Nanggung l Jurnal Bogor Keberadaan bangunan permanen dekat Kantor Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dapat penolakan warga. Bangunan itu disebut-sebut bakal dijadikan tempat perbelanjaan warung modern atau minimarket.
Penolakan warga bukan tanpa sebab, pasalnya adanya warung-warung kecil masyarakat di area tersebut sehingga dikhawatirkan akan berdampak buruk secara ekonomi terhadap pedagang kecil tersebut.
“Dipastikan warga, terutama para pedagang bakal menolak bila bangunan itu di jadikan minimarket,” kata pegawai di Desa Nanggung Odih kepada Jurnal Bogor, Jumat (29/9).
Tak hanya penolakan warga, jika bangunan yang baru berdiri itu akan dijadikan minimarket modern, tentu bukan hanya pedagang yang hanya menolak termasuk pemerintah desa pun dipastikan keberatan.
Bukanya tidak mendukung usaha orang, musababnya sekitar ada 6 pemilik warung kelontongan masyarakat yang tidak jauh dengan lokasi bangunan itu.
Diketahui, memang selama berdirinya bangunan tak pernah lihat pemilik datang ke kantor desa.
“Dari awal dibangun hingga selesai kami belum pernah melihat pemilik bangunan datang. Belum pernah komunikasi dengan pemilik. Pastinya, gak tahu bangunan itu untuk apa. Namun, kabar berseliweran di masyarakat katanya bangunan itu untuk minimarket,” kata dia lagi.
Bukan hanya Odih, begitu juga Jamaludin Ibrahim, Anggun, Ocep Sukarya mereka merupakan sama sama pegawai di Desa Nanggung kompak menyatakan keberatan bila bangunan itu dijadikan tempat belanja seperti minimarket.
“Harus perhitungankan plus minusnya, bila bangunan itu dijadikan minimarket,” tandasnya.
Informasi dihimpun, pemilik bangunan tepatnya di Kampung Nanggung RT 02 RW 01, Dusun 01 Desa Nanggung itu dikabarkan berinisial HI yang merupakan pemilik galian C di Taluk Waru, Desa Curugbitung yang belum lama ini aktivitas tambang teras itu ditertibkan petugas Pol PP dan Kepolisian.
Sementara HI ketika dikonfirmasi tak merespons. Sedangkan terpisah, Kanit Pol PP Kecamatan Nanggung Rahmansyah mengaku tidak tahu bangunan yang berada di Desa Nanggung itu akan dijadikan minimarket.
“Selama ini belum ada info perihal itu, coba aja tanya yang lain,” tukasnya.
Kuningan | Jurnal Bogor Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDMP Pertanian (BPPSDMP) mengajak petani dan penyuluh memanfaatkan smart farming untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Hal tersebut disampaikan saat Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengunjungi lokasi BPP Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jumat (29/9/2023).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan salah satu tugas penyuluh adalah menjalankan fungsi seorang komunikator.
“Menjadi penyuluh itu tugas mulia. Kalian menjadi penyampai pesan dan harapan negara. Ujung tombak yang ada di garis depan dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga kestabilan pangan,” sebut Menteri Syahrul.
Dihadapan para penyuluh, petani dan petani milenial yang hadir di BPP Jalaksana, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan para petani adalah sebaik-baiknya manusia.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.
Dedi mengatakan, sinergitas pemerintah, penyuluh dan petani harus terjalin dengan baik. Agar upaya dan program pembangunan pertanian dapat terlaksana dengan mudah apabila semua insan saling bersinergi.
Menurutnya, pembangunan pertanian ditujukan untuk menyediakan pangan, utamanya untuk seluruh warga Indonesia.
“Peningkatan produktivitas juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas, jika tidak seimbang juga tidak laku dan akhirnya dijual dengan harga rendah,” tegas Dedi.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.
“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.
Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.
“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma,” terangnya.
“Saya mengajak semua, para petani untuk mengimplementasikan smart farming agar produktivitas meningkat, kualitas produk dapat diperbaiki, dan ongkos produksi dapat ditekan,” tandas Dedi.
Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Ahmad Juber, berharap kunjungan Kepala BPPSDMP, menjadi motivasi dan semangat penyuluh untuk mendampingi para petani, mencarikan solusi atas masalah yang dihadapi dan pada akhirnya mensejahterakan Petani.
