29.4 C
Bogor
Thursday, July 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 609

Cegah Tebingan Longsor, Sungai Cianten Dinormalisasi

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Sebagai langkah antisipasi terjadinya kembali tanah longsor yang diatasnya terdapat pemukiman warga Kampung Bongas, Desa Karehkel, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor melakukan normalisasi sungai Cianten.

Koordinator Lapangan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Nanang Hidayat menjelaskan, kegiatan normalisasi tersebut merupakan proyek yang tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kegiatan ini bekerja sama dengan pengusaha dan dikerjakan dengan swakelola karena dalam program ini tidak menggunakan anggaran pemerintah seperti APBD,” jelasnya, Kamis (22/06/2023).

Dia membeberkan, bahwa tahap pertama kegiatan normalisasi tersebut  membuat sodetan untuk memecah air. Dengan fungsinya ketika banjir sehingga tidak langsung menerjang tebing yang tingginya mencapai 40 meter, sebab tanah diatasnya pemukiman warga.

“Kita juga akan memasang pintu air agar air bisa terbagi. Maka dari itu, kita sekarang fokus untuk membuat sodetan dulu, normalisasi dulu supaya di saat air deras datang tidak naik dan tidak longsor,” katanya.

Dengan menggandeng pengusaha yang mengambil material alamnya, kata dia,  normalisasi sungai Cianten yang terletak  di Kampung Cisasak, Desa Cijujung, Cibungbulang itu membutuhkan jangka waktu yang lama, diperkirakan paling cepat 5 tahun.

Jadi kata Nanang, selain membuat sodetan, di lahan seluas 1 hektare yang telah disediakan. Akan dibangun embung, sebagai tempat penyimpanan air sementara, sebelum keluar lagi.

“Banyak sekali penggunaanya sodetan dan embung tersebut, bisa digunakan kolam ikan air deras atau wisata atau untuk pengolahan air bersih seperti PDAM dan beberapa fungsi lain,” pungkasnya.

** Andres

Bansos Beras 10 Kg Diprotes KPM Karena Berkurang 1-2 Kg

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Beras bulog bantuan sosial (bansos) dari pemerintah tahap kedua yang disalurkan di kantor Desa Cinangka, Ciampea, Kabupaten Bogor, Rabu (21/6/2023), menuai protes dari keluarga penerima manfaat (KPM).

Pasalnya, warga sangat kecewa lantaran timbangan berat beras dari 10 kg tidak sesuai dengan kenyataanya.

Menurut Ketua RT Tukiman, KPM rata-rata mendapat beras delapan hingga sembilan kilogram saja.

“Benar warga protes ke saya. Karena mereka curiga dengan berat pada karung ukuran 10 Kg, mereka penasaran sehingga langsung nimbang, dan benar saja saat ditimbang beratnya hanya 8 Kg,” kata Tukiman kepada wartawan, Kamis (22/6/2023).

Hal senada dikatakan ketua RT di lingkungan RW 05 Agus yang  mengalami hal serupa. Banyak warga yang komplain kepadanya dengan kurangnya timbangan pada beras yang diberikan oleh pemerintah.

“Sama warga saya juga komplain karena saat ditimbang ulang beratnya berkurang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cinangka Abdurahman ketika dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, pihak desa hanya melakukan pendistribusian saja. Dengan begitu dia menyarankan untuk komplain kepada bulog.

“Desa itu hanya menyalurkan saja, kalau ada kekurangan komplain silahkan ke bulog. Karena tugas desa hanya menampung dan membagikan ke warga langsung. Penyalur beras itu kan dari bulog,” bebernya.

Dia menyatakan, di wilayahnya ada sebanyak 817 KPM dan hanya satu hari sudah selesai dibagikan ke warga.

“Beras dibagikan pada Rabu pagi di kantor desa untuk sekitar 817 kepala keluarga penerima manfaat diberikan dalam program ini,” pungkasnya.

** Andres

Pelti Harus Mendata Potensi Atlet Tenis

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Penasehat Pelti Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro mengatakan pentingnya data base atlet binaan dari berbagai jenjang usia yang harus dimiliki cabor tenis lapangan.

