25.2 C
Bogor
Thursday, April 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 539

Djendral Bogor Menuju Arena Politik

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sosok M Yusuf Kiat atau yang dikenal dengan sebutan “Djendral” Bogor adalah salah satu pentolan suporter Kabomania atau pendukung fanatik skuad Persikabo Bogor.

Keterlibatan “Djendral” Bogor dalam atmosfir suporter sepakbola di Bogor terutama suporter Persikabo sudah dilakukan sejak tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor itu masih berada di kancah Divisi Utama dan bermakas di Stadion Mini Persikabo Cibinong.

Totalitas dan loyalitas Djendral Bogor dalam mendukung Persikabo sudah tak perlu diragukan lagi.

Ia selalu hadir dan berada di Tribune penonton guna memberikan dukungan penuh kepada Laskar Padjajaran melakukan laga kandang maupun tandang.

Pria yang juga salah satu aktivis KNPI di Kabupaten Bogor saat ini tengah merintis karir politiknya dengan bergabung di Partai Gerindra Kabupaten Bogor.

” Bismillah tahun ini saya maju dalam Pencalegan di Dapil 2 Kabupaten Bogor dan bergabung dengan Partai Gerindra,” ujar Djendral, Senin 17Juli 2023.

Intinya, kata Djendral, berawal dari tribune suporter saat ini ia fokus maju di arena Politik Kabupaten Bogor dengan jadi Caleg Dapil 2 Kabupaten Bogor dengan Partai Gerindra.

Sejak mendaftarkan jadi Caleg Dapil 2 Kabupaten Bogor, Djendral langsung turun kebawah menyapa semua elemen masyarakat yang ada di Dapil 2 Kabupaten Bogor.

” Hampir setiap hari saya turun sosialisasi ke Masyarakat. Kecuali hari Jumat saya libur dan fokus di rumah saja. Namun saya tetap menjalin komunikasi dengan elemen masyarakat terutama kalangan Milenial dan elemen suporter,” papar Djendral.

Mudah mudahan, sambung Djendral, semua ikhtiar dan kerja kerasnya akan membuahkan hasil yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya. ( Asep Syahmid)

Buat Saluran Manual, Petani GP3A Minta Pemerintah Serius Tangani Revitalisasi Bendungan Cibeet

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang diketui oleh Sarif Hidayat menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah akan kebutuhan air untuk petani. Mereka mengharapkan pihak pemerintah lebih serius untuk menyegerakan revitalisasi sepanjang irigasi dan perbaikan bending atau dam Cibeet (Pandit) di hulu irigasi agar debit air bisa berjalan normal ke irigasi, dan petani bisa bertanam lagi seperti dulu yang tidak pernah kekurangan air.

“Saya berharap pemerintah ini bisa serius, karena keinginan kami itu hanya sebatas revitalisasi bendungan agar air mengalir ke irigasi. Sehingga, kebutuhan air petani bisa tercukupi,” ungkap Sarif Hidayat kepada Jurnal Bogor, Senin (17/7/23).

Sarif menyebut, ada kekecewaan tersendiri dalam diri petani yang tergabung di GP3A. Mengingat, parkiran wisata Rusa yang saat ini sedang dikerjakan oleh CV Zeemah Karya Utama yang menelan anggaran sampai Rp 4,5 miliar seolah lebih penting dari kebutuhan air petani.

“Padahal, bertani merupakan sumber penghidupan kami satu-satunya, tapi seolah diabaikan. Dan seolah parkiran Rusa lebih penting dari sumber penghidupan kami,” cetusnya.

Oleh karena itu, sambung Sarif, atas inisiatif bersama akhirnya melakukan aksi untuk mengaliri air ke saluran Irigasi dengan cara manual. Aksi tersebut dilakukan karena memang permintaan revitalisasi sungai yang diajukan tak kunjung direalisasikan.

“Semoga tahun ini atau tahun 2024 mendatang apa yang kamj harapkan untuk dilakukan revitalisasi sungai bisa segera terwujud. Jadi kepada pemerintah saya mohon untuk tidak mempersulit kami, karena yang kami minta itu hanya sebatas saluran air,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

KNPI Rumpin Menarik Diri dari Kepanitiaan HUT RI ke-78 di Rumpin

0

Rumpin | Jurnal Bogor

KNPI Kecamatan Rumpin menyatakan mundur dari kepanitiaan olahraga HUT RI ke-78 di Rumpin, Kabupaten Bogor, setelah cabang olahraga sepakbola tidak dipertandingkan dengan alasan keamanan. Sebelumnya pada HUT RI tersebut akan diramaikan dengan turnamen sepakbola antardesa.

