencana pelaksanaan puncak Harlah NU ke-100 yang akan digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, dan dipusatkan di Balai Kota Bogor. Acara ini dirancang sebagai perayaan akbar yang melibatkan warga NU dan masyarakat umum.

Ketua PCNU Kota Bogor, Ir. H. Edi Nurokhman, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Harlah NU ke-100 akan diisi dengan berbagai agenda yang bersifat religius, kebangsaan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Di antaranya jalan santai dengan payung hijau mengelilingi Kebun Raya Bogor, bazar UMKM, pameran foto sejarah NU Kota Bogor, serta dialog kebangsaan.

“Kami ingin Harlah NU ke-100 ini menjadi momentum kebersamaan, kegembiraan, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Kota Bogor,” ujar Edi Nurokhman.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro menyambut baik rencana kegiatan tersebut. Ia menyatakan kesiapan jajaran Polresta Bogor Kota untuk mendukung dan mensukseskan pelaksanaan Harlah NU ke-100 agar berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

“Kami mendukung penuh kegiatan Harlah NU ke-100 di Kota Bogor. Semoga acara ini berjalan sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Kombes Rio.

Silaturahmi ini sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama antara PCNU Kota Bogor dan Polresta Bogor Kota dalam menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, serta merawat nilai-nilai kebhinekaan di Kota Bogor.

**yev/cc

SMP IT BBS Jadi Pelopor Program Award di Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Mengawali tahun 2026, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) menjalin kerja sama dengan The Duke of Edinburgh’s International Award (DOE Award), sebuah organisasi nirlaba asal Inggris yang menaungi program pengembangan diri kaum muda melalui pendidikan dan pembelajaran nonformal.

Dikutip dari laman resminya, www.intaward.org, The Duke of Edinburgh’s International Award merupakan program pengembangan diri berskala global yang didirikan pada tahun 1956 dan kini telah dilaksanakan di 129 negara dan wilayah. Program ini ditujukan bagi generasi muda usia 14 hingga 24 tahun tanpa membedakan latar belakang, budaya, maupun kemampuan awal, serta bersifat inklusif.

Program Award bertujuan membantu peserta membangun kepercayaan diri, keterampilan hidup, serta menemukan tujuan, minat, dan peran mereka di masyarakat. Kerangka kerja program ini mencakup empat kegiatan utama yang memiliki bobot sama, yakni layanan masyarakat (volunteering), pengembangan keterampilan (skill), aktivitas fisik (physical recreation), serta perjalanan petualangan atau ekspedisi (adventurous journey).

Sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan Program Award di wilayah Kota Bogor, SMP IT Bina Bangsa Sejahtera berinisiatif menjadi center of excellence dan terbuka untuk berbagi informasi serta pengalaman kepada sekolah menengah pertama lainnya di Kota Bogor yang berminat menyelenggarakan program serupa.

Dalam implementasinya, SMP IT BBS juga memperkenalkan kegiatan cinta lingkungan melalui program Mitigasi Minyak Jelantah (MIJEL). Program ini bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah minyak goreng bekas yang selama ini kerap dibuang sembarangan. Melalui MIJEL, sisa minyak jelantah dari rumah tangga dikumpulkan di sekolah untuk kemudian diolah menjadi energi terbarukan.

Kegiatan tersebut menjadi aktivitas non-akademik yang dapat dihitung sebagai komponen pengembangan keterampilan (skill) dalam Program Award, dengan ketentuan minimal satu jam pembelajaran setiap minggu sesuai standar yang ditetapkan oleh DOE Award.

Selain itu, Program Award juga memperkuat kegiatan ekstrakurikuler yang telah berjalan di SMP IT BBS, salah satunya program lingkungan “Ngebon di Kota”. Program ini menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan sejak usia dini, sekaligus menjadi penerapan konsep multiple intelligence atau kecerdasan majemuk, yang mendorong setiap siswa menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Direktur Nasional The Duke of Edinburgh’s International Award Indonesia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMP IT BBS yang telah bersedia menjadi lokasi Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 11 SMP lain yang juga akan menyelenggarakan Program Award di sekolah masing-masing.

