26.1 C
Bogor
Sunday, February 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 48

Cuaca Ekstrem, Sastra Winara Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Alam

0

jurnalinspirasi.co.id – Pimpinan lembaga legislatif Kabupaten Bogor peringatkan masyarakat waspada terhadap potensi bencana alam yang diakibatkan cuaca ekstrem.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengatakan, agar seluruh masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem belakangan ini terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

“Masyarakat tingkatkan kewaspadaan, dan seluruh SKPD responsif dalam menindaklanjuti setiap aduan masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam, di samping terus meningkatkan upaya mitigasi,” ujar Sastra kepada wartawan, Rabu (19/11/2025).

Sastra Winara menegaskan, bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Saya meminta BPBD, Damkar, serta dinas terkait lainnya untuk segera melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak dan memastikan tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Hujan deras yang turun sejak siang hari disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah kerusakan di berbagai wilayah. Di Kecamatan Ciseeng, sejumlah rumah rusak, pohon tumbang dan sebuah baliho ukuran besar roboh ke badan jalan. Sementara itu, di kawasan Cibinong, pepohonan tumbang menimpa kendaraan warga dan menimbulkan kerusakan material.

Kondisi serupa terjadi di Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, dimana angin kencang merusak panggung acara yang sedang dipersiapkan warga. Untuk wilayah Puncak, pohon besar pun menimpa rumah warga.

(*)

2026, Kuota Haji Kota Bogor ‘Dipangkas’

0

jurnalinapirasi.co.id – Kuota jemaah haji Kota Bogor untuk tahun 2026 mendatang mengalami penyusutan dari sebelumnya 960 menjadk 744 orang. Tak hanya itu, bahkan masa tunggu atau antrean bertambah menjadi 26 tahun.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Bogor, Indra Karmawan mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada pengurangan kuota jemaah haji. Namun, lebih kepada penyesuaian nomor urut atau kursi calon jemaah.

“Sekarang kuota haji bukan dihitung berdasarkan jumlah umat di satu daerah. Tapi dari nomor urut kursi atau daftar tunggu,” ujar Indra kepada wartawan, baru-baru ini.

Menurut dia, sebenarnya kebijakan tersebut sudah mengusung azas keadilan lantaran banyaknya jumlah calon jemaah haji.

“Perubahan adalah suatu keniscayaan. Penghitungan kuota saat ini berdaarakan keadilan. Tidak ada intervensi dari pemerintah Saudi. Kami juga telah melakukan sosialisasi mengenai kebiajakan itu ke Kelompok Bimbingan Haji dan Umroh (KBHIU),” ungkap Indra.

Selain itu, kata dia, pemerintah pusat juga mengubah batas usia calon jemaah haji dari sebelumnya 18 tahun menjadi 13 tahun.

“Khusus untuk lansia, kami menyarankan agar ada pendamping ketika menjalankan ibadah haji,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Abdul Wahid memprediksi bahwa kebijakan tersebut akan menimbulkan reaksi dari para calon jemaah haji. Sebab, mereka telah menunggu belasan tahun untuk dapat berangkat ke tanah suci.

“Tahun 2025 kuota haji di Kota Bogor hampir seribu. Tapi tahun depan dipangkas dan masa tunggu bertambah. Kami khawatir ini akan menimbulkan reaksi publik,” katanya.

Atas dasar itu, Wahid meminta agar Kementerian Haji dan Umroh mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Mengingat Jawa Barat adalah provinsi dengan penduduk muslim terbesar di Indonesia.

“Begitu juga dengan Kota Bogor, 95 persen penduduknya adalah muslim. Mudah-mudahan bisa dipertimbangkan kembali kebijakan itu,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Bantuan RTLH Dinanti Para Penerima

0

jurnalinspirasi.co.id – Puluhan warga penerima bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang akan dikucurkan oleh anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar Dapil 3, H. Ismail SH, kini tengah dinanti oleh para penerimanya. Sekitar 50 rumah nantinya akan mendapat bantuan perbaikan sesuai kriteria rumah tidak layak huni.

Beberapa penerima yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan, mereka benar-benar berharap adanya kepedulian yang dilakukan H. Ismail.

