24.6 C
Bogor
Monday, April 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 583

Dewan Bentuk 3 Pansus Bahas Lingkungan Hidup, Utilitas Hingga OPD

0

jurnalinspirasi.co.id – Memasuki masa sidang ketiga tahun 2022, DPRD Kota Bogor akan membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) baru, yakni Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Kota Bogor nomor 13 tahun 2009 tentang Penyerahan Sarana, Utilitas Perumahan dan Permukiman, Raperda tentang Perubahan atas Perda nomor 3 tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bogor dan Raperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Bogor tahun 2023 – 2053.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menyampaikan untuk melakukan pembahasan terhadap tiga raperda ini, maka DPRD Kota Bogor membentuk panitia khusus (pansus). Pembentukan pansus ini pun telah disetujui oleh seluruh anggota DPRD Kota Bogor pada rapat paripurna, Senin (12/6).

“Masa kerja Pansus paling lama satu tahun sejak ditetapkannya hari ini,” ujar Atang.

Lebih lanjut, Atang menyampaikan berdasarkan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bogor, adanya Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2009 Tentang Penyerahan Prasarana, Sarana, Utilitas Perumahan dan Permukiman ini dapat menyelesaikan masalah-masalah lapangan, seperti perubahan fungsi PSU dari RTH menjadi sarana ibadah dan kavling, PSU yang diserahkan tidak sesuai dengan rencana tapak, dokumen perizinan atau siteplan yang hilang.

Terkait dengan Raperda Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bogor, Atang menegaskan pada prinsipnya DPRD Kota Bogor sangat mendukung dengan pembahasan perubahan Raperda tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kota Bogor. Namun, perubahan ini harus tetap harus melihat aspek kebutuhan dan efisiensi tata kelola.

“Artinya perangkat daerah dalam perubahan dan atau pembentukannya harus berprinsip ‘based on need’ untuk mewujudkan pemerintahan yang baik sebagaimana yang dinginkan bersama,” ujar Atang.

Terakhir, Atang mengungkapkan terkait dengan Raperda Tentang Rencana Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2023-2025, pada prinsipnya DPRD Kota Bogor mendukung upaya pengajuan raperda tersebut. Hal tersebut dikarenakan Kota Bogor memiliki empat permasalahan utama yang menjadi isu strategis berdasarkan RPPLH Jawa Barat yakni berdasarkan hasil perhitungan, wilayah Kota Bogor sudah melampaui ambang batas, baik dari segi daya dukung pangan maupun daya dukung air, yang berarti wilayah ini membutuhkan dukungan dari wilayah lain di sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan pangan dan air masyarakatnya.

Kedua, Kota Bogor merupakan salah satu daerah dengan persebaran timbulan sampah dan lumpur tinja terpadat di Jawa Barat. Ketiga dari segi persampahan, Kota Bogor termasuk daerah yang memiliki kebutuhan lahan tinggi untuk TPA karena memiliki timbulan sampah terpadat dan terakhir Kota Bogor juga merupakan salah satu wilayah dengan potensi beban pencemaran udara yang tinggi.

“Untuk itu tentunya Dinas Lingkungan Kota Bogor harus terus melakukan upaya demi mengurangi dampak penurunan kualitas lingkungan yang dilakukan dengan upaya preventif mengingat perbaikan lingkungan memerlukan waktu yang lama dan biaya yang besar. Upaya pencegahan harus dimulai dari awal aktivitas, rencana Pembangunan di Kota Bogor diharuskan dilengkapi dengan berbagai kajian baik dan komprehensif,” tutup Atang.* Fredy Kristianto

LAZ Rabbani Bangun Jalan GJC, Achmad Fathoni : Saya Programkan Pokir Sebagai Simbol Apresiasi 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rabbani yang berkantor di Cibubur Country kembali menyalurkan bantuan untuk masyarakat. Kali ini LAZ Rabbani membangunkan jalan warga Perumahan Griya Jaya Cikeas (GJC) yang berada di Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Achmad Fathoni (kanan)

Wakil Ketua LAS Rabbani, Gatot mengatakan, bantuan untuk pembangunan jalan perumahan memang bagian dari program lembaganya. Dimana, jalan perumahan seringkali tidak diperhatikan oleh Pemda karena terbentur penyerahan fasos-fasum dan hal lainnya.