Sri Kuncoro yang juga sebagai Kajari Kabupaten Bogor menegaskan regenerasi sangat berkaitan erat dengan data base atlet serta pembinaan yang telah dilakukan.

” Saya optimis di Kabupaten Bogor ini banyak potensi atlet tenis yang belum terpantau dengan baik oleh Pelti selama ini,” tegas Sri Kuncoro, disela sela pelepasan Tim Tenis Popda Kabupaten Bogor, Rabu, 21 Juni 2023.

Bahkan, tambahnya, tidak menutup kemungkinan ada potensi atlet tenis asal Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor malah bergabung dengan beberapa daerah tetangga.

” Saya minta Pelti lakukan inventarisir potensi atlet tenis yang ada di Kabupaten Bogor. Insya allah selama saya berada di Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan mendukung semua program pembinaan Pelti Kabupaten Bogor,” tegasnya

Tak hanya itu, untuk menjaring potensi atlet tenis yang ada di Kabupaten Bogor supaya tidak pindah kedaerah lain, Sri Kuncoro meminta pengurus Pelti menggelar kejuaraan tenis usia dini, yunior dan remaja.

” Setelah terpantau ada potensi atlet yang potensial langsung masukan dalam data base atlet binaan masa depan Pelti Kabupaten Bogor, ” tuturnya

Menurutnya, prestasi yang membanggakan daerah itu tidak datang secara instant.

“Namun akan lahir dan tercipta dari sebuah program pembinaan berkelanjutan,” pungkasnya. ( asep syahmid)

Muhammad Khairul Berharap Dispora Bangun Rumah Beladiri

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua IPSI Kabupaten Bogor, Muhammad Khairul berbarap agar Dispora Kabupaten Bogor bisa merancang atau membangun ” Rumah Beladiri” yang nantinya bisa jadi tempat konsentrasi latihan semua cabor yang masuk dalam rumpun beladiri seperti Karate, Judo, Kempo, Taekwondo, Pencak Silat, Tarung Drajat, Sambo, Kurash, Gulat dan lainnya yang masuk rumpun beladiri.

” Beberapa cabor yang masuk rumpun beladiri, kata Khairul, saat ini belum punya tempat latihan yang permanen dan khusus,” ujar Muhammad Khairul, Kamis, 22 Juni 2023.

Saat ini, kata Khairul, mayoritas semua cabor beladiri anggota KONI Kabupaten Bogor tidak punya tempat latihan sendiri dan hanya pinjam tempat atau gedung perkantoran milik Pemkab Bogor.

” Harus dipahami kalau Laga Tangkas dan Laga Satria bukan tempat latihan sehari hari. Karena laga tangkas dan laga satria sebagai tempat atau venue penyelenggaraan pertandingan,” paparnya.

Ia menambahkan, jika ada Rumah Beladiri minimal para pengurus, pelaku dan pelatih beladiri akan saling berinteraksi dan diskusi satu sama lain tentang tata kelola pembinaan ataupun tata kelola organisasi.

” Semakin banyak melakukan interaksi dan diskusi demi kemajuan dunia olahraga maka perlunya dibangun Rumah Beladiri yang bisa dipasang 6 sampai 7 matras atau lantai latihan,” tegas Khairul.
Minimalnya, kata Khairul, jika ada Rumah Beladiri tentunya akan terkonsentrasi dalam 1 tempat latihan dan lebih memudahkan dalam hal pemantauan proses pembinaan berjalan.

Ia menegaskan, keberadaan Rumah Beladiri akan lebih bersifat Multi Fungsi dan akan sangat efisien.

Rencananya, Khairul akan melakukan penjajakan dengan para ketua cabor atau insan beladiri terkait usulan keinginan Rumah Beladiri. ( asep syahmid)

Diskon Gede-gedean, Promo Sajajar Liburan Sekolah di Taman Safari Bogor Hanya Rp140 Ribu, Buruan Pesan Tiketnya di Sini!

