26.4 C
Bogor
Tuesday, September 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 74

Peringatan Hari Air Sedunia 2026 di Puncak Bogor, Wamen LH: Krisis Air Nyata

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Dalam memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh pada 22 Maret, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menggelar rangkaian kegiatan bertema Water and Gender di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di PTPN 1 Regional 2 Unit Agrowisata Gunung Mas ini meliputi penanaman 1.500 pohon, penyerahan bantuan perahu karet, alat pembuat lubang biopori, serta pembagian 500 tabung biopori kepada masyarakat di 10 desa wilayah Kecamatan Cisarua. Selain itu, digelar pula sarasehan bersama komunitas sungai, Saka Kalpataru, dan PHRI Kabupaten Bogor.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa peringatan Hari Air Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap krisis air yang tengah terjadi.

“Kita memperingati Hari Air Sedunia di lokasi ini untuk mengingatkan betapa pentingnya fungsi air. Saat ini kita memang sedang menghadapi krisis air. Sekitar 71 persen permukaan bumi adalah air asin yang tidak bisa langsung dimanfaatkan,” ujarnya.

Diaz menjelaskan, ketersediaan air tawar yang bisa digunakan manusia sangat terbatas dan sebagian besar berada di kutub, sehingga sumber air yang dapat dimanfaatkan sehari-hari hanya berasal dari sungai, danau, serta air tanah.

Menurutnya, perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai memperparah kondisi tersebut.

“Jika sungai tercemar, maka suplai air bersih akan terganggu dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan dampak perubahan iklim terhadap siklus air. Curah hujan ekstrem dapat menyebabkan banjir, sementara peningkatan suhu mempercepat proses penguapan air.

Sebagai solusi, pemerintah mendorong penggunaan lubang biopori sebagai alternatif sumur resapan yang lebih mudah diterapkan masyarakat.

“Kami membagikan 500 biopori untuk 10 desa di Cisarua. Alatnya sederhana, tetapi sangat efektif untuk mengurangi risiko banjir,” jelasnya.

Selain itu, gerakan penanaman pohon juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan air. Diaz mengimbau masyarakat untuk menerapkan gerakan satu orang satu pohon atau minimal satu rumah satu pohon.

Sementara itu, Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan di kawasan Puncak.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dengan menanam pohon dan menyediakan biopori agar air dapat terserap ke dalam tanah dan menjadi cadangan air bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen dalam pengelolaan sampah di kawasan Gunung Mas. Sampah dari aktivitas operasional akan dikumpulkan dan dikelola sesuai aturan lingkungan yang berlaku, termasuk bekerja sama dengan mitra KSO.

“Pengelolaan sampah adalah kewajiban kami sebagai pengelola kawasan. Nantinya akan ada lokasi khusus yang ditentukan untuk pengolahan sampah di Gunung Mas,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga air dan lingkungan semakin meningkat, guna menghadapi tantangan krisis air dan perubahan iklim di masa depan. Dadang Supriatna.

Erif Farm dan Gayatri Camp Peduli Warga Kurang Mampu

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Beberapa tempat wisata yang ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor khususnya yang ada di Desa Citeko kini bersinergi dengan warga sekitar. Mulai dari memanfaatkan tenaga kerja pribumi hingga kepedulian terhadap warga yang kurang mampu.

Sebagai jembatan untuk berkontribusi kepada masyarakat sekitar, selain pemerintahan desa, mereka menggandeng organisasi kepemudaan seperti karang taruna. Melalui karang taruna mereka mengetahui kondisi perekonomian warga sekitar.

Tempat wisata seperti Erif Farm dan Gayatri Camp diketahui telah sepakat akan peduli kepada warga sekitar. Dikatakan Ketua Karang taruna, Desa Citeko Indra, dua tempat wisata tersebut telah terbukti peduli kepada warga sekitar.

