23 C
Bogor
Tuesday, March 31, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 46

Badan Jalan di Cisarua Jadi Bisnis Parkir Liar

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Pascapembongkaran pedagang kaki lima (PKL) di pintu masuk Pasar Cisarua beberapa waktu lalu masih menyisakan pekerjaan yang perlu dituntaskan. Penataan di area bekas pedagang PKL salurannya kini dikotori oleh sampah yang dibuang secara sembarangan.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah di saluran tersebut seolah dibuang secara sengaja hingga saluran yang seharusnya normal kini menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan akan adanya ancaman banjir di kawasan tersebut.

Selain itu, di lokasi pascapembongkaran kini malah berubah menjadi tempat parkir liar. Puluhan kendaraan roda dua dan empat berjejer di sepanjang jalan itu mengakibatkan badan jalan menjadi sempit. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, yang menugaskan petugas di kawasan itu seolah-olah tutup mata.

“Bisa dilihat langsung, badan jalan menuju ke pasar dijadikan parkir liar oleh oknum. Seharusnya parkir kendaraan yang belanja ke deretan ruko di sana tidak di atas badan jalan, karena menggangu kelancaran lalu lintas, ” ujar Sopian, warga setempat.

Sementara itu dikatakan warga lainnya, kondisi badan jalan menuju pasar yang dijadikan parkir liar tersebut sudah terjadi sejak lama. Warga merasa adanya pembiaran yang dilakukan oleh petugas Dishub.

“Keadaan parkir liar yang menggunakan badan jalan arah ke pasar bukan hal yang baru. Itu sudah terjadi sejak lama. Instansi yang terkait seolah olah membiarkannya. Buktinya hingga saat ini parkir liar itu masih tetap berjalan,” pungkas Subagio.

** Dadang Supriatna

Kolaborasi DLH dan Tohaga Cisarua Perlu Dipertahankan

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Unit Ciawi, bersama pihak Pasar Tohaga Cisarua kini mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Yakni dalam penanganan sampah pasarnya, pihaknya secara fokus menjalankan pengangkutan sampah dari pasar tradisional ini dilaksanakan sesuai jadwal yang mereka sepakati.

Dengan disiplinnya pengangkutan sampah tersebut, kondisi pasar mengalami perubahan yang cukup signifikan. Gunungan sampah akibat berbagai faktor kini tidak terlihat lagi.

Bukan hanya itu saja, warga atau pengunjung pasar juga merasakan, aroma bau dari sampah yang pada umumnya terjadi di setiap pasar, untuk pasar Cisarua kini tidak tercium bau busuk sampah lagi.

“Sejak beberapa waktu ini, kita perhatikan pengangkutan sampahnya terlihat disiplin. Kita jarang melihat adanya gunungan sampah, kondisi sampah pasarnya sekarang ini wajar wajar saja. Begitu juga, dulu dulu sempat suka tercium bau busuk di kawasan blok A yang berdekatan dengan bak sampah kini tidak tercium lagi, ” tutur Erni, salah seorang pengunjung pasar.

Sementara itu dikatakan Ketua BPD Citeko, dimana pasar itu masuk ke wilayahnya, Ahmad Gozali mengatakan, eksistensi dari DLH untuk pengangkutan sampah ke pasar Cisarua kini tergolong disiplin.

“Yang namanya pekerjaan pasti ada kendalanya, dan daya angkut yang dilakukan oleh pihak DLH untuk sampah di pasar sekarang lumayan baik, tapi itu perlu lebih ditingkatkan. Hingga setelah diangkut, kondisi sampahnya kosong, ” tandasnya.

Berkaitan dengan air limbah dari blok para pedagang sayuran, daging dan ikan, ditambahkan Gozali yang juga sebagai Kasatgas di Pasar Cisarua, air dari blok tersebut sudah diproses melalui Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).

“Semua aliran air dari para pedagang basah dialirkan ke dalam IPAL. Dengan demikian, air bekas dari para pedagang tersebut tidak langsung mengalir ke sungai. Dengan demikian, air yang bersumber dari pasar tidak kotor lagi. Dan mudah mudahan kondisi IPAL-nya berfungsi dengan baik, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Sastra Winara Dampingi Peninjauan Program Pertanian Terpadu di Kampung Patriot

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mendampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan kunjungan kerja ke Kampung Patriot, Minggu (18/1/2026). Kunjungan tersebut untuk meninjau pengelolaan sektor peternakan dan pertanian unggulan di wilayah itu.

