27.5 C
Bogor
Wednesday, August 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 750

Lantik Dua Kades Antar Waktu, Plt Bupati Bogor Minta Kades Lebih Merakyat dan Tegakan Demokrasi 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan melantik dua kepala desa sekaligus dari hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW), yakni Kepala Desa Sirnagalih, Jonggol dan Kepala Desa Cipambuan, Babakan Madang di halaman Kantor Desa Sirnagalih, Jumat (6/1/23).

Proses Pemilihan Kades PAW dilakukan karena Kades sebelumnya meninggal dunia sehingga terjadi kekosongan jabatan. PAW dapat dilakukan melalui dua cara yakni musyawarah mufakat dan melalui bilik suara. Sesuai hasil keputusan bersama, untuk proses Pemilihan Kades PAW Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol dan Kepala Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang dilakukan melalui bilik suara.

Menurut Iwan Setiawan pelantikan kedua kepala desa sengaja dilakukan di Kantor Desa Sirnagalih, untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat baik Desa Sirnagalih dan Desa Cipambuan mempunyai pemimpin yang baru.

“Hari ini pelantikan Kades sengaja tidak dilakukan di Kantor Pemkab, supaya masyarakat bisa melihat langsung dan tahu pimpinannya,” terang Plt. Bupati Bogor.

Dirinya juga meminta kepada dua Kades yang telah dilantik agar dapat melaksanakan program, melayani masyarakat dan mengelola keuangan dengan baik. “Hati-hati dan jaga amanah, kelola keuangan dengan baik, gunakan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya. 

Sebagaimana diketahui, tahun 2023 ini memasuki tahun politik, sehingga perlu kehati-hatian dalam melaksanakan tugas. Di kesempatan ini Plt. Bupati Bogor meminta kepada seluruh Kades di Kabupaten Bogor, untuk menegakkan demokrasi dan bersikap netral dalam kontestasi politik. 

“Kades harus netral, saya tekankan tahun ini tahun politik. Tegakkan demokrasi, jadilah Kades negarawan agar semua program manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat. Saya juga berharap kepada Kades yang baru dilantik, selalu turun langsung ke masyarakat untuk mengatasi permasalahan serta mengakomodir kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Reynaldi Yushab menuturkan bahwa pelantikan Kades Antar Waktu dilakukan untuk mengisi kekosongan masa jabatan Kades yang sebelumnya meninggal dunia. Dengan pelantikan ini akan terjadi kesinambungan pemerintahan terutama di desa.

“Karena saat ini pemerintahan desa sedang giat-giatnya melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan bantuan keuangan, baik itu infrastruktur maupun bantuan transfer desa baik dari pusat, provinsi dan daerah, sehingga sangat diperlukan adanya pemimpin khususnya Kades yang bisa memenej, mengatur, mengolah, agar semua kegiatan pembangunan di desa tetap terlaksana,” katanya.

Sementara, Camat Jonggol Andri Rahman turut berpesan, saat sumpah atas nama Allah berarti memiliki konsekuensi untuk taat dan patuh terhadap norma agama dan aturan yang telah ditetapkan, selain itu penggunaan anggaran yang ada di desa harus transparan, akuntabel dan kemaslahatan umat.

“Anggaran desa sudah dapat dikatakan given, karena sudah ada dari DD, ADD, BHPRD, Banprov dan Samisade,” ujar Andri.

Menurutnya, anggaran tersebut perlu direncanakan dan dimusyawarahkan dengan baik terkait skala prioritas pembangunan desa, baik fisik maupun non fisik serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Seperti, bantuan-bantuan sosial kepada  masyarakat miskin harus tepat sasaran, serta gali potensi untuk meningkatkan PAD desa dan kesejahteraan masyarakat di desa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Jalan Penghubung Antarkecamatan Didanai Samisade

0

Dramaga | Jurnal Bogor 

Akses jalan penghubung antarkecamatan dibuka melalui program anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2022. 

Dibukanya akses jalan tersebut, selain untuk meningkatkan taraf perekonomian, juga untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Raya Dramaga.

Pemerintah Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga bersama Pemerintah Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea sepakat membuka akses jalan yang menghubungkan dua kecamatan. Untuk Desa Cihideung Ilir yakni pembangunan jembatan dan akses jalan di Kampung Karet Badak.