“Kita selaku karang taruna desa harus menjalankan amanah dari pengusaha wisata yang peduli kepada warga sekitar. Seperti dari tempat wisata Erif Farm, mereka selalu menyisihkan bantuan berupa beras untuk warga yang benar benar perlu bantuan. Kita sebagai kepanjangan tangannya dari mereka untuk mendistribusikan bantuan tersebut bertekad melaksanakan sebaik baiknya, ” ujar Indra.

Tidak hanya cukup sebagai penyalur bantuan, tetapi karang taruna juga turut berpartisipasi dengan memberikan telur ayam disatukan dengan beras tersebut.

“Tidak hanya beras saja yang kita salurkan, melainkan ada tambahan telur ayam kepada mereka. Dan kuota penerimanya masih terbatas, kita masih menyesuaikan dengan kondisi jumlah bantuannya, ” pungkas dia.

** Dadang Supriatna

Peredaran Narkoba di Puncak Diawasi Super Ketat

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Komitmen Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk memberantas berbagai jenis narkoba di wilayahnya kini terus digencarkan. Mulai dari patroli aparat gabungan hingga nomor telepon untuk pengaduan dari masyarakat disiagakan 24 jam. Untuk memberantas berbagai jenis narkoba diawasi super ketat mulai dari jenis sabu hingga ke pil tramadol.

“Kawasan kita merupakan kawasan wisata yang selalu dikunjungi oleh pihak luar. Dengan demikian, untuk menekan dan memberantas terhadap pengedaran narkoba kita harus benar-benar selalu sigap. Mudah-mudahan, dengan pengawasan yang super ketat ini, kawasan kita bisa bersih dari berbagai jenis narkoba, ” kata Kasi Trantib Kecamatan Cisarua Momo, Minggu (5/4/2026).

Bupati beserta para camat yang ada di setiap wilayah kini dalam kondisi siaga mengawasi dan sekaligus memberantas jika ditemukan adanya peredaran tramadol dan sejenisnya.

Beberapa waktu lalu, Camat Megamendung, Ridwan melakukan tindakan terhadap beberapa kios milik pedagang kaki lima yang dicurigai sebagai ajang transaksi pil tramadol yang kini tengah merasuki pemuda.

“Harus kita berantas pelaku pengedar narkoba termasuk pil tramadol. Pergerakannya kita sempitkan dengan terus melakukan pengawasan di setiap desa. Beberapa waktu lalu kita sudah melakukan tindakan terhadap kios milik pedagang kaki lima yang dicurigai sebagai tempat transaksi pil tersebut,”’ ujarnya.

Untuk benar-benar bersih dari peredaran narkoba, kata dia, telah menggerakkan jajaran trantib yang ada di kecamatan. Patroli terhadap tempat dan lokasi lokasi yang sifatnya rawan terjadinya pengedaran narkoba kerap dilakukannya.

** Dadang Supriatna

Les Bimbingan Calistung: Persiapan Sebelum Masuk Sekolah Dasar

0

Bogor | Jurnal Bogor – Menjelang tahun ajaran baru, tren les bimbingan baca, tulis, dan hitung (calistung) semakin diminati oleh orang tua di Kota Bogor. Program ini dinilai menjadi langkah awal dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).

Calistung membantu anak mengenal huruf, angka, serta kemampuan menulis dasar. Meski demikian, para pengelola lembaga bimbingan belajar menegaskan bahwa hasil pembelajaran tidak dapat diperoleh secara instan. Membaca dan menulis merupakan keterampilan yang membutuhkan proses bertahap dan konsistensi.

Salah satu contoh datang dari Keenan El Ghani (6), siswa di Bimba RK Planes Pagelaran. Menurut Miss Cici, guru pengajarnya, Keenan awalnya mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Kondisi tersebut sempat membuat orang tuanya khawatir terhadap kesiapan masuk SD.

“Namun setelah mengikuti program dengan pendekatan bertahap dan menyenangkan, Keenan kini mampu membaca cerita sederhana, menulis kalimat pendek, serta menghitung dengan percaya diri. Ia juga menunjukkan semangat belajar yang tinggi,” ujar Miss Cici.

