25.7 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 505

BPDPKS Gandeng Kementan Latih Pekebun Sawit Jambi Kuatkan dan Kembangkan Kelembagaan

0

Kota Jambi : Sebanyak 110 pekebun sawit asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Merangi Provinsi Jambi ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I dan II, serta pelatihan pengembangan kelembagaan dan usaha angkatan I, yang berlangsung dari tanggal 20 – 30 Agustus 2023, di Kota Jambi.

Pelatihan ini digagas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), sebagai program pengembangan SDM. Dalam pelaksanaannya BPDPKS menggandeng Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Kabupaten Bogor, UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).
Peserta yang mengikuti latihan terbagi ke dalam 3 kelompok. Di mana untuk pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I berjumlah 25 orang peserta yang berasal dari Kabupaten Merangin. Lalu untuk angkatan II pada pelatihan yang sama berjumlah 40 orang peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sedangkan untuk pelatihan pengembangan kelembagaan dan usaha diikuti 45 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Hadir sebagai pembicara sekaligus pembuka agenda secara resmi, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dr. Ir. Siti Munifah, M.Si.
“Saya hadir dalam rangka membuka pelatihan untuk kewirausahaan dan pengelolaan manajemen kelapa sawit bagi para pemilik kebun, yang rata-rata minimal tanahnya 2 hektare,” ungkap Siti Munifah kepada awak media usai acara pembukaan pelatihan, pada Senin (21/8/2023) sore.
Ia juga menjelaskan, pelatihan kepada para petani sawit ini penting karena 70 persen dari total luas lahan sawit Indonesia yang berjumlah ±16 juta hektare adalah milik masyarakat secara pribadi.

Terakhir, Siti Munifah mengatakan jika pelatihan ini juga mendorong para petani untuk bisa membangun kelembagaan seperti koperasi ataupun yang lainnya, sehingga pengelolaan secara berkelompok dapat lebih menguntungkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal menyambut baik pelatihan yang digelar atas kerja sama BPDPKS bersama Kementan tersebut.
Agusrizal menyampaikan, posisi Jambi dengan luasan lahan kelapa sawit terbesar di Indonesia, yang mencapai 1,2 juta hektare memang perlu peningkatan kualitas SDM.
“Kenapa kita perlu peningkatan SDM, karena Jambi ini baru pertama proses replanting-nya, petani kita tidak tahu bibit seperti apa yang ditanam, pemeliharaannya seperti, pupuknya seperti apa, ini membutuhkan pelatihan-pelatihan, belum lagi manajemen tenaga kerja dan panennya,” tutur Agusrizal.

Lebih lanjut, mengenai potensi kelapa sawit, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam suatu kesempatan menegaskan, produktivitas sawit Indonesia harus bisa dimaksimalkan. Mengingat, Indonesia memiliki kawasan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia.
Bahkan, sebutnya, Indonesia punya potensi menggenjot produksi dari berbagai aspek, termasuk dari dukungan akademisi.
“Kurang apa kita? Kurang perguruan tinggi mana? Kenapa negara lain jauh lebih (bagus)? Besok kalau kita biarin begini, orang lain akan lebih maju,” tegasnya.(Regi/BBPMKP)

Pembongkaran Jembatan PT Parisindo Ditindaklanjuti Dewan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Terkait persoalan tertundanya pembongkaran jembatan milik PT Parisindo yang berada di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, anggota DPRD Kabupaten Bogor Amin Sugandi angkat bicara. Menurutnya, tidak ada alasan apa pun yang harus memberatkan pihak perusahaan untuk melakukan pembongkaran jembatan tersebut, mengingat kondisi warga satu kampung di lokasi jembatan itu sudah puluhan tahun terisolasi.

“ Mungkin saya salah satu dewan yang langsung melihat kondisi jembatan tersebut, dan saya merasakan begitu susahnya jika harus jalan merangkak untuk menuju kampung disana. Apalagi mereka sudah merasakan itu selama puluhan tahun,” ungkap Amin Sugandi kepada Jurnal Bogor, dalam acara puncak HUT RI di Desa Gunung Putri, Senin (21/8).

