24.6 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 464

Kunjungi Bangkir Farm, Kementan Bagikan Kiat Bangun Agribisnis Kokoh

0

Semarang | Jurnal Bogor
Disela sela kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, berkesempatan mengunjungi area petenakan Bangkir Farm, di Kabupaten Semarang, Kamis (29/9) dengan komoditas Ayam KUB.

Bangkir Farm dimiliki oleh petani milenial Semarang, Muhammad Riski Kurniawan yang merupakan alumni Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) YOMA yang juga Young Ambassador Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian saat ini sudah menjadi bisnis bersifat global, dan kolaborasi menjadi kata kunci bisnis pertanian masa kini.

“Kolaborasi menjadi kata kunci model bisnis pertanian. Kita sudah tidak bicara wilayah, seperti Jawa, Sulawesi atau Kalimantan, tapi global. Jadi sangat penting konektivitas antar kalian (petani muda) untuk membangun ekosistem,” kata Syahrul

Syahrul menambahkan, kunci sukses selain memperluas jejaring, manfaatkan teknologi dan fokus pada satu komoditas.

“Dan fokus kalian harus pada suatu komoditas, tekuni sampai berhasil,” tegas Syahrul.

Bangkir Farm merupakan peternakan ayam KUB yang berfokus pada pembibitan doc ayam kub, pembesaran potong, indukan ayam kub dan telur.

Ayam Kampung Unggul merupakan ayam kampung hasil seleksi genetik hasil persilangan antara sesama ayam kampung.

Saat kunjungan Dedi bertanya jawab secara langsung dilokasi kandang ayam Bangkir Farm, mulai dari awal mula Riski mengembangkan usahanya, macam produk dan dimana dipasarkan.

Riski menjelaskan awal dari pengembangan peternakan ayam nya untuk DOC membeli dulu kemudian dikembangakan sendiri

“Setahun KUB petelur dapat memproduksi telur 180 Setelah dua tahun menjadi ayam pedaging jelas Riski.

Pakan yang dipasok dari petani dengan jenis jagung ,dedak halus dari penggilingan padi dalam proses nya Riski mendapat dukungan dari Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP).

Ia juga menjelaskan dua jenis ayam KUB dan yang membedakan adalah kemampuan produksi telur untuk KUB satu 180 butir pertahun, KUB dua sampai 200 butir. 

Riski menjelaskan juga bahwa pilek adalah penyakit yang biasa menjangkiti ayam KUB di peternakan ini, cara mengatasi nya dengan mengisolasi ayam yang sakit terpisah dengan yang lainnya.

Setelah berkeliling dan bertanya langsung pada Riski, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi memberi arahan sekaligus membagikan kiat kiat membangun agribisnis.

“Potensi KUB ini luar biasa, karena kualitasnya dan tingkat pertumbuhan lebih tinggi.dan sebagai petani milenial harus berorientasi Agribisnis, bangun usaha dengan skala bisnis yang berorientasi profit,” ujar Dedi.

Untuk membangun agribisnis beberapa kiat yang dapat dia sarankan. “Bibit, di sini Riski bersama asosiasi sudah menguasai pembibitan, kalian harus menguasai dari mulai memilah bibit unggul sampai pengembang biakan, jangan tergantung dengan orang lain, kalau asosiasi adalah mitra kita,” jelas Dedi.

Nutrisi untuk peternakan harus dikuasai, jangan tergantung dengan orang lain, tadi disebutkan kesulitan pengadaan jagung, kalo memungkinkan tanam jagung, kalau tidak bisa tanam sendiri, kerjasama dengan petani jagung, rangkul ajak kerjasama.

“Untuk tepung ikan kerjasama dengan petani nelayan yang memproduksi ajak kerjasama,” tambahnya.

Ketiga pengendalian penyakit, makanya saya tadi tanya apa yang sering menjadi penyakit yang biasa terjadi harus pahami, kuasai dan kendalikan

“Dan yang terakhir adalah pemasaran, kuncinya adalah banyak teman perluas jaringan, bangun kerjasama seluas luasnya,” pesan Dedi.

“Saya sangat senang dapat berkunjung kesini, dengan produk dari DOC, Pedaging dan Pupuk, dari diversikasi usaha yang dia (Riski) punya, bersama assosiasi saya yakin usahanya akan berkembang dengan baik tandas,” Dedi.

Pada kunjungan ini Kepala BPPSDMP didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, dan Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi, Yusral Tahir.

