24.1 C
Bogor
Sunday, April 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 481

In Memorial Ongaku Haji Baidar, Saudagar Karet yang Baik dan Sukses

0

Jurnalinspirasi.co.id – Bismillahir Rahmanir Rahiem. Pagi Rabu (13/9/2023) saya berduka, baca WA, ongaku wafat subuh tadi, ucapan berlangsungkawa dari anak kemenakan, cucu dan cicit Arsyad Family cukup ramai.

Dimana dan kapan dimakamkan onga H.Baidar, itu salah satu pertanyaan yang terbaca di WAG Arsyad Family, dikirim kmdku Yean Asnudi.SPd, MPd. Saran dan usulan saya onus AA kepada anakda Roni bin Baidar , yaitu jenazah onga H.Baidar agar disholatkan dulu jenazahnya di masjid Al Mukmin Kp Baru Timur, yang almarhum pernah mengabdi membangun masjid jamiak tersebut.

Dan masjid itu adalah tempat sholat fardu berjamaahnya almarhum yang tak pernah tinggal selalu sholat di masjid Al Mukmin. Kampung Baru, setelah sholat berjemaah sholat zhuhur dilanjutkan dengan sholat jenazah.

Insya Allah banyak warga yang menyolatkan. Setelah itu acara pelepasan jenazah dengan sambutan dari abang ustadz H.Abbas Main. Kemudian peti jenazahnya  dibawa ke lokasi pemakamannya di tanah wakaf pemakaman warga Desa Kp.Baru. Jika saya tak salah almarhum onga Baidar yang ikut aktif mempelopori pembelian tanah wakaf tersebut sekitar pada tahun 1980-an.

Selanjutnya di lokasi makam, warga pengantar berdoa dipimpin abang Abbas Main, kakak iparku, dengan prosesi pemakaman Islami yang khusyuk dan tawadduh, serta bertawaqal illallah.

Innalillahi wainna illahi roojiun..
Al Fatihah..
Allahummagh.firlahu.warhamhu, waaafii wakfuanhu wanuzhulahu.

Kita doakan, almarhum wafat dalam keadaan husnul khotimah. Kita doakan juga agar arwahnya ditempatkan pada golongan orang-orang yang sholeh, berada di Syurgajannatunnaim. Aamiin.

Kepergian ongaku ini saya sungguh sedih dan mengingat kebaikannya selama hidupnya, terutama terhadap saya salah satu adiknya, yang ia didik. Saya banyak kesan kebaikannya.

Onga Baidar adalah orangnya baik dan sholeh, rajin beribadah, suka menolong dan membantu kerabatnya dan mitra kerjanya, beliau telah berjasa di tengah keluarga kami alm Haji Arsyad Kahar sebagai penyokong dan tulung punggung ekonomi keluarga, membantu omaknya Hj.Darana bintI Djamin dalam memghidupi anak yatim, setelah kita ditinggal wafat ayah H Arsyad, Selasa malam tanggal 21 Maret 1971, persis sakaratul maut dan wafat ayah dan ibuku, juga meningal dunia dan dimakamkan pada hari Rabu. Katanya termasuk pertanda hari yang baik, insya Allah.

Alhamdulillah, kita anaknya omak.alm Hj.Daranah, kini hidup selamat, tidak ada yang hidup berkekurangan alias miskin dan terlantar rasanya tidak ada. Insya Allah. Itu berkat bantuan salah satunya jasa dari alm onga H.Baidar semasa hidupnya.

Untuk diketahui, bahwa ayah onga Baidar, informasi dari ibundaku ayahnya bernama Lazim, wafat ketika onga Baidar berusia balita, di umur lk 8 bulan. Omakku kematian suami, menjanda sambil bersekolah agama Islam Madrasah Tsamaratul Azhar, Ranting Tarbiyah Cerenti, bangunan sekolahnya diatas bukut di Desa Koto Peraku Cerenti. Ibuku sejak gadis dan janda muda desa, ketika itu hingga wafatnya memang omakku cantik, cerdas dan pintar mengaji membaca kitab suci Al Quran, dan paham artinya huruf-huruf Arab.

Cerita ibuku kepadaku semasa hidupnya, ayahku H.Arsyad Kahar, orangnya juga agak “parlente”, berpenampilan dan berbusana “necis”, hobinya menembak burung atau binatang seperti tupai di lahan perkebunan desa, termssuk Desa Pulang Jambu, daerah rumah nenekku Maitah. Ketika ayahku berjalan-jalan mencari burung-burung liar, terbang dan hinggap di pepohonan, seketika itu ayahku mencuri pandang, melihat ibuku yang janda cantik di pelataran rumah nenekku Maitah.

