33.1 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 802

Explore Dirimu di Festival Musik Seru EVORIA X Festival Lagu-Laguan

0

Sentul | Jurnal Bogor

Setelah sukses menggelar HeyFest 2022, Nada Promotama selaku promotor rupanya juga telah mempersiapkan sebuah festival musik lainnya yang tak boleh dilewatkan. Festival musik ini adalah Festival LaguLaguan yang akan digelar selama dua hari, mulai dari 1 hingga 2 Oktober 2022. Acara ini akan digelar di Lapangan Parkir Sentul International Convention Center, Bogor. Acara kali ini digelar bersama RND Group Official dan juga Othman Media Kreasindo

Festival musik LaguLaguan menjadi salah satu acara besar yang dinantikan penikmat musik Indonesia. Festival LaguLaguan menerapkan konsep outdoor dengan tema utama tropical forest atau hutan tropis.

Banyaknya festival musik yang hadir tahun ini, membuat marak skema event musik di Indonesia. Satu lagi yang tidak boleh dilewatkan adalah EVORIA X Festival Lagu-Laguan, sebuah festival musik seru berskala besar yang bakal digelar offline di Lapangan Parkir Sentul International Convention Center Bogor, pada tanggal 1 dan 2 Oktober 2022 mendatang.

Diambil dari laman resmi media sosial @lagulaguanfest dan tagar #FestivalLaguaLaguan, EVORIA X Festival Lagu-Laguan bakal mengajak semua anak muda menikmati musik-musik keren dari banyak genre juga mengekplorasi keseruan menikmati sebuah event festival, sesuai dengan tagline Evoria saat ini #Exploreaja.

Sebagai festival musik debutan yang baru pertama digelar, EVORIA X Festival Lagu-Laguan tidak main-main menghadirkan sebuah festival musik berskala besar dengan line-up musisi-musisi keren Indonesia mulai dari genre pop, alternative, rock hingga koplo. Deretan musisi seperti NOAH, TULUS, Pamungkas, Geisha, Rosa hingga Agnes Monica, ikut meramaikan EVORIA X Festival LaguLaguan yang digelar selama 2 hari tersebut. Bukan itu saja, Ndar Boy dan Feel Koplo, juga masih banyak musisi lain akan tampil membawa pengunjung ke puncak keseruan.

Tidak hanya memiliki line-up keren, pengunjung EVORIA X Festival Lagu-Laguan juga akan diajak dalam keseruan pengalaman festival yang berbeda dengan hadirnya atmosfir ‘Summer Tropical Vibes’ di arena festival.

“Evoria adalah wadah yang disediakan Diplomat Evo untuk explorasi diri. Kali ini, kami ingin penikmat musik mengexplor musik-musik keren dari berbagai genre di EVORIA X Festival Lagu-laguan ini. Dijamin, EVORIA X Festival Lagu-Laguan akan membawa pengunjung menikmati evoria festival musik di level yang berbeda,” kata Syeila Adellita, Brand Team dari Diplomat Evo.

Dalam salah satu unggahan di akun sosial media, EVORIA X Festival Lagu-Laguan juga menuliskan adanya experience unik yang bisa dieksplor para pengunjung selama festival. Selain menikmati festival bernuansa summer tropical, pengunjung diajak ikut berbagai aktifitas seru, seperi painting, art games, dan playground menarik lain. Yang pasti, EVORIA X Festival LaguLaguan bakal mengajak pengunjung untuk berani eksplore segala hal tanpa batas.

Untuk menikmati keseruan itu semua, saat ini pengunjung sudah dapat membeli tiket EVORIA X Festival LaguLaguan di platform digital tiket.com. Deretan musisi keren berbagai genre, semarak atmosfir hutan-hutan tropis, juga pengalaman explorasi seru di EVORIA X Festival LaguLaguan pasti akan membawa pengunjung mengeksplorasi keseruan. Pantau terus kabar selanjutnya melalui lini masa Instagram @lagulaguanfest dan tagar #FestivalLaguaLaguan.

Ayo, #Exsploreaja dirimu dan jadi bagian keseruan EVORIA X Festival LaguLaguan di Lapangan Parkir Sentul International Convention Center Bogor, 1 dan 2 Oktober 2022 mendatang. Explore Yourself with EVORIA X Festival LaguLaguan!

