34.6 C
Bogor
Saturday, July 25, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 538

Marak Penipuan, Travel Umroh Resmi Bentuk Komunitas

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya kasus penipuan umroh yang belakangan ini terjadi, rupanya membuat gerah sejumlah pengusaha travel umroh di Kota Bogor.

Alhasil, sebanyak sembilan travel umroh membentuk Komunitas Tour and Travel berdasarkan izin Kemenkumham Nomor AHU-0005175.AH.01.07 Tahun 2023.

Kesembilan travel itu adalah PT Madinah Iman Wisata, PT Attin Tour and Travel, PT Mitra Buana Foresindo Niat Umroh, PT Azzam Tour and Travel, PT Wisata Mulia Tour and Travel, PT Amphro, PT ABA Tour dan Travel, PT Khadim Wisata Tour and Travel, serta PT Haromain Tour and Travel.

Komunitas yang dinahkodai Umar Toha (PT Madinah Iman Wisata) bersama Yuyu Yuningsih (PT Attin Tour and Travel) selaku sekretaris, dan Dea Bilqis (PT Khadim Wisata Tour and Travel) sebagai bendahara itu, beraudiensi dengan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor pada Selasa (5/9).

Ketua Komunitas Tour dan Travel, Umar Toha mengatakan bahwa tujuan pendirian komunitas tersebut adalah untuk mewadahi pegiat usaha Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) yang mengantungi izin dari Kemenag.

“Dan sudah dapat dipastikan, warga yang ingin umroh pasti berangkat, hotelnya pasti ada, perusahaan pasti berizin, dan pasti dibimbing saat melaksanakan ibadah umroh sesuai rukunnya. Insya Allah masyarakat takkan gagal berangkat bila menggunakan travel yang tergabung dalam komunitas,” ungkap Umar.

Selama ini, kata Umar, banyak masyarakat gagal berangkat umroh akibat menggunakan travel yang tak berizin. “Insya Allah travel yang tergabung dalam komunitas aman dan amanah, karena anggotanya diseleksi dengan kriteria ketat,” tegasnya.

Kata Umar, travel yang ingin bergabung dengan komunitas bisa mendatangi sekretariat di Gang Ketapang Nomor 2, Pancasan, Kecamatan Bogor Barat. Tentunya, harus membawa persyaratan seperti bukti manifest pemberangkatan jamaah rutin setiap bulannya, izin PPIU, dan track record pemilik.

“Kami terbuka bagi mereka yang ingin gabung. Tetapi wajib memenuhi kriteria tersebut,” ungkap dia.

Saat disinggung mengenai bagaimana cara masyarakat mengecek travel umroh legal atau tidak. Umar menegaskan bahwa pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Umroh Cerdas milik Kemenag. “Tinggal dicek izin PPIU di aplikasi, kalau resmi pasti terdaftar. Atau bertanya langsung ke Kemenag atau komunitas,” jelasnya.

Selain itu dari sisi harga, kata Umar, Kemenag telah mereferensikan bahwa biaya umroh termurah adalah Rp28 juta. “Itu yang paling ekonomis dihitung dari variabel cost. Misalnya, pesawat transit, hotel agak jauh. Bola harganya lebih dari itu, berarti fasilitasnya lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, Dede Supriyatna mengapresiasi pembentukan komunitas tersebut. Sebab, ia menilai organisasi ini akan memperkuat layanan travel umroh.

“Ya, mudah-mudahan ini diikuti oleh daerah lain untuk meningkatkan peran dan fungsi travel. Anggota harus bisa solid dan bersinergi dengan Kemenag. Selain itu, travel yang tergabung mesti saling mengingatkan dan memajukan,” imbuhnya.

“Mengingatkan bahwa travel harus memiliki izin, kantornya ada, keberangkatan sudah terjadwal, visa aman, punya kantor, harganya pasti, pemberangkatan dan manasiknya ada serta memberi pemahaman kepada masyarakat agar jangan sampai tergiur dengan harga dibawah standar, namun ujungnya bermasalah,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Pilpres RI 2024, Janganlah Paradoks dan Anomali

0

Jurnalinspirasi.co.id – Dengan membaca postingan yang beredar di medsos Detik.com bahwa Tim Pemenangan Nasional (TPN) Capres RI bpk Ganjar Pranowo dari PDIP telah terbentuk dan diketuai Arsyad Rasyid, beliau saat ini adalah Ketua Umum DPP Kadin Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan bpk Harry Tanoe, Ketum Perindo, salah satu partai koalisi Pilpres bersama PDIP untuk pemengan Pemilihan Presiden (Pilpres) thn 2024 mendatang, ini merupakan salah satu fakta, ada gejala mengulangi sejarah bpk Erick Tohir, pengusaha sebagai Ketua TPN bpk Jokowi.

Sekarang Arsyad Rasjid yang diminta Ketum PDIP ibu Megawati Sukarno sebagai Ketua TPN Capres bpk Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, yang diklaim sebagai partai pembela orang kecil (wong cilik), begitu proses sejarah lahirnya.

Penunjukan Ketua TPN Capres Ganjar Pranowo, dapat disimpulkan ada fenomen sosial paradoks dan anomali dalam praktik politik nasional kita, yang bercirikan superpragmatis, tanpa ruh kerakyatan dan lemahnya perjuangan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebab tampak sekali keterlibatan para tokoh dari kalangan pergerakan buruh belum tampak dan atau tidak ada (nihil) sama sekali.

Faktanya PDIP yang mengklaim atau mengesankan diri sebagai partai membela “Wong Cilik”, kaum pakir miskin dan orang-orang terlantar, ternyata dalam perilaku politik partainya, mereka “bermesraan”, bertumpu dan ditopang jejaringan para pendukungnya adalah kaum pengusaha, pebisnis.

Ya artinya barang tentu, disini dapat dikatakan keterlibatan kaum pemilik modal besar (oligarki) sudah pasti ada didalamnya, dan kemungkinan peran dan fungsinya sangat kental (intensif) dalam proses pengambilan keputusan politik, baik pra dan post pasca Pilpres.

Tampak jelas bahwa membela “wong cilik” hanyalah pencitraan, dan sekedar jargon “jualan’ politik PDIP semata, akan tetapi isinya yang sebenarnya nanti, ternyata kaum buruh berhadap-hadapan (versus) dengan para oligarki sebagaimana yang terjadi saat ini, era kepemimpinan bpk Jokowi, lahirnya UU Ciptanaker, Minerba dll.

Pantas kita merasakan bahwa dalam satu dasa warsa belakangan ini, dimana PDIP memenangkan Pilpres RI Jokowi, dan Pileg DPR RI pada tahun 2014 dan 2019, produk-produk public policy sangat kentara memberikan ruang gerak yang sangat besar dan sangat pro-oligarky serta memarginalkan kaum buruh (wong cilik).

Lihat isi beberapa pasal dalam UU Omnibuslaw Cipnaker yang banyak ditentang kaum buruh, karena diistilahkan  buruh dijadikan “keset” sedangkan pengusaha mendapat hak istimewa bagi para pemilik modal besar (oligarki), yang disiapkan era rezim Jokowi “karpet merah”.

Dengan kata lain para oligarki sangat dimanja dalam berinvestasi diberikan berbagai kemudahan (fasilitas) yang murah dan meriah, terutama soal perizinan, perpajakan dll. Dan begitu banyak regulasi berupa UU, PP, Kepres, Inpres, Kepmen, Permen dll di bidang ekonomi dan investasi, dinilai banyak pihak (para ilmuwan dan pakar) keluar atau menyimpang dari sistem nilai, norma dan kaidah hukum konstitusi pasal-2 UUD 1945.

Kasus gerakan kaum buruh di Indonesia untuk membela hak-hak selalu mengalami kegagalan dan mereka tidak berdaya (powerless), terutama  dalam penegakan hukum, sebab oknum aparat penegak hukum diduga sudah  “fibeli dan dikuasai” para oligarchy.

Lihat saja fakta hukum di pengadilan, kasus korupsi dan kolusi (gragitasi) suap-menyuap perkara di lembaga peradilan negara yang dikitari para mafia. Praktik hukum di negara kita kini dalam kondisi carut-marut.

Fenomena sosial negatif tersebut terjadi kita kenal sebagai dampak Indonesia dalam cengkraman oligarki. Kini praktik hukum dan politik berada dibawah kendali kekuatan modal finansial (kapital).

