25.7 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 506

Desa Sanja Gelar Kades Cup II 2023, Ini Para Juaranya

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kembali mengadakan Kades Cup II tahun 2023 yang diikuti oleh 12 tim dari 6 RW. Kades Cup II berlangsung di Lapangan Bola Anggraeni, Visar Pratama Indah, Minggu (20/8/23).

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan, Kades Cup ini sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir, dengan tujuan memepersatukan dan silaturahmi antarwarga dalam bidang olahraga. Mengingat, peminat olahraga sepak bola bukan hanya dari kalangan kaum pria saja, melainkan juga kaum ibu, muda-mudi bahkan anak-anak ikut menjadi penikmat olahraga paling populer ini.

“ Kita semua tahu olahraga sepak bola merupakan hiburan rakyat, semua kalangan hadir dan tumpah di lapangan untuk menyaksikan pertandingan yang kami gelar, ini bukti bahwa olahraga bisa menyatukan silaturahmi persaudaraan,” ungkap Edi Yusuf kepada Jurnal Bogor.

Edi Yusuf menyebut, jalinan persaudaraan antar warga melalui olahraga ini harus selalu dijaga bersama, karena ada kebanggaan tersendiri dari mereka saat mendapakan kejuaraan Kades Cup ini. Namun dirinya tetap berpesan untuk selalu menjaga kondusifitas dan sportifitas saat pertandingan berlangsung.

“ Saya apresisi dengan animo masyarakat yang sangat tinggi kepada kegiatan Kades Cup ini, hal itu saya lihat dengan banyaknya warga yang turun ke lapangan untuk menyaksikan pertandingan dan mensupport tim dari RW mereka yang bertanding,” jelasnya.

Lebih lanjut Edi Yusuf mengatakan jika sistem dalam pertandingan sepakbola Kades Cup ini dibuat satu hari pertandingan selesai, dengan durasi permainan 20 menit. Hasil akhir kemenangan ialah RW 03 berhasil meraih Juara 1, RW 01 berhasil meraih Juara 2, dan RW 06  berhasil meraih Juara 3.

 “ Saya ucapkan selamat kepada para pemenang Kades Cup II 2023, semoga untuk pertandingan berikutnya bisa lebih meriah dari ini. Ucapan terimaksih juga saya ucapkan kepada panitia yang sudah mensukseskan Kades Cup, terkhusus kepada masyarakat Desa Sanja yang sudah hadir memeriahkan dan menjaga kondusifitas selama pertandingan berlangsung. Salam olahraga, ” pungkas Edi Yusuf.

** Nay Nur’ain

Soal Sumbangan di SMPN 1 Jonggol, Ini Penjelasan Ketua Komite Sekolah

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Soal adanya sumbangan untuk pembuatan masjid yang diduga memberatkan wali siswa di SMPN 1 Jonggol, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor ditepis oleh Ketua Komite H.Holil. Menurutnya, sumbangan untuk pembuatan masjid itu sifatnya bukan keharusan, adapun menentukan besaran nominal hanya untuk pemerataan saja. Jika tidak sebesar itu pun, komite tidak akan memaksakan.

“ Ini kan sifatnya sumbangan, bukan iuran apalagi pungutan, masjid yang ingin dibangun pun memang belum selesai. Saat rapat itu sudah kami sampaikan, bahwa masjid sekolah akan kita upayakan selesai tahun ini, jadi diharapkan ada kontribusi dan sumbangan dari orang tua siswa agar masjid itu cepat selesai,” ungkap H. Holil kepada Jurnal Bogor, Minggu (20/8/23).

“ Jadi masjid ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2019, dan pembangunan sendiri terhenti saat pandemi Covid 19 kemarin. Sehingga, kami komite berencana ingin meneruskan kembali pembangunan masjid ini. Lalu kita kumpulkan lah wali siswa kelas 8 dan 9 untuk mencari solusi meneruskan pembangunan masjid ini,” tambahnya.

H. Holil menyebut, tidak ada unsur paksaan seperti keterangan wali siswa waktu itu, jika pun yang mengadu kepada media saat itu tidak ingin menyumbang untuk pembanguna masjid itu silahkan saja, karena ini sifatnya ibadah dan tidak bisa memaksakan seseorang untuk beribadah. Padahal, beberapa bangunan di sekolah seperti kantin dan panggung itu mutlak sumbangan dari orang tua siswa.