“Kenapa Jalan perumahan yang kita bangun, selain memang kami ada programnya juga ada anggarannya, ditambah jalan perumahan jarang tersentuh bantuan Pemda. Kebanyakan dari mereka itu patungan atas inisiatif sendiri,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (13/6/23).

Lebih lanjut Gatot menjelaskan, LAZ Rabbani sendiri merupakan lembaga zakat yang ada di Kabupaten Bogor. Selain, program zakat yang memang sudah menjadi program wajib untuk disalurkan, LAZ Rabbani juga mengadakan program sosial seperti rumah tidak layak huni, bantuan untuk guru ngaji, pembuatan kaki palsu, dan sedekah air. 

“Untuk program-program tersebut kami bekerjasama dengan Dinas Sosial, komunitas dan yayasan lain. Jika memang kebutuhan itu masuk kedalam program kami dan anggarannya juga ada, maka kami akan salurkan ini. Karena ini lembaga masih baru, pendapatan zakat kami per tahun mencapai 3-5 miliar dan kedepannya Insya Allah kami akan meningkatkan target agar bisa masuk ke tingkat provinsi sehingga bisa membuka cabang di daerah lain, mohon doanya,” cetus Gatot.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni yang turut hadir dalam kegiatan peresmian jalan GJC mengucapkan terima kasih ke LAZ Rabbani. Karena bantuan tersebut kini Jalan masuk utama Komplek Griya Jaya Cikeas bisa dilalui 2 jalur, setelah sekian lama hanya bisa dipakai 1 jalur saja.

“Ini berkat bantuan penyaluran LAZ Robbani sementara jalur pertama dibangun setahun lebih dengan swadaya warga,” jelas Fathoni sapaan akrabnya.

Achmad Fathoni yang juga anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi 3 berikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan warga melalui LAZ Rabbani sehingga menjadikan Jalan utama komplek bisa dipakai dengan nyaman. Pada dasarnya pemeliharaan jalan adalah tugas pemerintah sehingga inisiatif seperti ini harusnya diapresiasi oleh Pemda.

“Kegiatan pembangunan suatu wilayah memang harus dikerjakan bersama oleh semua elemen masyarakat.  Pemerintah pusat, provinsi maupun pemerintah daerah, semua berkewajiban merencanakan dan melaksanakannya, bersama semua elemen masyarakat yang ada,” cetusnya.

Oleh karena itu, sebagai wujud apresiasi, Achmad Fathoni memprogramkan pokir pelatihan, pembinaan dan fasilitasi KRL salah satunya di KRL Harapan yang ada di komplek GJC. 

“Dari 20 paket pelatihan senilai 1 miliar, salah satunya untuk KRL Harapan yang ada di Komplek GJC dan insya Allah akan disertai pemberian bak motor sebagai sarana kegiatan KRL,” pungkasnya.

Hadir dalam peresmian jalan tersebut, Wakil Ketua LAZ Rabbani Gatot, Kadus 03 Hasan Basri, Ketua RW, para Ketua RT, Ketua KRL, pegiat KRL dan UMKM serta warga Perumahan Griya Jaya Cikeas yang diramaikan dengan bazar UMKM. 

** Nay Nur’ain

Bima Sebut Atang Layak Jadi Wali Kota

0

jurnalinspirasi.co.id – Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan bahwa Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto sudah pantas dan layak untuk menjadi suksesornya.

Hal tersebut ia sampaikan pada acara halal bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor di GOR Pajajaran pada Minggu (11/6) saat merespon sorak sorai ribuan peserta ketika nama Atang Trisnanto dipanggil sebelumnya untuk memberi sambutan.

“Yang saya hormati, sahabat saya yang tadi (ketika dipanggil) teriakan-teriakan Walikota-nya sudah sangat kencang sekali terdengar, karena memang Kang Atang sudah layak dan pantas jadi Walikota”, ungkap Bima diiringi gemuruh hadirin.