Seiring perkembangan, lembaga bimbingan di Bogor kini tidak hanya berfokus pada calistung, tetapi juga menghadirkan berbagai program tambahan seperti kegiatan kreativitas, fieldtrip, hingga acara graduation. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan bagi anak.

Kepala Cabang Bimba RK Planes Telaga Kahuripan, Miss Dea, menyampaikan bahwa pihaknya mengedepankan suasana belajar yang positif.

“Kami ingin anak-anak merasa senang saat belajar. Calistung bukan sekadar hafalan, tetapi bagian dari pengalaman kreatif,” jelasnya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh orang tua siswa. Septi Maulida (32), salah satu wali murid, mengaku melihat perubahan positif pada anaknya setelah mengikuti program bimba.

“Anak saya jadi lebih percaya diri. Tidak hanya belajar membaca, tapi juga berani tampil saat graduation,” ujarnya.

Program kreatif yang diterapkan dinilai mampu menjawab anggapan bahwa les calistung cenderung menekan anak. Dengan metode yang variatif, anak justru lebih termotivasi dan siap menghadapi dunia sekolah.

Selain itu, kegiatan seperti fieldtrip memberikan pengalaman belajar secara langsung, sementara graduation menjadi momen yang menumbuhkan rasa bangga dan percaya diri sejak dini.

Dengan perpaduan antara calistung, kreativitas, dan dukungan orang tua, bimbingan belajar di Bogor dinilai mampu menghadirkan model pembelajaran yang menyenangkan, sekaligus mempersiapkan anak memasuki Sekolah Dasar dengan lebih percaya diri dan semangat belajar tinggi.

Laporan: Nusrat Synthia Riagustiani – Universitas Negeri Jakarta

Polsek Caringin Ungkap Peredaran Obat Keras Ilegal, 586 Butir Diamankan

0

Caringin | Jurnal Bogor – Jajaran Polsek Caringin, Polres Bogor, berhasil mengungkap peredaran obat keras golongan G di wilayah Kampung Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut dari perintah Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilistanto, dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Caringin AKP Jajang bersama tim Satreskrim.

Dari hasil operasi, petugas mengamankan sebanyak 586 butir obat keras golongan G dari berbagai merek, termasuk jenis Tramadol dan sejenisnya yang diduga diedarkan tanpa izin. Polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp109 ribu lebih yang diduga merupakan hasil penjualan obat-obatan ilegal tersebut.

Seluruh barang bukti kini telah diamankan di Mapolsek Caringin guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Caringin AKP Jajang mengatakan, pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang meresahkan masyarakat.

“Ini adalah tindak lanjut dari perintah pimpinan serta bentuk keseriusan kami dalam menekan peredaran obat golongan G tanpa izin. Dari lokasi, kami berhasil mengamankan ratusan butir obat keras dan uang hasil penjualan,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Dalam penggerebekan tersebut, sejumlah pelaku berhasil melarikan diri saat petugas tiba di lokasi. Namun demikian, polisi mengaku telah mengantongi identitas para pelaku dan saat ini tengah melakukan pengejaran.

“Kami terus melakukan pengejaran. Identitas para pelaku sudah kami ketahui dan kami imbau agar segera menyerahkan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihak kepolisian akan mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran obat keras ilegal yang lebih luas, baik di wilayah Caringin maupun daerah sekitarnya.

AKP Jajang juga mengingatkan bahwa obat golongan G seperti Tramadol merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Penyalahgunaan obat tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, termasuk ketergantungan dan gangguan mental.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya. Peran masyarakat sangat penting dalam membantu memberantas peredaran obat ilegal,” tambahnya.

Polsek Caringin menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan operasi penyakit masyarakat (pekat) guna menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran obat terlarang. Yudi

Ahli di Sidang LNG Pertamina Soroti Unsur Niat Jahat dan Audit Kontrak

0

Jakarta | Jurnal Bogor – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) dengan terdakwa mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, menghadirkan saksi a de charge dan ahli di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, pada Kamis (2/4/2026).

