26.3 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 490

Desa Hambalang Sabet Penghargaan Desa Sadar Hukum West Java Festival

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Kepala Desa Hambalang, Wawang Sudarwan mendapatkan penghargaan Desa Sadar Hukum pada West Java Festival 2023 yang diadakan di Gedung Sate, Bandung.

Wawang menyebut, penghargaan tersebut diberikan oleh Provinsi Jawa Barat kepada semua desa yang mengikuti kegiatan Desa Sadar Hukum yang dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

” Alhamdulilah Desa Hambalang mendapatkan penghargaan Anubhawa Sasana yang dibagikan oleh Gubernur Jawa Barat, ” ungkap Wawang kepada Jurnal Bogor, Selasa (5/9/23).

Menurutnya, dengan adanya pemberian penghargaan tersebut dirinya sebagai kepada desa bisa menjadi hakim untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di desa.

” Untuk Desa Hambalang sendiri, permasalahan yang saat ini banyak dialami ialah persoalan pertanahan. Dimana untuk daerah Hambalang masih banyak tanah yang bertumpuk kepemilikan suratnya,” jelas Wawang.

Wawang berharap, sekalipun dirinya sudah mendapatkan penghargaan sebagai Desa Sadar Hukum, harapannya, Desa Hambalang tidak ada permasalahan dengan hukum.

” Masalah itu pasti ada, cuma saya harapkan desa saya aman, nyaman tentram dan damai,”cetusnya.

** Nay Nur’ain

SMKN 1 Gunung Putri Lepas Sambut Kepala Sekolah yang Baru

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Gunung Putri Juniartini, S.Pd beralih tugas menjadi Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Bojonggede digantikan dengan Aman Sihombing, M.Pd dari  SMK Negeri 1 Bojonggede, yang berlangsung di aula Sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Selasa, (05/09/23). Lepas sambut berlangsung haru,  diawali dengan penampilan tari merak yang dibawakan oleh siswi SMKN 1 Gunung Putri kelas 10 jurusan kimia.

Kepala Sekolah baru SMK Negeri 1 Gunung Putri, Aman Sihombing, M.Pd mengatakan, penyambutannya dari warga SMK Negeri 1 Gunung Putri sangat luar biasa, dan dia merasa tampak rasa persaudaraan itu timbul kembali.

” Saya tidak menyangka begitu hangat penyambutan kehadiran saya di SMK Negeri 1 Gunung Putri. Terlebih paling berkesan bagi saya, teman-teman saya, adik-adik saya dan guru-guru yang ada di SMK Negeri 1 Bojonggede yang jumlahnya itu ada 82 orang mengantarkan saya ke tempat dinas saya yang baru ini,” ungkap Aman Sihombing kepada Jurnal Bogor.

” Yang jelas mereka merasa sangat kehilangan sosok Bapak, sosok pemimpin. Dan itu terlihat dari mimik wajah mereka,” sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan juga, itu karena memang semuanya sudah ada yang mengatur.

“Kita selaku kepala sekolah itu ada regulasinya, mau tidak mau suka tidak suka kita harus mengikuti aturan yang diberikan dari Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini KCD Wilayah 1,” ungkapnya.

Aman Sihombing juga sangat mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh Kepala sekolah terdahulu (Juniartini). Yang telah melakukan hubungan kerjasama dalam pembinaan karakter keamanan di lingkungan SMK Negeri Ini dengan muspika yang ada.

“Ini sangat luar biasa, dengan menggagas prinsip berkolaborasi dengan pihak muspika, diantaranya Kapolsek, Danramil, camat dan kelurahan / desa. Memang itulah yang kita harapkan untuk bersama-sama berkolaborasi dalam hal menanamkan karakter peserta didik yang ada di SMK Negeri 1 Gunung Putri ini. agar apa, agar siswa didik nanti begitu keluar dari sekolah mereka sudah siap berkompetitif dan mempunyai karakter yang baik, mempunyai pengetahuan yang baik dan mempunyai satu keterampilan skill yang baik yang siap untuk dijual ke dunia usaha dan dunia kerja,” ungkapnya.

Aman Sihombing juga mengapresiais kepala Kapolsek, Danrami, camat serta kepala desa, yang menyediakan waktunya begitu lama untuk mendampingi sekolah SMK Negeri 1 Gunung Putri.

Ia juga berpesan kepada para guru untuk tidak pernah merasa lelah untuk memberikan ilmu kita kepada anak didik, karena dengan memberikan ilmu yang baik sudah memberikan masa depan kepada anak didik.

