24.6 C
Bogor
Monday, April 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 497

Satpol PP Pasang PPNS Line di Restoran Wulansari

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Berkali-kali melanggar dan tidak menaati aturan karena membuat bangunan permanen di batas badan Situ Tunggilis, Restoran Wulansari yang berada di Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, akhirnya dapat hadiah PPNS Line dari Satpol PP Kabupaten Bogor, Rabu (30/8/23).

Menanggapi adanya PPNS Line tersebut, warga sekitar Riza Aprudin mengatakan sudah seharusnya restoran tersebut dibongkar. Karena letaknya yang persis membangun di bibir Situ Tunggulis yang tidak dibenarkan, apalagi sifatnya komersil dan restoran tersebut pun tidak mau berkoordinasi dengan lingkungan.

“ Dibelakang restoran inikan ada BUMDes Situsari, harusnya pihak resto memberikan akses untuk kemajuan bersama, jangan justeru malah ditutup dan tidak diberikan ruang, sedangkan lahan yang dia bangun itu adalah milik pemerintah. Berartikan semua warga berhak untuk menggunakannya,” ungkap Apud kepada Jurnal Bogor.

Apud menyebut, untuk aparat penegak Perda pun jangan hanya sekedar hiasan saja dengan garis PPNS Line yang dipasang ini, jika memang itu tidak diperkenankan dan tidak boleh ada bangunan disana seharusnya dibongkar jika ingin benar-benar menegakkan aturan jangan tanggung-tanggung. Karena yang sudah-sudah PPNS Line itu seperti hiasan yang bisa dibongkar pasang.

“ Kita masyarakat ini sudah melek aturan, kalo PKL ditertibkan sampai gerobak-gerobaknya dibawa, kalo restoran besar yang melanggar cuma dikasih tapi  tidak dibongkar, jika mau tegak jangan cuma kebawah, sampe ke akar-akarnya jika perlu, “ cetusnya.

“ Jangan karena restoran ini milik salah satu anggota dewan jadi gak bisa bergerak penegak Perda kita, “ tambahnya

Sementara, Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid saat dikonfirmasi via WhatsApp mengatakan, “ Silahkan konfirmasi kepada Kasie Penegakan, pak Yudi,” singkatnya.

Sementara Kasie Penegakan Yudi saat dimintai keterangan tidak menanggapi.

** Nay Nuráin

Hadits Hari Ini

0

Suara Kokok Ayam

Sahih al-Bukhori:3058

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Nabi saw bersabda:

Jika kalian mendengar suara kokok ayam maka mohonlah kepada Allah dari karunia-Nya, karena saat itu ia (ayam tersebut) telah melihat malaikat, dan bila kalian mendengar suara ringkik keledai mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan, karena saat itu ia (keledai tersebut) telah melihat setan.

Pesan :
Dianjurkan bagi seorang muslim, jika mendengar ayam berkokok untuk berdoa kepada Allah, karena ayam itu telah melihat malaikat. Namun jika mendengar suara keledai, maka dianjurkan untuk bertaawudz, karena ia telah melihat setan.

Dongkrak Ekspor Komoditas Pertanian, Kementan Gelar Training of Trainers

0

Jambi | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendongkrak ekspor pertanian. Upaya ini salah satunya ditempuh melalui Training of Trainers (TOT).

Dedi Nursyamsi

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menuturkan bahwa pertanian adalah kekuatan yang selama ini menopang bangsa Indonesia, termasuk saat menghadapi tiga tahun pandemi COVID-19.

“Lihat data, bukan kah hanya pertanian yang tumbuh 16,42 persen di saat COVID-19. Bukankah ekspor kita disaat semua melemah, ekspor pertanian tumbuh 15 persen, pernah 32 persen terakhir 8 persen, dan itu menunjukan bahwa pertanian menghasilkan,” tuturnya pada Pembukaan TOT Peningkatan Ekspor Komoditas bagi Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian di Jambi, Selasa, 29 Agustus 2023.

Mentan SYL yakin di saat ekonomi dunia melemah, liquiditas dunia melemah, yang bisa dihilirisasi dan bisa diekpor bukan nikel, bukan otomotif atau alat elektronik, melainkah hasil pertanian.