Majelis hakim yang diketuai Suwandi dengan anggota Ramauli Hotnaria Purba dan Hiashinta Fransiska Manalu menghadirkan tiga ahli, yakni mantan Wakil Ketua KPK periode 2003–2007 Amien Sunaryadi, pakar pengadaan barang/jasa Dr. Nandang Sutisna, serta ahli keuangan negara Dr. Eko Sembodo.

Amien menegaskan, penerapan pasal kerugian negara dalam perkara korupsi harus disertai pembuktian unsur mens rea atau niat jahat. Tanpa unsur tersebut, menurut dia, keputusan bisnis tidak tepat dikriminalisasi.

“Kalau menggunakan pasal merugikan keuangan negara, harus ada mens rea-nya. Jika tidak ditemukan, harus dilepas,” ujarnya di persidangan. Ia menambahkan, niat jahat dapat dilihat dari adanya aliran dana seperti suap, kickback, atau konflik kepentingan.

Ia juga mengingatkan penggunaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi secara luas berpotensi menimbulkan ketakutan di kalangan direksi BUMN, sehingga menghambat pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, Nandang Sutisna menyatakan tanggung jawab kontrak pengadaan jangka panjang berada pada penandatangan kontrak terakhir, bukan penandatangan awal.

Dalam perkara ini, Hari menandatangani kontrak pada 2014. Namun kontrak tersebut diperbarui oleh direksi berikutnya pada 2015, sedangkan realisasi kedatangan LNG terjadi pada 2019.

“Yang bertanggung jawab adalah penandatangan kontrak terakhir,” tegasnya.

Ahli keuangan negara Eko Sembodo menyoroti aspek audit dalam kontrak jangka panjang (multi-year). Ia menegaskan auditor tidak seharusnya menyimpulkan kerugian sebelum kontrak berakhir.

Kontrak impor LNG tersebut diketahui berlangsung hingga 2039. Namun, kesimpulan kerugian negara dinilai prematur karena dibuat di tengah masa kontrak, terlebih saat kondisi bisnis terdampak pandemi.

“Seharusnya audit kontrak dilakukan setelah kontrak berakhir. Jika masih berjalan, yang dilakukan adalah evaluasi,” kata Eko.

Eko juga merujuk laporan keuangan Pertamina periode 2019–2023 yang menunjukkan kinerja positif dan tidak mencatat kerugian sebagaimana didakwakan.

Dalam dakwaannya, jaksa KPK menuding pengadaan LNG dari Corpus Christi Liquefaction LLC menyebabkan kerugian negara sekitar US$113 juta atau setara Rp1,9 triliun. Pembelian disebut dilakukan tanpa analisis keekonomian final serta tanpa kepastian pembeli, sehingga memicu kelebihan pasokan dan penjualan rugi.

Atas dasar itu, Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani didakwa memperkaya pihak lain dan merugikan keuangan negara.

Namun, sejumlah saksi membantah tudingan tersebut. Mantan Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan kinerja perusahaan secara kumulatif pada 2019–2024 masih mencatat keuntungan, bahkan mencapai US$97 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

Selain itu, tudingan tidak adanya analisis keekonomian juga dibantah, karena proyek disebut melibatkan sejumlah konsultan internasional seperti McKinsey, FGE, Wood Mackenzie, serta konsultan perkapalan global.

Eko turut menilai terdapat kejanggalan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi dasar dakwaan.

“Penandatangan LHP seharusnya anggota BPK atau minimal auditor utama setara eselon I. Namun dalam dokumen yang digunakan, penandatangan hanya pejabat eselon III,” ujarnya.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan berikutnya untuk menguji keterangan para ahli serta alat bukti dari kedua belah pihak. (*)

Kritik Dinilai tak Nyambung, STS: KPP Centeng atau Pelaksana Proyek?

