24.6 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 465

Kunjungi Petani Milenial Pasuruan, Kementan Sampaikan 3 Elemen Utama Syarat Keberhasilan Petani Muda

0

Pasuruan | Jurnal Bogor

Menutup rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi mengunjungi lahan pertanian milik, Gani Arista, Petani Milenial yang telah menerapkan metode Smart Green House, Selasa (26/9).

Gani Arista merupakan Petani Milenial binaan program Youth Entrepreneur Support Services (YESS), yang menggeluti pertanian dengan komoditas utama selada keriting dan selada pawetonan.

Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) adalah program kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD).

Program YESS dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian.

Melalui Program YESS, Kementerian Pertanian menciptakan wirausaha milenial yang tangguh dan berkualitas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau para petani milenial untuk memperluas jejaring untuk memperluas pasar.

“Para petani milenial harus mengubah mindset. Kalian tidak boleh hanya sebatas meningkatkan produksi, tetapi juga harus mulai memikirkan agribisnis dan hilirisasi. Pertanian itu menjanjikan dan bisa menjadi masa depan buat anak-anak muda,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, saat berkunjung ke lahan pertanian milik Gani Arista menyampaikan, peluang untuk menggenjot produktivitas dan memenuhi kebutuhan pasar sangat mungkin dilakukan.

“Kuota pemasaran nya tidak masalah, berarti tinggal tingkat kan produktivitas dan cari offtakers serta buka pasar yang lebih luas,” kata Dedi.

Agribisnis yang ditekuni oleh Gani memang belum sepenuhnya hasil olahan sendiri. Maka dari itu, Dedi menyampaikan beberapa pesan agar lahan pertanian milik Gani dapat berkembang dengan pesat.

“Saya sudah sampaikan tadi ke Gani, 3 kunci peningkatan produktivitas dan produksi, yaitu Benih, Nutrisi tanaman, dan Pemasaran,” tegas Dedi.

Menurut Dedi, 3 elemen penting ini harus segera di implementasi, di realisasikan, dan wajib dikuasai oleh Gani agar usaha nya dapat berkembang cepat dan pesat.

**bbpmkp

Keberadaan Pelaku Penganiaya RS Terendus Polisi

0

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota telah memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa penganiayaan berat yang menyebabkan Rindhy Septiani alias RS (21) meninggal dunia di Perumahan Bumi Kencana Permai, Kecamatan Tanah Sareal.

“Kami sudah periksa delapan orang saksi,” ujar Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila kepada wartawan, Selasa (26/9).

Menurut dia, polisi telah mengendus keberadaan terduga pelaku. Kendati demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan ke publik lantaran khawatir pelaku lolos dari pengejaran petugas.

“Jadi personel masih di lapangan untuk melakukan pengejaran. Petunjuk sudah kami dapatkan, untuk kepentingan penyidikan mohon maaf belum dapat disampaikan,” bebernya.

Kata dia, polisi tidak ingin berasumsi terkait sejumlah foto terduga pelaku yang hingga kini viral di media sosial (Medsos) termasuk soal hubungan terduga pelaku dengan korban.

Sebab, sambung Rizka, keterangan pasti bisa diperoleh dan disampaikan setelah pelaku berhasil tertangkap dan memberikan keterangan.

Polisi pun mewanti-wanti masyarakat khususnya yang aktif menggunakan medsos agar tidak cepat menyimpulkan hingga menggiring opini publik.

“Untuk informasi yang didapat dari sumber yang belum dapat dipastikan kebenarannya, hendaknya masyarakat lebih selektif untuk menshare ke khalayak umum,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, digemparkan dengan penemuan sosok wanita muda dengan kondisi bersimbah darah akibat adanya luka sabetan senjata tajam (sajam) di sejumlah bagian tubuh pada Sabtu (22/9).* Fredy Kristianto

Duh, Anggaran Kota Bogor Defisit Rp116 M

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran DPRD tengah mematangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023.