“Sekali lagi TOT menjadi penting, untuk membangun mindset. Untuk dapat merubah perilaku, tergantung kemampuan kita mentransfer mindset dan tentu trainerlah yang menjadi kuncinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, tujuan pembangunan pertanian adalah penyediaan pangan untuk 180 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor.

Karena itu, lanjut Dedi, TOT ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terkait kelayakan usaha, prosedur dan prospek ekspor komoditas pertanian dalam upaya peningkatan pendapatan petani dan meningkatkan ekspor.

“Patut disyukuri bahwa sejauh ini kecukupan pangan di Indonesia masih terjaga. Selama pandemi, ekspor komoditas pertanian semakin meningkat,” ucap Dedi.

Kondisi ini, lanjut Dedi, merupakan indikasi ketangguhan sektor pertanian sekaligus besarnya potensi pertanian sebagai pilar utama perekonomian Indonesia.

Hadir juga pada pembukaan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, yang Mewakili Gubernur, Al Haris, Kepala Bapeltan Jambi, Zahron Helmy dan Kepala UPT lingkup BPPSDMP.

TOT dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 – 31 Agustus 2023  secara tatap muka berlokasi di Balai Pelatihan Pertanian Jambi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 18.500 orang yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru, dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang mengikuti secara tatap muka di Balai Pelatihan Pertanian Jambi.

** BPMKP

Paguyuban Perusahaan Gunung Putri Sharing Persoalan dengan Kapolsek

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Paguyuban Perusahaan Gunung Putri mengadakan silaturahmi dan diskusi bersama dengan Kapolsek Gunung Putri, di Restoran Santorini Garden yang berada di kawasan Apartemen Gunung Putri, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (29/8/23).

Ketua Paguyuban Perusahaan Kecamatan Gunung Putri, Gunawan Wibisono mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh paguyuban dalam menjalin silaturahmi, sekaligus berdiskusi terkait persoalan yang ada di lingkup perusahaan.

” Dalam diskusi ini kami undang Kapolsek Gunung Putri agar sekaligus bisa mendengarkan keluhan dan sharing terkait persoalan-persoalan, baik dengan lingkungan maupun persoalan dalam menghadapi pemilu seperti sekarang ini,” ungkap Wibi sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Wibi yang juga mewakili PT Korintian menyebut, untuk persoalan yang sedang jadi pembicaraan kali ini di kalangan perusahaan adalah mahal dan sulitnya menempuh perizinan untuk sumur dan untuk perizinan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

” Karena untuk aturan yang sekarang ialah perusahaan yang membuat SLF atau IMB  harus menggunakan pihak ketiga. Karena memang mereka adalah ahli dalam arsitektur dan mekanikal, ” jelas Wibi.

” Dengan dinas pun kita sudah berdiskusi terkait keluhan yang kita rasakan saat ini, dan untuk perusahaan sendiri hanya ada 5 perusahaan yang memang masih dalam tahap menempuh perizinan. Bukan karena tersendat, tapi karena memang mencari kompetitor lain yang harganya lebih miring yang ditawarkan oleh konsultan lain,” tambahnya.

Lebih lanjut Wibi menjelaskan untuk di Gunung Putri sendiri ada 100 perusahaan yang tergabung dalam paguyuban ini. Pada silaturahmi dan diskusi kali ini bisa hadir sedikitnya 35 perusahaan. Adapun terkait persoalan dengan lingkungan, Wibi menyebut, bukan keberatan hanya ada beberapa perusahaan yang memang tidak nyaman akan hal-hal tersebut.

” Namun itu semua masih bisa ditanggulangi, seperti apa yang tadi dikatakan oleh Kapolsek selama itu tidak ada unsur pemaksaan atau intimidasi terhadap perusahaan, kondisi tersebut masih tergolong aman, ” cetus Wakil Ketua 4 APINDO Kabupaten Bogor tersebut.

Sementara Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, diskusi dan sharing dengan para HRD perusahaan yang tergabung dalam Paguyuban Perusahaan Kecamatan Gunung Putri membahas persoalan yang masih tergolong normal dan bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

” Karena pada dasarnya, perusahaan memang sudah seharusnya bersinergi dengan lingkungan sekitar, baik kepemudaannya, ormas atau pemerintahanya,” kata Kompol Bayu.

