24.6 C
Bogor
Tuesday, March 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 56

LDK Kaffah ITB Dewantara Gelar Pengabdian Masyarakat Lintas Kampus di Cianten, Hadirkan Edukasi hingga Layanan Kesehatan

0

Bogor |Jurnalbogor Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Kaffah ITB Dewantara sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat 2025 yang berlangsung selama dua hari, mulai 27 hingga 28 Desember 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Mengabdi dan Mendidik Bersama Alam Cianten” ini berlokasi di Kampung Pasir Pari, Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Acara ini merupakan kolaborasi multidisipliner yang melibatkan empat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lintas kampus, yakni LDK Kaffah ITB Dewantara, Pramuka Racana Vinus Bogor, Sumeru Nursing Corp Poltekkes Kemenkes Bandung, serta relawan mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA).
Hadir dalam kegiatan ini jajaran dosen pendamping di antaranya Dr. Muhlis, S.PT., M.M, Novita Anggraeni, S.Pt, M.Si, M.E, Much Hamdani S.Kom,MM dan Dr. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M. selaku pembina LDK Kaffah ITB Dewantara. Turut hadir pula dosen dari STAI La Roiba, Prasasti Nuraeni, SE, ME. Kehadiran para pendidik ini memberikan pendampingan langsung dalam pelaksanaan program di lapangan yang meliputi pendidikan anak, mitigasi bencana, hingga pemeriksaan kesehatan warga.

Wakil Rektor ITB Dewantara, Dr. Zeze Zakaria,SE, MM menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh LDK Kaffah. Beliau menilai kegiatan ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
Kami sangat bangga dan mengapresiasi semangat mahasiswa LDK Kaffah ITB Dewantara yang telah menginisiasi kolaborasi lintas kampus ini. Melalui pengabdian di Rumah Sahabat Arae, mahasiswa tidak hanya belajar memimpin (LDKM), tetapi juga belajar peduli dan memberikan solusi nyata bagi problematika sosial di masyarakat,” ungkap Dr. Zeze Zakaria dalam keterangannya.
Rangkaian kegiatan pengabdian mencakup beberapa agenda utama yaitu Pendidikan Karakter yang merupakan Program pengajaran edukatif bagi anak-anak usia TK hingga SMP yang bermitra dengan Yayasan Rumah Sahabat Arae. Selain itu ada Kesehatan Masyarakat untuk Layanan pemeriksaan kesehatan dasar (cek tekanan darah, gula darah, asam urat) dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Mitigasi Bencana berupa simulasi mitigasi bencana bagi warga perbukitan.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi dan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemandirian warga Kampung Pasir Pari serta meningkatkan kepekaan sosial para mahasiswa yang terlibat.(Tri/Wan)

Polres Dan Pemkab Bogor Terapkan Car Free Night (CFN) di Jalur Puncak Saat Malam Tahun Baru 2026

0

jurnalinsprasi.co.id – Dalam rangka mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas dan volume pengunjung di kawasan wisata Puncak selama perayaan Malam Tahun Baru 2026, Polres Bogor akan melaksanakan kebijakan Car Free Night (CFN) di Jalur Puncak.

Waktu Pelaksanaan dan Pengalihan Arus

Car Free Night di Jalur Puncak akan diberlakukan mulai tanggal 31 Desember 2025 pukul 18.00 WIB hingga 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.

Selama periode tersebut, arus lalu lintas kendaraan dari arah Jakarta yang akan menuju Cianjur atau Bandung akan sepenuhnya dialihkan. Pengalihan rute akan diarahkan melalui Jalur Sukabumi.

Masyarakat yang bepergian diimbau untuk menggunakan jalur alternatif, seperti rute Cibubur – Cileungsi – Jonggol – Cariu – Cikalong – Cianjur.

Sistem Penyekatan Kendaraan

Polres Bogor akan menerapkan penyekatan kendaraan di enam titik utama di Jalur Puncak, dengan jadwal yang berbeda berdasarkan jenis kendaraan yakni. Penyekatan Roda 4: Dimulai pukul 21.00 s.d. 02.00 WIB. Sementara Penyekatan Roda 2 dimulai pukul 22.00 s.d. 00.30 WIB.

Enam titik penyekatan utama yang menjadi fokus pengerahan personel adalah SPBU Patung Ayam, Sp. Pasir Angin, Sp. Megamendung, Sp. Lokawiratama, Sp. Taman Safari dan Gunung Mas. Sebanyak 72 personel gabungan dari Sat Lantas, Dishub, Sat Pol PP, dan Samapta akan dikerahkan untuk menjaga dan mengatur di keenam titik sekat tersebut.

