26.8 C
Bogor
Thursday, July 23, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 477

Selain Vital Bagi Masyarakat, Jembatan di Hambaro Permudah Akses Pendidikan

0

Nanggung lJurnal Bogor
Pemerintah Desa Hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor mendukung program pendidikan dengan dibangunnya jembatan yang merupakan akses vital, baik bagi masyarakat maupun anak-anak SDN Hambaro yang setiap harinya melintasi jembatan tersebut.

Kepala Desa Hambaro H Firdaus menerangkan, jembatan yang biasa digunakan warga itu hanya setapak dan kondisinya sudah lapuk seiring usia jembatan itu  sudah puluhan tahun. Atas dasar itu, pihaknya memperlebar dan membangun jembatan dengan permanen.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang masih berlangsung pembangunannya untuk mempermudah  akses rutin terutama bagi anak anak sekolah yang berasal dari Kampung Gunung Leutik. Musababnya, Kampung Gunung Leutik dari satu RT terdapat 40 kepala keluarga yang merupakan wilayah kampung terpencil di Hambaro.

Melalui program Samisade tahun 2023 ini pemanfaatan anggaran APBD Kabupaten Bogor selain  pembukaan jalan juga pengerasan diantaranya di wilayah Kampung Pabuaran, Cidudut Hambaro serta Kampung Gunung Leutik di lingkup  RW 01 RW 02 RW 05 RW 07 Dusun 01, 02 dan 04.

“Jembatan itu untuk menjawab kebutuhan, baik  masyarakat maupun pelajar yang akan sekolah di SDN Hambaro,” ujar Firdaus kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/10).

Diatas bentangan kali, tepatnya di Kampung Hambaro Gunung Leutik, jembatan itu  dibangun dengan diameter sepanjang 8 meter  dan lebar 3 meter. Keinginanan adanya jembatan lebih layak dari sebelumnya sudah disampaikan warga beberapa tahun lalu.

“Sudah disampaikan warga sebelumnya, lantaran jembatan yang ada,  itu hanya setapak. Lagi pula kondisi jembatan itu sudah lapuk  karena usianya sudah puluhan tahun. Jadi, sudah semestinya jembatan itu dibangun,” tandasnya.

** Arip Ekon

Awas Bahaya Gas Metan, Warga Dilarang Bakar Sampah dan Buang Puntung Rokok Sembarang di Sekitar TPA Galuga

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
Beberapa warga yang berdomisili di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, yakni di Kampung Moyan, Desa Galuga dan Desa Dukuh, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, selama kemarau ini mengaku ketar ketir, lantaran gas metan yang terbentuk dibawah gunungan sampah selama kemarau ini bisa memicu kebakaran apabila terjadi kelalaian.

Kosim, warga Kampung Moyan, Desa Galuga mengungkapkan kekhawatirannya, lantaran sudah ada beberapa contoh TPA sampah terbakar akibat gas metan seperti di Cimahi, Bandung, maupun di TPA daerah lainnya, sekiranya pihak pengelola sampah TPA Galuga, baik Kota maupun Kabupaten Bogor, tidak dapat mengantisipasinya selama kemarau panjang ini.

“Karena human error bisa saja menjadi penyebab utamanya,” kata Kosim, warga Kampung Moyan kepada Jurnal Bogor.

Kosim menambahkan, saat ini ketinggian tumpukan sampah di TPA Galuga sudah menyerupai bukit, ditambah kedalaman TPA juga sudah lebih dari 25 meter.

“Mau tidak mau, gas metan yang ada dibawah gunungan sampah di TPA Galuga pada musim kemarau ini beresiko bencana apabila tidak dilakukan antisipasinya,” tukasnya.

Liliana, warga Kampung Dukuh yang rumah kediaman pada bagian belakangnya sejarak 150 meter juga lokasi TPA Galuga, mengeluh dalam sebulan ini ia diselimuti kecemasan jika di tengah udara panas kemarau ini baik malam maupun siang, dapat menimbulkan musibah akibat gas metan.

