32 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 803

Baru Gelar Sudah Patah dan Retak, Achmad Fathoni: Jika Tidak Profesional Kontraktor dan Konsultan Pengawas Baiknya Di-blacklist 

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Peningkatan Jalan Klapanunggal – Dayeuh yang dikerjakan oleh CV. Prima Karya dan Konsultan Pelaksana PT. Nasuma Putra dengan memakan anggaran Rp1,9 miliar dikeluhkan warga setelah melihat penampakan beton yang dihasilkan.

Achmad Fathoni

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni pun prihatin karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali ia dapatkan. 

“Saya berharap dari kejadian yang berulang ini, DPUPR bisa melakukan evaluasi segera dan komprehensif untuk mencegahnya terulang kembali,” ujar Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/09).

Ia menjelaskan, keretakan yang terjadi pada beton jalan bisa karena kondisi bagian dasarnya (base course), cara perlakuan dalam pengerjaan atau jeleknya kualitas beton dari batching plan itu sendiri.

“Saya harap PPK bersama jajaran UPT mengecek penyebabnya, pastikan semua dikerjakan dengan baik sesuai ketentuan. Kontraktor dan pengawas konsultan yang tidak melakukan pekerjaan dengan profesional, baiknya di-blacklist saja,” geram Fathoni.

Begitu pula pihak dari bachingplant sebagai penyedia betonnya, jika terbukti tidak benar jangan dipakai lagi. Dia akan mengkomunikasikan dengan Komisi 3 untuk melakukan sidak di Dapil 1 Klapnunggal yang terdapat kerusakan dan patahan.

Terpisah, saat dimintai keterangan via WhatsApp chiff baching plant Adhimix Cibubur Heri tidak memberikan jawaban terkait pertanggungjawaban yang akan dilakukan plant akan kualitas beton Adhimix yang dalam semalam sudah mengalami patahan dan keretakan.

Sebelumnya Ahmad (45) warga sekitar mengatakan, pelaksana pekerjaan proyek ini menutup jalan total untuk tidak dilalui dan sudah berlangsung lebih dari 1 pekan. Namun dirinya menyayangkan beton yang belum dilalui kendaraan sudah menimbulkan retakan dan patahan pada jalan tersebut.

Terpisah disampaikan Ali, pelaksana CV.Prima Karya yang mengaku pihaknya sudah meminta pertanggungjawaban pihak bacingplant Adhimix untuk melakukan grouting dan sedang mempersiapkan alatnya. “Belum tau kapan, cuma sudah kita komplain dan akan dilakukan perbaikan untuk alat sedang disiapkan,” kata dia.

** Nay Nur’ain

Jalan Dibiarkan Berlubang, CV Nusantara Sentosa Bahayakan Pengendara

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kondisi Jalan Cikereteg yang ditinggalkan CV Nusantara Sentosa, selaku pelaksana proyek bersumber dana dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2022, membahayakan para pengguna jalan. Sebab, aspal jalan yang sudah dikeruk hingga menyerupai kolam, dibiarkan terbuka oleh pihak pelaksan

Iwan Towil, warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin membenarkan kondisi jalan yang belum diperbaiki pelaksana proyek, sangat membahayakan para pengguna jalan terutama saat malam hari.

“Kalau tidak ada warga yang berteriak, hampir saja saya celaka masuk kedalam lubang jalan bekas dikeruk. Itu terjadi waktu malam sekitar pukul 23.00 WIB, sehabis pulang kerja,” akunya kepada wartawan.

Menurutnya, akses ruas Jalan Cikereteg, tidak bisa disamakan dengan ruas jalan kabupaten lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Caringin. Alasannya, karena aktivitas kendaraan yang melintas di Jalan Cikereteg, hingga 24 jam masih ramai dilalui para pengendara, baik roda dua maupun empat.

“Dengan kondisi jalan sekarang ini, saya kuatir bisa mengakibatkan terjadi kecelakaan, terutama para pengendara berasal dari luar wilayah yang tidak tahu kondisi jalan,” jelas Iwan.