Langkah Antisipasi Bencana dan Rekayasa Lalu Lintas Tambahan

Sebagai bagian dari upaya pengamanan terpadu, akan dibangun Pos Terpadu di sepanjang Jalur Puncak. Selain itu, alat berat akan ditempatkan di sekitar Simpang Gadog dan Gunung Mas untuk mengantisipasi potensi terjadinya longsor.

Rekayasa lalu lintas juga akan dilakukan di area lain yakni. Di Lingkar Pakansari, lingkar dalam akan difungsikan sebagai area parkir kendaraan, sementara lingkar luar sebagai jalur perlintasan.

Kemudian di Jalan Jenderal Sudirman, akan diterapkan sistem Contra Flow dan penyediaan area parkir kendaraan.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan cermat dan mematuhi aturan lalu lintas serta pengalihan rute yang telah ditetapkan demi terciptanya Malam Tahun Baru yang aman, tertib, dan lancar. Ded*

Dukung Program Ketahanan Pangan, Jane Nadeak Salurkan 300 Sayuran dan Tempe Gratis

0

jurnalinspirasi.co.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bojongsari Kota Depok melanjuti instruksi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Pembagian Sayuran dan Tempe Gratis guna mendukung Program Strategis Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. pada Ahad, (28/12/25)

Jane Nadeak selaku Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bojongsari sangat menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi langkah-langkah yang di inisiasi oleh Ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, bersama jajaran pengurus mulai DPW PSI Jawa Barat hingga DPD  PSi Kota Depok

Tak tanggung-tanggung sebanyak 300 Sayuran dan Tempe tersebut merupakan bukti nyata dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat untuk semua warga di wilayah Bojongsari.

Jane Nadeak, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan yang dilakukan oleh kader-kader PSI Kecamatan Bojongsari, dalam pembagian secara langsung kepada warga di bojongsari, dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat setempat.

“Warga sangat antusias dan menyampaikan terima kasih kepada PSI di Kecamatan Bojongsari, selain membagikan Sayuran, kami juga menambahkan Produk Tempe atas inisiatif para kader PSI se-Kecamatan Bojongsari,” ujar Jane Nadeak, usai bersama kader PSI Bojongsari membagikan kepada warga.

Ia menambahkan, ini merupakan Program Ketahanan Pangan Nasional yang di lakukan di Bojongsari secara bertahap yang di awali pada akhir tahun ini dan akan terus bergulir dilaksanakan pada tahun depan di 2026 mendatang.

“Iya ini baru tahap awal saja kita bagi-bagi 300 Sayuran dan Tempe, rencananya Program Ketahanan Pangan ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang, mengingat program ini sangat bagus, jadi sudah semestinya saya dan kader PSI lainnya turut mendukung untuk keberlanjutannya.” tandasnya

Pada kesempatan ini Jane juga mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran pengurus Partai Solidaritas Indonesia yang telah berperan aktif dalam memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat dan berharap kegiatan ini dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Erwin)

Warga RW 01 Warung Menteng Gelar Kerja Bakti Bersih Lingkungan

0

Jurnal Bogor – Warga RW 01 Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan kerja bakti bersih lingkungan pada Minggu pagi (28/12/25). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

Kerja bakti tersebut diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga, pemuda, hingga pengurus RT dan RW. Sejak pukul 07.00 WIB, warga bersama-sama membersihkan jalan lingkungan, saluran air, serta fasilitas umum di wilayah RW 01.

Ketua RW 01 Warung Menteng, Yudi, mengatakan kegiatan kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar warga.

“Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat, sekaligus mengantisipasi genangan air dan potensi penyakit,” kata Yudi.

Antusiasme warga terlihat dari keikutsertaan aktif dalam pembersihan selokan, pengangkutan sampah, hingga penataan lingkungan. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kebersamaan.

Pemerintah Desa Warung Menteng mengapresiasi partisipasi warga RW 01 dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di wilayah lain sebagai bentuk kolaborasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa. Yudi

Donor Darah dan tolong menolong Ala Masjid Al Muttaqin Griya Soka

0

Bogor |Jurnalbogor Masjid AL MUTAQIN Griya Soka Desa Sukaraja menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI kota bogor Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (28/12/2025) ini mendapat sambutan hangat dari para jamaah dan masyarakat umum yang antusias berpartisipasi.

Ketua RW 06 Desa Sukaraja Slamet Warsono menjelaskan bahwa donor darah telah menjadi agenda rutin sebagai bagian dari komitmen sosial kepada masyarakat. “Donor darah ini merupakan wujud kepedulian kami kepada para pasien yang membutuhkan darah di berbagai rumah sakit yang tersebar di Kota Bogor ” ujar Slamet.