Berdasarkan hasil rapat internal Banggar DPRD, diketahui bahwa keuangan Kota Bogor masih belum balance. Pasalnya, masih terdapat defisit hingga Rp116 miliar.

Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengatakan, berdasarkan hasil rapat internal Banggar diketahui terdapat penambahan belanja Pemkot Bogor, sehingga menyebabkan tidak balance-nya anggaran.

“Ada penambahan bahan belanja anggarannya sehingga nggak balance. Defisit masih Rp116 miliar,” ujar Rusli kepada wartawan, Selasa (26/9).

Rusli menegaskan bahwa defisit terjadi lantaran adanya persoalan selisih Silpa yang diasumsikan Pemkot Bogor dengan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun anggaran 2022.

“Kami mengacu pada hasil pemeriksaan BPK. Sehingga harus diselaraskan dengan TAPD. Insya Allah Kamis (28/9) akan dibedah bersama TAPD,” ucap politisi Golkar ini.

Saat disinggung secara spesifik mengenai penambahan belanja Pemkot Bogor. Rusli mengaku belum mengetahui lantaran TAPD belum menyerahkan secara rinci kepada Banggar.

“Kami terima kasih dalam kondisi global belum ada rincian, termasuk juga soal rencana kegiatan Inagurasi dan Munaslub APEKSI. Sebab, berdasarkan informasi anggarannya disebar di dinas. Makanya nanti akan dibahas lagi dengan TAPD,” katanya.

Atas dasar itu, kata Rusli, perlu adanya berakdown anggaran bersama TAPD, agar rincian belanja dapat seluruhnya terlihat. “APBD-P harus sudah diketuk akhir September,” tegasnya.

Rusli menilai bahwa sah-sah saja Pemkot Bogor menyelenggarakan Inagurasi dan Munaslub APEKSI serta kegiatan lainnya. Dengan catatan kondisi keuangan sedang berlebih, dan tidak dalam kondisi defisit seperti saat ini.

“Kalau uangnya ada sebenarnya nggak masalah. Persoalannya ada nggak duitnya, alangkah lebih elok ya bila kegiatan itu dilaksanakan tetapi anggaran bersumber dari CSR atau sponsorship,” ucapnya.

Lebih lanjut, sambung Rusli, yang terpenting adalah di akhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya harus ada program yang berpihak kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Denny Mulyadi membantah bila keuangan Kota Bogor sedang defisit. “Nggak ada defisit, sekarang sedang harmonisasi anggaran,” katanya singkat.* Fredy Kristianto

PPIB Diminta Transparan Soal Dana Hibah

0

jurnalinspirasi.co.id – Pergantian Ketua Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) Bogor pada 20 September lalu menuai sorotan. Hal itu lantaran tak semua ormas Islam mendapat undangan pada proses tersebut.

Kepada wartawan, Sekretaris DPC Syarikat Islam Kota Bogor Firdaus mengatakan bahwa dalam 10 tahun terkait pengelolaan PPIB akan berakhir. Kemudian di zaman kepemimpinan Diani Budiarto dikeluarka Perwali nomor 27 tahun 2013 dan regulasi itu mengikat sebagai landasan hukum buat lembaga tersebut.

Namun, sambung dia, berdasarkan informasi mekanisme kepengurusan akan dijalankan tidak melalui mekanisme perwali lagi, tetapi dengan pemilihan dan mengundang elemen organisasi Islam.

“Sebagai masyarakat patutlah mengetahui terkait mekanisme kepengurusan PPIB, menggunakan perwalian ataupun dengan mekanisme pemilihan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam mengembangkan potensi serta pengelolaan PPIB harus transfaran, sebab setiap tahun untuk pengelolaanya setiap tahun diguyur dana hibah yang notabenenya adalah uang rakyat.

Ia berpesan, agar jangan sampai terjadi pengondisian dalam menentukan pengelola PPIB, dan perlu juga pertanggung jawaban pengunaan dana hibah yang selama ini digunakan.