Tidak hanya itu, Iwan pun menceritakan keluhan dari pemilik bengkel tempatnya bekerja. Dimana, semenjak ada proyek betonisasi jalan yang mengakibatkan terjadinya kemacetan, membuat penghasilannya menurun.

“Gara-gara Jalan Cikereteg macet terus, bengkel jadi sepi. Kalau bengkel sepi, saya juga tidak dapat uang lebih,” akunya.
Iwan menambahkan, banyak dari warga atau juga pengunjung bengkel mengeluh dengan kondisi Jalan Cikereteg yang setiap hari macet, karena pengerjaan proyek nya belum selesai dikerjakan.

“Hampir semua warga mengeluh dan minta agar proyek jalan segera diselesaikan,” tegasnya.

Sementara, pengamat jalan Kecamatan Caringin pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Syarif mengakui banyak warga menanyakan pengerjaan Jalan Cikereteg yang belum selesai dan sudah ditinggalkan pemborong.

“Apa yang warga sampaikan ke saya, sudah saya sampaikan lagi kepada pimpinan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya warga memprotes CV Nusantara Sentosa, pelaksana proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor senilai 1,49 miliar lebih tersebut. Protes warga itu, lantaran di lokasi Jalan Cikereteg sudah tidak ada lagi yang bekerja, sementara kondisi jalan belum selesai pengerjaannya.

Didin Subandi, Kepala Dusun (Kadus) Kampung Ciletuh, Desa Ciderum mengatakan, DPUPR Kabupaten Bogor, harus menindak tegas CV Nusantara Sentosa. Pasalnya, pengusaha tersebut sudah melalaikan pengerjaan nya dengan meninggalkan proyek yang kondisinya belum selesai.

“Saya minta pengusaha yang melaksanakan proyek Jalan Cikereteg, dicoret hitam agar tidak lagi mendapatkan pengerjaan pembangunan konstruksi di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Apa yang sudah dilakukan pelaksana proyek, sambungnya, sangat merugikan warga maupun pengguna jalan. Karena, akibat kondisi jalan yang belum selesai pembangunannya, mengakibatkan terjadi kemacetan arus lalulintas.

“Gara-gara macet, banyak anak sekolah yang telat masuk kelas. Kalau sudah parah, macet nya bisa nyampe satu jam bahkan lebih,” jelas Didin.

Didin minta, ruas Jalan Cikereteg segera diselesaikan pengerjaan nya, sehingga kemacetan tidak lagi terjadi terutama disaat pagi hari maupun menjelang hari libur. Terlebih hampir semua warga di Desa Ciderum dan Desa Pancawati maupun Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi, melintasi Jalan Cikereteg sebagai akses utama mereka beraktivitas.

** Dede Suhendar  

Turun Rp300 Juta, Dian Hermawan Pertanyakan Legalitas Perbup No 70 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD) yang saat ini menjadi kisruh di kalangan kepala desa hingga mengakibatkan 29 desa di Kabupaten Bogor harus mengubah APBDes-nya yang sudah dirancang selama tahun anggaran 2022, masih menjadi benang kusut yang belum terselesaikan.

Seperti yang dialami Kepala Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Dian Hermawan yang mengatakan pada Perbup Nomor 59, BHPRD Desa Cicadas mencapai Rp1,3 miliar. Namun, saat keluarnya Perbup Nomor 70 yang ditandatangani Plt Bupati Iwan Setiawan anjlok sampai Rp300 juta.

“Alhamdulilah Desa Cicadas saat keluarnya Perbup No.70 ini turun sampai Rp300 juta. Namun hal yang saya tidak paham kenapa harus berubah di pertengahan tahun anggaran. Kami dari dulu tidak pernah mempersoalkan turun/naiknya BHPRD yang diberikan Pemkab Bogor untuk desa kami, karena itu sudah ditetapkan di awal tahun anggaran. Tapi ini berubah di pertengahan anggaran, dimana semua kegiatan sudah kita anggarkan dan masuk kedalam sistem Siskeudes dengan seenaknya Bappenda main ubah tanpa adanya sosialisasi pada desa,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/09).