0

Bogor | Jurnal Bogor
​
Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso (STS), angkat bicara mengenai kritik yang dilontarkan Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya terhadap aksi inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV di proyek milik Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor.
​
Sugeng mengaku heran dengan sikap kelompok aktivis tersebut yang justru mempersoalkan fungsi pengawasan legislatif.

Menurutnya, arah kritik yang disampaikan KPP Bogor Raya terkesan bias karena mencampuradukkan persoalan sidak proyek dengan isu BPJS hingga penahanan ijazah.
​
​Pria yang akrab disapa STS ini menegaskan bahwa setiap anggota DPRD memiliki kewenangan konstitusional dalam aspek pengawasan penggunaan anggaran oleh Satuan Kerja (Satker).
Hal ini, lanjutnya, merupakan perintah undang-undang yang harus dijalankan.
​
“Tugas dari seorang anggota DPRD adalah aspek pengawasan penggunaan anggaran oleh satuan kerja, dan ini adalah kewenangan yang diberikan undang-undang. Dalam pelaksanaan pengawasan tersebut bisa dilakukan dengan sidak, karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab anggota dewan,” ujar Sugeng saat memberikan keterangan pers, Kamis (2/4).
​
Ia menjelaskan bahwa proyek fasilitas olahraga di Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran berada di bawah naungan Dispora dan dibiayai oleh APBD. Karena anggaran tersebut dibahas bersama antara Pemkot dan DPRD, maka legislatif bertanggung jawab memastikan penggunaannya tetap berada di jalur yang benar (on the track).
​
​Sugeng menilai para aktivis seharusnya berada di barisan yang sama dengan DPRD dalam mengawal pembangunan agar terhindar dari praktik penyimpangan atau korupsi.

Ia menyayangkan jika fungsi pengawasan ini justru dibenturkan dengan isu-isu yang tidak berkaitan secara langsung.
​
“Kalau sebagai aktivis seharusnya bersama-sama ikut mengawasi pembangunan proyek GOR Pajajaran tersebut, bukan malah membiaskan fungsi pengawasan ini dengan hal lainnya seperti BPJS hingga penahanan ijazah. Ini jangan dikaitkan, jadi tidak nyambung,” tegasnya.
​
Sugeng pun menantang para aktivis, termasuk KPP Bogor Raya, untuk konsisten mengkritisi penggunaan anggaran dalam proyek-proyek Pemerintah Kota Bogor.

Ia mempersilakan siapapun melaporkan temuan lapangan secara prosedural, baik itu kesalahan administratif maupun indikasi tindak pidana.
​
​Terkait hasil sidak Komisi IV di GOR Pajajaran, Komisi I berencana meminta konfirmasi mengenai temuan di lapangan. Sugeng menegaskan, jika kendala proyek hanya bersifat teknis seperti faktor cuaca, hal itu masih bisa dimaklumi.

Namun, jika ditemukan adanya pengurangan spesifikasi bahan yang berdampak pada rendahnya mutu bangunan, maka harus diproses secara hukum.
​
Di akhir pernyataannya, Sugeng memberikan teguran keras bagi pihak-pihak yang seolah menghalangi fungsi pengawasan lembaga negara.
​
“Jangan malah mengkritisi kinerja yang sah menurut hukum dan sah secara kewenangan dari DPRD. Saya justru bertanya dalam hal ini, apakah pihak KPP Bogor Raya merupakan centeng pihak pelaksana proyek atau pemenang lelang?,” katanya.

​Ia berharap masyarakat, termasuk LSM dan aktivis, tetap kritis terhadap jalannya pembangunan di Kota Bogor tanpa kehilangan esensi dari peran pengawasan itu sendiri.

Polemik Proyek Dispora, Kejari Kota Bogor ‘Turun Gunung’

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor memastikan tetap melakukan pemantauan ketat terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Bogor, termasuk proyek Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kerusakan terjadi pada proyek Dispora. Di antaranya, terlepasnya kursi penonton pada GOR Indoor A hingga salah memasang besi pengait lintasan renang dan penggunaan keramik licin hingga tidak seragamnya warna keramik di Kolam Renang Mila Kencana.