” Saya hanya berpesan, agar semua perusahaan bisa menjalin silaturahmi, baik dengan lingkungan sekitar, ormas, maupun kelompok masyarakat lain, begitu pun pemerintahan. Sehingga, setiap ada persoalan itu bisa diselesaikan dengan baik, sejatinya perusahaan membuka usaha disini dan warga mencari makan disini, jadi harus sama-sama saling  jaga dan saling menghargai, ” pungkas Bayu mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Rakernas Peradi-SAI Gelar Seminar Nasional Tindak Pidana Pemilu dan Hoaks

0

Bogor | Jurnal Bogor

Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi-SAI) kubu Juniver Girsang menggelar Seminar Nasional bertajuk Tindak Pidana Pemilu dan Berita Bohong, pada rapat kerja nasional (Rakernas) ke-IV.

Dalam kegiatan itu, hadir sebagai pembicara Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Hamzah Halim, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Ketua Bawaslu RI Achmad Bagja, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva dan moderator Andi F. Simangunsong.

Ketua Bawaslu RI, Achmad Bagja menyebutkan pihaknya sebagai pintu masuk atas semua pelanggaran yang terjadi dalam proses penyelenggaraan pemilu.

Mekanismenya, kata Bagja, Bawaslu menerima laporan dan melakukan kajian terhadap pelanggaran pemilu/pemilihan.

Dalam melakukan kajian, Bawaslu dapat meminta keterangan para pihak. Batas waktu melakukan kajian ini berbeda antara pemilu dan pemilihan.

Ketika pemilu, batas waktunya adalah paling lama 14 hari kerja, sedangkan pada pemilihan paling lama 5 hari kalender.

“Hasil dari pengkajiannya, Bawaslu dapat berupa dua hal. Penanganan dihentikan atau diteruskan/direkomendasikan kepada instansi lain yang berwenang,” ungkap Bagja.

“Kemudian, dalam konteks penanganan tindak pidana pemilu/pemilihan, Bawaslu melakukan penanganan secara bersama-sama dengan Polisi dan Jaksa yang tergabung dalam Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” sambung Bagja.

Guru Besar Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Hamzah Halim beranggapan penguatan kapasitas Bawaslu sebagai lembaga pengawas harus ditingkatkan dari segi kewenangan.

“Bawaslu harus diberikan sumber daya dan wewenang yang memadai untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam video pengantar seminar itu menyebutkan konflik pemilu akan sangat mungkin terjadi pada pemilu dan pilkada nanti.

Konflik yang hadir tak hanya berasal dari peserta, tetapi juga di luar peserta.

Oleh karena itu, masyarakat bersama semua stakeholder harus bisa bersinergi menekan adanya konflik yang seringkali terjadi lewat penyebaran hoaks.

“Masyarakat maupun peserta harus berkampanye secara sehat dan baik, kampanye negatif dan hoaks harus dihindari sebab ini yang menjadi akar konflik di pemilu,” katanya.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel), Zet Tadung Allo mengatakan kejaksaan sebagai penegak hukum telah melakukan sejumlah optimalisasi peran dalam mendukung Pemilu 2024 nanti.

Optimalisasi ini juga berisi soal identifikasi terkait tindak pidana pemilu baik yang sebelum dan sesudah pemilu 2024 dan juga mendeteksi dan mencegah konflik dalam pemilu.

“Mungkin teman-teman dengar bahwa Kejaksaan menunda pemeriksaan kasus ke semua peserta pemilu. Sebenarnya hal yang harus diluruskan bahwa ini dilakukan sebagai upaya mencegah konflik,” bebernya.

“Jangan sampai akibat pemeriksaan, orang-orang dari peserta pemilu terpancing sehingga bisa menimbulkan konflik namun semua kasus tetap akan diproses kejaksaan,” sambung dia.

Peradi – SAI menggelar Rakernas keempat kalinya di tengah upaya rekonsiliasi karena adanya tiga kepemimpinan berbeda.

Kubu Juniver Girsang menegaskan pihaknya sebagai motor rekonsiliasi untuk meleburkan ketiganya sehingga dapat menjalankan visi dan misi organisasi.

Peradi – SAI senantiasa menjalin komunikasi positif dengan berbagai pihak agar niat mulia itu tercapai.

“Dan kalau tidak dibersatukan, usul dari kami satu kode etik, satu dewan kehormatan, satu untuk pengujian,” kata Juniver.

