26.9 C
Bogor
Thursday, July 2, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 79

Dua Tiang Miring Bikin Pengguna Jalan Was-was

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Dua tiang besi yang terlihat miring di jalan raya di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor membuat pengguna jalan was-was. Mereka khawatir tiang tersebut sewaktu-waktu roboh dan
membahayakan pengguna jalan.

Selain miring juga tampak kesemrawutan kabel yang menempel di tiang besi diduga milik perusahaan PT Telkom Indonesia bersinggungan dengan jaringan listrik milik PT PLN. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berpotensi gangguan keselamatan terutama bagi pengendara.

Sejumlah pengendara mengaku saat melintas di jalur itu harus menghindari tiang besi miring yang mengarah ke badan jalan itu.

“Khawatir tiang besi itu ambruk, maka saat berkendara harus menghindar tiang besi miring,” kata Andriawan, salah satu pengendara asal Kampung si Dempok Desa Bantarkaret kepada Jurnal Bogor, Kamis (291/2026).

Apalagi jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat di jalan kabupaten dengan hilir mudiknya kendaraan karena akses utama masyarakat dan juga jalur menuju perusahaan PT Antam.

Selain itu, Adriawan menjelaskan, tebingan di sepanjang jalan itu juga sering terjadi longsor disebabkan karena labilnya kontur tanah.

“Bisa saja tiang listrik miring itu sewaktu waktu ambruk karena kontur tanah yang labil,” kata dia.

Warga juga mempertanyakan legalitas pemasangan tiang tersebut serta pihak yang bertanggung jawab terhadap perawatan dan pengamanannya. Hingga kini, warga mengaku belum mengetahui ke mana harus melaporkan kondisi tersebut.

“Ini jalan kabupaten, tapi sampai sekarang belum ada penanganan. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” katanya.

Warga juga mempertanyakan terkait status kepemilikan tiang, perizinan pemasangan, serta rencana penanganan di lokasi tersebut.

“Instansi terkait kami harap segera melakukan pengecekan dan penanganan agar tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Tiga Panel Menyala, UPT Perhubungan Kembali Jadwalkan Perbaikan PJU di Bantarkaret

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Setelah tiga panel penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Jatake-Nutug di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor menyala, kini UPT Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga kembali berencana untuk perbaikan PJU di sepanjang jalan masih di wilayah Bantarkaret.

Diketahui ada sekitar 5 panel PJU kondisinya belum menyala diantaranya PJU yang berada di Kampung Cadas Leueur yang mati sejak tiga bulan terakhir.

Salah satu bagian teknisi lapangan pada UPT Perhubungan yang berkantor di Jasinga Yaya, saat di konfirmasi Jurnal Bogor pihaknya merespons perihal kondisi PJU yang belum menyala tersebut.

“Kita jadwalkan kembali ke wilayah Bantarkaret terkait progres perbaikan PJU yang belum menyala itu. Pekan depan akan mengunjungi dan menindaklanjuti PJU yang mati itu,” kata Yaya Kamis (29/1/2026).

“Untuk perbaikannya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa setempat,” tambah Yaya.

Salah satu penyebab PJU tak menyala karena terputusnya kabel berikut panel PJU yang hilang.

“Benar, PJU di Bantarkaret itu masih ada yang mati. Sebab matinya PJU itu, jelas kabel dan lampunya itu tidak ada,” jelasnya.

** Arip Ekon

Jakarta Harus Waspada, Debit Air Dari Hulu Terus Membesar

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Curah hujan di kawasan Puncak Cisarua, Kabupaten Bogor dimana kawasan itu merupakan kawasan hulu Sungai Ciliwung dan beberapa sungai lainnya kondisi aliran airnya kini terus semakin besar.