Hal ini dilakukan guna memastikan setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran negara memiliki kualitas yang baik dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
​
Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor yang baru, Harius Prangganata, mengatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam terhadap informasi maupun isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait pelaksanaan proyek fisik.

Meski saat ini belum ada laporan resmi yang masuk, pihak Intelijen Kejari terus mengumpulkan data dan mempelajari aturan main dari setiap pekerjaan tersebut.
​
“Informasi banyak kami terima, tapi kami tidak akan ‘ujug-ujug’ (tiba-tiba) membawa itu ke ranah hukum tanpa cerita yang jelas. Kami mengumpulkan data, mempelajari aturan, mulai dari nilai pekerjaan hingga kesesuaian di lapangan,” ujar Harius kepada wartawan, Kamis (2/4)
​
Harius menekankan bahwa salah satu poin krusial yang dipelajari kejaksaan adalah sinkronisasi antara perencanaan awal dengan hasil akhir di lapangan.

Kejari, kata dia, ingin memastikan apakah sarana prasarana yang dibangun, seperti fasilitas olahraga, benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal atau justru terbengkalai.
​
Harius menyebutkan bahwa timnya perlu memastikan apakah barang atau bangunan tersebut berguna bagi publik.

Ia menegaskan kejaksaan akan menelusuri bagaimana perencanaan awal hingga tahap pemanfaatan saat ini, untuk menjamin anggaran negara tidak terbuang sia-sia.
​
“Kami tidak akan sampaikan semua informasi yang didapat ke publik saat ini, namun kami pelajari masing-masing pihak. Ini menyangkut kepentingan masyarakat. Anggaran negara yang digunakan jangan sampai sia-sia, keberlangsungan pekerjaannya harus jangka panjang, tidak hanya untuk sekarang,” tegasnya.
​
Menanggapi isu miring yang sempat berkembang, termasuk adanya sorotan dari DPRD Kota Bogor terkait kekurangan fisik pada proyek GOR Indoor, Harius menjelaskan bahwa kejaksaan tetap memonitor perkembangan tersebut.

Ia berpendapat bahwa setiap pihak, termasuk anggota dewan, memiliki hak untuk memberikan penilaian berdasarkan fungsi pengawasan.
​Namun, untuk menyimpulkan sebuah pekerjaan benar atau salah, kejaksaan memerlukan keterangan langsung dari pihak yang bertanggung jawab secara teknis, dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun penyedia jasa.
​
“Kalau dari jawaban ‘kanan-kiri’ itu masih belum pasti. Kami baru bisa menyimpulkan kegiatan itu salah atau benar setelah ada penjelasan dari pihak yang bertanggung jawab atau penyedianya. Jika hanya berpendapat, semua orang bisa berpendapat,” jelas Harius.
​
Lebih lanjut, Harius mengingatkan bahwa setelah proses serah terima pekerjaan dilakukan, maka tanggung jawab beralih pada pemeliharaan. Hal ini penting agar fasilitas publik tetap dalam kondisi prima meski masa pembangunan sudah selesai.
​
“Jika sudah ada serah terima, berarti sudah dianggarkan pula untuk memeliharanya nanti. Kami akan terus pantau dan monitor terus kegiatan itu,” katanya.
​
Harius berkomitmen bahwa di bawah kepemimpinannya di bidang Intelijen, Kejari Kota Bogor akan bersikap objektif dalam melihat setiap persoalan, sehingga masyarakat mendapatkan kepastian terkait kebenaran informasi yang berkembang di lapangan.

Bupati Rudy Susmanto Awali Gerakan Tes Urine di Lingkungan Pemkab Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor  – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui langkah nyata berupa pelaksanaan tes urine secara acak di lingkungan kantor pemerintahan.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal pemerintahan sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

“Ketika kita ingin memerangi narkotika dan obat-obatan terlarang, maka kita harus memberikan contoh terlebih dahulu. Untuk itu, kami meminta agar mulai hari ini dilakukan pemeriksaan tes urine secara acak di kantor-kantor pemerintah,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine dimulai dari dirinya sebagai bentuk transparansi dan keseriusan.