** bbpmkp

Turun Langsung Datangi Korban Bencana, Agus Salim Akan Tindaklanjuti ke Dinas Terkait

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Komisi IV, Agus Salim mendatangi rumah korban bencana alam, Rohanah di Cilebut Timur RT 01 RW 05, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (28/9/2023).

Kedatangan politisi Gerindra itu sebagai bentuk perhatian terhadap Rohanah yang hingga kini belum tersentuh bantuan pemerintah. Agus Salim memastikan akan menindaklanjutinya.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, ini harus ditindaklanjuti agar secepatnya mendapatkan bantuan dan dibangun turap, ” tegas Agus Salim kepada Jurnal Bogor.

Dia menegaskan akan berkoordinasi dengan Dinas BPBD dan DPKPP Kabupaten Bogor terkait korban bencana alam yang tak tersentuh bantuan pemerintah.

“Secepatnya saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait sebelum terjadi risiko karena kenapa jika terjadi sesuatu nanti yang disalahkan siapa pemerintah karena tidak ada bentuk perhatian terhadap warganya, apalagi dihuni oleh dua kepala keluarga (KK), ” ujarnya.

“Insya Allah dengan hadirnya saya kesini, melihat dan memvideokan kondisi rumah tersebut bahwa saya bener turun langsung ke lapangan, saya akan berusaha secepatnya membantu dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” jelasnya lagi.

Sebelumnya Kepala Desa Cilebut Timur Muchtar Kelana membenarkan terkait warganya yang terdampak bencana longsor di wilayahnya. “Saya sudah pantau kondisi longsornya sehari setelah kejadian, memang kondisi rumahnya sangat memprihatinkan untuk ditempati lagi, khawatirnya takut terjadi longsor susulan jika hujan lebat, ” jelasnya.

Pemerintah Desa Cilebut Timur, kata Muchtar, sudah meneruskan permohonan bantuan perbaikan rumah Rohanan kepada BPBD dan DPKPP. “Tapi belum ada tanda-tanda, apakah surat ajuan itu direspons. Jika tidak ada, paling saya sebagai kepala desa akan menggerakan warga untuk swadaya,” tutup Muchtar Kelana.

** Aga Alamanda

Kementan Dukung Susu Produksi P4S Kampung Susu Randuacir Salatiga Mendunia

0

Salatiga | Jurnal Bogor
Susu memiliki peran penting untuk mendukung kehidupan yang lebih baik. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP mendukung produksi susu Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kampung Susu, Randuacir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, untuk menembus pasar global.

Dukungan terhadap P4S Kampung Susu Randuacir, yang mempunyai produk peternakan susu dan olahan nya seperti susu pasteurisasi, Kefir, Yoghurt dan Es Lilin susu, disampaikan saat Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melakukan kunjungan kerja ke tempat tersebut, Kamis (28/9).

Semangat P4S Kampung Susu sendiri sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang mengatakan kelompok-kelompok tani harus mengetahui potensi dan kelebihan masing-masing.

“Potensi yang dimiliki tersebut harus digali dengan baik, sehingga menguntungkan anggotanya secara ekonomi. Dan ini bisa menjadi kunci sukses kelompok tani, termasuk P4S,” sebut Menteri Syahrul.

Saat mengunjungi P4S Kampung Susu Randuacir, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menjelaskan, momen saat Indonesia merdeka. Menurutnya, saat Indonesia merdeka tahun 1945, disaat yang sama Korea juga merdeka.

“Namun dalam kurun waktu 50 tahun, Korea tidak saja unggul di bidang teknologi, otomotif, dan smart farming bahkan kita pun impor pelatih tim sepakbola nasional dari Korea.
Apa yang membuat Korea maju? Keberhasilan Korea diawali dengan pembaharuan bidang pertanian,” jelas Dedi.

Dedi menjelaskan, tahun 60 korea mempunyai gerakan penting yaitu gerakan Sae-maul. Saemaul Undong, yaitu gerakan perubahan dan reformasi yang bertujuan untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Dijelaskannya, gerakan yang berangkat dari kesadaran rakyat untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

“Gerakan pembaharuan dari pedesaan sehingga desa menjadi pusat perubahan. Desa mampu menyediakan pangan di kabupaten, provinsi, ibukota negara. Bagaimana membangun bangsa kalau urusan pangan berantakan? Jadi kalau negara kita mau maju, kita tiru gerakan Sae-maul. Saemaul Undong,” ujarnya.