Bima Arya menyampaikan bahwa Kota Bogor berhasil menjadi kota keempat terbaik nasional setelah Semarang, Surabaya, dan Solo. Banyak kemajuan yang telah dicapai karena sinergi kolaborasi antara eksekutif dan legislatif tanpa ego politik yang kental dan lebih banyak didasari semangat untuk kemaslahatan.

“Dibalik ratusan penghargaan dan prestasi yang ditorehkan pemkot, semuanya 100 persen ada kontribusi PKS dan dewan di sana”, tegas Bima.

Bima mengakui bahwa PKS sebagai kekuatan terbesar di dewan menjalankan fungsi kritiknya dengan elegan dan luar biasa.

“Saya harus jujur, saya mengatakan kenyamanan dalam berkomunikasi politik dengan DPRD dibawah kepemimpinan Kang Atang. Selalu ada titik temu jika pikiran kita selalu untuk kemaslahatan. Dan saya selalu mudah menemukan titik temu karena tujuannya untuk kemaslahatan kota Bogor,” katanya.

Dalam pantunnya, Bima juga mengatakan DPRD dibawah kepemimpinan Atang Trisnanto selalu mempermudah dalam urusan anggaran. Karena semangatnya adalah kemaslahatan.

Halal bihalal ini dihadiri tidak kurang dari 5000 peserta di dalam maupun di luar gedung yang disediakan layar televisi. Massa yang diluar pun nampak tertib duduk melihat layar televisi besar yang dipasang panitia.

Selain Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, nampak hadir Ketua DPD PKS yang juga Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, calon presiden yang diusung PKS Anies Baswedan, Ketua MPP PKS Suswono, Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu, dan Anggota DPR RI Ecky Awal Mucharam.

Menurut Atang Trisnanto, kehadiran ribuan masyarakat yang memenuhi tempat acara merupakan sinyal positif konsolidasi kader PKS di kota Bogor.

“Kalau dilihat dari antusiasme hari ini, kami bersyukur bahwa konsolidasi internal telah berlangsung dengan baik, sehingga insya Allah akan menjadi energi bagi kami untuk memenangkan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden, dan Pemilukada 2024. Terima kasih kepada seluruh kader. Semoga kami berkontribusi besar untuk menempatkan Anies Baswedan sebagai Presiden RI 2024 – 2029,” tuturnya.

Di bawah kepemimpinan Atang Trisnanto, PKS Kota Bogor dalam masa baktinya telah menyalurkan 12 miliar rupiah paket sembako, 600 juta rupiah untuk bantuan pendidikan, pembangunan 300 titik PJU, 24 titik renovasi sarana pendidikan, 110 titik renovasi posyandu, 436 titik pengaspalan jalan, 228 titik pembangunan TPT, 551 rumah direnovasi.

“Sejumlah 782 keluarga kami advokasi untuk BPJS, dan 3000 warga kami bantu untuk layanan ambulan PKS. Saat masa pandemi, ada 2 ton oksigen yang telah kami distribusikan serta 20 milliar rupiah bantuan Covid,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai kesiapan dirinya untuk maju dalam Pilwalkot Bogor 2024, Atang menyerahkan semuanya kepada keputusan pimpinan partai.

“Insya Allah saya siap melaksanakan apapun keputusan pimpinan. Prinsipnya, semua kader harus siap menebarkan manfaat dan kebaikan seluas-luasnya”, pungkasnya.* Fredy Kristianto

KPAID Dalami Kasus TPPO

0

Jurnalinspirasi.co.id – Polresta Bogor Kota mengungkap enam kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan sembilan tersangka di Kota Bogor.

Ironinya, 2 tersangka di antaranya berstatus anak di bawah umur. Dalam kasus tersebut terungkap ada 6 korban yang seluruh perempuan di bawah umur.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Dede Siti Amanah mengatakan, TPPO merupakan kasus terbesar kedua di dunia. Sementara di Indonesia, kasus TPPO menjadi isu nasional.

