26.9 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 80

PUPR Jangan Lamban, Dewan Minta Bidang Pemeliharaan Gerak Cepat

0

Bogor | Jurnal Bogor

Tingginya intensitas hujan di Kota Bogor, berimbas terhadap banyaknya jalan berlubang di beberapa wilayah. Hal ini jelas yang menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) khususnya bidang pemeliharaan tidak hanya beretorika, namun mesti bergerak cepat dalam memperbaiki infrastruktur jalan.

“Dinas PUPR melalui bidang pemeliharaan harusnya bergerak cepat melakukan perbaikan. Jangan hanya sekadar tambal sulam, tapi perhatikan kualitas aspalnya. Harus pakai aspal dengan kualitas bagus agar tahan lama, apalagi Bogor sering diguyur hujan,” ujar lelaki yang akrab disala Kiwong ini, Rabu (28/1).

Kiwong menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tidak boleh menjadi korban dari pekerjaan infrastruktur yang setengah hati.

Komisi III, kata dia, akan mengawal agar penggunaan anggaran perbaikan jalan benar-benar memberi dampak jangka panjang, bukan sekadar meredam keluhan sesaat.

“Keselamatan masyarakat, khususnya pengguna jalan jadi nomor satu,” ucap politisi PPP ini.

Salah seorang warga Tanah Baru, Karsono mengaku resah dengan adanya jalan berlubang di dekat lampu merah Taman Corat-Coret. Ia menyebut bahwa lubang yang berdiameter agak besar itu, mengancam keselamatan pengendara sepeda motor.

“Kebetulan saya ini pengendara sepeda motor, harusnya jalan berlubang tidak dibiarkan lama. Mestinya diperbaiki dengan aspal kualitas terbaik. Di area itu memang jadi langganan jalan berlubang,” ucapnya.

Keluhan lainnya juga disampaikan Rahmansyah Herlambang (38), warga yang setiap hari melintasi jalur Pamoyanan. Ia mengaku selalu dihantui rasa waswas, khususnya saat hujan turun.

“Kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Kalau hujan turun, lubang-lubang itu tertutup air, jadi tidak kelihatan sama sekali. Ini jelas membahayakan nyawa kami sebagai pengguna jalan,” katanya.

Rahmansyah menilai Pemkot Bogor lamban dalam menangani kerusakan jalan. Seharusnya, kata dia, cuaca tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda perbaikan.

Terpisah, Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas PUPR Kota Bogor, Agus Sobari mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan setiap harinya, baik untuk jalan, saluran pedestrian hingga jembatan.

“Menginat cuaca dan wilayah cukup luas jadi kami lakukan semaksimal mungkin,” kata Agus.

Agus juga berjanji akan terus melakukan perbaikan terhadap seluruh jalan, khususnya yang menjadi tusi PUPR.

Saat Disinggung mengenai banjir lintasan yang kerap terjadi di Jalan Tirtho Adi, Kecamatan Tanah Sareal. Agus mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat lantaran induk saluran melalui saluran induk yang menjadi kewenangan Jabar.
Namun, ia tak dapat memastikan mengenai kapan jadwal perbaikan dilaksanakan saluran drainase di kawasan tersebut.

“Segera. Namun kewenangan Jabar karena dekat Jalan Pemuda sebagai buangan induk saluran. Kami tak bisa intervensi,” ungkapnya.

** Fredy Kristianto

Polri dan Muspika Kawal Program Ketahanan Pangan Nasional melalui Tanam Jagung di Bogor

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Guna mendukung program strategis ketahanan pangan nasional, Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cigudeg bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sukajaya mengawal langsung penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang digagas Polda Jawa Barat.

Kegiatan yang merupakan bagian dari agenda nasional ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya.

Kapolsek Cigudeg, AKP Budi Sehabudin, memimpin secara langsung penanaman perdana di lahan seluas satu hektare milik Kelompok Tani Harapan Mulya. Dalam pernyataannya, AKP Budi menegaskan komitmen pelaksanaan program ini secara serentak di seluruh Jawa Barat.

“Di Desa Cileuksa, lebih dari satu hektare lahan sudah ditanami jagung. Potensinya masih bisa diperluas dengan penggunaan bibit jagung hibrida,” ujarnya.