Dan menurutnya, semangat gerakan Sae-maul. Saemaul Undong ada di P4S. Karena fungsi P4S sesuai namanya pusat pelatihan pertanian perdesaan yang menjadi motor penggerak ekonomi di pedesaan

“Saya mengajak dari Salatiga, untuk menerapkan semangat Sae-maul. Saemaul Undong, Susu salatiga harus mampu memenuhi kebutuhan, juga berlaku untuk komoditas pertanian. Bila semua sudah dicukupi, tinggal meningkatkan produksi yang pada akhirnya kita akan bisa ekspor,” katanya.

“Bagaimana meningkatkan produktifitas, terapkan Rabigabah plus Smart Farming karena dengan mengoptimalkan proses produksi, efisiensi dicapai dan pada akhirnya peningkatan produktifitas akan tercapai. Tekadkan penuhi kebutuhan pangan kita, dari Salatiga untuk Indonesia, Dari Salatiga untuk Dunia,” tegasnya.

Kepala BPPSDMP dalam kesempatan itu didampingi Direktur Polbangtan YOMA Bambang Sudarmanto, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepimpinan (BBPMKP) Ciawi,Yusral Tahir.

Tim diterima oleh ketua P4S Kampung Susu, Hery Harso dan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Salatiga Henni Mulyani. Hadir anggota P4S, Petani dan Penyuluh di wilayah sekitar Randucir, kecamatan Argomulyo.

Kepala Badan berkesempatan berkeliling di area peternakan. Dedi mengapresiasi P4S yang telah menerapkan integrated farming, manajemen limbah yang diproses manjadi pupuk kandang dan pupuk cair, yang bernilai ekonomis dimana selain mendapatkan keuntungan dari produk utama juga mendapat dari pemanfaatan kotoran ternak dan urin sapi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Salatiga, Henni Mulyani, mengatakan Kota Salatiga tetap berkomitmen dalam sektor pertanian, dengan kondisi wilayah pertanian yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol banyak lahan yang alih fungsi, kita tetap optimalkan yang ada.

“Adanya Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) juga berdampak terhadap peternak di wilayah kita, namun semua pada akhirnya kita dapat atasi,” ujarnya.

Ketua P4S Kampung Susu Hery Harso, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan motivasi yang diberikan Kepala BPPSDMP.

“Terima kasih atas kunjungan nya dan motivasi yang diberikan, semoga apa yang disampaikan dan semangat pemenuhan kebutuhan pangan, dari Salatiga untuk dunia dapat terwujud” tandas Hery.

** bbpmkp

Lihat Langsung Kondisi Pascakebakaran, Dede Chandra Prihatin Musibah Kebakaran Pasar Leuwiliang

0

Relokasi Prioritas Mesti Blok Daging dan Sayuran

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita menyatakan keprihatinannya atas musibah kebakaran yang menghanguskan ratusan kios di Pasar Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, yang terjadi pada Rabu (27/9/23) malam hingga Kamis siang.

Dede Chandra sasmita yang juga ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini mengaku prihatin dan sangat berduka atas musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Leuwiliang tersebut.

“Semoga para pemilik kios diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini,” ucap Dede Chandra Sasmita saat melihat langsung kondisi kebakaran pada Kamis (28/9/23) siang.

“Saya berharap agar pemerintah bersama stakehokder  terkait segera mencari solusi terbaik agar ekonomi masyarakat tetap berjalan. Jangan dilupakan juga, penanganan dampak pascakebakaran, langkah cepat harus dilakukan pemerintah bersama unsur terkait dalam masalah pasar tersebut.

Relokasi pedagang yang terdampak, khususnya yang selama ini menempati kios blok daging dan sayuran harus segera dilakukan, agar aktivitas pasar dan kegiatan perdagangan tidak terhenti akibat musibah tersebut,” jelasnya.

** yev

Beri Motivasi di BPP Mojosongo, Kementan: Pertanian Berkontribusi Nyata untuk Ekonomi

0

Boyolali | Jurnal Bogor
Motivasi kembali disampaikan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kali ini motivasi disampaikan saat Kepala BPPSDMP melanjutkan kunjungan kerja ke BPP Mojosongo, di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (28/9/2023).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh penyuluh, petani dan petani milenial dari sekitar Kecamatan Mojosongo. Hadir mendampingi Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh dan petani adalah garda terdepan dalam pertanian.

“Penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bermasalah, pangan tidak boleh bersoal. Karena pertanian harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Ditambahkan Syahrul, sebagai garda terdepan dalam penyediaan pangan untuk 273 juta jiwa, bukan hal yang mudah, penyuluh harus mampu menjadi sahabat, pemberi solusi untuk petani, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, pengetahuan dan teknologi.