Sedangkan, untuk Desa Neglasari yakni pembukan akses jalan dan betonisasi jalan sepanjang 232 meter, termasuk TPT jalan yang berlokasi di Kampung Cihideung Kecil RT 01/04. Pembukaan akses jalan dua kecamatan tersebut bersumber dari program Samisade tahap kedua.

“Dengan dibuka akses jalan baru tersebut bisa mengurangi volume kendaraan di Jalan Raya Dramaga. Sebab, kendaraan yang dari Cihideung atau sebaliknya bisa melewati jalan tersebut tidak lagi lewat Jalan Raya Dramaga karena lebih dekat,” kata Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana.

Sementara itu, TPK Desa Neglasari, Supendi mengungkapkan, saat ini masih tahap pekerjaan betonisasi jalan. Diperkirakan dalam waktu dekat betonisasi jalan rampung dikerjakan dan jalan bisa dilalui.

Untuk pekerjaan betonisasi jalan dikerjakan malam hari, sehingga tidak menggangu mobilitas warga.

“Kalau akses dari Cihideung Ilir sudah rampung dikerjakan oleh Pemdes Cihideung, saat ini tinggal menunggu selesai pekerjaan betonisasi jalan di Kampung Cihideung Kecil,” ungkapnya.

Senada, Sekdes Neglasari, Kosasih Irvan menambah selain bisa mengurangi volume kendaraan di Jalan Raya Dramaga, dengan dibukanya akses jalan penghubung tersebut bisa berdampak ke peningkatan ekonomi warga, khususnya para petani.

“Para petani jadi lebih mudah mengangkut hasil panen ke pasar karena jalan mulus,” tukasnya.

** Andres 

Sudah 4 Kali Sepeda Motor Karyawan Toko Es Krim Raib Digondol Maling

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Sepeda motor karyawan toko es krim yang diparkir didepan toko di Jalan Transyogi Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor raib digondol maling, Jumat (6/1/23). 

Dari rekaman kamera CCTV terlihat dua orang pelaku datang menggunakan sepeda motor berboncengan, dan langsung mendekati motor korban yang baru saja diparkir 2 menit sebelumnya. 

Meski kondisi tempatnya terbilang ramai, kedua pelaku beraksi dengan lihai dan hanya dalam hitungan detik, motor milik karyawan toko es krim itupun raib dibawa kedua pelaku.

Kepala Toko Es Krim Taufan mengatakan, kondisi toko baru saja mau buka dan karyawan yang datang baru satu orang, sewaktu dia mau ambil kunci gembok kedalam, pas balik lagi dilihat motornya sudah tidak ada. Hanya dengan hitungan menit, walaupun didepan keadaan ramai. 

“Kondisinya didepan lagi rame, karena ada yang tunggu bus jam 9 pagi, toko lagi siap-siap untuk buka, dan karyawan baru dateng sendiri. Dia mau ambil kunci yang ada gemboknya, kira-kira dua menit ditinggal, dilihat sudah tidak ada,” ucap Taufan kepada wartawan. 

Menurut Taufan peristiwa pencurian kendaraan bermotor didepan toko es krim ini, sudah terjadi selama 3 kali, dalam kurun waktu 4 bulan, saat pertama kali es krim ini dibuka. 

“Mirisnya semua korban adalah karyawan yang bekerja di toko es krim ini, pelakunya pun diperkirakan orang yang sama, jika dilihat dari rekaman CCTV. Meskipun semua kasus pencurian ini telah dilaporkan ke polisi, namun hingga saat ini identitas para pelaku belum juga terungkap,” cetusnya. 

Atas terjadinya peristiwa ini, dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar bisa mengungkap para pelakunya, agar tidak meresahkan masyarakat. Selain itu juga dirinya memohon kepada dinas terkait untuk penerangan lampu yang ada di jalan Transyogi bisa ditingkatkan. 

“Saya berharap pihak kepolisian bisa mengungkap identitas para pelaku, karena sudah sangat meresahkan. Selain itu juga untuk penerangan lampu di jalan raya ini bisa lebih ditingkatkan karena terkesan gelap saat malam hari,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Bank Kota Bogor Berbagi Melalui Jumat Berkah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Bank Kota Bogor mengawali tahun 2023 ini semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Hal itu ditandai dengan pembagian paket nasi makan siang di hari Jumat, 6 Januari 2023.

