27.5 C
Bogor
Sunday, February 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 56

Dinas Pertanian Kukar Studi Tiru ke Nanggung

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten  Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mendatangi para petani yang berada di Kabupaten Bogor baru baru ini. Mendatangi lokasi pertanian, rombongan  pejabat Pemkab Kukar tersebut bertujuan untuk menggelar studi tiru dengan kelompok tani di lingkup Kecamatan Nanggung.

Para petani  di Forum Komunitas Petani Terkonsolidasi (FKPT) Tunas Mandiri binaan Prof Muladno dari IPB Bogor yang merupakan pendiri komunitas koperasi usaha rakyat sebelumnya telah disambangi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Papua Barat.

Humas FKPT Tunas Mandiri, Fikri Muhammad, menjelaskan bahwa komunitas ini beranggotakan sembilan petani yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Parakan Muncang, Pangkal Jaya, dan Sukaraksa.

“Awalnya kami hanya sembilan orang, lalu berkembang menjadi beberapa kelompok tani di tiap desa. Misalnya, ada Kelompok Tani Rahayu di Desa Pangkal Jaya dan Kelompok Tani Tanah Emas di Desa Parakan Muncang,” ujar Fikri, Minggu (9/11/2025).

Di bawah bimbingan Prof Muladno, para petani mengembangkan tanaman katuk sebagai komoditas unggulan. Hingga November lalu, mereka telah memproduksi lebih dari 3 ton daun katuk segar dan hampir 3 kuintal katuk kering yang dipasarkan ke wilayah Bogor, Tangerang, dan Jakarta.

Selain itu, mereka juga memproduksi puluhan ribu stek katuk yang dijual ke petani sekitar. “Katuk kering kami bahkan dibeli oleh salah satu profesor IPB untuk dikembangkan menjadi suplemen pakan ternak seperti sapi, domba, dan ayam,” bebernya.

Tak berhenti di tanaman katuk, FKPT Tunas Mandiri juga mengembangkan komoditas cabai rawit merah dalam program ketahanan pangan. Dari sembilan petani binaan, tercatat sudah ada lebih dari 8.000 pohon cabai yang ditanam.

“Kenapa kami pilih katuk dan cabai? Karena pasarnya jelas. Jadi sebelum menanam, kami cari dulu pasarnya,” katanya.

Yang menarik perhatian rombongan dari Kutai Kartanegara dan Papua Barat bukan hanya hasil pertaniannya, melainkan juga model bisnis berjamaah yang diterapkan komunitas ini.

“Selama ini kan petani biasanya bekerja sendiri-sendiri. Tapi sejak kami membentuk organisasi, banyak perubahan yang terjadi mulai dari pola pikir, kedisiplinan, sampai kesadaran kolektif untuk membangun bersama,” jelasnya.

Model kolaboratif inilah yang membuat FKPT Tunas Mandiri menjadi rujukan bagi banyak daerah.

Melalui pendekatan komunitas dan pendampingan akademisi, petani Nanggung kini mampu menunjukkan bahwa pertanian tak hanya soal hasil panen, tapi juga tentang kemandirian dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, mereka yang datang bersyukur bisa melihat langsung apa yang kami kerjakan di sini. Harapannya, pola seperti ini bisa diimplementasikan juga di daerah lain,” pungkasnya.

Kelompok tani ini juga berkolaborasi dengan Bumdes Tunas Mandiri Desa Pangkaljaya.

(Arip Ekon)

Permudah Mobilitas Warga, Desa Sadengkolot Hotmix Jalan

0

jurnalinspirasi.co.id – Alokasi anggaran satu miliar satu desa (Samisade) yang diterima di setiap Pemerintah Desa di Kabupaten Bogor  terus  digulirkan untuk  peningkatan beragam pembangunan mulai dari  pembukaan akses jalan maupun program  infrastruktur lainnya sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungan.

Seperti jalan di Kampung  Cimanggu RW 04 di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng jalan yang sudah lama mengalami kerusakan hingga berlubang itu kini telah diaspal hotmix.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menyebutkan,  pengerjaan hotmix  jalan sepanjang 630×3 meter dengan tinggi 3 centimeter yang dinantikan masyarakat di dua RW di Sadengkolot yakni di Kampung Cimanggu-Ciranji kini telah rampung dibangun.