Menurutnya, hal yang paling dipertanyakan dia adalah akan legalitas Perbup No.70 yang dikeluarkan oleh Plt Bupati Iwan Setiawan. Mengingat Plt Bupati belum definitif jadi setiap persoalan yang menyangkut soal keuangan harus koordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Saat kegiatan Jambore seluruh Kepala Desa di Babakan Madang, kami mempertanyakan soal pencairan Samisade dan saat itu Plt Bupati Iwan Setiawan mengatakan dirinya belum bisa menandatangani persoalan keuangan karena belum defrinitif harus berkoordinasi dahulu dengan Kemendagri. Nah kita pertanyakan soal Perbup No 70 ini apakah sudah hasil koordinasi dengan Kemendagri atau belum, apalagi jarak penandatangan Perbup No70 hanya 1 hari setelah penandatangan Perbup soal Samisade oleh Plt Bupati Iwan Setiawan,” papar Dian biasa disapa.

Dan selain itu, kata dia yang mau dipertanyakan lagi ialah Desa Cicadas didominasi oleh kawasan industri, lebih dari 20 perusahan. Namun pada tahun 2022 ini terkoreksi turun sampai Rp10 miliar.

“Saya sudah pernah minta kepada UPT Pajak Gunung Putri akan rekapan jumlah pemasukan pajak di Desa Cicadas. Namun sampai saat ini belum diberikan rekapan data tersebut, seolah-olah menutupi dan menyembunyikan jumlah pajak yang dihasilkan oleh desa kami sendiri, ini ada apa?,” cetusnya kesal.

Senada disampaikan oleh Wawan Kurniawan, Kepala Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup yang mengatakan walaupun desanya terkoreksi naik, namun kehadirannya sebagai solidaritas kepada rekan kepala desa yang mengalami anjlok dalam penerimaan BHPRD.

“Disini pemerintah jangan diam, terutama Bappenda yang jelas melakukan kesalahan, apapun dalihnya untuk penyelamatan atau apapun itu beri kami penjelasan. Saat audiensi dengan DPRD kemarin terkoreksi jumlah BHPRD pada Perbup No 59 lebih kecil dibanding Perbup No 70, selisinya mencapai Rp.16 miliar. Tapi kenapa ada desa yang jomplang nilai turunnya,” ujar WK biasa disapa heran.

Selain itu, sistem manual yang ditetapkan Bappenda sangat tidak masuk akal ketika Pemerintah Desa digencarkan menjadi Desa Digital malah Pemda masih manual. “Ini pembodohan kepada Kepala Desa atau apa?. Yang membuat kami heran lagi, kenapa seolah berat sekali Bappenda menyerahkan rekapan jumlah pajak yang diperoleh dari 11 item di masing-masing desa.”

” Apa yang membuat Bappenda tidak berani transparan, bukankah jika kami tau berapa dan apa saja dari 11 item ini yang menghasilkan pajak serta sektor mana saja yang sulit kami bisa bantu dongkrak. Jangan dibiasakan main belakang seperti ini, sampai kami audiensi berkali-kali kami tetap tidak diberikan rekapan jumlah pajak yang dihasilkan dari masing-masing desa,” beber WK yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Citeureup.

Maka dari itu, karena belum adanya keputusan dari hasil audiensi pihaknya baik dengan Bappenda maupun dengan DPRD, 29 desa kembali membawa staf dan para lembaga yang berkaitan dengan anggaran BHPRD ke gedung DPMD Kabuapaten Bogor yang merupakan ujung pangkalnya desa.

“Jika hari ini tidak jua ada solusi, dan Plt Bupati Iwan Setiawan tak hadir untuk menjelaskan Perbup No 70 yang ditandatangani oleh dirinya. Mengingat desa sudah tidak ada anggaran bahkan sebagian harus mengembalikan karena kelebihan salur, 29 desa ini akan kompak menutup pelayanan sampai Plt Iwan Setiawan yang membuat Perbup No 70 bisa memberikan solusi,” ancam WK.