Atas dasar itu, sambung Dede, tidak hanya aparat penegak hukum, seluruh elemen masyarakat juga memiliki peranan sangat penting untuk sama-sama memberantas dan mencegah kembali terjadinya TPPO.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya orang tua atau orang dewasa lainnya untuk lebih waspada dan peka terhadap segala macam bentuk perubahan yang terjadi pada diri anak. Semisal, gaya hidup dan penghasilan di luar sewajarnya di usia anak atau sekolah.

“Jadi ketika ada hal-hal yang memang mencurigakan itu sudah mulai peka,” tutur Dede, Selasa (13/6).

Dede mengapresiasi atas langkah dan kerja keras dari pihak kepolisian yang telah mengungkap 6 kasus TPPO di Kota Bogor.

“Unit PPA Polresta Bogor Kota melakukan komunikasi intens bersama kami, di mana yang menjadi korban kan anak. Bahkan terhitung cepat beberapa waktu saya mendapat info sudah berhasil 5 kasus terungkap, selang satu hari bertambah menjadi 6 kasus,” ujarnya.

Baginya, pengungkapan kasus TPPO tersebut sebuah prestasi yang luar biasa. Namun untuk penanganan TPPO tentunya harus terus dilakukan tidak berhenti sampai di sini.

“Tentunya tidak cukup puas di sini saja, masih banyak PR khusus isu perempuan dan anak di Kota Bogor ini yang juga harus kita selesaikan dan dikawal bersama,” kata Dede.

Saat ini, Dede menyebutkan terlapor anak menjadi konsen KPAID, lantaran jumlah yang dilaporkan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Pelaku anak yang diterima KPAID rata-rata kasus perundungan dan ada kasus pelecehan seksual.

“Tahun lalu itu terlapor anak di angka yang minim, sekarang baru setengah tahun terlapor anak dalam hal ini pelaku di KPAID sangat meningkat,” paparnya.

Ia mengatakan, KPAID tengah melakukan pendalaman terkait apa yang menjadi penyebab anak tersebut menjadi pelaku.

Disamping itu, pihaknya tengah mendorong keterlibatan organisasi kepemudaan sebagai upaya untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif yang bisa menyentuh anak-anak.

“Salah satu sekarang sedang didorong keterlibatan organisasi kepemudaan, di mana pelaku anak rentang usia yang sangat rawan 14 sampai 17 tahun dan kami dalami rata-rata anak-anak ini broken home dan putus sekolah, sehingga mereka ada aktivitas lain yang positif,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Polisi Buru Gangster Penyerang Perkampungan Warga

0

Jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Bogor Kota mendalami kasus penyerangan gangster ke perkampungan warga di Gang STM Bhakti Taruna atau tepatnya di depan Hotel Agria, Jalan Raya Tajur, Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, yang sempat vir di media sosial.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila mengatakan bahwa aksi serupa juga terjadi dua lokasi lain. Yakni, di Jalan Empang, Kecamatan Bogor Tengah dan Jalan Raya Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara.

“Kami mendapatkan beberapa informasi (kejadian aksi gengster), dan informasi tersebut sedang kita lakukan penyelidikan lebih mendalam,” ujar Kompol Rizka kepada wartawan usai meninjau TKP di Tajur, Selasa (13/6).

Rizka mengatakan, pihaknya belum dapat menentukan dapat mengetahui motif penyerangan. “Kami mencari keterangan dan alat bukti petunjuk, sehingga dapat membuat terang mengenai masalah kejadian yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Kompol Rizka menegaskan, polisi belum dapat menentukan apakah kelompok penyerang di beberapa lokasi itu adalah komplotan yang sama.

“Informasi baru kami terima hari ini. Jadi untuk kejadian pastinya, itu akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai masalah kapan terjadi, siapa yang terlibat, apa alasannya akan kita dalami,” katanya.

Ia menyatakan bahwa pihaknya bakal mengamankan pihak yang terlibat dalam rekaman video. Saat disinggung apakah ada korban dalam kejadian itu. Kasat menegaskan, bila sejauh ini belum ada laporan.