“Saya sangat merasa kecewa dengan ketidakprofesionalan Ketua APDESI Rumpin, yang bagi kami sangat meragukan kemampuan pemuda dan pihak keamanan dengan alasan klasik terutama soal sepakbola antardesa,” Ketua KNPI Rumpin Munzir Tamam yang dipilih sebagai ketua bidang kepanitiaan olahraga  untuk meramaikan HUT RI tersebut dalam keterangannya, Senin (17/7/2023).

Padahal kata Munzir, sepakbola adalah olahraga yang digemari. “Sepakbola adalah hobi bagi kami. Adanya turnamen sepakbola antardesa harusnya didukung apalagi ini soal memeriahkan HUT RI ke-78, yang mana kami juga sudah mempersiapkan segala kebutuhannya. Tapi alangkah lucunya malah meragukan keamanan,” pungkasnya.

Sementara Ketua HMR Wildan Muholad juga menyebutkan, upaya meniadakan lomba yang sudah tersusun adalah tidak adanya sinergita Ketua APDESI dengan para kepala desa ke Kecamatan Rumpin.

“Salah satu buktinya ketua Apdesi pun masih meragukan soal keberlangsungan keamanan Pordes sepakbola untuk memeriahkan HUT RI. Sudah dipastikan banyak para pemain bola yang kecewa dengan ketidakprofesionalan ini di saat sudah majunya cara berpikir dan cara pandang para pemuda masa kini,” jelas Wildan.

** yev

Siapkan 1, 9 M Untuk Ganti Rumput Stadion Pakansari

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dikabarkan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar untuk mengganti rumput lapangan Stadion Pakansari.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Asnan membenarkan hal tersebut.

Asnan menambahkan, saat ini proses penggantian rumput masih dalam tahap tender di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).

“Saat ini, masih proses lelang. Mungkin akhir agustus bisa mulai dikerjakan penggantian rumput dan perbaikan drainase,” kata Asnan kepada wartawan, Senin (17/7/2023).

Asnan menyebut, rumput baru yang akan digunakan berjenis Zoysia Japonica atau lebih dikenal dengan rumput Jepang.

Rumput jenis ini, kata dia, memiliki ketahanan yang lebih baik dibanding Zoysia Matrella yang digunakan sebelumnya.

Zoysia Japonica, lanjut Asnan, banyak digunakan untuk lapangan golf. Rumput jenis ini memiliki tingkat pemulihan lebih cepat, meski memiliki tekstur lebih kasar dibanding Zoysia Matrella.

“Zoysia Japonica bisa tumbuh lebih cepat dan lebih taha banting dengan iklim Indonesia dan penggunaan Stadion Pakansari dengan intensitas sangat tinggi,” jelas Asnan.

Sekedar diketahui, sejak diresmikan beroperasi pada 2016, rumput Stadion Pakansari diketahui belum pernah diganti sama sekali.

Sekitar tujuh tahun berlalu, kini kondisi stadion pun cukup memprihatinkan. Terlebih saat hujan turun, stadion kebanggaan masyarakat Kabupaten Bogor itu kerap terjadi banjir.

Meski begitu, stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu, masih digunakan sebagai home base Persikabo 1973 dalam mengarungi Liga 1. ( asep syahmid)

Sri Kuncoro Promosikan Wisata Bogor Kepada Peserta KAJARI Open 2023

0

Penasehat Pelti Kabupaten Bogor, Sri Kuncoro yang juga sebagai Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten Bogor akan melakukan terobosan baru pada event Kejurnas Tenis Antar KU di Kajari Open 2023 bulan Desember mendatang.

Salah satu terobosan yang akan dilakukannya itu adalah akan mengenalkan potensi pariwisata di Kabupaten Bogor kepada para peserta Kajari Open di KU 10, KU 12, KU 14, KU 16 dan KU 18.

” Kabupaten Bogor punya tagline Sport Tourism. Makanya kami akan membawa peserta Kajari Open untuk berkunjung ke Destinasi Wisata Favorit yang ada di Kabupaten Bogor,” tegas Sri Kuncoro, Senin, 17 Juli 2023.