“Mudah mudahan bantuan itu bisa turun dalam waktu dekat, rumah kita bagian atap dan dindingnya sudah rusak. Kalau musim hujan seperti sekarang ini ember bertebaran di setiap ruangan, atapnya pada bocor, asbes sebagai pelindung bagian atas rumah sudah mulai belah-belah dan kayunya sudah mulai pada rapuh. Adanya kabar akan mendapatkan bantuan untuk perbaikan itu, kami sangat gembira mendengarnya, ” kata Ubed, Selasa (18/11).

Terkait hal itu, Kaur Kesra Desa Sukagalih Fajar, salah satu desa yang warganya akan mendapat bantuan mengemukakan, warga yang rumahnya berhak mendapatkan bantuan memang kerap menanyakan ke pihak desa.

“Ya warga yang tercatat sebagai penerima dan memang rumahnya perlu ada uluran tangan dari pihak lain untuk perbaikannya kini mereka menunggu turunnya bantuan tersebut. Ekonomi mereka sangat pas-pasan. Jadi tercatatnya sebagai penerima bantuan, mereka terlihat gembira sekali, ” ujarnya.

Sementara itu, perihal akan turunnya bantuan dari aspirasi ini, H. Ismail menyebutkan, bantuan untuk RTLH itu dikabarkan sekitar bulan-bulan ini akan disalurkan kepada mereka.

“Mudah mudahan bulan ini bantuan itu bisa tersalurkan. Bagi warga yang rumahnya tidak layak untuk mendapatkan bantuan dan namanya sudah tercatat di kantor desa supaya bersabar, ” pungkasnya.

(Dadang Supriatna)

Muatan Truk Molen Tumpah Kotori Jalan Cikopo

0

jurnalinspirasi.co.id – Maraknya truk-truk penganut material cor beton atau molen yang memasuki jalan alternatif Cikopo Selatan kini diresahkan oleh para pengendara dan warga yang terlintasi. Hal ini karena truk yang mengakut cairan semen dan pasir ini cukup berat hingga mampu menggetarkan rumah-rumah yang berada di tepi jalan.

“Jika truk molen itu lewat rumah saya bergetar. Kadang kami lari keluar karena takut ambruk, ” ujarnya Edi, warga Sukamanah.

Sementara itu, hal yang sangat membahayakan dari lalulalangnya truk-truk berukuran besar itu disaat muatannya tumpah ke badan  jalan. Seperti yang terjadi pada malam Selasa (18/11), dari rombongan truk molen yang melintas di wilayah Sukagalih satu truk molen muatannya tumpah ke badan Jalan. Hal ini menyebabkan jalanan jadi licin oleh material dan cairan semen.

Selain menjadi licin, badan Jalan juga menjadi kotor hingga kendaraan yang melindasnya ikut menjadi kotor oleh cairan semen dan pasir. “Cukup berbahaya jika muatan truk moleh itu tumpah ke jalan. Seperti yang terjadi di pertigaan Cihanjawar Sukagalih, salah satu dari rombongan truk tersebut tersebut tumpah muatannya. Banyak para pengendara sepeda motor yang nyaris tergelincir karena tumpahannya tepat di tikungan kalan yang menurun, ” tutur Baden, warga setempat.

Untuk menghilangkan material pasir yang masih menutupi badan Jalan, beberapa warga berusaha membersihkannya dengan  sapu lidi. “Pasir dari tumpahan itu licin. Jika tidak dibersihkan sangat membahayakan bagi para pengendara sepeda motor. Untuk itu, kita meminta kepada para pengemudi ttruk molen supaya memeriksakan kondisi penutup tabung kapsulnya, ” pungkas Baden.

(Dadang Supriatna)

Perpustakaan BRMP Veteriner, Gudang Literasi Kesehatan Hewan yang Masuk Film Bioskop

0

jurnalinspirasi.co.id – Perpustakaan Balai Riset dan Manajemen Penyakit (BRMP) Veteriner, yang berlokasi di Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dikenal sebagai pusat literasi khusus di bidang kesehatan hewan. Baru-baru ini, perpustakaan ini menarik perhatian publik setelah menjadi salah satu lokasi syuting film Rangga dan Cinta yang saat ini tayang di bioskop.