“Karena penyuluh dan petani, tulang punggung bangsa,” tegas Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian dan petani yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.

Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.

“Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani,” ungkapnya.

Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadanh pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.

“Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif,” katanya.

Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.

“Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Mojosongo ini,” imbuhnya.

Semangat penyuluh BPP juga diacungi jempol oleh Dedi. “Meskipun dengan segala keterbatasan, medannya yang naik turun, namun para penyuluh tetap bersemangat menjalankan tugasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.

“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.

Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.

“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma,” terangnya.

Dedi juga mengatakan, petani perlu menggunakan PGPR untuk merangsang pertumbuhan akar untuk menyedot unsur hara dan air di dalam tanah.

Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Mojosongo yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati untuk budidaya beras sehat.

Sementara Sekretaris Dinas Pertanian Ahmad Nasrullah Fathurahman, menjelaskan jika Kabupaten Boyolali tengah melakukan peningkatan kegiatan penyuluhan. Melalui penguatan kelembagaan petani.

Ia optimis dengan melibatkan 133 orang penyuluh,  245 gapoktan, 2199 poktan 47 pemuda petani, 279 kelompok ternak, Kabupaten Boyolali mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui konsep smart farming.

Ia juga menjelaskan Kabupaten Boyolali saat ini sedang proses Digitilasisi Lahan Pertanian untuk pemetaan lahan secara digital. “18 BPP sudah dilengkapi digital. Permasalahan ketenagaan terbatasnya jumlah penyuluh,” katanya.

Koordinator BPP Mojosongo Retna Palupi mengucapkan terima kasih kepada kepala badan atas kunjungan Kepala BPPSDMP.

“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL,” katanya.

“Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 2 PNS dan 5 P3K kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP kami,” ujarnya.

Retna pun menjelaskan produk yang ditampiilkan yang sebelumnya dipamerkan di pelataran BPP Mojosongo. Produk yang tadi ditampilkan merupakan hasil binaan BPP Mojosongo.

“Puspahati yang merupakan paguyuban gabungan kelompok tani yang memproduksi agen hayati dan Kelompok Tani Pangudi Bogo,” jelas Retna.

“Pangudi Bogo memiliki arti penyedia pangan, kelompok tani yang mulai tahun 2017 bergerak pada produksi beras organik, dengan kemasan yang menarik, produk mereka juga dipasarkan memanfaatkan media sosial” tutup  Retna.

** bbpmkp

Grand Nusa Indah Gandeng Alfa Events Adakan Pesta Rakyat

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Alfa Events mengadakan night market dengan tema “Festival Rakyat”, yang berlangsung di Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu, (27/09/23).

Pimpinan Alfa Events Rufeldi Rusli mengatakan, event ini kedua kalinya digelar di Kabupaten Bogor.

“Kita sudah kedua kalinya mengadakan Event Pasar Malam Moderen di Kabupaten Bogor, yang pertama diselenggarakan di Mitra 10 Cibinong dan yang kedua disini, di Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/9/23).

Pria yang akrab disebut Bang Iruv menjelaskan, event yang diselenggarakannya merangkul ratusan UMKM yang ada di wilayah Kecamatan Cileungsi.

“Event ini berlangsung dengan hasil kerjasama Alfa Events dengan Developer Perumahan Grand Nusa Indah Cileungsi, yang menggaet para pelaku UMKM di Kecamatan Cileungsi,” jelasnya.

Menurutnya, Festival Rakyat tersebut, selain memberikan hiburan kepada para masyarakat Cileungsi juga diharapkan dapat membantu meningkatkan sumber penghasilan para pelaku UMKM.

 “Semoga dengan hadirnya pasar malam moderen Pestival Rakyat yang diselenggaran oleh Alfa Events, diharapkan dapat meberikan hiburan kepada masyarakat di Cileungsi dan senantiasa dapat meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM di sekitar kecamatan Cileungsi,” cetusnya.

Event Night Market bukan hanya dipenuhi oleh UMKM yang menjajakan barang dagangannya melainkan diisi dengan berbagai hiburan rakyat seperti komedi putar, ombak banyu, kincir angin, kora-kora, mandi bola sampai dengan lomba mewarnai bagi anak-anak. Festival Rakyat Alfaevents di Grand Nusa Indah Cileungsi berlangsung sejak 22 September hingga 22 Oktober.