“Saya ingin dimulai dari ruangan ini, dimulai dari saya sebagai Bupati Bogor. Kita harus menunjukkan kepada publik bahwa kita benar-benar serius dan tidak hanya sebatas imbauan,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Bogor menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tes urine agar tidak terjadi praktik kecurangan, serta memastikan hasil pemeriksaan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan, baik melalui langkah pencegahan maupun penindakan yang tegas.

“Jika ada yang terindikasi dan melapor, kita arahkan untuk rehabilitasi. Namun jika tidak terbuka dan terbukti melalui pemeriksaan, maka akan dikenakan sanksi tegas. Ini adalah wujud keseriusan kita dalam menjaga Kabupaten Bogor dari ancaman narkoba,” terangnya. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga generasi muda sebagai penerus bangsa dari ancaman narkotika, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya pencegahan narkoba.

Ia mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjadi salah satu perangkat daerah pertama yang telah dilakukan tes urine secara menyeluruh, dengan hasil yang menunjukkan tidak adanya temuan penyalahgunaan.

“Alhamdulillah hasilnya tidak ada temuan. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga karena tidak semua penyalahgunaan dapat langsung terdeteksi,” ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa berdasarkan data survei nasional yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional berada di kisaran 2,11 persen. Jika dikonversikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor, diperkirakan terdapat lebih dari 100 ribu jiwa yang berpotensi terindikasi.

“Ini menjadi tantangan besar bagi kita bersama, karena jumlah penanganan kasus yang ada saat ini masih jauh dari estimasi tersebut,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan angka prevalensi setiap tahun bukan semata menunjukkan kegagalan, melainkan juga mencerminkan keterbukaan dan peningkatan upaya pengungkapan kasus di lapangan.

Dalam upaya pencegahan, BNN Kabupaten Bogor terus mendorong berbagai program, seperti edukasi ke sekolah, pembinaan masyarakat, serta pengembangan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Selain itu, layanan rehabilitasi rawat jalan dan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) juga terus diperkuat.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, BNN, aparat penegak hukum, serta masyarakat, diharapkan upaya pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif demi melindungi generasi masa depan bangsa.(*/ded)

The Jungle Kembali Hadirkan Promo KTP, Ada Juga Wahana Baru Film Kisah Para Nabi

0

Kota Bogor | Jurnal Bogor – Wahana rekreasi air yang berlokasi di kawasan Bogor Nirwana Residence, The Jungle Waterpark yang dinobatkan sebagai daya tarik wisata terbaik tingkat Kota Bogor dan peraih Top Brand. Bulan April ini The Jungle kembali menghadirkan Promo Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi warga provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

General Manager The Jungle Waterpark Bogor, Zakky Afifi mengatakan promo ini berlaku mulai tanggal 1 – 30 April 2026 untuk pembelian langsung di loket. “Caranya cukup tunjukkan KTP di loket saat kedatangan, pengunjung bisa mendapat harga khusus Rp 65.000,-per orang pada hari Senin – Jumat dari harga normal Rp. 85.000,- per orang, sedangkan pada hari Sabtu – Minggu atau Libur Nasional harga tiket Rp. 80.000,- per orang dari harga normal Rp. 100.000,- per orang. 1 KTP berlaku untuk 4 orang,” jelas Zakky, Kamis (2/3/2026).

Ada pula promo Liburan Seru ber-8 dengan harga Rp 500.000,- untuk 8 orang pada hari Senin-Jumat, dan Rp 600.000,- pada hari Sabtu-Minggu dan libur nasional. Selain itu, ada pula paket Liburan Seru ber-10 dengan harga Rp 550.000,- untuk 10 orang pada hari Senin-Jumat, dan Rp 650.000,- pada hari Sabtu-Minggu dan libur nasional. Pembelian via website www.thejungleadventure.com.