Petugas perpustakaan, Furi, menjelaskan bahwa perpustakaan BRMP Veteriner menyediakan berbagai layanan untuk membantu kebutuhan riset pengunjung. Salah satu layanan utamanya adalah penelusuran literatur, yaitu bantuan untuk mencari artikel maupun buku yang diperlukan pemustaka. “Kalau pengunjung membutuhkan literasi, kami bisa bantu mencarikannya,” jelas Furi.

Perpustakaan juga menyediakan layanan salin e-book khusus untuk koleksi open access, layanan fotokopi, serta pembuatan bibliografi, yaitu penyusunan daftar artikel berdasarkan subjek tertentu sesuai permintaan pemustaka.

Koleksi perpustakaan didominasi oleh buku-buku tentang penyakit hewan, pertanian, serta berbagai regulasi pertanian seperti SK dan peraturan Menteri Pertanian. Selain itu, terdapat juga majalah dan beberapa komik pertanian yang ditujukan untuk menarik minat anak-anak terhadap bidang tersebut.

Sebelum pandemi Covid-19, perpustakaan ini banyak dikunjungi mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mencari referensi kuliah. Kini, pengunjung masih datang, namun sebagian memanfaatkan layanan secara daring melalui email atau WhatsApp.

Keunikan perpustakaan ini terletak pada koleksi antik berusia lebih dari 50 tahun, yang jarang ditemukan di perpustakaan lain. “Itu salah satu kelebihannya. Koleksi kita cukup spesifik dan langka karena fokusnya di bidang veteriner,” ujar Furi.

Furi juga mengingatkan bahwa koleksi tidak dapat dipinjamkan untuk dibawa pulang kecuali untuk kepentingan pekerjaan resmi. “Kalau bukan untuk pekerjaan, nggak bisa dipinjam,” katanya.

Dengan koleksi riset yang kuat dan suasana bangunan bersejarah, perpustakaan di Kecamatan Bogor Tengah ini kini bukan hanya menjadi pusat literasi, tetapi juga menarik perhatian publik setelah tampil di layar lebar. 

(Putri|Teti-mg)

Pengusaha Rumpin Dukung Pelarangan Truk Transformer

0

jurnalinspirasi.co.id – Direktur PT Pilar Bogor Barat asal Rumpin, Dede Wahyudi mendukung penuh larangan penggunaan truk sumbu 3 ke atas yang akrab disebut transformer di wilayah Bogor Barat. Termasuk dari dan ke quary material tambang dan turunannya.

“Kami sangat mendukung kebijakan pelarangan operasionalisasi truk transformer di wilayah Bogor Barat agar usia jalan lebih panjang dan tidak mengakibatkan kecelakaan termasuk kemacetan,” ujar Dede kepada Jurnal Bogor, Selasa (18/11).

Dede menjelaskan dukungan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atas pelarangan itu adalah bentuk nyata keberpihakan kepala daerah kepada warga lokal dan industri lokal Jawa Barat khususnya Kabupaten Bogor.

“Selama ini penggunaan truk odol (over dimention over load) kebanyakan bukan plat F tapi B, yang dapat manfaat pengusaha luar Jawa Barat yang menderita warga Bogor. Makanya kami sangat mendukung kebijakan KDM,” tegas pengusaha muda sukses yang berkantor di Tenjo, Kabupaten Bogor.

Dengan kebijakan pelarangan itu, saat ini Dede bersama perusahaan dan mitra kerjanya tengah melakukan pemberdayaan warga, khususnya para sopir truk untuk memakai truk engkel berdaya angkut maksimal 6 ton.

“Adanya subsidi dari Pemprov Jabar untuk kepemilikan truk engkel tanpa uang muka ini sangat menguntungkan bagi para sopir. Bersama kami, para sopir ini kami beri order angkut ke sejumlah lokasi proyek sekitar Jabodetabek,” kata Dede.

Sebelum ada pelarangan, truk odol bebas melintasi ruas jalan di wilayah Jawa Barat. Truk odol atau transformer itu mamou mengangkut material alam dan produk turunannya dengan daya angkut mencapai 30 ton.