Turut hadir dalam kunjungan itu Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih. Kegiatan ini menjadi ajang tukar gagasan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan TNI dalam upaya mengoptimalkan potensi daerah. Kunjungan difokuskan pada implementasi inovasi agrobisnis untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Sastra Winara mengatakan, kolaborasi pemerintah daerah dan TNI sangat penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya menjaga ketahanan pangan.

“Kami mengapresiasi langkah TNI dalam membina Kampung Patriot. Sinergi dan silaturahmi antara TNI dan Pemerintah Daerah harus terus terjalin erat,” ujarnya.

Menurut Sastra, kunjungan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi wadah untuk mendorong inovasi demi kemajuan bangsa serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bogor.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi tata kelola Kampung Patriot yang dinilai mampu mengintegrasikan sektor pertanian dan peternakan secara modern. Ia menegaskan, kolaborasi dengan TNI sangat penting untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI diharapkan terus terjalin erat guna mendorong inovasi yang berdampak langsung pada kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Bogor,” katanya. (*)

Gedung Ambruk, SDN Ciketug Alami Darurat Belajar

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Gedung SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, Nanggung, Kabupaten Bogor yang ambruk beberapa waktu lalu membuat ratusan siswa mengalami darurat belajar.

Kepala Sekolah SDN Ciketug Mursid menyebut, dari 229 siswa di sekolahnya terpaksa harus  melangsungkan kegiatan belajarnya menjadi dua sift.

“Saat ini kegiatan belajar sangat darurat pascagedung SDN  Ciketug itu ambruk,” jelas Mursid kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/1/2026).

Kini tersisa hanya dua ruang kelas, itu pun kondisi bangunannya sudah tak layak. Tidak ada pilihan lain, dengan terpaksa ruang kelas yang sudah tak layak itu masih digunakan.

Mursid tak habis pikir Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor tak merespons meski gedung SDN Ciketug telah diusulkan agar menjadi prioritas pembangunan.

Diakuinya pengajuan pembanguna telah dilayangkan melalui kesekretariatan Disdik Kabupaten Bogor. Namun tetap saja tidak ada kabar baik, hingga terjadi ambruk. Sekolah yang sempat disambangi Disdik melalui Sarpras  beberapa tahun lalu, hingga kini tak kunjung dibangun.

Bahkan penggunaan dana BOS yang untuk perbaikan sekolah tersebut menjadi Mubazir karena pada akhirnya gedung SDN Ciketug ambruk.

 
** Arip Ekon

Serikat Tani Islam Indonesia Gelar Ngaji Pertanian

0

Bogor | Jurnal Bogor
Serikat Tani Islam Indonesia (STII) menggelar ngaji pertanian secara daring Sabtu (10/1/2026) mengangkat tema “Waste Management di Indonesia dan komparasinya dengan negara lain”.
Sebagai narasumber dalam Ngaji Pertanian STII yang dipandu Firyal Farhan, adalah M Rayhansyah Jasin, B.Soc.Sc, Mahasiswa S2 Hubungan Internasional pada Institut Barcelona d’Estudis Internacionals, Spanyol.
Ketua Umum PB STII periode 2024-2029, H Fathurrahman Mahfudz, BIRK, MM dalam pengantarnya mengatakan pentingnya waste management atau manajemen pengelolaan sampah.
“Karena penting membahas Waste Management, yakni bagaimana pengaturan sampah atau kotoran bisa termenej dengan baik agar tidak menjadi ‘sampah’ tapi bisa memberikan income atau solusi untuk menuju hijau kembali. Dari yang tadinya menjadi beban atau cost bisa menjadi revenue,” kata Fathurrahman Mahfudz dalam pengantar Ngaji Pertanian STII.
Dalam kesempatan tersebut Fathurrahman Mahfudz mengajak untuk membandingkan tata kelola waste management di Indonesia dengan dengan negara-negara yang lain.
Fathurrahman juga menegaskan, merujuk AD-ART, STII tak hanya menyejahterakan petani, tapi juga berupaya bagaimana terus mempertahankan ekosistem kelestarian alam ini terjaga.
“Waste management adalah bagaimana kita menjaga ekosistem di alam yang diamanahkan kepada kita,” kata Fathurrahman Mahfudz menutup pengantarnya.
Narasumber M Rayhansyah Jasin memaparkan pengamatannya terhadap manajemen pengelolaan sampah di Austria dan Spanyol, dua negara yang pernah menjadi tempat domisilinya.
“Masyarakat Austria secara kultur lebih condong seperti masyarakat Jerman, Swiss dan Eropa tengah yang masyarakatnya lebih teratur dan disiplin dalam pengelolaan sampahnya,” papar M Rayhansyah Jasin.
Masyarakat Austria menurut Rayhansyah, sudah terbiasa untuk memilah sampah dalam skala rumah tangga.
“Setiap sampah dibagi menjadi 4 macam, botol kaca dan botol kaleng, sampah plastik, sampah organik dan sampah lain-lain, biasanya sampah yang besar, misal barang-barang elektronik, tidak digabung,” terangnya.
Dijelaskan Rayhansyah, bahwa semua rumah tangga akan menyediakan 3 kantong sampah di rumahnya.n Herry Setiawan

