27.5 C
Bogor
Sunday, February 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 55

Ada Promo Khusus Masuk Rivera Bagi Pemilik KTP Bogor, Harga Mulai Rp 50 ribuan

0

Jurnal Bogor – Rivera Outbound & Edutainment, wahana rekreasi yang menyediakan berbagai aktivitas serta wahana outdoor dan edukasi yang berada di kawasan Bogor Nirwana Residence, menyiapkan berbagai promo menarik di Bulan November 2025.

General Manager Rivera, Firanto mengatakan ada harga khusus bagi yang memiliki KTP Bogor, untuk tiket masuk Rivera harga tiketnya cukup hemat yaitu Rp 58.500,- /orang pada Senin-Jumat dari harga normal Rp 100.000,- / orang dan Rp 67.500,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional dari harga normal Rp 115.000,- / orang. Dan ada diskon 50% untuk sewa kostum Jepang/Belanda. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera bagi pemilik KTP Bogor. Caranya mudah tunjukkan KTP Bogor saat transaksi di loket, 1 KTP berlaku maksimal untuk 4 orang dan tidak berlaku double promo. Periode promo hingga 30 November 2025, “ jelas Firanto.

Selain promo KTP Bogor ada juga Promo Ulang Tahun, Gratis bagi yang berulang tahun di bulan November dengan syarat membawa minimal 2 orang pendamping. Wajib datang sesuai bulan kelahirannya dan membawa foto copy KTP/KK/kartu pelajar/akte lahir saat kedatangan. Promo ulang tahun berlaku untuk pembelian di loket. Harga pendamping yaitu Rp 65.000,- /orang pada Senin-Jumat dan Rp 75.000,- /orang pada Sabtu dan Minggu serta libur nasional, tidak berlaku double promo, “ tambah Firanto.

Untuk yang datang perorangan, ada harga khusus paket terusan, harga yang ditawarkan yaitu Rp 65.000/orang untuk kunjungan di Senin-Jumat, dan Rp 75.000/orang untuk kunjungan di Sabtu – Minggu dan libur Nasional. Pembelian langsung di loket tiket dan tidak berlaku double promo. Harga tersebut sudah termasuk kunjungan ke Taman Burung Rivera.

Untuk yang berkunjung di hari biasa Senin-Jumat, ada juga harga khusus Rp 99.000 untuk 3 orang, dimana harga sudah termasuk gratis 1 wahana dan Taman Burung. Pembelian khusus via online melalui website www.riveraoutboundbogor.com.

Firanto menambahkan bagi yang ingin berkunjung rame – rame tersedia juga paket Promo Novemberia Ber-4 dengan harga hemat yang berlaku selama periode November 2025. Paket ini ditawarkan dengan harga tiket Rp 175.000,- untuk empat orang pada Senin – Jumat dan pada Sabtu – Minggu dan libur Nasional dengan harga Rp 200.000,-. Ada juga paket Novemberia Ber-6 dengan harga Rp. 265.000,- untuk enam orang pada kunjungan Senin – Jumat dan Rp 300.000,- berlaku pada hari Sabtu – Minggu dan libur Nasional. Paket tersebut sudah termasuk Gratis Masuk Taman Burung,” kata Firanto.

Ada juga promo khusus pelajar dan mahasiswa untuk tiket terusan. Dengan harga Rp 50.000,-/orang untuk di Senin-Jumat, dan Rp 60.000,-/orang untuk Sabtu-Minggu. Syaratnya mudah dengan menunjukkan kartu pelajar SD/SMP/SMA/mahasiswa yang masih berlaku, dan 1 kartu maksimal untuk 4 orang. Promo berlaku sampai 30 Nov 2025.

Untuk rombongan yang berkunjung minimal 30 orang, akan ada harga spesial yang ditawarkan, dengan berbagai kegiatan yang dapat dilakukan seperti fun games, team building, agri agro, melukis di kue atau tanah liat, camping, dan berbagai kegiatan seru lainnya yang akan membangun kekompakan dan kebersamaan antar anggota grup.

Untuk kegiatan camping sendiri, Rivera menyediakan beberapa paket promo mulai harga Rp 75.000,-/orang untuk sewa lahan camping dan sudah tiket masuk Rivera dan 1 wahana. Fasilitas area camping lengkap mulai dari mushola, kamar bilas, keamanan 24 jam, penerangan area, toilet, dan parkir luas.