Selain di Cileuksa, kegiatan serupa juga digelar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, seluas satu hektare. Polsek Cigudeg yang membawahi dua kecamatan, yakni Cigudeg dan Sukajaya, akan melakukan pengawasan dan pendampingan secara menyeluruh kepada para petani.

Menurut AKP Budi, hasil panen nantinya telah memiliki pasar yang pasti. “Hasil panen akan langsung dijemput oleh Bulog melalui sistem kerja sama dengan kelompok tani. Proses panen akan disesuaikan dengan kadar air jagung,” jelasnya.

Dia merincikan, jagung dengan kadar air 12 persen dapat mencapai harga Rp6.000 per kilogram, sedangkan untuk kadar air sekitar 18 persen dihargai Rp5.400 per kilogram.

Kapolsek juga memberikan motivasi kepada para petani, menyebut kondisi tanah di wilayah tersebut subur dan berpotensi menghasilkan panen optimal. “Insyaallah hasilnya akan memuaskan,” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Polsek Cigudeg, perwakilan Koramil Cigudeg, Camat Sukajaya, kepala desa setempat, serta masyarakat. Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan sinergi dan komitmen bersama dalam pemberdayaan petani dan mendukung ketahanan pangan nasional.

** Rahman Efendi

Pemkot Dinilai Lalai, Warga Katulampa Desak Operasional Michan Distop

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dinilai lalai dan lemah dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Wali Kota (Perwali) terkait pengendalian minuman beralkohol, menyusul kembali dibukanya segel Cafe Michan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, meski mendapat penolakan keras dari warga sekitar.

Hal tersebut dikatakan oleh tim kuasa hukum warga RW 01 Katulampa dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners dalam konferensi pers, menyikapi masih beroperasinya Cafe Michan yang diduga menjual minuman beralkohol.

“Kami dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, selaku kuasa hukum perwakilan warga RT 03/RW 01 Kelurahan Katulampa, menyampaikan sikap resmi warga yang menolak tegas aktivitas penjualan minuman beralkohol golongan A, B, dan C oleh Cafe Michan,” ujar ujar advokat, Sylvia Lesmana Clara, Rabu (28/1).

Menurut dia, penolakan warga dilakukan demi menjaga rasa aman, ketenteraman, dan lingkungan sosial yang sehat.

Sylvia mengatakan bahwa sejak awal pengelola Cafe Michan, PT Trio Tertawa Lepas, hanya mengajukan izin lingkungan untuk usaha resto and lounge dan menyatakan tidak akan menjual minuman beralkohol. Pernyataan itulah yang menjadi dasar persetujuan warga.

“Namun dalam praktiknya, berdasarkan laporan warga, Cafe Michan justru diduga menjual minuman beralkohol golongan A, B, dan C. Selain itu, warga juga terganggu oleh kebisingan yang berdampak langsung pada kehidupan sosial,” katanya.

Masalah ini dinilai semakin serius karena lokasi kafe berada di sekitar lima rumah ibadah, Pesantren Tarbiyatul Faridah, SMP-SMA Zafirah 3, serta fasilitas kesehatan dengan radius sekitar 500 meter.

Sylvia menegaskan, berdasarkan Pasal 18 ayat (1) Perda Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Pasal 22 Perwali Kota Bogor Nomor 121 Tahun 2022 tentang Pengendalian, Pengawasan, dan Penertiban Peredaran Minuman Beralkohol, penjualan miras dilarang di lokasi tertentu, termasuk di sekitar tempat ibadah dan fasilitas pendidikan.

“Dengan demikian, Cafe Michan seharusnya tidak diperbolehkan menjual minuman beralkohol dalam golongan apa pun,” tegasnya.

Sylvia mengungkapkan, warga sudah menempuh berbagai upaya, mulai dari mencabut persetujuan lingkungan, menggalang petisi, mengirim surat kepada Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, hingga melakukan mediasi dengan pihak kelurahan dan pengelola kafe. Namun, pihak Cafe Michan menyatakan telah memiliki SKPL-A untuk menjual miras golongan A.

Puncaknya, pada 15 Januari 2026, warga dan tokoh agama menggelar aksi protes yang berujung pada penyegelan sementara oleh Satpol PP Kota Bogor. Namun segel itu kembali dibuka pada 19 Januari 2026, hanya berdasarkan surat pernyataan dari pihak Cafe Michan.

