26.8 C
Bogor
Thursday, October 15, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 473

Festival Setu 2023 di Citongtut, Kurnia Indra Janji 2 Tahun Kedepan Gunung Putri Akan Punya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Yayasan Tani Mandiri (Nastari) beserta PT Tirta Investama Pland Citeureup, menggelar acara Festival Setu 2023 yang ke-2 yang diselenggarakan di Setu Citongtut, Desa Cicadas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (26/11).

Turut Hadir perwakilan dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Dinas Lingkungan Hidup, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), PT Tirta Investama, Camat Gunung Putri, Pemdes Cicadas, Nastari, Yayasan Gerakan Pungut Sampah (GPS), Komunitas Peka Membaca, Gentra Padjajaran, Kalaramu, Pokdarwis Desa Cicadas, beserta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Nevky E Saputra mengatakan, Festival Setu yang ke-2 tahun 2023 ini untuk mengajak masyarakat agar datang ke setu supaya bisa lebih peduli dengan setu dan lebih memiliki kepedulian terhadap pelestarian setu sehingga bisa ikut terlibat dalam penyelamatan setu.

” Festival Satu dimeriahkan oleh beberapa penampilan, mulai dari seni tradisional Sunda, musikal puisi, penganugrahan Situ Hero 2023, penyerahan lukisan dan lomba balap perahu bebek,” bebernya kepada Jurnal Bogor.

Nevky menyebut, dengan adanya kegiatan Festival Setu yang diselenggarakan oleh Nastari dan PT Tirta investama Pland Citeureup ini, diharapkan dapat memiliki kepedulian terhadap setu yang ada di Kabupaten Bogor. Seperti halnya yang terjadi di 103 setu yang ada di Kabupaten Bogor karena 20 persen diantaranya sudah rusak dan tercemar.

Sementara Camat Gunung Putri Kurnia Indra mengapresiasi atas diadakanya kegiatan Festival Setu Citongtut yang ke-2 kalinya. Kurnia Indra berharap kegiatan ini bisa memotivasi untuk daerah konservasi setu-setu yang lain agar melakukan hal yang sama, dan menjadi event tahunan yang lebih meriah lagi.

Lebih lanjut, Kurnia Indra juga mengatakan bahwa disaat acara tadi ada juga kampanye tentang menjaga lingkungan, yang mana ini adalah salah satu program dari pemerintah Kecamatan Gunung Putri juga.

“Tentunya ini sejalan dengan temen-temen GPS dan komunitas komunitas yang lainya, yang senantiasa selalu menjaga kebersihan lingkungan,” tuturnya.

“Ini bagus sekali, bisa mendorong dan memunculkan para pecinta lingkungan agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Kurnia Indra menyebut, sampah menjadi salah satu kendala utama di Kecamatan Gunung Putri. Oleh karena itu, menurut dia, keberadaan KRL dan Bank Sampah di Kecamatan Gunung Putri harus lebih ditingkatkan.

” Kedepanya kita akan membuat satu tempat pengelolaan sampah (TPS) terpadu. Dan insya Allah akan terwujud di satu sampai dua tahun ini,” janjinya.

Dengan semakin parahnya tingkat pemanasan global, sambung Kurnia Indra, masyarakat diharapkan lebih bisa menjaga lingkungan bagaimanapun caranya.

” Tidak hanya membuang sampah dan pungut sampah. Tapi juga ikut menanam pohon, dengan tidak bersikap serakah saja itu bisa membantu lingkungan, tidak serakah main hantem kesana kemari,” tandasnya.

(nay nur’ain)

MTQ Tingkat Desa, H.Udin Saputra Tingkatkan Kecintaan Terhadap Al-Qur’an

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Ajak pemuda-pemudi untuk lebih lebih mencintai Al-Qur’an, Pemdes Ciangsana menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran  (MTQ) tingkat desa yang diselenggarakan di aula Kantor Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/11/23).

Kepala Desa Ciangsana H Udin Saputra mengatakan, MTQ tingkat desa ini untuk meningkatkan kecintaan dan pemahaman masyarakat terhadap kitab suci umat Islam.

” MTQ tingkat desa ini diikuti oleh 56 peserta dari masyarakat yang ber-KTP Desa Ciangsana. Ada 3 kategori yang dilombakan, mulai dari murotal, tilawah anak – dewasa, tanfidz quran anak – dewasa,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

H.Udin Saputra menyebut, adanya MTQ ini diharapkan untuk anak pemuda milenial khususnya lebih mencintai Al- Qur’an. Dimana kita ketahui, era globalisasi saat ini lebih anak muda lebih condong terhanyut terhadap gadget dan dunia maya.

” Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap ajaran Islam. Serta memunculkan bibit bibit pemuda Qurani di Desa Ciangsana, sekaligus mempersiapkan jika nanti MTQ Kecamatan diselenggarakan,” ujarnya.

“Alhamdulillah pertama kalinya kita melaksanakan lomba MTQ tingkat desa pada hari ini, yang diikuti oleh warga Desa Ciangsana dari perwakilan masing-masing Kadus se-Desa Ciangsana. Mudah-mudahan dengan adanya acara seperti ini warga bisa lebih giat lagi membaca Al-Qur’an,” tambah H.Udin.

Sementara Ketua MUI Desa Ciangsana, Ustad Surya Atmaja mengapresiasi program Desa Ciangsana yang mengadakan kegiatan  perlombaan MTQ tingkat desa.

“Kita sangat mengapresiasi apa yang sudah menjadi program Pemdes untuk warga masyarakat Desa Ciangsana. Khususnya untuk anak-anak didik kita agar bisa mencintai Al-Qur’an sehingga kedepan menjadi generasi Qurani,” tuturnya.

“Maka harus kita munculkan dari sejak dini, sehingga pada suatu ketika nanti kalau Desa Ciangsana memiliki generasi-generasi Qurani, atau penghapal Al-Qur’an, tentu kedepannya kita tidak sulit jika nanti di tingkat kecamatan, kabupaten atau di tingkat yang lebih besar karena kita punya generasi Qurani asli warga Desa Ciangsana,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Milad Pertama, Majelis Taklim Desa Bojong Adakan Tablig Akbar

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Majelis taklim bulanan Desa Bojong mengadakan tabligh akbar melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 H, sekaligus milad pertama yang bertempat di Kampung Bojong RT 10/05 Desa Bojong, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/11).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengusung tema “ Milad kesatu tahun, Majelis Taklim Bulanan Bojong, Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Mempererat Silaturahmi Melalui Majelis Taklim Bulanan”.

Adapun penceramah yang mengisi kegiatan yaitu Habib Bahar Smith, Habib Abdullah Al Atthos, Habib Husein Al Athhos, Habib Ahmad Asyatiri, Habib Hanif Al Atthos dan Habib Shaleh Al Athhos.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Desa Bojong, beserta jajarannya dan ribuan jamaah yang terdiri dari jamaah majelis taklim bulanan Bojong dan para undangan dari majelis–majelis yang berada di wilayah Kecamatan Klapanunggal dan para undangan dari majelis taklim di luar wilayah Klapanunggal yang ada di Kabupaten Bogor.

Ketua majelis taklim bulanan Dedi  Faroga menyampaikan majelis taklim bulanan yang berdomisili di Kampung Bojong ini merupakan majelis yang sebagian besar jamaahnya adalah masyarakat Desa Bojong agar dapat membangun hubungan yang lebih erat antar masyarakat Desa Bojong melalui kegiatan – kegiatan majlis lewat acara – acara besar agama Islam maupun lewat pengajian rutin yang dilaksanakan dalam satu bulan sekali.

” Walaupun majelis ini sebagian besar anggotanya masyarakat Desa Bojong dari yang berdomisili di Bojong, tetapi tetap terbuka bagi siapa saja. Karena majelis ini tidak bersifat ekslusif bagi siapa saja yang ingin bergabung sepanjang demi kemaslahatan ummat,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Pimpinan Majelis Ta’klim Bulanan, Habib Husein Al Athhos mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang sudah berjibaku untuk menyukseskan acara.

” Saya ucapkan terimakasih juga kepada seluruh jamaah yang sudah berkenan hadir di acara ini khususnya jamaah dari masyarakat Desa Bojong dan jamaah dari desa – desa lain yang berada di wilayah Kecamatan Klapanunggal maupun jamaah dari luar wilayah Klapanunggal,” tuturnya.

(andi/nay)

Peringati Hari Guru, Alumni SDN Nambo 01 Angkatan 2001 Adakan Reuni Akbar

0

Jonggol | Jurnal Bogor
Alumni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nambo 01, mengadakan acara Gebyar Reuni Akbar. Reuni Akbar tersebut diadakan di Wisata Balekambang, Kampung Kebon Kopi RT04/02 Desa Bantarjati, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (26/11).