Slamet yang juga menjabat sebagai Ketua RW 06 Desa Sukaraja kegiatan ini bekerja sama PMI Kota Bogor dan SMK Farmasi Bogor dan Bazar UMKM kami selalu aktif memberikan kontribusi terbaik untuk kemaslahatan umat dan bangsa,” ungkapnya Jumat ( 28/12/2025)

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat Suasana kegiatan yang digelar di pelataran masjid tampak hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dengan tetap mengikuti prosedur kesehatan dan pemeriksaan awal oleh tim medis, para peserta dari berbagai kalangan baik jamaah masjid maupun masyarakat umum berpartisipasi dengan tertib.

Kegiatan ini menegaskan peran masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta contoh nyata kolaborasi antara lembaga keagamaan dan lembaga sosial seperti PMI dalam melayani umat dan masyarakat secara luas.

Ketua DKM Masjid Al MUTAQIN Yadi Abdilah mengatakan, kegiatan donor darah sukarela digelar dalam rangka membantu PMI Kota Bogor dalam penyediaan stok darah.
Donor darah sukarela di pelataran Masjid diikuti elemen masyarakat Griya Soka Senin pagi jam 08.00 akan ada kajian Akbar bersama Aa Gym di warga mesjid Al Mutaqin RW 06,, dan sebagainya.
“Kita mengajak masyarakat, untuk hadir ada basar UMKM dan cek kesehatan gratis dari SMK Farmasi Bogor ( Wawan Hermawanto)

Desa Tamansari Perkuat Kesiapsiagaan Lewat Bimtek Desa Tangguh Bencana

0

Jurnal Bogor – Puluhan peserta mengikuti Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar di kawasan Leuweung Bobojong, RT 03/08, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu ( 27/12/25).

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kasi Trantib dan Binwil Kecamatan Tamansari, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, RT dan RW, LPM, Linmas, Karang Taruna, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Kepala Desa Tamansari, Sunandar, mengatakan bahwa pelatihan dan bimtek Destana merupakan langkah penting dalam meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana alam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar kebencanaan, sehingga mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi bencana,” ujar Sunandar.

Ia menambahkan, Desa Tamansari memiliki potensi kerawanan bencana yang perlu diantisipasi bersama, sehingga kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pengurangan risiko bencana.

“Destana bukan hanya program, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber dari BPBD Kabupaten Bogor menyampaikan bahwa konsep Desa Tangguh Bencana menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menyusun rencana kontinjensi, melakukan pemetaan risiko, serta memahami langkah-langkah evakuasi darurat.

Kegiatan pelatihan dan bimtek Destana ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk diterapkan di lingkungan masing-masing, guna mewujudkan Desa Tamansari yang lebih siaga dan tangguh menghadapi bencana. Yudi

Toleransi Antarumat Beragama di Kota Bogor Sangat Tinggi

0

Kota Bogor merupakan kota yang tumbuh dalam keberagaman agama, suku, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan sosial yang terus dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Nilai saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi fondasi utama terciptanya kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Hal ini tercermin dalam hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan. Berdasarkan survei tersebut, tingkat toleransi antarumat beragama di Kota Bogor berada pada kategori sangat tinggi.

Peneliti FISIB Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kerukunan umat beragama di Kota Bogor secara komprehensif melalui tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama.

“Basis penelitian ini mencakup toleransi antarumat beragama, kesetaraan, dan kerja sama. Hasilnya, dimensi toleransi memperoleh nilai 84,4 dengan kategori sangat tinggi, kesetaraan 81,4 juga sangat tinggi, sementara kerja sama berada pada angka 77,4 dengan kategori tinggi,” jelas Toto saat pemaparan hasil survei di Balai Kota Bogor, Senin (22/12) lalu.

Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023. Meski demikian, tantangan yang masih perlu diperkuat ke depan adalah dimensi kerja sama antarumat beragama.

“Ini perlu diapresiasi. Toleransi di Kota Bogor sangat tinggi, namun kerja sama lintas umat beragama masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim peneliti dan survei FISIB Universitas Pakuan, Roni Jayawinangun, menjelaskan makna dari masing-masing dimensi yang diukur dalam IKUB. Menurutnya, toleransi dimaknai sebagai sikap menerima dan menghargai perbedaan keyakinan, nilai, budaya, dan pandangan dengan kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai.

“Kesetaraan adalah kondisi di mana setiap individu memiliki nilai dan hak yang sama tanpa memandang latar belakang, dengan memastikan akses dan peluang yang adil serta menentang segala bentuk diskriminasi,” jelas Roni.