**dn-rls

Pengetahuan Hukum Masih Lemah, Peradmi Siap Edukasi dan Lakukan Bantuan Hukum

0

Bogor | Jurnal Bogor

DPP Peradmi (Perkumpulan Advocate Moeslim Indonesia) resmi melantik pengurus DPD Peradmi Bogor di Gedung PPIB Bogor, Rabu (28/9). Ketua Umum DPP Peradmi Prof.Dr.H.Suhendar, SE, SH,LLM menyatakan, pengetahuan hukum masyarakat masih lemah sehingga perlu upaya edukasi dan advokasi ditengah-tengah masyarakat, khususnya di Kota dan Kabupaten Bogor.

“Pengetahuan hukum masih lemah. Banyak kasus-kasus di masyarakat yang perlu mendapat perhatian Peradmi,” ujar Prof.Dr.H.Suhendar.

Tak hanya itu, keberadaan advokat muslim juga masih minim eksis di lembaga-lembaga peradilan sehingga kehadiran Peradmi dapat memberikan maslahat bagi masyarakat. “Bayangkan saja di Pengadilan Agama ada yang non-muslim,” jelasnya.

Mengenai peran advokat yang tergabung di Peradmi, Prof.Dr.H.Suhendar ingin memberikan lebih kepada masyarakat karena tidak hanya memberikan bantuan hukum saja. “Ini wadahnya dan kami mencetak advokat-advokat juga, mendidik orang jadi advokat,” jelasnya sesuai UU Nomor 18 tahun 2003.

Saat ini Peradmi sudah ada di 17 provinsi di Indonesia yang tersebar di 124 DPD dengan jumlah advokat sebanyak 8 ribuan. Selain DPD, Peradmi juga akan membentuk pengurus ranting DPC yang nantinya penyuluhan hokum bisa dilakukan para legal.

Sementara Ketua DPD Peradmi Bogor yang baru saja dilantik, Suhendar, SH, MM menyatakan siap menjalankan program DPP Peradmi. Bantuan-bantuan hukum akan dilakukan untuk masyarakat, termasuk bantuan hukum gratis bagi masyarakat yang tidak mampu.

“Iya dong, kami akan lakukan bantuan hokum. Persoalan hukum di masyarakat banyak, namun terkadang masyarakat tidak tahu harus mengadu kemana. Nah, kami Peradmi siap memberikan advokasi,” jelasnya.

Selain pelantikan pengurus DPD Peradmi Bogor, Peradmi juga menggelar seminar nasional dengan tema Peran Advokat Muslim Dalam Penegakan Hukum di Indonesia dari Sudut Pandang Akademisi, Pakar, Aktivis, Praktisi dan Penegak Hukum dengan keynote speaker Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti dengan pembicara Ketua Umum DPP Peradmi Prof.Dr.H.Suhendar, SE, SH,LLM; Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi; Advokat Senior Prof Dr.Eggi Sudjana, SH,MSi; Ketua Pengadilan Agama Jakarta Selatan Dr.H.Muslikin Hambali; Dekan Fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Dr, Sri Hartini, SH.MH dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Dr.Hj.Asmak ul Hosnah, SH,MH.

** Asep Saepudin Sayyev

PLN Batalkan Bantuan Kompor Listrik

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Mendapat sejumlah penolakan dari masyarakat, PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, langkah ini untuk menjaga kenyamanan masyarakat, dalam pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” kata Darmawan dalam keterangannya, Selasa (27/9).

Dia menambahkan, PLN juga memastikan tarif listrik tidak naik. Darmawan mengatakan, penetapan tarif listrik ini telah diputuskan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).  “Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Darmawan.

Selain itu, PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Daya listrik 450 VA juga tidak akan dialihkan menjadi 900 VA, sehingga tarifnya tetap sama untuk masing-masing golongan.

“PLN tidak pernah melakukan pembahasan formal apapun atau merencanakan pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan program kompor listrik,” kata Darmawan.

PLN pun akan terus berkomitmen menjaga pasokan listrik yang andal. “Serta mendukung pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional, menjaga daya beli, dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, selama periode 2016-2021, masyarakat dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN untuk membangun infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 40 triliun, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). 