Dalam surat tersebut, pengelola mengakui pernah menjual minuman beralkohol jenis cocktail yang mengandung alkohol golongan B dan C saat awal pembukaan, yang jelas bertentangan dengan Perda dan Perwali Kota Bogor.

“Pihak Cafe Michan kemudian menyatakan tidak lagi menjual minuman beralkohol golongan B dan C, dan hanya akan menjual golongan A sesuai izin yang dimiliki. Mereka juga berjanji siap disanksi jika mengulangi pelanggaran,” jelas Sylvia.

Namun, keputusan Satpol PP Kota Bogor membuka kembali segel itu dinilai telah melukai kepercayaan warga.

“Kami menilai ini adalah bentuk lemahnya pengawasan, pengendalian, dan penegakan hukum oleh Pemerintah Kota Bogor, khususnya Wali Kota dan dinas-dinas terkait, serta mengabaikan aspirasi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, namun hingga kini belum mendapat respons.

Atas dasar itu, sambung dia, warga meminta agar Pemkot Bogor menghentikan seluruh aktivitas Cafe Michan dalam menjual miras seluruh golongan, dan mendesak Wali Kota Dedie Rachim untuk melakukan pengawasan dan penertiban secara serius.

“Warga juga menuntu pencabutan SKPL-A dan/atau izin usaha Cafe Michan sesuai Pasal 22 Perwali Kota Bogor Nomor 121 Tahun 2022.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana mengatakan bahwa pembukaan segel dilakukan setelah manajemen Michan menunjukan seluruh perizinan yang mereka miliki.

“Sudah dibuka (segel). Izinnya lengkap termasuk Surat Keterangan Penjualan Langsung (SKPL) A,” ujar Asep.

Meski segel dibuka, kata Asep, Michan Cafe tidak diperbolehkan sama sekali menjual miras golongan B dan C.

“Mereka hanya boleh menjual miras golongan A. Apabila nekat jual golongan B dan C, maka akan disegel kembali,” ungkap Asep.

Saat disinggung terkait adanya temuan warga memgenai penjualan miras golongam C. Asep mengatakan, bila mereka hanya menjual cocktail, namun mengandung golongan C.

** Fredy Kristianto

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara dan Bupati Batu Bara Bahas Pengelolaan Lahan Pertanian

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menerima kunjungan Bupati Batu Bara, Sumatera Utara, Zahir Baharuddin Siagian di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu pembangunan daerah, termasuk optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Bogor.

Sastra mengatakan, diskusi yang berlangsung mencakup berbagai persoalan strategis yang dihadapi masing-masing daerah. Salah satu topik utama yang dibahas adalah upaya menjaga dan mengoptimalkan lahan pertanian di tengah tekanan alih fungsi lahan.

“Kami berdiskusi mengenai banyak hal, salah satunya tentang optimalisasi lahan pertanian di Kabupaten Bogor,” ujar Sastra melalui akun Instagram pribadinya, @sastra_winara.

Menurut Sastra, kunjungan tersebut juga menjadi ajang berbagi pengalaman dan pandangan dalam pengelolaan pembangunan daerah. Ia menilai, pertemuan antarpimpinan daerah ini dapat memperkuat hubungan kerja sama antara pemerintah daerah lintas wilayah.

Kabupaten Bogor yang memiliki luas wilayah sekitar 298.838 hektare menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberadaan lahan pertanian produktif. Tekanan alih fungsi lahan menjadi salah satu persoalan utama seiring pesatnya pembangunan kawasan permukiman dan industri.

Sementara itu, Kabupaten Batu Bara di Sumatera Utara juga menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Pertemuan kedua pimpinan daerah tersebut diharapkan dapat membuka peluang solusi bersama dalam menghadapi persoalan pertanian di masing-masing wilayah. (*)

2026, Desa Sukmajaya Tajurhalang Dapat Bankeu 1,5 Miliar

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor
Kepala Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang Ecep Surasman mengucapkan terimakasih atas bantuan keuangan yang merupakan kebijakan Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta Camat Tajurhalang tas bantuan keuangan yang diberikan Pemkab Bogor melalui DPMD kepada Desa Sukmajaya dan desa-desa lain di Kabupaten Bogor,” kata Kepala Desa Sukmajaya Kecamatan Tajurhalang, Ecep Surasman S.Pd, Kamis (15/1/2026) lalu.