“Buat anak-anak saya yang ada di SMK Negeri 1 Gunung Putri, Yuk ini kesempatan kita untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Agar nantinya, cita-cita anda bisa anda raih, anda capai demi masa depan anda yang gemilang,” pesannya.

Sementara, Kepala Sekolah terdahulu, Juniartini,S.Pd mengatakan, pada 24 Agustus lalu kepala sekolah sudah dilantik oleh Gubernur Jawa Barat. Dan serah terima jabatan pada 1 September.

” Akan tetapi, ada adat dan budaya di Dinas Pendidikan, yaitu acara lepas sambut. Seperti istilah permisi bagi yang datang, dan bagi yang melepaskan mengucapkan selamat jalan,” jelasnya.

Akan tetapi, sambung Juniartini, yang lebih penting dari itu adalah silaturahmi, diantara sekolah yang dituju dan yang akan ditinggalkan, yang dirasa itu juga mungkin hal yang cukup penting. Ia juga mengungkapkan permintaan maaf kepada semua, apabila dalam melaksanakan program-program yang selama ini mungkin bagi masyarakat, bagi orang tua, masyarakat sekolah, dan masyarakat di luar. Program yang ia jalankan belum sesuai harapan.

“Program-program masih banyak yang harus kita kerjakan, tetapi saya yakin di bawah kepemimpinan Pak Aman akan banyak program dan terobosan serta inovasi-inovasi yang luar biasa,” ucap Juniartini.

Terakhir, Juniartini mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga SMK Negeri 1 Gunung Putri, kepada camat, Ketua Komite terutama dan seluruh masyarakat khususnya para orang tua yang telah mendukung program-program sekolah.

“Saya sampaikan mohon maaf atas segala kekurangan saya, dan saya ucapkan selamat bertugas untuk Bapak Aman Sihobing,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

SHF Bobar Gelar Parade Film Layar Tancap

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Komunitas Sahabat Film (SHF) Bogor Barat, Kabupaten Bogor mengelar Parade Film Layar Tancap di Lapangan Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor.

Ketua SHF Bogor Barat Oma mengatakan, 14 layar tanyap berbagai film ditampilkan semalam suntuk disela momentum masih suasana HUT RI ke-78.

Menurutnya, parade film yang digelar  di Lapangan Tegalwaru merupakan ketiga kalinya. Dengan total 14 layar, menampilkan genre film yakni komedi, horor, action dan film perjuangan. Selain membangkitkan nostalgia era 70-an, juga untuk mengenalkan sejarah perfilman.

“Dari 14 film yang diputar secara serentak, paling banyak ditonton yakni film perjuangan dan komedi,” ujarnya, kemarin.

Sedangkan film layar tancap ada yang menggunakan proyektor dan infocus. Saat ini yang langka yakni mengunakan proyektor. Untuk rol filmnya biasa pesen di gudang yang ada di daerah Tangerang.

“Kalau jarak deket paling murah kita dibayar Rp 500 ribu, selama lima film. sedangkan jarak jauh bisa mencapai Rp 1.500.000. Walaupun sekarang banyak bioskop tetapi keberadaan layar tancap masih banyak penggemarnya terutama saat hajatan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Waspada Kemarau, Warga Babakan Kena DBD

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan bukan hanya sebagianwarga di Kabupaten Bogor kesulitan air bersih, akan tetapi rawan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Seperti yang dialami Denisa (15), warga Cangkurawok, Desa Babakan, Dramaga terkena DBD dan harus dibawa ke rumah sakit.

Kepala Desa Babakan Ahmad Yani mengatakan menindaklanjuti laporan adanya warga yang kena DBD, pihak desa langsung melakukan fogging di wilayah. Sedangkan warga yang kena DBD, sudah dirawat di rumah sakit.

Munculnya kasus DBD saat musim kemarau, diduga lantaran masih adanya genangan air di sekitar pekarangan rumah warga.

Untuk itu pihaknya mendorong agar masyarakat melakukan pola hidup sehat, salah satunya mengubur benda yang bisa menampung air. Harapannya jentik nyamuk tidak berkembang.

“Saat ini Denisa masih menjalani perawatan. Kita juga sudah melakukan fogging di wilayah RW 07 dan 06 yang rawan terjadi penyebaran DBD,” ujarnya, Selasa (5/9).