0

Bogor | Jurnal Bogor

Taman Safari Bogor kembali membuka promo berlibur khusus paket libur sekolah selama Juli-September 2023. Kali ini, promo yang diberikan bertema Sajajar (Safari Jabar Belajar) dengan harga hanya Rp140 ribu saja.

Tak tanggung-tanggung, promo ini menyediakan paket super komplet mulai dari Safari Journey, menikmati 8 pertunjukkan, berkeliling dan belajar di 7 exhibits satwa dan menikmati belasan permainan gratis.

“Paket ini khusus untuk paket rombongan dengan minimal pesanan 25 siswa khusus TK, SD, SMP dan SMA di Jawa Barat,” ungkap Assistant Manager Sales Taman Safari Bogor, Anastasia Theodora Kumiling, Kamis (22/6/2023).

Tasia juga mengatakan jika tiket sudah bisa dipesan mulai sekarang dan berlaku untuk kunjungan antara 1 Juli sampai 30 September 2023.

“Tiket berlaku hanya untuk weekdays saja. Dan reservasi dilakukan dengan metode deposit 50%,” ungkapnya.

Bagi kamu yang ingin memesan tiketnya bisa melakukan reservasi dan open discuss dengan tim sales Taman Safari Bogor DI SINI. Banyak paket promo yang dibuka Taman Safari Bogor memasuki libur panjang sekolah.

Jangan lupa untuk rajin mengecek sosial media resmi Taman Safari Bogor dan jangan ragu untuk bertanya kepada admin. Salam lestari.

** Hms TSI Bogor

Konser di Stadion Pakansari, Gigi, Last Child, Maliq dan Rizky Febian akan Meriahkan Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor
Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Sabtu dan Minggu 24-25 Juni 2023 kembali akan menggelar pesta berupa konser musik bertajuk “Semesta Berpesta. Konser musik “Semesta Berpesta” yang diinisiasi event organizer Royal Anugerah Multimedia (RAM) Entertainment tidak hanya menghadirkan sederet musisi nasional, semisal Rizky Febian, Last Child, Maliq dan Gigi, tapi juga beragam tenan kuliner dan fashion turut meramaikan acara.

Dalam keterangan RAM Entertainment, menyebutkan sebutkan di hari pertama, pengunjung akan dihibur penampilan Rizky Febian, Fourtwnty, Raissa Anggiani, Last Child, dan Vagetoz. Kemudian, hari kedua menampilkan Gigi, M aliq & d’essentials, Idgitaf, Axl Ramanda, dan Fade 2 Black.

Dipromotori RAM Entertainment, “Semesta Berpesta” semakin meriah dengan sejumlah aktivitas seperti game show seru yang dapat dinikmati oleh pengunjung sekaligus berkesempatan untuk memenangkan hadiah-hadiah istimewa.

“Kali ini merupakan ke-empat kalinya Semesta Berpesta digelar. Kami sudah bertemu dengan ribuan penonton dari kota-kota sebelumnya. Antusiasme warga Bogor sejauh ini sangat luar biasa, sampai bertemu pada 24 – 25 Juni 2023!” jelas Tomi Defantri, CEO RAM Entertainment.

Konsep kreatif dan kebahagiaan itu, kata Tomi, disuguhkan untuk menghidupkan Jiwa Semesta Berpesta dalam kebersamaan. “Menjadi suatu kebanggan bagi RAM Entertaiment menghadirkan konser musik yang juga memadukan fashion dan kuliner dalam satu acara,” ujar Tomi.

Semesta Berpesta juga hadir di kota-kota lainnya seperti Jogja, Surabaya, Solo, Banjarmasin, Medan, Balikpapan, Palembang, dan Jakarta, pada tanggal yang akan segera diumumkan. Semua penggemar musik, pecinta fashion, dan penggemar kuliner di seluruh Indonesia wajib bergabung dalam perayaan yang tak terlupakan ini!

Tomi berharap, setiap kota yang akan diselenggarakan berjalan dengan aman dan kondusif. “Khusus pecinta musik, fashion, dan kuliner Kota Bekasi, line up yang tampil tentunya akan lebih seru dan meriah. Kami berharap antusias disetiap kota yang kita kunjungi selalu penuh kesan,” ujarnya.