** Nay Nur’ain

Desa Batutulis Salurkan BLT DD untuk 146 KPM

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap ketiga yakni Juli, Agustus dan September tahun anggaran 2022.

Sebanyak 146 keluarga penerima manfaat (KPM) tersenyum senang setelah menerima BLT dari dana desa tahun 2022 tersebut.

“Per KPM mendapatkan 900 ribu dari tiga bulan,” kata Kepala Desa Ade Danoe kepada Jurnal Bogor seusai penyaluran, Selasa (27/9).

Dia menjelaskan,  sasaran BLT DD di desanya adalah warga yang terdampak Covid-19 dan yang penting lagi belum mendapat bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BST, bantuan Kementerian Sosial dan segala bentuk bantuan lainnya.

“BLT-DD diberikan kepada KPM yang telah memenuhi kriteria penerima BLT-DD yang sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Desa (Musdes),”  ujar Kades.

Ade berharap, KPM dapat menggunakan uang tersebut dipergunakan dengan baik terutama dibelikan untuk bahan pangan sehari-hari. 

“Jangan sampai digunakan untuk bayar bank emok. Jadi harus bermanfaat untuk mengurangi beban kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

** Andres

Tenda Berakhir, Pemda Akan Sewakan Rumah untuk Korban Bencana Bojongkoneng

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

Menjelang berakhirnya waktu pemasangan  tenda darurat untuk korban bencana di Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pemerintah setempat sudah menyiapkan sedikitnya puluhan rumah sewa atau kontrakan untuk warga yang terdampak bencana.

Kepala Desa Bojong Koneng, Rusdi menuturkan, pihaknya bersama Pemerintah Daerah akan segera menyiapkam rumah sewa atau kontrakan untuk warga yang terdampak bencana alam pergeseran tanah yang merusak fasilitas hingga rumah tinggal.

” Nantinya warga yang mengungsi dan rumahnya mengalami kerusakan akan disiapkan rumah sementara berbentuk kontrakan, ” ujarnya, Selasa (27/09).

Warga bisa mengisi rumah sewa atau kontrakan ini secara gratis karena semua sudah ditanggung oleh Pemerintah Daerah.

“Nanti warga sendiri yang mencari rumah sewa / kontrakan, mau di perkampungan mana?, pemerintah hanya menyiapakan anggarannya, tapi ada juga yang dipilih oleh pemerintah untuk warga yang mengungsi,” paparnya.

Untuk waktu rumah sewa atau kontrakan sendiri, pemerintah hanya menyewakan selama 3 bulan untuk warga, karena diperkiraan dalam waktu 3 bulan kedepan kondisi tanah di Bojong Koneng sudah normal kembali.

“Dikasih waktu tiga bulan saja, kalau sudah normal kembali warga pun akan balik lagi kerumahnya,” terangnya.

Rusdi mengaku bencana alam pergerakan tanah yang terjadi di wilayahnya membuat fasilitas umum seperti jalan, tempat ibadah hingga rumah tinggal rusak parah.

“Ada 302 kepala keluarga yang terdampak bencana alam, ditambah akses jalan terputus namun sedikit demi sedikit kami akan perbaiki,” tuturnya.

Untuk beberapa warga yang akan disewakan rumah tinggal, Kades mengakui hal tersebut masih dilakukan pendataam terlebih dahulu

“Kalau data sementara ada 30 Kepala Keluarga yang akan disewakan rumah tinggal, namun data tersebut masih sementara bisa nambah bisa juga kurang,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Danlanud ATS Dikunjungi Kas Koopsudnas Tinjau Latihan Giant Flag

0

Kemang l Jurnal Bogor

Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Suliono menerima kunjungan kerja Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kas Koopsudnas) Marsda TNI Tedi Rizalihadi dalam rangka meninjau secara langsung latihan Giant Flag di Shalter Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Selasa (27/9).