Yani mengungkapkan Desa Babakan ada satu wilayah endemis diantaranya Babakan Raya (Bara) di RW 07. Untuk wilayah tersebut sudah dilakukan fogging dan masyarakat diminta rutin mengoptimalkan kegiatan pemberantas sarang nyamuk (PSN) dengan 3M plus. Yakni menguras, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. 

“Sedangkan mengatasi kekeringan yang kerap terjadi di musim kemarau pihak desa sudah membangun Sarana Air Bersih (SAB) di Cangkurawok RW 04,” jelasnya.

** Arip Ekon

Hati-hati Bakar Sampah, Lahan di Babakan Bandung Terbakar

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Lahan ilalang seluas lapangan bola terbakar si jago merah di kampung Babakan Bandung RT 07 RW 01, Desa Leuwisadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Senin (4/9/2023) sekitar pukul 13.00 wib. Dua unit pemadam kebakaran (damkar) sektor leuwiliang diterjunkan.

Anggota Damkar Sektor Leuwiliang, Refgie Raulian menjelaskan, kebakaran tersebut bermula warga membakar sampah, akan tetapi akibat di tengah musim kemarau sehingga api cepat merembet ke bagian lain.

“Diduga penyebab kebakaran ada orang yang bakar sampah di sekitar area lahannya,” jelasnya.

Jadi kata dia, ditambah cuaca panas dan kekeringan sehingga lahan mudah terbakar. Bahkan, ketika proses pemadaman juga sempat mengalami kesulitan mencari sumber air.

“Luas area 300 meter kurang lebih, terbakar hanya lahannya saja ditakuti nyebar ke rumah warga dan lahan lain dengan kondisi kemarau,” katanya.

Area yang terbakar hanya lahan kosong dekat lapangan sepak bola tidak jauh di pemukiman warga.

“Upaya pemadaman cepat hanya sulit mencari sumber air saja, karena kondisi sedang kemarau,” kata Refgie.

Untuk itu, Refgie Raulian menghimbau masyarakat agar menghindari area yang mudah terbakar, dan hari-hari ini banyak kejadian lahan terbakar.

Menurut dia, saat proses penanganan para petugas memadamkan dengan proses waktu kurang lebih sekitar 1,5 jam.

“Kita menerjunkan dua mobil pemadam unit 16 dan 28 armada sektor Leuwiliang dan dibantu 12 anggota damkar,” pungkasnya.

** Andres

Kecamatan Nanggung Turunkan 12 Peserta pada MTQ Tingkat Kabupaten Bogor

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kecamatan Nanggung menurunkan 12 peserta pada Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Bogor yang diselenggarakan di Desa Cibinong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Tak hanya ikut lomba, Kecamatan Nanggung juga turut serta pawai ta’aruf.

“Tak hanya lomba, gelaran pawai ta’aruf juga diikuti sebagai bentuk syukur, untuk terus menghidupkan syiar Islam di Bumi Tegar Beriman Kabupaten Bogor,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Nanggung Suharsono, Selasa (5/9).

Menurutnya, antusiasme serta dukungan masyarakat menjadi penyemangat bagi para peserta untuk mengikuti ajang MTQ tingkat Kabupaten Bogor. Suharsono yang juga sebagai Sekretaris Camat Nanggung menyebutkan, perhelatan akbar MTQ dengan mengusung tema “Bangun Generasi Qurani Yang Cerdas Dan Berakhlakul Karimah Menuju Kabupaten Bogor Yang Beradab” jadi momentum berharga untuk semakin erat persaudaraan dan mencintai tradisi Islami.

Sementara pada MTQ Kabupaten Bogor, ada 7 cabang yang diperlombakan di antaranya, tilawah Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, fahm Al-Qur’an putra dan putri beregu, syarh Al-Qur’an putra dan putri beregu, khath Al-Qur’an hingga melibatkan 140 dewan hakim.

Masing-masing cabang MTQ Kabupaten Bogor ada sejumlah kategori peserta seperti cabang tilawah Al-Qur’an terdiri dari golongan tartil Qur’an / murottal putra dan puteri usia 11 tahun 11 bulan 29 hari, golongan tilawah anak-Anak putra dan putri usia 13 tahun 11 bulan 29 hari.

Lalu golongan tilawah remaja putra dan putri usia 23 tahun 11 bulan 29 hari, tilawah tunanetra pria dan wanita usia 48 tahun 11 bulan 29 hari dan golongan tilawah dewasa pria dan wanita umur 39 tahun 11 bulan 29 hari.

