26.4 C
Bogor
Tuesday, September 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 75

Tempa Mental Penyuluh Muda, Kementan Gembleng CPNS Lewat Api Semangat Bela Negara di Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian dengan menanamkan nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada calon penyuluh. Melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN) digelar sebagai bagian penting dari Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang II Tahun 2026, Rabu (01/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di BBPMKP Ciawi ini, diikuti oleh CPNS penyuluh pertanian dari berbagai daerah. Mereka dipersiapkan tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, tetapi juga karakter, integritas, dan semangat pengabdian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan.

ASBN menjadi tahapan krusial dalam Latsar CPNS karena berfokus pada internalisasi nilai-nilai dasar ASN, seperti integritas, profesionalisme, loyalitas, serta orientasi pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, peserta ditempa untuk memiliki ketangguhan mental dan kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memegang peran strategis dalam mendorong keberhasilan program pertanian nasional.

“Penyuluh harus memiliki integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian yang tinggi. Mereka adalah penggerak di lapangan yang memastikan program berjalan dan memberikan dampak nyata bagi petani,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai bahwa ASBN menjadi momentum penting dalam membentuk karakter ASN yang tangguh dan berorientasi pelayanan.

“Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu menginternalisasikan nilai integritas dan profesionalisme, sehingga siap menjalankan peran sebagai pendamping petani yang andal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, menekankan bahwa penguatan karakter menjadi fondasi utama dalam mencetak penyuluh muda berkualitas.

“Kami ingin memastikan para CPNS penyuluh tidak hanya memahami tugasnya, tetapi juga memiliki nilai dasar ASN yang kuat. Ini penting agar mereka siap terjun ke lapangan dan memberikan kontribusi nyata,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pembekalan ASBN, para peserta diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang adaptif, responsif, dan berdaya saing di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Kementerian Pertanian optimistis dapat melahirkan generasi penyuluh muda yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat, sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

(Restu/BBPMKP)

PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU Lebih dari 4 Kali Lipat Dibanding Tahun 2025

0

Jurnal Bogor | Jakarta – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 H.

Secara rinci, frekuensi pengisian daya pada periode 12–31 Maret 2026 mencapai 303.234 transaksi, meningkat dari 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, konsumsi listrik tercatat sebesar 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat dari 1,75 juta kWh pada 2025.

“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Hal ini tidak lepas dari kesiapan infrastruktur dan layanan yang kami hadirkan secara optimal selama periode mudik,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, Kamis, 2 April.

Ia menambahkan, PLN bersama mitra telah menghadirkan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer. Khusus di jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 titik, meningkat sekitar 70 persen dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, PLN juga menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik-titik strategis, terutama di area exit tol, yang didukung oleh ribuan personel siaga.

Selain penambahan infrastruktur, PLN juga meningkatkan kualitas layanan melalui modernisasi teknologi pengisian daya. Beberapa SPKLU dengan tingkat penggunaan tinggi telah ditingkatkan dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging sehingga proses pengisian menjadi lebih cepat.

Penguatan layanan ini turut didukung oleh pengembangan ekosistem digital melalui fitur Electric Vehicle Digital Services (EVDS) pada aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pengguna dalam mengakses layanan SPKLU secara terintegrasi.

PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan informasi lokasi SPKLU dan ketersediaan konektor, serta fitur AntreEV yang memungkinkan pemantauan antrean secara real time.

Selain itu, PLN menghadirkan kemudahan transaksi melalui sistem pembayaran elektronik EV-TAP yang tersedia di sejumlah SPKLU di jalur mudik Trans Jawa sehingga proses pengisian daya menjadi lebih cepat, praktis, dan tanpa hambatan.

“Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan kendaraan listrik agar masyarakat semakin nyaman beralih ke energi bersih,” tutup Darmawan. (Ded)

17 Juta Orang Lakukan Perjalanan Wisata saat Lebaran

0

JurnalBogor | Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengutarakan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 mendorong lonjakan signifikan pergerakan masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan total pergerakan penumpang nasional berdasarkan data Kementerian Perhubungan mencapai sekitar 147,55 juta orang, meningkat 2,53 persen dibandingkan proyeksi awal. 