Selain itu, juga disalurkan stimulus sebesar Rp 24,3 triliun untuk masyarakat, dalam upaya mengurangi beban ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Selama 2017-2021, diberikan juga subsidi sebesar Rp 243 triliun dan kompensasi sebesar Rp 94 triliun. Tujuannya yakni agar masyarakat tetap memperoleh listrik dengan tarif terjangkau dalam rangka menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut pengamat energy, PT PLN (Persero) sengaja membatalkan program konversi LPG 3 kg ke kompor listrik karena banyak mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan PLN terpaksa membatalkan rencana konversi LPG 3 kg ke kompor listrik secara masif karena timbul gejolak di masyarakat.

“Memang ada gejolak di masyarakat ini akhirnya kebijakan (kompor listrik) dibatalkan,” ungkap Mamit.

Menurut Mamit, PLN sebenarnya sudah siap untuk mengonversi LPG 3 kg ke kompor listrik. Sebab, perusahaan pelat merah itu telah melakukan uji coba di dua kota, yakni Solo dan Denpasar.

“Kalau bicara siap, harusnya sudah siap. Program awal kan 300 ribu kompor listrik. Uji coba juga sudah dilakukan di dua kota, jadi sudah siap dari sisi teknis,” ujar Mamit.

Meski begitu, Mamit khawatir pembatalan program konversi dari LPG 3 kg ke kompor listrik akan menambah beban PLN untuk menanggung kelebihan pasokan (oversupply) listrik.

“Dengan oversupply 6 GW sampai 7 GW itu jumlah yang luar biasa. Salah satu upaya menaikkan penggunaan listrik kan sebenarnya pakai kompor listrik, sehingga beban oversupply PLN tidak besar,” kata Mamit.

Menurut Mamit, PLN harus menanggung Rp3 triliun untuk oversupply listrik 1 GW per tahun. Jika oversupply tembus 7 GW, berarti PLN harus menanggung beban Rp21 triliun per tahun. “Angka itu membebani PLN, padahal dananya bisa digunakan untuk yang lain yang lebih produktif,” terang Mamit.

Senada, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan PLN membatalkan program konversi LPG 3 kg ke kompor listrik karena banyak mendapat kritikan dari sejumlah pihak beberapa hari terakhir ini.

“Kombinasi (sebab pembatalan program kompor listrik). Ya bahwa ada kritikan dari masyarakat tapi ada pertimbangan-pertimbangan tertentu dari PLN,” ujar Komaidi.

Sementara, ia tak setuju jika program kompor listrik akan mengurangi beban oversupply PLN. Menurut Komaidi, penggunaan kompor listrik tak berpengaruh banyak terhadap penyerapan listrik di dalam negeri.

“Konsumsi masyarakat tidak terlalu besar, tidak terlalu mempengaruhi oversupply karena penggunaan yang besar dari industri,” jelas Komaidi.

**ass

Ini Alasannya, Jen Supriatna Sekjen PSSI Askab Bogor Batal Akuisisi Klub PPLI Nambo

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Niat Sekjen PSSI Askab Bogor untuk menjadi pemilik klub sepakbola anggota PSSI Askab Bogor akhirnya batal

Sekjen PSSI Askab Bogor, Jeni Supriatna secara tegas membatalkan akuisisi Klub Sepakbola PPLI Nambo dengan alasan kesibukannya saat ini.

Intinya, karena kesibukan dan belum siapnya Jeni Supriatna menjadi owner sebuah klub sepakbola yang jadi salah satu faktor batalnya ia melakukan akuisisi klub sepakbola PPLI Nambo.

” Faktor utamanya saya belum siap dan karena saya juga masih konsentrasi di PSSI Askab Bogor, ” ujar Jeni Supriatna kepada awak media, Rabu, 28 September 2022.

Jeni menegaskan, petimbangan lainnya yang membuatnya batal melakukan akuisisi klub sepakbpla PPLI Nambo adalah banyak hal yang harus dilengkapi

“Saya tegaskan lagi kalau saya tidak jadi melakukan akuisisi klub sepakbola PPLI Nambo itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Jeni, kemungkinan ia juga akan fokus pada persipaan Kongres Tahunan dan KLB PSSI Askab Bogor

Tak hanya itu, kata Jeni, kemungkinan ia akan mendirikan klub baru saja ketika sudah di cabut moratoriun pendaftaran baru anggota PSSI Askab Bogor.