Latihan Giant Flag ini dilaksanakan dalam rangka mendukung pelaksanaan demo udara dalam rangka HUT TNI ke-77 Tahun 2022.

Kepala Staf Komando Operasi Udara Nasional (Kas Koopsudnas) Marsda TNI Tedi Rizalihadi menekankan tentang budaya safety merupakan prioritas utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan guna mewujudkan Zero Accident.

“Keselamatan terbang dan kerja TNI Angkatan Udara merupakan tanggung jawab seluruh anggota Angkatan Udara, dan itu harus menjadi prioritas kita semua,” ungkap Kas Koopsudnas Marsda TNI Tedi Rizalihadi kepada wartawan.

Sementara Komandan Landasan Udara Atang Sendjaja Marsma TNI Suliono mengungkapkan kegiatan latihan giant flag sebagai bahan latihan yang memang dilakukan satuan udara sekaligus menyambut HUT TNI ke-77.

“Pada latihan Giant Flag dibagi atas dua elemen, dan tiap elemen terdiri dari satu pesawat pembawa bendera dan dua pesawat sebagai pengawal,” tuturnya.

Pada saat peninjaun Kaskoopsudnas didampingi antara lain, Kapok Sahli Koopsudnas Marsma TNI I Made Susila A, Kaskoopsud I Marsma TNI Jorry S. Koloay, Asops Kaskoopsudnas Marsma TNI Hendrikus Haris Haryanto, Paban III/Lat Sops Kaskoopsudnas Kolonel Pnb M. Anjar Legowo, Pabandyaops Sops Kaskoopsud I Letkol Pnb Bambang Apriyanto, beserta pejabat Lanud Atang Sendjaja.

Sebelum meninjau secara langsung latihan Giant Flag Kas Koopsudnas dan rombongan menerima paparan mengenai pelaksanaan dan kegiatan Giant Flag yang berlangsung di gedung VVIP Lanud Atang Sendjaja yang disampaikan Komandan Wing 4 Kolonel Pnb Agni Prayogo.

** Arip Ekon

KRL Cinta RW 21 Ciangsana Turut Berpartisipasi dalam BKRL 2022

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kampung Ramah Lingkungan Ciangsana Indah Tertata (KRL Cinta) RW 21 Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ikut partisipasi dalam kegiatan Bina Kampung Ramah Lingkungan (BKRL) 2022 yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Selasa (27/09).

Inisiator pendirian yang sekaligus Ketua KRL Cinta, Enny Musfiroh Setyarini, SP bersyukur sekali dengan adanya program KRL dari DLH ini.

“Dengan adanya program KRL yang mencakup pengelolaan sampah, penghijauan, sanitasi dan partisipasi masyarakat  sangat bermanfaat untuk menata lingkungan menjadi lebih baik,” ungkap Een panggilan akrab ketua KRL Cinta kepada Jurnal Bogor, Selasa(27/09).

Een yang merupakan istri dari Achmad Fathoni, ST Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 yang juga membidangi masalah lingkungan memulai berinisatif mendirikan bank sampah sejak 2018. Kemudian tahun 2019 mengajak kembali para tetangga membentuk KRL dan tahun 2021 membentuk KWT (Kelompok Wanita Tani). 

Sementara Endin, Tim juri DLH yang mewakili evaluasi juga menyampaikan apresiasi kepada KRL Cinta. 

“Tidak ada yang perlu kami sampaikan lagi karena memang sudah bagus semua, hanya perlu ditingkatkan kembali, khususnya masih ditemui adanya genangan selokan di beberapa tempat. Ke depan perlu diperbanyak biopori untuk pengomposan dan mengatasi genangan,” ungkapnya.

Kepala Desa Ciangsana, Udin Saputra juga menyampaikan apresiasi kepada para pegiat KRL Cinta, Bank Sampah Cinta dan KWT Caping Cinta yang terus bergerak untuk lingkungan dan bangga dengan prestasi yang diraih. 