“Samisade tahap dua, fokus pada progres peningkatan hotmix jalan. Karena kondisi tanah itu labil, sebelumnya telah dibangun TPT jalan  sepanjang 60 meter tinggi 1,5 meter. TPT itu dibangun agar jalan tersebut tidak mudah longsor,” kata Sekdes Sudiman kepada Jurnal Bogor, Senin (11/11/2025).

Warga Sadengkolot menyatakan rasa syukur lantaran akses jalan yang rusak parah dan berlubang itu,  kini menjadi mulus sehingga mempermudah mobilitas masyarakat. Dihotmixnya  jalan desa itu untuk mendukung terkonektivitasnya masyarakat dari segala aspek ditengah kepentingan harian masyarakat, baik pendidikan, kesehatan maupun pertanian.

“Dibangunnya jalan itu bermanfaat untuk mendukung perputaran ekonomi lokal,” ujar salah satu penerima manfaat pembangunan desa, Emay.

(Arip Ekon)

Peduli Masyarakat, Ismail Salurkan Dana Aspirasi Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni

0

jurnalinspirasi.co.id – Program Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH, yang sempat terhenti kini mulai mendapat perhatian. Sebanyak 50 unit RTLH yang berada di 4 desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dalam waktu dekat akan mendapatkan perbaikan oleh tim pelaksana teknis di tingkat desa. Keempat desa itu adalah Desa Sukamanah, Sukagalih, Sukaresmi dan Desa Sukamahi.

Kali ini untuk program RTLH tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Ismail SH melalui dana aspirasi sebagai anggota DPRD yang berasal dari Dapil 3 Partai Golkar itu kembali terus terketuk hatinya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat di wilayahnya khususnya di Kecamatan Megamendung.

Sekretaris Desa Sukamanah, Ade menuturkan adanya perhatian kepada warga yang tidak mampu itu benar-benar disambut gembira oleh mereka yang tercatat sebagai penerima.

“Sempat terhenti program RTLH dari pemerintah. Padahal di desa-desa itu masih banyak rumah warga yang untuk perbaikannya memerlukan uluran tangan pihak lain. Dan kini mereka akan  kembali mendapat perhatian untuk perbaikan rumahnya. Yaitu melalui dana aspirasi dari Pak H. Ismail dari Partai Golkar, ” ujarnya.

Untuk teknis pelaksanaanya, Ade menerangkan, tim teknis di masing-masing desa akan mendapat tugas untuk pelaksanaannya.

“Jika sudah turun dananya,  TPK di tingkat desa merupakan badan yang akan melakukan penanganan. Mudah-mudahan program itu bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka yang akan mendapatkan bantuan. Tidak hanya dari dana aspirasi, tetapi nantinya akan ada juga dari Pemkab Bogor masing masing desa mendapatkan 5 unit, ” pungkas Ade.

(Dadang Supriatna)

Outing Kelas Seru Bareng Teman Explore Lebih Dekat Dengan Alam

0

jurnalinspirasi.co.id – Destinasi wisata edukatif Godong Ijo di wilayah Bojongsari masih terus menjadi tempat favorit bagi berbagai sekolah-sekolah wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, untuk melaksanakan kegiatan outing kelas atau pembelajaran diluar kelas untuk mengeksplor dunia khusus pengenalan alam dan seisinya sejak di usia dini.

Godong Ijo satu-satunya tempat yang mengusung konsep “ecotainment”, yaitu memadupadankan antara pendidikan dan hiburan bernuansa lingkungan yang menghadirkan beragam zona edukasi seperti area konservasi alam, air terjun, kolam pemancingan, mini zoo dan ada pula permainan tradisional, workshop kreatif yang mengajarkan anak-anak membuat karya dari bahan alam serta area makan bernuansa alam yang ramah anak.

Belajar mencintai binatang lebih dekat

Ditemui di salah satu kegiatan beberapa pendidik (guru) sangat senang dan mengapresiasi dengan adanya edukatif wisata seperti Godong Ijo yang tak terlalu jauh jarak tempuhnya dari sekolah dan tempatnya sangat bagus.

“Hari ini kegiatan SD Islam Ibnu Hajar Munjul Cipayung di Godong Ijo outing kelas, mengenalkan pada anak didik tentang alam, hewan serta tumbuhan,” ucap Wali Kelas, Abdurahman, Selasa (11/11/25).

Abdurahman mengatakan, tempatnya bagus sangat alami dan baik untuk anak-anak agar bisa melihat dunia yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

Lain halnya samuel perwakilan guru SD Sariputra Cikarang yang sedang melaksanakan study tour mengatakan menyenangkan berada di Godong Ijo, tempatnya sangat edukatif.