Lebih lanjut, kata dia, polisi bakal meningkatkan intensitas penyisiran ke wilayah rawan gangguan Kamtibmas.

Diketahui, di media sosial sempat viral dengan video penyerangan gangster hingga ke perkampungan warga. Dalam rekaman video itu, terdapat tiga pemuda merangsek ke jembatan perkampungan sambil mengacungkan senjata tajam ke arah warga. Setelah itu, mereka mundur dan tiba-tiba berlari ke arah warga.

Kemudian ketiga pergi menghampiri rekannya yang menunggu di depan. Kemudian terlihat warga yang berlari seperti mengusir para pemuda tersebut.* Fredy Kristianto

Bukan Hanya BHPRD, Sertifikasi Guru dan Kepala Sekolah Juga Belum Cair

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Setelah kepala desa yang mengeluh dana Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD), kini tenaga pendidik yang mulai mengeluh karena anggaran sertifikasi guru tahap 1 tak kunjung cair. Hal tersebut disampaikan Aman Suparman, guru PKN di SMK AL Hadiid 1 yang mengeluh karena dana sertifikasinya tak kunjung cair padahal sudah memasuki bulan 6.

” Anggaran sertifikasi guru turunnya biasanya per triwulan, awal bulan April biasanya sudah turun untuk tahap 1, dan tahap 2-nya seharusnya turun pada bulan Juli. Namun, sampai saat ini untuk tahap pertama saja belum ada kejelasan kapan akan turun, walaupun sebagian guru sudah ada yang mendapatkan dana sertifikasi tersebut,” ungkap Aman kepada Jurnal Bogor, Selasa 13/6/23).

Menurutnya, sebagai guru swasta yang sudah mengabdi selama 17 tahun dalam dunia pendidikan, anggaran sertifikasi itu sangat membantunya untuk kehidupan sehari-hari , karena jika hanya mengandalkan gaji per jam sudah pasti tidak menutupi kebutuhan dapurnya.

“Saya berharap anggaran sertifikasi ini bisa diturunkan seperti sedia kala yakni 4 kali dalam setahun, memang jika turun sekaligus 2 tahap jumlahnya lumayan, tapi kami sendiri bingung untuk menutup kebutuhan sehari-hari yang tidak bisa menunggu nanti,” cetusnya.

Sementara Ketua LSM Balebat 10 Drajat Sudarjat mengatakan, sebagai LSM pemantau kinerja pemerintah dan peneliti aset negara, yang menyoroti anggaran bidang pendidikan terutama untuk kesejahteraan guru, menyayangkan dimana tunjangan sertifikasi guru dan kepala sekolah banyak yang belum cair tidak seperti biasanya, terutama di Kabupaten Bogor banyak para guru dan kepala sekolah yang belum menerima haknya.

“Seharusnya periode Januari – Maret sudah cair di bulan April, namun sampai menginjak bulan Juni belum juga ada pencairan anggaran sertifikasi, yang seharusnya jika menurut aturan sudah masuk pencairan tahap 2 yakni bulan  Mei- Juni. Namun jangankan tahap 2, tahap 1 pun belum ada pencairan, entah apa yang menjadi kendala,” papar Drajat

Drajat menambahkan, sudah seharusnya guru mendapat prioritas sebagai tenaga pendidik anak-anak bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi kedepan. Tapi yang ada kini justeru kesejahteraan guru bisa dibilang telantar. 

“Mohon kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan nasib guru, agar mereka lebih fokus konsentrasi dalam membina anak-anak bangsa. Sehingga konsentrasinya tidak buyar karena harus memikirkan jalan lain untuk menutupi kebutuhannya,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain 

Setiap Pagi Sungai Cikaniki Keruh, DLH Kabupaten Bogor Dituding Tutup Mata

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Sungai Cikaniki, Nanggung, Kabupaten Bogor kembali keruh, Selasa (13/06/2023) pagi. Akibatnya, warga yang berada di aliran sungai itu tidak bisa memanfaatkan air sungai tersebut.