“ Jadi kalo berkata, sumbangan. Setiap tahunnya kita memang meminta sumbangan kepada orang tua siswa, untuk kenyamanan anak-anak kita sendiri di sekolah. Mengingat, SMPN 1 Jonggol ini merupakan sekolah pertama dan tertua di Kecamatan Jonggol. Saya sendiri merupakan alumni tahun 1987,” jelasnya.

Lebih lanjut H. Holil mengatakan, jika memang ada yang keberatan silahkan saja, tidak mau ikut sumbangan untuk pembangunan masjid pun dipersilahkan. Namun dirinya berpesan jangan mempengaruhi orang tua yang lain, yang ingin memberikan bantuan kepada pihak sekolah dan ingin menyumbangkan sedikit rezekinya untuk pembangunan masjid di sekolah ini.

“ Tidak ada unsur paksaan, apalagi diberikan batas waktu seperti yang sudah diberitakan. Kami meminta sumbangan, bukan melakukan pemerasan, jadi ngadunya jangan berlebihan, “ cetusnya.

H. Holil berharap, kepada siapapun orang tua yang merasa keberatan baiknya langsung menghadap kepadanya, jangan mengadu kepada siapapun karena itu tidak menjadi solusi apapun. Kita ini satu keluarga dalam lingkungan sekolah, adapun permasalahan yang memang menjadi keberatan atau pertanyaan, bisa langsung dikomunikasikan.

“ Saya tidak menutup diri kepada siapapun orang tua yang ingin berdiskusi, juga untuk orang tua yang memang tidak bisa untuk ikut berpartisipasi, langsung bicara saja. Saya sudah berupaya sedemikian rupa agar anak-anak kita nyaman saat melaksakan pembelajaran dan ibadah di sekolah juga bisa nyaman. Oleh karena itu mohon kerjasamanya dengan baik, dan berkomunikasilah dengan baik,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain

Kades Klapanunggal Fokus Bina Potensi Sepak Bola

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang merupakan salahsatu sosok kepala desa yang concern terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Sebagai mantan pemain bola, ia terus melakukan pembinaan terhadap bibit-bibit pemain sepakbola di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Salahsatunya adalah dengan menggelar turnamen Kades Cup yang rutin digelar setiap tahun. Selain itu, ia juga berjanji akan meningkatkan sarana dan pra sarana sepak bola di Desa Klapanunggal agar sepakbola di Desa Klapanunggal semakin berkembang dan melahirkan pemain sepak bola yang bisa berkarir ke tingkat yang lebih tinggi.

“Secara pribadi saya memang suka dengan sepak bola. Oleh karena itu saya akan secara konsisten untuk mengembangkan potensi sepak bola di Klapanunggal dengan menggelar berbagai turnamen. Salahsatunya adalah yang rutin saya gelar adalah turnamen Kades Cup yang rutin digelar setiap tahun,” kata pria yang akrab disapa Gonon ini.

Menurut dia, selain pembinaan melalui jenjang kompetisi atau turnamen, peningkatan kualitas sarana dan sarana  sepakbola di Desa Klapanunggal juga menjadi salahsatu agenda yang diwujudkan selama masa kepemimpinannya sebagai kepala desa. Karena peningkatan kualitas tidak akan dapat terjadi jika sarana dan pra sarana tidak mendukung.

“Untuk sarana dan pra sarana seperti lapangan ini akan menjadi fokus saya ke depan juga. Karena bagaimana pun sarana dan prasarana punya peranan yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola di desa klapanunggal,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat dirinya juga akan membuka sekolah sepak bola di Desa Klapanunggal untuk berbagai katagori umur. Hal ini dalam rangka menciptakan jenjang pembinaan sepak bola yang sistematis dan berkelanjutan.

“Kita harapkan dengan adanya sekolah sepak bola nanti. Dari Desa Klapanunggal dapat muncul atlet sepakbola yang bisa berkiprah di tingkat, Kabupaten, Provinsi bahkan nasional,” harapnya.