Amin menyebut, apapun dalih pihak perusahaan ini harus segera diselesaikan. Perihal adanya perjanjian sewa menyewa lahan antara PT Pertamina GAS dengan PT Parisindo, biarkan itu menjadi urusan mereka untuk menyelesaikannya dan yang harus dilakukan saat ini ialah bagimana jembatan tersebut agar warga di kampung itu bisa leluasa untuk melakukan aktivitas.

“ Saat ini kita merayakan HUT RI untuk kemerdekaan negara kita, tapi ternyata di wilayah ini masih ada yang belum merdeka, bahkan hanya sekadar untuk berjalan saja harus merangkak. Ini menyedihkan sekali,” cetus Amin.

Amin mengaku akan mengadakan kajian terkait pembongkaran jembatan milik PT Parisindo tersebut dan pihaknya akan menurunkan ahli dan dinas terkait untuk menindaklanjutinya.

“ Saya pasti akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan tindaklanjut terkait pembongkaran jembatan PT Parisindo tersebut, hanya saja belum bisa dipastikan kapan akan dilakukannya, yang pasti dalam waktu dekat,” jelasnya.

“ Kami janji kepada masyarakat, akan tetap mendorong agar jembatan tersebut harus dibongkar tanpa terkecuali untuk membebaskan penderitaan warga yang sudah berjalan selama puluhan tahun tersebut,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Kemarau Panjang, Warga Desa Weninggalih Tunggu Bantuan Air Bersih

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Musim kemarau yang sudah memasuki hampir 3 bulan terakhir ini membuat warga Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor harus menunggu air bersih dari BPBD Kabupaten Bogor. Mengingat, kondisi kontur wilayah Desa Weninggalih yang memang merupakan daerah tadah hujan sangat kerepotan jika sudah memasuki musim kemarau panjang seperti sekarang ini.

“ Tidak musim kemarau saja Desa Weninggalih masih kesulitan air bersih, apalagi saat ini dihantam musim kemarau sudah sangat menyulitkan kami akan ketersediaan air bersih,” Kata Kepala Desa Weninggalih Mamat Rahmat kepada Jurnal Bogor, Senin (21/8).

Mamat mengaku sangat khawatir dengan kondisi kekurangan air bersih untuk warganya ditambah wilayahnya yang dinobatkan sebagai daerah industri yang pastinya akan mempersulit kondisi pengairan. Mengingat, pihak perusahaan pasti akan menggunakan sedot air dengan skala tinggi untuk mendapatkan air dan bisa malah mengakibatkan warga makin kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“ Harapan saya sebagai kepala desa adanya perhatian khusus dari para pihak perusahaan untuk bergotong royong membangun desa kami embung sebagai penampungan air untuk ke rumah-rumah warga dan lahan pertanian,” tandasnya.

Mamat mengatakan, memang pihak perusahanan sudah ada yang mulai memperhatikan warga dengan memberikan bantuan sembako dan lain sebagainya. Namun untuk bantuan yang sifatnya jangka panjang dan memang menjadi kebutuhan pokok warga itu belum ada yang berinisiatif sampai kesana.

“ Permintaan kami sudah pernah kami layangkan, dan sebagian besar perusahaan pun paham akan kondisi wilayah ini, tapi sampai saat ini kebutuhan embung yang kami harapkan belum juga terealisasi. Untuk pengajuan sendiri sudah dilakukan berkali-kali kepada dinas terkait di Kabupaten Bogor. Entah apa yang menjadi penghalang, sampai kini pembangunan embung tak jua jadi prioritas dan di cancel terus, “ keluh aAmat.

Sementara, Agung (35) salah satu warga Desa Weninggalih mengaku kekurangan air bersih di desanya sudah terjadi sejak dahulu, dan sampai saat ini memang belum ada solusi terkait masalah air bersih di wilayahnya.