Beliau menyapa, dan kemudian bertegur sapa, ibuku sering diberi oleh-oleh cendramata oleh pak Arsyad, akhirnya ibuku luluh,  singkat cerita mereka menikah resmi, punya anak 9 orang, dan menjadi 10 orang anak kandung ibuku Daranah, yang sulung onga Baidar.

Padahal  ayahku berprofesi saudagar karet pada waktu itu adalah suami orang namanya Hj.Fatimah, beranak 3 orang, salah seorang diantara anaknya ongaku H Edward Arfa.SH, hidup rukun, tetapi lama kemudian ibu Fatimah minta cerai dengan H.Arsyad Kahar.

Sewaktu usia balita ongku Baidar dipelihara oleh nenekku Maitah di Desa Pulang Jambu Kec.Cerenti, karena ibu janda muda “kembang’ bersekolah agama. Setelah ibuku berumah tangga yang disunting H Arsyad, onga Baidar kembali kepangkuan ibuku, dipelihara dan dibesarkan ibu/omakku H.Darana bin Djamin (wafat diusia 106 thn, pada tahun 2021 yang lalu).

Kata omakku, ayahku sangat sayang kepada anak tirinya Baidar, sehingga ayahku mendidiknya menjadi saudagar karet, “mamboli gotah” dari para penyadap karet di beberapa desa seperti di Candi, Topiang Komang dll. Jatuh bangun usaha ongaku, karena waktu itu, dia agak “nakal” suka main judi, tetapi ayahku sabar mendidiknya, akhir onga Baidar taubat tidak nakal lagi, berkeluarga menyunting gadis desa yang cantik bernama Ramona, dan selanjutnya sukses berusaha, menjadi saudagar ghotah. Orangnya jujur, sehingga para Tauke China sangat senang berteman bisnis dengan ongaku itu, para Tsuke sering memberikan pinjaman modal untuk membeli karet berton-ton per minggu dibawa ke Rengat dengan perahu kapal “blungkang’ milik Tauke China pebisnis karet.  Ongaku sukses menjadi “induk somang” dengan para panakiiak gotah, urang kampuang yang berlangganan, yang menjadi “anak somangnya” tahun1970 sd 1980-an, masa jayanya.

Kata ibuku, pernah orang lain, memanggilnya Baidar anak Lazim, dia ongaku marah kepada orang tersebut, karena di masa usia balita dan remaja, beliau hanya  mengetahui, mengenal dan mengakui bahwa ayahnya adalah Haji Arsyad, ayah kandungku yang ganteng itu.

Begitulah ceritanya bahwa saya memang berlain ayah dengan ongaku itu. Walaupun demikian faktanya, tetapi saya juga merasakan bahwa ongaku Haji Baidar itu adalah kakak kandung saya yang sesungguhnya, dan beliau berhak dipanggil juga H.Baidar Arsyad, jika saya menulis surat kepadanya ketika saya berstatus sebagai siswa SMA di Pekanbaru  dan mahasiswa IPB, berkuliah di Bogor.

Alm ongaku Baidar Arsyad ini sangat hormat dan memuliakan ibunya, omak kandungnya Hj.Daranah bin Djamin, terutama makanan, beliau selalu tidak lupa, jika membeli ikan Patin sungai yang gurih, atau ikan Tapah, Belida, Bawung dll, atau daging sapi atau kerbau atau tunjang kaki sapi untuk istri dan makanan anak-anaknya, beliau selalu menitipkan dan mengirim untuk ibunya di rumah di Kp Bukit Gudang Desa Kp.Baru Cerenti. Juga terkadang mengirim ke omakku, masakan lawuk-pawuk enak-lezat, yang dimasak kak Ramona, istrinya.

Makanya saya berkeyakinan, bahwa anak yang memuliakan ibunya seperti alm.ongaku akan banyak rezeki melimpah oleh Allah SWT itu yang saya amati pada sosok ongaku Baidar itu, yang pernah berjaya bisnisnya.

Saya adiknya banyak belajar dan menarik pelajaran (lesson learned) dari cara kehidupannya. Dia adalah guru Kehidupanku dan panutanku, suritauladan dalam berbisnis, beragama dan bermasyarakat.

Onga Baidar adalah seorang sosok “pengganti” alm ayahku. Dialah orang, dunsanakku, yang mendidik dan mengajar menjalani hidup dgn bekerja keras, prihatin, disiplin dan berdagang untuk mendapatkan penghasilan yang cukup agar hidup layak.

Saya sudah lama, belasan tahun sejak 1973 bekerja dan menumpang hidup dengannya, titipan omakku di keluarganya, guna membantu, menjadi asisten beliau, bekerja banyak rupa baik di rumah tangganya membantu kakak Ramona, menjaga warung “toko kelontong” beternak memelihara sapi dan kerbau, berdagang membeli gotah, membantu bongkar muat, dan lain-lain.