Gonon mengatakan, untuk tahun ini, Turnamen Kades Klapanunggal Cup dimenangkan oleh Pemdes Klapanunggal FC dan berhak mendapatkan trophi bergilir dan uang pembinaan. Sementara juara kedua dimenangkan oleh perwakilan dari RW 06 blok Papandayan, sementara juara ketiga berasal dari Tim Kecamatan Klapanunggal.

“Total peserta untuk tahun ini ada 16 tim yang mewakili RT dan RW. Even turnamen ini memang kami satukan dengan Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan sebagai sarana silaturahmi Masyarakat Desa Klapanunggal untuk agar tercipta kerukunan dan kebersamaan,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Puncak HUT RI, Ribuan Warga Tanah Baru Turun ke Jalan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sekitar seribuan warga Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor turun ke jalan pada acara jalan santai HUT RI ke-78, Minggu (20/8/2023). Acara yang digelar Kelurahan Tanah Baru ini diikuti perwakilan dari 11 RW dan 78 RT untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan terdahulu.

Camat Bogor Utara Riki Robiansah bersama Ketua LPM Tanah Baru

“Menyelenggarakan ini kesadaran masyarakat sendiri, acara ini dari RW-RW sehingga acara ini merupakan aspirasi para RW dan panitianya pun dari RW. Ya setelah sebelumnya di masing-masing RT dan RW ada pesta rakyat dengan aneka lomba,” ujar Plt Lurah Tanah Baru Kemal Ramdhani Hamid.

Jalan santai yang dihadiri Camat Bogor Utara Riki Robiansah ini mengambil rute sekitar 2,5 kilometer dengan start di halaman SDN Sindangsari belok di Kenari menuju Rambai, kemudian masuk Ciluar Asri dan belok di Pasar Dongko, lalu keluar di Gang Kodir.

Lurah sebelumnya Raden Ronny Kunaefi yang juga hadir bersama istri mengaku senang bisa hadir di acara jalan santai. Meskipun hanya 5 bulan menjabat, namun Tanah Baru baginya seperti rumah sendiri.

“Kalau diundang saya insya Allah datang dan disini orangnya cukup guyub,” ucap Ronny yang kini di Kesbangpol Kota Bogor.

Ketua RW 02 Kastim Purnama juga mengaku untuk mensukseskan acara telah mengajak ratusan warganya untuk turun jalan santai, termasuk di RT 07 Perumahan Hollywood, RT yang baru di RW 02 hadir mengikuti jalan santai mengirimkan perwakilannya.

Sementara acara jalan santai tersebut menarik perhatian peserta karena diberi kupon undian doorprize. Panitia memberikan aneka barang rumah tangga dengan hadiah utama sepeda.

** Asep S.Sayyev

HUT RI di Nanggung Semarak, Got Talent, Pordes Hingga Lomba Tumpeng

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Setelah 3 tahun perayaan HUT RI dalam keterbatasan karena pandemi Covid-19, kini perayaan HUT RI ke-78 disambut dengan gegap gempita, termasuk oleh masyarakat Kecamatan Nanggung.

Ratusan peserta mulai dari pelajar hingga masyarakat umum mengikuti ragam kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor belum lama ini.

Pantauan Jurnal Bogor, momentum HUT Kemerdekaan pascapandemi Covid-19  disambut suka cita masyarakat Kecamatan Nanggung dengan bermacam kreativitas yang ditampilkan, mulai dari lomba kreasi tari dan karaoke Nanggung Got Talent. Selanjutnya lomba gerak jalan dan Pordes turnamen sepak bola U -17, bola voli, badminton serta perlombaan kreasi tumpeng.

“Perayaan HUT RI adalah momentum kita bersama guna mengingat jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” kata Camat Nanggung Ae Saepuloh.

Sebelum pelaksanaan  upara bendera berlangsung, ratusan peserta mengikuti perlombaan gerak jalan yang diawali dari perumahan Tegallega Permai Parengpeng hingga halaman Kantor Kecamatan Nanggung berjarak 7 kilometer.

“Para pemuda Indonesia bangkit bersama tanpa melihat perbedaan,” kata Camat Nanggung penuh semangat.