Adapun kerja sama, lanjutnya, merupakan bentuk nyata interaksi sosial antarumat beragama melalui sikap saling bahu-membahu, empati, dan simpati.

“Kerja sama dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan atau event di tingkat kota yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saat ini nilainya sudah berada pada kategori tinggi, dan pada tahun 2026 diharapkan dapat meningkat menjadi 81,4,” tambahnya.

Roni juga menekankan bahwa hasil survei menunjukkan keterlibatan generasi muda yang memiliki skor lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, sehingga menjadi modal penting bagi keberlanjutan kerukunan umat beragama di masa depan.

Terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas hasil survei tersebut. Ia menegaskan bahwa tingginya nilai IKUB mencerminkan keberhasilan masyarakat Kota Bogor dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Alhamdulillah, dari hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025, Kota Bogor menduduki peringkat sangat tinggi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi,” ujar Dedie Rachim saat menghadiri Perayaan Natal Keuskupan Sufragan Bogor 2025 di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, Jumat (26/12) malam.

Menurut Dedie, kondisi kerukunan tersebut menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

“Anak-anak bisa bersekolah, masyarakat bisa berkarya dan berkarier, ibu-ibu bisa berbelanja, serta keluarga dapat mencari nafkah dengan tenang. Inilah situasi yang diimpikan setiap daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan modal utama pembangunan dan menjadi landasan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bogor.

“Kota Bogor dengan latar belakang agama, suku, ras, dan keturunan yang beragam terus saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi. Ini adalah kekuatan kita bersama untuk membangun Kota Bogor yang maju dan harmonis,” tegasnya.

IKASI Targetkan 4 Medali Emas di Porprov 2026

0

jurnalinspirasi.co.id – Pengurus Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor periode 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi cabang olahraga anggar Kota Bogor untuk menatap target prestasi yang lebih tinggi, khususnya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.

Ketua IKASI Kota Bogor, Subhan, menegaskan optimismenya dalam menghadapi Porprov. Ia menyebut, IKASI Kota Bogor ditarget meraih empat medali emas, meningkat dari capaian sebelumnya yang hanya tiga emas.

Target dari KONI itu empat emas, dan kami sangat optimistis bisa mencapainya. Bahkan, kami juga berusaha maksimal untuk mengejar lima medali emas,” ujar Subhan.

Menurut dia, IKASI Kota Bogor akan turun di sekitar 12 nomor pertandingan. Meski persaingan di tingkat Jawa Barat terbilang ketat, terutama dari daerah seperti Karawang dan Tasikmalaya, Subhan yakin para atlet Kota Bogor mampu bersaing.

“Persaingan memang berat, tapi kami optimis bisa bersaing dan mencapai target empat sampai lima emas,” katanya.

Dalam persiapan menuju Porprov, IKASI Kota Bogor akan fokus mengikuti berbagai event dan kejuaraan sebagai ajang pembinaan mental juara sekaligus mengasah kemampuan atlet. Terkait kemungkinan try out ke luar negeri, Subhan menyebut hal tersebut masih akan disesuaikan dengan peluang dan kesiapan.

“Kami lihat nanti peluangnya. Kalau memungkinkan, try out ke luar negeri tentu akan kami upayakan,” ujarnya.

Selain fokus prestasi, pelantikan pengurus IKASI Kota Bogor juga dikemas sebagai ajang edukasi. Subhan menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang orang tua atlet agar terlibat langsung dalam memberikan motivasi kepada putra-putrinya.

“Harapannya, orang tua semakin termotivasi mendukung anak-anaknya. Atlet juga merasa bangga karena pengurus memiliki komitmen dan misi yang jelas ke depan,” jelasnya.

Ke depan, IKASI Kota Bogor juga merencanakan program pengenalan olahraga anggar ke sekolah-sekolah untuk menjaring bibit atlet muda.

“Kami ingin masuk ke sekolah-sekolah agar anggar lebih dikenal dan lahir fencer-fencer junior yang nantinya bisa kami bina,” tambah Subhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Bogor, menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pengurus IKASI Kota Bogor. Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Bogor yang berhalangan hadir.

Pak Wali Kota menyampaikan selamat kepada pengurus IKASI Kota Bogor periode 2025–2030. Anggar merupakan salah satu cabang olahraga penyumbang medali emas bagi Kota Bogor, dan diharapkan ke depan bisa menyumbang minimal empat emas,” ujar Anas.

Ketua KONI Kota Bogor dalam sambutannya juga menekankan pentingnya peran IKASI dalam mendukung target besar Kota Bogor, yakni meraih 100 medali emas pada Porprov. Ia menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harapan yang bisa diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan.