** Nay Nur’ain

Pascakebakaran, Perekonomian Pasar Leuwiliang Lumpuh

0

Ratusan Kios Ludes, Kerugian Sekitar 50 Miliar

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Pascakebakaran hebat terjadi di Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang menghanguskan ratusan kios milik para pedagang, Rabu (27/9/2023) malam, kini perekonomian di pasar itu lumpuh total

 dan menyisakan duka mendalam dialami ratusan pedagang. Mereka mengaku rugi besar pascakebakaran itu.

Intan Samudra, salah satu pedagang ikan asin dan sembako korban kebakaran mengaku rugi setelah kiosnya hangus terbakar.

“Kami rugi sekitar  1,5 miliar karena barang dagangan abis belanja ludes terbakar ,” ujar  H Intan kepada Jurnal Bogor, Kamis (28/9/2023).

Sejumlah pedagang Pasar Leuwiliang menyampaikan, mereka sangat sedih atas musibah kebakaran yang mengakibatkan kerugikan bagi pedagang.

“Ratusan kios milik pedagang terbakar, semetera kerugian keseluruhan sekitar 50 miliar,” paparnya.

Intan Samudra pedagang  Pasar Leuwiliang Blok AKA meminta pemerintah segera membangun kembali bangunan pasar yang ludes terbakar itu. Paling tidak kata dia, pemerintah mengambil langkah untuk mencarikan tempat sementara, agar para pedagang masih bisa berjualan.

“Pemerintah Kabupaten Bogor segera merelokasi sementara agar para pedagang bisa usaha untuk menapkahi keluarganya,” pintanya.

“Agar para pedagang masih bisa mencari rejeki, sebab pascakebakaran ini perekonomian di Pasar Leuwiliang lumpuh total. Pemerintah mesti segera melakukan penanganan bagi para pedagang,” pinta dia lagi

Atas kejadian ini, kata Intan jangan sampai ada oknum  tidak bertanggung jawab yang hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Sebelumnya diberitakan, belasan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api yang cukup besar tersebut hingga Kamis (28/9/2023) pagi.

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk memadamkan api. Diakui Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Damkar Kabupaten Bogor Asan, kejadian kurang lebih jam 19.00 dan pihaknya sedikit kewalahan karena angin besar sehingga apai cepat merambat ke arah blok lain.

“Kita padamkan sejak pada pukul 20.00 wib sampai pukul 8.00 wib pagi ini kita masih menangani,” katanya.

“Kita kesulitan karena warga banyak yang hilir mudik terlebih ini di pasar, dari semalam kita sudah kesulitan, makanya para petugas sedikit terganggu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, awal api muncul di blok belakang (blok sayuran), dan perkiraan masih dalam proses penyebab kebakarannya.

“Kami kerahkan sektor Cibinong 2 unit Leuwiliang 3, Ciomas 2, dan Kota Bogor 4 unit,” ungkapnya.

Bahkan blok belakang kurang lebih ada 100 kios sudah ludes terbakar karena api muncul awal di bagian belakang.

“Api sulit dipadamkan karena bahan mudah terbakar dan kami sulit memadamkan akibat sulit air, tapi saat ini kami mendapat air dari PDAM dan penanganan masih berlangsung,”

Sebanyak 4 blok pasar Leuwiliang ludes terbakar, bahkan petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk mencari air. Api merambat ke blok depan bagian pakaian.

“Api mulai merambat ke area lain dari depan ke belakang sudah ludes, dan penyebabnya masih diselidiki. Untuk jumlah kios sementara terbakar kurang lebih 500 kios,” jelasnya.

** Arip Ekon | Andres

Kebakaran Pasar Leuwiliang Ludeskan 500 Kios

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Ratusan kios di pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor terbakar hebat, Rabu (27/09/2023) malam, sekitar pukul 19.00 wib.

Belasan unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan api yang cukup besar tersebut, hingga pagi hari ini. Kamis (28/9/2023).

Petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk memadamkan api. Diakui Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Damkar Kabupaten Bogor Asan, kejadian kurang lebih jam 19.00 dan pihaknya sedikit kewalahan karena angin besar sehingga apai cepat merambat ke arah blok lain.

“Kita padamkan sejak pada pukul 20.00 wib sampai pukul 8.00 wib pagi ini kita masih menangani,” katanya.

“Kita kesulitan ke warga banyak yang hilir mudik terlebih ini di pasar, dari semalam kita sudah kesulitan, makanya para petugas sedikit terganggu,” tambahnya.