“Dengan adanya kekeringan yang melanda akibat El Nino, penyuluh hadir untuk mendampingi petani dalam mencarikan solusi,” ujar Ahmad Juber.
Koordinator BPP Jalaksana, Iim Surohim, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.
“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Total penyuluh di Jalaksana sebanyak 21 orang. Diantaranya 7 orang PNS. 6 orang P3K. Dan 8 orang THL dan Saya sampaikan bahwa kinerja teman-teman penyuluh di Jalaksana cukup solid dan kompak,” tandas Iim Surohim.
Bogor | Jurnal Bogor Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian dan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP), Badan Karantina Indonesia mantap melakukan kerjasama penguatan manajemen pelatihan SDM sebagai wujud upaya pengembangan kapasitas dan kompetensi SDM. Penandatanganan kerjasama dilakukan pada Rabu (27/09) di BBPMKP Kementerian Pertanian.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pengembangan SDM merupakan salah satu fokus utama di Kementan.
“Pembangunan pertanian yang dilakukan Kementan akan lebih maksimal jika didukung SDM-SDM berkualitas. Oleh sebab itu, pengembangan kualitas SDM menjadi fokus utama Kementan. Kita tingkatkan kemampuan, kapasitas, dan pengetahuan SDM pertanian,” kata Mentan Syahrul.
Senada dengan Mentan Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan guna mendukung pembangunan pertanian ke arah maju, mandiri dan modern, maka perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM pertanian yang unggul, salah satunya melalui pelatihan.
Kerjasama pengembangan sistem manajemen pelatihan SDM yang dilakukan oleh BBPMKP Kementan dengan BTTMKP Barantin bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM melalui penerapan Learning Management System (LMS).
Dalam kerjasama tersebut nantinya BBPMKP Kementan akan memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengembangan SDM yang di selenggarakan oleh BUTTMKP Barantian serta menyediakan narasumber LMS.
Kepala BBPMKP Kementan, Yusral Tahir menyambut baik kerjasama tersebut. Menurutnya, kerjasama ini akan membuka peluang-peluang untuk kerjasama lainnya.
“Kami menyambut baik kerjasama ini, semoga kedepannya akan ada kerjasama-kerjasama lainnya dalam hal pengembangan SDM”, jelas Yusral.
Ciomas | Jurnal Bogor Puluhan rumah yang ada di bantaran Sungai Ciapus, RT 01, RW 02, Ciherang Kidul, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor terancam bahaya longsor.
Pasalnya, lokasi pemukiman penduduk itu tepat dibibir Sungai Ciapus yang berada dipinggiran RT 01, RW 02, Ciherang Kidul.
” Kondisinya benar benar rawan longsor. Warga kami sudah tidak nyenyak tidur kalau musim hujan dan Sungai Ciapus sering banjir dan luapannya sampai ke pinggiran rumah penduduk,” ujar Aryadi Didu, tokoh masyarakat setempat, Jumat, 29 September 2023.
Didu berharap, bahaya rawan longsor di wilayahnya itu bisa disikapi secara serius oleh SKPD terkait di Pemkab Bogor.
Lebih lanjut, kata Didu, jarak antara rumah penduduk dengan sungai rata rata satu meter dan itu jelas sangat bahaya kalau terjadi Longsor.
” Kami berharap lokasi rawan longsor yang ada di wilayah kami ini bisa di bronjong lebih awal sebelum dibuat Tembok Penahan Tanah (TPT),” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua RT 01, Risdiawan mengatakan, sebenarnya persoalan TPT yang ada di wilayahnya sudah diajukan ke pihak desa dan pihak terkait yang ada di Pemkab Bogor. Selain itu, lokasinya juga sudah pernah disurvei oleh pihak desa dan pihak terkait dari Pemkab Bogor.
” kalau tidak salah panjangnya diperkirakan mencapai 250 meter lebih daerah rawan longsor yang ada di RT 01/ RW 02 Ciherang Kidul,” tegas Risdiawan.
Selain itu, tambah Risdiawan, ia juga sudah mengajukan masalah TPT ini saat Musrenbang Tingkat Desa Laladon beberapa waktu lalu.
” Mudah mudahan usulan soal pemukiman rawan longsor yang harus segera dibuat TPT ini menjadi prioritas oleh Pemkab Bogor,” tegas Risdiawan.
Skuad Persikabo U20 akan melakoni dua laga perdana Elite Pro Academy U20 melawan PSIS U20.