** asep syahmid

Kadispora Kabupaten Bogor Minta Kontingen Peparda Pertahankan Juara di Tanah Jawara

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP secara resmi menyerahkan SK Kontingen Peparda Kabupaten Bogor yang akan menuju Peparda Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Penyerahan SK Kontingen Peparda tersebut dilakukan Asnan AP kepada Bambang Widodo Tawekal selaku Ketua Kontingen di ruang rapat besar Dispora Kabupaten Bogor, Rabu, 28 September 2022.

Asnan AP menuturkan, dengan diserahkannya SK kontingen diharapkan persiapan menuju Peparda VI bisa dilakukan dengan maksimal.

Ia berharap Kontingen Kabupaten Bogor bisa mempertahankan prestasi Peparda 2018 yang meraih juara umum.

“Walaupun kita bukan jadi tuan rumah, kita tetap bisa mempertahankan juara umum di Tanah Jawara jukukan bagi Kabupaten Bekasi dan apabila tercapai itu luar biasa,” kata Asnan AP, Rabu, 28 September 2022.

Di sisi lain, Asnan AP mengingatkan agar kontingen maupun NPCI Kabupaten Bogor, mulai mempersiapkan alat maupun atlet sebelum berangkat ke Kabupaten Bekasi.

“Semua harus dilakukan perbaikan maupun latihan para atlet, sehingga ketika Peparda berlangsung kita sudah siap,” terang dia.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu juga mengingatkan agar kontingen tidak lengah, meskipun berdasarkan pemantauan hasil pelatcab, persiapan sudah sangat baik.

“Kita jangan lengah, meskipun punya keyakinan bisa mempertahankan juara umum. Jangan lupakan juga persoalan non teknisnya,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kabupaten Bogor Peparda VI Jabar Bambang W. Tawekal mengatakan jika pihaknya siap untuk mempertahankan juara umum, meskipun target tersebut sangat berat. Namun, kata dia, target tersebut bisa tercapai apabila kontingen tetap kompak.

“Untuk menjadi juara umum bukan Proses mudah, tapi butuh perjuangan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa BWT ini juga meminta agar Dispora dan NPCI, yang merupakan ‘orang tua’ tidak segan-segan mengkritik, menegur Hingga menyentil kontingen.

Ia juga menegaskan agar kontingen segera menyusun program kerja, meskipun tiga target utama adalah, sukses administrasi, sukses prestasi, dan sukses strategi serta kompetisi.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbach menambahkan, target Kabupaten Bogor saat ini adalah mempertahankan juara umum. Meskipun, kata dia, tidak mudah untuk mempertahan prestasi ini.

“Kita tetap semangat, dan yakin mampu mempertahankan juara umum meskipun tuan rumah Kabupaten Bekasi, menjadi lawan terberat,” tutur dia.
Ia juga memaparkan, sejak awal 2022 pihaknya sudah mempersiapkan diri, di antaranya melakukan pra pemusatan latihan cabang (pra- pelatcab) dan pelatcab.

“Target kita masih tetap, yaitu mempertahankan juara umum,” imbuhnya.

** asep syahmid

Skuad The Buldozer Ratakan Laga Ketiga Usai Bungkam PSB 1-0

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Hasil manis kembali dipetik Citeureup Raya. Buktinya, tim berjuluk ‘The Buldozer’ berhasil membungkam PSB Bogor 1-0, pada pertandingan lanjutan Liga 3 Jawa Barat Seri 1, di Stadion Patriot Candabhaga, Rabu (28/9/2022).

Gol semata wayang Citeureup Raya dicetak Mumin Aliansyah (10). Dengan hasil tersebut, kans ‘The Buldozer’ lolos semakin terbuka karena telah mengemas tujuh poin dari tiga pertandingan.

Usai pertandingan, CEO Citeureup Raya, Cakra Baidila mengaku sangat puas dengan kemenangan yang diraih skuadnya.

“Ini kememangan penting, dan peluang lolos semakin terbuka. Terima kasih kepada para pemain yang sudah tampil dengan semangat, dan kerja keras,” kata Cakra.

Dia berharap, performa dari Mumin Aliansyah dkk. bisa dipertahankan saat berhadapan melawan tuan rumah Persipasi Bekasi, Jumat (30/9/2022).