Sekolah saya dari sejak SDN no.1 Cerenti di kls 5 dan 6, lanjut ke SMPN Cerenti, lanjut lagi ke SMPP Nomor 49 di Pekanbaru, hingga masuk ke PT IPB Bogor ditanggung biaya hidup dari beliau, dan sebahagian besar dari beliau, dan sebagian lagi dari kakakku, yang lain diantaranya andak Hj. Nurmi Arsyad Abbas dll.

Setelah beberapa semester kuliah di IPB Bogor tahun 1982, saya dibantu oleh ongaku H.Edward Arfa SH, pak hakim mukim di kota Tg Pinang Kepulauan Riau, sampai selesai studi Sarjana di prodi Sosek Faperikan  IPB, riset di kawasan Barelang.

Onga Baidar usaha bisnisnya pun mulai agak menyusut dan tak berkembang akibat perubahan zaman, ketika saya akan menamatkan kuliah S1 di IPB University. Walaupun saya memdapat beasiswa, tetapi terus terang kurang mencukupi hidup waktu itu dan alhamdulillah saya dibantu onga Edward, hakim  Ketua di PN Tg Pinang dalam penyelesaian riset  untuk penyusunan karya ilmiah Skripsi, studi di pulau Bintan dan sekitarnya di Kep.Riau.

Saya bersyukur kepada Allah SWT  atas kemurahan hati sanak saudaraku, mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk studi lanjutan adiknya di Perguruan Tinggi dari onga H.Baidar (85 thn), onga H. Edward (82 thn), mereka berdualah sungguhnya sangat besar jasanya, juga para dunsanak/kerabat yang telah membantuku baik material dan moril untuk kelancaran pendidikan saya.

Dan terima kasih saya ucapkan kepada mereka-mereka, khususnya kepada onga Baidar bin Lazim (85 thn) yang hari ini berpulang ke rahmahtullah dengan tenang. Satu dua hari lalu ngobrol dengan anak-anaknya, beliau meminta maaf dan mengkonfirmasi pembagian tanah warisannya, kata Roni Baidar. Semoga almarhum husnul khotimah, dan perbuatan-kebaikan dan kebajikan selama hidupnya menjadi amal sholeh dan dianugerahi  pahala yang melimpah, sehingga memudahkannya menghadap Allah SWT, Sang Maha Pencipta (Al Khalik) dan Pemilik Alam semesta beserta isinya.

Saya bersama keluarga mendoakan, semoga arwah onga Baidar yang wafat hari ini Rabu 13 September 2023 menjelang subuh, di Klinik Medica Taluk Kuantan, Riau ditempatkan di Syurgajannatunnaim, Aamiin.

Almarhum onga Baidar adalah orang sholeh, rajin dan taat beribadah, juga berakhlaq mulia, suka membantu orang dan sanak family yang butuh dan susah hidup.

Orangnya jujur, berpuluh tahun lamanya dipercaya menjadi bendaharawan Masjid Al Mukmin Desa Kp Baru, keuangan masjid sehat dan pembangunan masjid masjid berjalan terus karena ongaku dipercaya jemaah masjid, orangnya amanah, punya modal duit dan mau berkorban, berdarma, berinfaq atau bersedeqah.

Kesan dan pengalamanku yang lain bersamanya, onga Baidar adalah pekerja keras, disiplin pemanfaatan waktu, sukses berdagang (saudagar) gotah (karet), terkadang mencari ikan di sungai Kuantan dengan alat tangkap jaring dan jala, dan berusaha ternak Sapi dan Kerbau, dan perkebunan karet dan sawit yang sukses di Kecamatan Cerenti.

Dalam berdagang karet, dia dipercaya oleh beberapa Tauke Gotah, keturunan China yang ada di desa kami Kecamatan Cerenti, salah satu teman bisnisnya bang Senci, nama WNI-nya Ibrahim. Saking akrabnya mereka berkongsi dagang, saling menolong dan membantu, akhirnya mereka berdunsanak adat (sanak Gito) berdua, dan mengajak bersama omakku Hj.Daranah. Sehingga omakku menjadi ibu angkatnya abang Senci dan cucu angkat dari anak-anak kandungnya abang Ibrahim “Senci” warga keturunan Tinghoa tersebut. Hingga kini kami tetap bersaudara, berkomunikasi saling teleponan dan WA-an.

Hingga sekarang, saya dengan “keponakanku” anak bang Senci (Ibrahim) yakni Ayun, Acai, Singkiang, Acin, Akuang,  Lihua, Likiua dll, masih bersambung. Faktanya ada beberapa diantara putra-putra Alm bang Senci mempestakan anak-anaknya, saya diundang, alhamdulillah saya pun hadir beserta keluarga baik di Jakarta maupun di kota Bandung.