Sedangkan, cabang qira’at Al-Qur’an terdiri dari, golongan qira’at Al-Qur’an mujawwad dewasa pria dan wanita usia 39 tahun 11 bulan 29 hari, golongan qira’at Al-Qur’an murottal dewasa pria dan wanita usia 39 tahun 11 bulan 29 hari, golongan qira’at Al-Qur’an murottal remaja putra dan putri usia 23 tahun 11 bulan 29 hari.

Cabang hafalan Al-Qur’an terdiri dari golongan 1 juz dan tilawah putra dan putri usia 14 tahun 11 bulan 29 hari, golongan 5 juz dan tilawah putra dan putri umur 19 tahun 11 bulan 29 hari. Golongan 10jJuz putra dan putri usia 21 tahun 11 bulan 29 hari, golongan 20 juz putra dan putri usia 21 tahun 11 bulan 29 hari dan golongan 30 juz putra dan putri usia 21 tahun 11 bulan 29 hari.

Cabang tafsir Al-Qur’an terdiri dari golongan bahasa Arab putra dan putri, yaitu hafalan 30 juz dan tafsir juz XIII usia 21 tahun 11 bulan 29 hari, golongan bahasa Indonesia putra dan putri, yaitu hafalan 30 juz dan tafsir XIV usia 33 tahun 11 bulan 29 hari, serta golongan bahasa Inggris putra dan putri, yaitu hafalan 30 juz dan tafsir XII usia 33 tahun 11 bulan 29 hari.

Cabang fahm Al-Qur’an golongan putra dan putri beregu terdiri dari, terdiri dari 3 orang remaja putra dan 1 regu terdiri dari 3 orang remaja putri, bila tidak mungkin 3 orang, diizinkan 2 orang dengan usia maksimal 17 tahun 11 bulan 29 hari.

Kemudian untuk cabang syarh Al-Qur’an golongan putra dan putri beregu terdiri dari 3 orang remaja putra dan 1 regu terdiri dari 3 orang remaja putri, bila tidak mungkin 3 orang, diizinkan 2 orang dengan usia maksimal 17 tahun 11 bulan 29 hari.

Sementara cabang khath Al-Qur’an terdiri dari golongan naskah (penulisan buku) putra dan putri, golongan Hhasan mushaf putra dan putri, golongan dekorasi putra dan putri dan golongan kontemporer putra dan putri dengan usia maksimal untuk semua golongan 33 tahun 11 bulan 29 hari.

** Arip Ekon

Marak Penipuan, Travel Umroh Resmi Bentuk Komunitas

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya kasus penipuan umroh yang belakangan ini terjadi, rupanya membuat gerah sejumlah pengusaha travel umroh di Kota Bogor.

Alhasil, sebanyak sembilan travel umroh membentuk Komunitas Tour and Travel berdasarkan izin Kemenkumham Nomor AHU-0005175.AH.01.07 Tahun 2023.

Kesembilan travel itu adalah PT Madinah Iman Wisata, PT Attin Tour and Travel, PT Mitra Buana Foresindo Niat Umroh, PT Azzam Tour and Travel, PT Wisata Mulia Tour and Travel, PT Amphro, PT ABA Tour dan Travel, PT Khadim Wisata Tour and Travel, serta PT Haromain Tour and Travel.

Komunitas yang dinahkodai Umar Toha (PT Madinah Iman Wisata) bersama Yuyu Yuningsih (PT Attin Tour and Travel) selaku sekretaris, dan Dea Bilqis (PT Khadim Wisata Tour and Travel) sebagai bendahara itu, beraudiensi dengan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor pada Selasa (5/9).

Ketua Komunitas Tour dan Travel, Umar Toha mengatakan bahwa tujuan pendirian komunitas tersebut adalah untuk mewadahi pegiat usaha Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) yang mengantungi izin dari Kemenag.

“Dan sudah dapat dipastikan, warga yang ingin umroh pasti berangkat, hotelnya pasti ada, perusahaan pasti berizin, dan pasti dibimbing saat melaksanakan ibadah umroh sesuai rukunnya. Insya Allah masyarakat takkan gagal berangkat bila menggunakan travel yang tergabung dalam komunitas,” ungkap Umar.

Selama ini, kata Umar, banyak masyarakat gagal berangkat umroh akibat menggunakan travel yang tak berizin. “Insya Allah travel yang tergabung dalam komunitas aman dan amanah, karena anggotanya diseleksi dengan kriteria ketat,” tegasnya.

