30.2 C
Bogor
Tuesday, September 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 78

Anak Panda “Satrio” Jadi Ikon Wisata Lebaran 2026 di Cisarua

0

Cisarua | Jurnal Bogor – Kehadiran bayi panda bernama Satrio Wiratama yang baru berusia 120 hari menjadi daya tarik utama libur Lebaran 2026 di Taman Safari Indonesia. Satwa langka asal China ini sukses mencuri perhatian wisatawan yang berkunjung ke kawasan Puncak.

Kelahiran panda tersebut tidak hanya menjadi prestasi membanggakan bagi tim dokter hewan dan pengelola konservasi satwa di Indonesia, tetapi juga dinilai sebagai bentuk diplomasi lunak (soft diplomacy) antara Indonesia dan China dalam bidang konservasi satwa langka.

Nama Satrio Wiratama sendiri diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai simbol harapan dan kekuatan bagi kelangsungan hidup satwa yang dilindungi.

Berbagai foto dan poster Satrio kini terpampang di sejumlah sudut restoran, aula, hingga ruang pertemuan di kawasan wisata tersebut. Hal ini semakin menambah daya tarik bagi pengunjung, khususnya keluarga yang menghabiskan waktu libur Lebaran.

Pengelola Taman Safari Indonesia, Jansen Manansang, mengungkapkan rasa bangga atas kelahiran panda tersebut yang menambah koleksi satwa sekaligus memperkuat peran lembaga dalam upaya konservasi.

Selain menjadi pusat edukasi dan konservasi, Taman Safari Indonesia juga merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar Kabupaten Bogor dari sektor pariwisata.

Pada momentum libur Lebaran tahun ini, pengelola turut menghadirkan berbagai paket wisata khusus bagi pengunjung. Yudi

Forkopimcam Ciomas Gelar Halalbihalal, Perkuat Sinergitas Pasca Lebaran

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ciomas menggelar kegiatan halalbihalal yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Ciomas, Jumat (27/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Ciomas, Kapolsek, Danramil, para kepala desa, perwakilan KNPI, Karang Taruna, DMI, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur stakeholder instansi pemerintah lainnya.

Kapolsek Ciomas, AKP Hendra Kurnia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergitas yang telah terjalin antar unsur Forkopimcam dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut berperan penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif selama bulan Ramadan hingga berakhirnya Operasi Ketupat Lodaya pada 25 Maret 2026.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, situasi kamtibmas di wilayah Ciomas selama Ramadan hingga pasca Lebaran berjalan aman dan kondusif, tanpa adanya kejadian menonjol,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ciomas, Tirta Juwarta, menegaskan bahwa momentum halalbihalal ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.

Ia berharap, kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dalam mendukung pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Ciomas.

“Melalui kegiatan ini, kita perkuat kembali komitmen kebersamaan dan sinergitas antar seluruh elemen, demi menciptakan pelayanan yang optimal dan wilayah yang tetap kondusif,” pungkasnya. Yudi

Hasil Revitalisasi Mila Kencana Dicibir

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kolam renang Mila Kencana telah selesai direvitalisasi dengan menelan anggaran Rp1,2 miliar. Namun, sejumlah persoalan justru mencuat ke permukaan, di antaranya keramik pinggir kolam yang dinilai licin dan tidak seragam, hingga salah pemasangan pengait lintasan kolam renang yang berada di luar kolam.

Hal tersebut dikeluhkan oleh pegiat olahraga aquatik di Kota Bogor. Mereka menyebut bahwa kondisi kolam renang tidak standar dan membahayakan.

“Pernah ada yang kepelset, karena keramik di pinggir kolam sangat licin. Harusnya menggunakan keramik kasar atau andesit. Kemudian, besi pengait tali lintasan ada di luar kolam, harusnya kan ada di dalam kolam. Itu membahayakan, kalau sampai ada yang jatuh dan ketusuk bagaimana? Apalagi cuma ditutup pake busa saja,” ujar salah satu pegiag olahraga aquatik, Kamis (26/3).