Rivera memiliki lebih dari 15 wahana yang hadir saat ini dan dapat dinikmati untuk segala usia diantaranya Ropes & obstacles, flying fox dengan 2 lintasan, kursi sultan, wall climbing, ezy roller, trampolin, mobil listrik, panahan, perahu air, canoe, crazy ball. Selain itu ada juga Taman Jepang dan Taman Belanda, dimana pengunjung dapat menyewa kostum ala kedua negara tersebut.

Rivera lebih lengkap dengan kehadiran Taman Burung. Ada juga area Taman Rusa, dimana pengunjung bisa langsung memberi makan rusa. Rivera juga menghadirkan kegiatan edukasi yaitu agri agro, dimana pengunjung bisa belajar menanam sayur sayuran dan hasilnya bisa dibawa pulang, fun farming, melukis gerabah dll.

Di area Rivera juga hadir Graha Rivera, gedung serbaguna untuk umum yang dapat dipergunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan, ulang tahun, rapat, pameran, dan berbagai acara lainnya.

Bobibos Tawarkan Bensin Ramah Lingkungan RON 98,1

0

jurnalinspirasi.co.id – PT Inti Sinergi Formula meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) berbahan nabati bernama Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos atau Bobibos.

Produk ini diklaim mampu menghasilkan emisi nyaris nol, dengan jerami sebagai bahan baku utama.

ounder Bobibos, M Ikhlas Thamrin, mengatakan pemilihan jerami didasari oleh pertimbangan harga pokok produksi (HPP) agar tetap terjangkau masyarakat.

“Tujuannya supaya masyarakat bisa menikmati BBM bersih dengan biaya murah,” ujarnya saat ditemui di Jonggol, Jawa Barat, dikutip Kontan, Rabu (12/11).

Ikhlas menuturkan, timnya sempat meneliti sejumlah bahan alternatif seperti tebu, singkong, dan mikroalga.

Namun, hanya jerami yang mampu menghasilkan HPP di bawah batas atas yang telah ditetapkan.

“Kami sudah menetapkan batas atas HPP sebelum riset dimulai. Kalau hasil uji menunjukkan HPP di atas batas itu, berarti belum feasible,” jelasnya.

Tiga Aspek Riset: Teknologi, Komersialisasi, dan Regulasi

Ikhlas menjelaskan, riset Bobibos dibangun atas tiga pilar utama: teknologi, komersialisasi, dan penerimaan politik terutama yang berkaitan dengan regulasi pemerintah.

Pada aspek teknologi, tim Bobibos merancang sendiri mesin biokimia yang mengekstraksi jerami menjadi bahan bakar nabati melalui lima tahapan proses.

“Aspek komersialisasi berfokus pada batas atas HPP. Buat apa bahan bakar yang hebat kalau harganya mahal dan tidak laku di pasar,” kata Ikhlas.

Dorong Ekonomi Sirkular di Pertanian

Penggunaan jerami sebagai bahan baku juga disebut memberi dampak positif bagi sektor pertanian. Petani dapat menjual beras sebagai produk utama dan jeraminya diolah menjadi bahan bakar.

“Sawah seharusnya bisa menjadi pusat energi sekaligus pusat pangan,” ujarnya.

Terkait regulasi, Ikhlas menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah melalui pembina Bobibos yang juga anggota DPR, Mulyadi.

Produksi 300 Liter per Hari, Siap Uji Publik Februari 2026

Saat ini, kapasitas produksi Bobibos mencapai 300 liter per hari. Berdasarkan riset perusahaan, 1 hektare sawah menghasilkan sekitar 9 ton jerami yang dapat diolah menjadi 3.000 liter bahan bakar.

“Dari 3.000 liter itu, bisa digunakan 1.500 liter untuk bensin dan 1.500 liter untuk solar, tergantung kebutuhan,” jelas Ikhlas.

Uji publik Bobibos dijadwalkan mulai Februari 2026 di fasilitas perusahaan di Jonggol. Namun, Ikhlas belum mengonfirmasi waktu pasti peluncuran komersialnya.

Bobibos diklaim memiliki nilai oktan (RON) 98,1, berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Direktorat Jenderal Migas LEMIGAS.

BBM ini telah diuji coba di berbagai kendaraan, mulai dari Honda BeAT, Toyota Alphard, hingga Nissan Navara. (ded)

DPMD Musi Banyuasin Studi Tiru ke Desa Palasari, Pelajari Pengelolaan Aset Desa

0

Jurnal Bogor – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, melaksanakan kunjungan kerja (studi tiru) ke Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Rabu (12/11/25). Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan aset desa serta penerapan sistem digitalisasi pemerintahan desa.