Tiket Semesta Berpesta kini dapat dibeli di 3 platform ticketing terpercaya yaitu Goers, Tiket.com, tiketapasaja.com dan Loket.com. Harga presale dimulai dari IDR 100.000,- untuk 1- day GA Pass dan IDR 200,000 untuk 2-day GA Pass. Harga tiket reguler akan dibanderol dengan harga IDR 150.000,- untuk 1- day Pass dan IDR 250.000,- untuk 2 – day Pass.

** Mochamad Yusuf

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kementan Perkuat Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian

0

Batu | Jurnal Bogor

Meningkatkan nilai tambah produk pertanian menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian. Untuk mendukung hal itu, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat kompetensi SDM.

Peningkatan kualitas SDM itu dilakukan melalui Training of Trainer (TOT) “Peningkatan Nilai Tambah Komoditas Pertanian”, 21 – 23 Juni 2023, di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian. TOT dilaksanakan dalam 30 Jam Pelatihan dengan Metode Blended Learning.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hadir membuka kegiatan secara online dari Agriculture War Room (AWR) Kementan, mengatakan update pengetahuan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dibutuhkan sebagai antisipasi perubahan iklim, dan ancaman el nino dan krisis pangan global.

“Dalam kondisi ini, kita harus manfaatkan teknologi untuk mengatasi tantangan alam kedepan. TOT ini penting untuk mengupdate pengetahuan,” kata Syahrul.

“Kita tidak dapat menyelesaikan masalah saat ini dengan solusi lima atau sepuluh tahun lalu, harus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan adaptif menghadapi tantangan pertanian kedepan” ujar Syahrul.

Sementara Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, yang hadir secara online, mengatakan Tema TOT kali ini, peningkatan nilai tambah komoditas pertanian adalah isu yang sangat penting dan merupakan isu yang diangkat pada pertemuan Menteri Pertanian Negara G20 di Bali Tahun lalu.

“Dan disepakati bersama peningkatan nilai tambah produk pertanian adalah cara meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan kesejahteraan.
Karena sesungguhnya keuntungan itu ada di nilai tambah komoditas pertanian itu jelas Dedi.

Dedi menambahkan, petani harus memiliki kemampuan untuk mengolah hasil panen.

“Petani jangan jual produk mentah, harus dapat mengolah produk nya agar punya nilai tambah, dengan begitu hasil yang didapat jadi lebih banyak”.

Apresiasi pelaksanaan TOT, disampaikan oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) -RI asal Provinsi Lampung, Bustami Zainudin yang yang hadir secara online.

Bustami Zainudin mengatakan upaya peningkatan nilai tambah untuk petani merupakan solusi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan dalam pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan.

Peserta yang hadir berjumlah 120 orang dan terdiri dari 60 orang dari Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian dan 60 orang dari Petani Milenial. Kegiatan ini dilaksanakan secara online di seluruh UPT Pelatihan lingkup BPPSDMP.

Hadir saat pembukaan di BBPP Batu, Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, yang sebelumnya di tempat yang sama membuka Pelatihan Kewirausahaan untuk Petani Milenial, Kepala BBPP Batu, Sabir, dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

** ppmkp

Warga Pertanyakan Pol PP, Villa yang Disuruh Bongkar Masih Kokoh Berdiri

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Surat peringatan pertama pembongkaran sendiri yang dilayangkan Satpol PP Kabupaten Bogor untuk Rudolf Sinaga yang dibuat menjadi Villa Opung yang terletak di Desa Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor, seolah tidak diindahkan.

Seperti disampaikan salah satu warga sekitar, Ahmad Muzakir (40) membenarkan adanya surat teguran kepada Villa Opung dan diminta untuk dibongkar secara mandiri. Namun, sampai saat ini kondisi bangunan villa itu masih kokoh berdiri.

“Sebetulnya semua salah, pemilik salah karena membuat villa tanpa izin, pemerintah juga salah karena ikut andil dengan adanya bangunan tersebut bisa sampai selesai,” ungkap Uzam sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/6/23).