Kegiatan berbagi yang disebut dengan Jumat Berkah itu membagikan puluhan nasi kotak depan kantor Bank Kota Bogor, Jl. RE. Martadinata Bogor bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Humas Bank Kota Bogor, Aprillia Purwanti mengatakan, dengan semangat tahun baru Bank Kota Bogor mulai Jumat (6/1/2023) ini membagikan paket makan nasi kotak.

“Alhamdulillah puluhan nasi kotak kami bagikan bagi warga sekitar dan mereka yang kebetulan lewat dan membutuhkannya.  Insya Allah kami akan rutin dan kontinyu membagikan paket ini setiap Jumat. Alhamdulillah Bank Kota Bogor bisa berbagi di Jumat Berkah ini,” jelasnya.

** prast

Kementan Dorong Tingkatkan Keunggulan Komparatif Teh Lewat Inovasi Teknologi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komoditas perkebunan memberikan kontribusi signifikan dalam pertumbuhan perekonomian nasional. Komoditas tersebut mampu menjadi salah satu penghasil devisa ekspor, termasuk teh yang kini menjadi andalan Produk Domestik Bruto (PDB). Tingginya permintaan komoditas perkebunan di Indonesia menunjukkan kualitasnya yang mampu bersaing dan memiliki keunggulan komparatif dibandingkan komoditas lain.

Oleh karenanya, Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan daya saing dan keunggulan komparatif salah satunya melalui inovasi teknologi agar mampu meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan.

Dikatakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa perlu langkah-langkah pasti dalam mengelola sektor perkebunan yang dipastikan akan berdampak pada pembangunan perekonomian nasional.

“Perkebunan itu adalah penyumbang terbesar ekspor kita. Sawit sebagai komoditas di bawah perkebunan, merupakan komoditas andalan dan komoditas unggulan ekspor. Oleh karena itu, kita harus memastikan adanya langkah-langkah pasti dalam mengelolanya”, kata Mentan Syahrul.

Sebagai implementasinya, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggandeng Tea Innovator sekaligus Founder Sila Agri Inovasi, Iriana Ekasari dan Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia, Muhammad Syakir dalam webinar “Bertani On Cloud, Kamis (05/01) mengajak masyarakat, terutama petani milenial dan pelaku bisnis pertanian untuk meningkatkan daya saing dan keunggulan komparatif komoditas perkebunan khususnya teh melalui inovasi teknologi.

Dalam arahannya secara virtual, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan terobosan inovasi dan teknologi dapat menjadi opsi keunggulan komparatif komoditas perkebunan, selain mengandalkan keunggulan komparatif geografis.

“Kita harus memiliki keunggulan komparatif yang lain. Kalau hanya mengandalkan geografis saja, pertumbuhannya akan sangat-sangat lambat. Kita harus terobos juga dengan berbagai keunggulan-keunggulan yang lain terutama dalam hal inovasi teknologi”, jelas Dedi.

Lebih lanjut Dedi menerangkan inovasi teknologi dalam sektor perkebunan mencakup beberapa aspek. Namun aspek yang paling penting dan utama dikuasai adalah benih dan bibit.

“Berbicara inovasi teknologi tentu yang pertama adalah benih dan bibit. Itu yang harus kita kuasai. Selain itu kita harus kuasai bagaimana irigasinya, bagaimana nutrisinya, bagaimana pengendalian OPTnya, bagaimana teknologi panen dan pasca panennya dan tentu bagaimana packagingnya sampai bisa dinikmati di meja makan” lanjut Dedi.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) Muhammad Syakir mengungkapkan salah satu komoditas perkebunan yang perlu didorong agar memiliki keunggulan komparatif bagi Indonesia dan dunia adalah komoditas teh.

“Indonesia termasuk penghasil teh di dunia. Jadi, kita terus berupaya bagaimana agar bisa meningkatkan keunggulan komparatif, sehingga peringkat penghasil teh dunia Indonesia bisa meningkat. Sekarang ini kita berada di posisi 6,” ungkap Syakir.

Iriana Ekasari, Tea Innovator sekaligus Founder Sila Agri Inovasi mengungkapkan inovasi teknologi yang ia kembangkan dalam mengelola agribisnis tehnya meliputi varian produk, format kemasan, edukasi di hilir, metode branding termasuk penggunaan media sosial, pabrik yang tersertifikasi, serta pengembangan usaha melalui kolaborasi.

Ia pun menguraikan seni menghasilkan teh berkualitas tinggi.