Yang terpantau selama tiga hari ini hujan turun dengan intensitas tinggi. Komunitas masyarakat yang peduli terhadap kondisi sungai Ciliwung tidak henti-hentinya memberikan informasi kepada warga atau rekannya yang berada di hulu sungai. Hal ini diperlukan ketika musim hujan agar jangan sampai ada korban akibat derasnya air yang mengalir di sungai tersebut.

“Kita memiliki saudara dan teman yang berada di wilayah hilir sungai. Untuk ini kita tetap selalu mengingatkan dengan memberi informasi kondisi aliran sungai-sungai yang ada di wilayah hulu. Seperti untuk saat ini, kondisi cuaca di wilayah Puncak sudah tiga hari ini hujan turun terus menerus baik siang maupun malam. Dengan kondisi seperti ini, potensi kiriman banjir dari wilayah hulu sangat tinggi, ” tutur Budiono.

Sementara itu, pantauan sungai Ciliwung di bendungan Katulampa, hingga Kamis (29/1/2026) siang masih terpantau status siaga 3 dengan volume air berada di level 70 centimeter. Level ini merupakan status waspada terhadap kondisi aktivitas sungai Ciliwung.

Selain itu, dampak masih buruknya cuaca di wilayah Cisarua Puncak, menyebabkan aktivitas masyarakatnya kini cukup terganggu. Khususnya bagi kaum ibu rumah tangga. Mereka kini tengah berjuang untuk mengeringkan pakaian. Terlebih, bagi ibu ibu yang sedang punya anak kecil pakaian atau popok yang kering benar-benar menjadi kebutuhan utama.

“Sudah satu minggu ini tidak ada matahari, kalaupun hujannya reda disini ditutupi kabut hingga kami tidak bisa menjemur pakaian. Alternatif untuk mendapatkan suhu panas untuk mengeringkan pakaian, kami membuat penyinaran dengan bohlam yang bening, ” tutur Bedah, salah seorang ibu rumah tangga.

** Dadang Supriatna

Kapolsek Ciomas Tanam Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kapolsek Ciomas, Polres Bogor, AKP Hendra Kurnia, melaksanakan kegiatan penanaman jagung dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampung Cipayung RT 02 RW 07, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang digagas Polda Jawa Barat. Untuk wilayah hukum Polsek Ciomas, penanaman dilakukan di lahan seluas 1 hektare dengan jenis jagung hibrida.
Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui Program Ketahanan Pangan.
“Penanaman jagung ini merupakan bagian dari program Polda Jabar dengan total luas 750 hektare. Untuk Polsek Ciomas, kami melaksanakan penanaman di Desa Sukaharja dengan luas lahan satu hektare,” ujar AKP Hendra, Kamis (29/01/26).
Kegiatan penanaman tersebut dihadiri oleh Forkopimcam Ciomas, Kepala Desa Sukaharja, personel Polsek Ciomas, Koramil, Satpol PP, PPDK, PPL, serta kelompok tani setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Ciomas.
AKP Hendra berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Semoga kegiatan ini dapat mendorong semangat para petani dan menjadi kontribusi nyata Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

** Yudi

HOTD Sukabumi Sambut Siswa PKL SMKS Doa Bangsa guna Dukung Pengembangan Kompetensi Digital

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Komitmen Witel Priangan Barat dalam mendukung dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia unggul terus diwujudkan melalui program praktik lapangan. Pada Senin (26/01), Head of Telkom Daerah (HOTD) Sukabumi, Igor M Farhan, secara resmi menerima para siswa dari SMKS Doa Bangsa yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Kegiatan penerimaan ini dilakukan secara formal dengan kehadiran Bapak Andriansyah selaku koordinator dari pihak sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Igor M Farhan memberikan arahan mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan pengenalan budaya kerja di lingkungan industri telekomunikasi bagi para siswa sebagai persiapan menghadapi dunia kerja nyata.

Selama masa PKL, para siswa SMKS Doa Bangsa akan mendapatkan bimbingan langsung dari tim ahli Telkom untuk memperdalam keahlian teknis maupun administratif. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan industri dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten di bidang teknologi informasi.