Kita cukup prihatin memang melihat, mengamati, mempelajari dan memahami kondisi ipoleksusbudhankam negara-bangsa ini, demikian banyak “sumirnya” dengan permasalahan yang sangat komplek sebagai akibat lemahnya kepemimpinan nasional.

Sebenarnya inilah wajah “kemunafikan” para elite politik sebagian warga bangsa kita saat ini, yang menyelimuti alam jagat raya sistem perpolitikan nasional dan daerah di NKRI. Hal ini dapat kita katakan pengelolaan negara-bangsa ini diselenggarakan belum atay tidak ramah sosial (social unequity) dan juga tidak ramah lingkungan (konservasi).

Kepentingan ekologi dan ekososial selalu dikalahkan dan mindset mereka the ruling party didominasi cara kerja mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi hasilnya tidak berkualitas.

Faktanya semakin kencang usaha bisnis dan investasi dalam proses pembangunan terutama dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) yg tak terbaharukan (unrenewable natural resource) di seluruh wilayah Indonesia seperti usaha pertambangan misalnya.

Kemudian yang terjadi dampak negatifnya adalah ketimpangan sosial yang ditandai tinggi (menganga) dengan angka indeks rasio berkisar angka 0.38-0.4 bahkan lebih.

Demikian juga kita amati bahwa semakin tinggi pengeksploitasian SDA yang tak terbaharukan semakin tinggi angka indeks pencemaran lingkungan-degradasi ekosistem dengan berbagai bencana alam buatan manusia, serta berkurangnya keanekaragaman hayati akibat punahnya flora dan fauna, karena ekosistem hutan, perairan laut dan daerah aliran sungai (DAS) dirusak.

Dampak pemanfaatan SDA yang berlebihan dan melampaui daya lingkungan (natural resource of overexploitasion) lainnya sebagai dipraktikan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan tetapi gagal dan tak tercapai target, dan hasilnya ekosistem alam seperti hutan, DAS dan atmosfer semakin bertambah rusak.

Hal ini akibat regulasi yang dikeluarkan sebagaimana isi UU Omnibuslaw Ciptanaker telah mengabaikan atau bahkan menghilangkan dokumen AMDAL sebagai salah syarat perizinan berinvestasi. Akibatnya selain kontrol sosial masyarakat lokal dan menjadi lemah tak berdaya (unpowering society) karena keputusan bisnis dan investasi tersentralisasi saat ini di Pemerintahan Pusat.

Salah satu contoh kasus akhir-akhir ini yang hangat adalah penggusuran perkampungan tradisional etnis Melayu di pulau Rempang, Kota Batam Kepulauan Riau, beritanya saya baca di HU Kompas dimana warga masyarakat lokal protes dan demonstrasi menolak mereka direlokasi demi pengembangan investasi besar-besar di kawasan Barelang Kepulauan Riau.

Dengan fakta tersebut, sangat jelas membuktikan bahwa para penguasa (the ruling party) yang betkuasa saat ini kembali ke pola dan gaya pemerintahan lama, era Orba, sebelum Reformasi, yang topdown policy, gaya otoriter,  antidemokrasi dan KKN bangkit-marak lagi.

Simpulannya arah kebijakan dan regulasi publik saat ini, ditandai adanya perputaran rezim politik saat ini membalikan jarum jam ke belakang (mundur), bukan ke depan (maju) sebagaimana cita-cita gerakan reformasi.

Itulah wajah sistem politik nasional kita yang berwatak munafik, rakyat hanya dikibuli dengan janji-janji kosong, akan tetapi setelah menang dan berkuasa, mereka melupakan dan memarginalkan rakyat. Itulah nasib rakyat Indonesia saat ini yang kebanyakan kurang beruntung, semoga Pilpres tahun 2024, insya Allah berhasil memilih para pemimpin yang bukan dari kalangan munafikun.

Jika mereka diberi amanah tidak berkhianat, dan jika mereka berjanji tidak mengingkarinya, dan jika mereka berkata-berucap, mereka tokoh politik itu tidak berdusta.

Harapan kita pada proses Pileg dan Pilpres tahun 2024, mendatang melahirkan sejumlah negarawan yang berakhlak mulia dan berperilaku baik sesuai karakter pemimpin yang islami, siddiq, amanah, fathonah dan tabliq, sehingga cita-cita dan tujuan hidup berbangsa dan bernegara bisa terwujud yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan dan menciptakan perdamaian abadi, hendaknya bisa tercapai.