Dia menjelaskan, bahwa awal api muncul di blok belakang (blok sayuran), dan perkiraan masih dalam proses penyebab kebakarannya.

“Kami kerahkan sektor Cibinong 2 unit Leuwiliang 3, Ciomas 2, dan Kota Bogor 4 unit,” ungkapnya.

Bahkan blok belakang kurang lebih ada 100 kios sudah ludes terbakar karena api muncul awal di bagian belakang.

“Api sulit dipadamkan karena bahan mudah terbakar dan kami sulit memadamkan akibat sulit air, tapi saat ini kami mendapat air dari PDAM dan penanganan masih berlangsung,”

Sebanyak 4 blok pasar Leuwiliang ludes terbakar, bahkan petugas pemadam kebakaran sempat kesulitan untuk mencari air. Api merambat ke blok depan bagian pakaian.

“Api mulai merambat ke area lain dari depan ke belakang sudah ludes, dan penyebabnya masih diselidiki. Untuk jumlah kios sementara terbakar kurang lebih 500 kios,” jelasnya.

** Andres

Lakukan Jemput Bola, Pelayanan Administrasi Kependudukan Langsung di Desa

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, turun ke desa untuk melakukan perekaman kepada warga. Yang menjadi sasaran utama dalam kegiatan jemput bola itu, yakni warga yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Pelayanan Kecamatan Ciawi, Debi Sirun mengatakan, berdasarkan laporan dari berbagai sumber yang masuk ke pemerintahan kecamatan, sebanyak 1680 warga yang tersebar di 13 desa di Kecamatan Ciawi, belum memiliki e-KTP terutama para pelajar.

Menurut Debi, masih banyaknya jumlah warga yang belum mempunyai e-KTP tersebut, membuat pemerintah kecamatan harus melakukan terobosan dengan memberikan kemudahan kepada warga untuk memiliki administrasi kependudukan.

“Makanya, kami lakukan perekaman dengan pola turun langsung ke desa,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat melaksanakan kegiatan jemput bola di Desa Telukpinang, Rabu (27/9).

Untuk kegiatan jemput bola, lanjut Debi, baru dilakukan di dua desa, yakni Desa Bitungsari dan Telukpinang. Kegiatan perekaman sendiri, dijadualkan dalam satu minggu dua kali turun ke desa.

“Alhamdulillah, saat pertama kali kegiatan jemput bola dilakukan di Desa Bitungsari, sebanyak 135 warga datang ke desa untuk mengurus administrasi kependudukan. Dari jumlah tersebut, diantaranya sebanyak 95 warga yang melakukan perekaman e-KTP, serta 40 warga lainnya melakukan perbaikan,” paparnya.

Selain melakukan perekaman e-KTP, Debi pun menjelaskan, operator kependudukan juga melayani warga yang akan memperbaiki administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) maupun KTP.

Debi menghimbau agar semua warga yang belum memiliki administrasi kependudukan atau e-KTP, untuk datang ke desa masing-masing saat adanya kegiatan jemput bola yang dilakukan pemerintah kecamatan.

“Kami juga akan memproses warga yang usianya masih 16 tahun untuk dilakukan perekaman, tapi pada saat tanggal 14 Pebruari 2024, usia warga tersebut genap berusia 17 tahun dan memiliki hak pilih. Target kami Yang terpenting, menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti, semua warga Kecamatan Ciawi terutama para pemilih pemula sudah mempunyai e-KTP,” imbuhnya.

Sementara, Syeka, warga Kampung Telukpinang RT 03 RW 03 mengaku, dirinya masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar di salah satu sekolah tingkat kejuruan kelas XI.

“Berhubung bulan November 2023 usia saya 17 tahun, makanya saya datang ke desa untuk dilakukan perekaman e-KTP yang diadakan oleh pemerintah kecamatan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Inmemorial Almarhum Prof.Dr.Ir.H.Arief Daryanto MEc

0

jurnalinspirasi.co.id – Innalillahi wainna illahi rojiun. Turut berduka cita atas berpulang kerahmatullah sahabat kita yang baik hati
Mas Prof.Dr.Ir.H.Arief Daryanto.MEc/Dosen dan Alumni IPB, Aktivitis ICMI di Bogor, serta supporter setia Armada Group 1780, dan beliau sering tampak hadir penuh akrab di setiap acara reunian angkatan 17 Armada IPB.