“Kurang lebih sebulan ini saya dan keluarga selalu was-was, khawatir jika gunungan sampah yang lokasinya berjarak lebih dari seratus lima puluh meter yang ada dibelakang rumah saya, tiba gas metan dibawah gunungan sampahnya meledak, mudah mudahan saja hal itu tidak terjadi,” keluhnya

Camat Cibungbulang Agung Surachman menyatakan serupa, yakni awalnya ia juga merasakan kewaspadaan yang sama dialami oleh warga seputar TPA Galuga, namun setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor mengeluarkan larangan dan peringatan kepada semua warga pemulung maupun pekerja di TPA agar tidak membakar sampah dekat TPA, termasuk jangan buang puntung rokok sembarangan di lokasi sampah.

“Bentuk peringatan dan larangan yang sudah dikeluarkan oleh Pihak DLH membuat saya tenang,” bebernya

Meskipun urusan TPA Galuga bukanlah tupoksi camat tambah dia, namun dalam hal ini, camat tetap melakukan pengawasan dan pantauan, agar hal hal yang tidak diinginkan bisa terhindar.

“Selama kemarau ini, kami Pemerintah Kecamatan Cibungbulang tetap melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Sementara saat Jurnal Bogor mencoba mendatangi kantor UPT TPA Galuga Kota dan Kabupaten Bogor untuk menanyakan perihal penanganan gas metan di TPA tersebut, sayangnya kedua kantor sang penanggung jawab pengelola sampah TPA Galuga, kedapatan kosong tak ada petugasnya.

** Bayup

Diduga Banyak Usaha di JLD Ngemplang Izin

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Sejak Jalan Lingkar Dramaga (JLD) selesai dibangun tahun 2018 lalu dan mulai dipergunakan oleh para pengendara sejak tahun 2019 sampai sekarang, tak ayal lagi, hampir di sepanjang kiri kanan bahu jalannya kini tumbuh bangunan bangunan permanen maupun bangunan non permanen, termasuk rumah-rumah penduduk, yang diperkirakan 80 persen diantaranya untuk bisnis usaha.

Kini kawasan Dramaga di sepanjang jalan Lingkar Dramaga (JLD) menuju perbatasan Terminal Laladon, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, yang dulunya semak belukar, kebun dan persawahan, sekarang berubah ramai dan punya potensi menjadi kawasan bisnis paling menjanjikan di Kabupaten Bogor bagian barat.

“Benar, kini Jalan Raya Lingkar Dramaga atau JLD, suasananya sudah ramai dilalui oleh berbagai kendaraan. Bahkan, di hampir sepanjang lahan yang ada dibahu kanan kirinya, juga banyak berdiri bangunan bangunan, baik bangunan permanen maupun non permanen.” kata Camat Dramaga Tenny Ramdhani kepada Jurnal Bogor.

Dijelaskan Tenny, terkait tingginya pertumbuhan bangunan untuk bisnis, termasuk rumah-rumah penduduk, pihaknya mulai ketat memonitoring dan melakukan pengawasan, terlebih pada bangunan baru yang belum mengantongi izin, maupun pada bangunan liar (bangli) yang sebelumnya pernah membuat repot jajaran Satpol PP kecamatan.

“Alhamdulilah, kini di sepanjang JLD mulai dari depan Hotel Duta Berlian hingga keperbatasan Laladon Kecamatan Ciomas, sudah tidak ada lagi bangli alias bangunan liar,” tegas Camat.

Namun demikian sambungnya, terutama bangunan yang digunakan untuk bisnis usaha, diperkirakan hampir semuanya belum mengantungi izin resmi.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Dramaga dan DPMPTSP Kabupaten Bogor, sudah berkali kali melakukan sosialisasi kepada para pemilik usaha di sepanjang JLD, namun sayangnya sampai saat ini belum menuai hasil yang maksimal, termasuk soal IMB-nya. Oleh karena itu, kami berharap agar semua pemilik usaha yang berada di JLD, kedepan sudah memiliki izin resmi, himbauan ini juga disampaikan termasuk kepada warga yang ingin mendirikan bangunan tempat tinggal agar terlebih dahulu mengurus IMB-nya,” harapnya.