“Salut untuk SMP IT BBS yang dengan cepat menangkap isu-isu kekinian dan memiliki komitmen kuat menyelenggarakan Program Award sebagai pelengkap, sekaligus mengintegrasikannya dengan pembelajaran formal di sekolah,” ujarnya, Rabu (28/10/26).

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP IT Bina Bangsa Sejahtera, Syabar Suwardiman, menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Perubahan itu tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari langkah-langkah kecil yang terus dilakukan secara konsisten. Yang terpenting, kesadaran tersebut dapat diwariskan kepada generasi penerus yang kelak akan memegang tongkat estafet kepemimpinan di masa depan,” pungkasnya.

** Yudi

Kades Sukamahi Lakukan Pengobatan Gratis

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kolaborasi antara pemerintah desa dengan Puskesmas Megamendung yang dilakukan dengan baik berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya untuk bidang kesehatan.

Pada Selasa (27/1/26), Kades Desa Sukamahi Mamat Budi, SE bersama Puskesmas Megamendung, melakukan pengobatan gratis kepada masyarakatnya. Ini dilakukan mengingat musim hujan merupakan musim yang cukup rawan bagi kesehatan masyarakat, khususnya bagi orang lanjut usia dan balita.

“Kita selalu pemerintahan desa harus peka terhadap kondisi masyarakat. Mulai dari perekonomiannya, pendidikan, hingga di bidang kesehatan. Dan kali ini, kita bersama Puskesmas Megamendung melakukan kegiatan pengobatan gratis bagi warga, ” ujar Kades Sukamahi.

Adanya kegiatan pengobatan gratis yang dilksanakan di kantor desa, cukup menyita perhatian masyarakat. Antusias dari warga cukup terlihat, mereka memanfaatkan momen tersebut. Tim medis dari Puskesmas Megamendung, satu demi satu melakukan pemeriksaan kesehatan warga yang memanfaatkan momen itu.

“Iya kita dukung dan gembira adanya kegiatan pengobatan gratis ini. Terlebih dilakukan di kantor desa, kita tidak canggung datangnya. Selain berobat gratis kita juga bisa ketemu Pak Kades yang menyaksikan secara langsung berjalannya proses pengobatan ini, ” tutur Ny Heni, salah seorang warga.

Tidak hanya pengobatan gratis yang rutin dilakukan oleh pemerintah Desa Sukamahi untuk penanganan kesehatan warganya, pencegahan terhadap stunting dengan mengedepankan para kader pos yandu hingga kini terus dilakukannya.

** Dadang Supriatna

PTSL di Desa Sukagalih Masuki Tahap Pemberkasan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Pengurusan sertifikat tanah milik warga dari program PTSL di Desa Sukagalih, Megamendung, Kabupaten Bogor telah memasuki tahap pemberkasan data kepemilikan tanah.

Sekretaris Desa Sukagalih Ade menjelaskan, sebelumnya petugas dari BPN Kabupaten Bogor didampingi staf desanya sudah melaksanakan pengukuran. Hasil dari pengukuran itu, sebanyak 50 bidang tanah warga dinyatakan tidak ada masalah.

“Tahapan menuju PTSL, di Desa Sukagalih kita tengah melakukan pemberkasan. Ada 50 bidang tanah warga yang beres diukur, ” ujar Sekdes.

Ia menambahkan saat proses pengukuran, tidak semua bidang bisa dilaksanakan pengukuran. Ini karena adanya berbagai permasalahan di tanah tersebut hingga pengukuran tidak bisa dilakukan. Masalah yang paling menonjol yaitu sengketa waris.

” Hadirnya PTSL ini terdapat sejumlah permasalahan yang muncul di atas tanah warga. Seperti, sengketa waris diantara keluarga yang belum terselesaikan. Dengan adanya permasalahan itu, untuk pengajuan PTSL nya kita penting dulu, ” imbuhnya.

Sementara itu dikatakan Inud, salah satu warga mengharapkan, proses PTSL berjalan sesuai harapan masyarakat. ” Program ini sangat membantu untuk pengamanan legalitas tanah milik warga. Karena, kalu mengurus sertifikat tanpa bantuan program tersebut, kita bisa mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk PTSL ini, kami berharap berjalan lancar. Hingga masyarakat memiliki surat tanah yang jelas, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna