27.5 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 788

Kerahkan Anjing Pelacak, BPBD Temukan Titik Korban Longsor Gang Barjo

0

JURNAL INSPIRASI – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas mengaku bahwa pihaknya telah mengetahui titik lokasi ketiga korban yang masih tertimbun material longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

“Sudah diketahui titiknya, berkat endungan anjing pelacak (K9). Indikasinya ada dua tempat, yakni di dapur dan kamar. Hanya saja posisi menggalinya agak lama karena manual,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/10).

Diketahui, BPBD Kota Bogor sendiri mendapat bantuan K9 dari Tangerang Selatan untuk melakukan pencarian terhadap tiga warga Gang Barjo yang tertimbun material longsor.

Ia mengatakan, saat ini proses evakuasi masih dilakukan dengan melibatkan SAR dari DKI Jakarta.

“Kami berharap korban bisa segera ditemukan, namun melihat kondisi dibantu K9 terendus, dan terpetakan tinggal proses pengangkatan secara manual, itu yang membuat lama,” jelasnya.

Menurut dia, sejauh ini ada dua rumah warga yang rusak berat. Selain itu, terdapat potensi longsor di kediaman 46 kepala keluarga (KK).

“Mereka masih bolak balik mengambil barang-barangnya. Jadi kalau warga yang menetap sudah tidak ada,” imbuh dia.

Rumah yang rawan longsor, kata dia, diminta untuk dikosongkan untuk meminimalisir bencana susulan.

“Ada 46 KK dengan total 116 jiwa yang mengungsi. Sesuai arahan dari wali kota, Kemensos, BNPB, untuk yang berpotensi rawan rumah warga diimbau untuk di kosongkan, dan mengungsi ke Masjid Jami Nurul Ikhlas karena sudah disediakan juga logistiknya,” ucapnya.

“Memang ada posko juga di masjid bawah, namun diharapkan warga juga dapat berpindah ke posko disini,” tambahnya.** Fredy Kristianto

Kader PPP Doakan Adzra dan Tiga Korban Longsor Gang Barjo Segera Ditemukan

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan kader muda PPP Bogor Utara melaksanakan istighosah agar tiga korban longsor Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah dan mahasiswi IPB, Adzra Nabila yang terseret arus air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal yang hanyut pada Selasa (11/10) segera ditemukan.

Selain meminta pertolongan Allah agar keempat korban bencana itu ditemukan, mereka juga meminta agar Kota Bogor dijauhkan dari bencana alam.

Kegiatan istighosah sendiri dilaksanakan di Kediaman Anggota DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri di kawasan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kamis (13/10).

“Kami ingin meminta pertolongan Allah agar para korban segera ditemukan. Kasihan keluarganya. Kami sangat berharap, mudah-mudahan ada mukjizat dari Allah, para korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Saeful kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa di saat sulit seperti ini, hanya Tuhan yang dapat menolong kaumnya dari segala musibah.

Menurut pria yang akrab disapa Gus M ini, bencana yang belakangan terjadi di Kota Bogor harus menjadi renungan bersama.

“Harus jadi renungan bersama, ini juga momentum untuk memperbaiki akhlak, agar kita semua terhindar dari bencana,” ucapnya.** Fredy Kristianto

Cari Mahasiswi Terseret Arus, Pemkot Libatkan BPBD Kabupaten Bogor

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor Bima Arya mendatangi lokasi longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (13/10).

Kedatangannya tak lain ingin memastikan bahwa upaya pencarian tiga orang yang masih tertimbun material longsor berjalan semaksimal mungkin. “Kami ingin pastikan evakuasi berlangsung cepat dan terukur,” ucapnya kepada wartawan.

Bima juga mengaku tengah berkoordinasi dengan Tim SAR untuk terus menelusuri mahasiswi IPB yang terseret arus air di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal.

“Kami berkoordinasi juga dengan BPBD Kabupaten termasuk seluruh wilayah sampai pintu air Manggarai. Kami sudah menyebarkan informasi ini dan pencarian dilakukan secara serentak sampai di hilir, dan kita monitor terus,” kata Bima.

Bima juga memerintahkan agar aparatur wilayah dan dinas terkait untuk memperbaiki sistem drainase untuk meminimalisir bencana alam.

Disinggung mengenai solusi bagi warga yang tinggal di pinggiran tebing dan sungai. Bima mengatakan bahwa hal itu merupakan permasalahan klasik.

“Warga kita berikan saran edukasi untuk bergeser, ada rusunawa. Tapi sulit sekali. Makanya ketika terjadi bencana, baru kemudian semua menyadari bahwa ini hal yang penting,” ucapnya.

“Saya kira ini PR penting kedepan. Ini harus bertahap dilakukan relokasi secara betul betul permanen kepada ratusan rumah yang lokasinya di bantaran sungai itu semua. Karena lahannya sangat rawan, tinggal menunggu waktu saja setiap hujan,” jelasnya.** Fredy Kristianto

116 Warga Mengungsi, Pemkot Siagakan Tenaga Medis 24 Jam

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 116 jiwa yang berasal dari 46 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke Masjid Jami Nurul Ikhlas, akibat bencana longsor yang terjadi di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (12/10).

Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid mengatakan bahwa mereka diungsikan hingga cuaca Kota Bogor kembali bersahabat, untuk menghindari korban jiwa akibat longsor susulan.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengungsi, karena ini menyangkut nyawa. Sebab, tanah di tebingan masih labil. Saat hujan longsoran-longsoran masih terjadi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (13/10).

Wahid menuturkan, dari 116 pengungsi, terdapat empat balita, dua ibu hamil, dan 50 orang lansia. “Mereka ini adalah prioritas dalam penanganan pengungsi,” tegasnya.

Wahid mengatakan, Dinas Sosial (Dinsos) sudah membangun dapur umum untuk mencukupi kebutuhan pengungsi. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan tenaga medis selama 24 jam dari Puskesmas Merdeka.

“Bantuan dari berbagai pihak pun terus mengalir. Pemkot juga sudah distribusikan sembako dan kasur bantuan Kemensos,” jelasnya.** Fredy Kristianto

Dikepung Bencana, Kota Bogor Berstatus Tanggap Darurat

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana di Kota Bogor hingga 31 Desember 2022. Hal itu lantaran cuaca ekstrem akan melanda Kota Bogor dalam kurun waktu panjang.

“Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul- betul waspada.
Kita semua siaga menghadapi kemungkinan kemungkinan terburuk dan kami akan bergerak cepat juga tidak hanya solusi jangka pendek tetapi solusi permanen,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Kamis (13/10).

Ia mengaku akan melaksanakan rapat untuk proses tahapan relokasi warga yang terimbas bencana ke rusunawa.

“Dipastikan cuaca esktrem, intesitas tinggi, maka akan terjsdi longsor karena itu titik titik rawan. Maka kita tetapkan, status tanggap bencana,” ucapnya.** Fredy Kristianto

Datangi Lokasi Bencana, Bima Pastikan Kebutuhan Pengungsi Terpenuhi

0

JURNAL INSPIRASI – Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau beberapa titik bencana di Kota Bogor. Salah satunya dengan mendatangi lokasi bencana longsor yang terjadi di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (13/10).

“Saya ingin langsung memastikan upaya pencarian korban dilakukan semaksimal mungkin. Karena saat ini masih ada beberapa orang yang diduga tertimbun tanah. Itu kita pastikan itu,” ujar Bima kepada wartawan di lokasi pengungsian di Mesjid Jami Nurul Ikhlas, Kamis (13/10).

Bima ingin memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi.

“Terimakasih kepada BNPB yang tadi pak deputi telah menyampaikan bantuannya untuk logistik dan uang tunai. Nanti kita akan alokasikan untuk yang betul betul kondisinya darurat,” kayanya.

Bima menegaskan bahwa situasi saat harus terus diwaspadai lantaran intensitas hujan masih tinggi .

“Di Bogor ini ada puluhan titik yang sangat rawan. Lahan yang tidak stabil, lokasi yang sangat riskan. Jadi kami mengimbau betul warga untuk menjauhi titik-titik itu,” ungkapnya.

Kata dia, seperti tahun tahun sebelumnya, titik titik bencana itu sudah terpetakan, sebab ada 12 kelurahan yang dilewati oleh aliran Sungai Ciliwung itu masuk dalam mitigasi bencana

“Tapi ini saya perintahkan juga untuk memastikan drainase saluran air di titik titik itu kita pastikan tidak tertimbun atau bermasalah. Memang ada force majeure karena bencana alam. Tapi yang bisa kita maksimalkan untuk diantisipasi kita antisipasi. Seperti saluran air drainase itu,” ungkapnya.

“Saya akan instruksikan kepada seluruh wilayah untuk turun, kerja, ketika cuacanya memungkinkan untuk kerja bakti bersama sama, swadaya, untuk melakukan sterilisasi kepada seluruh saluran air,” ungkapnya.** Fredy Kristianto

Satu Korban Longsor Gang Barjo Ditemukan, 3 Orang Masih Dalam Pencarian

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali mengevakuasi satu orang yang tertimbun material longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis (13/10) dinihari.

Diketahui, korban atas nama Saimah (70) yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Kepala BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas mengatakan, Saimah berhasik dievakuasi pada pukul 02.29 WIB.

“Masih ada tiga orang lagi yang masih tertimbun,” ujar Theo kepada wartawan, Kamis (13/10).

Menurut dia, sebanyak 300 personil dikerahkan untuk mengevakusi tiga orang yang tersisa karena runtuhan longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

“Evakuasi menggunakan tenaga manusia aja manual. Paling elektirk pemotong dan pemech. Sisanya tenaga manusia,” ucap Theo.

Diketahui, sebanyak delapan orang tertimpa longsor di kawasan Gang Barjo, RT 03/02, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Koota Bogor Rabu (12/10) malam.

Dari delapan orang tersebut empat orang berhasil diselamatkan dengan kondisi luka-luka, satu meninggal dan tiga lainnya masih dalam pencarian.** Fredy Kristianto

Cari Pemotor yang Hilang di Gorong-Gorong, SAR Kerahkan 2 Excavator

0

JURNAL INSPIRASI – Tim SAR Gabungan terus melakukan oencarian terhadap mahasiswi IPB, Adzra Nabila, pemotor yang terseret arus air hingga tercebur gorong-gorong di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal.

Tim SAR pada Kamis (13/10) mengerahkan dua alat berat jenis excavator untuk membongkar puing longsoran di dalam gorong-gorong guna mencari keberadaan Adzra.

Langkah itu diambil untuk memastikan apakah korban berada di sekitaran longsoran atau telah terbawa arus hingga ke Sungai Ciliwung.

Akibatnya, arus lalu lintas pun saat ini ditutup bagi kendaraan umum. Kendaraan yang akan melintas ke arah jalan dadali, dialihkan melalui jalan Heulang

“Jalan sementara kami alihkan untuk memudahkan proses evakuasi. Tadi kami tutup sekitar jam 10.30 WIB,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Eko Prabowo.** Fredy Kristianto

BMI Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana Gang Barjo

0

JURNAL INSPIRASI – Bencana tanah longsor yang terjadi di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (12/10), yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang masih dalam pencarian, membuat keprihatinan sejumlah pihak. Tak terkecuali, Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Bogor.

Kamis (13/10), organisasi sayap (orsap) PDI Perjuangan itu memberikan sejumlah bantuan berupa bahan makanan, buah hingga pampers kepada 116 warga yang mengungsi di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Veteran, Kecamatan Bogor Tengah.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah,” ujar Ketua BMI Kota Bogor, Setiyoso Subarkah saat ditemui wartawan di lokasi pengungsian.

Selain memberikan bantuan kepada pengungsi, BMI juga menerjunkan 10 orang kadernya untuk membantu evakuasi terhadap tiga orang yang masih tertimbun material longsor sejak Rabu (12/10) sore.

“Saat mendengar ada kejadian, kami langsung menerjunkan relawan BMI dan Baguna PDI Perjuangan ke lokasi bencana,” ucap pria yang akrab disapa Yos ini.

Yos menegaskan bahwa para pengungsi tidak hanya membutuhkan bantuan materil, tetapi juga inmateril dan perhatian terhadap kesehatan mereka.

“Mereka ini, tidak hanya butuh support secara materil, tetapi juga harus diberi motivasi,” ucapnya.

Apalagi, kata Yos, ada salah seorang pengungsi lanjut usia yang tengah menderita sakit jantung. “Harus diberi motivasi agar tetap tegar dan semangat menghadapi ujian,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Terkuak, Ini Motif Pembunuhan Pemulung di Tol Jagorawi

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor Kota berhasil menciduk DL (28), pelaku pembunuhan terhadap seorang pemulung yang jenazahnya ditemukan di pinggir Tol Jagorawi atau tepatnya dibawah Jembatan Ciheuleut, Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu (5/10) lalu.

Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan mengatakan bahwa pelaku DL juga berprofesi sebagai pemulung, dan merupakan warga Tasikmalaya.

DL, kata Ferdy, nekat membunuh Bapak Cianjur (panggilan Korban) lantaran adanya ketersinggungan atas sikap korban.

“Berdasarkan keterangan pelaku, pada hari kejadian, korban menempati tempat yang biasa dipakai untuk beristirahat oleh DL. Tersangka kemudian menegur korban, namun Bapak Cianjur ini tidak terima,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/10).

Kata Ferdy, DL kemudian gelap mata dengan langsung menyabet korban dengan senjata tajam sehingga mengakibatkan luka terbuka pada bagian kepala. “Kirban pun langsung tewas di tempat,” ucapnya.

Kata dia, sampai pelaku berhasil ditangkap oleh Polresta Bogor Kota pun identitas asli korban masih belum diketahui. “Belum tahu (identitas korban),” tegasnya.

AKBP Ferdy menegaskan bahwa DL disangkakan dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Kami juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Terakhir yang didapatkan adalah alat ataupun sajam yg dipergunakan oleh tersangka kepada korban setelah melakukan kekerasan, sajam ini dibuang ke kali dan kemarin alhamdulillah pas pencarian barang bukti ditempat yang sudah ditunjukkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto mengatakan, keduanya adalah rekan seprofesi yang tidak saling mengenal.

“Dapat kami sampaikan bahwasannya untuk korban dan tersangka sudah saling mengetahui tapi tidak saling kenal, untuk kejadian tersebut secara spontan pada pagi hari pada sekitar pukul 04.30 WIB, tersangka datang ke TKP, kemudian terjadi cekcok mulut karena perebutan tempat istirahat di bawah jembatan tol, yang berakhir dengan pembacokan,” ungkapnya.

Menurut keterangan tersangka, di kalangan pemulung, korban akrab dan dikenal sebagai Bapak Cianjur.

“Sebenernya pelaku mengenalnya(korban) hanya sebagai bapak Cianjur saja, itu saja yang bisa disampaikan tersangka kepada kami, ada kemungkinan korban orang Cianjur,” ucapnya.

Untuk luka bacok yang dialami korban, kata Dhoni, korban mengalam luka bacok pada kepala Bagian atas.

‘Itu hasil pemeriksaan dokter sementara, itu ada bagian tengkorak kepalanya yang pecah, kemudian bagian pelipis sebelah kiri mengakibatkan telinganya terbesar, korban mendapatkan 5 bacokan, 4 kepala dan 1 di pelipis kiri,” bebernya.

Kata dia, senjata tajam yang digunakan oleh pelaku adalah alat sesehari yang biasa dibawa oleh pelaku untuk mencari atau membersihkan tumpukan sampah.

“Sajamnya emang dibawa di karungnya, jadi memang dia di karung itu memang sudah ada sajam, karena kan memang dia pemulung, untuk mengais-ngais inilah (sampah) itu aja, sari keterangan yang disampaikan tersangka yaa gitu aja,” kata Dhoni.

Sementara untuk karung yang awalnya menutupi tubuh korban, dilakukan pelaku untuk mengalihkan perhatian masyarakat atau warga yang melintas.** Fredy Kristianto