29.1 C
Bogor
Wednesday, July 1, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 75

UPT Perhubungan Sisir PJU Hingga Malam Hari, 15 Panel di Bantarkaret Telah Menyala

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Prasarana dan Perlengkapan Perhubungan (UPT PPP) Wilayah V Jasinga kembali melakukan perbaikan PJU di sepanjang jalan masih di wilayah Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Di musim penghujan sekarang ini, terlihat petugas UPT perhubungan tengah memperbaiki lampu- lampu panel PJU yang belum menyala.

Di sepanjang jalan di Bantarkaret sejumlah petugas perhubungan menyisir kondisi panel lampu hingga malam hari dengan menggunakan kendaraan khusus untuk menjangkau ketinggian tiang PJU.

UPT perlengkapan prasarana perhubungan melalui bagian teknisi lapangan Yaya Sudarya menyatakan, perbaikan PJU terus dilakukan dari pekan sebelumnya, tiga panel PJU keadaan tak menyala telah diperbaiki.

“Lantaran banyaknya PJU tak menyala, maka perbaikan PJU itu terus dilakukan,” kata Yaya kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/2/2026).

Sebelumnya disebutkan, salah satu penyebab PJU tak menyala karena terputusnya kabel berikut panel PJU yang hilang.

Ada juga yang belum menyala, seperti di Kampung Cadas Leueur yang tak jauh dari kediaman mantan Kades Bantarket itu panel lampunya masih menempel ada di tiang PJU.

“Panel lampunya ada, namun problemya kabelnya gak ada, hilang,” ringkasnya Yaya.

Mengingat banyaknya permintaan Pemerintah Desa untuk perbaikan PJU tersebut, untuk itu perbaikan PJU yang masih belum menyala pihaknya menjadwalkan kembali untuk menyambangi Desa Bantarket.

Sementara di Bantarkaret yang telah menyala sebanyak 15 panel PJU. “PJU yang belum menyala itu, nanti kami jadwalkan lagi ke Bantarkaret,” tandasnya.

Sementara, Sekretaris Desa Bantarkaret H Bombom mengaku respek terhadap respons perbaikan PJU yang dilakukan petugas UPT Perhubungan karena sangat membantu masyarakat.

“Sangat membantu, terutama di jalanan gelap yang jauh dari permukiman kondisi lampu telah menyala,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Dinilai Ilegal, DLH Segel TPS di Rumpin

0

Rumpin l Jurnal Bogor
Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal di Kampung Lebak Ela RT 01 RW 10 Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor disegel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor.

DLH melalui kepala UPT PS Jasinga Suyadi menyatakan, keberadaan TPS Ilegal tersebut sebelumnya dilakukan penindakan awal, namun pihaknya kembali turun ke lokasi untuk melakukan penyegelan secara permanen Selasa (3/2/2026).

“Penyegelan permanen lokasi TPS ilegal ini dilakukan dengan melibatkan Kepala Bidang PHLPL B3 DLH Kabupaten Bogor, unsur Kecamatan Rumpin, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Cidokom yang turun langsung ke lapangan,” ujar Suryadi.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut petugas memasang garis pengawasan PPLH serta papan larangan di lokasi guna mencegah aktivitas pembuangan sampah kembali terjadi.

“Selain penyegelan, kami juga memberikan teguran kepada pihak pengelola TPS ilegal agar segera melakukan pembersihan atau clear up sampah di lokasi tersebut,” katanya.

Menurut Suryadi, tugas DLH Kabupaten Bogor melalui UPT PS Jasinga maupun Bidang PHLPL B3 pada tahap penindakan di lokasi TPS itu dianggap telah selesai. Namun demikian, pengawasan serta proses lanjutan tetap akan dilakukan.

Sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, pengelola TPS ilegal itu akan diproses secara hukum. “Akan kami proses lebih lanjut,” pungkasnya.

**Arip Ekon

53 Jabatan Struktural Kosong, Dewan Minta Pemkot Siapkan Roadmap SDM

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kekosongan sebanyak 53 jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, menuai sorotan anggota DPRD. Fenomena tersebut dinilai bukanlah hal baru, dan seharusnya tidak terulang secara terus menerus.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bogor, Dody Hikmawan mengatakan bahwa dengan kekosongan jabatan tersebut tentunya akan berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat.

Menurut dia, agar permasalahan tersebut tak kembali terulang, seharusnya Pemkot Bogor menyiapkan roadmap penataan sumber daya manusia (SDM) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara komprehensif.

“Langkah ini perlu untuk memuat data yang akurat mengenai jumlah, kompetensi, dan kebutuhan riil di tiap sektor. Pendekatan ini juga harus mempertimbangkan manajemen kinerja dan efisiensi layanan publik,” ujar Dody kepada wartawan, Rabu (4/2).