Gerai Kopdes Merah Putih Pasirjaya Mulai Dibangun

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor resmi dimulai. Pekerjaan diawali dengan pengukuran lahan, pembangunan fondasi, serta pemasangan besi cor sebagai struktur dasar bangunan.

Gerai koperasi tersebut dibangun di atas lahan aset desa seluas 20 x 30 meter atau sekitar 600 meter persegi. Bangunan ini nantinya akan difungsikan sebagai gudang, kantor sekretariat, gerai toko, serta dilengkapi area parkir. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kerja.

Proses pembangunan gerai KDMP akan terus dipantau oleh Babinsa bersama Agro Industri Nasional (Agrinas) yang berada di bawah naungan Danantara, guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.

Kepala Desa Pasirjaya, Suhanda Hendrawan, menjelaskan bahwa pembangunan dimulai pada Senin, 5 Januari 2026, dengan kegiatan pengukuran lahan oleh Babinsa dan tim Agrinas. Pembangunan fisik dilanjutkan keesokan harinya.

“Pada hari Senin tanggal 5 Januari dilakukan pengukuran, kemudian Selasa tanggal 6 Januari pembangunan langsung dimulai, mulai dari pemasangan pondasi hingga persiapan pembuatan tiang beton sebagai penguat bangunan. Lokasinya berada di Kampung Pasir Jawa, dan lahan ini merupakan aset desa,” ujar Suhanda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/01/26).

Menurutnya, pembangunan gerai KDMP merupakan langkah strategis dalam memperkuat potensi ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan berbagai unit usaha koperasi.

“Jika nanti sudah selesai, gedung ini akan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Usaha yang dijalankan meliputi sektor pertanian, perdagangan, hingga layanan apotek desa,” tambahnya.

Ke depan, gedung KDMP tersebut akan menjadi aset desa dan dikelola sebagai Koperasi Desa Merah Putih Pasirjaya. Masyarakat diharapkan dapat bergabung sebagai anggota koperasi dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk meningkatkan perekonomian warga.

“Sisa lahan akan kami manfaatkan untuk pembangunan alun-alun desa agar aktivitas koperasi semakin hidup, mulai dari jual beli, simpan pinjam, hingga pameran UMKM. Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” pungkasnya. Yudi

Koperasi Desa Merah Putih Cileungsi Sepakat Usaha Kuliner

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Koperasi Desa Merah Putih Desa Cileungsi Kecamatan Cileungsi akan fokus membuka usaha Kuliner Desa Mandiri (KDM) seperti berjualan kopi dan makanan ringan.
Usaha ini ditetapkan bersama dalam musyawarah pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kantor Desa Cileungsi, Senin (12/1/2026) malam.
Kepala Desa Cileungsi, Burhanudin mengatakan peresmian KDM sebagai pusat kuliner desa diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sajian beragam menu makanan dan minuman dengan harga terjangkau, mulai dari nasi bakar, nasi kucing, lontong isi, stick cireng, cireng pastel, roti bakar, kentang goreng, sosis bakar, sate usus, sate ati ampela, sate telur puyuh, mie rebus dan mie goreng, serta berbagai pilihan minuman kopi dan minuman ringan lainnya.
“Kuliner Desa Mandiri ini bukan hanya tempat usaha, tetapi menjadi wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku (UMKM) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dengan harapan bisa berkembang, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ujar Burhan saapan akrab Kades itu saat ditemui awak media kemarin.
Burhan menambahkan, dengan konsep sederhana namun kekinian, KDM diharapkan menjadi ruang berkumpul masyarakat, sekaligus pusat ekonomi kreatif desa yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan asli desa (Pades).
“Mudahan-mudahan apa yang kita laksanakan hari ini bisa bermanfaat untuk kemajuan desa kita bersama,” tandasnya.n Areinta

Solidarity Squad Restrukturisasi Anggota Wujudkan Organisasi yang Solid Jelang Muswil

0

Depok | Jurnal Bogor
Wujud nyata dalam mensukseskan gelaran Musyawarah Wilayah (Muswil) Pertama pada 24 Januari 2026 yang akan datang nanti, Jane Nadeak, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Solidarity Squad melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada semua jajaran terkait Organisasi melalui Restrukturisasi, mulai dari KSB DPD, Kepala Divisi dan 11 KSB DPC di seluruh kecamatan di wilayah Depok, pada hari selasa, 13 Januari 2026 di Godongijo.