Sulaiman, Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kabupaten Musi Banyuasin, mengatakan bahwa kunjungan ini dilakukan setelah pihaknya melakukan pencarian referensi tentang desa-desa berprestasi di Provinsi Jawa Barat. Hasilnya, Desa Palasari dipilih karena dinilai berhasil mengelola aset desa dan menjadi salah satu desa dengan inovasi terbaik.

“Kami datang ke Desa Palasari untuk belajar terkait pengelolaan aset desa. Palasari ini menjadi peringkat pertama di Jawa Barat, mudah-mudahan apa yang sudah dilakukan di sini bisa kami aplikasikan di Kabupaten Musi Banyuasin agar desa-desa kami semakin baik,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, banyak hal yang bisa dipelajari dari Desa Palasari, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia hingga pengelolaan administrasi aset desa. Ia berharap hasil studi tiru ini dapat memperkuat kerja sama antardaerah, khususnya dalam pengembangan desa berbasis digital dan pemberdayaan masyarakat.

“Kerja sama seperti ini penting. Kami akan sampaikan hasil kunjungan ini ke pimpinan agar dapat diterapkan di Kabupaten Musi Banyuasin, terutama dalam menjaga dan mengoptimalkan aset desa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Palasari, Aip, menyambut baik kunjungan DPMD Musi Banyuasin. Ia mengaku pihaknya tidak menyangka menjadi tujuan studi tiru dari luar provinsi, mengingat Desa Palasari juga masih terus berproses dalam pengembangan sistem digitalisasi desa.

“Kami merasa terhormat dan juga kaget, karena ternyata Desa Palasari dijadikan tempat belajar. Tapi ini menjadi ajang sharing dan tukar pengalaman antarwilayah. Kami juga sedang mempersiapkan diri menjadi desa digital dan telah mengembangkan aplikasi pertanahan pertama di Kabupaten Bogor,” jelas Aip.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam mendorong kemajuan desa menuju tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi. Yudi

Gebyar Kampanye TB pada HKN ke-61, RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang Turut Meriahkan Jalan Santai

0

Jurnalinspirasi.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar Jalan Santai dan Gebyar Kampanye TB sekaligus Deklarasi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) di kawasan Car Free Day (CFD) Cibinong, pada Minggu (9/11/2025).

Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, serta Kementerian Kesehatan RI sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung eliminasi Tuberkulosis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., MARS, mengatakan, TOSS TB merupakan langkah nyata untuk menemukan, mengobati, dan menyembuhkan pasien TB hingga tuntas.

Sementara itu,  dr. Esther Melanni, M.Kes Wakil Direktur Pelayanan RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, yang hadir mewakili jajaran hospital management RSUD, mengatakan bahwa TOSS TB menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dan kepedulian terhadap upaya pencegahan serta penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Bogor.

Dengan semangat HKN ke-61 bertema “Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju”, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melawan TB menuju Bogor yang lebih sehat.

(yev/rls) 

Yoga sudah jadi bagian gaya hidup , bukan sebatas trend

0

Bogor |jurnalbogor – Yoga merupakan olahraga yang menggabungkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Selain manfaat fisik, yoga juga memberikan dampak terhadap mental dan emosional.
Dewasa ini, yoga bukan lagi menjadi sebuah tren, melainkan bagian dari gaya hidup. Hal ini disampaikan oleh Mega, salah satu anggota komunitas yoga di Taman Kencana Bogor.

“Yoga memberikan dampak mendalam pada kesejahteraan mental dan emosional,” ujarnya kepada Jurnal Bogor,

Sementara menurut instruktur yoga Noer Akbar, selama 6 tahun mengajar yoga, aktivitas yoga sudah menjadi bagian dari gaya hidup, bagian dari workout setiap harinya. Dalam sepekan, banyak orang menyelipkan aktivitas fisik ini.

“Karena orang makin sadar bahwa kesehatan itu penting, tidak hanya fomo atau sekedar ikut tren sekarang yoga bagian dari gaya hidup,” jelasnya.

Perkembangannya pun luar biasa, mulai dari banyaknya komunitas yoga dan juga banyaknya tempat atau studio yoga baru di Bogor.

Dalam pandangannya, milenial menjadi generasi yang paling banyak menyadari akan pentingnya Yoga. Meski begitu, dia juga melihat beberapa dari generasi Z makin banyak yang aware akan olahraga dan gaya hidup sehat. Meskipun diakuinya, dulu tidak banyak orang tertarik yoga.