Dua laga perdana Persikabo U20 ini akan dilangsungkan di Stadion Mini Cibinong, Sabtu 30 September 2023 dan Minggu 1 Oktober 2023.
Manager Tim Persikabo U20, Dedi Cakra Baidilah berharap skuad ngora Laskar Padjajaran ini akan bisa memetik hasil maksimal saat meladeni PSIS U20.
” Kami mohon doa dan dukungan kepada masyarakat bola di Kabupaten Bogor agar Laskar Padjajaran Ngora ini bisa memetik poin maksimal,” tegas Dedi Cakra Baidilah, Jumat, 29 September 2023
Cakra menambahkan, semua punggawa Persikabo Ngora ini adalah para pemain putra daerah yang berasal dari berbagai klub di Kabupaten Bogor serta berasal dari PPOPM Kabupaten Bogor.
Ia merasa optimis daya juang para pemain Persikabo U20 akan sangat militan dan bisa menunjukan kemampuan terbaiknya pada perhelatan EPA U20 musim ini.
Sementara itu, Bahar Lestaluhu salah satu pelatih Persikabo U20 mengatakan, timnya sangat buta dengan kekuatan lawan yang akan dihadapi pada akhir pekan ini.
Namun demikian, kata Bahar, tim lawan juga tentunya akan sama dan buta akan kekuatan Persikabo U20.
” Saya hanya minta pemain disiplin dan bisa menjalankan instruksi dengan baik selama pertandingan,” paparnya.
Bahar tetap mentargetkan skuad Persikabo Ngora ini bisa meraih poin penuh dalam dua laga perdana EPA 20 lawan PSIS U20.
Hal yang sama dikatakan Gautama Bayu salah satu official Persikabo U20 yang sangat optimis para pemain muda Persikabo akan mampu meraih poin dalam laga melawan PSIS U20
” Kedua tim punya peluang meraih hasil maksimal. Apalagi ini laga perdana EPA 20 bagi kedua tim. Namun saya berharap skuad Persikabo lah yang jadi pemenang dalam dua laga perdana lawan PSIS U20 ini,” tegas Bayu.
Bayu menilai, skuad atau materi pemain Persikabo U20 ini banyak yang layak promosi tampil di Liga 1 ataupun Liga 2.
Usai mengunjungi Jawa Tengah, safari kerja Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) berlanjut ke Jawa Barat, Jumat (29/9/2023).
Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balongan yang berada di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPPSDMP memberikan motivasi dan memaparkan kontribusi nyata pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.
Turut hadir mendampingi, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Ajat Jatnika, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan (BBPMKP) Ciawi Yusral Tahir dan Wadir Satu PLH Direktur Polbangtan Bogor Rudi Hartono.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan sektor pertanian menjadi sektor strategis dan menjadi salah satu pilar kekuatan negara.
Menurutnya, agar produksi dan produktivitas pertanian terus meningkat, dibutuhkan sumber daya manusia pertanian yang tangguh dan menguasai teknologi pertanian yang tepat guna, efektif serta efisien.
“Kekuatan suatu bangsa saat ini dapat dilihat dari kemandirian penyediaan pangannya, sumber daya pertanian sebagai pelaku nya, pertanian jago, Indonesia kokoh,” sebut Menteri Syahrul.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, dihadapan penyuluh pertanian, petani dan petani milenial yang hadir, memberikan motivasi yang membangkitkan semangat.
“Sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi sesama manusia maupun alam sekitarnya. Dan sebaik-baiknya manusia adalah petani, karena mereka menyediakan pangan bagi kita, menyediakan oksigen untuk kita hirup, dari tanaman yang ditanam,” ujar Dedi.
Ditambahkannya, ketangguhan petani telah teruji saat menghadapi pandemi COVID 19. Petani tidak kenal lelah dan takut untuk tetap bekerja demi memenuhi pangan masyarakat Indonesia.
“Salah satu yang membuat kita bertahan dari hantaman COVID 19 bukan hanya vaksin tapi juga pangan. Tanpa pangan kita sudah pasti ambruk diterjang COVID 19, itulah mengapa kita harus berterimakasih kepada petani,” ungkapnya.
Dedi menambahkan, pertanian juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi. Saat semua sektor terpuruk dihadang pandemi, pertanian mampu menyumbangkan pertumbuhan positif bagi perekonomian Indonesia.