Agenda rakor pada malam ini utamanya adalah  Restrukturisasi Pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC  yang dilaksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia.

“Agenda kita malam ini terutama Rekstruturisasi pengurus Organisasi Solidarity Squad baik ditingkat DPD maupun DPC , Alhamdulillah lancar, tidak ada argumentasi yang berarti, dan kita laksanakan dengan demokratis sesuai dengan AD/ART Solidarity Squad Indonesia,” ujar Jane.

Ia menambahkan, jika kegiatan malam ini sekaligus merupakan bagian dari persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang sudah berjalan sembilan puluh persen tinggal sepuluh persen lagi, yaitu persiapan kroscek data dan juga persiapan detail atau juknis tentang titik kumpul dan dresscode atau seragam kita dan juga kita mau buat yang terbaik untuk Solidarity Squad agar pada Muswil nanti DPD Depok tampil prima dan paripurna serta malam ini kami mendengar aspirasi dari DPC – DPC yang hadir untuk kami rangkum dan tindak lanjuti kedepannya.

Pada waktu yang sama Ferry, atau lebih akrab disapa Bang Ferry selaku Bendahara DPD menegaskan, jika kegiatan malam ini di godongijo lebih kepada tentang AD/ART, Restrukturisasi dan persiapan Muswil dimana pada malam ini DPD sudah mengumpulkan ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi yang mana data dari hasil rekstrukturisasi dan kegiatan malam ini akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti.

“Iya kegiatan kita malam ini di Godongijo lebih kepada AD/ART dan persiapan Muswil, Alhamdulillah semua bisa hadir mulai dari DPD, Ketua-ketua DPC dan masing-masing Divisi, semua data dari hasil rekstrukturisasi dan termasuk jumlah perserta yang akan hadir di Muswil nanti akan segera diserahkan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad, mengingat ini Muswil Pertama di Bekasi, kita semua sangat antusias, terutama ibu Jane,” tandasnya.

Dengan akan diselenggarakan agenda besar Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Solidarity Squad Jawa Barat nanti, DPD Solidarity Squad Depok berharap dapat menjadikan Solidarity Squad Jawa Barat lebih Solid, Unggul dan menjadi Semangat baru serta dapat dirasakan manfaat keberadaannya ditengah masyarakat luas sebagai organisasi sosial.

(Erwin)

Kapolsek Caringin Gelar Kenal Pamit, AKP Hendra Kurnia Beralih Tugas ke Ciomas

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kepolisian Sektor (Polsek) Caringin menggelar kegiatan kenal pamit Kapolsek di Café Bawah Langit, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Selasa malam (13/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, AKP Hendra Kurnia yang sebelumnya menjabat Kapolsek Caringin resmi berpamitan kepada unsur Forkopimcam dan masyarakat seiring alih tugasnya sebagai Kapolsek Ciomas. Sementara itu, jabatan Kapolsek Caringin kini diemban oleh AKP Jajang.

Acara kenal pamit berlangsung khidmat dan penuh keakraban, dihadiri Camat Caringin Ramdan Firdaus beserta jajaran, Danramil Ciawi–Caringin Mayor Inf. Budi Rahmat, Ketua DPK APDESI Kecamatan Caringin H. Aldi Wiharsa bersama para kepala desa, Ketua MUI Kecamatan Caringin, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, AKP Hendra Kurnia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimcam dan masyarakat Caringin atas dukungan serta kerja sama selama masa tugasnya. Ia menegaskan bahwa situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Caringin tidak terlepas dari soliditas dan sinergi lintas sektoral.

“Terima kasih kepada pemerintah kecamatan, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, para kepala desa, serta seluruh warga Caringin atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Capaian yang diraih merupakan hasil kerja bersama,” ujar AKP Hendra Kurnia.