** M.Yusuf

IJTI Bogor Raya, Muspika, Pelajar dan Warga Bantarkaret Bersihkan Sungai Cikaniki

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Bogor Raya berkolaborasi bersama Muspika dan masyarakat Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor melakukan aksi bersih-bersih sungai Cikaniki.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-25 IJTI yang sekaligus rangkaian HUT Kemerdekaan ke-78 RI. Tak hanya Muspika, secara sukarela ratusan pelajar dari dua sekolahan tak luput juga ikut turun ke sungai berjibaku melakukan aksi tersebut.

Salah satu wakil kepala sekolah Muhammad Repi mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif karena selain untuk mengedukasi terhadap anak-anak didiknya, juga sebagai upaya pencegahan dini terjadi banjir.

“Ini sangat bagus, terlebih melibatkan para peserta anak didik dan masyarakat yang mendukung penuh dengan Cikaniki bersih,” katanya, Jumat (25/08/2023).

Dia berharap kegiatan tersebut terus dapat berkesinambungan, sehingga menjadi contoh masyarakat yang berada di aliran sungai Cikaniki tersebut. “Saya berharap kegiatan seperti ini terus di follow up dan harus menjadi kegiatan yang bisa menyadarkan masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan,” katanya.

Sementara, diakui Kapolsek Nanggung AKP Jony Handoko, kegiatan ini cukup membuat antusias sekaligus mengundang partisipasi banyak kalangan sekitar Kecamatan Nanggung.

“Cukup antusias masyarakat sekitar dalam mengikuti kegiatan ini, terbukti ada ratusan pelajar, dan masyarakat sekitar cukup antusias dalam membersihkan sungai Cikaniki,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Camat Nanggung Ae Saefullah mengatakan, pihaknya cukup berterimakasih dengan kegiatan bersih bersih sungai tersebut.

Ae menyebut sungai Cikaniki ini merupakan sumber air masyarakat sekitar yang berada di wilayah bantaran sungai Cikaniki, terlebih saat ini ada beberapa desa yang memang memerlukan air.

“Cukup baik karena memang masyarakat kami sedang dilanda kekeringan, oleh sebab itu jika air sungai bersih dari sampah, air sungai dapat dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian dan bersihkan alat rumah tangga,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Aksi Bersih Bersih Sungai Cikaniki, Iman Abdurahman menyatakan, dia dan teman-teman tergerak untuk membersihkan sungai Cikaniki bertepatan dengan HUT ke-25 IJTI , juga bertepatan dengan hari Jumat, dan mengusung tema Jumat bersih.

“Bertepatan dengan hari Jumat, kami lakukan kegiatan bersih bersih sungai, seperti Jumat bersih,” ujarnya.

Iman yang juga jurnalis salah satu tv lokal di Bogor ini, mengaku bahwa, ide untuk membersihkan sungai terbesit saat melihat masyarakat khususnya yang ada di sungai Cikaniki, tetapi melihat masih banyak sampah menumpuk.

“Saya prihatin melihat masyarakat desa yang mengandalkan aliran sungai sebagai sumber untuk kebutuhan mandi cuci ini namun terlihat kotor dan kumuh,” pungkasnya.

** Andres

Polres Minta Betonisasi Jalan Desa di Banyuresmi Diselesaikan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Pihak kepolisian dalam hal ini, Polres Bogor, Polda Jabar memanggil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyuresmi, Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Dalam pemanggilan tersebut, diduga terkait dengan pekerjaan infrastruktur betonisasi jalan desa di Desa Banyuresmi yang belum selesai dikerjakan.

“Iya ada panggilan dari Polres Bogor terkait adanya pekerjaan yang belum selesai,” kata Ketua BPD Banyuresmi Muhamir Rusmi Samin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (28/08/2023).

Muhamir Rusmin Samin mengatakan, selain dirinya ada beberapa pihak yang juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Yang dipanggil dari pihak Kecamatan Cigudeg dari pihak Pemerintah Desa Banyuresmi, saya sama Sekertaris Desa, kalau dari pihak Kecamatan itu Kasipem sama Pak Camat,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pemanggilan tersebut karena adanya surat pernyataan Kepala Desa Banyuresmi pada Februari lalu yang menerangkan bahwa sang Kades akan menyelesaikan pekerjaan proyek betonisasi jalan yang berlokasi di Kampung Sirnaasih tersebut namun tak kunjung diselesaikan.