Menurutnya, untuk mensukseskan Sport Tourism pada event Kajari Open 2023 pihaknya akan meliabatkan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor.

” Peserta Kejurnas antar KU pada Kajari Open 2023 kemungkinan totalnya mencapai 350 dari semua KU. Nantinya para peserta ini akan diajak keliling mengunjungi lokasi wisata di Kabupaten Bogor dan masuk ke lokasi wisata secara gratis bagi semua peserta,” paparnya.

Sri Kuncoro menambahkan, bagi orang tuanya dikenakan tiket masuk ke lokasi wisata jika orang tua atlet ingin ikut berwisata juga.

Lebih jauh, Kajari Kabupaten Bogor ini menegaskan, konsep membawa para peserta ke lokasi wisata ini sangat tepat dengan tagline Sport Tourism dan jarang dilakukan pada event tenis yang lain.

” Saya yakin hal ini akan punya dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat dan juga bagi PAD Kabupaten Bogor . Karena orang tua atlet yang datang dari luar Bogor pasti akan berbelanja di kawasan wisata,” tutur Sri Kuncoro.

Ia optimis, konsep Sport Tourism dalam Kajari Open 2023 akan punya kesan yang berbeda bagi semua peserta dari luar daerah. ( asep syahmid)

Kampung Tertib, Berhasil Tekan Perkelahian Tarkam

0

Hidup guyub, aman, nyaman di lingkungan yang bersih adalah dambaan semua orang. Tak hanya itu warganya sudah menghidupkan lagi budaya gotong royong membereskan permasalahan di wilayah. Nah. Satpol PP Kota Bogor sedang berikhtiar menciptakan kampung seperti itu yakni kampung Tertib Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sejak 2021 silam. Bagaimana perkembangannya?

Sebuah kampung yang sehat cirinya sangat mudah. Di kampung tersebut sudah bebas perkelahian pemuda antar kampung, tak ada lagi warga yang terbiasa mabuk karena konsumsi minuman keras, narkoba. Tak ada lagi tetangga yang selalu ribut bertengkar, atau ada tempat kos yang penghuninya selalu bermasalah atau tingkat pencurian yang tinggi. Masalah-masalah sosial tersebut bisa hilang bila masyarakatnya kompak dan satu visi untuk mewujudkan kampung yang tenang, tentram, tertib dengan lingkungan yang bersih, teratur, rapi dan indah.
Beruntung hidup di Kota Bogor, karena pemerintah daerahnya juga memperhatikan masyarakatnya untuk hidup tertib dan teratur tersebut. Pemkot Bogor melalui Satpol PP sejak November 2021 silam sudah mendorong mewujudkan kehidupan kampung Tertib Trantibum ini melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat
Merujuk pada perda tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, ikut mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum. Hingga medio 2023 ini, sudah empat wilayah yakni di Kelurahan Baranangsiang Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan Bojongkerta Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, dan Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal. ‘’Saat ini baru empat kelurahan, target kami di 68 kelurahan ada satu kampung Tertib Trantibumnya,’’ kata Kabid Pembinaan Masyarakat dan Anggota (PMA) Satpol PP Kota Bogor, Islahudin didampingi Subkor Ahli Madya Satpol PP Kota Bogor, Apit Budiman.
Menurut Islahudin, gagasan mendorong terwujudnya Kampung Tertib Trantibum adalah pandangan, bahwa perilaku tertib di tengah warga dapat dimulai dari warga di lingkungan terbatas seperti RT dan RW.
“Dari lingkungan kecil itulah warga memahami serta menyadari tentang pentingnya bersama-sama mewujudkan kondisi kehidupan yang lebih tertib di lingkungan yang lebih luas seperti kota,” jelasnya.