Padahal truk Transformer itu dipastikan tidak memiliki KIR dan jika ada pun tidak lolos pemeriksaan teknis angkutan barang. Dengan pemakaian truk engkel dengan daya angkut maksimal 6 ton diharapkan dapat memperpanjang usia badan jalan.

(Herry Setiawan)

INSTEP: Beranikah Rudy Kawinkan SPPG dan Kopdes Merah Putih?

0

jurnalinspirasi.co.id – Direktur Institut Studi Ekonomi dan Pembangunan (INSTEP) Yuyud Wahyudin menyarankan agar Bupati Bogor perintahkan pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disinergikan agar dua program utama Presiden Prabowo Subianto bisa berjalan optimal di Kabupaten Bogor.

“Jika kepala dinas koperasi pusing cara menjalankan program Kopdes Merah Putih, kawinkan saja dengan program MBG melalui SPPG yang sudah berjalan. Saya yakin koperasi bisa berjalan memenuhi kebutuhan pokok SPPG setiap hari,” ujar Yuyud kepada Jurnal Bogor, Selasa (18/11/2025).

Yuyud menilai 2 program unggulan Presiden Prabowo ini bisa berjalan beriringan jika tidak ada ego sektoral dari kedua operator program. Apalagi Yuyud menilai pelaksanaan Kopdes Merah Putih di halaman rumah Presiden Prabowo masih sebatas pelatihan.

“Belum ada Kopdes Merah Putih yang sudah berjalan baik, yang ada pelatihan terus, kapan operasionalnya? Bahkan Kopdes Merah Putih di halaman rumah Presiden Prabowo saja sampai hari ini tidak berjalan optimal dan menyentuh ekonomi masyarakat setempat,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024.

Yuyud bahkan menantang agar Bupati Bogor Rudy Susmanto berani mengambil terobosan kebijakan yang berpihak pada rakyat melalui program itu. Sebagai kepala daerah Rudy dinilai punya otoritas dan kewenangan memerintahkan operator SPPG dan Kopdes Merah Putih untuk berjalan beriringan simbiosis mutualisme.

“Seharusnya tidak ada kesulitan bagi Bupati Bogor untuk membuat regulasi yang mengawinkan bisnis SPPG dengan KDMP, untuk mendudukan posisi KDMP menjadi pemasok kebutuhan bahan baku SPPG. Dengan demikian KDMP sudah bisa menjalankan bisnisnya dengan mengutamakan resources yang berasal dari wilayah desa setempat. Tinggal berani atau tidak saja dari beliau,” tandas tokoh yang mendapat penghargaan tokoh teladan koperasi di Tatar Tegar Beriman.

(Herry Setiawan)

INI dan MPD Kabupaten Bogor Gelar Seminar Pembinaan dan Pengawasan Jabatan Notaris

0

Jurnal Bogor – Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kabupaten Bogor bersama Majelis Pengawas Daerah (MPD) Notaris Kabupaten Bogor menggelar seminar sehari bertema “Pembinaan dan Pengawasan Jabatan Notaris: PMPJ Fidusia, Permasalahan Umum Lainnya, serta Rekonstruksi Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas berdasarkan PKR dan Circular of Meeting.” Kegiatan berlangsung di Bigland Sentul Hotel, Selasa (18/11/25).

Acara ini diikuti para notaris dari berbagai wilayah Kabupaten Bogor sebagai upaya meningkatkan kompetensi, kehati-hatian, serta kepastian hukum dalam menjalankan jabatan notaris yang semakin kompleks di tengah dinamika kebutuhan layanan masyarakat.

Ketua Pengda INI Kabupaten Bogor, Cynthia Kania, menyampaikan, Perkembangan layanan hukum saat ini menuntut notaris untuk memperkuat kompetensi dan integritas. Notaris tidak hanya bertugas secara administratif tetapi memikul tanggung jawab besar dalam memastikan kepastian dan perlindungan hukum.

Menurutnya, tema seminar sangat relevan mengingat banyak permasalahan lapangan yang membutuhkan ketelitian ekstra. Ia berharap kegiatan ini memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan para notaris di Kabupaten Bogor.