“Karena orang taunya yoga itu hanya olahraga duduk, olah nafas stretching ringan saja, dan dulu itu yang datang ke yoga hanya orang-orang dengan gangguan kesehatan seperti misanya nyeri punggung, nyeri pinggang, leher kaku dan lain sebagainya,” lanjut Noer Akbar.

Menurutnya, yoga bisa dimulai sejak dini karena yoga untuk semua generasi. Noer Akbar menyebut bahwa yoga bisa dimulai kapan saja, bahkan anak-anak yang masih usia dibawah 5 tahun pun bisa mulai yoga tentunya di kelas yoga for kids. Hal ini untuk menjaga kesehatan, baik fisik maupun emosional yoga bisa dilakukan untuk semua usia.

“Orang dengan rutinitas kesibukan harus sudah mulai untuk yoga, karena pekerjaan sehari-hari kadang sulit untuk menjaga tubuh apalagi usia yang sudah mulai memasuki 40-an ya, pasti sudah berasa sakit pingang, salah tidur dikit leher sakit, dan lain-lain. Yoga bisa dibilang terapeutik karena (efek) menyembuhkan,” kata Noer Akbar.

Maka dia menyarankan untuk individu yang berusia 40 tahun, yoga menjadi workout yang wajib, bukan lagi pilihan. Yoga juga mempunyai manfaat untuk kehamilan, baik saat sedang program hamil, saat kehamilan, maupun pasca melahirkan.

Disarankan oleh Noer Akbar untuk ibu hamil yang ingin yoga, diharapkan melakukannya saat usia kehamilan trimester ke-2 karena kondisi janin sudah kuat. Terlebih bagi ibu hamil yang ingin melahirkan secara pervaginam, yang mana mereka ingin mendapatkan latihan pernapasan, sehingga napas menjadi lebih panjang dan kuat.

Kemudian, perempuan hamil yang melakukan yoga juga akan mendapatkan manfaat dari dilatihnya otot perut dan paha bagian dalam. “Jadi waktu melahirkan, semua bagian reproduksi menjadi kuat, sehingga saat melahirkan jauh lebih mudah,” jelas Noer Akbar.

Adapun kondisi yang dilarang untuk melakukan yoga meliputi ibu hamil yang mengalami flek atau pendarahan terus-menerus, usia kandungan muda atau yang menjalani program bayi tabung, dan hanya menjalankan yoga atas saran dokter.

(Wawan Hermawanto)

Kades Malasari Pastikan Jalan di Pabangbon Milik Pemkab

0

jurnalinspirasi.co.id – Kepala Desa Malasari, Andi Zaelani Firdaus menjelaskan status jalan di Kampung Pabangbon RT 01 RW 04 Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang dibangun swadaya masyarakat menurutnya, jalan tersebut  masuk inventaris milik Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Pada program Samisade 2024 lalu, anggaran untuk jalan itu sudah dialokasikan dan sempat mau dibangun namun batal karena jalan itu statusnya milik Pemkab.

“Pada waktu Bimtek, Dinas PUPR Kabupaten memberitahu bahwa jalan di Kampung Pabangbon itu bukan jalan desa, tetapi jalan Kabupaten. Anggarannya pun terpisah, jadi kewenangan untuk membangun jalan itu Pemkab Bogor,” kata Andi Zaelani Firdaus kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/11/2025).

Sehingga kalau jalan itu statusnya milik desa, di tahun 2024 lalu jalan itu sudah harus dibangun. Namun kalau dipaksakan juga dibangun oleh Pemerintah Desa dipastikan akan jadi permasalahan.

“Akan muncul permasalahan kalau dipaksakan, karena jalan desa dengan Kabupaten Bogor statusya berbeda dan anggarannya pun terpisah,” paparnya.

Dia memastikan pihak desa telah berupaya agar jalan itu bisa dibangun, namun akhirnya masyarakat menggelar swadaya membangun jalan tersebut karena sudah rusak berat dan tak kunjung dibangun oleh Pemkab.

(Arip Ekon)

Kue Ape, Jajanan Jadul yang Masih Eksis di Depan RSI Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Di tengah maraknya jajanan modern, kue ape tetap menjadi salah satu camilan jadul yang digemari banyak orang. Di Jalan Perdana, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor tepat di depan RSI Bogor, ada seorang pedagang kue ape yang setia berjualan sejak tahun 2017.