“iya hari ini SD Sariputra sedang laksanakan kegiatan study tour dalam rangka menambah ilmu tentang kekayaan alam dan seisinya yang ternyata sangat beragam, tempatnya sangat menyenangkan  dan mini zoonya beragam, kedepan kalau bisa ditambah lagi area mini zoonya biar lengkap,” ujar Samuel.

Masih ditempat yang sama, Tono perwakilan dari Sekolah Ricci 1, Tamansari, Jakarta Barat memaparkan jika dirinya mengajak para anak didik untuk wisata edukasi belajar di outdoor.

Serunya bisa mengenal proses membuat batik

“Hari ini SD Ricci kelas 1 melaksanakan kegiatan belajar outdoor di Godong Ijo biar mereka punya pengalaman belajar diluarlah karena tempatnya sangat luas dan dari sisi pengaturannya sangat bagus artinya walau tadi banyak pengujung bisa tetap tertib, kegiatan yang disajikan sangat beragam dan menarik,” imbuh Tono.

Dari beberapa koresponden para pendidik sangat senang berada di Godong Ijo dan berharap kedepan segala fasilitas dan area edukasinya dapat ditambahkan lagi agar lebih lengkap sebagai ajang belajar para anak didik yang datang kemudian.

(Win)

Dispora Kabupaten Bogor Siapkan Generasi Wasit Profesional Melalui Pelatihan Lisensi Wasit Taekwondo

0

jurnalinspirasi.co.id – Upaya Dispora Kabupaten Bogor terus melakukan peningkatkan kualitas tenaga keolahragaan pada beberapa cabang olahraga prestasi yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Salah satu kegiatan yang tengah dilakukan oleh Dispora saat ini adalah Lisensi Wasit Taekwondo yang dilangsungkan di Grand Pesona, Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dari tanggal 10 sampai 15 November 2025.

” Ada 50 peserta yang ambil dalam Pelatihan Tenaga Keolahragaan organisasi cabang olahraga Lisensi Wasit Taekwondo tahun 2025 dari berbagai unit yang ada di Kabupaten Bogor,, ” ujar Ketua Tim Pengembangan IPTEK dan organisasi keolahragaan Dispora Kabupaten Bogor; Neneng Nurhasanah, Senin (10/11).

Neneng mengatakan, kegiatan ini diikuti para peserta yang memang punya basic dalam olahraga taekwondo di Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, kata Neneng, pemateri dari kegiatan Lisensi Wasit Taekwondo ini berasal dari Pengprov dan Pengcab Taekwondo Indonesia yang sudah punya lisensi

” Kami ucapkan terimakasih kepada Pak Aep selaku Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga dan Pak Asnan AP selaku Kadispora yang sangat mensuport kegiatan lisensi wasit taekwondo kali ini,” ucap Neneng.

Kabid PPO Dispora Kabupaten Bogor, M Saepudin yang akrab disapa Aep membenarkan kalau bidang PPO akan terus menggelar pelatihan lisensi bagi para pelatih atau wasit yang ada di beberapa cabor di Kabupaten Bogor.

” Lisensi wasit ini sangat bagus karena akan meningkatkan kualitas dan menambah  SDM Wasit Taekwondo di Kabupaten Bogor.  Mengingat Kabupaten Bogor baru punya 8 wasit yang berlisensi, ” papar Aep.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP berharap dari Lisensi wasit Taekwondo ini akan berdampak positif pada pengembangan dan peningkatan para wasit taekwondo di Kabupaten Bogor.

” Dari pelatihan Lisensi wasit taekwondo ini kedepannya saya ingin para wasit Taekwondo asal Kabupaten Bogor bisa bertugas pada ajang level nasional dan internasional;”  ucap Asnan AP.

Asnan menilai pelatihan lisensi wasit taekwondo sangat penting dan ini punya dampak positif bagi olahraga Taekwondo di Kabupaten Bogor.  (**)

Adbang Sering Ingatkan Kontraktor Mila Kencana Soal K3

0

jurnalinspirasi.co.id – Proyek revitalisasi kolam renang Mila Kencana, terus menuai sorotan. Pasca inspeksi mendadam (sidak) Komisi III DPRD Kota Bogor yang mendapati tidak diterapkannya K3 pada pembangunan tersebut.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zacky Faizal mengatakan bahwa seseuai Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), setiap kontraktor wajib memiliki tenaga ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dan menjadi persyaratan wajib.