“Peluang memang terbuka, dan kami akan berusaha untuk tak kehilangan poin saat menjalani dua laga sisa melawan Persipasi Bekasi, dan Persitas Tasikmalaya,” sambung Cakra.

Masih menurut Cakra, dua pertandingan sisa tidak mudah. Untuk itu, dia pun berharap para pemainnya bisa bekerja lebih keras lagi.

“Dua laga sisa sangat menentukan, dan kami bakal berusaha untuk tak kehilangan poin,” tutup Cakra.

** asep.syahmid

Dimas Drajad Sumbang Satu Gol, Timnas Garuda Kembali Hantam Curacao

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Timnas Indonesia berhasil atas Curacao pada leg kedua FIFA Matchday di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (27/9) tadi malam.

Indonesia meraih gol awal di menit kedua melalui Muhammad Dimas Drajad salah satu pemain Persikabo 1973 yang jadi andalan Lini depan Timnas Garuda .

Dimas Drajad mampi memanfaatkan rebound hasil tendangan Witan Sulaeman, penjaga gawang Curacao, Jeremy Bodak gagal mengamankan bola.

Dimas yang berdiri bebas di depan gawang Curacao langsung mencocor bola tanpa bisa ditepis Bodak.

Curacao nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-24. Beruntung sundulan penyerang Rangelo Maria Janga melebar di sisi kiri gawang Indonesia yang dikawal Syahrul Trisna.

Di babak pertama kedua tim juga masih sama-sama kesulitan untuk menciptakan peluang-peluang yang mengancam gawang.

Curacao tampak berbalik menguasai jalannya laga dan terbukti mampu mengancam gawang dari Syahrul Trisna.

Sementara itu permainan umpan-umpan pendek cantik ditampilkan oleh timnas Indonesia dan mampu menyulitkan lini pertahanan Curacao.

Lima menit jelang berakhir babak pertama Curacao masih kesulitan untuk menembus lini pertahanan Indonesia.

Sambil peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan Curacao gagal mengejar ketertinggalan, sehingga membuat Indoneisa unggul 1-0 di babak pertama.

Babak kedua baru saja dimulai, Curacao langsung berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Jeremy Antonisse di menit ke-46.

Laga berjalan 60 menit, Indonesia tampak lebih mendominasi jalannya laga dengan terus-menerus menekan lini pertahanan Curacao.

Di babak kedua ini Coach Shin Tae Yong melakukan banyak perubahan dengan memasukkan para pemain cadangannya.

15-menit jelang berakhirnya laga kedua tim yang masih bermain sama kuat 1-1 masih terus berusaha untuk menambah gol.

Di menit ke-79, Curacao harus bermain dengan 10 pemain, lantaran Juninho Bacuna mendapat kartu merah usai melanggar keras Marselino Ferdinan.

Indonesia yang unggul jumlah pemain, terus menekan pertahanan dari Curacao.

Di menit ke-87 Indonesia berhasil kembali unggul 2-1 melalui gol dari Dendi Sulistyawan memanfaat umpan dari Witan Sulaeman.

Sampai peluit panjang tanda berakhir laga dibunyikan, Curacao gagal mengejar ketertinggalan dan membuat Indonesia menang dengan skor 2-1.

** asep syahmid

Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

0

Bali | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara resmi membuka kegiatan Global Forum sebagai awal dari rangkaian kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental Jimbaran Bali pada Selasa (27/09/2021) siang. Mengangkat tema “Transformasi Pertanian Digital dalam Percepatan Kewirausahaan Perempuan dan Pemuda”, SYL mengajak dunia mengimplementasikan teknologi digital dalam sektor pertanian.

Syahrul Yasin Limpo

“Teknologi dan digitalisasi menjadi jawaban untuk kemajuan sektor pertanian dunia. Indonesia sendiri saat ini mengusung pertanian maju mandiri modern. Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” ungkap SYL pada saat menyampaikan sambutan pembuka.

Menurut SYL, para wirausaha muda ini dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi dan model bisnis yang inovatif.

“Pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengkondisikan usaha budi daya pertanian menjadi lebih presisi,” jelasnya

Pelibatan wirausaha muda berbakat, termasuk perempuan, dalam pembangunan pertanian telah menjadi agenda utama di banyak negara, termasuk negara anggota G20. Terkait hal ini, banyak negara, termasuk Indonesia yang telah melakukan berbagai upaya untuk memahami karakteristik yang khas dari para wirausaha muda, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi mereka, dan mengidentifikasi metode terbaik untuk mengembangkan bakat mereka.