Sakit apa Almarhum mas Prof. Dr.Arief Daryanto,? Ngak kedengaran beliau sakit selama ini, beliau sehat-sehat saja. Beberapa waktu lalu, beliau masih sangat aktif bekerja dan berkarya baik.dalam mengarang buku-buku agribisnis, maupun aktif dalam pengelolan pendidikan tinggi di IPB University.

Sehingga saya sungguh kaget dan merasa sedih membaca informasi pertama di WAG Faperta UNIDA pagi ini Rabu 27 September 2023, bahwa mas Arief telah wafat mendahului kita kemaren dalam perjalanan pulang dari kampungnya untuk kembali ke Bogor, setelah menunaikan tugasnya.

Kita sungguh, kehilangan sosok dan seorang vigur, orang baik yang berdedikasi dan berprestasi, yang karya-karya akademiknya telah banyak diwariskan dan dinikmati anak bangsa, tetutama para mahasiswa bimbingannya. Bahkan, saya mendapat informasi bahwa mas Prof.Arief Daryanto menghembuskan napas terakhirnya, ketika berada di Surabaya.

Beliau sedang menunaikan tugas dari almamaternya IPB University. Memang beliau, sejak berakhir masa jabatannya sebagai Dekan Sekolah Vokasi IPB, hingga diakhir khayatnya telah diberi tugas dan amanah oleh Rektor IPB saat ini, memimpin sebuah lembaga otonom Pendidikan dan pelatihan (diklat) para eksekutif untuk pengembangan usaha agribisnis KUKM, maaf jika saya tak salah informasi.

Selama bertugas di Jawa Timur, beliau menyempat diri bersilaturrahmi dengan ibu kandungnya dan sanak keluarga di kampung tempat kelahirannya di daerah Jombang. InsyaAllah hal ini pertanda almarhum Prof Arief orang sholeh yang sangat menghormati, mencintai dan memuliakan orangtuanya semasa hidupnya.

Almarhum mas Arief Daryanto adalah sahabat saya di grup Armada angkatan 17, beliau tamatan TPB IPB thn 1980, kemudian masuk ke Jurusan Sosek Faperta IPB thn 1981. Beliau semasa hidupnya juga menjadi aktifis di ICMI sebagai Dewan Pakar MPW ICMI Orwil Khusus Bogor untuk beberapa periode kepengurusan ICMI, bersama saya.

Di ICMI Bogor, saya selaku Ketua Dewan Pakar mempunyai kenangan indah bersama beliau dan kemudian bernilai sejarah bagi eksistensi ICMI Bogor. Kami membuat program dialog Kepemimpinan Millenial ICMI dalam Rangka Menyambut Era Digital, dengan menyelenggarakan dialog berseri Pod Cats ICMI Bogor thn 2021, menjelang Muktamar ICMI ke 7 di Bandung Jawa Barat.

Mas Prof.Arief Daryanto selaku anggota Dewan Pakar sebagai salah seorang penggagasnya dan mengusulkan beberapa topik bahasan dan nara sumbernya. Beliau sebagai Dekan Sekolah Vokasi (SV) IPB University yang berkampus di daerah Bagunde Kota Bogor, dengan kemurahan hatinya meminjam Studio Fod Cats SV IPB beserta tim krunya dan seorang pewawancara Dosen Ilmu Komunikasi SV IPB mas Willy Bakhtiar SKom.

Beberapa seri dialog terlaksana, setelah pengantar agenda Pod Cats dari saya selaku Ketua Wankar, kemudian diikuti presentasi singkat narsum lk 15 menit dan dilanjutkan wawancara berdurasi lk 45 menit. Nara sumber yg mengisi acara antara lain mas Prof.Arif Satria, alm. mas Prof.Arief Daryanto, bpk Prof.Rokhmin Dahuri, saya sendiri Dr.Apendi.Arsyad, dll, sedang yang bertindak selaku pengelola dan pengendali acara Pod Cats adalah Dr.Zulhamzah Imran, Sekwankar ICMI Orwilsus Bogor periode lalu.

Topik-topik bahasannya cukup menarik, dishating, direkam gambar dan suaranya secara profesional oleh.tim infokom SV IPB. Kemudian file rekaman diupload ke Youtube, maka ide-ide segar dari Bogor untuk Indonesia tentang kepemimpinan millenial ICMI di era Digital, bisa tersebar, tersosialisasi dengan baik dan dapat diakses dengan mudah, terutama oleh kalangan aktivis ICMI se Indonesia pada semua level hirarki organisasi, yakni Orwil, Orda, Otsat dan Batom ICMI di di daerah.