Irvan, sang penjual, setiap hari menyiapkan adonan dari campuran tepung beras dan terigu. Dari tangan terampilnya, aroma harum kue ape yang baru matang selalu menggoda siapa pun yang lewat.

“Kalau yang beli mah macam-macam, ada orang lewat, anak kecil, bapak-bapak, ibu-ibu,” ujar Irvan sambil tersenyum.

Menurutnya, kue ape masih diminati karena merupakan jajanan tradisional yang sudah mulai langka. “Mungkin karena kue ape ini kue jadul yang udah jarang, jadi banyak orang yang nyari,” tambahnya.

Setiap sore, lapak sederhana milik Irvan selalu ramai pembeli. Anak-anak yang pulang sekolah sering mampir untuk membeli kue ape hangat yang baru diangkat dari cetakan. Sementara orang tua yang lewat pun kerap berhenti sejenak sekadar bernostalgia dengan jajanan masa kecil mereka.

Harga satuan kue ape yang terjangkau juga menjadi alasan mengapa dagangan Irvan tak pernah sepi. Dengan modal bahan sederhana, Irvan bisa menjual puluhan kue setiap harinya. “Yang penting rasanya tetap enak dan manisnya pas,” ujarnya.

Meski di tengah gempuran jajanan kekinian, Irvan bertekad untuk terus melestarikan kue ape sebagai bagian dari warisan kuliner tradisional. Ia berharap generasi muda tetap mengenal dan mencintai jajanan jadul yang satu ini.

(Putri D/mg)

Dinas Pertanian Kukar Studi Tiru ke Nanggung

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten  Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pertanian dan Peternakan mendatangi para petani yang berada di Kabupaten Bogor baru baru ini. Mendatangi lokasi pertanian, rombongan  pejabat Pemkab Kukar tersebut bertujuan untuk menggelar studi tiru dengan kelompok tani di lingkup Kecamatan Nanggung.

Para petani  di Forum Komunitas Petani Terkonsolidasi (FKPT) Tunas Mandiri binaan Prof Muladno dari IPB Bogor yang merupakan pendiri komunitas koperasi usaha rakyat sebelumnya telah disambangi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Papua Barat.

Humas FKPT Tunas Mandiri, Fikri Muhammad, menjelaskan bahwa komunitas ini beranggotakan sembilan petani yang tersebar di tiga desa, yakni Desa Parakan Muncang, Pangkal Jaya, dan Sukaraksa.

“Awalnya kami hanya sembilan orang, lalu berkembang menjadi beberapa kelompok tani di tiap desa. Misalnya, ada Kelompok Tani Rahayu di Desa Pangkal Jaya dan Kelompok Tani Tanah Emas di Desa Parakan Muncang,” ujar Fikri, Minggu (9/11/2025).

Di bawah bimbingan Prof Muladno, para petani mengembangkan tanaman katuk sebagai komoditas unggulan. Hingga November lalu, mereka telah memproduksi lebih dari 3 ton daun katuk segar dan hampir 3 kuintal katuk kering yang dipasarkan ke wilayah Bogor, Tangerang, dan Jakarta.

Selain itu, mereka juga memproduksi puluhan ribu stek katuk yang dijual ke petani sekitar. “Katuk kering kami bahkan dibeli oleh salah satu profesor IPB untuk dikembangkan menjadi suplemen pakan ternak seperti sapi, domba, dan ayam,” bebernya.

Tak berhenti di tanaman katuk, FKPT Tunas Mandiri juga mengembangkan komoditas cabai rawit merah dalam program ketahanan pangan. Dari sembilan petani binaan, tercatat sudah ada lebih dari 8.000 pohon cabai yang ditanam.

“Kenapa kami pilih katuk dan cabai? Karena pasarnya jelas. Jadi sebelum menanam, kami cari dulu pasarnya,” katanya.

Yang menarik perhatian rombongan dari Kutai Kartanegara dan Papua Barat bukan hanya hasil pertaniannya, melainkan juga model bisnis berjamaah yang diterapkan komunitas ini.

“Selama ini kan petani biasanya bekerja sendiri-sendiri. Tapi sejak kami membentuk organisasi, banyak perubahan yang terjadi mulai dari pola pikir, kedisiplinan, sampai kesadaran kolektif untuk membangun bersama,” jelasnya.

Model kolaboratif inilah yang membuat FKPT Tunas Mandiri menjadi rujukan bagi banyak daerah.