Sinergi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui transfer pengetahuan (knowledge sharing). Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin guna menunjang kurikulum sekolah dan daya saing mereka di masa depan.

(yev/cc)

Podcast Indibiz Angkat Kisah Perjuangan UMKM Lokal Bangkit dan Bertahan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi inspiratif bagi pelaku usaha lokal melalui Podcast Indibiz, yang kali ini menghadirkan pelaku UMKM kerajinan tangan, Latifah Herawati, Owner Hera Craft. Kegiatan podcast ini digelar pada Selasa (27/1/2026) di Ruang Podcast Indibiz Witel Priangan Barat.

Dalam sesi podcast tersebut, Latifah Herawati berbagi kisah perjalanan membangun usaha kerajinan Hera Craft yang dijalaninya di tengah berbagai tantangan hidup. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, ia terus mengembangkan usahanya hingga mampu bertahan dan tumbuh sebagai UMKM lokal yang produktif.

Melalui Podcast Indibiz, Indibiz Witel Priangan Barat menghadirkan ruang berbagi cerita dan inspirasi bagi UMKM, sekaligus menjadi pendamping yang mendorong pelaku usaha untuk saling belajar dan menguatkan. Kisah-kisah nyata dari pelaku UMKM diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus berjuang dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika bisnis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Indibiz sebagai ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM melalui pendekatan inspiratif, edukatif, dan kolaboratif. Dengan menghadirkan cerita perjuangan pelaku usaha secara langsung, Podcast Indibiz diharapkan dapat memperluas wawasan serta menumbuhkan optimisme bagi UMKM di wilayah Priangan Barat dan sekitarnya.

(yev/cc)

HOTD Sukabumi Sambut Kunjungan Industri Serta Gelar Workshop AI & Cyber Security

0

Sukabumi | Jurnal Bogor
Dalam upaya memperkuat literasi teknologi di sektor industri, Witel Priangan Barat melalui jajaran Telkom Daerah Sukabumi melaksanakan kegiatan Kunjungan Industri dari SMK Pasim Plus Sukabumi dan gelar workshop bertajuk Artificial Intelligence (AI) and Cyber Security pada Selasa (27/1/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Head of Telkom Daerah (HOTD) Sukabumi, Igor M Farhan, bersama Account Manager Ari Setia R. Kehadiran tim Telkom bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai transformasi digital, khususnya pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk efisiensi bisnis serta pentingnya perlindungan data melalui sistem keamanan siber yang tangguh.

Workshop ini menjadi wadah diskusi interaktif bagi pelaku industri dalam menghadapi tantangan era digital. Telkom memaparkan bagaimana solusi AI dapat mengoptimalkan operasional perusahaan, sementara penguatan Cyber Security menjadi fondasi utama untuk melindungi aset digital dari ancaman peretasan yang kian kompleks.

Melalui inisiatif ini, Witel Priangan Barat menegaskan perannya bukan sekadar sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi dan solusi teknologi mutakhir. Sinergi ini diharapkan dapat memacu adopsi teknologi tinggi di lingkungan industri SMK di Sukabumi guna meningkatkan daya saing secara global.

(yev/cc)

Wawan Haikal Kurdi Hadir dan Beri Solusi di Musrenbang Caringin

0

Caringin | Jurnal Bogor – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Caringin mengusulkan delapan program prioritas pembangunan. Dari jumlah tersebut, dua program utama dipastikan mendapat dukungan dana aspirasi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi, yakni rekonstruksi SDN Ciherang Pondok senilai Rp1,5 miliar lengkap dengan meubeler, serta pembangunan Tebing Penahan Tanah (TPT) di wilayah Pasir Muncang sebesar Rp1 miliar.

Kegiatan Musrenbang yang digelar di Pendopo Pencak Silat Cimande, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Bogor Zainal Ashari. Turut hadir perwakilan SKPD, para kepala desa, tokoh masyarakat, Kasepuhan Cimande, serta unsur kepemudaan.