“Keadaan hari ini pukul 7.00 wib sungai Cikaniki sudah keruh kembali. Sudah bisa dipastikan bahwa malam hari mulai keruh, karena kalau sore hari kemarin air tidak keruh,” kata Ketua BPD Desa Parakanmuncang Sahyana.

Bahkan kata dia, warga semakin kesal karena tidak adanya Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa yang mau  memberi tahu secara jelas siapa pembuang yang kerap mencemari Sungai Cikaniki. Akibat seringnya ikan mati mendadak dan air yang biasa digunakan warga jadi tak layak digunakan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Ade Yana Mulyana belum bisa memberikan keterangan terkait pencemaran di Sungai Cikaniki. Dikonfirmasi melalui telepon maupun  WhatsApp tak merespons.

Sebelumnya, kondisi keruhnya sungai ini dikeluhkan warga yang berasal dari  Kampung Babakanliud  RT 02 RW 10 Aam, Enas dan Masriani. Dimana ketiga warga ditemui saat sedang mencuci pakaian di Sungai Cikaniki di Desa Kalongliud. “Meski tak layak, kami terpaksa menggunakan air ini,” kata Enas.

Menurutnya, keruhnya Sungai Cikani sudah  berlangsung cukup lama dan setelah lebaran sering kotor. ”Selain kotor bukan pertama kali ikan banyak yang mati.”

“Apalagi sekarang ini mulai musim kemarau, tidak ada pilihan lain terpaksa menggunakan air tak layak ini, ujar Masriani menimpali.

Sungai Cikaniki bukan hanya digunakan mandi atau mencuci saja, dalam keadaan terpaksa air keruh kadang digunakan untuk mencuci beras. Biasanya air sungai terlihat kotor itu pada pukul  07.00  pagi, namun mulai terlihat tidak begitu  kotor itu  jelang sore sekitar pukul 14.00.

Warga meminta pemerintah lebih serius dalam menangani permasalahan Sungai Cikaniki. “Warga banyak sekali yang menggunakan air ini, jadi kami harap air Cikaniki biar jernih seperti sediakala,” harapnya.

** Andres/ Arip Ekon

Pertama di Jawa Barat, Desa Gunung Putri Launching RW, Sekolah dan Pesantren Bersinar 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Gunung Putri kembali berinovasi dengan launching RW, Sekolah dan Pesantren Bersih dari Narkoba (Bersinar), yang merupakan program turunan dari Desa Bersinar, Selasa (13/6/23).

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt.Bupati Iwan Setiawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Djuanda Dirmansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Reynaldi, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP. M Ilham, Kasubag BNN Kabupaten Bogor, BNN Provinsi Jawa Barat, dan segenap Ketua RW, perwakilan siswa sekolah dan pesantren yang akan dilantik menjadi satgas bersinar tingkat RW, tingkat Sekolah dan tingkat Pesantren.

Plt Bupati Iwan Setiawan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Desa Gunung Putri yang sudah banyak meraih penghargaan dan juga tak kunjung hentinya mendapatkan kunjungan dari desa-desa di luar pulau.

“Desa Gunung Putri ini sudah sangat layak sekali untuk menjadi promotor desa yang lain, dengan inovasi-inovasi yang buatnya, dan semua itu dibuatkan program turunannya, seperti RW Bersinar ini, pertama kalinya ada di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ungkap Iwan Setiawan.

Menurutnya, inovasi-inovasi yang dilakukan kades ternyata tak terpacu kepada anggaran yang masuk ke desa. Kades dengan pintarnya mencari dana sendiri sehingga bisa berinovasi dengan baik dan berdampak positif, karena dengan banyaknya inovasi akan banyak kunjungan dan banyaknya kunjungan mendatangkan rezeki untuk UMKM yang ada di desa ini.

“Saya berharap desa lain bisa mencontoh ini, dan berniat membangun desanya, karena berkembangnnya suatu daerah ya diawali dari desa,” cetusnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri mengatakan launching untuk RW, Sekolah dan Pesantren Bersinar mutlak inisiatif dari Pemdes, dimana dengan maraknya peredaran narkoba sehingga perlu dikuatkan lagi untuk sampai ke tingkat RW, sekolah dan pesantren.