“Sekitar 12 persen atau setara dengan sekitar 17,27 juta orang memanfaatkan momentum Lebaran tahun ini untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata. Meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 6,3 persen,” ujar Wamenpar Ni Luh dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (2/4/2026).

Ni Luh menambahkan, angka tersebut adalah estimasi; data riil tentu akan menunggu dari BPS, karena kami berkolaborasi dengan BPS untuk penghitungan jumlah wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Daya tarik wisata yang paling diminati wisatawan selama periode Lebaran lalu tercatat di antaranya yaitu Malioboro di Yogyakarta dengan total 468.004 wisatawan yang berkunjung, Ancol dikunjungi sebanyak 343.623 wisatawan, kemudian diikuti dengan daya tarik wisata Ragunan, Kota Lama Semarang, Masjid Al Jabar Bandung, Pantai Pangandaran, Monas, Masjid Agung Demak, Telaga Sarangan Magetan, serta Taman Safari Indonesia Bogor. 

Sementara untuk rata-rata pengeluaran wisatawan baik untuk pengeluaran per keluarga maupun per orang, jika dibandingkan dengan tahun lalu berdasarkan data pendekatan pengeluaran masyarakat dari Kementerian Perhubungan, mengalami sedikit penurunan. Tercatat dari sekitar Rp4,95 juta menjadi Rp3,78 juta per keluarga, serta dari Rp1,2 juta menjadi Rp1,15 juta per orang. 

“Dengan meningkatnya jumlah pelaku perjalanan wisata, total pengeluaran pada sektor pariwisata mengalami kenaikan dari sekitar Rp11,04 triliun pada 2025 menjadi Rp19,86 triliun pada 2026. Hal ini menunjukkan ada pergeseran dari konsumsi berbasis rumah tangga menjadi konsumsi berbasis pengalaman, khususnya pada sektor pariwisata,” ujar Wamenpar. 

Kementerian Pariwisata secara khusus juga melakukan pemantauan jumlah kunjungan wisatawan ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR). 

Realisasi pergerakan penumpang ke-10 DPP periode Lebaran 2026 sebesar 6,66 juta pergerakan, mengalami peningkatan sebesar 13,74 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 (5,86 juta pergerakan). Sedangkan 3 DPR juga mengalami peningkatan pergerakan penumpang pada Lebaran 2026 sebesar 6,1 juta pergerakan, meningkat 24,63 persen dibandingkan periode Lebaran 2025 sebesar 4,9 juta pergerakan. 

“Peningkatan terbesar terjadi di DPP Raja Ampat sebesar 19,9 persen dan Kepulauan Riau sebesar 125,5 persen untuk DPR,” kata Ni Luh Puspa. (DR)

Harga BBM Belum Naik, Pertamina Tanggung Selisihnya

0

Jurnal Bogor | Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Pertamina menanggung selisih harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk sementara, selama harga BBM nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian di tengah lonjakan harga minyak dunia. “Sementara sepertinya Pertamina. Sementara, ya,” ujar Purbaya, dikutip neraca.co.id, Kamis (2/3/26) .

Purbaya menyampaikan Pertamina mampu menanggung selisih tersebut, sebab pemerintah telah membayar kompensasi kepada Pertamina dengan lancar. Kompensasi adalah dana yang dibayarkan pemerintah kepada badan usaha (seperti Pertamina atau PLN) untuk menutupi selisih antara harga jual eceran yang ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian (harga pasar) bahan bakar minyak (BBM) dan tarif tenaga listrik.

Dalam hal ini, pemerintah membayar kompensasi kepada Pertamina untuk menutupi selisih harga jual Pertalite yang merupakan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP). “Sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar, yang kompensasi kan sekarang kami bayar tiap bulan 70 persen terus-terusan. Jadi, keuangan Pertamina juga amat baik,” ucap Purbaya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi tidak mengalami kenaikan. Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3), Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan koordinasi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto

Pemerintah juga memastikan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak panik ataupun resah terhadap isu kenaikan harga. Sementara itu, harga minyak dunia jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 100 dolar AS per barel, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel.

Rudi Susmanto Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

0

Jurnal Bogor | Cibnong – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor. Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

“Yang terpenting adalah satu, kita tuntaskan bersama-sama. Kabupaten Bogor harus bersih dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” ujar Rudy Susmanto, pada Rabu (1/4).