Kata Umar, travel yang ingin bergabung dengan komunitas bisa mendatangi sekretariat di Gang Ketapang Nomor 2, Pancasan, Kecamatan Bogor Barat. Tentunya, harus membawa persyaratan seperti bukti manifest pemberangkatan jamaah rutin setiap bulannya, izin PPIU, dan track record pemilik.

“Kami terbuka bagi mereka yang ingin gabung. Tetapi wajib memenuhi kriteria tersebut,” ungkap dia.

Saat disinggung mengenai bagaimana cara masyarakat mengecek travel umroh legal atau tidak. Umar menegaskan bahwa pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Umroh Cerdas milik Kemenag. “Tinggal dicek izin PPIU di aplikasi, kalau resmi pasti terdaftar. Atau bertanya langsung ke Kemenag atau komunitas,” jelasnya.

Selain itu dari sisi harga, kata Umar, Kemenag telah mereferensikan bahwa biaya umroh termurah adalah Rp28 juta. “Itu yang paling ekonomis dihitung dari variabel cost. Misalnya, pesawat transit, hotel agak jauh. Bola harganya lebih dari itu, berarti fasilitasnya lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Bogor, Dede Supriyatna mengapresiasi pembentukan komunitas tersebut. Sebab, ia menilai organisasi ini akan memperkuat layanan travel umroh.

“Ya, mudah-mudahan ini diikuti oleh daerah lain untuk meningkatkan peran dan fungsi travel. Anggota harus bisa solid dan bersinergi dengan Kemenag. Selain itu, travel yang tergabung mesti saling mengingatkan dan memajukan,” imbuhnya.

“Mengingatkan bahwa travel harus memiliki izin, kantornya ada, keberangkatan sudah terjadwal, visa aman, punya kantor, harganya pasti, pemberangkatan dan manasiknya ada serta memberi pemahaman kepada masyarakat agar jangan sampai tergiur dengan harga dibawah standar, namun ujungnya bermasalah,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Pilpres RI 2024, Janganlah Paradoks dan Anomali

0

Jurnalinspirasi.co.id – Dengan membaca postingan yang beredar di medsos Detik.com bahwa Tim Pemenangan Nasional (TPN) Capres RI bpk Ganjar Pranowo dari PDIP telah terbentuk dan diketuai Arsyad Rasyid, beliau saat ini adalah Ketua Umum DPP Kadin Indonesia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan bpk Harry Tanoe, Ketum Perindo, salah satu partai koalisi Pilpres bersama PDIP untuk pemengan Pemilihan Presiden (Pilpres) thn 2024 mendatang, ini merupakan salah satu fakta, ada gejala mengulangi sejarah bpk Erick Tohir, pengusaha sebagai Ketua TPN bpk Jokowi.

Sekarang Arsyad Rasjid yang diminta Ketum PDIP ibu Megawati Sukarno sebagai Ketua TPN Capres bpk Ganjar Pranowo yang diusung PDIP, yang diklaim sebagai partai pembela orang kecil (wong cilik), begitu proses sejarah lahirnya.

Penunjukan Ketua TPN Capres Ganjar Pranowo, dapat disimpulkan ada fenomen sosial paradoks dan anomali dalam praktik politik nasional kita, yang bercirikan superpragmatis, tanpa ruh kerakyatan dan lemahnya perjuangan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebab tampak sekali keterlibatan para tokoh dari kalangan pergerakan buruh belum tampak dan atau tidak ada (nihil) sama sekali.

Faktanya PDIP yang mengklaim atau mengesankan diri sebagai partai membela “Wong Cilik”, kaum pakir miskin dan orang-orang terlantar, ternyata dalam perilaku politik partainya, mereka “bermesraan”, bertumpu dan ditopang jejaringan para pendukungnya adalah kaum pengusaha, pebisnis.

Ya artinya barang tentu, disini dapat dikatakan keterlibatan kaum pemilik modal besar (oligarki) sudah pasti ada didalamnya, dan kemungkinan peran dan fungsinya sangat kental (intensif) dalam proses pengambilan keputusan politik, baik pra dan post pasca Pilpres.

Tampak jelas bahwa membela “wong cilik” hanyalah pencitraan, dan sekedar jargon “jualan’ politik PDIP semata, akan tetapi isinya yang sebenarnya nanti, ternyata kaum buruh berhadap-hadapan (versus) dengan para oligarki sebagaimana yang terjadi saat ini, era kepemimpinan bpk Jokowi, lahirnya UU Ciptanaker, Minerba dll.