Dampaknya, alhamdulillah misi kami dari Bogor untuk menjadikan Ketua ICMI Orwilsus Bogor, mas Prof.Arif Satria yang kami usung menjadi Ketua Umum MPP ICMI periode 2021-2026 saat ini, alhamdulillah mendapat respon positif di forum Muktamar ICMI ke 7 Desember 2021 di Bandung.
Alhamdulillah berkat ridho Allah, mas Prof.Arif Satria terpilih secara demokratis menjadi Ketua Umum MPP ICMI.

Subhanallah, jujur saya berkata bahwa kesuksesan ICMI Bogor berkontribusi dan berperan untuk mengakselerasi suksesi kepemimpinan ICMI Nasional di forum Muktamar tsb, adalah salah kontributor ide briliyannya adalah sahabat saya alm Prof.Arief Daryanto.MEc.

Saya mengenalnya dengan.baik, bahwa almarhum.adalah orang baik, pendidik yang sukses,.memiliki kemampuan kepemimpinan dan managerialnya yang sangat baik, bekerja profesional dan penuh tanggungjawab, sehingga sukses mengembangkan sejumlah program studi di Sekolah Bisnis dan Sekolah Vokasi IPB University sbg Dekan sekaligus sebagai Dosen.yang.bertugas melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

Secara objektif saya melihat kedua institusi pendidikan tinggi tersebut/ Fakultas atau Sekolah tersebut tampak maju pesat. Beberapa prodinya juga dikembangkan di daerah lain, diluar Bogor seperti program Sekolah Vokasi di Sukabumi, melalui kerjasama dengan Pemda Jawa Barat.

Orangnya, insyaAllah… sholeh..bergaul ramah antar sesama, berbicara santun, orangnya pemikir dengan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif, pokoknya mas Arif yang saya kenal memiliki “good character”.

Saya tak akan lupa dalam ingatan saya, bagaimana santunnya dan bernasnya pemikiran almarhum sekaligus mengappresiasi dalam merespon tulisan-tulisan saya AA di WAG Wankar ICMI Orwilsus Bogor dan atau WA japri, ada feedback dan muncul perspektif baru dalam cara pandang almarhum sebagai orang terpelajar. Dan beliau aktif merespon setiap tulisan saya tentang kritik sosial kemasyarakatan, termasuk issu-issu/persoalan atau permasalahan kebangsaan dan kenegaraan, yang saya share kepada beliau melalui WA japri dalam durasi waktu tidak terlalu lama, beliau membalasnya.

Alhandulillah, beliau di awal thn 2023 ini, semasa hidupnya telah mewakafkan tanah miliknya untuk pengembangan dakwah Islam dan ponpes Tahfiq Al Quran, lahannya berlokasi di daerah Lw Sadeng Lw Liang Bogor Barat, bersama Prof.Arif Satria, Rektor IPB University, yang juga Ketua Umum ICMI Pusat.

Alhamdulillah, pada saat peresmiannya, saya hadir, dan ikut meletakan batu pertama pembangunan masjid dan sarana-prasarana pendidikan Ponpes Tahfiq ICMI tersebut. Lokasinya ponpes, terletak di kawasan pegunungan Bunder yang sejuk dan subur dengan aneka vegetasi dengan fanorama alam perbukitan yang indah.

Dengan wakaf tanah atas nama keridhoaan Allah SWT, akan melipatkan pahalanya untuk kemudahan menempuh jalan menghadap Sang Khalik Allah SWT. Almarhum memiliki bukan saja kecerdasan intelektual, tetapi juga kuat dalam kemampuan kecerdasan spiritual, bahwa rezeki yang abadi yang akan dinikmati beliau pada hari akhirats/kehidupan setelah mati adalah harta yg diwakafkan untuk menjaga dan membela marwah agama Allah, DinnulIslam di muka bumi.

Semoga alm pak Prof.Arif Daryanto, wafat dalam keadaan husnul khotimah dan insyaAllah dimasukan ke dalam golongan orang-orang yang sholeh, ditempatkan di syurgajannatunnaim. Aamiin3 YRA. Dan keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran.dan tawaqqal illallah.

Al Fatihah
Allahumaghfirlahu warhamhu, waafii wakfuanhu.
Semoga Allah SWT memberkahinya.
Syukron barakallah.

Wassalam
====✅✅✅
Penulis:
Dr.Ir.H.Apendi Arsyad,M.Si
(Dosen/Pendiri UNIDA, Pendiri/Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)