Demikian itulah watak baik (good caracters) almarhum ongaku Baidar, beliau pandai bergaul dengan siapapun, antar sesama terutama dengan para penyadap karet yang menjadi “anak semang” langganan berjual-beli hasil perkebunan karet, gotah di daerahnya. Ongaku sering membantu mereka para penyadap pohon karet, “panakiak gotah” pada musim paceklik tiba, biasanya pada musim hujan yang cukup lama dan berhari-hari. Ongaku Baidar memberikan pinjaman uang atau utang belanja barang berupa bahan-bahan Sembako seperti beras, gula, kopi, teh, rokok dll.

Alhamdulillah, ongaku Baidar, termasuk saudagar pribumi karet ysng sukses di zamannya tahun 1970-an, murah rezeki dan hartanya pun banyak, termasuk “orang kaya”, berada, dan terpandang di kampungku semasa itu. Tapi gaya hidup ongaku Baidar selalu berpenampilan sederhana, tidak bermewah-mewahan (hedon) dan tidak sombong.

Saya tahu wataknya, beliau karena beberapa tahun, saya membantunya, dan dipercaya memegang kunci brangkas uangnya yang isinya jutaan rupiah di laci meja warung yang saya jaga dan duduki, ketika beliau pergi keluar kota, urusan dagang dan berdarmawisata di Padang, Bukit Tinggi dan Pekanbaru. Sayalah orang kepercayaannya, dan saya dididik jujur dengan kepercayaan penuh.

Apa yang saya lakukan tersebut adalah amanah yang harus saya jaga baik-baik, saya tak mau mengambil uang untuk kepentingan pribadiku, kecuali sepengetahuan dan persetujuannya.

Alhamdulillah, saya dididik almarhum onga Haji Baidar dengan berlatih kerja keras, disiplin dan diberi kesempatan mengelola warung barang-barang kelontong dan sembakonya, berdagang karet (ghotah) serta dipercaya memegang uang kas dan brangkasnya, alhamdulilah saya memiliki pengalaman berharga, kepercayaan (trust) dan modal sosial (social capital) yang baik, banyak,  untuk saya bisa.hidup pernah  “susah” di rantau orang selama bersekolah, menuntut ilmu.

Dalam perjalanan hidup selama saya bersekolah di SMPPN No.49 Pekanbaru, dan berkuliah di IPB Bogor, hidupku sehari-hari “pas-pasan” jika malu dibilang sulit, hidup miskin dan agak memprihatinkan. Tapi alhamdulillah dari ujian hidup, karena saya sudah dididik oleh ongaku dengan ilmu “perjuangan hidup” candradimuka.

Hasil didikan ongaku Baidar selama membantunya, saya bernasib hidupku menjadi begini, alhamdulillah Allah SWT memberikan nikmat-Nya yang cukup banyak, hidup senang dan berbahagia bersama keluarga dan para Dunsanak (kerabat) Arsyad Family.

Hari ini, Rabu 13 September 2023, langit Cerenti berduka, dan kami juga sangat berduka, kehilangan sosok, seorang kakak yang baik, telah menjadi panutan. Kami dalam keluarga besar, akan dimakamkan disamping istrinya kakak Ramona di TPU tanah wakaf Desa Kp.Baru Cerenti. Saya dan kita hanya bisa berdoa, semoga arwah ongaku H.Baidar diterima disisi-Nya ditempat mulia Syurgajannatunnaim Aamiin.

Dan keluarga yang ditinggalkannya, diberikan kesabaran dan bertawaqalillah. Saya sendiri, ingin sekali pulang melihat wajah ongaku yang terakhir kali dan ikut mengantarkan ke pusaranya. Akan tetapi tidak bisa saya kerjakan saat ini untuk pulang ke kampung, berangkat dari Kota Bogor menuju Cerenti. Insya Allah beberapa lagi ke depan saya bisa pulang kampung untuk berziarah ke pemakaman ongaku yang aku cintai, nanti.

Saya sudah menelpon anakku Roni Baidar SP dan adikku Latifah Arsyad, bahwa saya memberitahu dan minta izin belum bisa pulang kampung, karena putriku kedua Inna Rahmawati SP.Kom akan operasi sakit usus buntu, dan juga ada tugas mengajar di kampus UNIDA, memasuki awal semester TA 2023/2024. Mohon doanya dan harap maklum.

Demikian narasi memorial ongaku Haji Baidar, yang wafat hari ini, sebagai curahan kasih sayang dan menghormati kepergian almarhum ongaku Baidar, saya pun menulis agar mereka yang membaca tahu bahwa almarhum orang baik, insya Allah sholeh.