“K3 itu seharusnya menjadi hal yang wajib. Artinya harus ada penerapan prosedur tersebut,” ujar Irfan kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).

Irfan mengakui bahwa pihaknya telah beberapa kali mendatangi lokasi proyek Mila Kencana, namun belum menemui adanya tenaga ahli K3. Padahal, sambung dia, secara administratif itu persyaratan yang mesti dipenuhi.

Menurut dia, penerapan K3 di lokasi proyek oleh kontraktor harusnya menjadi concern Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengawas pembangunan di dinas terkait.

“Harusnya PPK dan pengawas menanyakan hal itu (penerapan K3). Karena sekecil apapun pekerjaan konstruksi wajib ada K3,” ungkap Irfan.

Sebab, sambung dia, perlengkapan K3 beserta tenaga ahli pada sebuah proyek sudah dianggarkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebuah proyek.

“Rompi dan helm sudah ada dalam RAB. Sebetulnya kami sudah beberapa kali memberikan masukan khusus untuk k3 ini tetap harus dievaluasi. Ini menjadi kewajiban pelaksana di lapangan dan pengawas proyek,” katanya.

Irfan menegaskan bahwa dalam permasalahan ini PPK harus proaktif karena setelah menandatangani kontrak sudah menjadi ranah PPK.

“Kalau kami, khususnya di proyek strategis pada saat penandatanganan kontrak selalu menekankan soal K3,” katanya.

Lebih lanjut, kata Irfan, kontraktor dan PPK wajib memperhatikan K3 karena itu merupakan salah satu persyaratan wajib dalam kegiatan konstruksi

“Ke depan memang semua pekerjaan kontruksi di Kota Bogor di wajibkan memiliki petugas K3 dan tenaga ahli K3, saat proses pelelangan,” tandasnya.

Sebelumya,
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, mengatakan, banyak catatan dan temuan saat Komisi III melakukan sidak ke lokasi proyek Mila Kencana senilai Rp1,2 miliar itu, salah satunya soal K3 yang tidak diterapkan oleh para pekerja.

“Dengan adanya temuan-temuan disana, CV Persada Alam selaku kontraktor proyek Mila Kencana, bisa diblacklist,” ujar Heri.

Menurut dia, permasalahan K3 menjadi salah satu faktor utama, jangan sampai proyek yang dikerjakan itu menimbulkan korban jiwa. Seperti proyek pembangunan SD Gang Aut beberapa waktu lalu hingga menimbulkan korban jiwa karena mengabaikan K3.

“Kami memandang bahwa K3 itu serius. Karena kita beberapa waktu lalu pernah terjadi korban hingga meninggal dunia. Ternyata dengan kejadian kemarin tidak serta-merta para pengusaha ini merubah sikap dan ini kita temukan juga ada pegawai di proyek Mila Kencana tidak menerapkan K3,” kata dia.

Heri menegaskan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini ke pimpinan DPRD. Kemudian, akan sampaikan juga di Badang Anggaran (Banggar).

“Jadi, ketika kita menganggarkan satu proyek itu, kita harus menekankan kepada dinas dinas agar semakin ketat untuk menyeleksi pengusaha pengusaha yang mengerjakan proyek tersebut. Uang rakyat yang jumlahnya besar ini jangan sampai dikerjakan asal-asalan, harus dikerjakan dengan serius,” ungkap dia.

Komisi III juga akan menyampaikan temuan-temuan di proyek Mila Kencana dalam rapat dengan Banggar (Badan Anggaran) pada 15 November 2025 mendatang.

“Intinya, kita akan laporkan hasil temuan tersebut. Dan terkait sanksi, biar mereka yang lakukan. Untuk apakah berpotensi terkena ‘blacklist (catatan hitam)’, pastilah. Kita harus mencari pengusaha pengusaha yang baik, yang taat aturan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Desak Proyek Mila Kencana Distop

0

jurnalinspirasi.co.id – Mencuatnya permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan proyek pembangunan revitalisasi Mila Kencana di kawasan GOR Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi sorotan dari Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya. Pihak KKP menilai bahwa banyak dugaan pelanggaran dilakukan oleh kontraktor pelaksana yang saat ini merevitalisasi Mila Kencana.

Ketua KPP Beni Sitepu, mengatakan bahwa adanya temuan-temuan pelanggaran ataupun catatan yang didapatkan saat Sidak Komisi III DPRD Kota Bogor ke lokasi proyek Mila Kencana, telah membuktika bahwa pihak perusahaan kontraktor CV Persada Alam tidak mentaati peraturan yang berlaku dalam melaksanakan kegiatan pembangunan.