Pantas kita merasakan bahwa dalam satu dasa warsa belakangan ini, dimana PDIP memenangkan Pilpres RI Jokowi, dan Pileg DPR RI pada tahun 2014 dan 2019, produk-produk public policy sangat kentara memberikan ruang gerak yang sangat besar dan sangat pro-oligarky serta memarginalkan kaum buruh (wong cilik).

Lihat isi beberapa pasal dalam UU Omnibuslaw Cipnaker yang banyak ditentang kaum buruh, karena diistilahkan  buruh dijadikan “keset” sedangkan pengusaha mendapat hak istimewa bagi para pemilik modal besar (oligarki), yang disiapkan era rezim Jokowi “karpet merah”.

Dengan kata lain para oligarki sangat dimanja dalam berinvestasi diberikan berbagai kemudahan (fasilitas) yang murah dan meriah, terutama soal perizinan, perpajakan dll. Dan begitu banyak regulasi berupa UU, PP, Kepres, Inpres, Kepmen, Permen dll di bidang ekonomi dan investasi, dinilai banyak pihak (para ilmuwan dan pakar) keluar atau menyimpang dari sistem nilai, norma dan kaidah hukum konstitusi pasal-2 UUD 1945.

Kasus gerakan kaum buruh di Indonesia untuk membela hak-hak selalu mengalami kegagalan dan mereka tidak berdaya (powerless), terutama  dalam penegakan hukum, sebab oknum aparat penegak hukum diduga sudah  “fibeli dan dikuasai” para oligarchy.

Lihat saja fakta hukum di pengadilan, kasus korupsi dan kolusi (gragitasi) suap-menyuap perkara di lembaga peradilan negara yang dikitari para mafia. Praktik hukum di negara kita kini dalam kondisi carut-marut.

Fenomena sosial negatif tersebut terjadi kita kenal sebagai dampak Indonesia dalam cengkraman oligarki. Kini praktik hukum dan politik berada dibawah kendali kekuatan modal finansial (kapital).

Kita cukup prihatin memang melihat, mengamati, mempelajari dan memahami kondisi ipoleksusbudhankam negara-bangsa ini, demikian banyak “sumirnya” dengan permasalahan yang sangat komplek sebagai akibat lemahnya kepemimpinan nasional.

Sebenarnya inilah wajah “kemunafikan” para elite politik sebagian warga bangsa kita saat ini, yang menyelimuti alam jagat raya sistem perpolitikan nasional dan daerah di NKRI. Hal ini dapat kita katakan pengelolaan negara-bangsa ini diselenggarakan belum atay tidak ramah sosial (social unequity) dan juga tidak ramah lingkungan (konservasi).

Kepentingan ekologi dan ekososial selalu dikalahkan dan mindset mereka the ruling party didominasi cara kerja mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi hasilnya tidak berkualitas.

Faktanya semakin kencang usaha bisnis dan investasi dalam proses pembangunan terutama dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam (SDA) yg tak terbaharukan (unrenewable natural resource) di seluruh wilayah Indonesia seperti usaha pertambangan misalnya.

Kemudian yang terjadi dampak negatifnya adalah ketimpangan sosial yang ditandai tinggi (menganga) dengan angka indeks rasio berkisar angka 0.38-0.4 bahkan lebih.

Demikian juga kita amati bahwa semakin tinggi pengeksploitasian SDA yang tak terbaharukan semakin tinggi angka indeks pencemaran lingkungan-degradasi ekosistem dengan berbagai bencana alam buatan manusia, serta berkurangnya keanekaragaman hayati akibat punahnya flora dan fauna, karena ekosistem hutan, perairan laut dan daerah aliran sungai (DAS) dirusak.

Dampak pemanfaatan SDA yang berlebihan dan melampaui daya lingkungan (natural resource of overexploitasion) lainnya sebagai dipraktikan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, akan tetapi gagal dan tak tercapai target, dan hasilnya ekosistem alam seperti hutan, DAS dan atmosfer semakin bertambah rusak.

Hal ini akibat regulasi yang dikeluarkan sebagaimana isi UU Omnibuslaw Ciptanaker telah mengabaikan atau bahkan menghilangkan dokumen AMDAL sebagai salah syarat perizinan berinvestasi. Akibatnya selain kontrol sosial masyarakat lokal dan menjadi lemah tak berdaya (unpowering society) karena keputusan bisnis dan investasi tersentralisasi saat ini di Pemerintahan Pusat.