Adi Sanaya, pemilik usaha rumah makan di JLD mengaku belum paham bagaimana cara mengurus izin usahanya melalui online. Sedangkan jika harus datang ke Cibinong, kata dia, jauhnya minta ampun.

“Ditambah ada informasi kalau ngurus izin usaha itu ribet, bahkan biayanya mahal, mending buat modal ajalah”, kata dia.

Terpisah, Ruslan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor menegaskan, besaran nilai untuk biaya pegurusan izin usaha dan lainnya itu, semuanya tergantung dari jenis usaha yang dikelola.

“Siapa bilang mengurus izin usaha itu mahal?. Sebab semuanya tergantung jenis usaha yang dijalankannya,” tandasnya.

** Bayup

Bisnis Ikan Hias di Bogor Masih Sepi

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Sejumlah pedagang ikan hias di Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Non Konsumsi Laladon, Desa Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor mengeluhkan masih sepi pembeli pasca-Covid 19 tahun ini.  Akibatnya, beberapa usaha mereka gulung tikar.

“Sudah lebih dari enam bulan pasca-Covid berlalu, kios-kios ikan hias kami di Laladon sudah jarang didatangi pembeli. Meskipun ada, itupun tak seberapa jumlahnya,” kata Minan, pedagang ikan Hias Laladon kepada Jurnal Bogor.

Sementara di masa masa pandemi Covid dulu kata dia, anehnya, tingkat penjualan justru meroket dan menguntungkan. “Waktu pandemi Covid, pendapatan saya sehari, bisa mencapai Rp 1 juta, tapi sekarang, paling banter cuma Rp 150 ribu saja,” ungkapnya.

Minan menambahkan, meski kini seluruh kios di Laladon sudah dipenuhi lagi oleh para pedagang yang menjual aneka ragam ikan hiasnya, serta menjual aneka akuarium, berikut aneka pernak pernik perlengkapannya.

“Tetap saja tidak bisa mendongkrak jumlah pengunjung yang datang ke kios kami,” bebernya.

Kata Minan lagi, meskipun lokasi Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Non Konsumsi di Laladon tersebut adalah milik pemerintah, yakni dibawah pengelolaan Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Bogor, namun para pedagang yang menempati 30 kiosnya, tidaklah gratis.

“Kami semua bayar sewa dengan harga murah setahun Rp 1,8 juta, sedangkan listrik dan air ledeng, beda lagi, karena pembayarannya kita setor ke Koperasi. Nah, meski sewa kiosnya murah, tapi tetap saja kalau pengunjungnya sepi, dapur kami di rumah bisa ambyar tidak ngebul,” tukasnya.

Dede, pedagang ikan hias Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar) Kota Bogor mengeluhkan hal sama.

“Bisnis ikan hias pasca-Covid di tahun politik sekarang ini, bukannya membawa untung, tapi malah buntung, pembeli sepi modal juga sulit kembali,” pungkasnya.

** Bayup

Purwasari Bangun Green House Bantuan dari NGO Human

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor mendapat bantuan dana dari Turki untuk kemajuan program ketahanan pangan. Turki tertarik dengan pemberdayaan masyarakat di bidang perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan yang dikucurkan melalui Badan Human Inisiatif (HI), dan Nations Governmental Organization (NGO), yang bergerak pada bantuan dana sosial bagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Kepala Desa Purwasari Yusuf Mustopa mengatakan, dana tersebut untuk pelaksanaan program mina aqua hidroponik, yakni mulai dari pembenihan perikanan hingga budidaya beragam jenis sayuran.

“Kami bersyukur, kini pembangunan progam ketahanan pangan melalui aqua mina hidroponik sudah berjalan, termasuk semua kesiapan sarana prasarananya juga sudah rampung dan selesai,” kata Yusuf Mustopa, kepada Jurnal Bogor, Selasa (24/10/2023) kemarin.