“Apakah dana hibah ini sudah digunakan secara maksimal dalam mengembangan PPIB yang menjadi aset umat islam ini. Dan itu perlu di sampaikan secara terbuka hingga dapat dipahami oleh elemen masyarakat dan organisasi Islam Kota Bogor,” imbuh dia.

Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan supaya tidak terjadi fitnah atau penyelewengan anggaran yang dapat merugikan pemerintah dan masyarakat Kota Bogor itu sendiri.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat, bahkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti kejaksaan ataupun organisasi islan dalam memantau perkembangan PPIB demi kebaikan bersama.

Ia menilai, masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengapa dalam pengelolaan PPIB kedepan tidak dijalankan dengan Perwali lagi. Dan itu harus jawab oleh Pemkot Bogor.

“Perlu perhatian khusus Wali Kota terkiat PPIB ini, semoga masyarakat mendapat pencerahan dalam memajukan peran aktif kepedulian bersama, dan semoga PPIB berdampak positif bagi seluruh organisasi Islam Kota Bogor,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Sekolah Negeri Jadi Prioritas di Musrembangdes Desa Nambo

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor mengadakan Musrenbangdes untuk penyusunan RKPDes Tahun 2024, Selasa (26/9/23). Kebutuhan sekolah negeri menjadi usulan prioritas pada musrenbangdes tersebut.

Sekcam Klapanunggal Galuh menjelaskan, musrembangdes ini memang untuk menampung usulan dari masyarakat Desa Nambo. Masyarakat diminta aktif untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhannya, baik untuk pembangunan, peningkatan kapasitas, maupun pelatihan-pelatihan.

“Saya masih berharap ada pembangunan sekolah, baik SMP negeri maupun SMA negeri. Mengingat, kebutuhan sekolah negeri untuk Kecamatan Klapanunggal masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Galuh kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Galuh menyampaikan, anggaran saat ini pastinya akan difokuskan untuk persiapan Pemilu, Pilpres dan Pilkada serta Pileg. Apalagi, untuk Kecamatan Kecamatan Klapanunggal saat ini sudah masuk dalam wilayah Dapil 2.

” Tapi kita harus tetap optimis untuk terus mengusulkan pembangunan sekalipun belum terealisasi saat ini, tapi harus tetap diusulkan,” cetusnya.

Sementara, Kepala Desa Nambo Nanang menyatakan keinginannya sangat banyak tetapi apa yang menjadi kebutuhan prioritas sesuai kemampuan anggaran desa dan ada kerjasama stakeholder yang tertuang dalam RKPDes ini.

” Setiap usulan, terutama untuk kebutuhan pembangunan yang memang sudah diprogram, berdasarkan prioritas dalam peningkatan bidang kesejahteraan dengan menunjang fasilitas perekonomian, infrastruktur jalan, dan peningkatan fungsi Bumdes, salah satunya misal pengelolaan sampah berbasis masyarakat untuk menunjang ekonomi masyarakat,” paparnya.

Ada pun pembangunan yang tidak tercover dalam APBDes, sambung Nanang, akan diusulkan ke Musrenbang Kecamatan agar difasilitasi Pemkab mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawabannya.

” Mudah-mudahan kesepakatan yang diprogramkan kegiatan tahun 2024 dapat berjalan dengan baik lancar dan sukses untuk masyarakat Desa Nambo, ” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan Musrembangdes tersebut, Sekretaris Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni, Kades Nambo Nanang, pendamping desa, Babinsa dan Bhabinmas, Ketua BPD, PKK serta pemuda dan tokoh masyarakat.

** Nay Nur’ain

Atlet PPOPM Wajib Ikuti Kejurnas Kemenpora

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sekdispora Kabupaten Bogor H Hendarsah mengatakan parameter perkembangan atlet binaan PPOPM akan terlihat ketika ikut dalam Kejurnas Antar PPOP / SKO yang jadi kalender Kemenpora.