“ Saat desa ini dinobatkan menjadi kawasan industri kami sangat senang, karena wilayah kawasan industri kebanyakan akan memajukan warga sekitar. Tapi saat ini yang kami rasaskan tidak seperti itu, sudah ada beberapa pabrik namun kontribusi yang diberikan belum juga kami rasakan,” cetusnya.

“ Harapan kami, pihak perusahaan memikirkan untuk pembuatan embung atau buatkan sumur di beberapa wilayah yang diperuntukan untuk warga, agar keberadaan perusahaan di wilayah ini juga kami rasakan manfaatnya,” tambahnya.

** Nay Nur’ain

Oknum Sales Suzuki Lippo Cikarang Diduga Tipu Konsumen

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Adintho Prabayu dari Nuswantara Justice Law Firm, salah satu kuasa hukum seorang perempuan berinisial RF (38) menyampaikan bahwa pihaknya akan membuat laporan polisi (LP) terkait dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh oknum sales Suzuki Lippo Cikarang berinisial YPS.

“Kami akan segera membuat LP terkait dengan adanya dugaan tindak pidana penipuan oleh oknum sales Suzuki sebesar Rp27 juta untuk pelunasan PO sejak 4 Juli 2023 hingga saat ini kendaraan roda empat tak kunjung diterima RF. Bahkan YPS nomor handphone tidak aktif,” katanya melalui keterangan tertulisnya di Bogor, Senin (20/8).

Ia mengungkapkan bahwa sebelum melakukan laporan tersebut kliennya (RF-red) telah berkali-kali menempuh cara kekeluargaan kepada oknum sales tersebut maupun pihak dealer.

” Walaupun cara kekeluargaan tersebut selalu berakhir dengan janji-janji manis dari YPS. Bahkan klien kami saat klarifikasi ke pihak Suzuki, Customer Relation Officer Lippo Cikarang berinisial S pada 31 Juli lalu menyatakan oknum sales tersebut sejak bulan Juni sudah bukan karyawan di sana,” ujar Adintho.

” Padahal dengan data yang kami miliki yaitu screenshot WhatsApp Group tim dengan SPV Y yang dikirim YPS ke klien kami itu tertera pada 4 Juli. Tepat saat melakukan dugaan penipuan tersebut,” Adintho menambahkan.

Terkait dengan dugaan penipuan itu, Adintho menyatakan bahwa pernyataan Suzuki Lippo Cikarang tersebut dan diperkuat dengan pernyataan Y saat klien kami datang ke dealer pada 2 Agustus 2023 pun mengatakan YPS semenjak akhir Juni sudah tidak bekerja.

” Pernyataan tersebut harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dengan bukti screenshot WAG dan ditambah pernyataan dari eks sales Suzuki Lippo Cikarang berinisial A yang menyatakan YPS lebih dari sebulan menjadi karyawan di dealer tersebut berarti apa yang diakui S dan Y itu hanya sebuah dalil,” ucapnya.

Ia menegaskan, pihak dealer seharusnya tidak lepas tangan terhadap uang yang sudah disetorkan ke rekening pribadi hasil dari bujuk rayu oknum karyawannya.

” Dealer tersebut sudah lalai. Kalau memang betul YPS bukan karyawan. Seperti keterangan saudara RF pada 4 Juli 2023 lalu ke dealer untuk menyetorkan PO pelunasan. Kenapa receptionis memberikan kunci untuk test drive dan saat itu memakai seragam Suzuki. Masa jika bukan karyawan di sana dibiarkan saja,” tegas Adintho.

” Uang itu ya harus diganti dan pihak dealer pun turut bertanggungjawab karena telah mempekerjakan pihak yang menipu konsumen,” lanjut Adintho.

Sementara itu saat dikonfirmasi Suzuki Lippo Cikarang, Yuda mengatakan surat pelunasan tersebut bukan produk dari dealer mereka.

” Iya palsu surat tersebut palsu bukan dari produk dealer Suzuki Lippo Cikarang,” katanya.