“Untuk menghasilkan teh berkualitas tinggi, dibutuhkan beberapa faktor, diantaranya jenis klon, kualitas bibit/pohon, pemupukan ; jenis dan frekuensi, pemeliharaan dari gulma dan hama/penyakit, pemangkasan ranting teratur, pemangkasan total (besar) teratur, panen P+2, petik tangan, pengolahan yang terstandar dan berdisiplin dalam pencatatan serta administrasi yang baik”, terang Iriana.

** Nita/PPMKP

Bripka Agus Siswani Ajar Anak-anak di Masjid Al Fauziah

0

Rancabungur | Jurnal Bogor 

Tidak terlepas dari tugas dan fungsi yang disadari bagian dari tanggung jawab sebagai anggota Polri, Bripka Agus Siswani lakukan aksi yang dinilai sangat luar biasa, dan patut diapresiasi.

Pasalnya, kegiatan yang kerap dilakukan Babinkamtibmas Desa Mekarsari, Rancabungur, Kabupaten Bogor salah satunya adalah turut serta dalam proses mengajar di Masjid Al Fauziah.

Hal itu dilakukan Bripka Agus Siswani secara rutin dalam satu pekan sekali. Dimana, pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran kepada anak-anak usia sekolah.

“Alhamdulillah, karena memang kita sudah terbiasa berkomunikasi dan membaur dengan masyarakat, makanya kita pun sering mengunjungi Masjid Al Fauziah ini sepekan sekali,” kata Bripka Agus Siswani, Rabu, (04/01/2023).

“Disini kita bantu para guru yang mengajar pendidikan agama dan baca Al-quran kepada anak-anak yang ada di sekitar sini, sebagai bentuk pengabdian Polri di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Hal yang dilakukan sang Bripka tersebut diapresiasi para guru dan warga sekitar, selain merasa terbantu dengan adanya kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah, pun merasa terbantu pekerjaan mengajarnya.

“Alhamdulillah hadirnya pihak kepolisian yang bertugas di desa kami juga bisa membantu mengajar kan kepada anak – anak di kampung ini,” tutup Didin, salah satu warga sekitar.

** Andres

Selepas Tahun Baru, Bahan Pokok Meroket 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Dampak dari cuaca ekstrem mempengaruhi sejumlah kebutuhan bahan pokok. Seperti hal yang terjadi di pasar tradisional di Kabupaten Bogor, salah satunya cabai yang mengalami kenaikan signifikan dari Rp40 ribu tembus menjadi Rp70 ribu. 

“Selain cabai, harga seluruh jenis sayuran naik rata-rata 2 sampai 5 ribu rupiah dari harga biasanya,” ujar Syukur, pedangan Pasar Cileungsi kepada Jurnal Bogor, Kamis (05/01).

Menurutnya, cabai mengalami kenaikan tertinggi diantara komoditas sayuran. Biasanya, cabai dijual seharga 40 ribu per kilonya, kini telah mencapai 70 ribu rupiah per kilonya, kenaikan ini telah terjadi sebelum masuk tahun baru. 

“Harga cabe, sayur-sayuran juga pada naik sih, cabe harganya sekarang 70 ribu perkilo, sebelum tahun baru itu 40 ribu perkilo, kalau sayur naik 3 ribuan lah, pada naik karena  dari sananya langka, dari petaninya, karena musim hujan jadi faktor kenaikan ini,”  keluh Syukur.

“Penyebab kenaikan sejumlah harga komoditas ini disebabkan karena stok yang terbatas akibat gagal panen, dan tersendatnya distribusi karena cuaca ekstrem yang terjadi selama beberapa pekan terakhir,” sambungnya. 

Tak hanya harga sayur, komoditas lainnya seperti ayam, tahu, tempe juga mengalami kenaikan. 

“Daging ayam yang awalnya 35 ribu sekarang mencapai 40 ribu perkilonya, sementara harga tahu juga mengalami kenaikan seribu rupiah sebungkusnya,” paparnya.

Sementara, salah satu pembeli di Pasar Cileungsi, Endah mengeluhkan dengan kenaikan harga bahan pokok di beberapa komoditas yang ada di pasar. 

“Iya pada naik semua, bukan cuma sayur-sayuran aja, tapi kebutuhan lain juga kaya gas sama minyak. Yah sebagai warga sih keberatan lah, saya meminta kepada Pemerintah harganya distandarin, di normalin karena gak sesuai dengan pendapatanlah,” tukasnya.