 Syaratnya adanya kaum elite politik yang berkuasa, yang memiliki watak negarawan sejati, cerdas dan berintegritas, tidak munafik (satu kata dan perbuatan) serta terbebaa dari perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Walaupun kita menyadari bahwa beberapa kriteria kepemimpinan ideal agak sulit dan pesimis kita menemukannya di negara kita saat ini. Akibat sistem demokrasi liberal-kapitalistik dan padat modal yang dipraktikan dalam Pemilu Indonesia selama ini, yang nyaris bertentangan dengan Sila ke-4 Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara kita

Sekian dan terima kasih, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong mengarungi samudera gelombang dan dinamika politik Indonesia, yang sedang hangat menuju Pilpres 2024. Kita tetap bersatu, bersaing sehat, dan menggunakan akal sehat. Itulah harapan kita semua selaku warga bangsa yang mencintai Tanah Airnya Indonesia Raya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Save NKRI, jayalah Indonesiaku.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr. Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Peringati Puncak HUT RI Ke-78, Anggota Dewan Agus Salim Apresiasi Penampilan Operet Muda-mudi Ciltim

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-78, muda-mudi RW 05 Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor mengadakan panggung gembira dengan menampilkan tarian anak-anak, paduan suara ibu-ibu dan puncak acara drama operet yang digelar di halaman JPO Stasiun Cilebut Timur, Sabtu (2/9) malam lalu.

Agus Salim

Anggota DPRD Komisi IV Agus Salim yang hadir dalam acara tersebut sangat antusias menyaksikan sampai selesai acara  tarian anak-anak, paduan suara dan yang drama operet yang diperankan oleh muda-mudi Cilebut Timur (Ciltim) RW 05.

Penampilan operet yang diperankan oleh muda-mudi Ciltim yang menceritakan kisah Malin Kundang sebagai puncak acara panggung gembira dalam rangka memperingati HUT RI ke 78.

Putra asli Cilebut mengaku sangat terhibur dengan penampilan operet yang diperankan muda-mudi Ciltim tersebut.

 “Tradisi operet sudah ada dari zaman saya masih kecil, maka itu tradisi operet harus dijaga biar jadi penerus untuk generasi berikutnya,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

“Saya sangat apresiasi kreativitas muda-mudi Ciltim RW 05 bisa menampilkan drama operet kembali, apalagi yang berperan semuanya anak muda, saya harap operet ini harus kita lestarikan di lingkungan Cilebut Timur biar jadi dasar anak-anak muda bisa berkreativitas,”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana yang hadir dalam acara panggung gembira HUT RI ke-78, mengatakan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan HUT RI ke-78.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk panitia penyelengara, saya harap anak muda-mudi Cilebut Timur selalu jaga kekompakan dan terus berinovasi menciptakan ide-ide yang manfaat untuk warga sekitar,”ucapnya.

Muchtar berharap anak muda-mudi yang ada di wilayah Cilebut Timur terus berkreasi menciptakan ide-ide yang bermanfaat untuk lingkungannya.

Disamping itu turut hadir juga Bhabinkamtibmas Brigadir Gunadi Sundana, Babinsa Cilebut Timur Serka Rohmad Bradjamusti, Ketua RW 05 Andi Slamet Riyadi dan tokoh masyarakat Cilebut Timur.

** Aga Alamanda

Dua Desa Raih Penghargaan Social Media Of The Years

0

Festival Literasi Digital Jawa Barat 2023

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melalui dua desanya yakni Desa Gunung Putri dan Desa Bojong Kulur mendapatkan penghargaan kategori Social Media Desa Of The Year dalam Festival Literasi Digital Jawa Barat 2023, dimana terbaik kedua diraih Desa Bojong Kulur, dan terbaik ketiga diraih Desa Gunung Putri.

Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin. M.Si menyampaikan rasa syukurnya karena Kecamatan Gunung Putri ada 2 desa yang masuk nominasi Social Media Desa Of The Year. Ia menyebut, ini akan jadi motivasi terutama dari sisi informasi dan komunikasi, mengingat karakteristik Kecamatan Gunung Putri yang memang memerlukan media komunikasi digital agar bisa berkomunikasi dengan masyarakat lebih intens.