Namun, dari sembilan anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) III, hanya Wawan Haikal Kurdi yang hadir. Delapan anggota DPRD lainnya tidak menghadiri Musrenbang tanpa pemberitahuan, sehingga menuai kekecewaan masyarakat.

Kasepuhan Cimande menilai ketidakhadiran para wakil rakyat tersebut mencerminkan kurangnya kepedulian terhadap aspirasi masyarakat di wilayah pemilihannya.

“Untung masih ada Pak Wanhay. Setiap Musrenbang beliau selalu hadir dan memberi solusi. Tahun lalu beliau membantu perbaikan Jalan Cikereteg–Pancawati melalui dana aspirasi Rp2,5 miliar. Tahun ini kembali memberi solusi dengan merealisasikan dua skala prioritas,” ujar Abah Didih, salah satu Kasepuhan Cimande, di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, apabila seluruh anggota DPRD turut berkontribusi melalui dana aspirasi, maka program-program prioritas kecamatan dapat diselesaikan setiap tahun.

“Kita bisa bayangkan jika semua anggota DPRD hadir dan memberikan solusi, pembangunan prioritas di Kecamatan Caringin cukup dibiayai dari dana aspirasi DPRD,” ucapnya, Kamis (29/01/26).

Abah Didih juga menegaskan bahwa meskipun perolehan suara Wawan Haikal Kurdi di Kecamatan Caringin pada Pemilu Legislatif 2024 tidak besar, namun komitmennya sebagai wakil rakyat patut diapresiasi.

“Beliau tidak melihat siapa pemilihnya. Yang didahulukan adalah kepentingan dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Eko, Ketua KNPI Kecamatan Caringin. Ia mengaku kecewa atas ketidakhadiran delapan anggota DPRD saat Musrenbang.

“Kami sebagai pemuda sangat kecewa. Caringin punya anggota DPRD, tapi saat masyarakat menyampaikan aspirasi justru tidak hadir. Harusnya apa yang dilakukan Pak Wanhay bisa dicontoh oleh anggota dewan asal Caringin,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Wawan Haikal Kurdi dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan dana aspirasi bagi pembangunan di Kecamatan Caringin.

“Untuk rekonstruksi SDN Ciherang Pondok saya alokasikan Rp1,5 miliar ditambah meubeler, dan pembangunan TPT di Pasir Muncang Rp1 miliar. Saya minta UPT Jalan dan Dinas Pendidikan mencatat dan menganggarkannya dari dana aspirasi saya,” tegas Wawan Haikal Kurdi. Yudi

Menuju Pajak Presisi dan Transparan, Kota Bogor Bangun Ekosistem Geospasial Terpadu

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan tahun 2026 sebagai momentum strategis transformasi pengelolaan pajak daerah menuju sistem yang presisi, transparan, dan berbasis data.

Transformasi ini diwujudkan melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu yang menjadi fondasi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor secara berkelanjutan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa penguatan sistem pajak daerah harus dimulai dari pembenahan data dan peta potensi pajak yang akurat. Untuk itu, Pemkot Bogor mengembangkan SISABAKOTA (Sistem Informasi Satu Basis Data Kota) sebagai instrumen utama kebijakan fiskal berbasis geospasial.

“SISABAKOTA kami bangun sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan fiskal Kota Bogor. Dengan satu basis data berbasis geospasial, seluruh potensi pajak dapat dipetakan secara presisi, transparan, dan terukur hingga tingkat wilayah terkecil. Kebijakan pajak ke depan tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berbasis data yang dapat diuji dan dipertanggungjawabkan,” ujar Wali Kota Bogor.