“Karena lingkup tersebut, itu lingkup yang paling rentan dalam peredaran narkoba, apalagi di lingkungan Desa Gunung Putri sudah pernah terjadi penangkapan transaksi narkoba dalam bentuk ganja dan sabu. dan kita bisa membongkar itu dari CCTV yang terpasang di setiap gang,” beber A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

A Heri berharap, kedepannya Desa Gunung Putri benar-benar bersih dari narkoba. Walaupun semua berawal dari diri sendiri, tapi peran serta lingkungan juga turut andil dalam peredaran narkoba yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Masa depan generasi muda, harus kita selamatkan dan itu berawal dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan keluarga. Jadi, mari kita sama-sama menjaga keluarga kita dari jahatnya narkoba,” jelas A Heri mengakhir.

** Nay Nurain

Dodi ‘Melawan’, Anita CS Diminta Sabar

0

Jurnalinspirasi.co.id – DPP Partai Demokrat telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan R Dodi Setiawan sebagai kader partai politik (parpol) berlambang bintang mercy, sekaligus mem-PAW anggota dewan tiga periode itu sebagai legislator. Surat tersebut pun dibacakan saat Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor pada Senin (12/6).

Menanggapi hal itu, Dodi meminta agar semua pihak termasuk Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor bersabar. Sebab, yang berhak memberhentikannya sebagai anggota DPRD adalah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Sebelum pemberhentian dari gubernur, saya tetap berhak menjadi anggota dewan. Sebab, gubernur yang anggota DPRD Kota dan Kabupaten,” kata Dodi kepada wartawan, Selasa (13/6).

Kata Dodi, sejauh ini saya hanya tak mendapat alat kelengkapan DPRD, seperti badan musyawarah dan pansus-pansus saja. “Dan keputusan pemberhentian itu sudah dibantah oleh pimpinan DPRD dan ketua-ketua fraksi di BANMUS,” katanya.

Hal itu, sambung Dodi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota.

Atas dasar itu, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor itu meminta agar Fraksi Demokrat DPRD Kota Bogor bersabar menunggu SK pemberhentian dari gubernur.

“Jadi sabar dulu saja, Anita CS yang saya bantu jadi ketua DPC bersabar saja. Jangan terlalu tinggi syahwat mengeluarkan saya dari dewan. Jangan gegabah ini kan ada prosedurnya,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Demokrat Kota Bogor Fery Dermawan membenarkan jika Dodi telah di-PAW seperti yang tertulis pada SK DPP.

“Dalam SK DPP yang bersangkutan diberhentikan secara tidak hormat,” ujar Fery kepada wartawan, Selasa (13/6).

Fery juga menyebut bahwa Dodi akan digantikan pemilik suara terbanyak kedua di Dapil Bogor Utara pada Pemilu 2019 lalu, yakni Syafei S.T.

Saat Pemilu 2019, kata Fery, Syafei S.T punya selisih suara 100-an dengan Dodi Setiawan.

“Syafei, S.T (pengganti Dodi), yang dapat suara terbanyak kedua di dapil Bogor Utara tahun 2019. Selisih suaranya dengan Dodi Setiawan hanya 100-an suara,” imbuhnya.

Diketahui, Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat yang isinya, pertama Surat Keputusan Dewan Pimpina Pusat Partai Demokrat Nomor:48/SK/DPP.PD/V/2023, tanggal 5 Mei 2023, tentang Pemberhentian Tetap Sebagai Anggota Partai Demokrat kepada Saudara R.Dodi Setiawan, SH.

Selain itu, ada juga Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Nomor: 91/SK/DPP.PD/V/2023, tanggat 9 Mei 2023; tentang Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kota Bogor Provirisi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat atas nama saudara R. Dodi Setiawan, SH.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD Kota Bogor, Boris Derurasman mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima surat tersebut, dan telah menyerahkannya ke KPUD Kota Bogor pada 31 Mei 2023.