“ Salah satu nya sekarang kita memanfaatkan medsos yaitu Instagram, dari perkembangan media digital yang ada saat ini kita dapat mengedukasi kepada masyarakat mengenai setiap permasalahan yang terjadi,” ungkap Didin sapaan akrab Camat Gunung Putri kepada Jurnal Bogor, Senin (4/9/2023).

Menurutnya, masyarakat Gunung Putri merupakan masyarakat urban, kepadatan penduduknya cukup tinggi. Ditambah lagi dalam era digitalisasi saat ini, semua hal apapun pasti dipamerkan melalui media sosial. Karena memang tidak bisa kita pungkiri kecepatan informasi melalui media social pengaruhnya sangat fantastis sekali.

“ Oleh karena itu, saya berharap kepada semua desa di Kecamatan Gunung Putri untuk semaksimal mungkin memanfaatkan media social disamping media mainstream yang dikelola langsung oleh jurnalis. Jadi, mulai hari ini sampaikan informasi kepada warga untuk berkomunikasi melalui media social, ada tim khusus yang harus mengelola itu,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri mengucapkan rasa syukur atas segala prestasi yang sudah diraih oleh Pemerintahan Desa Gunung Putri. Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lain karena adanya campur tangan-tangan dingin yang kreatif yang ingin menjadikan Gunung Putri terdepan dan terbaik untuk kemudian hari.

“ Disini banyak berlian, dan saat ini saya sedang menggali berlian-berlian itu untuk ikut berpartisipasi membangun Desa Gunung Putri. Sehebat apapun saya memiliki ide, jika tidak dibantu oleh tangan-tangan dingin ini semuanya tidak akan berjalan baik, “ tuturnya,

“ Saya ucapkan terimasih kepada Tim IT yang sudah berupaya semaksimal mungkin menjadikan Desa Gunung Putri ini menjadi desa digital, sehingga kita bisa mendapatkan penghargaan bertubi-tubi. Namun saya juga berpesan, jangan mudah puas dan terus tingkatkan kualitas dalam hal apapun untuk berada di titik yang palinh sempurna, “ tambah A Heri sapaan akrabnya.

** Nay Nur’ain

Bronjong di Cibereum Minta Dituntaskan Sebelum Musim Hujan

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor
Achmad Fathoni, Anggota DPRD Kabupaten Bogor naik gunung untuk meninjau lokasi Kp Cibeureum, Desa Buanajaya, Tanjungsari, Kabupaten Bogor yang beberapa waktu lalu mengalami musibah bencana alam longsor hingga mengakibatkan puluhan kepala keluarga harus mengungsi.

“ Hari ini saya kembali meninjau lokasi longsor di Kp Cibeureum dimana untuk memastikan sudah sejauh mana kondisi pemasangan bronjong untuk menahan longsoran tanah yang hampir mengenai rumah warga, yang dikerjakan oleh DPUPR Kabupaten Bogor,” ungkap Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Senin (4/9).

Fathoni mengucapkan terimakasih kepada DPUPR yang sudah sigap mengerjakan bronjong untuk tahap pertama ini. Mengingat, untuk kondisi di lapangan saat ini masih ada sekitar 200 meter lagi yang perlu dilakukan penahan sehingga tanah tidak turun mengenai rumah warga.

“ Saya berharap, DPUPR segera melakukan pengkondisian bekas longsoran dan penyelesaian bronjong sekitar 200 meter atau minimal 100 meter di area yang sangat rawan longsor lagi, dan saya harap ini bisa masuk di APBDP 2023, “ cetus Politisi PKS tersebut.

Sementara Kepala Desa Buanajaya, Sudarjat mengucapkan terimakasih kepada Achmad Fathoni yang sudah kesekian kalinya melihat kondisi Kp Cibeureum ini. Menurutnya, untuk kondisi sekarang sudah tidak terlalu mengkhawatirkan walaupun masih sekitar 200 meter lagi yang harus dipasang bronjong karena rawan terjadi pergeseran tanah lagi.

“ Ini masih musim kemarau, jadi tidak terlalu terlihat kekhawatirannya. Lain halnya jika sudah memasuki musim penghujan, titik yang belum dipasang bronjong itu pasti nya akan membawa material longsoran tanah lagi ke pemukiman warga,” kata Sudarjat.

Untuk saat ini saja, sambung Sudarjat, warga yang mengungsi masih khawatir untuk menempati kediamannya, jika kondisi seperti ini dibiarkan sampai memasuki musim penghujan, dirinya khawatir akan terjadi hal yang sama kembali.