Dody menyebut bahwa penataan SDM ini juga akan mampu membangun iklim birokrasi yang lebih profesional, produktif, dan akuntabel.

“Kami terus mendorong agar kebijakan penataan SDM dilakukan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kemanusiaan,” katanya.

DPRD, kata dia, menginginkan agar proses tersebut tidak melahirkan ketimpangan baru atau ketidakadilan di lapangan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah, Kementerian PAN RB, dan Kementerian Keuangan harus intensif agar setiap daerah memiliki ruang adaptasi sesuai kapasitas fiskalnya.

Dalam jangka panjang, sambung dia, birokrasi yang efisien tidak hanya bergantung pada jumlah ASN, tetapi juga pada kompetensi dan produktivitas aparatur.

“Setiap kebijakan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas kerja, pelatihan, dan budaya pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungakp politisi PKS ini.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor sedang memproses administrasi untuk mengisi kekosongan jabatan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Pengisian akan segera dilakukan setah rekomendasi turun.

Dalam kesempatan itu, Dedie juga membantah bahwa kekosongan jabatan telah terjadi selama setahun.

“Mana 1 tahun? Kan sebelumnya sudah diisi,” kata Dedie yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Bogor ini.

Kata dia, kekosongan jabatan struktural terjadi dilandasi beberapa faktor. Yakni, pensiun dan lain sebagainya. Namun, untuk mengisi kembali kekosongan dibutuhkan syarat utama, yaitu kepangkatan dan administrasi.

Saat disinggung mengenai pelantikan pejabat yang terkesan ‘dicicil’. Dedie berkilah bahwa pelantikan yang sebelumnya dilakukan terhadap guru dan kepala sekolah sudah selesai administrasinya. Sedangkan, untuk yang lain masih berproses di BKN.

“Tinggal dilantik semua, begitu rekomendasi turun,” kata Dedie.

Disinggung mengenai adanya isu titipan jabatan di lingkungan Pemkot Bogor. Dedie dengan tegas membantah rumor tersebut.

“Titipan siapa? Wong kabeh PNS. Mana bisa titip orang. Kan pegawai itu ada tingkat jabatannya ada pangkatnya. Yang bisa masuk ya harus sesuai saja syarat dan ketentuannya. Tidak bisa yang belum cukup pangkatnya menduduki posisi tertentu. Jadi titipan seperti apa?,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Warga Bantarkaret Bersyukur, PT Antam Perbaiki Akses Jalan Kampung Nunggul

0

Nanggung | Jurnal Bogor – Warga Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mengaku bersyukur atas perbaikan akses jalan yang dilakukan PT Antam di wilayah Kampung Nunggul menuju Kantor Desa Bantarkaret.

Tokoh masyarakat Desa Bantarkaret, Wa Ableh, mengatakan perbaikan jalan dilakukan dengan sistem tambal sulam sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Pekerjaan tersebut telah berlangsung sejak dua hari terakhir dan melibatkan tenaga kerja lokal asal Kecamatan Nanggung.

“Perbaikan jalan ini merupakan usulan masyarakat kepada PT Antam. Karena kondisi jalan sudah cukup parah, pihak Antam langsung merespons dan melakukan perbaikan,” ujar Wa Ableh kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/2/2026).

Wa Ableh yang juga menjadi pengawas kegiatan perbaikan jalan tersebut menyebutkan, sebelumnya PT Antam juga pernah melakukan perbaikan pada ruas jalan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

“Di tahun-tahun lalu Antam juga sudah memperbaiki jalan ini. Untuk itu kami mewakili masyarakat Desa Bantarkaret menghaturkan terima kasih,” ucapnya.

Hal senada disampaikan anggota Linmas Desa Bantarkaret, Usup Supriadi. Ia mengatakan, perbaikan jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena jalur tersebut merupakan akses utama aktivitas warga.

“Tambal sulam jalan ini memang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Perbaikan infrastruktur ini sangat urgen dilakukan, karena akses jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, khususnya warga Desa Bantarkaret,” kata Usup. Arip Ekon

Desa Sukamantri Maksimalkan Pelayanan, Kantor Desa Direnovasi Lewat Bankeu

0

Tamansari | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, merealisasikan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk merenovasi sekaligus membangun aula Kantor Desa Sukamantri sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sekretaris Desa Sukamantri Fuja Aditiya Suryadingrat mengatakan, bangunan kantor desa tersebut sebelumnya sudah ada. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan dan aktivitas pemerintahan desa, pihaknya melakukan renovasi serta penambahan aula untuk menunjang kegiatan rapat dan aktivitas kemasyarakatan.

“Bangunan ini sebelumnya sudah ada, hanya kita maksimalkan dengan renovasi dan penambahan aula untuk keperluan rapat serta kegiatan lainnya,” ujarnya, Rabu (04/02/26).