SISABAKOTA dirancang sebagai dashboard terintegrasi yang menghimpun dan memvisualisasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu peta dan satu sistem. Mulai dari PBB-P2, PBJT, BPHTB, Pajak Air Tanah, hingga Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Seluruh data disajikan secara spasial untuk mendukung analisis potensi, pengawasan, dan pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana, menjelaskan bahwa SISABAKOTA berfungsi sebagai single source of truth (Sumber Kebenaran Tunggal) data fiskal daerah, sekaligus alat deteksi dini terhadap potensi kebocoran penerimaan.

“Melalui SISABAKOTA, kami mengintegrasikan seluruh data pajak daerah lintas sektor dalam satu dashboard geospasial. Sistem ini memungkinkan kami melihat secara real-time potensi, realisasi, serta indikasi kebocoran pajak. SISABAKOTA menjadi alat strategis untuk menentukan prioritas pengawasan, intensifikasi, dan ekstensifikasi pajak daerah secara presisi,” jelas Deni.

Dengan pendekatan geospasial, SISABAKOTA mampu memetakan objek dan potensi pajak hingga tingkat RT, menampilkan kesenjangan antara potensi dan realisasi, serta menjadi early warning system bagi pemerintah daerah dalam menutup celah kebocoran sejak dari hulu.

Pengembangan SISABAKOTA juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi pendukung pendataan dan pengawasan pajak daerah, sehingga membentuk ekosistem digital pajak yang saling terhubung, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembangunan ekosistem geospasial terpadu ini, Pemkot Bogor menargetkan terciptanya tata kelola pajak daerah yang modern, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus menjadikan kepatuhan pajak sebagai budaya bersama dalam mendukung pembangunan Kota Bogor.

Banjir dan Jalan Rusak Hantui Kota Bogor, PUPR Jangan ‘Tidur’

0

Bogor | Jurnal Bogor

Banjir lintasan dan jalan berlubang berukuran besar hingga kecil kembali menghantui warga Kota Bogor akhir-akhir ini. Kondisi tersebut pun menjadi ancaman serius bagi pengendara roda dua maupun empat.

Kondisi tersebut pun membuat gerah pimpinan DPRD Kota Bogor. Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor, Mochamad Zenal Abidin, meminta Bidang Pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor lebih sigap dan responsif terhadap kerusakan jalan.

“Saya harap kepada dinas terkait yaitu PUPR Kota Bogor harus sigap dengan kondisi jalan-jalan di Kota Bogor ini, karena sudah banyak keluhan dari masyarakat. Intinya jangan sampai nunggu banyak kendala jalan rusak, amit-amit sampai banyak korban pelintas,” ujar H Zenal kepada wartawan, Kamis (29/1).

Menurut dia, intensitas hujan yang tinggi seharusnya menjadi alarm bagi PUPR untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur jalan.

H Zenal menekankan pentingnya langkah cepat sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan korban.

“Saya paham, akhir-akhir ini cuaca Bogor sedang dingin-dinginnya karena hujan terus. Memang enak buat tidur, tapi ya PUPR khususnya Bidang Pemeliharaan jangan ikutan tidur,” sindirnya.

Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Ia pun meminta agar jajaran PUPR segera turun ke lapangan dan melakukan penyisiran secara menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya sebagai wakil rakyat memohon kepada dinas terkait segera sigap dan terus menyisir jalan-jalan rusak,” tandasnya.

DPRD berharap langkah cepat dan konkret dari PUPR dapat meminimalkan risiko kecelakaan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan di Kota Bogor, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, keterlambatan penanganan juga dipengaruhi oleh kendala pasokan material. Penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdampak pada ketersediaan bahan baku hotmix.

“Kata Dinas PUPR, ini dampak dari penutupan tambang material di Parung Panjang dan Rumpin oleh Pemprov Jabar,” katanya.

Meski demikian, publik berharap PUPR Kota Bogor tidak terus berlindung di balik faktor cuaca maupun kendala teknis. Jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mencerminkan lemahnya respons, tetapi juga mempertaruhkan keselamatan warga yang setiap hari bergantung pada infrastruktur tersebut.

** Fredy Kristianto