“Jadi, ada sedikit kesalahan atau kelupaan dari kepala desa bahwa dia itu siap melaksanakan pekerjaan tetapi sampai kemarin kemungkinan banyak pekerjaan jadi belum bisa dibersihkan gitu,” katanya.

Kini, kata dia, betonisasi jalan di dua titik lokasi tersebut kembali dikerjakan.

“Yang hasil (pemanggilan) kemarin itu hanya sekedar bikin pernyataan saja supaya pekerjaan itu dilaksanakan kalau saya mah dan sekarang lagi dikerjakan bahkan satu titik sudah beres karena totalnya ada dua titik pekerjaan dan satu titik lagi sedang dikerjakan,” katanya.

** Andres 

Meresahkan, Sehari Dua Kali Pelajar Tawuran di Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Tawuran pelajar kerap terjadi dimana sehari bisa terjadi dua kali tawuran i Jalan Raya Ciampea, tepatnya di depan kantor Kecamatan Ciampea. Pelaku tawuran pun diamankan Satpol PP Kecamatan Ciampea untuk dilakukan pendataan.

Kanit Pol PP Kecamatan Ciampea, Ego Suryadi mengungkapkan awalnya terjadi tawuran pelajar dari sekolah swasta tingkat menang atas. Adanya aksi tauran tersebut, warga bersama anggota Pol PP Kecamatan Ciampea langsung membubarkan aksi tawuran dan berhasil mengamankan satu pelajar yang bersekolah di wilayah Kecamatan Ciampea.

“Kita amankan satu orang pelajar SMA yang terlibat tawuran. Pelajar tersebut dibawa ke ruang Satpol untuk didata,” ujarnya, Selasa (29/8).

Selang 20 menit kemudian, sambung Ego, di lokasi yang sama kembali terjadi tawuran pelajar. Namun , kali ini anak sekolah swasta tingkat SMP. Satpol PP pun agar tak ada korban, pihaknya langsung membubarkan aksi tawuran tersebut dan menyisir ke wilayah agar tidak terjadi tawuran kembali.

“Kita amankan satu pelajar SMP, sedangkan pelajar yang melakukan penyerangan melarikan diri. Total ada dua pelajar yang kita amankan dan langsung  diserahkan ke pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan,” ungkapnya.

Satgas Pelajar Kabupaten Bogor, Ahmad Sihotang mengungkapkan pihaknya bersama guru semaksimal mungkin memberikan pembinaan kepada pelajar agar tidak terjadi tawuran. Termasuk melakukan patroli dan memantau mulai dari pertama kehadiran siswa sekolah sampai sepulang sekolah, sehingga menghindari adanya kerumunan pelajar yang akan terindikasi terjadinya tawuran.

“Tawuran pelajar biasanya terjadi saat jam pulang sekolah. Biasanya antarsekolah saat pulang mereka saling ejek hingga terjadi tawuran,” ungkapnya.

Intinya, Satgas Pelajar kata dia selalu mengawasi titik-titik rawan atau tempat yang dikhawatirkan menjadi pertemuan kubu-kubu pelajar di wilayahnya, untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan prilaku pelajar tersebut.

“Pengawasan ini juga dilakukan untuk meminimalisasi kekhawatiran masyarakat, khususnya orang tua yang anaknya akan kembali ke sekolah. Kalau tidak saling ejek atau janjian mereka tidak mungkin melakukan aksi tawuran, itu yang kita antisipasi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Antisipasi Kekeringan, Pemdes Pangkaljaya Bangun MCK

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Upaya mengatasi persoalan kekeringan air di musim kemarau, Pemerintah Desa Pangkaljaya , Nanggung, Kabupaten Bogor membangun MCK untuk menampung air di Kampung Pangkalan. Dilanjutkan rencana pembuatan sumur.

Alasannya dibangunnya MCK, lantaran ketersediaan air untuk kebutuhan mulai berkurang.

Dibangunnya MCK, masalah utama yang dihadapi masyarakat Pangkaljaya  yaitu kekurangan air selama musim kemarau.

“Tujuan dibangunnya MCK, hal ini mencegah kekeringan ketika musim kemarau berkepanjangan,” ujar Kepala Desa Pangkaljaya Taupik Sumarna, kemarin.