** Nay Nur’ain 

Alumni SMK Pandu Buka Usaha Kuliner Chocoli

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Ramdhan Pratama alumni SMK Pandu Cibungbulang, Kabupaten Bogor kini menjadi pengusaha kuliner, yakni usaha es coklat campur roti (Chocoli).

Ramdhan dulu dikenal anak yang cukup lugu di sekolah hingga banyak pula yang menganggap remeh kepadanya, mengagangap bahwa ia suatu saat tidak bisa menjadi apa-apa.

Tetapi kini Ramdhan bisa membantah semua pikiran negatif dan perilaku negatif teman-temannya dahulu di sekolah kepadanya dengan membuka usaha sendiri.

Ramdhan yang sudah berkali-kali bekerja di berbagai perusahaan pun kini banting stir menjadi pengusaha kuliner.

Ia yakin bahwa menjadi pengusaha sekecil apapun usahanya kita adalah bosnya. Sedangkan jika kita bekerja di suatu perusaan setinggi apapun jabatan kita, kita tetaplah pegawai.

Banyaknya bulian dan cibiran dari orang-orang pun yang sangat memotivasi Ramdhan untuk membuka usaha sendiri.

Memulai usahanya sejak November 2022 dari modal yang ia kumpulkan sendiri sisa gaji bulannya saat bekerja dulu.

Ia memiliki tekad yang kuat bahwa usahanya akan maju dan berkembang.

Terminal Leuwiliang pun menjadi tempat ia membuka usaha, pertama karena disini cukup ramai pengunjung bukan hanya weekend dan tanggal merah saja, tetapi juga di hari-hari biasa.

Ramdhan membuka usaha minuman coklat yang bernama Chocoli yaitu kepanjangan dari coklat cocol roti dengan harga lima ribu rupiah saja, cukup merakyat untuk sebuah minuman coklat yang enak dan lezat.

Bagi kalian yang tinggal di daerah Leuwiliang sekitarnya atau alumni Pandu Cibungbulang boleh mampir dan mencoba langsung.

** Andres

Limusnunggal Makin Marak Lokasi Prostitusi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Praktik prostitusi dan peredaran minuman keras di Kawasan Desa Limusnunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor bagaikan jamur di musim hujan. Bukannya semakin berkurang, namun lokasi yang menyediakan jasa prostitusi dan miras tersebut justeru semakin banyak.

Tidak adanya tindakan tegas dari Muspika dan Kabupaten Bogor disinyalir menjadi penyebab utama maraknya kembali prostitusi di Desa Limusnunggal. 

“Untuk wilayah Limusnunggal ada beberapa titik yang memang semakin hari semakin ramai. Kita tahu semua kalau tempat atau kafé disitu menyediakan perempuan dan miras. Seperti di Blok Pule dan Anggrek yang sekarang makin ramai,” kata salah satu warga Desa Limusnunggal, Mulyadi kepada Jurnal Bogor, Kamis (05/01/23).

Menurutnya, setahun terakhir keberedaan kafé dan tempat hiburan malam di kawasan Desa Limusnunggal memang semakin marak. Banyak tempat-tempat baru yang menyediakan wanita dan miras. Hal itu dikarenakan tidak adanya upaya penertiban yang dilakukan oleh pemerintah desa, kecamatan atau Satpol PP Kabupaten Bogor.

“Karena tidak ada tindakan tegas, jadi sekarang pada muncul lagi tempat-tempat baru. Yang tadinya tutup sekarang buka lagi. Bahkan sekarang sudah semakin ramai pengunjung yang datang,” jelasnya.

Persoalan prostitusi, sambung Mulyadi,  merupakan persoalan klasik di Desa Limusnunggal yang tidak pernah selesai dari masa ke masa. Meskipun Kepala Desa sudah berganti, namun keberadaan tempat prostitusi yang juga menyediakan miras tersebut tetap tidak bisa diberantas.

“Saya yakin aparat desa maupun aparat di kecamatan mengetahu hal ini, cuma pada diam saja,” ujarnya.

Mulyadi berharap, pemberantasan lokasi prostitusi dan peredaran miras di Desa Limusnunggal harus menjadi agenda bersama antara pemerintah desa, kecamatan dan Pemkab Bogor agar ditertibkan. Karena jika tidak segera dilakukan penertiban maka keberadaan lokasi-lokasi tersebut akan semakin bertambah.