Wabillahit taufik walhidayah wr wb.
Wassalam

====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen Ssnior dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI  Orwil Khusus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Lihat Warga Kesulitan Air Bersih, CEO UMP Group Bantu 3 Tangki Air

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Mendapati warga Kp. Cisewu, Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor kesulitan air bersih, UMP Group menurunkan bantuan 3 tangki air bersih yang disebar di 3 titik, Rabu (13/9/23).

CEO UMP Group Acep Supriadi mengatakan, dalam hal kemanusiaan seperti ini dirinya sebagai pengusaha harus turut andil untuk membantu warga yang kesulitan air bersih. Apalagi terlihat dihadapannya, mungkin bagi sebagian orang yang memiliki kelebihan ekonomi bisa melakukan pengeboran untuk mendapatkan air, tapi tidak untuk mereka yang kekurangan ekonomi.

“ Air merupakan kebutuhan utama manusia, oleh karena itu jika tidak ada air bersih saya bisa membayangkan betapa kerepotannya warga,” ungkap Acep sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/9/23).

Acep yang juga Ketua Korwil Presidium Kecamatan Jonggol menjelaskan, untuk hari ini 3 tangki air bersih dibagikan di 3 titik wilayah yakni, tangki pertama di RT 02 dan RT 01/ RW 03, tangki kedua disalurkan ke RT 04/RW 03, dan tangki ketiga disalurkan ke RT 03/RW 03.

“ Saya hanya berharap bantuan air bersih yang diberikan ini bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, dan kemungkinan akan ada pembagian air di titik lainnya juga yang memang benar-benar membutuhkan,” tandasnya.

“ Saya mengajak, semua pengusaha yang ada di wilayah Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol khususnya untuk turun tangan membantu warga, terutama bantu kebutuhan air bersihnya. Mengingat, di wilayah ini ada pengusaha kavling, ada pengusaha material, dan pengusaha lain. Jika turut mengirim rutin setiap minggunya saja mungkin warga tidak akan kekurangan air bersih,” cetusnya.

Sementara Acih (41) warga RT 02/RW 01 mengucapkan terimakasih kepada Acep Supriadi yang sering kali membantu warga dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan social.

“ Kalo beliau sering terlibat dalam kegiatan sosial, suka ngadain santunan yatim, khitanan massal dan lomba-lomba untuk warga sekitar, sekarang alhamdulilah juga ikut bantu ngirim air,” paparnya.

** Nay Nur’ain

Buka Bimtek Fraksi Demokrat, AHY: Menangkan Pileg 2024!

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Partai Demokrat kembali mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Fraksi Partai Demokrat se-Indonesia di Hotel Red Top, Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka langsung Bimtek tersebut, Rabu (13/9/2023) pagi.

“Jadi Bapak Ibu, kita kembali fokus pada pemenangan, pemilihan anggota legislatif. Demokratnya kita kibarkan, nama caleg juga diperkuat dengan struktur dan tim sukses masing-masing karena kalau kita sukses, seperti yang kita sering sampaikan dalam Rapimnas maupun dalam Bimtek sebelum-sebelumnya bahwa ada peluang bagi Partai Demokrat,” papar AHY.

Bagi pada anggota dewan incumbent, AHY menyerukan untuk terus pertahankan dan tambah kursi Demokrat di semua tingkatan pemilihan. “Hasil Pileg 2024 merupakan dasar untuk menang dalam Pilkada 2024. Kita sudah punya sekitar 100 kepala daerah. Kita harus tambah jumlahnya, maka dari itu, menangkan Pileg 2024!” tegasnya.

AHY yang tiba mengenakan kemeja seragam Demokrat, disambut dengan teriakan ratusan kader di lobby hotel. AHY juga mengajak para kader untuk fokus ke depan, dan mempersiapkan diri untuk memiliki koalisi baru.

“Saat ini kita sedang fokus membangun kerja sama baru. Belum bisa diungkap detailnya, tapi alhamdulillah suasananya setara dan saling menghargai. Mudah-mudahan bisa ada keputusan segera, mengingat pendaftaran bakal calon presiden dan calon wakil presiden tinggal lebih kurang satu bulan lagi,” kata AHY.

AHY juga mengingatkan agar para kader tetap menyerap aspirasi rakyat, tetap solid dan taat kepada partai. “Saya juga menegaskan, pentingnya para pengurus, kader dan aleg untuk menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkannya. Selain itu kita juga harus tetap solid, serta taat pada keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat,” terang AHY.

Kepala Badan Doktrinasi, Pendidikan dan Latihan DPP Partai Demokrat Iwan Rinaldo Syarief dalam sambutannya berharap agar Bimtek ini bisa menjadi ajang konsolidasi internal Partai Demokrat. “Selain ada materi-materi yang diberikan dari Kementerian Dalam Negeri, saya harap kegiatan bimtek ini bisa menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi para caleg Partai Demokrat,” ucap Iwan.