Iapun meminta agar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor segera melakukan perbaikan, agar tidak terjadi korban.

“Kami maunya segera diperbaiki. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi,” ucapnya lagi.

Dalam kesempatan berbeda, Anggota Komisi III DPRD Kota Bogor, Jatirin meminta Dispora segera melakukan mengganti keramik hingga memindahkan besi pengait lintasan renang.

“Kami khawatir apabila tidak segera ditindaklanjuti oleh Dispora. Khawatir ada perenang terpeleset dan membentur besi pengait, kan itu jadi fatal. Jadi kami minta segera diganti untuk menghindari risiko,” ucapnya.

Jatirin juga menegaskan bahwa idealnya proyek keolahragaan dikerjakan oleh perusahaan yang paham dan berpengalaman membangun sarana prasarana olahraga. Namun, yang terpenting harus memahami karakter pembangunan sarana olahraga.

“Dia kan punya spek dan regulasi kolam renang harus seperti apa? Baiknya kontraktor komunikasi dengan cabang olahraga (cabor) dan KONI. Dinas pun harus punya catatan perihal ini,” tegas politisi PKB itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kota Bogor, Sultodi Mahbub mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengganti keramik hingga memindahkan besi kaitan lintasan kolam renang.

“Kami akan perbaiki dan anggarkan di APBD Perhbahan 2026. Untuk sementara, besi pengait lintasan akan dilepas, dan keramik yang licin akan dipasangi karet agar tak licin,” ungkap dia.

Saat disinggung apakah hasil revitalisasi sudah sesuai RAB. Sultodi mengatakan bahwa semuanya sudah sesuai. Namun, ia mengaku untuk besi pengait lintasan tak ada dalam RAB.

“Jadi pemasangan besi lintasan itu, atas keinginan cabang olahraga (cabor) aquatik,” katanya.

Saat disinggung apakah selama pengerjaan revitalisasi Mila Kencana, kontraktor berkoordinasi dan meminta masukan cabor. Sultodi mengaku tidak mengetahuinya.

“Ya, yang pasti mereka (kontraktor) mengerjakan sesuai dengan RAB,” ucap dia.

Ketika ditanya perihal apakah kontraktor yang mengerjakan berpengalaman dalam membangun sarana prasarana olahraga. Sultodi menegaskan bahwa penentuan pemenang tender menjadi kewenangan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor.

“Kalau itu kami nggak tahu. Soalnya penentuan pemenang jadi kewenangan PBJ. Saat lelang lasti dilihat HPS dan SBU-nya,” ungkapnya.

Sultodi mengakui bahwa kondisi kolam renang Mila Kencana belum masuk dalam standar nasional atau olimpiade. Hal itu, kata dia, lantaran keterbatasan keuangan Pemkot Bogor.

“Memang belum sesuai standar. Karena keuangan kita terbatas. Makanya diperbaikinya bertahap setiap tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sultodi menuturkan bahwa pada tahun ini revitalisasi Mila Kencana akan dilanjutkan dengan anggaran sebesr Rp1 miliar.

“Rencananya April akan ada pemenang. Nantinya revitalisasi akan fokus pada kolam rekreasi, dan pagar pembatas untuk kolam prestasi. Agar umum tidak bisa masuk saat atlet sedang berlatih,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Pelayanan Administrasi Desa Sukamantri Kembali Normal

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pelayanan administrasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali beroperasi normal usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Sejak pagi, aparatur desa sudah melayani warga yang mengurus berbagai kebutuhan administrasi, seperti pengantar pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Pelayanan dibuka mulai pukul 07.30 WIB setelah pelaksanaan apel pagi.

Kepala Desa Sukamantri, Hendi Haerudin, mengatakan bahwa aktivitas pelayanan berjalan lancar di hari pertama masuk kerja pada hari Rabu (25/3/2026. pascalibur Lebaran.

“Pelayanan administrasi sudah kembali normal. Kami berupaya memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat setelah libur panjang,” ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi, terlihat dari banyaknya warga yang datang sejak pagi untuk mengurus berbagai keperluan administrasi kependudukan.

Sementara itu, salah satu warga Sukamantri, Wayan mengaku bersyukur pelayanan sudah kembali dibuka sehingga kebutuhan administrasinya dapat segera diproses.

“Alhamdulillah sekarang sudah buka lagi, jadi tidak perlu menunggu lama untuk mengurus administrasi,” katanya, Kamis (26/3/2026).

Pemerintah Desa Sukamantri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan yang tersedia dengan tertib serta melengkapi persyaratan agar proses pengurusan berjalan lancar. Yudi

Infrastruktur Sukamahi Mulus, Silaturahmi Warga Jadi Lancar

0

Megamendung | Jurnal Bogor – Sepanjang tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026 pemerintahan Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung dirasakan oleh warganya telah berhasil melaksanakan pembangunan di berbagai sektor. Mulai dari infrastruktur hingga ke peningkatan ekonomi melalui ketahanan pangannya terealisasikan hingga menyentuh ketengah tengah masyarakatnya.

Tepat di momen idul fitri kali ini, mobilisasi masyarkat disana benar benar terdukung dengan kondisi jalan jalan desanya dalam kondisi mulus. Seperti ruas jalan Bojongkaso, Belendung dan yang lainnya. Adanya hal tersebut, tranportasi masyarakat baik itu warga setempat maupun warga dari luar Sukamahi merasa nyaman disaat mereka bersilaturahmi sesama warganya.

“Kondisi jalan lingkungannya cukup bagus. Kami yang hendak bersilaturahmi lebaran ke saudara yang ada di desa Sukamahi meraksakan kenyamanan disaat melintasi beberapa ruas jalan desanya. Ini kami nilai merupakan suatu langkah tanggung jawab dari pemerintahan desanya yang sudah menjalankan program pembangunannya dengan tepat, ” ujar Asep Sobandi, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, rasa memiliki yang dilakukan warga setempat sangat terlihat. Untuk menjaga kondisi badan jakan tidak cepat rusak, mereka menertibkan saluran air, baik itu yang ada di dranaise maupun pembuangan dari atas genting.

“Memang diperlukan saling menjaga dan merawat supaya kondisi infrastruktur seperti jakan tidak cepat rusak. Mulai dari dranaise hingga ke pembuangan air hujan dari talang jangan sampai terjun ke badan jalan. Dan kita amati, warga di sana terlihat cukup tertin, ” pungkasnya. Dadang Supriatna.

Prospek Bisnis Kue Kering Kinan Cookies, Dari Dapur Rumah Hingga Omzet Jutaan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Momen Ramadan dan Lebaran, bisnis kue kering selalu mengalami lonjakan permintaan yang signifikan. Tak heran, banyak pelaku usaha melihat momen ini sebagai peluang emas untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah Kinan Cookies, brand kue kering asal Tajur Bogor ini bisa membawa bisnis rumahan menjadi sukses

Dita, pemilik Kinan Cookies memulai bisnisnya dari dapur kecil di Tajur pada tahun 2015 Dia mulai membuat kue kering untuk membantu perekonomian keluarga.

“Ketika itu masih bekerja dan berpikir ingin bisnis kue kering menjadi andalan dalam mencari penghasilan tambahan. pada saat menjelang hari raya permintaan kue kering sangat tinggi momen ini yang tepat dalam menjalankan usaha dan memberanikan diri mengeluarkan modal dari tabungan semasa kerja,” jelasnya.

Dengan tekad kuat, Dita mulai memproduksi lima jenis kue kering dari dapur rumahnya dengan peralatan sederhana, yang dijual secara door to door serta mengandalkan strategi pemasaran dari mulut ke mulut.

Seiring berjalannya waktu, dita terus berinovasi dengan menciptakan berbagai varian kue kering, sesuatu yang saat itu belum banyak dilakukan oleh pelaku usaha sejenis. Dengan ciri khas kue yang renyah dan memiliki daya tahan lama, Kinan Cookies makin diminati, terutama saat musim Hari Raya.

Tidak hanya fokus pada kualitas produk, Dita juga menyadari pentingnya membangun jaringan bisnis. Ia menggandeng reseller dan rekan-rekannya untuk memasarkan hasil produknya agar bisa dijual ke banyak pelanggan.

Untuk menghadapi tantangan zaman, Dita juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasarnya. Dengan pemasaran online, Kinan Cookies kini menjangkau lebih banyak pelanggan terutama pada momen Ramadan yang menjadi puncak penjualannya setiap tahun.

Dengan memasarkan produk secara online, dia berharap pertumbuhan bisnis Kinan Cookies kian pesat sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan dan usaha bagi dirinya.

Diakuinya sejak membuka bisnis Kinan Cookies ini setiap Ramadhan pasti mengalami lonjakan peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada Ramadhan 2026 ini.

Ramadan tahun ini, Kinan Cookies juga mengeluarkan Hampers untuk variant toples reguler, toples kaca dan toples kombinasi dengan berbagai varian jumlahnya, mulai isi 2 toples, 3 toples sampai dengan 6 toples sehingga dapat mengakomodir semua keperluan calon pembeli dalam persiapan Lebaran.

Dengan berbagai inovasi dan strategi bisnis yang dilakukan selama ini, Kinan Cookies terus berkembang.

(Wawan Hermawanto)

Alam Kita tak Kalah Indah, Sayang Kotor dan Bersampah

0

Jurnal Bogor – Islam telah mengajarkan ‘kebersihan sebagian dari iman’, namun sayang banyak orang abai akan esensi kebersihan. Padahal bersih itu bukan hanya indah, tapi juga bisa memberikan rasan nyaman. Feedback dari bersih dan indah itu tentu membuat hati tenang juga. Alam dan lingkungan kita sebenarnya tak kalah indahnya, namun sayang masih kotor dan bersampah.

Ya…kesadaran masyarakat akan kebersihan masih jauh api dari panggang, hanya sebagian kecil saja yang peduli. Kebiasaan buang sampah sembarangan telah membuat kotor dan mencemari lingkungan, sungai-sungai pun pada akhirnya dipenuhi sampah karena ada saja orang yang buang sampah ke sungai atau adanya sampah yang terbawa air hujan.

Di jalanan, petugas kebersihan pun dibuat kewalahan, dimana orang-orang tak punya hati begitu teganya buang sampah seenaknya. Bahkan di ruang publik sampah mudah ditemukan, sekali pun telah disediakan tempat atau tong sampah. Seolah-olah mengandalkan petugas kebersihan, alamak!.

Mindset masyarakat yang tak peduli kebersihan dan sampah, orang itu lebih cocok disebut orang yang tak waras. Karena dari kotornya lingkungan tentu akan menjadikan lingkungan itu sendiri tak sehat. Jika melihat negara-negara yang memiliki warganya yang peduli kebersihan dan sampah, alangkah indahnya. Jalan-jalan dan lingkungan tempat tinggal mereka bersih, membuat betah tinggal.

Berbeda dengan kondisi lingkungan yang kotor dan jorok, stigma terbelakang juga akan melekat. Jika masing-masing individu mau menjaga kebersihan, rasa-rasanya tak sulit membuat lingkungan yang bersih dan indah. Tetapi jika setiap orang abai, maka lingkungan akan tetap kotor dan tak akan pernah bersih. Jadi jangan harap mau bersih jika kesadaran akan kebersihan itu tak ada di hatinya dan pikirannya juga tak waras.

***

RSUD R. Moh. Noh Nur Pererat Silaturahmi dan Kebersamaan dengan Halal Bihalal

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai upaya mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat kebersamaan antarpegawai, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai-nilai luhur Idul Fitri yang sarat makna serta menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan meningkatkan semangat kebersamaan.

Acara yang digelar pada pukul 07.30 WIB di Lapangan W. R. Supratman dan dihadiri oleh jajaran pimpinan, pegawai, serta tenaga kesehatan di lingkungan RSUD R. Moh. Noh Nur. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, menunjukkan komitmen seluruh pegawai dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi sebagai bentuk kedisiplinan dan penguatan komitmen dalam menjalankan tugas, kemudian dilanjutkan dengan penguatan Zona Integritas sebagai langkah strategis dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Dalam arahannya, Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., M.A.R.S., menegaskan pentingnya peran seluruh pegawai dalam menjaga integritas serta menolak segala bentuk praktik korupsi, gratifikasi, dan suap.

“Momentum Idul Fitri ini diharapkan menjadi waktu yang tepat bagi kita semua untuk membersihkan diri, baik secara lahir maupun batin. Selama bulan Ramadhan, kita telah menjalani berbagai bentuk pengendalian diri, termasuk pola makan, istirahat, dan aktivitas sehari-hari. Secara tidak langsung, hal tersebut memberikan manfaat bagi kesehatan, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk kembali menjalankan pola hidup yang lebih baik, seimbang, dan sehat,” ujar dr. Vitrie Winastri.

Lebih lanjut, Direktur menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan harus diwujudkan sebagai budaya kerja yang melekat dalam setiap individu. Ia menekankan bahwa komitmen terhadap nilai-nilai integritas menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Halal Bihalal sebagai inti acara, di mana seluruh pegawai saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat hubungan emosional di lingkungan kerja. Momen ini menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas serta membangun komunikasi yang lebih harmonis antar pegawai.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, serta integritas dapat terus terjaga dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Semangat Idul Fitri diharapkan menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, sejalan dengan komitmen RSUD R. Moh. Noh Nur dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani.

(yev/cc)

Wisata Curug Nangka Ramai Dikunjungi Saat Libur Lebaran

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri 2026 dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Salah satu destinasi favorit yang ramai dikunjungi adalah Curug Nangka.

Manager Ticketing, Utari Dewi Anggraeni, mengatakan bahwa selama libur Lebaran, aktivitas pengunjung di kawasan wisata Curug Nangka dan Kalimati masih terpantau normal pada hari H dan H+1.

“Pada hari H dan H+1 masih relatif biasa, kemungkinan masyarakat masih fokus bersilaturahmi. Namun mulai H+2, H+3, hingga H+4, jumlah pengunjung mengalami peningkatan signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah pengunjung pada hari H tercatat sekitar 100 orang, meningkat menjadi 300 orang pada H+1, dan melonjak hingga sekitar 1.000 pengunjung pada H+3 dan H+4, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, mayoritas pengunjung berasal dari wilayah sekitar yang memilih berwisata dekat. Namun, terdapat pula wisatawan dari kawasan Jabodetabek hingga Bandung.

Perlu diketahui, objek wisata Curug Nangka dikelola oleh sejumlah pihak, yakni Taman Nasional Gunung Halimun Salak di bawah Kementerian Kehutanan, bersama mitra pengelola CV Lembah Salak dan PT Curug Nangka Nirwana. Di kawasan ini terdapat dua akses masuk, yaitu Pos Kalimati dan Pos Gerbang Utama Curug Nangka.

Untuk tarif tiket masuk, pada hari libur atau akhir pekan dikenakan biaya Rp30.000 per orang, sedangkan hari kerja Rp25.000 per orang, yang keduanya sudah termasuk asuransi.