“Pertanian menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan, bahkan menyumbangkan pertumbuhan positif,” katanya.
Dedi juga turut mengapresiasi kinerja para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai pendamping para petani. Ia berharap PPL dapat berperan sebagai panduan langsung bagi petani bekerja.
“Jadilah penyuluh yang bermanfaat, sahabat para petani, karena pertanian menjadi sektor paling penting dan menunjung kehidupan terutama di wilayah Indramayu ini,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan mengenai smart farming. Menurutnya smart farming mampu menggenjot produktivitas.
“Hal ini karena smart farming mampu menekan ongkos produksi. Minimal menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia,” paparnya.
Ia menjelaskan petani luar biasa adalah petani yang menggunakan smart farming. Yaitu dengan memanfaatan biosience ataupun biotech. Mulai dari penggunaan bibit dan benih, serta pemilihan nutrisi.
“Gunakan pupuk organik, agen hayati, serta pestisida nabati. Manfaatkan pula Biocontrol dengan trichoderma. Dengan pemanfaatan smart farming, pemakaian air juga akan efisien sehingga cocok untuk antisipasi kekeringan di saat El Nino”. kata Dedi
Dedi mengapresiasi penyuluh BPP Balongan yang telah mendorong petani memproduksi agen hayati, pupuk hayati, pupuk organik hayati sebagai penerapan pertanian ramah lingkungan.
Swasembada tidak lepas dari pembahasan Dedi. Dijelaskannya, swasembada itu tidak terjadi sekejap mata, ada prosesnya dan didukung dengan banyaknya program pertanian dari pemerintah.
“Jadi, jika kita ingin meningkatkan produktivitas, harus kita ulangi panca usaha tani ditambah dengan smart farming. Smart farming itu adalah pertanian cerdas. Yang dilakukan dengan cara cara yang cerdas,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini mendongkrak produktivitas pertanian dapat menggunakan rabi gabah dan smart farming atau Rabigabah Plus
Sementara Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal, menjelaskan kondisi terkini kabupaten Indramayu.
Menurutnya, potensi wilayah kabupaten Indramayu cukup unik dengan wilayah yang dikelilingi pesisir pantai membuat sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan.
Namun demikian Kabupaten Indramayu tercatat menjadi salah satu pemasok beras nasional yang cukup besar. Indramayu meraih predikat wilayah produsen padi terbesar di Indonesia dengan jumlah produksi tahun 2021 produksi padi 1.3 juta ton, tahun 2022 1.79 juta ton. Untuk tahun 2023 sendiri, Per akhir Agustus 1.19 juta ton
“Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan, 8 kelurahan, dan 309 desa, dengan lahan sekitar 122.920 hektare, terluas di wilayah Jawa Barat,” jelas Iqbal.
“Pada tahun 2023, 11 BPP mendapat bantuan rehabilitasi, 4 di antaranya rehab total, terima kasih atas bantuan dari pemerintah pusat, mudah-mudahan tahun depan akan ada alokasi rehabilitasi di BPP lagi,” tambah Iqbal.
“Tantangan di Indramayu adalah kekeringan dimana sistem irigasi menjadi prioritas yang harus dicarikan jalan keluarnya, kami mohon perhatiannya dari Kementerian Pertanian untuk hal ini” kata Iqbal
“Semoga dengan kunjungan Kepala BPPSDMP Kementerian hari ini, Petani dan PPL Indramayu mendapat berkah dan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan pertanian di Indramayu,” katanya lagi.
Koordinator BPP Balongan Kushendarti mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala BPPSDMP.
“Kunjungan ini menjadi motivasi dan tambahan semangat bagi kami untuk menjalankan tugas sebagai PPL. Dengan segala keterbatasan personil dengan 7 penyuluh yang terdiri dari 4 PNS, 1 P3K dan 1 THL-TBPP kami tetap berupaya maksimal untuk mendampingi petani,” tandas pKushendarti.PppP
Leuwiliang | Jurnal Bogor Para pedagang pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor meminta pihak berwajib untuk segera mengumumkan penyebab utama kebakaran yang menghanguskan ratusan kios tersebut.
Pasalnya, saat ini para pedagang menduga-duga sehingga menimbulkan prasangka buruk dalam musibah kebakaran tersebut.
Bahkan, tak sedikit para pedagang mengutuk kejadian kebakaran tersebut jika berasal dari kesengajaan dari seseorang.