“ Lebih baik mencegah dari pada mengobati kan, untuk lokasi yang sudah dipasang bronjong terlihat pohon-pohon sudah mulai berdiri lagi. Lain hal dengan yang belum, pohon masih kondisi miring dan rentan roboh,” cetusnya.

“ Saat itu DPUPR kan berkata aka nada tahap ke dua untuk pemasangan bronjong dari kekurangan nya yaitu sekitar 200 meter, dan saya harapkan pekerjaan tersebut dikerjakan sebelum memasuki musim penghujan, takut akan terjadi hal yang sama,” pungkas Sudarjat mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Reses Mandiri di Tanjungsari, Fathoni Ingin Leluasa Dengar Aspirasi Masyarakat

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor
Reses Masa Sidang III Tahun 2022-2023, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni mengadakan secara mandiri yang dilaksanakan di Majlis Tak’lim Al Hikmah, Kp. Budi Asih RT. 05/08, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin (4/9/2023).

Dalam agenda reses tersebut Achmad Fathoni turut memperkenalkan calon legislatif DPR RI Ahmad Zakky. “ Dalam reses ini untuk Fraksi PKS memang mendapatkan intruksi dari pimpinan agar dilaksanakan secara mandiri. Mengingat, selain lebih efisien dalam persoalan waktu, juga lebih mengena akan apa yang menjadi keluhan dan keinginan masyarakat yang nantinya akan kita akomidir dalam program-program dan anggran aspirasi,” ungkap Fathoni sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Tadi kita semua mendengar, sambung Fathoni, kendala yang dialami oleh masyarakat antara lain soal kekeringnan dan irigasi Cikompeni yang sempat menjadi pembincangan sengit karena adanya proyek lahan parkir di wisata penangkaran rusa yang dianggap tidak terlalu urgent untuk saat ini.

“ Pada dasarnya semua proyek itu adalah titipan, namun  titipan siapa. Sama halnya seperti saya sekarang ini melakukan reses mendapatkan banyak titipan dari masyarakat, dan sudah seharusnya saya sebagai wakil rakyat menyampaikan itu ke atas, agar titipan yang diamanahkan kepada saya bisa benar-benar terealisai,” tutur Politisi PKS tersebut.

Selain memang untuk menampung aspirasi dari masyarakat, sambung Fathoni, dia mengadakan reses secara mandiri untuk mempererat silaturahmi kepada masyarakat agar lebih mengena. Karena dengan mendengarkan secara khusus dan seksama, insya Allah tujuan akan lebih tersampaikan.

“ Ini bukan sekedar reses, tapi juga silaturahmi saya kepada warga. Dalam hal ini apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan saya sampaikan dan akan saya perjuangkan,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung Sari Japar Maulana mengatakan kehadiran dirinya dalam acara reses ini selain diundang oleh Achmad Fathoni juga ingin menyampaikan aspirasi yang belum terwujud di Desa Tanjungsari.

“ Ada beberapa hal yang tadi saya sampaikan dan saya dengar langsung juga dari warga. Saya sangat berharap, pak dewan Achmad Fathoni bisa mengakomodir dan mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan warga Desa Tanjungsari khususnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Reses Dewan di Jonggol Paparkan Keberhasilan Program

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor mepaparkan program kerja dalam Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang III tahun 2022 – 2023, Daerah Pemilihan II yang diadakan di aula Kantor Kecamatan Jonggol, Senin (4/9/2023).

Beben Suhendar, Ketua Tim dalam reses tersebut mengatakan, selama ini anggota dewan dapil 2 sudah berupaya semaksimal mungkin untuk memajukan masyarakat yang ada di wilayah Bogor Timur khususnya. Beben menyebut upaya-upaya tersebut antara lain akan didirikannya SMAN 3 Jonggol yang sempat menjadi perdebatan, hingga pada akhirnya tetap akan diadakan. Kemudian keberlangsungan jalan Puncak 2 yang puluhan tahun dinanti, baru tahun ini akhirnya status jalan tersbut sudah naik menjadi proyek strategis nasional.

“ Begitupun dengan pembangunan 2 bendungan yang sudah tekan kontrak, yakni Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijuray, “ ungkap Beben kepada Jurnal Bogor, Senin (4/9).

Beben yang merupakan politisi Partai Gerindra juga menjelaskan rencana pembangun Tol Sentul Selatan- Karawang Barat dan Tol Cibarusah – Ciranjang. Dimana, nantinya Jonggol akan menjadi pintu keluar masuk tol. Begitu pun dengan rencana akan dibangunnya kampus negeri yakni IPB di Singasari, Jonggol.

“ Bayangkan jika nanti akses tol selesai, kampus negeri dibangun, peningkatan seperti apa yang akan dirasakan oleh masyarakat Bogor Timur. Oleh karena itu, sangat perlu sekali kita berupaya untuk memaksimalkan pemekaran agar Bogor Timur bisa menjadi Daerah Otonomi Baru,” tuturnya.

Apa yang menjadi kendala tertundanya pembanguna kampus, sambung Beben, adalah masalah tata ruang. Maka dari itu, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar tahun ini tata ruang tersebut bisa berubah.

Sementara Anggota DPRD Fraksi Golkar, Amin Sugandi mengatakan untuk tahun ini di wilayah Bogor Timur ada 15 kegiatan di bidang pendidikan, dan 1 Pomed untuk bidang kesehatan , serta 7 kegiatan untuk infrastruktur.

“ Saya berharap masyarakat Bogor Timur ikut memantau pekerjaan-pekerjaan tersebut, baik yang tidak selesai, terlambat atau pekerjaan yang dilakukan asal-asalan,” tandas Amin.

Amin menyebut, kontrol dari masyarakat sangatlah penting, karena itu akan menjadi catatan untuk dirinya sebagai anggota dewan, dan akan menjadi pembahasan saat rapat anggaran.

“ Jangan sampai apa yang sudah kita upayakan mati-matian tapi dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab ,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan reses tersebut, Juhanta Fraksi dari Partai PPP, H. Hanafi dari Fraksi Partai Demokrat, H. Amin Sugandi dari Fraksi Partai Golkar, H. Beben Suhendar, H. Adi Suardi, H. Ansori dari Fraksi Partai Gerindra, Kasie Pelayanan Kecamatan Jonggol, Ormas, OKP dan segenap tokoh masyarakat dari desa.

** Nay Nur’ain

Cegah Stunting, Ratusan KRS di Desa Cigudeg Terima Bantuan Pangan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Sebanyak 132 Keluarga Risiko Stunting (KRS) Desa Cigudeg, Cigudeg, Kabupaten Bogor menerima bantuan pangan, masing-masing menerima dua daging ayam ukuran satu ekor dalam bentuk karkas dan 2 tray telur ayam atau sebanyak 20 butir.

Menurut Kasi Kesra Desa Cigudeg, Ahmad Taufikurahman, penyaluran yang dilakukan pihak Kantor Pos Indonesia merupakan penyaluran tahap dua dan tahap tiga tahun 2023 kepada 132 KPM di wilayahnya.

Jadi, masing masing KPM mendapat dua paket bantuan pangan. Dalam satu paket bantuan pangan itu berisi 1 bungkus daging ayam karkas dan 1 tray telur ayam atau sebanyak 10 butir.

“Untuk dua tahap ini mendapat dua kantong ayam karkas atau daging ayam sama dua kantong telur, karena yang tahap pertama itu penyaluran di Kecamatan Cigudeg dan hanya mendapatkan satu paket yang terdiri dari daging ayam dan 10 butir telur,” kata Ahmad Taufikurahman dijumpai disela kegiatan pengaluran di aula Desa Cigudeg, beberapa waktu lalu.

Ahmad Taufikurahman menyampaikan, pada proses pengaluran tersebut para menerima KRS itu membawa KTP asli.

“Untuk persyaratan pengambilan tentu petugas dari PT Pos Indonesia tentunya memerlukan administrasi yang akurat karena menggunakan foto aplikasi, KTP pengambil atau yang mewakilkan harus membawa KTP,” katanya.

Dia menjelaskan, para penerima manfaat merupakan warga yang memiliki anak balita, yang bertujuan sebagai salah satu pencegahan gejala stunting di lingkungan.

“Penerima itu merupakan warga yang memang berhak menerima bantuan karena memang rata rata memiliki anak balita karena kalau kami kan hanya pengguna data sebetulnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, di wilayah Desa Cigudeg sendiri sudah menjalankan program untuk menekan gejala stunting. Diantaranya mengimplementasikan program nasional yaitu Zero Stunting.