Rudy meminta masyarakat yang mengetahui adanya praktik penjualan obat-obatan terlarang, termasuk obat daftar G, untuk segera melaporkannya kepada pemerintah daerah. Laporan tersebut dapat disampaikan melalui kanal pengaduan seperti DM Lapor Pak Bupati maupun saluran komunikasi resmi pemerintah daerah lainnya.

Ia menjelaskan, informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan. Masyarakat diminta menyampaikan informasi secara rinci, mulai dari nama toko, lokasi penjualan, hingga pemilik atau tempat penyimpanan barang.

“Segera kirim alamat tokonya, nama pemiliknya, lokasi tokonya, bahkan kalau mengetahui tempat penyimpanannya di mana. Informasi tersebut akan sangat membantu saat kita turun bersama-sama melakukan penindakan,” jelasnya.

Menurut Rudy, Kabupaten Bogor memiliki kekuatan kolaborasi yang solid dalam memberantas narkoba. Mulai dari jajaran kepolisian, Badan Narkotika Nasional, hingga perangkat daerah seperti Satpol PP dan Dinas Kesehatan siap bekerja bersama dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

“Di Kabupaten Bogor kita punya Kapolres dan jajaran yang hebat, di Jawa Barat ada Kapolda dan jajarannya, ada juga Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bogor. Dari pemerintah daerah ada Satpol PP dan Dinas Kesehatan. Dengan kolaborasi ini kita harus pastikan narkoba di Kabupaten Bogor bisa kita tuntaskan,” tegasnya.

Rudy menambahkan, langkah pemberantasan narkoba tersebut juga merupakan bagian dari upaya melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

“Kita harus lindungi generasi muda kita, khususnya yang ada di Kabupaten Bogor,” katanya.

Di sisi lain, Rudy juga menanggapi isu yang sempat beredar di media sosial terkait pencatutan namanya sebagai pembina salah satu media. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Saya pastikan tidak pernah ada permintaan secara resmi maupun tidak resmi kepada saya untuk menjadi pembina media tersebut. Saya juga tidak pernah menjadi pembina di media manapun,” ujarnya.

Ia menilai, jika seorang kepala daerah menjadi pembina media yang menerima biaya publikasi dari pemerintah daerah, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan bahkan bisa mengarah pada persoalan hukum.

Meski demikian, Rudy menilai ramainya pembahasan isu tersebut di masyarakat justru membuka ruang informasi yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam mengungkap praktik peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Bogor.

“Semakin ramai justru semakin baik, karena informasi yang masuk semakin banyak dan semakin lengkap. Itu bisa membantu kita menindak dan memberantas bersama-sama,” pungkasnya. [*]

AMBB Laporkan Proyek Dispora ke Kejaksaan

0

Bogor | Jurnal Bogor

​Aspirasi Masyarakat Bogor Bersatu (AMBB) resmi melaporkan proyek pembangunan fasilitas olahraga di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Rabu (1/4).

Diketahui, laporan ini dipicu oleh temuan kerusakan pada sejumlah fasilitas olahraga yang baru saja rampung dikerjakan.

Beberapa poin krusial yang disoroti meliputi
​Pagar GOR Bogor Utara dengan kondisi pagar yang dilaporkan ambruk. Kemudian ​Indoor A GOR Pajajaran dengan kursi penonton yang sudah terlepas. Hingga ​Kolam Renang Mila Kencana dengan kondisi lantai kolam yang dinilai tidak sesuai standar dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna.

​Perwakilan AMBB, Irfan Yoga, menyatakan bahwa kerusakan pada fasilitas yang terhitung masih baru tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas pengerjaan dan lemahnya pengawasan di lapangan.

​”Kami berharap adanya klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut oleh aparat penegak hukum (APH).

Kualitas pembangunan fasilitas publik harus dipastikan sesuai standar demi keamanan masyarakat,” tegas Irfan.

​Menurut Irfan, ada beberapa indikasi pelanggaran yang dilaporkan, di antaranya ketidaksesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis. Kemudian ada ​potensi ketidaktepatan dalam penerapan justifikasi teknis.

​Selain fisik bangunan, AMBB juga mendesak adanya peninjauan ulang terhadap proses Provisional Hand Over (PHO) dan Berita Acara Serah Terima (BAST).