Hadir dalam kesempatan ini Endi Suhendi dan Jamin Guru SDN Nambo 01 dan juga seluruh alumni SDN Nambo 01 angkatan tahun 2001.

Ketua pelaksana kegiatan Romlah mengatakan, reuni yang diadakan ini merupakan bentuk penghuormatan untuk mengenang jasa para guru dahulu. Dimana, pahlawan tanpa tanda jasa tersebut telah dengan ikhlas memberikan ilmu dan membimbing siswa menjadi manusia yang lebih baik, berpendidikan, dan sukses hingga saat ini.

“Reuni ini sebagai momen tali silaturahmi dan membangun keguyuban, kerukunan, komunikasi bagi alumni maupun para bapak ibu guru,” ujar Romlah.

” Sekitar 2 bulan kami persiapan untuk acara reuni akbar ini. Salah satu kendala yang agak sulit ialah menghubungi kembali rekan-rekan kita yang sebagian besar sudah ada di perantauan, dan alhamdulilah pada hari ini bisa meluangkan waktu untuk berkumpul kembali,” tambahnya.

Sementara, Endi Suhendi Yudha Guru SDN Nambo 01, merasa senang dan bangga bisa ketemu, tatap muka dengan para mantan muridnya dan berharap kedepannya bisa ditingkatkan kegiatannya. Dia juga berharap mantan siswanya diberi kesehatan, serta umur panjang dan di limpahkan rizkinya.

” Saya berharap pertemuan bisa dilanjutkan jangan sampai putus tali persaudaraan dan silaturahmi dengan para guru serta teman-teman semua meski 22 tahun meninggalkan sekolah (angkatan 2001). Tetap bersama-sama dalam keberagaman dan setiap situasi,” cetusnya.

(andi/nay)

Smanelsa Terus Berkiprah, Siswa-siswi Raih Prestasi

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
SMAN 1 Leuwisadeng Kabupaten Bogor terus berkiprah menjaga eksistensinya sejak sekolah ini berdiri pada 2016. Smanelsa, julukan sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Hambaro – Leuwisadeng KM 02 Kalipasir RT 004 RW 002 Leuwisadeng ini seperti pada 2023 debutnya cukup membanggakan.

Berikut ini sejumlah prestasi siswa-siswi Smanelsa selama  dua bulan terakhir.

1.M.Habilrullah (peraih medali emas Silat Heroes Invitation 2023
2.Misni Apriliyanti (peraih medali emas dan atlet siswa terbaik Silat Heroes Invitation 2023)
3.Tiara Oktaviani (peraih medali emas Kejuaraan Bulutangkis Antar SMA se-Provinsi Jabar)
4.Paskibra Pastasuna (meraih juara potensial III dalam ajang LKBB Edition KPU 2023 dan LKBB Karismatis SMAN 1 Cibungbulang)
5. Pasukan Pramuka (meraih juara II PKPU Putri se-Bogor Raya dalam ajang Loka Atya Agsera).
6.Herlinda (periah medali perunggu TFI Challenge 2023 Piala Kemenpora)
7.PMR (juara umum 3 tingkat wira Lomba PMR se-Bogor Raya)

Raihan prestasi tersebut sejalan dengan arahan maupun bimbingan Kepala Sekolah Smanelsa Dwi Astuti Indriati. Menurutnya, anak didik harus terus dilakukan pembinaan agar mentalitas terbangun sehingga meningkat rasa percaya diri.

“Kemampuan siswa  akan terlihat (turun pada kejuaraan) sesuai potensi dan bidangnya masing –masing,” jelasnya. (Arip Ekon)

Sekjen ATTB: Perbup yang Baru akan Timbulkan Konflik Horizontal Antarmasyarakat

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Bogor nomor 56 atas perubahan Perbup nomor 120 tentang pembatasan waktu operasional kendaraan truk tambang pada ruas jalan di wilayah Kabupaten Bogor dinilai akan menjadi pertikaian antarsesama masyarakat.

Hal ini disebabkan, produk hukumnya Bupati Bogor saat ini disebut tidak melakukan kajian komprehensif dan tanpa melakukan uji coba sehingga terjadi menimbulkan masalah baru.

“Kalau seperti ini sisi ekonominya masyarakat kami menjerit, jadi tinggal tunggu bom waktu saja ini. Masyarakat miskin kalau sudah masalah perut brutal, semuanya bisa turun ke jalan akhirnya konflik horizontal antara masyarakat hulu dan hilir,” kata Sekjen Asosiasi Transporter Tangerang Bogor (ATTB) Ahmad Gojali saat dihubungi Jurnal Bogor, Minggu (26/11/2023).