“Harus di stop dulu aktifitas kegiatan pembangunannya, karena disana banyak pelanggaran. Pemkot juga harus memberhentikan dulu dan membatalkan kerja sama dengan kontraktor CV Persada Alam,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/11).

Menurut dia, CV Persada Alam juga sebelumnya tercatat terlambat dalam menyelesaikan pembangunan Gedung Indoor B GOR Pajajaran, namun kembali memenangkan tender proyek baru senilai Rp1,2 miliar yang bersumber dari APBD Kota Bogor.

Beni menilai pemberian proyek baru kepada kontraktor dengan rekam jejak buruk menunjukkan lemahnya sistem evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek daerah.

“Ini bentuk kelalaian serius. Kontraktor yang punya rekam jejak buruk tidak seharusnya kembali diberikan proyek baru, apalagi tanpa penerapan standar keselamatan kerja (K3). Jadi sebenarnya CV Persada Alam layak di Blacklist,” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Beni, dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Bogor kemarin, ditemukan bahwa pelaksana proyek abaikan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan. Sehingga dari temuan merupakan bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi dalam proyek pemerintah.

KPP Bogor Raya menilai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor selaku penanggung jawab proyek harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja CV Persada Alam, termasuk mempertimbangkan langkah pembatalan kontrak demi menjaga akuntabilitas penggunaan dana publik dan keselamatan pekerja.

Selain itu, Beni juga mendorong DPRD Kota Bogor untuk melakukan audit fisik dan administrasi terhadap seluruh proyek yang pernah maupun sedang dikerjakan CV Persada Alam agar tidak terjadi pelanggaran berulang yang berpotensi merugikan masyarakat dan daerah.

“Kami tidak akan diam jika kontraktor bermasalah terus diberi ruang bermain di proyek-proyek APBD. Ini soal tanggung jawab publik dan transparansi anggaran,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Ripuh, 51 SPPG di Kota Bogor Belum Miliki SLHS

0

jurnalinspirasi.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyisakan permasalahan. Teranyar dari 5555 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kota Bogor. Baru empat SPPG yang mengantungi Sertifikasi laik hygiene sanitasi (SLHS) sebagai bukti tertulis keamanan pangan untuk pemenuhan standar baku mutu dan persyaratan kesehatan olahan pangan.

Kepala Bidang Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Dwi Aang Kunaifi mengatakan, hingga kini baru ada emlat SPPG yang sudah memiliki SLHS.

“Sedangkan 51 SPPG lagi masih belum mengantongi SLHS,” ujar Dwi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (11/11).

Kata dia, terdapat beberapa kendala dalam proses pembuatan SLHS. Di antaranya SPPG perlu melampirkan surat permohonan resmi, dokumen penetapan dari Badan Gizi Nasional, denah dapur, serta bukti bahwa penjamah pangan telah mengikuti kursus keamanan pangan siap saji.

Kemudian, sambungnya, akan dilakukan verifikasi dokumen dan inspeksi kesehatan lingkungan sebelum sertifikat diterbitkan oleh pihak Dinkes Kota Bogor.

Selain itu, SPPG diwajibkan menyertakan hasil pemeriksaan sampel pangan yang memenuhi syarat kelayakan konsumsi (dari laboratorium).

“Nanti ada persyaratan dokumen penilaian Insfeksi Kesehatan Lingkungan/IKL dari puskesmas setempat. Setelah semua persyaratan terpenuhi, baru keluar SLHS. Saat ini 51 SPPG sedang dalam proses pengajuan SLHS,” jelasnya.

Dwi menambahkan, untuk bangunan SPPG dikesampingkan dulu soal Izin Mendirikan Bangunan (IMB), karena masuk kedalam program strategis nasional.

“Tetapi untuk kajian amdal atau pengelolaan limbah tetap harus di proses, setelah nanti keluar SLHS,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Irfan Zaki Faizal menjelaskan bahwa SPPG cukup memiliki SLHS, sedangkan untuk IMB tidak dipersyaratkan dalam MBG, apalagi rata-rata SPPG menggunakan bangunan rumah tinggal, ruko dan lainnya.