Maka SYL pun mengajak semua negara untuk membangun semangat untuk bekerja sama. Sesuai dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia, yaitu “recovery together recovery stronger”.

“Kita tidak lagi bicara atas nama bangsa sendiri, tapi harus bicara atas nama bangsa-bangsa G20. Mari kita bicarakan hal-hal yang bisa mempersatukan. Semua perbedaan semestinya bisa kita satukan dalam waktu singkat,” ujarnya.

SYL pun mengungkapkan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam menghadapi krisis pangan.

“Indonesia membutuhkan negara lain. Dan negara Bapak dan ibu juga membutuhkan kami. Forum AMM bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menghilangkan barrier dalam menjaga rantai pasok dunia,” sebutnya.

Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu turut mendukung kerjasama dunia. Saat memberikan keynote speech, Qu mengungkapkan bahwa dibutuhkan komitmen untuk menjadikan pertanian dunia lebih baik. Sehingga dibutuhkan cara bekerja yang efisien, efektif, dan inovatif.

“Sistem digital adalah masa depan pertanian dunia. Suka atau tidak suka, kita saat ini berada di fase transisi sektor pertanian,” jelasnya.

Qu menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk mengembangkan strategi e-agrikultur nasional termasuk panduan integritas data pertanian dalam penggunaan informasi geospasial.

“Digitalisasi memainkan peran penting dalam mempercepat kemajuan menuju pencapaian Sustainable Development Goals dengan mendiversifikasi pendapatan dan membuka lapangan kerja dan peluang bisnis di dalam dan di luar pertanian, terutama bagi generasi baru petani dan kaum muda,” ungkapnya.

Ia juga memuji pendirian Agriculture War Room di Kementerian Pertanian RI yang menggunakan teknologi digital canggih untuk meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data dan bukti lapangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab kegiatan Global Forum mengungkapkan partisipasi anak muda bisa menjadikan sektor pertanian, termasuk di wilayah pedesaan menjadi lebih produktif dan menarik.

“Kami saat ini berupaya untuk bisa memahami karakteristik kelompok anak muda, termasuk perempuan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta mencarikan metode terbaik untuk mengasah bakat mereka dalam Bertani,” jelas Dedi.

Dedi pun menyebutkan pihaknya akan memaksimalkan Global Forum sebagai wadah untuk berbagi kebijakan, program pengembangan, serta strategi dan program dalam transformasi pertanian digital untuk mengakselerasi kewirausahaan muda dan perempuan.

Diskusi Global Forum dibuka oleh penyampaian short statement dari menteri pertanian dan perwakilan dari negara Turki, Kanada, Amerika Serikat, Italia, dan Afrika Selatan yang dilanjutkan oleh diskusi panel. Sesi pertama diskusi panel diisi oleh IFAD, CGIAR, GIZ, dan MAFF-Jepang. Sementara sesi kedua diisi oleh start-up dan perusahaan global, yaitu PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari Cina, AgUnity dari Australia, dan Microsoft Indonesia.

*ppmkp/Kementan

Nenek di Cigudeg Keluhkan tak Pernah Dapat Bantuan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Seorang nenek lanjut usia yang kondisinya cukup memprihatinkan mengeluhkan tak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Nenek bernama Marpuah berusia 66 tahun warga Kampung Malangbong RT 02 RW 011, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor itu pun mendatangi kantor Kecamatan Cigudeg menyampaikan keluh kesahnya.

Dia mempertanyakan mengapa lansia seperti dirinya yang hidup hanya dengan suami yang berusia 77 dengan keadaan pikun tak tersentuh bantuan pemerintah.

“Ibu hidup hanya dengan suami, untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan belas kasihan dari kerabat dan tetangga, padahal yang lain mah suka dapat bantuan tapi ibu mah tidak,” ungkapnya dengan nada terbata-bata, Selasa (27/09/2022).

Ditempat yang sama, Bakri, seorang kerabat sekaligus tetangga Marpuah membenarkan bahwa selama ini nenek yang hidup dengan suami tanpa memiliki anak itu tidak pernah mendapatkan bantuan selama beberapa tahun ini.