Melalui pendekatan komunitas dan pendampingan akademisi, petani Nanggung kini mampu menunjukkan bahwa pertanian tak hanya soal hasil panen, tapi juga tentang kemandirian dan kebersamaan.

“Alhamdulillah, mereka yang datang bersyukur bisa melihat langsung apa yang kami kerjakan di sini. Harapannya, pola seperti ini bisa diimplementasikan juga di daerah lain,” pungkasnya.

Kelompok tani ini juga berkolaborasi dengan Bumdes Tunas Mandiri Desa Pangkaljaya.

(Arip Ekon)

Permudah Mobilitas Warga, Desa Sadengkolot Hotmix Jalan

0

jurnalinspirasi.co.id – Alokasi anggaran satu miliar satu desa (Samisade) yang diterima di setiap Pemerintah Desa di Kabupaten Bogor  terus  digulirkan untuk  peningkatan beragam pembangunan mulai dari  pembukaan akses jalan maupun program  infrastruktur lainnya sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungan.

Seperti jalan di Kampung  Cimanggu RW 04 di Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng jalan yang sudah lama mengalami kerusakan hingga berlubang itu kini telah diaspal hotmix.

Sekretaris Desa Sadengkolot Sudiman menyebutkan,  pengerjaan hotmix  jalan sepanjang 630×3 meter dengan tinggi 3 centimeter yang dinantikan masyarakat di dua RW di Sadengkolot yakni di Kampung Cimanggu-Ciranji kini telah rampung dibangun.

“Samisade tahap dua, fokus pada progres peningkatan hotmix jalan. Karena kondisi tanah itu labil, sebelumnya telah dibangun TPT jalan  sepanjang 60 meter tinggi 1,5 meter. TPT itu dibangun agar jalan tersebut tidak mudah longsor,” kata Sekdes Sudiman kepada Jurnal Bogor, Senin (11/11/2025).

Warga Sadengkolot menyatakan rasa syukur lantaran akses jalan yang rusak parah dan berlubang itu,  kini menjadi mulus sehingga mempermudah mobilitas masyarakat. Dihotmixnya  jalan desa itu untuk mendukung terkonektivitasnya masyarakat dari segala aspek ditengah kepentingan harian masyarakat, baik pendidikan, kesehatan maupun pertanian.

“Dibangunnya jalan itu bermanfaat untuk mendukung perputaran ekonomi lokal,” ujar salah satu penerima manfaat pembangunan desa, Emay.

(Arip Ekon)

Peduli Masyarakat, Ismail Salurkan Dana Aspirasi Perbaiki Rumah Tidak Layak Huni

0

jurnalinspirasi.co.id – Program Rumah Tidak Layak Huni atau RTLH, yang sempat terhenti kini mulai mendapat perhatian. Sebanyak 50 unit RTLH yang berada di 4 desa di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor dalam waktu dekat akan mendapatkan perbaikan oleh tim pelaksana teknis di tingkat desa. Keempat desa itu adalah Desa Sukamanah, Sukagalih, Sukaresmi dan Desa Sukamahi.

Kali ini untuk program RTLH tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Ismail SH melalui dana aspirasi sebagai anggota DPRD yang berasal dari Dapil 3 Partai Golkar itu kembali terus terketuk hatinya untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat di wilayahnya khususnya di Kecamatan Megamendung.

Sekretaris Desa Sukamanah, Ade menuturkan adanya perhatian kepada warga yang tidak mampu itu benar-benar disambut gembira oleh mereka yang tercatat sebagai penerima.

“Sempat terhenti program RTLH dari pemerintah. Padahal di desa-desa itu masih banyak rumah warga yang untuk perbaikannya memerlukan uluran tangan pihak lain. Dan kini mereka akan  kembali mendapat perhatian untuk perbaikan rumahnya. Yaitu melalui dana aspirasi dari Pak H. Ismail dari Partai Golkar, ” ujarnya.

Untuk teknis pelaksanaanya, Ade menerangkan, tim teknis di masing-masing desa akan mendapat tugas untuk pelaksanaannya.

“Jika sudah turun dananya,  TPK di tingkat desa merupakan badan yang akan melakukan penanganan. Mudah-mudahan program itu bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka yang akan mendapatkan bantuan. Tidak hanya dari dana aspirasi, tetapi nantinya akan ada juga dari Pemkab Bogor masing masing desa mendapatkan 5 unit, ” pungkas Ade.

(Dadang Supriatna)