Ia menjelaskan, sejumlah ruangan yang ada sebelumnya digunakan untuk kegiatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta PKK.

Untuk tahap awal pembangunan, Pemerintah Desa Sukamantri menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sebesar Rp 250 juta. Pengajuan anggaran tersebut dilakukan pada tahun 2024 dan telah dibahas melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Menurutnya, hingga saat ini pembangunan kantor desa belum sepenuhnya rampung karena masih terdapat rencana pembangunan lantai dua.

Seiring dengan kebutuhan penyelesaian pembangunan, Pemerintah Desa Sukamantri kembali mengusulkan kelanjutan pembangunan kantor desa melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) serta Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp 900 juta.

Sekretaris desa menambahkan, fokus pembangunan kantor desa melalui bantuan keuangan dilakukan karena infrastruktur dasar desa, khususnya pembangunan jalan, saat ini sudah dinilai rampung.

“Karena infrastruktur jalan sudah selesai, maka anggaran kami maksimalkan untuk pembangunan dan renovasi kantor desa agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin optimal,” tutupnya. Yudi

Forkopimcam Ciomas Kompak Aksi Bersih Lingkungan

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Forkopimcam Ciomas menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di sepanjang Jalan Raya Ciomas, Kabupaten Bogor, sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan wilayah.

Kegiatan tersebut diikuti Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia, Danramil Ciomas, Camat Ciomas, serta jajaran Polsek Ciomas, Koramil, Satpol PP dan staf Kecamatan Ciomas. Aksi bersih-bersih menyasar bahu jalan, saluran air, serta sejumlah fasilitas umum di sepanjang ruas Jalan Raya Ciomas.

Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini merupakan wujud kepedulian Forkopimcam terhadap lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di ruang publik.

“Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana yang sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran warga agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata AKP Hendra Kurnia, Rabu (04/02/26).

Ia menambahkan, kebersihan lingkungan juga berperan penting dalam mencegah timbulnya berbagai penyakit serta meminimalisir terjadinya genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.

Melalui kegiatan ini, Forkopimcam Ciomas berharap sinergitas lintas instansi dapat terus terjaga dalam mendukung program kebersihan dan penataan lingkungan di wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Yudi

Desa Sinarsari Jalankan Tiga Program Ketahanan Pangan Dukung MBG

0

Dramaga | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sinarsari bersama BUMDes Sinar Berkah, Desa Sinarsari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, melaksanakan Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.

Program tersebut direalisasikan melalui tiga kegiatan utama, yakni budidaya pisang barangan jumbo merah, budidaya kacang kedelai Jepang (edamame), serta peternakan ayam petelur.

Kepala Desa Sinarsari, Ukon, mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketersediaan pangan bergizi sekaligus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat desa.

“Pelaksanaan program ini tidak hanya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan usaha desa oleh BUMDes Sinar Berkah,” kata Ukon, Rabu (04/02/26).

Ia menjelaskan, budidaya pisang barangan jumbo merah dipilih karena memiliki potensi pasar yang cukup baik dan sesuai dengan kondisi lahan di Desa Sinarsari. Sementara itu, budidaya edamame dinilai memiliki nilai jual tinggi serta peluang pasar yang terus berkembang.

Selain sektor pertanian, Pemerintah Desa Sinarsari juga mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai salah satu sumber penyedia protein hewani bagi masyarakat.

“Melalui peternakan ayam petelur, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan telur untuk mendukung program MBG, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujarnya.

Ukon menambahkan, seluruh kegiatan program ketahanan pangan tersebut dikelola oleh BUMDes Sinar Berkah dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari proses budidaya hingga pengelolaan hasil produksi.

Ke depan, Pemerintah Desa Sinarsari menargetkan program ketahanan pangan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa. Yudi

SDN Sukaluyu 2 Tamansari Tunggu Kepastian Pembangunan Pagar Sekolah

0

Tamansari | Jurnal Bogor – SDN Sukaluyu 2, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, kembali mengusulkan pembangunan pagar sekolah guna mengamankan aset dan lingkungan sekolah dari potensi tindak kejahatan.

Usulan tersebut telah disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kecamatan. Namun hingga memasuki tahun 2026, pembangunan pagar belum juga terealisasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, area sekolah masih terbuka tanpa pagar pembatas. Kondisi tersebut dinilai rawan, mengingat akses keluar masuk lingkungan sekolah tidak terkontrol.

Kepala SDN Sukaluyu 2, Adang Rohendi, mengatakan pihaknya telah mengajukan pembangunan pagar sejak Musrenbang tahun 2023.