“Dengan semangat sportivitas dan pembinaan yang konsisten, kami yakin anggar bisa menjadi salah satu kekuatan Kota Bogor dalam mewujudkan Bogor juara,” pungkasnya.

** Aga Alamanda

Pemkot Bogor Torehkan 82 Penghargaan Selama 2025

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencatatkan capaian gemilang sepanjang tahun 2025 dengan meraih total 82 penghargaan di berbagai tingkatan, mulai dari kota, provinsi, hingga nasional, termasuk penghargaan individu yang diterima langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Secara rinci, capaian tersebut meliputi 2 penghargaan tingkat kota, 41 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat, 30 penghargaan tingkat nasional, dan 9 penghargaan secara individu Wali Kota Bogor.

Prestasi ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, mitra pembangunan, dan partisipasi aktif masyarakat Kota Bogor.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tujuan, melainkan hasil dari kerja konsisten, kolaborasi lintas sektor, dan semangat melayani warga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Dedie A. Rachim.

Sepanjang 2025, Pemkot Bogor menerima berbagai apresiasi nasional bergengsi, antara lain di bidang reformasi birokrasi, pencegahan korupsi, pengelolaan keuangan daerah, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, inovasi digital, pelayanan publik, serta kota terbaik dalam penanganan program stunting dari Kemendagri.

Capaian strategis seperti Opini WTP kesembilan dari BPK, peringkat 1 pemerintah kota terbaik dalam pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan tahun 2025 dari KPK, Indeks Reformasi Hukum dengan predikat AA, Kota Layak Anak Predikat Nindya, serta beragam penghargaan dari kementerian dan lembaga negara menjadi bukti pengakuan atas kinerja Pemkot Bogor.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor juga konsisten meraih penghargaan atas inovasi daerah, kinerja perangkat daerah, pengelolaan lingkungan, kependudukan dan keluarga berencana, penguatan kampung keluarga berkualitas, serta keluarga sehat sejahtera.

Selain capaian institusional, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim juga meraih 9 penghargaan secara individu tingkat kota, provinsi, dan nasional. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan inovatif, komitmen terhadap lingkungan hidup, penguatan BUMD, pengembangan pendidikan, dukungan terhadap Gerakan Pramuka, hingga peran dalam pemulihan ekonomi dan penguatan program iklim berbasis masyarakat.

Pemkot Bogor menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi landasan untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan yang bersih, inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih berdampak bagi masyarakat Kota Bogor,” tegas Wali Kota.

Dengan semangat Bogor Beres, Bogor Maju, kata Dedie Rachim, Pemkot Bogor berkomitmen melanjutkan kinerja terbaik demi mewujudkan kota yang maju, berkelanjutan, dan membahagiakan warga.

Jogjogan Diterjang Longsor, UPT JJ Gercep Bersihkan Material

0

jurnalinspirasi.co.id – Sudah tiga hari ini, wilayah Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sebagian wilayahnya terus mengalami banjir dan longsor.

Setelah aktivitas Cafe Daun yang menimbulkan banjir ke pemukiman warga di Kampung Panjang, kali ini longsor terjadi di ruas jalan alternatif tidak jauh dari Kantor Desa Jogjogan. Longsor yang terjadi pada Rabu (24/12/2025) pagi hari ini terjadi akibat semalaman wilayah Cisarua diguyur hujan.

Pantauan di lokasi, tebingan setinggi 3 meter yang merupakan areal pemakaman ini bagian tepi jalannya tidak kuat menahan air hujan akibat tidak adanya pohon keras di sana.

“Gundul sih tidak ada pohon keras, jadinya longsor menimpa badan jalan, ” ujar Sanusi, warga sekitar.

Dampak dari material longsoran yang menimbun badan jalan, lalulintas disana sempat terganggu. Untuk menormalkan kembali lalulintas, tim UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Tim kita dari UPT JJ melakukan penanganan di lokasi. Kita harus bergerak cepat jika ada jalan Kabupaten Bogor yang tertimbun longsor. Terlebih saat ini musim liburan Natal dan liburan anak sekolah, kawasan Puncak mulai dipadati kendaraan wisatawan,” tandas Kepala UPT JJ Ciawi, Heru.

Meskipun tidak ada korban jiwa di beberapa kejadian di Desa Jogjogan ini sebagian warga yang ada di desa tersebut merasa was-was jika hujan terus mengguyur wilayah Puncak. Hal ini karena wilayah Desa Jogjogan kondisi lingkungan ruang terbuka hijau terus menyempit oleh bangunan vila-vila dan kegiatan tempat wisata.

(Dadang Supriatna)