“Makanya kami mengajak ke Bupati dan dinas terkait harus segera pikirkan ini, ada upaya pencegahan konflik horizontal antarmasyarakat hulu dan hilir,” tambahnya.

Dia membeberkan, sangat menyayangkan sikap bupati terkait dengan produk hukumnya. Seharusnya Bupati Bogor ketika mengeluarkan produk hukum jangan tergesa-gesa, karena ini menyangkut masyarakat luas, baik masyarakat hulu maupun masyarakat hilir dimana masyarakat hulu masyarakatnya ketergantungan hidup pada tambang dan angkutan.

Sementara, masyarakat hilir seperti Parungpanjang yang mayoritas kehidupannya tidak ketergantungan dengan angkutan. Karena sudah banyak perumahan-perumahan di Parungpanjang, para pendatang.

“Yang pertama terjadinya penumpukan kendaraan dan menimbulkan kemacetan, karena pemerintah Kabupaten Bogor tidak menyiapkan fasilitas atau parkir untuk kendaraan barang khusus tambang.  Harusnya sebelum mengeluarkan produk hukum itu dikaji dulu atau diuji coba, contoh siapkan kantong parkir baik di hulu maupun di hilir,” bebernya.

Kata dia, dampaknya saat ini terhadap masyarakat itu sendiri, terlebih masyarakat yang berdekatan dengan tambang yang perlu diingat dampak sisi ekonominya.

“Bupati punya tanggung jawab moral, baik di dunia maupun di akhirat dan setiap perbuatannya dimintai pertanggung jawaban,” katanya.

Dia  menyayangkan, tidak adanya sosialisasi terlebih dahulu terbitnya Perbup baru dari Bupati Bogor melalui Dishub, baik melalui kepolisian maupun kecamatan. Padahal kata dia, PAD truk tambang sangat begitu besar.

“Harusnya pikirkan dulu, jangan langsung mengambil keputusan sepihak, apa sih istimewanya masyarakat Parungpanjang?. Kalau kita bicara pendapatan daerah tentu saja dari kami, dari pajak mobil pendapatan kendaraan khusus tambang,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Bupati dan instansi terkait untuk kembalikan ke-Perbup nomor 120 tahun 2021, artinya angkutan tambang yang tidak bermuatan dari Tangerang ke Cigudeg itu bisa melintas, dan angkutan tambang yang sumbu dua, engkel dan colt diesel dapat melintas seperti Perbup 120 Kabupaten Bogor dan Perbup nomor 47 tahun 2018 Kabupaten Tangerang.

“Perbup Bogor ini menyesuaikan Perbup Tangerang, di Perbup Tangerang, sumbu dua bisa melintas begitu juga sumbu tiga yang tidak ada muatannya diperbolehkan melintas, tidak ada larangan. Tapi kenapa Perbup yang baru nomor 56 ini, yang kosong dilarang yang isian sumbu dua tidak boleh juga melintas. Oke yang sumbu tiga setuju itu kita tidak permasalahan, tapi siapkan dulu kantong-kantong parkirnya dong,” pungkasnya.

** (andres)

Pilkada Masuk dalam Pembahasan Raker RYC

0

Boionggede | Jurnal Bogor
Rachmat Yasin Center (RYC) menggelar rapat kerja (raker) V Tahun 2023 di lokasi Aula Bilabong – Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu, (26/11/2023).

Dalam raker RYC V tahun 2023, lembaga studi ini membahas beberapa hal, mulai dari persiapan Pemilu 2024, baik itu pilkada maupun pileg.

Ketua panitia pelaksana Raker RYC V tahun 2023 Ade Yusuf menuturkan, kegiatan ini diadakan untuk mengoptimalkan organisasi atau lembaga studi ini.

Terlebih, RYC sudah hampir setahun tidak melaksanakan raker, sementara organisasi harus berjalan.

“Organisasi harus tetap jalan, termasuk melakukan penyegaran pengurus. Kita juga sudah lama gak kumpul-kumpul sama pengurus,” Ade Yusuf kepada wartawan.

Di sisi lain, jelang Pemilu 2024, khususnya Pilkada Kabupaten Bogor, RYC harus punya sikap dan arah politiknya.

“Dalam raker inilah kita menyatukan langkah dari komando dewan pendiri,” ujar Ade.

Maka dari itu, dalam raker ini beberapa aspirasi akan dicatat sebelum diserahkan kepada dewan pendiri.