** Arip Ekon

Melalui MTQ, Kecamatan Nanggung Cetak Bibit Unggul Bidang Keagamaan

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggali potensi putra-putri terbaik bidang keagamaan melalui lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) baru baru ini.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Nanggung Suharsono menyampaikan digelarnya  MTQ ini dapat menjadi sarana bagi  siswa-siswi  madrasah maupun santriawan-santriwati dalam menggali dan menerapkan nilai-nilai Al-Qur`an.

“Melalui MTQ ini diharapkan dapat mencetak bibit-bibit unggul para qoriah dan hafidz-hafidzah serta cabang lainnya,” ujar Ketua LPTQ Suharsono kepada wartawan, kemarin.

Suharsono yang merupakan Sekretaris Camat Nanggung menyebut, agenda rutin  kegiatan keagamaan guna menjadi wadah kaderisasi yang bertujuan  untuk mencetak bibit-bibit unggul di setiap bidang pada program MTQ.

“Juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang keislaman rahmatan lil alamin,” paparnya.

Selain itu, digelarnya MTQ setiap tahunnya tentu peserta dapat terus menggali pemahaman yang dapat diaplikasikan ditengah  kehidupan masyarakat.

“Harapannya terbentuk pribadi dengan memiliki kemampuan intelektual tinggi  sehingga bermanfaat bagi sesame,” jelasnya.

Diketahui, peserta MTQ yang berasal dari  11 desa se-Kecamatan Nanggung mengikuti perlombaan  dari 12 cabang dengan peserta putra-putri diantaranya tartil Qur’an, tilawah anak anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, dan tahfidz satu juz.

** Arip Ekon

Siswa PAUD Tunas Warna Diajarkan Berkompetisi Melalui Perlombaan HUT RI

0

Ciomas l Jurnal Bogor

Ketua Yayasan Tunas Warna Wawan K dan Kepala Sekolah Deri Ratna Suminar mengajak anak didiknya yang berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengikuti kegiatan perlombaan pada HUT Kemerdekaan Indonesia ke- 78.

PAUD Tunas Warna yang berusia seumur jagung tepatnya di Kavling Sukarapih RT 04 RW 08 Desa Ciomas, Ciomas, Kabupaten Bogor ini terus menunjukan eksistensinya. Pihak sekolah terlibat langsung memberikan pembelajaran dengan mengarahkan dan memotivasi siswanya saat mengikuti  perlombaan HUT Kemerdekaan tersebut.

Sekolah yang berdiri pada 17 Juli  2023 ini membuktikan sudah puluhan siswa  yang sudah bergabung menjadi siswa di PAUD Tunas warna.

“Kegiatan lomba ini digagas dan diprakarasi pihak sekolah. Masing-masing  anak diarahkan agar bersemangat untuk berkreativitas. Sasarannya tentu ingin mencerdaskan anak bangsa serta peduli  pendidikan anak sekitar,” ujar Ketua Yayasan Tunas warna Wawan K kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pada HUT Kemerdekaan yang dihelat di lingkungan sekolah dengan fasilitas representatif nuansa alami. “Anak dimotivasi juara tapi dengan menjunjung sportifitas. Dengan perlombaan tentu melatih keseimbangan, konsentrasi dan kesabaran siswa,” tambah Kepala sekolah Paud Tunas warna Deri Ratna Suminar.

** Ekon

Inmemorial Almarhum Sahabat Kita: Subani Firdaus (Dodong)

0

Oleh: Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si (AA)
(Alumni SMPPN 49 Pku, Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Innalillahi wainna illahi rojiun, saya membaca di beberapa WAG alumni SMPPN 49 Pku dan WAG komunitas perantau Riau, menginformasikan berita duka bahwa Subani Firdaus, alias Dodong nama akrabnya, telah berpulang ke rahmatullah di tanah suci Mekah.

Saya sungguh terperanjat dan sedih membaca badnews tersebut. Karena beberapa waktu yang lalu sebelum terbang ke tanah suci Mekah, beliau masih aktif berkomunikasi, bercanda, memfosting sejumlah gambar-gambar dan menulis caption singkat guna merespons sejumlah komen dari member WAG Hoaks yang hot, berbicara dinamika politik dalam negeri menjelang Pilpres RI tentang rezim Jokowi vs ARB. Tokoh pemantik diskusinya ada beberapa orang diantaranya om DK, uda Raz, om Tries, om Hanif, pakcikgu H.Sabarudin, om Meison, saya AA menimpali sekali-kali.