Selain itu, The Jungle kembali menghadirkan promo bagi mereka yang berulang tahun di bulan April. Gratis bagi yang berulang tahun dengan syarat membawa minimal dua orang pendamping. Menunjukkan fotokopi identitas seperti KTP, SIM, Akta Lahir, atau KK di loket tiket. Harga untuk pendamping Rp 65.000,-per orang pada hari Senin – Jumat dan pada hari Sabtu – Minggu atau Libur Nasional harga tiket Rp 80.000,- per orang, tambah Zakky.

The Jungle Waterpark Bogor juga menyiapkan wahana baru yaitu cinema pemutaran Film Kisah para Nabi dan Rosul. Film ini menambah warna baru liburan keluarga serta memperkaya wawasan keimanan dengan manyaksikan kisah teladan para Nabi. Tidak hanya keseruan bermain air liburan kali ini akan lebih bermakna dengan mendapat pelajaran berharga tentang perjuangan dan kebaikan para Nabi & Rasul dari film tersebut. “Pemutaran film berdurasi sekitar kurang lebih 10 menit ini akan mengajak pengunjung melihat gambaran kisah perjalanan dan perjuangan para Nabi dan Rasul. Harga tiketnya hanya Rp. 15.000,- per orang. Dengan adanya wahana ini liburan semakin berkesan dan sekaligus menjadi pengalaman edukatif untuk dinikmati bersama keluarga,” jelas Zakky Afifi, General Manager The Jungle.

Untuk pengunjung yang ingin paket lainnya ada Promo Bundling yaitu paket masuk The Jungle yang terdiri dari 2 tiket masuk + 1 loker, 2 tiket flying fox dan 2 tiket kolam air hangat. Paket ini benar-benar hemat yaitu dengan harga Rp. 170.000,- pada Senin-Jumat dan untuk Sabtu – Minggu dan Hari Libur Nasional dengan harga Rp. 200.000,-,” Dengan membeli promo Bundling, sudah termasuk Gratis Nonton Film Kisah 25 Nabi & Rasul untuk 2 orang, kata Zakky.

“Jika ingin membeli tiket dengan harga lebih hemat, pengunjung juga dapat membeli secara daring melalui situs web www.thejungleadventure.com,”

Menyambut long weekend, tanggal 3-5 April 2026, The Jungle juga memberikan promo spesial Liburan Seru Long Weekend Beli 3 Gratis 1. Pengunjung cukup membeli 3 tiket dengan harga normal weekend Rp 100.000,-/orang, langsung akan mendapatkan 1 tiket tambahan gratis. Khusus hari Jumat pada tanggal 10, 17 dan 24 April ada promo Jurasik (Jumat Murah Asyik) dengan harga paket tiket Rp.100.000,- untuk tiga orang pembelian via online di website The Jungle.

The Jungle merupakan taman rekreasi air yang memiliki banyak wahana diantaranya kolam bernuansa pantai (jungle beach), kolam ombak (wave pool), menara seluncur (tower slide), kolam anak (kiddy pool), kolam santai (leisure pool), kolam air hangat (whirpool), seluncur balap (racer slide), fountain futsal, kolam arus (lazy river). Kolam air hangat The Jungle kini hadir dengan suhu yang lebih hangat yaitu kisaran 33-37 ⁰C, yang pastinya memiliki banyak manfaat seperti melancarkan peredaran darah, relaksasi otot dan sendi, serta mengurangi stress dan kecemasan.

Berbagai fasilitas juga tersedia, termasuk cabana (gazebo), pelampung, loker, ruang ganti dan toilet, sarana ibadah, P3K, ATM, serta foodcourt. Foodcourt The Jungle banyak menyajikan makanan dan minuman yang beragam. Jam operasionalnya adalah dari pukul 09.00 hingga 17.00 wib. Yudi