Seharusnya, sambung Uzam, pemerintah itu menghentikan kegiatan saat pemasangan pondasi. Bukankah dia sudah bikin izin lingkungan, sampai ke kecamatan. Kenapa pihak pemerintah diam saja, bahkan sering mampir juga ke Villa Opung itu.

“Jika sekarang tiba-tiba disodorkan surat untuk dilakukan pembongkaran, jelas si pemilik akan keberatan. Mengingat, modal yang dia keluarkan cukup banyak,” paparnya.

“Disini seperti ada yang main-main, kalo memang Satpol PP itu serius dan tidak ada kepentingan, kenapa gak di PPNS line aja gerbangnya, supaya benar-benar tidak ada aktivitas. Ini ngasih surat teguran kaya ngasih surat undangan makan, selalu begitu,” pungkasnya.

Sementara, Herri KH, pemerhati tata ruang mengatakan, mestinya lebih dicari tahu dulu apakah memang lokasi tersebut bisa dibuat villa atau tidak, jika bisa yang tinggal diurus izinnya. Namun jika tidak, mengapa dibiarkan oleh pemerintah setempat.

“Wajar ketika warga marah, dan mengkritik keras kepada pemerintah. Pembangunan villa itu kan butuh waktu lama, kok tiba-tiba disuruh bongkar saat sudah jadi, waktu pasang pondasi pada kemana. Pondasi juga kan fisik, bisa dihentikan jika urusannya dengan IMB,” cetus Herry.

Jadi tolonglah, sambung Herry, Satpol PP juga jangan cuma gertak sambel, kesannya kan seperti nakut-nakutin aja,” jangan sampai ada tanda kutip dari masyarakat yang membuat seragam itu jadi kecil nilainya,” imbuhnya.

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Kasat Pol PP Kabupaten Bogor.

** Nay Nur’ain

Kinerja Tim 2 PTSL Sukamakmur Dipertanyakan, 2 Tahun Sertifikat tak Juga Jadi

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Sukamakmur, Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang dikerjakan oleh Tim 2 Rusnandar BPN Bogor Timur sudah hampir 2 tahun tak kunjung usai.

Dari 2500 bidang kuota untuk Desa Sukamakmur, baru 135 buku yang diselesaikan BPN Bogor Timur untuk program PTSL yang berjalan dari tahun 2021 tersebut.

Sekretaris Desa Sukamakmur Dede Iskandar mengatakan, dirinya sudah senang dengan adanya pemberitaan bahwa akan dibagikan 1000 buku kepada warga. Pasalnya, memang warga sudah menunggu sejak lama untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

“Namun kenyataannya, bukan buku berbentuk sertifikat yang kami terima, melainkan pengembalian berkas yang diklaim oleh BPN Bogor Timur masih ada yang kurang lengkap,” kata Dede sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/6/23).

Dede menyebut, akhirnya berkas dikembalikan ke desa untuk dilengkapi kekurangannya, dan baru 500 berkas yang dikembalikan lagi ke BPN. Itupun dikembalikan secara bertahap. Namun yang dia sesalkan adalah mengapa baru sekarang ini setelah ramai pemberitaan baru berkas dikembalikan dengan alasan ada yang harus dilengkapi.

” 2 tahun kemarin kemana saja, jika saat itu kami diberitahu ada kekurangan berkas pastinya kami akan lengkapi. Ini malah saat kami minta buku malah berkasnya yang dikembalikan, padahal Tim 1 yang juga mengerjakan 5 desa di Kecamatan Sukamakmur sudah rampung 80 persen,” keluhnya.

Sebetulnya apa yang menjadi kendala, sambung Dede, untuk PTSL yang dikerjakan Tim 2 ini memang hampir semua desa mangkrak dan lamban, dari ribuan kuota yang diberikan baru seratusan buku, dan mereka mengatakan dalihnya sama ada kekurangan berkas.

“Bukan kah saat semua berkas masuk ke BPN itu diverifikasi, dan saat verifikasi tersebut kan seharusnya ada pemberitahuan apa yang salah, apa yang kurang, jangan justeru berkas numpuk disana gak diapa-apain malah sekarang sibuk ngurus PTSL di Kecamatan Klapanunggal,” kesalnya.