“Saya memberikan apresiasi kepada para srikandi di lingkungan RW 21 yang konsisten membawa nama baik RW 21,” jelasnya.

Ditempat yang sama disampaikan Achmad Fathoni, Anggota DPRD yang sekaligus Pembina KRL Cinta menyampaikan terima kasih kepada DLH, para pengurus KRL dan RW 21 serta warga, Kades dan jajaran kecamatan. 

“Saya selalu suport kegiatan lingkungan, dan saya tahu DLH memiliki alokasi anggaran yang terbatas. Oleh karena itu pada 2023 saya sudah pastikan alokasi Pokir saya untuk pembinaan dan penyuluhan KRL sebesar 1 M. Semoga dengan dorongan Pokir ini. DLH bisa membantu KRL untuk lebih maju dan kuat dalam menjaga lingkungan,” ungkap Fathoni biasa disapa penuh harap.

** Nay Nur’ain

Asah Kemampuan Identifikasi Keunggulan Kompetitif Organisasi, Peserta PKN II Lakukan VKN Ke Subang

0

Subang | Jurnal Bogor

Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) membekali para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX kemampuan identifikasi keunggulan kompetitif organisasi melalui Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN).

Disebutkan oleh Yusral Tahir, Kepala PPMKP bahwa tujuan VKN yaitu agar peserta mampu mengidentifikasi keunggulan kompetitif (competitive advantages) organisasi yang menjadi lokus (tempat) visitasinya.

“VKN ini sebagai sarana sharing inovasi yang telah dilakukan oleh lokus yang dikunjungi sehingga terbangun pengertian dan kesepahaman antara peserta serta dapat memberikan rekomendasi bagi peningkatannya”, sebut Yusral

Sementara itu, Asep Nuroni, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang mengungkapkan harapannya atas kunjungan peserta PKN ke daerahnya

“Kabupaten Subang merupakan peyokong pangan ketiga nasional dari 27 kabupaten yang ada di Jawa Barat, kami berharap Bapak dan Ibu peserta PKN dapat berbagi pengalaman dengan para peternak kami”, ungkap Asep.

Melalui VKN, Asep berharap para peserta dapat memberikan pengalaman, atau rekomendasi saran untuk peningkatan sektor pertanian/peternakan di daerahnya

Adapun lotus VKN di Kabupaten Subang meliputi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dan peternak binaan dari Koperasi Brahman Sejahtera, Kabupaten Subang.

VKN merupakan bagian dari Agenda Aktualisasi Kepemimpinan yang membekali para peserta kemampuan mengaktualisasikan kapasitas kepemimpinan strategis melalui identifikasi keunggulan kompetetif organisasi yang menjadi lokus dan dapat memberikan rekomendasi peningkatan keunggulan kompetitif organisasi yang dikunjunginya.

Nantinya para peserta akan menyusun laporan, berbagi pengalaman, dan dapat mengadaptasi lesson learnt dari VKN untuk memperkaya penyusunan policy brief sesuai dengan tema pembelajaran.

PKN Tingkat II membekali peserta pengembangan kompetensi manajerial dan kepemimpinan strategis dalam rangka menghadapi dinamika lingkungan dan mendorong perubahan organisasi yang berdampak bagi organisasi sesuai dengan tanggungjawab instansinya untuk menjamin terwujudnya akuntabilitas Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Hal tersebut sejalan pula apa dengan yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terkait pentingnya kepemimpinan atau behavior leadership (perilaku kepemimpinan) dalam menentukan suatu pencapaian organisasi, menurutnya keberhasilan sebuah manajemen ditentukan dari hadirnya pemimpin yang baik.

“Kemimpinan menjadi sesuatu yang sangat penting di dalam kehidupan yang ada. Keberhasilan sebuah manajemen apa saja ditentukan oleh 60 persen hadirnya pemimpin yang baik,” tegas Mentan Syahrul.