Setelah MCK rampung dan bisa difungsikan, diharapkan warga desa bisa memenuhi kebutuhan air. MCK yang dibangun di Kampung Pangkalan menggunakan anggaran dana desa tahun 2023.

Sementara MCK yang baru dibangun memanfaatkan sumber air aliran kali Ciketug. Menjaga pasokan persediaan air bersih di musim kemarau, kedepannya akan dibuat bangunan sumur.

Sumber air dari  lainnya menjadi kering pada musim kemarau, sebagian warga hanya memanfaatkan kali Cikaniki Ciketug.

“Warga mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih lantaran sumur milik warga juga kering selama musim kemarau,” paparnya.

Di antaranya  membangun sistem menggunakan selang   untuk mengalirkan air sementara dari sumber kali Ciketug yang ditampung pada bak bangunan MCK.

Selain dibangun MCK, Pemerintah Desa Pangkaljaya juga manfaatkan program Samisade salah satunya peningkatan jalan dengan hotmix, tepatnya di Kampung Wates RT 09.

Berikut pembangunan drainase dan hotmix jalan di Kampung Ciketug dan Kampung Kirayam. Lalu pembangunan dari dana desa memakai sistem rabat beton di  RW 08 RT 02 RT 03 Kampung Gunung Malang. “Hotmix juga di jalan RW 02 Kampung Tapos,” tukasnya.

** Arip Ekon

Desa Cileungsi Kidul Prioritaskan Beton Jalan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Desa Cileungsi Kidul, Cileungsi, Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran Samisade untuk betonisasi jalan di tiga titik yakni Kp Bojong Kaso, Lebak Kongsi dan Perumahan Kenari Mas.

Kepala Desa Cileungsi Kidul Rudi Sukarya menjelaskan, pekerjaan betonisasi sudah dikerjakan oleh Pemdes sejak Kamis lalu, yang dimulai dari Kp. Bojongkaso RW 08 dengan volume P 343 m x 4.0 m x 0,20 m dan Kp Lebak Kongsi RW 007 dengan memakan anggaran sebesar Rp445.644.000 untuk tahap 1.

“ Pekerjaan betonisasi bisa dilaksanakan setelah sebelumnya berkoodinasi dengan warga sekitar karena tadinya ada warga yang memanfaatkan lahan jalan sehingga perlu dikembalikan pada fungsinya dan alhamduliliah dapat terselesaikan sehingga pekerjaan betonisasi ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya, Selasa (29/8/23).

Rudi mengatakan lokasi betonisasi jalan adalah jalan utama Rawa Putat mengarah ke Kp Lebak Kongsi lalu menuju Kp Bojongkaso tembus samping Perumahan Kenari Mas Cileungsi Kidul. Masyarakat sekitar sangat antusias dan mendukung terlaksananya betonisasi jalan desa tersebut.

” Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah  dengan baik. Kedepan saya berharap, dengan jalan yang bagus akan mengangkat ekonomi masyarakat juga,” cetusnya.

Kades Rudi mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Bogor dengan adanya  program Samisade ini karena sangat bermanfaat untuk masyarakat khususnya warga Desa Cileungsi Kidul. Untuk warga sekitar dan yang punya usaha, Rudi telah berkoodinasi dan minta pengertian kepada warga yang terganggu selama pelaksanaan betonisasi tersebut.

“ Saya berharap besar Pemkab Bogor untuk terus melanjutkan program Samisade ini karena dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan masih ada jalan yang harus diperbaiki,” pungkas Rudi.

Bahkan untuk jalan menuju Kp Bojongkaso, sambung Rudi, sisi sebelah kanannya, Pemdes menambahkan besi wiremash karena lokasi jalur tersebut bisa dikatakan labil.

 ” Sebelum digelar beton, kami menggelar plastik beton juga sebagai standarisasi pekerjaan dalam betonisasi,” pungkasnya.

 Untuk tahap 2 nanti, masih melanjutkan jalur yang saat ini dengan volume P 218 m x L 4m x T 0,20 m, menyerap anggaran Rp 297.096.000.

“Jadi total anggaran untuk Samisade tahun ini sebesar Rp742.740.000,00, ” tambahnya.

** Nay Nur’ain