AHY menghadiri acara bimtek yang dihadiri ribuan aleg dan caleg Partai Demokrat didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Bendum DPP Partai Demokrat Renville Antonio, Ketua Panitia Bimtek Panji Purboyo, serta pejabat-pejabat Partai Demokrat lainnya.

** yev

KENCANA Kirim Air Bersih ke Babakan Ngantai

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Musim kemarau berkepanjangan mulai membuat beberapa wilayah di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor kekeringan parah, sehingga harus meminta bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Seperti yang dialami warga Kp Babakan Ngantai RT 002/RW 02 Desa Singasari, Jonggol pada Rabu (13/9/23) mendapatkan kiriman air dari Damkar Sektor Cileungsi. Mengingat, wilayah kampung tersebut merupakan daerah yang cukup sulit untuk mendapatkan air.

“ Hari ini gabungan dari tim Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA), Damkar Sektor Cileungsi, TKSK, Satpol PP Kecamatan Jonggol dan Pemdes Singasari membagikan air bersih yang tersebar di 3 titik di Kp. Babakan Ngantai,” ungkap Berri kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/9/23).

Berri berharap kondisi kekeringan seperti ini bisa segera usai, karena pembagian air bersih harus bergantian dan tidak bisa dilakukan setiap hari di wilayah yang sama. Mengingat, hampir semua desa di kecamatan Jonggol terdapat kampung yang mengalami kekeringan.

“ Bantuan air ini kami salurkan berdasarkan surat permohonan yang dilayangkan oleh Kepala Desa Singasari kepada Kecamatan Jonggol. Sebagai SOP, surat resmi perlu dilayangkan untuk standar administrasi,” tutur Berri.

Sementara Kepala Desa Singasari Euis Sujana mengucapkan terimakasih kepada tim KENCANA dan Damkar Sektor Cileungsi serta semua tim yang terlibat yang sudah mengirimkan air bersih untuk warga Babakan Ngantai.

“ Saya ucapkan terimakasih atas bantuan air bersih yang diberikan, dan saya harapkan kondisi kemarau cepat usai, dan untuk kedepannya Pemdes akan memikirkan pembuatan sumur bor, dan mencari lokasi titik sumber air. Sehingga saat masuk musim kemarau seperti ini, warga tidak kesulitan air bersih,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Maling Bobol Rumah Bendes Nagrak, Laptop dan Mata Uang Jenis Dolar, Ringgit dan Real Hilang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Rumah milik Bendahara Desa Nagrak, yang berlokasi kp. Nanggewer RT 02 RW 07 Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dibobol maling, Rabu, (13/09/2023). Dua buah laptop, BPKB mobil, dompet dengan sejumlah uang dan berkas lainya raib dibawa si pencuri.

Sardi (40) pemilk rumah yang juga menjabat sebagai Bendahara Desa Nagrak menjelaskan, dia baru mengetahui kejadian pembobolan di ruang kerjanya pada pagi hari.

“ Istri saya biasa mengecek kondisi rumah setiap pagi, dan melihat kondisi jendela di ruangan kerja saya terbuka, dan ternyata setelah mengecek kedalam kondisinya sudah acak-acakan. Kemudian saya memeriksa, ternyata benar ada maling, karena beberapa barang dan berkas penting saya hilang,” ungkap Sardi kepada Jurnal Bogor.

Sardi menyebut, sepertinya pencuri masuk melalui jendela karena ada bekas congkelan pada jendela ruang kerjanya. Dari kejadian pencurian tersebut dia kehilangan dua buah laptop, satu BPKB mobil ambulan, dompet yang berisi ATM, kartu kredit, KTP, NPWP, dan sejumlah uang jenis dolar, ringgit, dan real hilang,” bebernya.

Sementara Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Menurut Kompol Bayu, petugas masih terus mengumpulkan petunjuk dan keterangan di lokasi kejadian, termasuk memeriksa sidik jari mengingat di lokasi rumah tersebut belum terpasang CCTV.

“Anggota sudah ke TKP mengumpulkan bukti dan keterangan, namun rumah tidak ada CCTV. Kami juga masih menunggu laporan dari pihak korban untuk barang hilang,” terangnya.

** Nay Nur’ain

Ryan Kurnia, Pesepakbola Asal Gunung Putri Ini Senang Bisa Bergabung Timnas Merah Putih

0

Bandung | Jurnal Bogor
Ryan Kurnia bersyukur bisa mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan bersama Tim Nasional Indonesia.

Dia bersama Marc Klok, Rachmat Irianto, dan Edo Febriansah sudah kembali berlatih di Stadion PERSIB, Selasa 12 September 2023.