“Iya diumumkan di Rapat Paripurna, setelah itu dibuat notulen rapat untuk kemudian diserahkan ke wali kota, dan dibuatkan surat ke gubernur,” ujar Boris.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dodi hengkang dari Demokrat ke Nasdem bersama sejumlah mantan Ketua DPC Demokrat dari beberapa kota dan kabupaten.

Bergabung bersama Nasdem, Dodi langsung diploting oleh DPW Partai Nasdem Jawa Barat sebagai bakal calon legislatif Provinsi Jawa Barat dapil Kota Bogor nomor urut satu.* Fredy Kristianto

Sambangi SMA Terpadu Borcess, Marlyn Maisarah dan Erry Ariany Cek Penyaluran PIP

0

Kemang | Jurnal Bogor

Calon anggota legislatif (Caleg) DPR daerah pemilihan (Dapil) V Kabupaten Bogor dari Partai Gerindra Marlyn Maisarah, didampingi Caleg Dapil VI DPRD Kabupaten Bogor, Erry Ariany Sunarya, Senin (12/06) menyambangi SMA Terpadu Borcess, di Jalan Raya Salabenda, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang. Kedatangan srikandi partai besutan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto itu, untuk mengecek penyaluran dana bantuan sekolah Program Indonesia Pintar (PIP).

“Bantuan dana PIP dari pemerintah pusat yang penyalurannya melalui Fraksi Gerindra DPR – RI, di SMA Terpadu Borcess ini disalurkan kepada  302 siswa. Alhamdulillah, laporan yang kami terima dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Pak Erwan Usmawan, diterima kepada siswa yang tepat,” kata Marlyn, kepada Jurnal Bogor.

Marlyn mengatakan, dari 340 siswa yang menerima bantuan PIP itu, rinciannya 294 menerima bantuan senilai Rp 1 juta, sementara 33 siswa lainnya menerima Rp 500 ribu. “Bantuan biaya pendidikan ini merupakan program unggulan dari pemerintah pusat, tujuannya untuk membantu siswa-siswa di seluruh Indonesia yang kesulitan membiayai pendidikannya,” ujar Marlyn.

Marlyn menyebut, bantuan PIP yang penyalurannya melalui Fraksi Partai Gerindra DPR – RI, di Kabupaten Bogor, tak hanya di SMA Terpadu Borcess, namun ada lima sekolah lainnya setingkat SMA/SMK yang siswanya mendapatkan bantuan PIP. “Sekolah penerima itu tersebar di wilayah Babakan Madang, Bogor, Timur, Pamijahan, Bogor Barat, serta Bogor Selatan,” jelas Marlyn.

Marlyn mengungkapkan, penyaluran dana bantuan PIP sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Bantuan itu, sebut Marlyn, sangat membantu siswa yang orang tuanya kesulitan keuangan untuk membiayai pendidikan anaknya.

“Bantuan PIP untuk siswa yang kesulitan sangat membantu, makanya Fraksi Gerindra di DPR – RI akan terus memperjuangkan agar alokasi anggaran untuk PIP ditambah. Ini penting agar makin banyak anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa tidak putus sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Erry Ariany Sunarya berharap, semua siswa yang menerima bantuan PIP dari pemerintah, kelak nanti menjadi orang-orang yang berhasil menggapai cita-citanya.

“Pendidikan itu jalan yang tepat untuk mengubah nasib seseorang, dari pendidikan banyak anak-anak dari desa dan pelosok tampil menjadi pemimpin. Harapan saya dan Bu Marlyn di SMA Terpadu Borcess ini, ada lulusannya yang berhasil menggampai cita-cita,” kata Erry.

Harapan itu, kata Erry bukanlah mimpi. “Ini mengingat lulusan SMA Terpadu Borcess banyak yang diterima di perguruan tinggi ternama di Indonesia, bahkan khusus untuk lulusan SMK banyak bekerja di perusahaan terkenal baik di dalam maupun luar negeri,” tutup Caleg berlatar belakang notaris itu.

** Mochamad Yusuf