** Nita/Yudi/PPMKP

Usulkan Pelatihan Kerja Bagi Disabilitas

0

JURNAL INSPIRASI – Komisi IV DPRD Kota Bogor, menggelar rapat kerja dengan mitra kerja beragendakan pembahasan rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2022, selama sepekan ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar mengungkapkan salah satu usulan komisi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, adalah meminta agar digelarnya pelatihan kerja bagi warga penyandang disabilitas.

“Ya kita minta itu ada pelatihan kerja untuk teman-teman penyandang disabilitas di anggaran perubahan ini,” ujar Karnain, belum lama ini.

Menurut Karnain, pelatihan kerja ini juga sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) nomor 2 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas. Ia memeparkan didalam pasal 60 dan pasal 61, Pemerintah Kota Bogor menjamin proses rekrutmen, penerimaan, pelatihan kerja, penempatan kerja, keberlanjutan kerja, dan pengembangan karir yang adil dan tanpa diskriminasi kepada Penyandang Disabilitas.

“Jadi sesuai amanat perda, pelatihan ini harus segera disediakan oleh Disnaker,” jelas Karnain.

Pelatihan kerja ini juga menurut Karnain berfungsi untuk meningkatkan kualitas kerja penyandang disabilitas. Sebab, berdasarkan amanat perda, Pemkot Bogor dan BUMD di Kota Bogor wajib mempekerjakan minimal 3 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja. Sedangkan, untuk perusahaan swasta wajib mempekerjakan minimal 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pekerja.

“Peningkatan kualitas kerja melalui pelatihan kerja ini juga kan selain bisa menambah skill individu untuk bisa direkrut perusahaan, juga membuka peluang untuk membuka usaha sendiri nantinya,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Lagi, Ajuan Uang PMP Pasar Ditolak

0

JURNAL INSPIRASI – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Perumda Pasar Pakuan Jaya DPRD Kota Bogor, menghapus pengajuan uang dalam penyertaan modal untuk perusahaan plat merah tersebut.

Ketua tim Pansus DPRD Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, mengungkapkan selain penghapusan modal berupa uang, DPRD Kota Bogor juga meminta agar Perumda Pasar Pakuan Jaya menetapkan belanja pegawai paling banyak 35 persen dari belanja tiap tahunnya paling lama tiga tahun.

“Berdasarkan hasil rapat, ada dua poin yang kami setujui dengan pihak Pemkot. Yaitu pertama menghapus pengajuan modal berupa uang dan menetapkan belanja pegawai paling banyak 35 persen,” kata pria yang akrab disapa ZM ini.

Nantinya, PMP Perumda Pasar Pakuan Jaya hanya berisikan modal berupa tanah dan bangunan dari tiga pasar, yaitu pasar Jambu Dua, Pasar Kencana dan Plaza Bogor. ZM pun mengungkapkan ketiga aset tersebut sudah siap diberikan ke pihak pasar karena sudah memenuhi persyaratan administrasi.

Dengan adanya PMP ini, maka modal dasar dari Perumda Pasar Pakuan Jaya bernilai Rp503 miliar, sehingga ZM menegaskan terdapat poin dimana pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya wajib menyetorkan deviden yang menjadi hak Daerah Kota paling sedikit 55 persen dari laba Perumda Pasar Pakuan Jaya setiap tahun anggaran.

“Ketentuan in pun sudah dituangkan didalam berita acara dan disetujui dan ditandatangani oleh Kabag Hukum dan HAM serta Kepala BKAD Kota Bogor,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir membenarkan bila penghapusan ajuan uang PMP berdasarkan kesepakatan dengan DPRD.

“Sekarang kita fokus ke PMP aset. Untuk uang biar belakangan saja. Toh periode kami juga mau habis,” ucapnya.

Muzakkir menuturkan bahwa PPJ akan menggunakan dana yang ada untuk pengembangan bisnis. “Kalau untuk aset yang sudah kita terima akan segera direvitalisasi,” jelasnya.** Fredy Kristianto