Senada, Adira finance Cikarang Febi menyatakan bahwa PO yang dikirimkan YPS ke RF melalui PDF itu palsu.

” Wah PO tersebut palsu. Nomor pesanan bukan atas nama RF dan jenis kendaraannya pun bukan seperti yang tertera,” jelasnya.

Untuk diketahui, RF menerima WhatsApp dari YPS yang memperkenalkan diri sebagai sales Suzuki dan meminta kelengkapan data untuk persyaratan pengajuan kredit kendaraan roda empat.

Kemudian pada 27 Juni 2023 kembali menanyakan kelanjutannya dan menjelaskan secara detail prosesnya dengan memulai membujuk rayu agar RF segera melakukan PO pelunasan sebesar Rp35 juta dengan memakai leasing Adira.

Lalu, pada 3 Juli 2023 YPS memberikan kabar bahwa PO dari Adira finance dengan tertulis kepada PT Sejahtera Buana Trada, dan nomor pesanan 01310713425 dengan nama konsumen RF telah turun.  Dan mengirimkan hasil screenshot WAG tim SPV Y, YPS menanyakan kapan RF bisa mentransfer ke nomor rekening pribadinya atau SPV atas nama Alexander Paskah Pratomo Zebua.

Kembali YPS pada 4 Juli 2023 menanyakan ke RF kapan untuk mentransfer dana PO pelunasan tanpa SPK karena melalui jalur VIP tersebut sudah ditanyakan di WAG timnya. Karena tidak ingin mentransfer ke rekening pribadi SPV maupun oknum sales tersebut, RF meminta tolong saudaranya berinisial SI untuk melakukan pembayaran dengan cara tunai langsung ke dealer.

Namun saat sampai di kasir dealer Suzuki Lippo Cikarang, YPS membujuk rayu SI untuk mengurungkan pembayaran melalui tunai di kasir agar SI nanti dapat refund dari PO pelunasan senilai Rp8 juta dan cukup transfer ke rekening Yogi Saputra Permana sebesar Rp27 juta.

** Nay Nurain

Samisade Desa Klapanunggal, Kades Fokus Bangun Jalan Kp Bagogog

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Warga Kp Bagogog, Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor gembira kini sudah merasakan kemerdekaan dengan memiliki jalan mulus dan halus. Hal tersebut setelah selama 3 tahun  terakhir Pemerintah Desa Klapanunggal mengalokasikan anggaran Samisade khusus untuk membangun jalan di kampung yang sudah lama terisolasi tersebut.

“ Jadi Kp Bagogog itu adanya di atas gunung kapur, dan jalan menuju kesana sangat parah dan memprihatinkan. Namun ada kampung diatas sana yang sudah lama sekali luput dari perhatian,” kata Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang kepada Jurnal Bogor, Senin (21/8/2023).

Maka dari itu, sambung Ade, dia berinisiatif mengalokasikan anggaran Samisade khusus untuk melakukan betonisasi jalan di wilayah Kp Bagogog tersebut agar mereka yang tinggal di sana tidak lagi terisolasi karena jalannya berbatu dan sangat parah sekali untuk dilalui. Bagi pengendara roda 2 yang belum lihai, dipastikan akan terjatuh jika melalui jalan kampung tersebut saking rusaknya.

“ Pada dasarnya semua warga berhak untuk merasakan jalan yang bagus dan mulus, begitupun warga di pegunungan Kp Bagogog tersebut, jika jalannya sudah bagus secara otomatis tingkat perekonomian dan pendidikan warga di situ pun akan meningkat,” tukasnya.

“ Bukan hanya terbelakang soal infrastruktur, kampung tersebut juga minim akan pendidikan karena jarak menuju sekolah yang sangat jauh sekali, tak jarang mereka memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya. Maka dari itu, saya berniat  setelah selesai dengan persoalan infrastrukturnya, saya akan membuat sekolah di kampung tersebut untuk meningkatkan taraf hidup dan pendidikan warga Kp Bagogog yang selama ini luput dari perhatian Pemdes,” tambah Gonon sapaan akrabnya.