Melihat gambar atu foto yang dishare oleh DK di medsos WAG Hoaks: Forum Demokrasi Alumni SMPPN 49 Pku, asuhan uda Raz Syukur, saya melihat alm Dodong merasa terenyuh.

Gambar itu  merupakan kenangan kita bersama dengan para sahabat kita (maaf tahunnya dan lokasinya saya lupa). Dalam gambar itu ada diantaranya alm Subani Firdaus (Dodong) yang baru berpulang ke rahmatullah beberapa hari lalu di kota Mekah, utk menunaikan rukun Islam ke-5 ibadah haji bersama istrinya.

Setelah melihat gambar tersebut, saya tergerak dan terinspirasi untuk menulis “Inmemorial Alm Sahabat Kita: Subani Firdaus”. Harapan saya semoga teman-teman alumni SMPPN Nomor 49 Pekanbaru Riau bisa membaca sejenak tulisan ini sebagai sarana informasi untuk mengenang kembali (remembering) sosok alm Subani Firdaus, alias Dodong.

Saya dan kita begitu kenal dekat dengan sosok alm Dodong, begitu banyak kenangan indah bersamanya. Dodong, semasa kita sama bersekolah SMA di daerah Jalan Pattimura Pku adalah seorang anak pejabat yang disegani komunitas pendidik atau guru, akan tetapi penampilan sosok anak pejabat ini, mudah bergaul dengan siapa pun, termasuk dengan saya AA yang datang dari kampung atau desa “terbelakang dan belum berkembang” di era tahun 1970-1980an.

Saya AA adalah anak “ndeso” yang bisa berkomunikasi dengan anak pejabat yang bernama Dodong.

Alm Dodong, salah seorang pemain bola basket yang handal dari SMPPN 49, siswa kesayangan bpk Simamora, guru olah raga kita.

Saya masih ingat juga, ketika kita beristirahat belajar, kita mengobrol di teras kelas atau di warung sekolah, almarhum Dodonglah selaku pemantik dan pemicu materi obrolan ngaro ngidul, bercerita tentang berbagai hal berkaitan kehidupan dunia anak muda-remaja, beliau banyak “jep-jep”, banyolan-banyolan dan sambil bercanda antarsesama kita, diantara teman partnernya berguyonan siswa SMPPN 49 kelas bidang IPA adalah yang ngetop “si kancil” Ardi, Tries, M Nur, Kenedi, Hanif, Moses, Tombak, Uphuak, Sabar, Norman, Rizal, Arman, Auzar, dll (maaf saya lupa).

Perkenankan saya sekilas bercerita, diantara kenangan manis dan indah, cerita kebaikan bersama almarhum tersebut, khusus untuk saya AA pribadi, adalah beliau alm Dodong pernah menemui saya, ketika dia ada tugas rapat atau bimtek dinas pariwita di Hotel Salak di Kota Bogor, beliau waktu itu sempat menelepon saya.

Setelah itu saya datang ke hotel,  mengajak beliau bersama pak Kadis Yose Rizal, makan Soto Kuning, kuliner khas Bogor di kantin Pusat Riset Tanaman Karet dan Sawit, di seberang atau di depan Hotel Salak Haritage Bogor. Kami bertukar pikiran ngobrol-ngarol ngidul dengan asyiknya dan penuh keakraban.

Kemudian saya, sedang berada di Pekan Baru (Pku city), transit pulkam ke Cerenti 5-7 tahun lalu, saya dijembut Dodong  di salah satu hotel di Pku City, tempat saya menginap dengan mobil pribadinya.  Setelah itu beliau membawa saya ke pertemuan alumni SMPPN 49, makan malam menu nasi goreng di resto Jalan A Yani milik teman kita Yasri.

Di pertemuan itu, ada guru agama kita bpk Drs.H.Darmansyah. Alm Dodong, yang kenal semasa hidupnya merupakan sosok yang senang dan gemar bercanda (humoris) dan orangnya gaul, tidak sombong, sehingga keberadaan sosok ini membuat suasana komunikasi kita yang ngumpul-ngumpul di gang sekolah menjadi cair, tidaklah kaku.