Untuk itu, kata Hendarsah, ia akan memperjuangkan pada tahun 2024 mendatang semua cabor yang ada di PPOPM bisa ikut dalam event Kejurnas antar PPOP atau SKO.

” Bagaimana kita akan tahu perkembangan kemampuan para atlet binaan PPOPM kalau mereka sendiri tidak berlaga pada event resmi yang jadi kalender Kemenpora tiap tahun,” tegas Hendarsah, Selasa, 26 September 2023.

Hendarsah menegaskan, pihaknya akan memperjuangkan dan meyakinkan kepada TAPD atau stakholder Pemkab Bogor untuk alokasi anggaran PPOPM untuk ikut kejurnas yang jadi kalender Kemenpora.

Intinya, sambung Hendarsah, pada tahun 2024 dan seterusnya semua cabor akan diberangkatkan untuk ikut Kejurnas antar PPOP / SKO.

” Bagaimana kami akan tahu kualitas mental bertanding, fisik, skill dan kualitas teknik para atlet PPOPM kalau mereka tidak bertanding dalam event secara resmi,” paparnya.

** asep syahmid

Musrenbangdes Desa Nagrak, Ini Prioritas Usulannya

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Pemerintahan Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) guna Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2024 di aula kantor Desa Nagrak, Senin (25/09/23).

Musrembangdes yang dipimpin langsung oleh Kaur Keuangan Sardi Syahrudin secara garis besar membahas tiga materi yakni pembahasan rancangan RKPDes tahun 2024, peningkatan prioritas kegiatan perbidang dan penyepakatan Rancangan RKPDes  Tahun 2024.                     

Sementara Kepala Desa Nagrak H. Agus Sahrudin menyatakan rasa syukur dengan berjalannya Musrenbangdes yang berjalan dengan sukses tanpa ekses, terutama sesi diskusi yang cukup hidup, dari berbagai usulan yang diajukan oleh masyarakat.

” Beberapa usulan prioritas yakni pembangunan posyandu dan anggaran untuk kadernya. Tadi pun saya sampaikan yang terpenting  bentuk  dulu posyandunya, baik itu posyandu untuk anak dan posyandu untuk lansia. Jadi tahun 2024 kita anggarkan dana operasional posyandu dan pembangunan fisik tempatnya,” ungkap Agus kepada Jurnal Bogor.

Untuk saat ini, sambung Agus, posyandu yang sudah terbentuk di wilayah Kota Wisata ada 3, yaitu di wilayah cluster Kyoto dan Amerika. Kades Agus pun berharap, para kader posyandu harus ber-KTP Desa Nagrak dan pada tahun 2024 bisa dianggarkan untuk bangunan fisik.

“Saat ini masih sedang menunggu status fasum-fasos, yang sampai saat ini belum diserahkan ke Pemda oleh pihak pengembang,” cetus Agus.

Sementara prioritas lain ialah pembangunan drainase dan jalan lingkungan. Dia meminta agar warga tidak keberatan jalan lingkungannya dicor atau dipaving blok. Begitupun untuk persoalan penerangan jalan. Pemdes akan melakukan penerangan jalan desa dan untuk jalan lingkungan agar diatur oleh Kadus setempat.

” Mudah-mudahan apa yang disepakati dalam RKPDes Tahun 2024 dapat berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat khususnya warga Desa Nagrak, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Halimatussadiyah Apresiasi Ruang Kerja TP PKK Desa Wanaherang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Ketua TP PKK Kabupaten Bogor Halimatussadiyah Iwan mengunjungi Kantor Desa Wanaherang, sekaligus melaksanakan peresmian gedung Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Wanaherang, Senin (25/09/23).

Halimatussadiyah Iwan menyampaikan, dengan diresmikannya gedung tersebut dapat menumbuhkan semangat dan motivasi bagi PKK di Desa Wanaherang.

Istri dari Bupati Bogor Iwan Setiawan itu pun menyebutkan, bahwa Kantor PKK Desa Wanaherang adalah salah satu Kantor PKK yang paling besar di Kabupaten Bogor.