“Jika ini rekayasa, bilamana seseorang ataupun siapapun pelaku pembakaran mendapatkan azab dari Allah SWT,” kata salah satu pedagang yang kiosnya terbakar H Endang dalam rapat musyawarah di aula Desa Leuwiliang, Jumat (29/09/2023).
Dia menegaskan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi resmi dari hasil investigasi pihak berwajib.
“Karena sampai hari ini saya lihat di sosial media itu tidak ada rilis resmi dari pihak berwajib baru penyelidikan. Sehingga jangan sampai kami pedagang ini menjadi suuzdon, jangan-jangan begini jangan-jangan begitu jadi sehingga minta ada rilis resmi dari pihak berwajib,” jelasnya.
Kendati begitu, pihaknya sangat mempercayai pihak berwajib dalam hal investigasi penyebab kebakaran tersebut.
“Saya minta kepada pengurus melakukan agar meminta kepada pihak berwajib memberikan liris resmi kepada kami sebagai pedagang,” bebernya.
Sementara perihal penyebab kebakaran Pasar Leuwilianh, belum ada informasi lanjutandari pihak kepolisian.
Leuwiliang | Jurnal Bogor Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang meminta segera dilakukan relokasi pemindahan, bagi pedagang yang kiosnya hangus terbakar. Saat ini rencana relokasi dipilih di terminal Leuwiliang.
“Hari ini kami mengumpulkan semua pedagang yang kiosnya terkena musibah kebakaran, untuk mencari solusi terkait kelanjutan usaha,” kata pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Leuwiliang Ues Baesul Qorni ketika menghadiri musyawarah di aula Desa Leuwiliang, Jumat (29/9/2023).
Dia meminta untuk segera menertibkan area yang terbakar ditutup sementara dan dicarikan lokasi lain, agar pedagang tetap bisa berjualan.
“Hasil musyawarah yang pertama rencana relokasi buat pedagang tempatnya di terminal Leuwiliang,” ucapnya.
Dia menambahkan, mudah-mudahan adanya musyawarah ini pedagang sudah setuju kalau memang relokasi pedagang pindah ke terminal.
Namun, ia mengaku kalau memang ingin direlokasi ke terminal harus tertib pembagian kiosnya walaupun setiap pedagang ada yang punya kios sampai 4, harus adil semuanya.
“Ini pedagang yang hadir bisa mengikuti langkah-langkah dan pengurus paguyuban harus adil, yang tadinya dagang harus kembali dagang lagi,” cetusnya.
Selain rencana relokasi di terminal Leuwiliang, ada usulan lain yakni di daerah Gunung Galuga, tapi semua solusinya ingin dekat dengan pasar aslinya.
“Kerugian belum bisa dipastikan, misalnya saya saja ada tiga kios, dan saat ini kondisi pedagang menganggur,” katanya.
Leuwisadeng | Jurnal Bogor Pengaspalan jalan dilakukan Pemerintah Desa Sadengkolot di dua wilayah yakni Kampung Ciranji RW 03 dan Kampung Cimanggu RW 04, Desa Sadengkolot, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Jalan tersebut merupakan akses antardesa yang merupakan jalan usaha tani tersebut tentu saja disambut antusias oleh warga sekitar. Sebab, pembangunan ruas jalan usaha tani ini cukup penting mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar.
Jalan yang sebelumnya rusak parah tersebut, kini dibangun menggunakan anggaran bantuan keuangan infrastruktur desa, Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2023.
“Untuk program Samisade tahap kedua tahun 2023 ini sudah turun, dan difokuskan insfratruktur. 40 persen di Desa Sadengkolot pengaspalan jalan di dua wilayah. Sebab di dua wilayah ini sangat riskan untuk sektor pertanian. Selain itu juga lintas antardesa antara Sadengkolot dan Leuwisadeng,” kata Sekertaris Desa Sadengkolot, Sudiman, Kamis (28/09/2023).
Sudiman menyatakan, bahwa progres Samisade Tahun 2023 difokuskan di dua wilayah yang notabene jalan sangat rusak.
Akses sektor pertanian pun sangat dibutuhkan oleh lingkungan tersebut dan pembangunan tak terlepas dari hasil musyawarah Musdus dan Musrenbangdes.
“Alhamdulillah Desa Sadengkolot secara keseluruhan mendapatkan 1 miliar yang dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama 60 persen dan kedua 40 persen,” paparnya.