Ia berharap kepemimpinan Kapolsek yang baru dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. “Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergitas yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Caringin yang baru, AKP Jajang, dalam sambutan perdananya menyatakan komitmen untuk melanjutkan program-program positif yang telah dirintis sebelumnya. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pendekatan humanis, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan Forkopimcam. Tanpa kebersamaan, tugas kepolisian tidak akan berjalan optimal. Mari kita perkuat sinergi demi terwujudnya Caringin yang aman, damai, dan kondusif,” tegas AKP Jajang.

Camat Caringin Ramdan Firdaus turut memberikan apresiasi atas dedikasi AKP Hendra Kurnia selama bertugas di Caringin. Menurutnya, koordinasi yang solid antara kecamatan dan Polsek telah memberikan dampak positif bagi stabilitas dan keamanan wilayah.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Caringin, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak AKP Hendra Kurnia atas pengabdian dan dedikasinya. Selamat bertugas di tempat yang baru sebagai Kapolsek Ciomas, dan selamat datang kepada Bapak AKP Jajang sebagai Kapolsek Caringin,” pungkasnya.

** Yudi

Pascademo, Bupati Bogor dan Pengusaha Quarry Bahas Jalan Khusus dan Pembukaan Kembali Operasi

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Pascaunjuk rasa warga tiga kecamatan yang berlangsung ricuh di Cigudeg, Senin (12/1/2026), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung mengambil langkah operasional. Pada Selasa (13/1/2026), Bupati Bogor Rudy Susmanto mengundang perwakilan masyarakat dan para pemilik usaha quarry (tambang) ke Pendopo Kabupaten untuk membahas langkah konkret menanggapi tuntutan mereka.

Pertemuan yang difasilitasi Bupati Rudy dan Wakil Bupati Ade Ruhendi ini fokus pada dua agenda utama: pembangunan jalan khusus tambang dan upaya membuka kembali operasional tambang di wilayah Parungpanjang, Cigudeg, dan Rumpin (PPCR).

Berikut adalah poin-poin kesepakatan dan rencana aksi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut:

  1. Peta Waktu Pembangunan Jalan Khusus Tambang
    Pemkab Bogor mengonfirmasi alokasi dana sebesar Rp100 miliar dalam APBD 2026 khusus untuk pembebasan lahan jalan tambang. Rencana pembangunannya akan direalisasikan dengan tahapan sebagai berikut:

· Januari 2026: Finalisasi penentuan trase (jalur) jalan.
· Tahun 2026: Proses pembebasan lahan. Para pengusaha quarry berkomitmen membantu melalui hibah lahan jika trase jalan melewati aset mereka, atau penyertaan dana bagi yang tidak dilewati.
· Paralel 2026: Setelah pembebasan lahan, akan dilakukan land clearing (pembersihan lahan) bekerja sama dengan TNI dan bantuan para pengusaha.
· Target 2026: Trase jalan tambang dapat difungsikan untuk angkutan truk tambang berkapasitas 20-30 ton.
· Tahun 2027: Pengerasan jalan (betonisasi).

  1. Solusi Sementara untuk Angkutan Tambang
    Sambil menunggu jalan khusus selesai, diusulkan solusi sementara:

· Truk tambang sumbu 2 dan 3 dapat melintas via jalur Cigudeg-Rumpin, setelah perbaikan Jembatan Leuwiranji selesai pada 31 Januari 2026.
· Angkutan sumbu 1 dapat tetap menggunakan jalur Parungpanjang.

  1. Upaya Percepatan Pembukaan Kembali Operasi
    Bupati Rudy Susmanto akan memimpin langsung delegasi yang terdiri dari perwakilan pengusaha quarry dan masyarakat untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam minggu depan. Dalam pertemuan itu, akan dijelaskan komitmen dan kontribusi positif para pengusaha dalam pembangunan jalan tambang serta peta jalan yang telah disusun.

· Harapannya, penjelasan ini dapat meyakinkan Gubernur untuk mencabut Surat Edaran (SE) pemberhentian sementara operasi quarry, sehingga aktivitas pertambangan berizin dapat segera beroperasi kembali, terutama dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dialog dengan massa demonstran sehari sebelumnya. Aksi unjuk rasa dipicu penutupan aktivitas pertambangan sejak September 2025, yang menyebabkan ribuan kepala keluarga (KK) kehilangan mata pencaharian. Warga juga menuntut realisasi janji bantuan sosial (bansos) kompensasi yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terkait bansos, Bupati telah berkomitmen untuk mempercepat pencairannya paling lambat Kamis (22/1/2026).

Rahman Efendi