Saat ini, kata Kades, masyarakat yang dilibatkan oleh desa untuk pengelolaan mina aqua hidroponik, di antaranya para petani, termasuk kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT).

“Saya yakin pelaksanaan ketahanan pangan di Desa kami Purwasari pada program Mina Aqua Hidroponik atas bantuan Turki ini, akan berhasil. Apalagi program ketahanan pangan ini juga merupakan program unggulan Pemerintah Pusat,”bebernya.

Ketua KTNA Kabupaten Bogor Didin Saprudin menambahkan, mengingat dirinya juga merupakan warga Desa Purwasari, maka ia siap mengawal dan mendampingi sampai pelaksanaan program mina aqua hidroponik di Purwasari hingga tuntas.

“Kami yakin Desa Purwasari akan berhasil dan bakal menjadi desa percontohan bagi seluruh desa yang ada di Kabupaten Bogor maupun di Jawa Barat,” pungkas Didin Saprudin.

** Bayup

Anggota DPRD Provinsi Jabar H. Supono Tampung Aspirasi Warga Cilebut

0

Sukaraja Jurnal Bogor
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Amanat Nasional H. Supono melaksanakan Reses I Tahun Anggaran 2023-2024 di Kantor Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja.

Reses ini untuk menjaring aspirasi masyarakat Kecamatan Sukaraja, khususnya warga Desa Cilebut Timur dan dihadiri Kades Cilebut Timur, Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat setempat.

H. Supono mengatakan, reses ini merupakan hal yang penting untuk menjaring aspirasi masyarakat, apalagi saya merupakan anggota DPRD Dapil VI Kabupaten Bogor memiliki kewajiban menampung aspirasi masyarakat Kabupaten Bogor.

“Ada beberapa aspirasi yang jadi prioritas masyarakat Cilebut Timur diantaranya, masalah pendidikan terkait Sekolah Negeri karena di Cilebut terkendala dengan sistem zonasi, yang kedua yaitu Puskesmas karena ini jadi pelayanan dasar kesehatan, berikutnya air bersih dan bahkan ada yang unik yaitu aspirasi soal keranda mayit, perlunya keranda cadangan di setiap Masjid guna memperlancar proses pemakaman jika ada dua orang yang meninggal di satu wilayah, “jelasnya.

Aspirasi masyarakat Cilebut Timur kita tampung dulu, terkait apa saja yang diajukan hari ini akan kita bahas nanti di sidang Dewan Provinsi Jabar.

“Saya sebagai anggota dewan provinsi yang dipilih oleh masyarakat Kabupaten Bogor, dirinya akan terus berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat Kabupaten bogor. Sebab masyarakat berharap kepada perwakilannya di provinsi agar perjuangan masyarakat dapat terealisasi “pungkasnya.

** Aga alamanda

Demi Target 35 Juta Ton, Kementan Genjot Produktivitas Padi

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bersiap menggenjot produktivitas padi pada musim tanam tahun ini demi mencapai target 35 juta ton. Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal Kementan Prihasto Setyanto saat membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 9 dan Launching Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelatihan Pertanian (Simlatan) di BBPMKP Ciawi, Selasa (24/10/2023).

“Plt Menteri Pertanian (Arief Prasetyo Adi) telah menyiapkan program dan ini perlu komitmen besar dan bersama-sama melakukannya,” ujar Prihasto Setyanto.

Dedi Nursyamsi

Kementan kata dia telah melakukan langkah-langkah cepat dengan menyelesaikan masalah ketersediaan pupuk sehingga sekarang ini sudah tersebar di 26 ribu kios, kemudian perbaikan jaringan irigasi secara massif dan memfalitasi alat-alat pertanian (alsintan).

“Berbicara produksi, langkah kongkrit yang perlu dilakukan khususnya pada musim tanam sekarang adalah teknologi pertanian, pupuk, jaringan irigasi, alsintan. Itu komponen utamanya, satu lagi adalah benih unggul,” jelasnya.

Dengan kata lain, dengan kebersamaan di Kementan, fasilitasi pertanian digerakan, pelatihan yang digagas Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian terus dilakukan, pencapaian target Kementan akan tercapai. “Insya Allah jika tidak ada hambatan ekologi akan berhasil, tidak hanya musim rendeng saja, tapi juga di musim dadu,” ungkap Prihasto Setyanto yang juga menjabat Dirjen Hortikultura.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menjelaskan, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh volume ke-9 tahun 2023 memiliki tema khusus yakni Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng 2023/2024. Pelatihan ini merupakan quick win agar produksi pertanian meningkat.

“Pelatihan volume 9 ini diikuti 1.716.897 peserta, dan pelatihan hingga volume 9 ini sudah 15.810.599, serta pelatihan yang dilakukan BPPSDMP sejak tahun 2020 hingga saat ini telah mencapai 19.000.460 peserta. Sasaranya tentu para petani dan penyuluh yang jadi ujung tombak,” jelas Dedi.

Sementara sebelum acara pembukaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh volume ke-9 tahun 2023, Sekretaris Jenderal Kementan Prihasto Setyanto, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan sejumlah pejabat lainnya menyambangi stand produksi seperti teh sereh, teh bunga telang, teh kelor, teh rosella, abon ayam, kacang sebiji, durian, kopi dan produk lainnya yang dihasilkan beberapa P4S dari P4S Mawar, Mekarsari, Creative Farm dan P4S Wilhelmina.

** yev

Momen Hari Sumpah Pemuda, OPSHID Siap Serahkan 66 Unit Rumah Gratis Secara Serentak

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Sumpah Pemuda merupakan momen bersejarah bagi Indonesia yang sarat makna. Pada tanggal 28 Oktober 1928, para pemuda dari seluruh penjuru Indonesia bersatu dalam semangat nasionalisme yang tinggi. Mereka bersumpah untuk menjaga persatuan dalam satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Muhammad Subchi Azal Tsani, yang akrab disapa Mas Bechi, memiliki peran penting. Ia dengan gigih membantu warga yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan memberikan bantuan berupa pembangunan rumah gratis.

Mas Bechi menggagas program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiyyah (RSLHS) sebagai wujud syukur terhadap Sumpah Pemuda. Program ini bertujuan untuk mengatasi masalah Rutilahu dengan harapan pemenuhan kebutuhan dasar tempat tinggal bisa tercapai secara maksimal.

Langkah ini mencerminkan semangat gotong royong, kepedulian terhadap sesama, dan semangat nasionalisme yang menjadi landasan Sumpah Pemuda. Tindakan Mas Bechi dan OPSHID dalam memberikan rumah gratis adalah kontribusi nyata untuk memajukan bangsa dan negara sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda.

Kehidupan manusia memiliki tiga kebutuhan dasar: sandang, pangan, dan papan. Sandang adalah pakaian, pangan adalah makanan, dan papan adalah tempat tinggal. Di Indonesia, permasalahan utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar berupa rumah yang layak dihuni. Harapan besar ada pada pemerintah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan ini sesuai dengan semangat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat 3, yang menekankan pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Mulyono menjelaskan, pada tahun 2023, OPSHID telah berkomitmen untuk membangun 66 rumah gratis yang akan diserahkan pada tanggal 28 Oktober, dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda. Ini adalah langkah yang positif untuk menciptakan rumah yang layak bagi warga yang membutuhkan, Ini contoh nyata dari semangat dan tindakan untuk mencapai kesejahteraan bersama dan persatuan Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah perlu lebih mengedepankan pemenuhan kebutuhan dasar warga, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 33, Ayat 3, yaitu penggunaan sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Pemenuhan kebutuhan dasar manusia, termasuk tempat tinggal yang layak, adalah langkah awal menuju kesejahteraan dan peningkatan ekonomi,” ujarnya.

** yev

MCCI Bogor Raya dan Laskar Sedekah Ajak Wisata Anak Yatim ke Ragunan

0

Bogor | Jurnal Bogor
MCCI (Matic Car Club Indonesia) Chapter Bogor Raya dan Laskar Sedekah menaruh kepedulian terhadap anak-anak yatim dengan menggelar Wisata Bareng Yatim (Wisbaya) ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (22/10/2023).

Komunitas mobil bertransmisi otomatis ini sengaja mengajak berwisata anak-anak yatim untuk berbagi kebahagiaan.

“Baru pertama kali dilakukan, kalau biasanya kan santunan ke anak-anak yatim,” ujar Ketua MCCI Chapter Bogor Raya Wahyu Hidayat yang akrab dipanggil Wahid.

Ada sekitar 30 anak yatim yang diajak berwisata yang dikumpulkan Laskar Sedekah. Mereka juga mendapat bingkisan agar hati mereka tambah senang berada di Ragunan atau yang dikenal Kebun Binatang Ragunan dengan taman hutan hujan dan pusat primata seperti gajah, dan harimau Sumatra.

Pada Wisata Bareng Yatim yang dihadiri Wakil Ketua MCCI Indonesia Didin Fathurrohman, anak-anak yatim bisa menikmati area terbuka hijau publik dengan taman anggreknya.

“Momen kebahagiaan ini perlu dirasakan anak-anak yatim,” jelas Wahyu Hidayat.

** aseps.sayyev

Pastikan Panen Raya Pada Musim Tanam 1, Skill Petani dan Penyuluh Diperkuat

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Sebagai langkah kunci dalam mewujudkan visi Musim Tanam (MT) 1 Panen Raya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) siap menghadirkan Quick Win melalui program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP)

Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi menyatakan, Kementan sekarang sedang memusatkan perhatiannya pada persiapan tanam Musim Tanam I, yang biasanya dimulai ketika tahun hampir berakhir, selaras dengan datangnya musim penghujan.

Adapun masa panen pertama umumnya akan dimulai pada Februari hingga mencapai puncaknya pada Maret-April.

“Pasokan beras yang dihasilkan pada musim rendeng ini juga menjadi yang terbesar dalam rangkaian panen tahunan serta menentukan keamanan pasokan dalam negeri hingga akhir tahun,” sebutnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dalam soft launching Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh vol. ke 9, Selasa (24/10) menambahkan, Kementan tengah mengusung Quick Win untuk mempersiapkan musim tanam 1 ini. Quick Win BPPSDMP sesuai tugas dan fungsinya pun mempersiapkan penyuluhan dan peningkatan SDM Pertanian melalui berbagai cara.

“Pertama, pembinaan penyuluh pertanian. Kedua, pelatihan sejuta petani dan penyuluh serta Training of Trainer.  Ketiga, membangun wirausaha muda pertanian, kerjasama pertanian dengan berbagai institusi luar Negeri hingga membangun low carbon agriculture, ” jelasnya.

Namun, Prof Dedi menggarisbawahi, Quick Win bukan sekedar solusi cepat untuk meraih kemenangan, tetapi kegiatan berefek lebih luas dan lebih berkualitas, bukan sekedar kuantitas.

Salah satu upaya quick win yang dilakukan sekarang adalah mempersiapkan musim rendeng ini melalui model pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh.

Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh vol. ke 9 tahun 2023 bertema “Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng 2023/2024” ini digelar secara hybrid, 24-26 Oktober 2023 secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia ataupun lokasi titik kumpul lainnya.

“Pelatihan ini harus mampu meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh untuk mendongkrak produktivitas pertanian di MT 1 yang akan dipanen Februari-April mendatang,” ungkapnya.

Karenanya, Prof Dedi berharap pelatihan ini menjadi bekal dan persenjataan bagi petani dan penyuluh dalam mendongkrak produktivitas padi sawah. Dimulai dari mempersiapkan sarana dan prasarana, ketersediaan benih, ketersediaan pupuk, pengendalian OPT, hingga penanganan pascapanen.

“Penyuluh harus memberikan solusi bagi petani, Penyuluh harus tetap hadir di detak jantung petani,” sebutnya.

** bbpmkp