“Ya kalau didiamkan pasti akan semakin banyak tempat baru yang buka. Karena memang bisnis hiburan malam sangat menguntungkan,” pungkasnya.

** Taufik/Nay 

Pemerintah Minim Perhatian pada Warga Miskin, Ketua BTJ Geram

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Kekurangan biaya pengobatan dan minimnya perhatian dari pemerintah setempat membuat keluarga Ibu Entin menggalang dana dari wilayah lain. Entin (47) merupakan warga Kp.Sindanglengo RT.01/03, Desa Klapanunggal, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang sempat terhalang biaya pengobatannya karena BPJS Ketenagakerjaannya tak dibayarkan pihak perusahaan.

“Alhamdulilah setelah adanya bantuan dari Kantor Biro Jurnal Bogor Timur, yang gerak cepat untuk meminta perusahaan agar membayarkan BPJS, Ibu saya akhirnya kini bisa ditindak di RSUD Cileungsi, ” ucap Samsul, menantu pasien.

Namun, sambung Samsul, karena masih ada biasa yang harus dikeluarkan dan ada obat yang tidak dikaver oleh BPJS, dirinya meminta bantuan dana dari luar dan alhamdulilah ada respons, baik dari Bogor Timur Jurnalis (BTJ), Katar Pokja 19, Pokja 23 Kp. Kedep, Urgen Darurat Bogor, dan PSM Tlajung Udik.

“Bantuan yang datang tersebut tak luput dari peran Biro Jurnal Bogor Timur dan tim yang senantiasa terus memantau keadaan ibu saya,” papar Samsul.

Sementara, Sudadi Ketua Bogor Timur Jurnalis (BTJ) yang didampingi PSM Tlajung Udik saat mengunjungi Bu Entin menyayangkan jika ada hal seperti ini di wilayah Klapanunggal yang notabene ada beberapa kawasan industri, dan wisata. 

“Kok bisa pemerintah setempat mulai dari RT dan RW, sampai Kepala Desa tidak melihat kondisi warganya yang kesulitan, sehingga warga ini harus meminta bantuan kepada Biro Jurnal Bogor Timur dan akhirnya rekan jurnalis yang mencarikan solusi,” ujar Dadi biasa disapa, Kamis (05/01/23).

Adanya hal seperti ini, lanjut dia, adalah kemasabodohan pemerintah setempat akan apa yang sedang dialami oleh warganya, ditambah lagi Ibu Entin ini adalah seorang janda yang kini menderita penyakit komplikasi dan diharuskan melakukan operasi. Masalahnya, bisa timbulnya komplikasi penyakit pada pasien ini akibat keterlambatan pihak perusahaan PT.Nitya Nandha yang telat bayar BPJS Ketenagakerjaannya, sehingga pasien tidak bisa berobat jalan dan timbul penyakit menjadi komplikasi.

“Mana peran Dewan, Bogor Timur itu ada Ketua Komisi 4 yang membidangi kesehatan, tapi masih ada kejadian seperti ini, miris saya dengarnya. Lalu untuk apa ada wakil rakyat, jika hal-hal kecil begini saja tidak bisa membantu. Jangan menunggu viral dulu, baru pada sibuk cari perhatian yang seolah- olah hadir untuk rakyat dengan caption ” save rakyat kecil ” ,” sindir pria berambut gondrong tersebut.

Dirinya apresiasi, dengan Katar Pokja 19, Pokja 23 Kp. Kedep, Urgen Darurat Bogor, dan PSM Tlajung Udik, yang ikhlas memberikan hasil ngecrek mereka yang tadinya untuk bantuan ke Cianjur dialihkan kepada Bu Entin yang sedang membutuhkan.

” Mungkin aparat pemerintah di Klapanunggal sedang sibuk ngurus sengketa lahan di gunung dan galian batu kapur yang tak kunjung usai, sehingga warga yang membutuhkan uluran tangan ini harus dilirik pihak luar dari Klapnunggal, ” serunya.

Dirinya berharap, hal- hal seperti ini tak terjadi lagi di wilayah Bogor Timur, yang notabene PAD terbesar di Kabupaten Bogor, dan dirinya meminta kepada wakil rakyat, untuk tidak melihat dapil jika ingin membantu masyarakat.

“Niatnya bantu, jangan liat dapil, jangan karena ini ada di dapil orang jadi gak mau lirik kesusahannya,” kesalnya.

** Nay/Tim