Ryan bersama tiga rekannya dipanggil menjalani FIFA A Match menghadapi Turkmenistan di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, 8 September 2023 lalu.

Ryan mengaku banyak hal baru yang didapatkan. Pengalaman pertamanya bersama timnas ini pun diharapkan semakin menambah motivasinya untuk selalu tampil baik.

“Alhamdulillah. Hal positif buat saya. Banyak pengalaman pastinya,” kata pemain asal Bogor tersebut setelah sesi latihan dilansir dari laman resmi klub, Rabu, 13 September 2023

Kini, Ryan kembali fokus membela Persib yang tengah bersiap menghadapi Persikabo 1973 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu, 16 September 2023.

** asep syahmid

Bakri Hasan Fokus Kembangkan Olahraga Tradisional

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Ketua Umum Portina Kabupaten Bogor Bakri Hasan mengaku saat ini Inorga yang dipimpinnya terus mengembangkan program pemasalan olahraga tradisonal di semua wilayah Kabupaten Bogor.

Bakri Hasan yang juga sebagai Camat Sukamakmur termasuk salah satu ketua Inorga yang menunjukan totalitas dan loyalitasnya pada pengembangan olahraga tradisional yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Menurutnya, olahraga tradisional saat ini tak boleh dipandang sebelah mata. Pasalnya, event resmi tingkat Provinsi dan Nasional sudah ada.

” Jadi tugas saya bersama para pengurus Portina saat ini adalah melakukan pemasalan , menggelar event serta menggali atlet atlet potensial yang akan masuk dalam bank data atlet Portina Kabupaten Bogor,” tegas Bakri Hasan, Rabu, 13 September 2023.

Intinya, kata Bakri, untuk melahirkan atlet atlet potensial Portina harus fokus dalam pengembangan dan pemasalan ke sekolah sekolah baik tingkat SD hingga SMA yang ada di Kabupaten Bogor.

Lebih labjut Bakri Hasan mengatakan, untuk menjaga kelestarian olahraga tradisional sebagian dari budaya daerah atau bangsa, Portina fokus dalam pengembangan dan pembinaan dengan kerjasama sama sekolah sekokah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA dengan harapan apa yang di lakukan Portina ini bisa melahirkan atlet atlet yang berprestasi untuk tingkat regional atau nasional.

** asep syahmid

Petani di Kalongliud Beralih Tanam dari Padi ke Sayuran

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Dampak kemarau berkepanjangan membuat petani di wilayah Desa Kalongliud, Nanggung, Kabupaten Bogor beralih fungsi dari lahan persawahan menjadi lahan sayuran.

Pasalnya, penyebab utama peralihan tersebut yaitu sumber air untuk bercocok tanam di pesawahan tidak ada karena kekeringan.

Bukan hanya karena kekeringan, petani pun harus bersabar karena harga pupuk yang mahal dan langka.

Seperti yang dikatakan, salah satu petani, Ajat (59), beralih fungsi lahan persawahan menjadi ladang pertanian itu membuat pengeluaran lebih besar dari biasanya.

“Tadinya kami tani di sawah tapi sekarang berubah menanam sayuran, kekeringan kali ini sangat susah terutama air untuk mandi juga sering tidak ada,” kata Ajat, salah satu petani Warga Desa Kalong Liud, Rabu (13/9/2023).

Ajat mengatakan, selain mahalnya harga, pupuk saat ini bahkan susah untuk dicari.

“Padahal kami bukan untuk minta, tapi pengen beli pupuk, tapi susahnya minta ampun, kita cari ke wilayah lain kan tidak bisa, katanya harus di wilayah masing-masing tapi kalau disini selalu kehabisan ya mau gimana lagi,” katanya.

Dia mengaku harus rela mengeluarkan ongkos lebih tinggi bila ketersediaan pupuk pun masih ada untuk dibeli.

“Biasanya kalau pakai kartu tani, harganya 120 tapi kalau tidak pakai kartu harganya bisa sampai 180 ribuan per karung,” keluhnya.

Dia mengaku dengan beralih fungsinya lahan persawahan menjadi kebun sayuran membuat pengeluaran lebih tinggi dari biasanya.

“Kalau bercocok tanam padi memang pengeluaran sedikit kecil daripada tanaman sayuran ini yang modalnya sampai puluhan juta, kami terpaksa saja beralih fungsi karena susahnya air,” tandasnya.

** Andres

Kalau tak Berizin, Dewan Minta Pol PP Tertibkan Galian C di Teluk Waru

0

Komisi 3 Bakal Turun Cek Lokasi Galian C

Nanggung l Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung mendesak penegak perda yakni Satol PP Kabupaten Bogor untuk segera mentertibkan galian C yang berada di Kampung Teluk Waru, Desa Curugbitung, Nanggung.