Belum genap 1 periode menjadi Kepala Desa Klapanunggal, Gonon menyebut akan merapikan persoalan-persoalan yang krusial yang ada di Desa Klapanunggal. Mulai dari pembangunan infrastuktur yang harus merata, pendidikan yang harus setara, dan ekonomi warga juga harus terus meningkat, serta persoalan-persoalan sengketa lahan yang harus juga diselesaikan agar tidak ada warganya atau pihak lain yang dirugikan.

Sementara, TPK Pekerjaan Samisade Desa Klapanunggal, Hilal mengatakan, untuk tahap pertama ini pekerjaan betonisasi jalan di Kp Bagogog sudah berjalan 80 persen dan hampir selesai. Mengingat kondisi jalan yang sangat memprihatinkan, maka untuk pembangunan jalan di lokasi tersebut harus berlapis.

“ Pertama kami gelar base course untuk perataan, selanjutnya kami gelar lantai kerja dengan volume 5 cm dengan mengggunakan beton K 100, dan selanjutnya gelar beton dengan volume 20 cm dengankualitas k 250. Jika tidak dilakukan perataan terlebih dahulu, dikhawatirkan beton yang digelar tidak akan sempurna,” cetusnya.

“ Jika tidak dilakukan betonisasi secara berlapis, dikhawatirkan beton mudah patah dan amblas, karena kontur tanah di lokasi tersebut sangat labil sekali,” pungkasnya mengakhiri.

** Nay Nur’ain

RT 07 Sabet Juara 3 Festival Karnaval, Ini Kata Cahya Sumpena

0

Citeureup | Jurnal Bogor

RT 07 berhasil menyabet juara ke-3 dalam Lomba Festival Karnaval yang diselenggarakan oleh Panitia RW 07 Desa Gunung Sari, Citeureup, Kabupaten Bogor, Minggu (20/8/23). Ketua RT 07 Cahya Sumpena mengapresiasi warganya karena sudah rela mengorbankan waktu, tenaga dan materi untuk kegiatan karnaval ini.

“ Karena baru pertama kali adanya karnaval di PHPM (Puri Harmoni Pasir Mukti) ini menjadai tantangan tersendiri untuk kami dalam mengembangkan kreatifitas, saya sangat senang terutama RT 07 ternyata bisa jadi juara 3. Semoga di tahun yang akan datang  bisa lebih ramai dan lebih spektakuler lagi, “ kata Cahya sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Cahya juga mengucapkan terimakasih kepada warga RT 07, karena sudah berantusias sampai rela bergadang untuk menyiapkan dan mengikuti kejuaraan karnaval ini, begitupun ucapkan terima kasih kepada panitia RW 07 yang telah menyelenggarakan acara Karnaval hingga bisa berjalan dengan sukses tanpa ekses.

“ Walaupun ini hanya festival tingkat RW. Namun kemeriahannya tak kalah setingkat kecamatan. Semoga warga RT 07 dengan adanya karnaval ini jadi makin mempererat tali silaturahmi dan kekompakan warga, salam kompak selalu Cemeti jaya.. jaya..jaya..yes, “ pungkasnya.

Sementara Ketua Koordinator Festival Karnaval Dicky Chan mengaku bangga akan keberhasilan yang sudah diraih oleh warga RT 07. Menurutnya, kemenangan ini merupakan hasil dari kekompakan warga yang tak kenal lelah untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Dirinya berharap kebersamaan seperti ini terus dipertahankan dalam kegiatan apapun.

“ Jika melihat hadiah itu tidak sebanding dengan apa yang sudah dikeluarkan, tapi hadiah bukan tujuan awal kami. Saya sangat apresiasi karena adanya kegiatan  Festival Karnaval ini bisa menyatukan kekompakan dan kebersamaan warga RT 07 khususnya, “ cetus Dicky.