Salah satu contoh kasus akhir-akhir ini yang hangat adalah penggusuran perkampungan tradisional etnis Melayu di pulau Rempang, Kota Batam Kepulauan Riau, beritanya saya baca di HU Kompas dimana warga masyarakat lokal protes dan demonstrasi menolak mereka direlokasi demi pengembangan investasi besar-besar di kawasan Barelang Kepulauan Riau.

Dengan fakta tersebut, sangat jelas membuktikan bahwa para penguasa (the ruling party) yang betkuasa saat ini kembali ke pola dan gaya pemerintahan lama, era Orba, sebelum Reformasi, yang topdown policy, gaya otoriter,  antidemokrasi dan KKN bangkit-marak lagi.

Simpulannya arah kebijakan dan regulasi publik saat ini, ditandai adanya perputaran rezim politik saat ini membalikan jarum jam ke belakang (mundur), bukan ke depan (maju) sebagaimana cita-cita gerakan reformasi.

Itulah wajah sistem politik nasional kita yang berwatak munafik, rakyat hanya dikibuli dengan janji-janji kosong, akan tetapi setelah menang dan berkuasa, mereka melupakan dan memarginalkan rakyat. Itulah nasib rakyat Indonesia saat ini yang kebanyakan kurang beruntung, semoga Pilpres tahun 2024, insya Allah berhasil memilih para pemimpin yang bukan dari kalangan munafikun.

Jika mereka diberi amanah tidak berkhianat, dan jika mereka berjanji tidak mengingkarinya, dan jika mereka berkata-berucap, mereka tokoh politik itu tidak berdusta.

Harapan kita pada proses Pileg dan Pilpres tahun 2024, mendatang melahirkan sejumlah negarawan yang berakhlak mulia dan berperilaku baik sesuai karakter pemimpin yang islami, siddiq, amanah, fathonah dan tabliq, sehingga cita-cita dan tujuan hidup berbangsa dan bernegara bisa terwujud yakni melindungi, memajukan, mencerdaskan dan menciptakan perdamaian abadi, hendaknya bisa tercapai.

 Syaratnya adanya kaum elite politik yang berkuasa, yang memiliki watak negarawan sejati, cerdas dan berintegritas, tidak munafik (satu kata dan perbuatan) serta terbebaa dari perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Walaupun kita menyadari bahwa beberapa kriteria kepemimpinan ideal agak sulit dan pesimis kita menemukannya di negara kita saat ini. Akibat sistem demokrasi liberal-kapitalistik dan padat modal yang dipraktikan dalam Pemilu Indonesia selama ini, yang nyaris bertentangan dengan Sila ke-4 Pancasila sebagai dasar falsafah dan ideologi negara kita

Sekian dan terima kasih, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong mengarungi samudera gelombang dan dinamika politik Indonesia, yang sedang hangat menuju Pilpres 2024. Kita tetap bersatu, bersaing sehat, dan menggunakan akal sehat. Itulah harapan kita semua selaku warga bangsa yang mencintai Tanah Airnya Indonesia Raya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Save NKRI, jayalah Indonesiaku.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr. Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Peringati Puncak HUT RI Ke-78, Anggota Dewan Agus Salim Apresiasi Penampilan Operet Muda-mudi Ciltim

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-78, muda-mudi RW 05 Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor mengadakan panggung gembira dengan menampilkan tarian anak-anak, paduan suara ibu-ibu dan puncak acara drama operet yang digelar di halaman JPO Stasiun Cilebut Timur, Sabtu (2/9) malam lalu.

Agus Salim

Anggota DPRD Komisi IV Agus Salim yang hadir dalam acara tersebut sangat antusias menyaksikan sampai selesai acara  tarian anak-anak, paduan suara dan yang drama operet yang diperankan oleh muda-mudi Cilebut Timur (Ciltim) RW 05.

Penampilan operet yang diperankan oleh muda-mudi Ciltim yang menceritakan kisah Malin Kundang sebagai puncak acara panggung gembira dalam rangka memperingati HUT RI ke 78.

Putra asli Cilebut mengaku sangat terhibur dengan penampilan operet yang diperankan muda-mudi Ciltim tersebut.