“Sumber anggarannya dari Dana Desa saja kita sudah anggarkan untuk pemberian makanan tambahan di Posyandu dalam rangka pencegahan stunting itu. Dan itu sudah terealisasi di bulan Agustus 2023 ini. Yang jelas dari 16 titik Posyandu di bulan Agustus ini sudah rata semua memberikan makanan tambahan yang bersumber dari Dana Desa ini,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Cigudeg, Andy Supriyadi menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah sudah melakukan program pemberian makanan tambahan untuk anak balita sebanyak 1.542 balita di wilayahnya. Sedangkan yang saat ini disalurkan merupakan bantuan pangan dari pusat untuk KPM di wilayahnya.

“Kami setiap bulan juga sering keliling kepada warga berbarengan dengan penimbangan bayi, pemeriksaan posyandu di masing masing lingkungan itu kami selalu menekankan agar ibu yang memiliki balita untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke posyandu,” pungkasnya.

** Andres

Kades Mekarjaya Tunggu Bantuan Presiden Perbaiki Jalan Rusak

0

Ciomas l Jurnal Bogor
Jalan Mahoni Raya yang menuju akses ke perumahan Kebun Raya Residence (KRR) di Desa Mekarjaya, Ciomas, Kabupaten Bogor rusak dan berlubang.

Jalan tersebut sudah diusulkan lewat bantuan Presiden oleh Kepala Desa Mekarjaya, namun hingga kini belum terealisasi.

Kepala Desa Mekarjaya, Yasin membenarkan jalan tersebut sudah lama rusak. Namun status jalan tersebut aset perumahan dan belum diserahkan ke Pemda.

“Kalau jalan tersebut statusnya jalan desa sudah kita bangun. Makanya, kita usulkan lewat bantuan Presiden. Sayangnya, hingga kini belum juga teralisasi,” ungkapnya.

Yasin mengungkapkan sebelum jalan tersebut di portal tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Akhirnya Pemdes bersama perangkat RT dan RW membuat kesepakatan bersama untuk mencabut portal tersebut.

Semenjak portal tersebut dicabut, banyak pengendara yang melintas dan akses tersebut padat dilalui kendaraan.

Pihak desa bersama perangkat sudah melakukan swadaya membeli material untuk menguruk jalan rusak sepanjang 300 meter.

“Kita menunggu bantuan Presiden untuk perbaikan jalan tersebut. Jika masih tidak teralisasi juga kita usulkan lewat anggaran Samisade,” tukasnya.

** Arip Ekon

KONI Apresiasi Prestasi Atlet Pelajar di Popnas 2023

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar mengatakan sangat bangga dengan torehan prestasi para atlet pelajar Kabupaten Bogor dalam Popnas 2023 di Palembang, Sumsel.

Apalagi, kata Dedi, pada Popnas Jabar 2023 itu ada 33 atlet pelajar Kabupaten Bogor dari 12 cabor yang berhasil meraih 7 Emas, 5 Perak dan 12 Perunggu.

” Total 24 medali diraih para atlet pelajar Kabupaten Bogor saat membela Jabar di Popnas 2023 belum

 lama ini. Hal itu prestasi yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Bogor,” tegas Dedi Ade Bachtiar, Senin, 4 September 2023

Dedi mengucapkan selamat dan sukses kepada para atlet pelajar Kabupaten Bogor  yang  telah mendapatkan medali  pada Popnas 2023 di Palembang dengan  mewakili Jawa Barat.

“Semoga para atlet pelajar itu menjadi atlet masa depan dan  andalan Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2026 dan membawa Kabupaten Bogor  kembali jadi Kahiji pada Porprov  2026 di Kota Bogor,” tambah Dedi Ade Bachtiar.

Lebih lanjut, kata Dedi, KONI dan semua cabor terkait akan langsung mendata para atlet pelajar yang berjaya di Popnas 2023 untuk jadi bagian dalam program pembibitan dan pembinaan jangka panjang KONI Kabupaten Bogor.

” Saya ingin semua atlet pelajar ini yang berjaya di Popnas 2023 bisa masuk dalam skuad atau Kontingen Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2023,” pungkasnya.

** asep syahmid