“ Dari awal saya sudah punya keyakinan akan ada dibarisan para juara, karena saya melihat animo warga RT 07 yang begitu sangat antusias dalam mempersiapkan segala sesuatunya, kekompakan, ide-ide brilian membuat Festival Karnaval ini nyaris sempurna. Insya Allah kedapan, jika Festival Karnaval ini jadi agenda tahunan kami akan mempersiapkan lebih baik lagi, dan saya yakin Cemeti bisa, “ ucap Dicky mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Desa Sanja Gelar Kades Cup II 2023, Ini Para Juaranya

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pemerintahan Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, kembali mengadakan Kades Cup II tahun 2023 yang diikuti oleh 12 tim dari 6 RW. Kades Cup II berlangsung di Lapangan Bola Anggraeni, Visar Pratama Indah, Minggu (20/8/23).

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan, Kades Cup ini sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir, dengan tujuan memepersatukan dan silaturahmi antarwarga dalam bidang olahraga. Mengingat, peminat olahraga sepak bola bukan hanya dari kalangan kaum pria saja, melainkan juga kaum ibu, muda-mudi bahkan anak-anak ikut menjadi penikmat olahraga paling populer ini.

“ Kita semua tahu olahraga sepak bola merupakan hiburan rakyat, semua kalangan hadir dan tumpah di lapangan untuk menyaksikan pertandingan yang kami gelar, ini bukti bahwa olahraga bisa menyatukan silaturahmi persaudaraan,” ungkap Edi Yusuf kepada Jurnal Bogor.

Edi Yusuf menyebut, jalinan persaudaraan antar warga melalui olahraga ini harus selalu dijaga bersama, karena ada kebanggaan tersendiri dari mereka saat mendapakan kejuaraan Kades Cup ini. Namun dirinya tetap berpesan untuk selalu menjaga kondusifitas dan sportifitas saat pertandingan berlangsung.

“ Saya apresisi dengan animo masyarakat yang sangat tinggi kepada kegiatan Kades Cup ini, hal itu saya lihat dengan banyaknya warga yang turun ke lapangan untuk menyaksikan pertandingan dan mensupport tim dari RW mereka yang bertanding,” jelasnya.

Lebih lanjut Edi Yusuf mengatakan jika sistem dalam pertandingan sepakbola Kades Cup ini dibuat satu hari pertandingan selesai, dengan durasi permainan 20 menit. Hasil akhir kemenangan ialah RW 03 berhasil meraih Juara 1, RW 01 berhasil meraih Juara 2, dan RW 06  berhasil meraih Juara 3.

 “ Saya ucapkan selamat kepada para pemenang Kades Cup II 2023, semoga untuk pertandingan berikutnya bisa lebih meriah dari ini. Ucapan terimaksih juga saya ucapkan kepada panitia yang sudah mensukseskan Kades Cup, terkhusus kepada masyarakat Desa Sanja yang sudah hadir memeriahkan dan menjaga kondusifitas selama pertandingan berlangsung. Salam olahraga, ” pungkas Edi Yusuf.

** Nay Nur’ain

Soal Sumbangan di SMPN 1 Jonggol, Ini Penjelasan Ketua Komite Sekolah

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Soal adanya sumbangan untuk pembuatan masjid yang diduga memberatkan wali siswa di SMPN 1 Jonggol, Desa Sukamaju, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor ditepis oleh Ketua Komite H.Holil. Menurutnya, sumbangan untuk pembuatan masjid itu sifatnya bukan keharusan, adapun menentukan besaran nominal hanya untuk pemerataan saja. Jika tidak sebesar itu pun, komite tidak akan memaksakan.

“ Ini kan sifatnya sumbangan, bukan iuran apalagi pungutan, masjid yang ingin dibangun pun memang belum selesai. Saat rapat itu sudah kami sampaikan, bahwa masjid sekolah akan kita upayakan selesai tahun ini, jadi diharapkan ada kontribusi dan sumbangan dari orang tua siswa agar masjid itu cepat selesai,” ungkap H. Holil kepada Jurnal Bogor, Minggu (20/8/23).