Ucapan terimakasih itu diberikan karena adanya bantuan keuangan dari Pemkab Bogor sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi warga masyarakat desa.

“Alhamdulillah di 2026, Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto memberikan bantuan tambahan dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar,” kata Ecep Surasman.

Menurut Ecep, bantuan keuangan desa itu akan mempercepat terwujudnya visi dan misi Bupati Bogor Rudy Susmanto menjadikan Kabupaten Bogor Istimewa.n Herry Setiawan

Desa Lulut Klapanunggal Beton Jalan Curug Dengdeng

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2025 ke Desa Lulut Kecamatan Klapanunggal salah satunya digunakan untuk membangun jalan lingkungan di Kampung Curug Dengdeng RT 4 RW 3.

Kegiatan pembangunan jalan lingkungan ini dilakukan sesuai ketentuan peraturan dengan panjang jalan 180 meter lebar 3 meter dengan ketebalan 15 sentimeter.

Menurut Kepala Desa Lulut, Udin pembangunan jalan lingkungan di Kampung Curug Dengdeng membantu mobilisasi aktivitas warga dalam banyak bidang kehidupan.
“Selama ini jalan itu rusak dan butuh perbaikan,” kata Udin.

Dengan adanya bantuan keuangan Pemprov Jabar yang dipimpin Gubernur Dedi Mulyadi, diharapkan desa-desa di Jawa Barat khususnya di Bogor dan di Desa Lulut dapat mewujudkan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor istimewa sesuai dengan jargon yang digaungkan gubernur.

“Harapan saya selaku Kepala Desa Lulut, adanya bantuan keuangan ini diharapkan dapat segera mewujudkan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor Isimewa,” tandasnya. Herry Setiawan

DPMD Monev APBDES Tajurhalang TA 2025

0

Tajurhalang | Jurnal Bogor

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) tahun anggaran (TA) 2025 semester 2. Monev dilakukan di 3 titik infrastruktur di Desa Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang.

Di antara 3 titik itu salah satunya adalah betonisasi jalan lingkungan yang menelan anggaran Rp44.350.000 yang dikerjakan tim pelaksana kegiatan. Petugas monev melakukan pengukuran panjang, lebar dan ketebalan jalan.

Petugas DPMD juga melakukan monev di Desa Tonjong Kecamatan Tajurhalang. Termasuk mengukur jalan lingkungan yang dibiayai APBDES TA 2025 semester 2. Di Desa Tonjong, monev didampingi langsung penjabat Kepala Desa Tonjong didampingi jajaran pemdes.

“Kegiatan monev ini menjadi salah satu kegiatan pengawasan pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBDES,” kata Pj Kepala Desa Tonjong Jumido.

Selain infrastruktur, DPMD juga melakukan monev ke BUMDES Pelita Karya Mandiri.n Herry Setiawan

Kades Gunungsari HermansyahBuka-Bukaan Duit Desa 2025

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Kepala Desa Gunungsari Kecamatan Pamijahan, Hermansyah bergerak cepat dengan membuka realisasi alokasi APBDES 2025 kepada publik. Aksi buka-bukaan itu adalah wujud nyata menaati perintah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar APBDES diumumkan secara terbuka melalui media publik.

“Sebenarnya bukan buka-bukaan bang, tapi menaati perintah Gubernur Jawa Barat Bapak KDM agar APBDES dibuka ke publik secara transparan,” kata Hermansyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (27/1/2026).

Hermansyah mengaku bahwa masyarakat luas perlu mengetahui alokasi penggunaan APBDES 2025. Dengan begitu, masyarakat dapat ikut serta terlibat dalam akselerasi pembangunan infrasfrukrur, ekonomi dan sosial masyarakat.

“Supaya nggak pada suudzon sama kades dan aparaturnya, makanya kita buka dan diumumkan lewat media sosial, dipasang jadi baliho di sejumlah titik dan di depan kantor desa,” tutur pria muda yang akrab disapa Herman.

Hermansyah berharap dengan adanya keterbukaan anggaran desa, dapat diketahui mana saja sarana dan prasarana yang akan dan sudah dibangun. Termasuk belanja pegawai dan anggaran operasional desa selama setahun.n Herry Setiawan

Posyandu Desa Bojonggede Naik Level Prima

0

Bojonggede | Jurnal Bogor

Desa Bojonggede Kecamatan Bojonggede kini meningkatkan level pelayanan setingkat lebih maju untuk mengejar kualitas dasar manusia. Caranya dengan meningkatkan pelayanan Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Selama ini Posyandu bertugas untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Saat ini diperluas bidang tugasnya menjadi 6 pelayanan dasar, kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum (tibum),” ujar Dede Malvina saat memimpin rapat sosialisasi itu, Selasa (27/1/2026).