“Kami di Pengda INI dan MPD berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan bagi peningkatan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kemudian, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia Dhody A.R. Widjajaatmadja, menyoroti sejumlah fenomena hukum penting yang kian sering dihadapi notaris. Ia menekankan bahwa dinamika hukum terkait saham, perlindungan pemegang saham, serta pemimpin perseroan kini semakin kompleks dan membutuhkan kajian mendalam agar notaris dapat menjalankan tugasnya secara tepat dan berhati-hati.

Dodyak mengingatkan bahwa fenomena circular resolution atau keputusan di luar rapat kian sering menimbulkan persoalan hukum, terutama ketika dokumen ditandatangani di bawah tangan tanpa kejelasan keaslian atau persetujuan para pihak.

“Kita menghadapi situasi ketika seseorang walk out dari rapat dan menolak hasil keputusan, padahal ia tercatat hadir. UU No. 27 Tahun 2022 pun belum sepenuhnya menjawab praktik di lapangan terkait kriminalisasi tanpa izin dari pihak yang memiliki keputusan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam pemindahan saham serta proses pendaftaran fidusia yang harus benar-benar memastikan kepastian hukum.

“Fenomena-fenomena inilah yang perlu kita cermati bersama. Kehati-hatian adalah kunci dalam menjalankan jabatan notaris. Masalah fidusia pun sangat krusial untuk memastikan pendaftaran yang sah dan perlindungan hukum yang memadai,” tambahnya.

Dody juga mengajak memperkuat semangat K3 yakni Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi antar-institusi serta sesama notaris.

“Mari kita terus bersinergi, saling memperkuat, dan mengedepankan kolaborasi demi menjaga integritas dan marwah profesi notaris,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, INI Kabupaten Bogor berharap kualitas, kehati-hatian, dan keselarasan praktik notaris dapat terus meningkat dalam menjawab kebutuhan hukum masyarakat.

Perkuat Pengawasan Karantina, Barantin Gandeng Bea Cukai dan BSSN

0

jurnalinspirasi.co.id – Meningkatnya arus perdagangan global membuat pengawasan perkarantinaan semakin komplek. Kendati demikian, Badan Karantina Indonesia (Barantin) siap menjadk garda terdepan dalam perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia.

Kepala Barantin, Sahat M Panggabean mengatakan bahwa pengawasan karantina merulakan sistem pertahanan keberlanjutan ekologi dan ketahanan pangan bangsa. Atas dasar itu, dibutuhkan dukungan lintas sektor.

“Indonesia sangat luas, sehingga pengawasan karantina membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Barantin terus membangun ekosistem pengawasan yang terintegrasi, adaptif, berbasis risiko, dan memanfaatkan teknologi sebagai tulang punggung peningkatan kualitas layanan,” ucap Sahat usai penandatanganan MoU di Hotel Bigland, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (18/11/2025).

Barantin, kata dia, membangun kerjasama strategis antara Barantin bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Ketiga lembaga sepakat memperkuat integrasi data, penegakan hukum, dan pertahanan siber guna memastikan setiap komoditas yang melintasi perbatasan Indonesia aman dari hama penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan, sekaligus memenuhi standar keamanan pangan dan pakan,” ujarnya.

Menurut Sahat, kerjasama ini merupakan bagian dari strategi besar Barantin untuk membangun ekosistem pengawasan yang lebih solid.

“Perlindungan sumber daya alam hayati adalah kebutuhan dan kewajiban seluruh elemen bangsa,” tegas Sahat.

Ia menegaskan, sinergitas antara Barantin, Bea Cukai, dan BSSN, Indonesia meneguhkan diri untuk lebih siap menghadapi ancaman biologis, tantangan perdagangan global, dan dinamika ruang siber yang terus berkembang.

Kata dia, upaya ini pada akhirnya bukan hanya menjaga batas negeri, tetapi juga menjaga masa depan ketahanan pangan dan reputasi Indonesia di mata dunia.

Kerjasama antara Barantin dan Bea Cukai bukanlah hal baru. Namun perjanjian yang diteguhkan hari ini memperluas dan memperdalam lingkup kolaborasi, terutama dalam aspek pelayanan dan penegakan hukum untuk komoditas impor-ekspor yang wajib periksa karantina.