“Kami sudah mengusulkan pembangunan pagar melalui Musrenbang, baik di tingkat desa maupun kecamatan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Bahkan sekarang sudah tahun 2026 dan belum ada tindak lanjut,” ujar Adang kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/02/26).

Menurutnya, lokasi sekolah cukup jauh dari permukiman warga sehingga tingkat kerawanan terhadap pencurian relatif tinggi.

“Sekolah ini jauh dari rumah warga. Karena tidak ada pagar, kondisi sekolah menjadi rawan pencurian,” katanya.

Selain itu, Adang menambahkan bahwa SDN Sukaluyu 2 berada dalam satu hamparan dengan SDN Sukaluyu 3 dan saat ini tengah dalam proses penggabungan sekolah.

“SDN Sukaluyu 2 satu hamparan dengan SDN Sukaluyu 3, sehingga dilakukan merger. Saat ini kami masih menunggu surat keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Ia berharap instansi terkait dapat segera memberikan kepastian serta merealisasikan pembangunan pagar sekolah demi keamanan lingkungan pendidikan. Yudi

Diduga Pemicu Bencana Longsor Sukamakmur, Pemkab Bogor Segel Dua Developer

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor lakukan penyegelan terhadap dua perusahaan di Desa Pabuaran Kecamatan Sukamakmur, yang diduga pemicu bencana longsor dan berdampak terhadap 60 rumah warga setempat rusak.

Plt Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan, bahwa Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pihaknya segel dua developer di Sukamakmur.

“Kami segel penghentian kegiatan terhadap Perumahan Sajiva. Bukan hanya itu, perusahaan menjual kaveling tanah yakni Harmoni juga kami lakukan penyegelan. Kedua perusahaan itu diduga penyebab terjadinya longsor yang mengakibatkan 60 rumah warga retak-retak dan roboh,” ujar Eko kepada Jurnal Bogor, Rabu (4/2).

Ia menambahkan, bahwa kedua kegiatan perusahaan developer di Sukamakmur tersebut belum dapat melanjutkan proyek pembangunan selama segel masih terpasang.

“Nanti tunggu hasil kajian tim geologi untuk kelanjutan dua perusahaan yang telah kami segel tersebut. Untuk sekarang dihentikan,” kata Eko.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan, bahwa pembangunan tidak boleh menimbulkan dampak buruk terhadap keseimbangan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Pertama, aspek lingkungan harus menjadi prioritas. Kedua, kami tidak ingin ada pembangunan yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Ketiga, kami juga mengacu pada surat edaran Gubernur Jawa Barat yang meminta penghentian sementara proses perizinan perumahan,” tegas Rudy.

Lebih lanjut Rudy memaparkan, pihaknya telah menghentikan sementara aktivitas di beberapa titik lokasi dan meminta perangkat daerah terkait untuk menginventarisasi seluruh kegiatan pembangunan, khususnya di Kecamatan Sukamakmur.

“Siapa pun yang berinvestasi di Kabupaten Bogor akan kami fasilitasi sesuai aturan, namun jangan sampai investasi berdampak negatif bagi warga sekitar,” papar Rudy. n Noverando H

Sempat Hilang, MD Ditemukan tak Bernyawa di Cisadane

0

Bogor | Jurnal Bogor

Upaya pencarian terhadap MD (8), bocah yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cisadane sejak Selasa (3/2/2026), akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu (4/2/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan tersangkut kurang lebih 2 kilometer dari titik awal kejadian, yakni di wilayah Gang Kosasih RT 003/RW 001, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko, mengonfirmasi bahwa penemuan terjadi saat tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai sejak pagi hari.

“Betul, korban atas nama Muhammad Dirga sudah ditemukan pagi ini oleh tim gabungan. Lokasi penemuannya berjarak sekitar 2 kilometer dari titik lokasi kejadian (LKP). Kondisinya saat ditemukan sudah meninggal dunia,” ujar Dimas Tiko saat dikonfirmasi.

Mengenai kondisi fisik korban, Dimas menjelaskan bahwa terdapat beberapa luka luar pada tubuh bocah malang tersebut. Luka-luka ini diduga kuat akibat benturan saat korban terbawa arus sungai yang cukup deras.

“Secara visual, memang ditemukan ada beberapa luka atau lecet pada tubuh korban. Hal ini diduga akibat benturan dengan material sungai atau bebatuan saat korban hanyut,” tambahnya.

Penyerahan ke Pihak Keluarga
Setelah berhasil dievakuasi dari aliran sungai, petugas langsung membawa jenazah Muhammad Dirga ke rumah duka untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga.

“Saat ini korban sudah berada di rumah duka untuk proses pemulasaraan. Kami dari BPBD dan unsur terkait turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” tutup Dimas.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR di wilayah Kelurahan Gunung Batu dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat telah kembali ke satuan masing-masing.

** Fredy Kristianto