AMBB, kata dia, meminta transparansi dari seluruh pihak terlibat, mulai dari Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, hingga konsultan pengawas.

​”Proses administrasi serah terima ini perlu ditinjau kembali apakah sudah sesuai dengan ketentuan atau justru dipaksakan,” katanya.

​Dalam laporannya, AMBB menyertakan rujukan regulasi ketat, termasuk UU Keuangan Negara, UU Jasa Konstruksi, serta Perpres tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

​AMBB mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bogor untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari penyelidikan hingga audit teknis dan administratif.

Langkah ini dinilai penting untuk membuktikan apakah terdapat kerugian negara atau pelanggaran prosedur dalam proyek-proyek tersebut.

​Ia mengajak warga Bogor untuk lebih proaktif dalam mengawasi pembangunan di daerahnya.

“Fasilitas ini dibangun menggunakan uang rakyat, maka manfaat dan keamanannya harus kembali secara optimal kepada rakyat,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Proyek Dispora Disidak, Dewan Khawatir Keselamatan Masyarakat

0

Bogor | Jurnal Bogor

​Komisi IV DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua fasilitas olahraga penting, yakni Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara dan GOR Pajajaran pada Rabu (1/4).

Dalam kunjungan tersebut, para wakil rakyat menemukan sejumlah persoalan krusial mulai dari dugaan material di bawah standar hingga fasilitas yang membahayakan keselamatan warga.

​Rombongan sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, didampingi Sekretaris Komisi IV Subhan, serta anggota komisi lainnya yakni Banu Lesmana Bagaskara, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah, dan Mulyani.

​Ketua Komisi IV, Fajar Muhamad Nur, menyoroti insiden robohnya salah satu struktur di GOM Bogor Utara yang sebelumnya diklaim akibat faktor cuaca atau force majeure.

Namun, berdasarkan cek fisik di lapangan, Fajar membantah hal tersebut dan menduga adanya kesalahan konstruksi.

​”Menurut kami setelah cek di lapangan, ini bukan force majeure, melainkan kesalahan konstruksi yang perlu segera diperbaiki dan direvisi. Kami melihat kualitas material yang ada itu kurang standar. Penopang tidak memakai galvanis standar, melainkan yang tipis,” ujar Fajar.

​Fajar juga mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor untuk segera melakukan investigasi mendalam dan mempertanyakan fungsi pengawasan saat proyek berlangsung.

“Kenapa kalau tidak sesuai standar, uangnya tetap dikeluarkan? Kami akan minta keterangan Dispora dan akan rekomendasikan kepada dispora agar dapat mengaudit internal mengecek kesesuaian dengan Detail Engineering Design (DED),” tegasnya.

​Sidak kemudian berlanjut ke Kolam Renang Mila Kencana di kawasan GOR Pajajaran guna mengecek persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Di lokasi ini, Sekretaris Komisi IV, Subhan menemukan beberapa kekurangan teknis, termasuk kondisi keramik yang licin dan Starting block yang belum memadai.

​”Kami menemukan kekurangan seperti keramik yang masih licin dan kekurangan pada Starting block. Kami ingin memastikan Porprov nanti berjalan lancar tanpa kendala teknis yang tidak diinginkan,” kata Subhan.

​Senada dengan itu, anggota Komisi IV Mulyani mengkhawatirkan keselamatan pengunjung, khususnya anak-anak.

“Di kolam Mila Kencana ada banyak batu-batu yang lepas dan tajam. Saya takut anak kecil yang berjalan tanpa alas kaki bisa terluka. Harus ada tindak lanjut segera agar masyarakat merasa nyaman,” imbuh Mulyani.

Anggota Komisi lV lainnya, Banu Lesmana Bagaskara menambah bahwa dalam proses revitalisasi untuk pengelolaan parkir agar lebih maksimal dan ada lahan-lahan UMKM yang mungkin sudah eksisting untuk di perhatian.

“Jangan sampai kita melakukan revitalisasi tapi orang-orang yang mencari rezeki di wilayah GOR Pajajaran disingkirkan. Saya titip pesan ke Kadispora agar ada boot-boot UMKM yang sudah ada bisa diperdayakan lebih lanjut,” katanya.

​Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dispora (Kadispora) Kota Bogor, Anas Rusmana, menyampaikan apresiasinya atas masukan dari DPRD. Ia menjelaskan bahwa perbaikan di GOR Pajajaran memang dilakukan secara bertahap.

​”Terkait keramik yang diduga licin di Mila Kencana, itu berada di area kolam prestasi sekitar 20 persen. Solusinya, kami akan segera memasang karpet anti-slip dan menambah fasilitas duduk untuk atlet,” jelas Anas.

​Terkait insiden di GOM Bogor Utara, Anas menyatakan pihaknya akan menempuh langkah audit.

“Kami akan lakukan audit internal terlebih dahulu untuk mengetahui motif penyebab sebetulnya, apakah memang murni bencana atau ada ketidaktepatan dalam penerapan aspek konstruksi,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Generasi Muda Kunci Kebangkitan Yayasan Pakuan Siliwangi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Yayasan Pakuan Siliwangi resmi memulai babak baru melalui pelantikan pengurus periode terbaru hari ini. Langkah ini disebut sebagai momentum krusial untuk membawa Universitas Pakuan (Unpak) bertransformasi menghadapi tantangan global dengan semangat regenerasi.

Dewan Penasehat Yayasan Pakuan Siliwangi, Prof. Bibin Rubini, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar pergantian jabatan rutin, melainkan sebuah peralihan tongkat estafet kepada generasi yang lebih muda.

“Pelantikan ini merupakan momentum untuk kebangkitan yang lebih baik bagi Yayasan Pakuan Siliwangi. Saya menitikberatkan pada aspek regenerasi, di mana muka-muka baru dari generasi muda kini tampil sebagai tanda adanya peralihan tongkat kepemimpinan dari yang tua kepada yang muda,” ujar Prof. Bibin.

Dalam arahannya, Prof. Bibin menekankan bahwa seluruh tata kelola yayasan wajib mengacu pada grand design yang telah disusun oleh dewan pembina. Dokumen strategis ini bertujuan untuk memastikan cita-cita pendiri Unpak tetap terjaga, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan berkualitas yang tetap terjangkau oleh masyarakat luas.

Saat ini, Universitas Pakuan telah menunjukkan prestasi signifikan dengan meraih akreditasi Unggul untuk perguruan tinggi, serta 12 program studi yang juga telah terakreditasi Unggul dari total 40 program studi yang ada. Sisanya telah mengantongi predikat Sangat Baik.

Prof. Bibin juga memberikan pesan khusus kepada pengurus baru yang jumlahnya relatif sedikit namun mengemban beban tugas yang besar.

“Kami memilih orang-orang muda ini karena mereka mampu membawa muatan besar ini bergerak jauh lebih cepat. Orangnya sedikit, tapi tekadnya harus besar agar Unpak lebih maju lagi,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Pakuan Siliwangi yang baru dilantik, Dr. Yan Noviar Nasution, menyatakan kesiapannya untuk melakukan percepatan (akselerasi) organisasi agar tetap relevan dan sustain di tengah kondisi global.

“Harapannya ke depan Pakuan tetap sustain. Caranya adalah dengan peningkatan tata kelola yang bermuara pada efisiensi dan efektivitas. Kami juga akan mengoptimalkan berbagai aktivitas, termasuk hasil riset agar bisa bersinergi dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI), serta pemerintah daerah maupun pusat,” ungkap Dr. Yan.

Menutup keterangannya, Dr. Yan juga mengajak peran serta media untuk mendukung perjalanan baru Unpak menuju masa depan yang lebih inklusif dan kompetitif.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Subhan berharap Yan Noviar melalui Yayasan Pakuan Siliwangi dapat membantu Pemerintah Kota Bogor dalam mencerdaskan kehidupan berbamgsa serta membantu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Saya berharap Yayasan Pakuan Siliwangi melalui Universitas Pakuan ke depan dapat membantu pemerintaj, khususnya dalam meningkatkan IPM,” tandasnya.
** Fredy Kristianto

Musdesus Kalongliud Tetapkan 22 KPM Terima BLT DD 2026

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus, Rabu (1/4/2026) untuk memvalidasi, finalisasi dan penetapan calon penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa 2026.

Dengan keterlibatkan unsur pemerintah desa, BPD, pendamping PKH, serta unsur TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas Musdesus berlangsung di aula Kantor Desa Kalongliud.