“Kerja sama yang kita bangun hari ini merupakan bukti nyata dari sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga wilayah perbatasan negara,” tegas Dirjen Bea dan Cukai Letnan Jendral TNI (purn) Djaka Budhi Utama.

Djaka menekankan bahwa ancaman terhadap perbatasan bukan hanya barang ilegal, tetapi juga hama dan penyakit yang terbawa dalam komoditas pertanian, peternakan, maupun perikanan.

Apabila tidak diawasi dengan ketat, sambungnya, ancaman tersebut dapat berujung pada kerugian ekonomi, gangguan kesehatan masyarakat, dan melemahnya ketahanan pangan.

Melalui integrasi data dan pendekatan pengawasan berbasis risiko, kedua lembaga berupaya memotong celah penyelundupan, meningkatkan akurasi pemeriksaan, dan mempercepat layanan logistik bagi pelaku usaha. Dengan kata lain, pengawasan tetap ketat, tetapi proses bisnis tetap efisien.

“Kami ingin menjaga keamanan negara, memastikan setiap barang yang masuk dan keluar memenuhi ketentuan, serta menutup rapat seluruh celah pelanggaran. Kolaborasi lintas lembaga seperti ini menjadi fondasi bagi perdagangan yang tertib dan aman,” ucapnya.

Di era digital, ancaman terhadap keamanan hayati tidak selalu datang melalui pintu atau kontainer.

Ada ancaman lain yang bergerak tanpa bentuk: konten manipulatif, dokumen palsu, dan informasi menyesatkan di ruang siber.

Perjanjian kerja sama kedua lembaga menitikberatkan pada pemanfaatan sistem deteksi konten untuk mendukung pengawasan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BSSN, Mayjen TNI Bonda Widiawan menegaskan, BSSN akan mendampingi Barantin dalam penanganan penipuan digital, pemalsuan dokumen, hingga hoaks yang dapat mengganggu layanan maupun keamanan hayati nasional.

“Kerjasama ini menjadi penting, karena semakin banyak layanan karantina yang terhubung dengan sistem digital, mulai dari izin, dokumen pengiriman, hingga data monitoring lapangan,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa celah keamanan siber berarti celah bagi masuknya ancaman biologis melalui data palsu atau manipulasi layanan. Sinergi ketiga lembaga tidak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Setiap komitmen yang tertera di atas kertas akan diterjemahkan dalam integrasi sistem, penguatan kapasitas SDM, hingga operasi lapangan yang lebih terkoordinasi,” imbuhnya.

** Fredy Kristianto

Perumda Tirta Pakuan Gelar Rapat Pimpinan Bahas Penguatan Pelayanan Publik

0

jurnalinspirasi.co.id – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menggelar Rapat Pimpinan sebagai forum koordinasi lintas sektor untuk membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat utama ini dihadiri jajaran pimpinan Perumda Tirta Pakuan serta perwakilan sejumlah instansi. Dalam forum tersebut, pimpinan memaparkan perkembangan kinerja perusahaan, mulai dari peningkatan jumlah pelanggan, kenaikan laba, peningkatan dividen yang disetorkan, penurunan tingkat kebocoran air, hingga perluasan jaringan layanan.

Dedie A. Rachim

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang turut memberikan arahan menyampaikan apresiasinya atas capaian positif tersebut.

“Dari laporan kinerja yang disampaikan, terlihat jelas adanya peningkatan positif di berbagai indikator utama. Jumlah pelanggan terus bertambah, laba perusahaan meningkat, dividen yang disetorkan juga naik, sementara tingkat kebocoran air berhasil ditekan. Selain itu, cakupan jaringan layanan semakin luas. Melalui forum ini, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Perumda Tirta Pakuan atas kinerja yang sangat baik dan progresif,” ujar Dedie A Rachim, Wali Kota Bogor.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Perumda Tirta Pakuan menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan seluruh OPD guna menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kota Bogor.

Dengan penguatan koordinasi dan peningkatan kinerja tersebut, Perumda Tirta Pakuan berharap kualitas layanan air bersih bagi warga Kota Bogor semakin optimal dan berkelanjutan.

(anwar)