“Pol PP jangan diam saja coba cek ke lokasi, galian itu berizin tidak,” kata Permadi Dalung kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/9).

Begitu juga dengan Satpol PP Kecamatan Nanggung diminta bertindak. Jangan sampai keberadaan galian yang menggunakan alat berat itu, sudah tidak berizin berdampak juga pada kerusakan jalan.

“Kalau galian tak berizin dipastikan tidak ada inkam ke Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Jangan sampai, kata Dalung, kerusakan jalan akibat adanya galian itu, Pemkab  Bogor yang memperbaiki, namun hasil usaha dari galian itu hanya untuk kepentingan pribadinya. Namun jika usaha berizin, ada pendapatan yang masuk ke pemerintah dan pemanfaatannya untuk membangun Kabupaten Bogor.

“Seandainya galian itu sudah berizin salah satunya itu ada IUP dan perlengkapannya lainnya untuk memenuhi perizinan aktivitas galian itu. Itupun proses perizinannya harus ke Provinsi Jawa Barat,” kata dia.

Dengan begitu kata Politisi  PAN dari Komisi 3 itu, yang merupakan leading sektornya, waktu dekat pihaknya akan turun ke lokasi galian C yang berada di wilayah Kecamatan Nanggung. “Nanti Komisi 3 akan cek galian itu,” kata Dalung.

Diberitakan sebelumnya, pengerukan materal teras yang menggunakan  alat berat itu  dinilai merusak lingkungan dan tidak menutup kemungkinan berpotensi terjadinya longsor. Salah satu pemotor asal Desa Curugbitung yang tidak bersedia ditulis namanya mengeluhkan keberadaan galian yang berada di lokasi tebingan setinggi puluhan meter dan jarak lokasinya pun sangat berdekatan dengan jalan milik Kabupaten Bogor mengundang keresahan warga terutama bagi pengguna jalan.

“Sewaktu waktu bisa terjadinya longsor. Di lokasi itu pernah terjadi longsor pada awal tahun Januari 2020 lalu,” ujarnya.

Galian C yang dilakukan secara terang-terangan yang berdekatan jalan Kabupaten Bogor menuju Malasari musababnya galian tersebut dibawah tebingan setinggi sekitar 30 meter. Pertambangan pasir teras diduga ilegal itu khawatir membahayakan bagi pemotor yang melintas.

“Adanya galian itu tentu saja mebahayakan pengguna jalan, terutama pada saat musim hujan. Galian itu sudah lama, namun beberapa hari ini  aktivitas pengerukan teras itu kembali beroperasi,” tandasnya.

** Arip Ekon

UPT Infrastruktur Pengairan Respons Warga Petani, Bendungan Cimaya Bakal Diperbaiki Tahun Depan

0

2024 Do Reguler dan Terlebih Dahulu Masuk SIPD

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Petani di Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor berharap bendungan Cimaya yang sudah lama jebol untuk mengairi pesawahan mereka segera ada perbaikan. Bendungan Cimaya berada di Kampung Cimaya RT 03 RW 2, Leuwisadeng.

Kepala UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A wilayah IV Leuwiliang Ruddy Supandi merespons baik keinginan petani yang ingin adanya perbaikan bendungan yang selama ini sebagai sumber pengairan ke pesawahan mereka. Bahkan pihaknya sempat  mengajukan melalui anggaran belanja tambahan (ABT) tetapi anggarannya tidak mencukupi  untuk memperbaiki bendungan itu.

“Enggak cukup kalau pakai anggarn ABT, namun untuk perbaikan bendungan itu, kita optimalkan pada DO reguler. Pada tahun 2024 depan bendungan Cimaya akan masuk pada pembangunan regular,” Jelasnya saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (13/9).

Rudy Sopandi menerangkan, perihal rencana perbaikan bendungan Cimaya pihak Pemerintah Desa Leuwisadeng  harus memasukan sebagai data pendukung pada Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Untuk rencana perbaikan bendungan Cimaya tahun depan, Pemerintah Desa Leuwisadeng harus ajukan kemudian dimasukan ke SIPD,” terang Rudi.

Sementara itu Kepala Desa Leuwisadeng melalui staf desa Dadang Abdullah langsung menginput data seputar pengajuan perbaikan bendungan Cimaya.

“Sudah dikomunikasikan melalui operator desa dengan pihak Kecamatan Leuwisadeng agar input data pengajuan bendungan tersebut segera masuk ke SIPD. Perihal ini langsung saya komunikasikan dengan pihak kecamatan,” ujar Dadang.

Setelah itu, perbaikan bendungan untuk mengairi puluhan hektare sawah milik petani diharapkan bisa terealisasi tahun 2024.

** Arip Ekon.