“Melalui Musdesus, telah menghasilkan keputusan sebanyak 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dinilai layak menerima bantuan,” ujar Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman.

Jani Nurjaman menegaskan bahwa proses penetapan dilakukan secara terbuka dan mengedepankan asas musyawarah untuk mufakat.

“Penetapan KPM BLT Dana Desa tahun 2026 ini sudah melalui proses validasi dan verifikasi yang melibatkan berbagai unsur. Kami pastikan berjalan transparan dan sesuai kriteria yang telah ditentukan,” ujar Jani.

“Musdesus tersebut merujuk kepada Peraturan PMK no.7 tahun 2026 dan Permendes No. 16 tahun 2025 serta SE Bupati Bogor no. 4100.3.4.2/369/DPMD/2026 tentang Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa Tahun 2026,” jelasnya.

“Total anggaran Dana Desa tahun anggran 2026 Rp373.456.000, dialokasikan untuk 11 kegiatan, diantaranya untuk pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan dan tanggap darurat,” kata lagi.

Ia juga menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu serta tepat sasaran.

“Harapannya bantuan ini benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” katanya.

Sementara itu, Babinsa Desa Kalongliud, Supriadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan pentingnya pengawasan bersama agar program berjalan sesuai aturan.

“Kami dari unsur TNI akan terus mendukung dan mengawal setiap program pemerintah, termasuk penyaluran BLT Dana Desa agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,” ungkapnya.

Musdesus ini menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas penggunaan Dana Desa, sekaligus menghindari potensi konflik sosial di masyarakat akibat ketidaktepatan data penerima.

Dengan telah ditetapkannya 24 KPM, Pemerintah Desa Kalongliud diharapkan dapat segera menyalurkan BLT Dana Desa Tahun 2026 sesuai mekanisme yang berlaku.

** Arip Ekon

Ratusan Siswa SDN Gunung Dahu Kecewa MBG tak Kunjung Datang

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Sejak pagi, ratusan siswa di SDN Gunung Dahu, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terpaksa harus mengalami kekecewaan setelah nasi ompreng MBG dari SPPG Bantarkaret tak kunjung datang. Meski pihak sekolah meminta sejumlah murid untuk tetap berada di ruang kelas, namun hingga menjelang siang distribusi menu MBG yang dijanjikan pihak SPPG tak datang juga.

Salah seorang siswa kelas 5 mengaku sudah menunggu sejak pukul 10.00 WIB, waktu yang disebut-sebut sebagai jadwal pembagian.

“Tadi semua murid disuruh nunggu sama guru, dari jam 10 sampai jam 12 nggak datang-datang,” ujarnya.

Kekecewaan pun tak terelakkan. Para siswa yang seharusnya sudah pulang lebih awal justeru tertahan di sekolah tanpa kepastian.

“Kecewalah, harusnya jam 10 kita sudah pulang ke rumah dan belajar, ini malah harus nunggu. Rasanya seperti dibohongi,” katanya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kepala SDN Gunung Dahu, Ujang. Ia menyatakan bahwa distribusi MBG memang tidak terealisasi pada hari itu.

“Iya benar tidak ada. Alasannya telat sampai jam 12 lewat lalu di-cancel,” kata Ujang.

Ia juga mengaku kebingungan dengan mekanisme yang terjadi. Menurutnya, pihak sekolah hanya berperan menerima dan menandatangani jika bantuan datang.

“Kami juga bingung. Kalau MBG datang, sekolah tanda tangan. Kalau tidak ada, ya tidak tanda tangan,” jelasnya.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait manajemen distribusi program MBG di tingkat pelaksana.

Keterlambatan yang berujung pembatalan tanpa pemberitahuan jelas dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi.

Sejumlah warga menilai, kejadian ini tidak bisa dianggap sepele dan patut dipertanyakan.

Terlebih, program MBG yang digadang-gadang sebagai upaya pemenuhan gizi justeru menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa.

“Ini harus dipertanyakan. Jangan sampai program bagus tapi pelaksanaannya amburadul. Anak-anak jadi korban,” ujar seorang warga sekitar, Agus.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG Bantarkaret mengenai penyebab pasti gagalnya penyaluran MBG di SDN Gunung Dahu.

** Arip Ekon