Dia menjelaskan, di tahap pertama terbagi 3 item diantaranya TPT, udit dan pengaspalan. Sementara di tahap kedua melanjutkan pengaspalan keseluruhan.
Saat ini, kata dia, program Samisade adalah yang terakhir dengan harapan program tersebut terus dapat berlanjut, meski berbeda nama dengan Samisade. Menurutnya jika mengacu ke pengaturan dan informasi yang dia dapat, bahwa Samisade tahun ini yang terakhir.
“Kalau kita mengikuti aturan bahwa Samisade ini tahun 2023 terakhir. Tetapi ada wacana kedepan itu bantuan keuangan (Bankeu), mudah-mudahan program itu juga sesuai dengan harapan desa,” pungkasnya.
jurnalinspirasi.co.id – Sibuk ya kang Prof Didin, sehat dan sukses selalu pengabdiannya yang tak pernah henti mencerahlan publik negeri, yang ditimpa banyak problem dan musibah yang dibuat-buat rezim politik, yang “dungu dan tolol” menurut bung Rocky Gerung.
Saya lihat dan baca di beberapa medsos nama kang Prof Didin S Damanhuri, terus bermunculan sebagai narasumber seminar nasional, forum diskusi ilmiah, yang diselenggarakan di banyak lembaga NGO dan juga GoI, institusi resmi Pemerintahan Indonesia (GoI).
Selamat mengabdi demi kemajuan negara- bangsa (nation-state), semoga Allah SWT senantiasa menganugerahi nikmat sehat-walaffiat, dan selalu beropini yang menginspirasi dan mencerahkan sebagai intelektual muslim senior, yang kaya pemikiran dan menembus batas, yang ada di tanah air saat ini.
Saya AA adalah yuniornya yang terus mengikuti jejak langka dan pemikiran-pemikiran cerdas kang Prof Didin S Damanhuri. Jujur saya berkata bahwa Kang Prof Didin adalah salah seorang tokoh intelektual muslim panutan dan mentor saya sejak saya muda belia sebagai aktivis Kampus.
Saya sudah sejak lama mengenal sosok dan ide-ide cerdasnya sejak menjadi aktivis HMI, lembaga kemahasiswaan Senat Mahasiswa Faperikan IPB, UKM BKI IPB dan aktif di forum-forum diskusi mahasiswa lintas kampus, bernama Forum Latihan dan Pengembangan Muslim Intelektual, yang dikenal FOLAPMI, Kang Didin sering diundang menjadi pemantik diskusi dan atau narasumber, yang disenangi para aktivis mahasiswa, ketika itu berkisar tahun 1980 sd 1986, yang terus berlanjut kiprah hingga sekarang, dengan pemikiran kritis, analitik yg semakin bernas.
Keahlian kang Prof Didin S Damanhuri di bidang ekonomi politik kaitannya public policy, begitu jernih menjelas fenomena sosial yg menyimpang dalam berbagai aspek ipoleksesbudham negeri ini dianalisis secara saintifik dalam perspertif agama (QnS), ideologi dan konstitusi negara, Pancasila dan UUD 1945.
Sebutkan saja misalnya isu-isu strategis nasional, diantaranya seperti cengkraman oligarky semakin sistematik, poros Jakarta-Peking, dan banyak yang lain beragam topik, terakhir kasus Investasi Eco City Rempang yang melanggar HAM terhadap etnis Melayu Rempang yang sangat memilukan hati bagi mereka yang waras.
Sikap kritis Prof Didin begitu jelas, di saat-saat para cendekiawan muslim lainnya gesturenya masih lihat “kiri-kanan”, lamban gerakannya dan atau diam saja (cicing wae). Sikap tegas dan jelas dari kang Didin, mendahului mereka, yang mengoreksi publik policy yang sesat dan menyesatkan itu yang didesain rezim zholim itu.
Dibalik kesunyian itu, akhirnya Sang Prof Didin S Damanhuri, senior saya yang telah menulis buku lebih 60 judul itu, tampil di garda terdepan beropini di media massa dan media sosial. Saya sangat mengappresiasinya. Insya Allah pula semuanya itu telah mewarnai konten tulisan-tulisan saya di beberapa medsos. Semoga.! Syukron barakallah Wassalam
====✅✅✅
Penulis: H.Apendi Arsyad (Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Universitas Djuanda, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)