“Kecuali apabila bangunan baru, tetap harus ada IMB. Untuk data-data pengajuan SLHS ada di DPMPTSP,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Jambore Ranting ke-8 Pramuka Tamansari Tanamkan Nasionalisme dan Kedisiplinan Sejak Dini

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Tamansari menggelar Jambore Ranting ke-8 di Tamansari Camp, Selasa (11/11/25). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh para anggota Pramuka dari sekolah-sekolah se-Kecamatan Tamansari.

Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Tamansari, Danramil, Kepala Desa Sirnagalih, Ketua K3S, Ketua PGRI, para kepala sekolah, pengawas dan pembina Pramuka, serta perwakilan Yayasan Mutiara Keraton Solo.

Ketua Kwaran Tamansari, Susi Heriyawati, mengatakan Jambore Ranting ke-8 ini sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan Pamitran sebagai wadah pembinaan karakter, kreativitas, dan kebersamaan anggota Pramuka. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, peserta juga diberi ruang untuk menampilkan kreasi bertema kepahlawanan.

“Anak-anak kita beri kesempatan tampil berkreasi dengan berpakaian pahlawan sebagai bentuk penanaman rasa nasionalisme sejak dini. Antusias mereka sangat tinggi. Meskipun sempat diguyur hujan, para peserta tetap semangat dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan,” ujar Susi.

Susi juga menyampaikan apresiasi kepada Muspika Tamansari, Yayasan Mutiara Keraton Solo, dan pihak Tamansari Camp yang telah memberikan dukungan, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar.

“Kegiatan ini bukan hanya tiga hari di perkemahan, tetapi diharapkan berlanjut menjadi kebiasaan yang membentuk karakter. Anak-anak dapat menerapkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan berguna bagi nusa dan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekcam Tamansari, Teguh Sugiarto mewakili Mabiran menyambut baik penyelenggaraan Jambore Ranting dan berharap dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Jambore ini adalah sarana pendidikan karakter, kedisiplinan, dan kecintaan alam bagi peserta Pramuka baik tingkat SD maupun SMP. Selain itu, jambore mempererat silaturahmi dan komunikasi antar sekolah di Kecamatan Tamansari,” ungkap Teguh.

Ia menegaskan, kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam membangun kerja sama, kekompakan, dan kepedulian sosial antar generasi muda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi pembentukan generasi yang tangguh dan berakhlak,” tutupnya.

Ketua kwarcab Kabupaten Bogor Kak Agus Ridho sangat engapresiasi kegiatan jambore ke- 8 kwaran Tamansari. Tentunya ini menjadikan ajang kegiatan yang menyenangkan bagi peserta didik adek adek penggalang. Dan itu bagian dari proses pendidikan buat generasi muda dalam penguatan karakter.

“Sukses terus Kwaran Tamansari dalam berbagai kegiatan,” ucapnya. Yudi

Dukung Program Indonesia Bebas Katarak 2030, RSUD R. Moh. Noh Nur Tambah Dokter Spesialis Mata

0

jurnalinspirasi.co.id – Menjawab meningkatnya tren gangguan penglihatan di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat, RSUD R. Moh. Noh Nur kini menghadirkan dr. Rino Agustian Praja, Sp.M., M.Kes. sebagai Dokter Spesialis Mata yang mulai melayani masyarakat sejak 1 November 2025.

dr. Rino melayani pasien di Poli Mata setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu, memberikan akses pemeriksaan yang lebih luas bagi masyarakat tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah Bogor Barat.

Direktur RSUD R. Moh. Noh Nur, dr. Vitrie Winastri, S.H., MARS, mengungkapkan bahwa penambahan dokter spesialis mata ini didorong oleh kenaikan rata-rata 20% kunjungan pasien Poli Mata setiap triwulan sepanjang tahun 2025. “Tren ini menunjukkan kebutuhan yang tinggi akan layanan mata. Dengan hadirnya dr. Rino, kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan diagnosis dini dan tindakan operatif seperti operasi katarak secara optimal,” jelasnya.

Langkah ini juga mendukung program Kementerian Kesehatan RI “Indonesia Bebas Katarak 2030”, yang menekankan pentingnya deteksi dini dan intervensi tepat waktu terhadap gangguan penglihatan.

Dengan bergabungnya dr. Rino Agustian Praja, Sp.M., M.Kes., RSUD R. Moh. Noh Nur memperkuat komitmennya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan mudah diakses.

Rumah sakit terus berupaya meningkatkan mutu layanan dengan mengedepankan nilai “Melayani dengan Hati dan Profesionalisme”, sekaligus mempertegas perannya sebagai rumah sakit andalan masyarakat Bogor Barat.

(Yev/rls)