“Iya ibu Marpuah kerabat saya hidup hanya sama suami yang saat ini kondisinya sudah pikun. Ibu Marpuah selama ini bertahan hidup hanya dari belas kasihan kerabat dan tetangga,” ujarnya.

Sementara itu di Kantor Kecamatan Cigudeg, Marpuah dijumpai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)  Hambali. Dia pun merasa prihatin pasca dirinya mengetahui akan keadaan Marpuah yang luput dari perhatian.

“Selama ini kita tidak tahu, karena selama ini kita tidak pernah mendapatkan laporan maupun informasi dari RT RW  maupun desa,” bebernya.

Jadi kata Hambali, atas adanya laporan ini pihaknya akan langsung dengan pendamping lansia kecamatan segera mentindaklanjutinya.

“Akan kita tindak lanjuti secepatnya, karena sepertinya itu belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang operatornya ada di desa,” tukasnya.

** Andres

Tak Puas Hasil Audiensi dengan DPRD, 29 Desa Ontrog DPMD

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Sebanyak 29 desa yang terdampak akibat terbitnya Peraturan Bupati Nomor 70 kembali mendatangi Komplek Pemda Kabupaten Bogor, Selasa (27/09). Mereka tak puas dengan hasil audiensi bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Pihak desa membawa massa yang lebih banyak dari sebelumnya yang hanya membawa sebagian staf, kini seluruh staf dan lembaga yang bersentuhan dengan anggaran BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) diturunkan dan berkumpul di ruang rapat salak gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Khawatir diketahui khalayak ramai akan kebobrokan Pemerintahan Kabupaten Bogor akan kesalahan hitung Bappenda (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) terkait BHPRD, Kadis DPMD Reynaldi justeru mengusir wartawan ke luar ruangan dDengan dalih ada persoalan internal yang harus disampaikan.

“Untuk yang ada di ruangan ini hanya untuk Pemerintahan Desa, wartawan bisa keluar dahulu, saya janji nanti konpres,” ujarnya sambil meminta wartawan Bogorupdate, Ceklis1, dan Jurnal Bogor keluar ruangan.

Kepala Desa Jonggol Yofi Muhammad Safri saat dimintai keterangan setelah rapat tertutup mengatakan bahwa DPMD akan memfasilitasi agar Perbup Nomor 59 masih bisa diberlakukan dan mensinkronkan dengan Perbup Nomor 70.

“Jadi nanti kemungkinan ada Perbup baru untuk mensinkronkan dua Perbup tersebut agar tidak ada kepala desa yang dirugikan,” ujar Yofi mewakili pertemuan tersebut.

Terpisah disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Reynaldi melalui telepon karena tak jadi konpres yang dijanjikan, menyampaikan jika DPMD pada Rabu (28/9) akan memfasilitasi 29 desa dengan Bappenda dan Plt Bupati Iwan Setiawan.

“Hasil finalnya besok jam 2, nanti Bappenda akan memperlihatkan data untuk masing-masing pendapatan yang didapat oleh 29 desa tersebut, sesuai dengan permintaan kades. Namun untuk saat ini semua masih mengacu kepada Perbup Nomor 70 yang masih menjadi acuan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui 29 desa yang menjadi korban akan kesalahan salur yang dilakukan Bappenda Kabupaten Bogor bahkan sampai ada yang harus mengembalikan uang akibat kesalahan Bappenda tersebut yakni:

1.Desa Gunung Putri, 2.Desa Cicadas, 3.Desa Karanggan, 4.Desa Bojong Kulur, 5.Desa Bojong Nangka, 6.Desa Citereup,  7.Desa Tajur, 8.Desa Karangasem Timur, 9.Desa Pasirmukti, 10.Desa Cilebut Timur, 11.Desa Sukajaya, 12.Desa Jonggol, 13.Desa Cidokom, 14.Desa Padurenan, 15.Desa Gunung Sindur, 16.Desa Cibadung, 17.Desa Bojong, 18.Desa Semplak Barat, 19.Desa Jampang, 20.Desa Karyasari, 21.Desa Kuta, 22.Desa Sukawening, 23.Desa Cikarawang, 24.Desa Babakan, 25.Desa Bantarjati, 26.Desa Parigi Mekar, 27.Desa sibanteng, 28.Desa Karihkil, 29.Desa Wangunjaya.

** Nay Nur’ain