Lebih lanjut Dede mengatakan, jangan dulu menclak-menclok dan pindah ke Kecamatan Klapanunggal, jika di Kecamatan Sukamakmur saja masih menyisakan pekerjaan rumah dengan ribuan buku sertifikat yang tak kunjung usai.

“BPN mungkin tidak ketemu warga, kami yang ketemu langsung dengan warga hampir setiap hari ditanya kapan jadinya sertifikat. Ini yang lamban siapa sebetulnya,” cetusnya.

“Tolong lah jangan selalu buat angin segar, wah ada program PTSL tapi bermasalah dan mangkrak di lapangan. Saat ini dari semua berkas yang dikembalikan harus kami cek ulang lagi, ya semoga segera jadi sertifikatnya, ” harapnya.

Sementara, salah satu warga Sukamakmur Acep (47) mengaku kecewa dengan kinerja BPN yang terbilang lamban, apalagi ini sudah mencapai 2 tahun belum juga jadi PTSL untuk warga di Desa Sukamakmur. Bahkan yang ada malah informasinya dikembalikan berkasnya karena ada yang kurang.

“Kenapa harus nunggu 2 tahun baru dibilang kurang berkas, ini ketua timnya yang males ngasih informasi atau emng berkas itu baru diverifikasi sama pihak BPN Bogor Timur ?,” tanyanya.

“Percuma kantor doang yang dekat, kalo cara kerjanya masih sama saja, lamban dan berbelit-belit. Tolonglah untuk BPN pilih orang-orang yang berkompeten, masa yang dikerjakan Tim 1 sudah mau rampung, tapi ini yang dikerjakan Tim 2 mandek gak ada kejelasan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pastikan Kerjasama Berjalan, Kementerian Pertanian Kunjungi Calon Lokasi Magang di Jepang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan dalam rangka menindaklanjuti kerjasama dengan JA Hokkaido, Jepang pada 17-23 Juni 2023. Kegiatan ini merupakan kunjungan untuk melihat calon lokasi magang di bidang pendidikan pertanian.

Kerjasama yang dilakukan antara BPPSDMP dengan JA Hokkaido meliputi magang bagi mahasiswa dan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian lingkup Kementerian Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Dalam kesempatan itu, Tim BPPSDMP Kementan yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi melakukan field trip ke lokasi permagangan yang digunakan oleh JA Hokkaido, yaitu di Seiji Sudonoen dan di Ecorinmura. Field Trip bertujuan memastikan lokasi yang akan menjadi tujuan dari mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI yang diperkirakan akan mulai melakukan magang pada tahun 2023.

Pada kunjungan di Seiji Sudonoen, Tim BPPSDMP bertemu dengan 2 tenaga kerja Indonesia yang sedang melakukan magang yang masing-masing berasal dari Provinsi Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Sebelumnya, Tim BPPSDMP Kementan melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, dalam rangka mendapatkan dukungan dalam kerjasama kegiatan permagangan mahasiswa dan alumni Polbangtan serta PEPI. Kedatangan Tim BPPSDMP Kementan diterima langsung oleh Tim Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jepang. “Kami akan mendukung upaya Kementan untuk memajukan anak bangsa” ujar perwakilan dari KBRI Jepang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan, kehadiran anak muda harus memperkokoh harapan rakyat dan memperkuat kesiapan-kesiapan yang ada dalam menghadapi tantangan global.

“Kita percaya bahwa di tangan anak muda masa depan bangsa akan lebih baik lagi. Yang penting mereka mau melakukannya. Kita berharap dengan pertanian Indonesia jadi lebih baik lagi karena selama ini terbukti menjadi bantalan ekonomi. Pertanian yang paling siap menghadapi tantangan-tantangan apapun hari ini, besok dan masa yang akan datang,” katanya.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan mahasiswa harus mempunyai jiwa wirausaha, harus kreatif dan inovatif untuk membangun sektor pertanian. “Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional,” jelas Dedi.

** ppmkp