Menurut dia, ketertiban umum adalah sebagaimana yang tertuang di dalam ketentuan Perda Kota Bogor No. 1 tahun 2021. Pada Perda tersebut terdapat 13 kondisi tertib yang didorong terwujud. Masing-masing tertib jalan trotoar, taman dan fasilitas umum lainnya, tertib usaha tertentu, tertib lingkungan, tertib sungai, saluran air dan sumberdaya air, tertib penghuni bangunan, tertib KTR, tertib sosial, tertib kesusilaan dan tertib minuman beralkohol, tertib pelihara ternak, tertib kesehatan, tertib peserta didik, tertib tempat kos dan rumah kontrakan, serta tertib tempat hiburan dan penyampaian pendapat.
Apit Budiman menjelaskan, upaya mewujudkan Kampung Tertib Trantibum tentu sangat memerlukan partisipasi masyarakat setempat. Makanya di setiap kampung yang dibina, Satpol PP membentuk Satuan Tugas Trantibum. Mereka terdiri dari warga setempat, termasuk Ketua RT dan RW dan jumlahnya 25 orang.
Satgas inilah yang diharapkan bisa mendeteksi secara dini potensi gangguan trantibum di kehidupan masyarakat setempat. Misalnya peredaran narkoba, tawuran antar pemuda, cek-cok antar tetangga, tempat kos yang tidak sesuai peruntukannya. “Termasuk mereka dapat segera melapor bencana alam atau kebakaran atau masalah-masalah lain yang terjadi di kampung,” tambah Aip.
Tugas Satgas ini meredam gejolak dan melaporkan kepada Satpol PP Kota Bogor. Jadi warga tidak perlu lagi panik dan bingung ketika membutuhkan bantuan untuk mengatasi bencana dan masalah sosial yang terjadi di wilayahnya.
Masing-masing wilayah, potensi gangguan tantribum itu berbeda-beda. Makanya, rujukan Satgas Tertib Trantibum adalah kepada ketentuan tentang 13 jenis ketertiban umum. “Jadi termasuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti menjaga aliran sungai di wilayahnya tetap bersih tidak menjadi tempat warga buang sampah,” lanjutnya.
Dia berharap Satgas dapat mengimbau, mengajak dan mengingatkan warga untuk ikut bersama-sama mewujudkan dan memelihara lingkungan pemukiman yang bersih, sehat dan nyaman. Satgas Trantibum ini mendapatkan rompi Satgas dan Satpol PP membantu membuatkan posko atau sekretariat Satgas Tertib Trantibum yang bersumber dari swadaya masyarakat.
Namun karena anggaran untuk Kampung Tertib Trantibum ini hanya 25 juta/tahun, sementara saat ini baru empat kampung tertib trantibum di Kota Bogor. Dirinya berharap anggaran untuk kampung tertib Trantibum ini bertambah sehingga cita-cita jajaran Satpol PP Kota Bogor mewujudkan satu kampung Tertib Trantibum di 68 kelurahan dapat terwujud.
Sementara itu, Ketua RT 4/6 Kelurahan Kayumanis Kecamatan Tanahsareal, Jaenudin mengapresiasi upaya Satpol PP Kota Bogor dalam membentun kampung Tertib Trantibum di wilayahnya. ‘’Ini bentuk perhatian Pemkot kepada warganya yang ingin menciptakan kampung aman, nyaman, tertib dan bersih,’’ kata Jaenudin yang diamini Ketua RT 1 Amat dan Ketua RT 5, Imin.
Terlebih perhatian Pemkot ini membantu dirinya dalam memecahkan masalah yang ada di kampungnya. Misalnya saja soal kebersihan, masih ada warganya yang membuang sampah ke sungai. Adanya grup Whatsapp (WA) memudahkan dirinya berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melaporkan setiap kejadian di lingkungannya. ‘’Saya baru tahu tugas Satpol PP ini tak hanya membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) di trotoar jalan, tapi menyentuh warga yang mendambakan hidup nyaman aman dan bersih lingkungannya,’’ tegas Jaenudin.
Sejak terbentuk empat bulan lalu, Satgas Tertib Trantibum di Kayumanis ini, pihaknya sangat terbantu. Dirinya berharap Pemkot dalam hal ini Satpol PP Kota Bogor terus mendampinginya setiap ada permasalahan di lingkungannya.(**)

Hadits Hari Ini

0

Rasa Malu

Sahih al-Bukhori:3225

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ.

Dari Abu Mas’ud: Nabi saw bersabda:

Sesungguhnya diantara apa yang sampai kepada manusia dari kalimat Nubuwwah adalah: Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.

Pesan :
Rasa malu adalah sebagian dari iman, karena itu hendaknya seorang mu’min memiliki rasa malu yang dapat menjaganya dari perbuatan tidak baik. Karena jika seseorang tidak memiliki rasa malu, ia akan melakukan apapun sesuka hatinya.

PP Diharapkan jadi Lokomotif Pergerakan UMKM di Desa

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Ketua Bidang Ekonomi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Bogor Ezha Prihan Jaya akan segera bergerak dalam tugas dari kepemimpinan barunya yang dipimpin Daulat Harahap.