” Ini memang salah satu Kantor PKK yang cukup besar, saya mengapresiasi kepada Kepala Desa Wanaherang yang telah memberikan fasilitas untuk para kader PKK,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Halimatussadiyah Iwan juga mengapresiasi ketahanan pangan Desa Wanaherang.

“Ketahanan Pangan Desa Wanaherang Cukup bagus, saya titip program ketahanan pangan di Desa Wanaherang kepada pak kades,” ungkapnya.

Sementara Ketua TP PKK Desa Wanaherang Tiktik Santika Budiati menyampaikan bahwa ruangan PKK Desa Wanaherang di Kecamatan Gunung Putri memang paling besar.

“Ya memang ruangannya nyaman dan besar, awalnya ini adalah ruangan kepala desa, namun ditukar dengan PKK. Dan Alhamdulillah sekarang sudah bagus dan diresmikan,” jelasnya.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada tim penilai, semoga bisa mendapatkan nilai terbaik untuk TP PKK Desa Wanaherang.

Selanjutnya Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Putri Eti Hayati Wahidin mengungkapkan hal senada terkait kenyamanan dan fasilitas kantor PKK di Desa Wanaherang.

“Memang kantor Desa PKK Desa Wanaherang paling besar dan bagus, dibandingkan dengan desa-desa yang lain di Kecamatan Gunung Putri. Dan mungkin penilaian Ketua TP PKK Kabupaten Bogor pun sama, tidak sebesar seperti di Desa Wanaherang, ini menjadi kebanggaan tersendiri, dan menurut saya top banget,” ungkapnya.

Eti juga berharap Desa Wanaherang masuk 8 besar lomba 10 Program PKK Desa diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Alhamdulillah sebelum adanya recheking ini kan sudah dilakukan monev di 40 kecamatan, dan alhamdulillah Desa Wanaherang masuk di 8 besar, dan mudah-mudahan setelah acara ini walaupun tidak juara 1 dan 2, minimal kita mendapatkan 3, akan tetapi apapun hasilnya nanti kita tetap bersyukur. Alhamdulillah dengan hasil kerja keras para PKK desa dan kecamatan bisa saling berkolaborasi dan saling berkerjasama,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Kunjungi BPP Beji Pasuruan, Kementan Ajak Genjot Produktivitas Pertanian dengan Rabigabah dan Smart Farming

0

Pasuruan | Jurnal Bogor
Peningkatan produktivitas pertanian harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengajak petani untuk menerapkan rabigabah dan smart farming.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPSDMP saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Beji, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (26/9/2023).

Kunjungan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kepala BBPP Batu dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, memastikan perkembangan varietas-varietas tanaman unggul harus terus dilakukan dari waktu ke waktu. Hasilnya, Indonesia mampu menjadi salah satu negara pertanian kuat di dunia yang memiliki ketahanan pangan berkualitas dan berkelanjutan.

Syahrul menambahkan, faktor pendorong dari keberhasilan ini adalah hadirnya teknologi dan sistem pertanian mumpuni, serta kemampuan SDM pertanian unggul di seluruh Indonesia.

“Teknologi yang berkembang saat ini telah membuat Indonesia memiliki varietas unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan yang ada. Saya mendapatkan banyak masukan dari apa yang kita lihat hari ini sebagai salah satu tantangan besar, terutama dalam menghadapi kekeringan. Oleh karena itu varietas-varietas tanaman pangan kita sudah menunjukkan kemajuan yang luar biasa karena hasilnya, misal padi bisa rata rata di atas 10 ton bahkan ada yang 14 ton per ha,” sebut Syahrul.

Tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menggenjot ekspor. Hal ini dijelaskan oleh Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dihadapan 50 orang penyuluh pertanian, petani, dan petani milenial di BPP Beji.