Terakhir yang saya tahu, alm Subani Firdaus adalah pejabat Pemprov Riau yaitu. ekretaris Dinas Kebudayaan Prov Riau, karier PNS or ASN-nya cukup baik. Saya menjadi teringat akan ayahnya seorang pejabat Kepala Dinas Pendidikan Riau dimasa Orba, ayahnya bpk Drs.H.Samad Thaha asal Kuansing,  daerah asal dan kelahiranku juga.

Ayahnya merupakan sosok dan figur sesepuh pendidikan Riau yang amat dihormati, khususnya para guru kaum pendidik dan PGRI Riau. Jadi ternyata alm Dodong, telah mewarisi watak, bakat, talenta dan kompetensi ayahnya di birokrasi Pemerintahan Riau.

Kini sosok humoris yang baik hati, telah menuju ke abadian-Nya, menghadap Sang Khalik, Allah SWT. Kita hanya dapat memanjatkan doa, semoga alm Dodong dalam keadaan akhir yang baik (husnul khotimah), dan alhamdulillah beliau wafat pada saat menjelang dan menjalankan ibadah hajji di tanah suci Mekkah Al mukkaromah, dimana lokasi itu merupakan idaman banyak kaum muslimin. Mari kita membaca ulumul Quran, Al Fatihah. Aamiin YRA.
Syukron barakallah, semoga peristiwa dan berita kematian ini menjadi pelajaran (iktibar) bagi kita semua.
Wassalam

====✅✅✅

Apendi Arsyad merupakan salah satu pendiri dan dosen senior Universitas Djuanda Bogor, pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, aktivis beberapa Ormas atau pegiat dan pengamat sosial

Desa Jonggol Berikan Penghargaan Kepada Masyarakat pada Gebyar Kemerdekaan RI ke-78 

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Dalam memperingati HUT RI ke-78, Pemerintah Desa Jonggol, Kabupaten Bogor mengadakan acara penganugerahan di berbagai bidang kepada masyarakat yang berkiprah dalam membangun Desa Jonggol. Penganugerahan tersebut diberikan kepada masyarakat di bidang kebudayaan, kepemudaan, lingkungan, keagamaan, sosial, peranan wanita, lemasyarakatan, kesehatan, dan relawan. Selain itu Pemdes Jonggol pun memberikan penghargaan kepada Ketua RT terbaik, Ketua RW terbaik, dan kampung terbaik.

Kepala Desa Jonggol H. Yofie M Safri, S.E, M.Si mengatakan, penghargaan ini adalah sebagai bentuk apresiasi Pemdes Jonggol yang selama ini luput dari perhatian pemerintah tingkat desa, maka penghargaan ini diharapkan dapat menstimulasi masyarakat lainnya dalam berperan membangun desa. Di dalam Sustainable Development Goal’s (SDG’s) masyarakat bukan hanya objek dalam pembangunan, namun mereka adalah pelaku pembangunan, sehingga akan mudah terbentuk mindset bahwa sumber daya manusia bukan hanya sebagai human resources tetapi juga sebagai human capital.

“ Untuk Gebyar Kemerdekaan di tahun mendatang, Pemdes Jonggol ingin memberikan juga penganugerahan kepada warga yang rajin mengkritik kinerja Pemerintah Desa. Namun saat ini Pemdes Jonggol belum menemukan kriteria nama penghargaan yang tepat untuk disematkan. Ada beberapa masukan yang kami terima untuk nama penghargaan tersebut di antaranya kritikus terbaik, buzzer terbaik, advocatus diaboli terbaik, bahkan ada masukan yang lucu yaitu nyinyirer terbaik,” ungkap Yofi sapaan akrab kepala desa sambil tersenyum, Minggu (20/8/23).

Tanpa kritik dari masyarakat, sambung Yofi, kinerja pemerintahan mungkin akan terlena. Karena pada dasarnya, mereka menghabiskan waktu dan pikirannya untuk turut serta membangun Desa Jonggol tanpa dibayar sepeser pun dengan berkontribusi memberikan kritik.

“ Dan sebagai kepala desa saya harus membuka diri untuk dikritik bahkan dihujat demi akselerasi atau percepatan pembangunan,” cetus Yofi.