Ezha Prihan Jaya

Dikatakan Ezha, Pemuda Pancasila diharapkan bisa jadi lokomotif pergerakan UMKM di desa-desa se-Kabupaten Bogor sehingga memberikan imej dan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten bogor.

“UMKM sebagai lokomotif baru dalam pergerakan Pemuda Pancasila yang akan diupayakan membangun sentra UMKM Pancasila atau warung Pemuda Pancasila di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurut dia, UMKM desa mempunyai peran cukup strategis pada pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor serta dalam skala nasional.

Selain di perkotaan, UMKM desa juga dipandang mempunyai prospek yang bagus di masa mendatang untuk pemulihan ekonomi.

“Pemerintah selalu mendorong UMKM di ranah pedesaan untuk bisa maju dan bersaing dengan jenis usaha lain dalam kancah internasional,” paparnya.

Menurut dia, UMKM yang dijalankan di pedesaan ternyata mempunyai berbagai manfaat, terutama untuk perekonomian nasional. Beberapa di antaranya dapat menyumbang nilai Produk Domestik Bruto (PDB) bahkan di Indonesia, UMKM desa merupakan salah satu penyumbang terbesarnya.

“UMKM desa juga bisa menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan ekonomi pada kelas kecil sampai menengah,”katanya.

Dia menjelaskan, UMKM Pancasila di desa juga mampu mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan yang baru.

Tujuan dari program tersebut adalah agar para pelaku usaha pengurus Pemuda Pancasila bisa mengembangkan keterampilan dalam berwirausaha, serta bisa mempunyai kemampuan dalam menjalankan usaha kecil serta menengah dan bermanfaat untuk warga sekitar

“Program ini juga melatih Anggota Pemuda Pancasila untuk bisa menerapkan keterampilan kewirausahaan, mengidentifikasi serta memilih proyek bisnis dan bisa mempersiapkan perencanaan bisnis yang dapat dipresentasikan pada lembaga terkait,” pungkasnya.

** Andres

Rebutan Kursi Sekolah Negeri, Ulah Siapa?

0

Oleh: Nay Nur’ain *)

Sekolah negeri masih menjadi primadona bagi para orang tua, selain gratis dalam iuran SPP per bulanya, juga fasilitas yang memadai dan didukung penuh oleh pemerintah membuat sekolah negeri selalu menjadi rebutan. Namun sistem pendaftaran online yang sudah berjalan sejak tahun 2017 ini, menuai banyak polemik dan juga menjadi ajang bisnis ‘orang dalam’ dan mereka yang berpengaruh.

Muhadjir Efendy merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mencetuskan sistem zonasi untuk sekolah negeri, dengan tujuan awal, agar masyarakat memilih sekolah yang tidak jauh dari kediamannya guna menghemat anggaran, dan untuk menghindari julukan sekolah favorite.

Tapi, dampak lain yang terjadi di lapangan ialah sistem hanyalah sistem, pembuat sistem tetaplah dia yang memiliki ID untuk mengutak-atik, siapa titipan siapa?.

Belum lama ini, viral SMPN wilayah Bogor Timur, karena kedapatan melakukan praktik “pungli“ atau mungkin jual beli bangku. Hal tersebut membuktikan, jika sistem online yang dibuat oleh pemerintah masih memiliki kelemahan dan justeru menjadi sarat bisnis dalam dunia pendidikan.

Bukan hanya kasus yang menimpa SMPN. Salah satu SMAN pun turut menjadi sasaran geruduk dari organisasi masyarakat dan pemuda, karena banyak sekali warga sekitar yang tidak lolos sistem zonasi.

Dari peristiwa-peristiwa tersebut, sebaiknya Pemerintah Pusat terutama Kementerian Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemendikbudristek) yang kini dipimpin oleh Nadiem Makarim untuk berbenah dengan sistem online yang dibuat oleh menteri sebelumnya. Pasalnya, sistem yang dianggap safety justeru hanya menjadi keuntungan dari mereka yang bermain dari sistem itu.

Yang lebih mengerikan lagi saat ini dengan sistem online yang diterapkan sampai ada yang melaporkan kepada pihak kepolisan karena adanya pemalsuan data KK, miris bukan ?. Dengan kejadian yang beragam tersebut, jelas sudah sistem online dengan berbagai jalur masih bisa dimainkan dan dijadikan ajang bisnis segelintir orang.