“ Jadi masjid ini sudah mulai dibangun sejak tahun 2019, dan pembangunan sendiri terhenti saat pandemi Covid 19 kemarin. Sehingga, kami komite berencana ingin meneruskan kembali pembangunan masjid ini. Lalu kita kumpulkan lah wali siswa kelas 8 dan 9 untuk mencari solusi meneruskan pembangunan masjid ini,” tambahnya.

H. Holil menyebut, tidak ada unsur paksaan seperti keterangan wali siswa waktu itu, jika pun yang mengadu kepada media saat itu tidak ingin menyumbang untuk pembanguna masjid itu silahkan saja, karena ini sifatnya ibadah dan tidak bisa memaksakan seseorang untuk beribadah. Padahal, beberapa bangunan di sekolah seperti kantin dan panggung itu mutlak sumbangan dari orang tua siswa.

“ Jadi kalo berkata, sumbangan. Setiap tahunnya kita memang meminta sumbangan kepada orang tua siswa, untuk kenyamanan anak-anak kita sendiri di sekolah. Mengingat, SMPN 1 Jonggol ini merupakan sekolah pertama dan tertua di Kecamatan Jonggol. Saya sendiri merupakan alumni tahun 1987,” jelasnya.

Lebih lanjut H. Holil mengatakan, jika memang ada yang keberatan silahkan saja, tidak mau ikut sumbangan untuk pembangunan masjid pun dipersilahkan. Namun dirinya berpesan jangan mempengaruhi orang tua yang lain, yang ingin memberikan bantuan kepada pihak sekolah dan ingin menyumbangkan sedikit rezekinya untuk pembangunan masjid di sekolah ini.

“ Tidak ada unsur paksaan, apalagi diberikan batas waktu seperti yang sudah diberitakan. Kami meminta sumbangan, bukan melakukan pemerasan, jadi ngadunya jangan berlebihan, “ cetusnya.

H. Holil berharap, kepada siapapun orang tua yang merasa keberatan baiknya langsung menghadap kepadanya, jangan mengadu kepada siapapun karena itu tidak menjadi solusi apapun. Kita ini satu keluarga dalam lingkungan sekolah, adapun permasalahan yang memang menjadi keberatan atau pertanyaan, bisa langsung dikomunikasikan.

“ Saya tidak menutup diri kepada siapapun orang tua yang ingin berdiskusi, juga untuk orang tua yang memang tidak bisa untuk ikut berpartisipasi, langsung bicara saja. Saya sudah berupaya sedemikian rupa agar anak-anak kita nyaman saat melaksakan pembelajaran dan ibadah di sekolah juga bisa nyaman. Oleh karena itu mohon kerjasamanya dengan baik, dan berkomunikasilah dengan baik,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain

Kades Klapanunggal Fokus Bina Potensi Sepak Bola

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Kepala Desa Klapanunggal, Ade Endang merupakan salahsatu sosok kepala desa yang concern terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Sebagai mantan pemain bola, ia terus melakukan pembinaan terhadap bibit-bibit pemain sepakbola di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Salahsatunya adalah dengan menggelar turnamen Kades Cup yang rutin digelar setiap tahun. Selain itu, ia juga berjanji akan meningkatkan sarana dan pra sarana sepak bola di Desa Klapanunggal agar sepakbola di Desa Klapanunggal semakin berkembang dan melahirkan pemain sepak bola yang bisa berkarir ke tingkat yang lebih tinggi.

“Secara pribadi saya memang suka dengan sepak bola. Oleh karena itu saya akan secara konsisten untuk mengembangkan potensi sepak bola di Klapanunggal dengan menggelar berbagai turnamen. Salahsatunya adalah yang rutin saya gelar adalah turnamen Kades Cup yang rutin digelar setiap tahun,” kata pria yang akrab disapa Gonon ini.