Ade juga menyebut, ada tiga sidang pleno yang dibahas dalam rapat RYC, pertama soal pelaksanaan pilkada.

“Untuk pleno ini kita undang Bawaslu untuk menjelaskan soal pelaksanaan dan pelanggaran pilkada, agar teman-teman RYC paham,” terang Ade.

Selanjutnya pleno kedua yang membahas soal internal atau komposisi serta struktur pengurus baru RYC.

“Tapi, pada raker ini kita tidak memilih ketua atau direktur eksekutif RYC. Kita hanya mengusulkan ke dewan pendiri saja. Sementara, yang menentukan dewan pendiri,” terang Ade.

Selain itu, dalam raker dibahas soal perubahan nomenklatur, dari yang sebelumnya koordinator wilayah menjadi direktur wilayah.

“Direktur wilayah ini ada di setiap dapil, dan masuk dalam struktur RYC pusat,” imbuhnya.

(Asep Syahmid)

Antisipasi Bencana, Keltana dan FPRB Lakukan Konsolidasi dan Peningkatan Kapasitas

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Bogor menggelar konsolidasi dan peningkatan kapasitas di Sekolah Alam, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (26/11/2023). Upaya ini untuk mengantisipasi bencana yang kerap terjadi seperti banjir, banjir lintasan, angin puting beliung dan longsor.

“Bencana di Kota Bogor sangat mengintai sekali, kita konsolidasi dengan kelurahan-kelurahan agar solid. Dimana mereka selalu siap dalam menghadapi bencana,” kata Ketua FPRB Kota Bogor Aldilah Rahman.

Ketika ada bencana, Keltana kata Aldi, sebelum ada bantuan dari luar mereka harus siap menghadapi bencana yang kapan saja bisa datang. “Kalau warga masyarakatnya sudah mempunyai kesiapsiagaan, insya Allah bencana itu walaupun datang bisa diantisipasi dan berdampak lebih besar,” ungkapnya.

Keltana dan FPRB diharapkan Aldi memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya lingkungan sekitar terutama dalam mengedukasi masyarakat dalam menghadapi bencana dan hal-hal penting kesiapsiaagaan bencana.

“Mereka telah menyusun program dan melakukan simulasi-simulasi kebencanaan. Kalau terjadi bencana seperti apa langkahnya. Jadi komunikasi dengan masyarakat itu sudah sinkron dan mereka sudah langsung paham pembagian tugasnya siapa yang mengurus ini mengurus itu. Jadi ketika ada bencana mereka sudah tidak panik lagi,” kata Aldi.

“Jadi harus siap menghadapi bencana, dan kita selalu menguatkan pengurus Keltana dengan memberikan contoh kepada masyarakat. Kami di FPRB juga menampung aspirasi Keltana untuk mengurangi risiko bencana,” kata Aldi.

Di Kota Bogor dari 58 kelurahan, sudah ada 23 Keltana dan terbentuk sejak 2016. Sedangkan FPRB dibentuk 2019 dengan harapan semua unsur masyarakat bekerjasama. Pasalnya, bencana rata-rata menimbulkan korban karena kesiapsiagaan yang minim dan kurang paham alurnya.

Menurutnya, FPRB bekerja sebelum bencana dengan melakukan kapasitas kesiapsiagaan. Sebagai contoh di Gunung Batu ketika terjadi longsor dikaji bersama. Persoalan ini dibawa ke Musrenbang agar daerah tersebut diberi penindakan.

“Ujung tombak itu ada di wilayah atau kelurahan. Nah, jika mereka sudah punya sistem baik dalam kebencanaan risiko bencana itu bisa dikurangi. FPRB juga mensupport, misal mengusulkan logistik dan di FPRB semua unsur ada. Informasi dari kelurahan dan forum melakukan pencegahan, mencari bantuan-bantuan dan lain sebagainya,” tandas Aldi.

(asepsayyev)

BBPMKP Kementan Raih Predikat Lembaga Informatif Dalam KIP 2023

0

Bogor | Jurnal Bogor
Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian berhasil meraih predikat lembaga informatif dalam kompetisi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) lingkup Kementerian Pertanian tahun 2023.

Pemberian predikat tersebut diraih BBPMKP setelah berkompetisi dengan Unit Kerja Eselon II lainnya lingkup Kementerian Pertanian dalam pengisian Self Assessment Questtionnare (SAQ) berkaitan dengan Keterbukaan Informasi Publik.