Untuk menggenjot produktivitas pertanian, Dedi menganjurkan kepada petani untuk mengaplikasikan panca usahatani atau yang dikenal juga dengan rabigabah yakni rabuk/ pupuk, benih tepat, garapan atau lahan olahan, pengairan, dan penanganan hama.

Namun harus ditambah agar menjadi rabigabah plus smart farming. Yakni dengan pemanfaatan alsintan yang menghemat biaya 40 sampai 60%, pemanfaatan IoT serta varietas unggul yang bisa menghasilkan banyak cuan.

Dedi juga mengatakan insan pertanian harus meningkatkan keunggulan komparatif, itu yang harus digenjot. Kabupaten Pasuruan mempunyai keunggulan komparatif yang bisa diolah dengan cara cerdas. Salah satunya dengan menggunakan smart farming.

“Smart farming adalah pertanian cerdas, yang dilakukan orang cerdas dan cara cerdas serta menggunakan varietas tinggi bermutu. Manfaatkan alsintan utk mempercepat proses produksi, dan manfaatkan IoT yang lebih praktis, mudah dan cepat,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, sebaik-baiknya petani adalah petani yang mengimplementasikan rabigabah plus smart farming dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Petani di Indonesia telah membuktikan menghasilkan pertanian yang baik, bukan hanya menyediakan pangan, tapi juga sandang dan papan.

“Saya yakin jika pangan aman di Pasuruan, maka di Jawa Timur juga aman, tentu di Indonesia juga aman,”pungkas Dedi Nursyamsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri, mengucapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan motivasi dari Kepala BPPSDMP.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan motivasi Bapak Kepala Badan PPSDMP ke BPP Beji, dan juga program-program yang diluncurkan seperti YESS. Pada tahun 2025 kami akan mereplikasikan program tersebut dan menyesuaikan dengan rencana strategis yang telah kami susun,” ujar Lilik.

Kabupaten Pasuruan mempunyai 24 BPP, 120 SDM yang terdiri dari penyuluh pertanian PNS 56 orang dan P3K sebanyak 64 orang. Sedangkan total Gapoktan berjumlah 365 di 365 desa yang tersebar di Pasuruan.

Sementara dari total 24 BPP, 18 diantaranya menjadi BDSP (Business Development Service Providers) dan dari 15 Pusat Pelatihan Pertanian di Perdesaan Swadaya (P4S) 3 diantaranya, menjadi BDSP Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services).

** bbpmkp

Maksimalkan Sanitasi, Pemdes Pasirangin Deklarasi ODF

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 
Pemerintah Desa Pasirangin menggelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF), dalam upaya penerapan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) di aula kantor desa, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (26/9/23).

Kepala Desa Pasirangin Ismail HS memaparkan tentang pentingnya sosialisasi ODF atau buang air besar sembarangan.

” Pada hari ini kami mengadakan Deklarasi Desa ODF sebagai pemaksimalan sanitasi,” ucap Ismail kepada Jurnal Bogor.

“Secara umum kondisi Desa Pasirangin sendiri ada beberapa warga yang tentunya tidak memiliki septictank yang menjadi keprihatinan kami. Jadi Pemdes Pasirangin melakukan beberapa langkah-langkah atau terobosan untuk bekerja sama dengan tim tenaga kesehatan yang ada di Desa Pasirangin,” tambahnya.

Ismail menyebut, Pemdes akan melakukan perbaikan dan meminta kepada masyarakat Desa Pasirangin untuk meningkatkan pola hidup sehat dan mempertahankan ODF di wilayah Desa Pasirangin.

“Kita akan lakukan perbaikan terutama dalam sanitasi masyarakat yang menggunakan septictank umum atau septictank individual,” cetusnya.

Sementara Deklarasi ODF dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor diwakili dr Intan Widyawati, Ketua Forum Sehat Kabupaten Bogor Memu, Muspika Kecamatan Cileungsi, instansi Kecamatan Cileungsi, Ketua DPD, Ketua LPM, dan para sesepuh Desa Pasirangin.

** Nay Nur’ain