Menurut dia, selain pembinaan melalui jenjang kompetisi atau turnamen, peningkatan kualitas sarana dan sarana  sepakbola di Desa Klapanunggal juga menjadi salahsatu agenda yang diwujudkan selama masa kepemimpinannya sebagai kepala desa. Karena peningkatan kualitas tidak akan dapat terjadi jika sarana dan pra sarana tidak mendukung.

“Untuk sarana dan pra sarana seperti lapangan ini akan menjadi fokus saya ke depan juga. Karena bagaimana pun sarana dan prasarana punya peranan yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas sepak bola di desa klapanunggal,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat dirinya juga akan membuka sekolah sepak bola di Desa Klapanunggal untuk berbagai katagori umur. Hal ini dalam rangka menciptakan jenjang pembinaan sepak bola yang sistematis dan berkelanjutan.

“Kita harapkan dengan adanya sekolah sepak bola nanti. Dari Desa Klapanunggal dapat muncul atlet sepakbola yang bisa berkiprah di tingkat, Kabupaten, Provinsi bahkan nasional,” harapnya.

Gonon mengatakan, untuk tahun ini, Turnamen Kades Klapanunggal Cup dimenangkan oleh Pemdes Klapanunggal FC dan berhak mendapatkan trophi bergilir dan uang pembinaan. Sementara juara kedua dimenangkan oleh perwakilan dari RW 06 blok Papandayan, sementara juara ketiga berasal dari Tim Kecamatan Klapanunggal.

“Total peserta untuk tahun ini ada 16 tim yang mewakili RT dan RW. Even turnamen ini memang kami satukan dengan Peringatan HUT Kemerdekaan RI dan sebagai sarana silaturahmi Masyarakat Desa Klapanunggal untuk agar tercipta kerukunan dan kebersamaan,” tandasnya.

** Taufik/Nay

Puncak HUT RI, Ribuan Warga Tanah Baru Turun ke Jalan

0

Bogor | Jurnal Bogor
Sekitar seribuan warga Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor turun ke jalan pada acara jalan santai HUT RI ke-78, Minggu (20/8/2023). Acara yang digelar Kelurahan Tanah Baru ini diikuti perwakilan dari 11 RW dan 78 RT untuk mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan terdahulu.

Camat Bogor Utara Riki Robiansah bersama Ketua LPM Tanah Baru

“Menyelenggarakan ini kesadaran masyarakat sendiri, acara ini dari RW-RW sehingga acara ini merupakan aspirasi para RW dan panitianya pun dari RW. Ya setelah sebelumnya di masing-masing RT dan RW ada pesta rakyat dengan aneka lomba,” ujar Plt Lurah Tanah Baru Kemal Ramdhani Hamid.

Jalan santai yang dihadiri Camat Bogor Utara Riki Robiansah ini mengambil rute sekitar 2,5 kilometer dengan start di halaman SDN Sindangsari belok di Kenari menuju Rambai, kemudian masuk Ciluar Asri dan belok di Pasar Dongko, lalu keluar di Gang Kodir.

Lurah sebelumnya Raden Ronny Kunaefi yang juga hadir bersama istri mengaku senang bisa hadir di acara jalan santai. Meskipun hanya 5 bulan menjabat, namun Tanah Baru baginya seperti rumah sendiri.

“Kalau diundang saya insya Allah datang dan disini orangnya cukup guyub,” ucap Ronny yang kini di Kesbangpol Kota Bogor.

Ketua RW 02 Kastim Purnama juga mengaku untuk mensukseskan acara telah mengajak ratusan warganya untuk turun jalan santai, termasuk di RT 07 Perumahan Hollywood, RT yang baru di RW 02 hadir mengikuti jalan santai mengirimkan perwakilannya.

Sementara acara jalan santai tersebut menarik perhatian peserta karena diberi kupon undian doorprize. Panitia memberikan aneka barang rumah tangga dengan hadiah utama sepeda.

** Asep S.Sayyev