Separah itukah dunia pendidikan kita, sejahat itukah pelaku pengolah data siswa dalam dunia pendidikan, harus sehina itukah dalam mencari uang untuk meraih keuntungan. Sehingga harus mematahkan harapan anak bangsa yang hanya ingin bersekolah.

Hingga tak aneh, bukan hanya DPR saja yang rebutan kursi dan rela merogoh kocek dalam-dalam. Tapi ingin duduk dan masuk dalam sekolah negeri pun, harus berebut kursi dengan mereka yang punya kuasa, uang dan jabatan.

Hingga tak jarang, untuk kalangan masyarakat miskin hanya kebagian sekolah swasta bahkan Paket C, karena jatah KETM yang menjadi jalur khusus untuk ornag miskin tak jarang justeru menjadi celah kecurangan dan diisi sang pemilik rupiah dengan nilai tinggi.

Selain jalur zonasi, zona KETM, zona tertentu pun tak luput menjadi celah permainan. Hal itu bisa dibuktikan dengan ketidak beranian pihak sekolah memberikan info data dari jalur-jalur tersebut. Dengan kesemrawutan sistem ini, pemerintah pusat harus berfikir keras untuk memperbaiki sistem lebih baik lagi. Bukan hanya itu saja, warning untuk pemerintah pun jika ingin membuat aturan harus juga dipersiapkan jumlah sekolah negeri. Karena yang ada saat ini, aturan tersebut menjadi ketimpangan atau kontraproduktif karena tak semua sekolah negeri tersebar rata.

So, perbaiki sistem, proses semua pihak yang bermain-main dalam dunia pendidikan, dan perbanyak sekolah negeri, itu baru hidup Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Hingga tujuan awal dalam membuat aturan, bisa berjalan sesuai harapan. Dengan demikian, tidak ada lagi istilah rebutan atau jual beli kursi di sekolah.

*): Wartawan Jurnal Bogor/Kabiro Bogor Timur

Digeruduk Soal PPDB, SMAN 1 Gunung Putri Bungkam

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Banyaknya aduan masyatakat terkait sulitnya masuk di SMA Negeri 1 Gunung Putri, Ormas beserta Karang Taruna menggeruduknya, Jumat  (14/07/2023). Mereka menduga praktik jual beli kursi sekolah tingkat SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bogor masih terjadi, dan angka jual beli kursi pun sangat fantastis, dari Rp10 juta hingga Rp 15 juta.

Ketua Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rayon Gunung Putri, Sarnan Saputra mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan di lapangan, PPDB 2023 di SMAN 1 Gunung Putri diduga masih terjadi praktik jual beli bangku sekolah.

“Ada indikasi jual beli bangku, dengan modus sistem zonasi, masa warga Desa Wanaherang masuk zonasi, sedangkan warga Desa Bojong Nangka yang notabenya lebih dekat tapi tidak masuk kriteria zonasi, kan aneh,” ucap Sarnan Saputra.

“Bahkan saat mendatangi sekolah, dari pihak panitia seolah-olah menghindar dengan adanya kedatangan kami,” tambahnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, seluruh Ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri akan melakukan aksi pada Senin (17/7/2023). ” Kita akan demo nanti hari Senin sebagi bentuk kepedulian kami terhadap pendidikan yang dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang ada,” tutupnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Nangka, H. Amir Arsyad mengeluhkan hal sama terkait sulitnya warga Desa Bojong Nangka yang masuk di SMAN 1 Gunung Putri. “Dari tahun ke tahun, memang warga Desa Bojong Nangka banyak yang mengadu kepada saya terkait sulitnya masuk di SMAN 1 Gunung Putri. Sekolah tersebutkan adanya di wilayah Desa Bojong Nangka, kenapa sulit,” ungkap Amir kepada Jurnal Bogor.

Bahkan, sambung Amir, dari pihak sekolah pun tidak pernah ada komunikasi dengan Pemerintahan Desa Bojong Nangka, terkait penerimaan siswa didik baru.

“Saya setuju kalo memang organisasi yang ada di Kecamatan Gunung Putri akan melakukan sebuah aksi protes terhadap pihak sekolah, tapi dengan catatan tetap menjaga kondusifitas di wilayah,,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara, saat Jurnal Bogor menyambangi SMAN 1 Gunung Putri, pihak sekolah maupun panitia enggan untuk menemui. Sampai diturunkannya berita ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak SMANTRI tersebut.

** Nay Nur’ain