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga dapat mencoba berbagai wahana yang tersedia di area Kalimati, seperti zipline, panahan, Jungle ATV, hingga fasilitas penginapan dan penyewaan perlengkapan tenda. Biaya wahana tersebut dikenakan terpisah dari tiket masuk.

Sementara itu, untuk kendaraan roda dua dan roda empat yang masuk kawasan, dikenakan biaya parkir yang dikelola oleh mitra warga setempat. Tarif parkir pada akhir pekan sebesar Rp7.500 untuk roda dua dan Rp15.000 untuk roda empat. Sedangkan pada hari kerja, masing-masing Rp5.000 dan Rp10.000.

Adapun biaya yang dipungut di gerbang tiket untuk kendaraan masuk merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan ketentuan pemerintah, dan bukan termasuk biaya parkir. Yudi

Polsek Kemang Cek Dugaan Penyimpanan BBM Industri di Kemang Kiara

0

Bogor | Jurnal Bogor
Polsek Kemang melakukan pengecekan terkait dugaan penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) industri di wilayah Kemang Kiara, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Pemeriksaan dilakukan menyusul adanya pemberitaan di sejumlah media daring.

Pemberitaan tersebut mengenai adanya dugaan penyelewengan BBM industri yang diinformasikan berasal dari Pangkalan Udara Atang Sanjaya menuju Pelabuhan Karangsong.

Selain itu, pemberitaan juga menyebut adanya gudang penyimpanan BBM serta garasi armada tangki milik perusahaan transportir Prabu Mas Group di wilayah Kemang Kiara.

Kapolsek Kemang, AKP Yulista Heriyanti, menjelaskan bahwa pihak kepolisian berkewajiban menindaklanjuti setiap laporan atau informasi dari masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Setiap laporan atau informasi dari masyarakat wajib kami terima. Laporan tersebut kemudian diverifikasi dan diproses secara objektif, transparan, serta profesional,” ujar Yulista kepada kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/3/2026) lalu.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang beredar di sejumlah media daring mengenai dugaan penyimpanan BBM di wilayah hukum Polsek Kemang, pihaknya segera melakukan pengecekan ke lokasi gudang yang dimaksud.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan pada hari yang sama, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penyimpanan BBM di lokasi tersebut.

“Di lokasi kami tidak menemukan BBM. Namun, memang terdapat beberapa tangki, tetapi dalam kondisi tidak beroperasi. Dari hasil komunikasi dengan penanggung jawab di lokasi, mereka bersikap kooperatif,” jelasnya.

Menurut Yulista, keberadaan pelaku usaha di wilayah Kecamatan Kemang pada prinsipnya juga dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Dalam kegiatan pengecekan tersebut, Kapolsek Kemang turut didampingi sejumlah personel, di antaranya Panit Reskrim Ipda M. Muryani, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS), Januar P. Ruswita, menekankan pentingnya wartawan menjalankan tugas jurnalistik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ia menegaskan bahwa insan pers harus menjunjung tinggi prinsip akurasi, keberimbangan, serta memberikan ruang bagi hak jawab dan hak koreksi dalam setiap pemberitaan.

“Secara substansi, informasi seperti ini tetap layak untuk diinvestigasi lebih lanjut selama memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyebutan sumber anonim juga harus benar-benar didukung data yang kredibel,” ujarnya melalui sambungan telepon.

SPS juga mengingatkan seluruh insan pers agar tetap berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik serta Pedoman Pemberitaan Media Siber guna menjaga profesionalitas dan kepercayaan publik terhadap pers.

Sebagai informasi, media yang belum terverifikasi oleh Dewan Pers tetap memperoleh perlindungan Undang-Undang Pers, selama perusahaan pers tersebut berbadan hukum Indonesia dan menjalankan praktik jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Namun demikian, media yang telah terverifikasi dinilai memiliki standar profesionalitas yang lebih jelas dan umumnya lebih diutamakan dalam penyelesaian sengketa pemberitaan di Dewan Pers. (Citra Leonita)