Keterbukaan informasi publik merupakan salah satu prinsip akuntabilitas dan transparansi lembaga yang mendorong suatu lembaga publik membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lembaga. Terwujudnya keterbukaan informasi di seluruh badan publik merupakan elemen penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa wajib hukumnya untuk insan BPPSDMP berjuang melakukan keterbukaan informasi publik dengan transparan.

Setelah meraih predikat informatif, tahap berikutnya dalam kompetisi KIP yaitu visitasi dan wawancara untuk mendapatkan peringkat terbaik badan publik dalam penyelenggaraan keterbukaan informasi publik di lingkup Kementan.

Wahyu Indarto, S.Sos, Ketua Tim Kerja Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik Kementerian Pertanian mengungkapkan dalam kompetisi KIP tahun ini aspek yang dinilai bukan hanya inovasi tetapi juga sistem.

“Tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya, kami bukan saja menilai inovasi tetapi juga sistem dalam penyelenggaraan KIP”, ungkap Wahyu dalam kesempatan visitasi dan wawancara KIP di BBPMKP beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian, Yusral Tahir mengatakan lembaganya terus berkomitmen untuk mendukung keterbukaan informasi publik.

“Kami mendukung penuh Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan BBPMKP melalui penyediaan anggaran, sarana dan prasarana pendukung, sumberdaya manusia yang kompeten, serta pengelolaan pelayanan informasi publik yang cepat, mudah, dan transparan sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik”, jelas Yusral

Yusral melanjutkan, upaya-upaya yang telah dilakukan lembaganya dalam mendukung KIP

 “Kami memberlakukan sistem reward dan punishment bagi petugas dan pemohon informasi, tak lupa juga kami selalu meng upgrade inovasi kami agar pelaksanaan KIP di sini berkualitas”, lanjut Yusral

Salah satu juri KIP yang hadir dalam visitasi dan wawancara, Astrid Debora Meliala, mengapresiasi penyelenggaraan KIP di BBPMKP

“Saya sangat apresiasi dengan BBPMKP karena mampu bertahan sejauh ini, selalu masuk kategori informatif dan mengkuti tahap dua di tengah persaingan UK/UPT yang baru bermunculan”, kata Astrid.

Kegiatan visitasi dan wawancara dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman pimpinan UK/UP dalam mendukung KIP di unit kerjanya.

(Nita/BBPMKP)

Hari Guru Nasional, Siswa dan Orangtua Murid SDIT Aliya Beri Kejutan

0

jurnalinapirasi.co.id- Pada hari istimewa bagi para pendidik yakni Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November 2023 Komite Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Aliya membangun generasi yang sehat dan hebat.

Liza selaku ketua panitia kegiatan yang sekaligus orang tua murid Liza mengatakan, kegiatan tersebut dikemas dengan mengusung konsep pemberian bingkisan berupa makanan sehat.

Kata Liza, para orang tua murid memberikan bingkisan untuk sarapan para guru yakni bubur kacang ijo, lalu untuk minumannya jamu-jamuan seperti kunyit asam.

Selain itu untuk mendorong kesehatan para guru, orang tua murid juga berikan bingkisan berupa madu, tepung-tepung untuk pengganti terigu kemudian ada juga beberapa sumbangan dari orang tua siswa.

“Jadi ini semua dari orang tua siswa SDIT Aliya,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada perlombaan dalam kegiatan tersebut, tetapi memang para orang tua memberikan give untuk guru berupa medali. “Jadi, biasanya mengalungkan guru kepada kepada anak sekarang siswa mengalungkan kepada guru,” ungkapnya.

Kemudian para orang tua juga memberikan bingkisan dan kumpulan ucapan-ucapan hari guru dari para siswa kemudian di pamerkan dilapangan.

“Kegiatan hari ini aja, untuk hari guru nasional pasti kita akan memberikan sesuatu yang spesial. tahun sebelumnya juga seperti ini,” tuturnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut bisa dilaksanakan setiap tahun, untuk memotivasi para guru dalam mendidik anak didiknya.

“Tadi saya liat ekspresi dari guru-guru begitu senang, saat diberikan kejutan dan bingkisan dan anak-anakpun semakin menghormati dan menghargai guru,” jelasnya.

Menurutnya, apabila anak-anak cenderung sendiri memberikan sesuatu kepada gurunya. “Kalau kami lebih memberikan karya surat, puisli, dan gambar yang nantinya setelah dipamerkan akan kita berikan ke gurunya masing-masing,” pungkasnya.* Fredy Kristianto