Dede menjelaskan, kader Posyandu akan dimobilisasi lebih luas cakupan kerjanya dengan ikut melayani 6 bidang kerja tersebut. Posyandu yang mampu meningkatkan levelnya itu disebut sebagai Posyandu Plus.

“Posyandu Plus ini bagian dari Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berfokus pada pelayanan sepanjang siklus hidup. Mulai dari bayi hingga lansia. Sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2024 tentang Posyandu,” kata Dede yang dikeliling emak-emak ketua Posyandu di Desa Bojonggede.

Dengan tuntutan tugas tersebut, maka Dede minta agar para ketua kader Posyandu segera melakukan restrukturisasi kepengurusan guna mencapai tujuan mulia itu.
“Restrukturisasi kepengurusan ini penting guna memberikan layanan prima sesuai Permendagri nomor 13 tahun 2024,” tandas Dede Malvina.

Berdasarkan informasi kader Posyandu Desa Bojonggede, saat ini terdapat 2.500 balita, 168 jiwa ibu hamil, 430 ibu menyusui dan 6.500 lansia yang membutuhkan pelayanan dari para kader Posyandu Plus.n Herry Setiawan

Destinasi Wisata Tugu Utara Dikenal Mancanegara

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kondisi kawasan Puncak, Kabupaten Bogor yang sudah melekat sebagai tempat wisata, akan terus mengalami peningkatan pengunjungnya. Hampir setiap desa yang ada di kecamatan tersebut menjadi tujuan berlibur dari berbagai daerah. Bahkan, turis asing juga memiliki agenda liburan ke wilayah Puncak.

Dari desa-desa yang ada di Kecamatan Cisarua, Desa Tugu Utara merupakan desa yang serius mengembangkan tempat wisatanya. Penataan lingkungan yang apik dan bersih untuk menuju tempat wisata yang di daerah kini terus dirintis.

“Sektor pariwisata merupakan sektor yang harus ditangani serius. Mulai dari infrastruktur hingga ke fasilitas penunjang untuk memudahkan berbagai kebutuhan para wisatawan yang datang ke Puncak, khususnya ke Desa Tugu Utara. Informasi tempat wisata yang ada di kita perlu akses dengan mudah. Karena itu merupakan salah satu bentuk pelayanan kita, ” ujar Kades Tugu Utara Asep Namun Nawawi, beberapa waktu lalu.

Sebagai daerah yang dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun manca negara, selain mereka mengunjungi tempat tempat wisata yang ada di desa tersebut, para pelaku atau tempat wisata yang dibina oleh pemerintahan desa, mereka tidak lupa memperkenalkan kearipan lokalnya. Mulai dari seni angklung, tradisi memakai topi berbahan bambu menjadi poin-poin untuk diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara.

“Keanekaragaman budaya atau tradisi lokal itu perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada dunia. Kita sebagai tempat yang dijadikan objek kunjungan oleh wisatawan asing memiliki peran secara langsung untuk memperkenalkan dan mempraktikan budaya yang ada di kita. Salah satunya adalah memperkenalkan kesenian angklung. Adanya kesenian dengan alat seni terbuat dari bambu, itu dinilai unik oleh mereka. Dengan demikian, para wisatawan tersebut setelah pulang dari sini memiliki kesan yang tidak bisa dilupakan, hingga mereka akan kembali berkunjung ke sini lagi, ” imbuh kades.

Fokusnya pengelolaan sektor wisata, kini dirasakan warga setempat. Dunia pariwisata hingga saat ini masih menjadi penghasilan nomor satu untuk perekonomian warga Tugu Utara.
“Sektor pariwisata kini masih tetap mendoninasi mata pencaharian warga setempat. Mulai dari tenaga kerja, pada umumnya tempat wisata memakai tenaga warga setempat. Dengan demikian, dunia pariwisata di Tugu Utara akan terus dikembangkan sesuai konsep alam dengan tetap menjaga kelestarian alamnya, ” pungkas kades.

** Dadang Supriatna