 “Tradisi operet sudah ada dari zaman saya masih kecil, maka itu tradisi operet harus dijaga biar jadi penerus untuk generasi berikutnya,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

“Saya sangat apresiasi kreativitas muda-mudi Ciltim RW 05 bisa menampilkan drama operet kembali, apalagi yang berperan semuanya anak muda, saya harap operet ini harus kita lestarikan di lingkungan Cilebut Timur biar jadi dasar anak-anak muda bisa berkreativitas,”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana yang hadir dalam acara panggung gembira HUT RI ke-78, mengatakan dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada panitia yang telah sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan HUT RI ke-78.

“Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk panitia penyelengara, saya harap anak muda-mudi Cilebut Timur selalu jaga kekompakan dan terus berinovasi menciptakan ide-ide yang manfaat untuk warga sekitar,”ucapnya.

Muchtar berharap anak muda-mudi yang ada di wilayah Cilebut Timur terus berkreasi menciptakan ide-ide yang bermanfaat untuk lingkungannya.

Disamping itu turut hadir juga Bhabinkamtibmas Brigadir Gunadi Sundana, Babinsa Cilebut Timur Serka Rohmad Bradjamusti, Ketua RW 05 Andi Slamet Riyadi dan tokoh masyarakat Cilebut Timur.

** Aga Alamanda

Dua Desa Raih Penghargaan Social Media Of The Years

0

Festival Literasi Digital Jawa Barat 2023

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintahan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melalui dua desanya yakni Desa Gunung Putri dan Desa Bojong Kulur mendapatkan penghargaan kategori Social Media Desa Of The Year dalam Festival Literasi Digital Jawa Barat 2023, dimana terbaik kedua diraih Desa Bojong Kulur, dan terbaik ketiga diraih Desa Gunung Putri.

Camat Gunung Putri Drs. Didin Wahidin. M.Si menyampaikan rasa syukurnya karena Kecamatan Gunung Putri ada 2 desa yang masuk nominasi Social Media Desa Of The Year. Ia menyebut, ini akan jadi motivasi terutama dari sisi informasi dan komunikasi, mengingat karakteristik Kecamatan Gunung Putri yang memang memerlukan media komunikasi digital agar bisa berkomunikasi dengan masyarakat lebih intens.

“ Salah satu nya sekarang kita memanfaatkan medsos yaitu Instagram, dari perkembangan media digital yang ada saat ini kita dapat mengedukasi kepada masyarakat mengenai setiap permasalahan yang terjadi,” ungkap Didin sapaan akrab Camat Gunung Putri kepada Jurnal Bogor, Senin (4/9/2023).

Menurutnya, masyarakat Gunung Putri merupakan masyarakat urban, kepadatan penduduknya cukup tinggi. Ditambah lagi dalam era digitalisasi saat ini, semua hal apapun pasti dipamerkan melalui media sosial. Karena memang tidak bisa kita pungkiri kecepatan informasi melalui media social pengaruhnya sangat fantastis sekali.

“ Oleh karena itu, saya berharap kepada semua desa di Kecamatan Gunung Putri untuk semaksimal mungkin memanfaatkan media social disamping media mainstream yang dikelola langsung oleh jurnalis. Jadi, mulai hari ini sampaikan informasi kepada warga untuk berkomunikasi melalui media social, ada tim khusus yang harus mengelola itu,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Gunung Putri, Damanhuri mengucapkan rasa syukur atas segala prestasi yang sudah diraih oleh Pemerintahan Desa Gunung Putri. Menurutnya, keberhasilan tersebut tak lain karena adanya campur tangan-tangan dingin yang kreatif yang ingin menjadikan Gunung Putri terdepan dan terbaik untuk kemudian hari.

“ Disini banyak berlian, dan saat ini saya sedang menggali berlian-berlian itu untuk ikut berpartisipasi membangun Desa Gunung Putri. Sehebat apapun saya memiliki ide, jika tidak dibantu oleh tangan-tangan dingin ini semuanya tidak akan berjalan baik, “ tuturnya,

“ Saya ucapkan terimasih kepada Tim IT yang sudah berupaya semaksimal mungkin menjadikan Desa Gunung Putri ini menjadi desa digital, sehingga kita bisa mendapatkan penghargaan bertubi-tubi. Namun saya juga berpesan, jangan mudah puas dan terus tingkatkan kualitas dalam hal apapun untuk berada di titik yang palinh sempurna, “ tambah A Heri sapaan akrabnya.

** Nay Nur’ain