Yofi yang juga pernah berkiprah di Kedutaan Besar Republik Indonesia di luar negeri, menghabiskan waktunya selama 12 tahun di KBRI Swedia dan 3 tahun di KBRI Jepang. Dengan segudang pengalaman di luar negeri tersebut tentunya Yofi sangat mumpuni dalam hal komunikasi, protokoler, hirarki, organisasi, manajemen, keuangan serta leadership. Tidak heran, jika dirinya menjadi orang nomor satu di Desa Jonggol.

“ Dari pengalaman yang saya miliki, saya coba kembali ke Desa Jonggol dengan tujuan ingin melakukan perubahan di Desa Jonggol. Dan saya sudah memulai itu dari sejak saya menjabat, dan saya harapkan agar warga masyarakat Desa Jonggol pun punya impian yang tinggi untuk merubah taraf hidupnya, karena perubahan itu berawal dari niat kita yang ingin berubah,” pungkasnya.

Sementara salah satu warga Desa Jonggol, Arifudin (45) mengaku baru kali ini diadakan arak-arakan seperti ini di Jonggol. Dirinya sangat apresiasi dengan kinerja Kepala Desa Jonggol karena sudah banyak membuat perubahan.

“ Jika bicara soal karakter banyak yang bilang keras, mungkin karena kita belum kenal dekat saja dengan dia. Tapi dipandangan mata saya, semenjak dirinya menjabat sebagai kepala desa sangat banyak yang berubah. Saya berharap, selalu membuat perubahan untuk Desa Jonggol, dan tingkatkan ekonomi warga desa dengan inovasi yang dimiliki olehnya,” pintanya.

** Nay Nur’ain

Puncak Acara HUT RI ke-78, Pemdes Gunung Putri Fasilitasi Warga Tampilkan Karya Seni

0

Gunung putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri adakan berbagai pentas seni pada puncak acara HUT RI ke-78 yang diikuti oleh kaum ibu, sekolah PAUD, sampai dengan kalangan remaja. Antusias menampilkan kebolehannya disaksikan langsung para tamu undangan. Kegiatan pentas seni malam Puncak HUT RI ke 78 diadakan di halaman Kantor Desa Gunung Putri, Sabtu (19/8/23).

Dalam sambutan Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengucapkan terimakasih akan partisipasi warga yang sudah bersedia mengikuti instruksinya untuk membangun dan mengembangkan Desa Gunung Putri hingga hasil yang didapat saat ini adalah Desa Gunung Putri sudah berada di status desa mandiri.

” Saya sangat bangga dengan kerja keras warga, para stakeholder, dan semua jajaran staf Desa Gunung Putri yang sudah bekerja sama untuk membangun desa ini menjadi desa yang lebih baik lagi. Sehingga penghargaan demi penghargaan banyak yang sudah kita raih, begitu pun kunjungan dari luar pulau juga sudah mulai berdatangan ke Desa Gunung Putri untuk melakukan studi tiru,” jelas A Heri sapaan akrabnya.

A Heri menyebut, dirinya akan terus berupaya melakukan yang terbaik untuk semua warga Desa Gunung Putri sehingga bisa dilihat perkembangan yang sangat signifikan sudah terlihat dari wajah desa.

” Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada seluruh warga Desa Gunung Putri, kepada para dewan yang hadir hari ini. Pak Beben Suhendar dan Pak Achmad Fathoni yang sudah bersedia datang dalam acara malam puncak HUT RI ke-78 yang diadakan oleh Pemdes Gunung Putri,” tandasnya.

” Dalam malam puncak ini pula, Pemdes memberikan berbagai penghargaan untuk kepada para pemenang lomba yang kemarin sudah diselenggarakan panitia, jangan lihat nilainya, tapi teruslah untuk berprestasi dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Sementara Putri Aryani (17) salah satu warga yang turut hadir dalam acara puncak dan menampilkan tarian daerah mengucapkan terimakasih kepada kepala desa yang sudah menyelenggaran acara seperti ini sehingga dirinya bersama kelompok tarinya bisa menampilkan seni tari Jaipong yang digelutinya.

” Kami jadi bisa memperkenalkan sanggar tari kami disini, dan bisa memperlihatkan seni Sunda kepada masyarakat. Terimaksih pak kades Daman Huri yang sudah memfasilitasi kami dalam berkarya, semoga jadi ajang tahunan kedepannya untuk kegiatan-kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain