31 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 453

KRL Monalisa Berharap RW 28 Jadi Juara Madya Tingkat Kabupaten Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Dalam rangka giat BKRL yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Monalisa yang berada di RT.12 / RW.28, Perumahan Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jum’at (6/10/23), Ketua RT 12 RW 28 Setyo Adi mengatakan,diadakannya lomba KRL ini membuat warga Monalisa khususnya menjadi warga yang bertanggung jawab atas lingkungan sendiri untuk melakukan hal-hal baik terhadap lingkungan.

“Kalo ditempat lain ada isu-isu kekeringan di tempat kita tidak mungkin, karena resapan air yang kita miliki cukup baik. Alhamdulillah sampai saat ini kebutuhan air bersih kita masih tercukupi dan sudah ditemui oleh warga sekitar,” katanya.

Sementara tokoh masyarakat Cluster Monalisa Saiful Amari menyebut, jika KRL Monalisa merupakan juara bertahan KRL tingkat RW. Apalagi saat ini, RW 28 sedang mengikuti lomba BKRL tingkat Madya untuk tingkat Kabupaten Bogor.

” Kita dapat tugas ini pertama untuk ketahan pangan, sumur resapan, biopori dan juga kita punya contoh 2 rumah yang komplit menggunaka tenaga surya dan kompor menggunakan bahan bakar minyak juga ada tampungan air untuk pemadam internal,” paparnya.

Saiful yang juga Caleg Demokrat untuk DPRD Provinsi Jawa Barat berharap KRL RW 28 bisa menjadi juara untuk Madya tingkat kabupaten.

” Masih ada planing-planing kedepan warga Monalisa yang memang improve kedepannya untuk KRL,” pungkasnya.

** Reza/Nay

Soal Penjabat Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Tunggu Surat Penunjukan dari Kemendagri

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Soal penjabat Bupati Bogor, yang akan menggantikan posisi Iwan Setiawan, DPRD Kabupaten Bogor, sampai sekarang belum melakukan pembahasan, karena masih menunggu surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita belum melakukan pembahasan siapa yang akan diusulkan menjadi penjabat Bupati Bogor, karena itu tadi surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum ada atau turun,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Kamis (05/10/2023).

Sebagai informasi, masa bhakti Bupati Bogor Iwan Setiawan, berakhir 31 Desember 2023 mendatang. Penjabat Bupati Bogor, pengganti Bupati Iwan Setiawan, akan bertugas 1 Januari 2024, pukul 00 : 00. Masa tugas Penjabat Bupati Bogor sekitar satu setengah tahun atau hingga Bupati Bogor hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak April 2025 dilantik.

“Kalau surat dari Kemendagri, pastinya akan kita bahas. Bahkan, DPRD pun akan menggelar hearing atau dengar pendapat dengan seluruh elemen atau komponen masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Rudy Susmanto.

Rudy menjelaskan, sampai saat ini, DPRD Kabupaten Bogor, telah menerima empat nama usulan dari masyarakat sebagai calon penjabat Bupati Bogor. Keempat nama yang diusulkan itu, diantaranya mantan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat Asep Engkus Sutisna, satu tokoh nasional.

“Kalau satu nama lagi belum bisa kita ungkapkan. Nah, dari empat nama itu mengacu pada ketentuan perundang-undangan hanya tiga yang diusulkan ke Kemendagri untuk dipilih satu,” terang Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra itu.

Rudy pun berharap, surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu keluar atau turun Oktober ini. “Aturannya kan tiga bulan sebelum masa bhakti Bupati Bogor berakhir,nama Pj yang akan menggantikan sudah dibahas,” ujar Rudy.

Seperti diketahui, selain Bupati Bogor, di Provinsi Jawa Barat ini ada beberapa kepala daerah yang akan mengakhiri masa tugasnya pada Desember mendatang atau masuk putaran terakhir, diantaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

** Mochamad Yusuf

Kejahatan Lingkungan PETI yang Abadi, Indikasi Pemerintahan Gagal di Kuansing Riau

0

Jurnalinspirasi.co.id – Saya cermati isi pemberitaan di beberapa (4-5) grup WA para tokoh masyarakat Kuantan-Singingi (Kuansing) Provinsi Riau, dimana saya juga ikut didalamnya.

Saya membaca banyak postingan masih maraknya beroperasi penambangan emas liar (illegal), dinamakan PETI di sepanjang badan sungai atau Daerah Aliran Sungai (DAS) Kuantan dan DAS Singingi. Peralatan perahu Poton dan alat mesin penghisap pasir Dompleng, masih bertebaran di sejumlah titik (spot-spot) yang membahayakan penduduk tempatan. Akibat adanya pencemaran air sungai, air keruh dan air mengandung racun yang berhaya (B3). 

Perbuatan itu jelas-jelas melanggar hukum, perbuatan kriminal, karena areal DAS status sumberdaya airnya milik.umum (communal property rights), bukan milik seseorang atau sekelompok.orang (private/coorporate property rights). Air sungai Kuansing, dimanfaatkan dan dikonsumsi hampir semua penduduk yang bermukim di sepanjang sepadan Sungai untuk minum, mandi, cuci dan bahkan kakus (MCK) yang sudah membudaya secara turun tumurun.

Sungai adalah milik umum dan sebagai sumber kebutuhan vital rakyat, dan sumber kemakmuran bersama (baca UUD 1945 pasal 33), dan alhamdulillah didapatkan atau bisa diperoleh, dinikmati dengan mudah, murah dan bahkan gratis atas kemurahan alam ciptaan Tuhan.

Apalagi usaha illegal penambang emas tersebut, menggunakan zat-zat kimia radioaktif untuk memisahkan butiran emas dari kandungan lumpur dan pasir sungai seperti Mercury (air raksa) dll.

Zat-zat kimiaini sangat membahayakan kesehatan penduduk pemakai air sungai, akibatnya sekujur tubuh gatal-gatal, muncul penyakit generatif seperti tulang keropos, mata kabur dan kelumpuhan.

Hal tersebut gangguan kesehatan bersifat jangka panjang, belasan tahun kemudian. Warga penduduk lokal yang sakit seperti itu, akhirnya menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara selamanya dia hidup. Baca pengalaman dan pelajari kasus atau peristiwa penyakit akibat pencemaran Merkuri di Teluk Minamata Jepang pada tahun 1950an, sungguh mengerikan. Dengan demikian, para pemimpin daerah seharusnya berkomitmen tinggi untuk memberantas PETI tanpa kecuali.

Forkopimda Kabupaten Kuansing yang dipimpin Bupatinya, jangan sampai dikendalikan dan dilecehkan para penjahat lingkungan DAS PETI, yang kini masih marak terjadi. Mereka para pemuka Pemerintahan bersama tokoh masyarakat dan tokoh adat harus solid, berkomitmen, punya visi dan misi, serta punya agenda/proker pembangunan mewujudkan kelestarian ekosistem alam dan lingkungan DAS, hutan dan lainnya sesuai dengan norma dan kaidah serra tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di daerah Kuansing.

Ada 18 tujuan dengan ratusan indikator keberhasilan pembangunan yang harmoni 3 aspek ekonomi, ekologi dan ekososial, itu wajib dilaksanakan, salah satu diantaranya pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup, jangan sampai rusak dan hancur, binasa.

Kalau unsur Forkopimdanya,  terutama Bupati dan aparat birokrasinya masih gemar korupsi, kolusi-nepotisme, suka mendapat upeti dan sogok menyogok oleh mafia tambang emas liar PETI, dan juga gaya hidup para pejabatnya hobi bermewah-mewahan dan bermegah-megahan (hedonist), maka sangat sulit rasanya bisa memberantas penjahat lingkungan PETI, yang ada dan telah lama beroperasi di Rantau Kuantan.

Apa sebab? memang  cara kerja penambang liar penjahat lingkungan seperti PETI pola dan gaya hidupnya adalah sistem mafia.  Mereka tidak bekerja sendirian, aktor tunggal, akan tetapi mereka selalu melibatkan para oknum pejabat pengawas, dan aparat penegakkan hukum dengan “pola bagi hasil” ada bagiannya masing-masing, berupa dana upeti alias sogok menyogok dan suap menyuap yang barang tentu diharamkan agama Islam itu, dan upaya penegakan hukum  (law enforcement) melemah dibuatnya.

Makanya para oknum pengawas dan penegak hukum (oknum polisi,  oknum jaksa,  oknum hakimnya) termasuk tokoh masyarakat setempat (RT,  RW dan pak Kades)  juga mendapat bagian uang haram tersebut. Semuanya cincailah.

Hal ini dilakukan uang tutup mulut,  sedangkan bagi oknum aparat dijadikan tambahan penghasilan keluarganya. Upeti masuk setiap kurun waktu tertentu kapada oknum aparat dan pejabat yang berwenang utk menindak dan memberantas Peti.

Faktor inilah yang membuat para penjahat lingkungan tambang emas PETI tetap berkeliaran beroperasi yang membuat air tercemar dan ikan-ikan, biota perairan umum pun hilan (punah). Padahal sumberdaya ikan itu adalah sumber mata pencaharian penduduk dan sekaligus sumber protein bagi perbaikan kesehatan Rakyat tempatan.

Mengapa kegiatan dan usaha penambangan emas illegal tetap berlangsung akibat mesin permafiaan tambang emas masih eksis, menjerat oknum-oknum pejabat dan penegak hukum, bahkan juga tokoh masyarakat.

Solusinya ditunggu peran dan fungsi pemuda pemberani dan pendobrak di daerah Kuansing yang cerdas,  kritis, punya idealisme (tidak opportunis) dan berani memprotes serta membuat pengaduan atas nama LSM/NGO dengan menyuguhkan barang bukti kepada Kapolda Riau dan Kapolri di Jakarta dengan tembusan kepada para pejabat terkait.

Jangan lupa pula gunakan media massa (koran dan tv) profesional yang indefenden seperti Kompas, Riau Post, dll. Untuk kelancaran tugas pelaporan kejahatan lingkungan buat Lembaga Swadaya Masyarakat. (LSM/NGo) berbadan hukum seperti Yayasan Peduli Lingkungan hidup seperti Walhi, Kehati,  dll.

Bangun opini publik secara terus menerus, angkat data dan fakta perusakan ekosistem DAS dan hutan di media massa agar publik sadar, masyarakat mengetahui untuk membangun semangat perlawanan, sehingga penindakan hukum bagi aktor pemodal dan perusak lingkungan dipenjarakan setelah diadili di PN yg bebas KKN, bukan ditangkap para pekerja yang “kroco-kroco”, atau dibakar perahu Poton dan Domplengnya itu tidak ada artinya, itu perbuatan sia-sia dan hanya sekedar pencitraan penegakan hukum semata, alias pembodohan publik.

Jika ini dilakukan, saya berkeyakinan usaha PETI emas illegal dan terkutuk tersebut, insya Allah akan hilang, sirna di bumi Jalur Kuansing. Jika tetap ada,  solusinya agar rakyat meminta pimpinan penegak hukum yang bertugas di Kuansing diturunkan pangkatnya dan atau diberhentikan tidak hormat alias dipecat, jika terbukti mereka melindungi para penambang liar tersebut.  Ibarat pepatah. “jangan sampai pagar makan tanaman”.

Sikap tegas dan komitmen yang tinggi dari Bupati Kuansing, faktor penentu utama untuk suksesnya pemberantasan PETI guna melindungi rakyatnya harus pula jelas. Semoga Bupati beserta jajaran birokrasi tidak terlibat dalam sistem permapiaan tambang Illegal tersebut.

Kita berharap permasalahan PETI ini terselesaikan dengan baik dan tuntas melalui pendekatan penegakan hukum,  edukasi masyarakat, dan kedisiplinan aparatur negara dan pemerintahan setempat. Malu kita, kok belasan tahun dan bahkan berpuluh-puluh tahun masalah PETI selalu mencuat dalam pemberitaan publik. 

Masalah kejahatan lingkungan tidak terpecahkan dan terselesaikan Pemerintah baik Pusat di Jakarta (KemenLH dan hutan), Provinsi Riau apalagi Pemkab Kuansing. Berarti Pemerintah atau negara atau Pemerintahan telah gagal (government failure) dalam melindungi, memajukan, mencerdaskan dan mendamaikan kehidupan masyarakat Kuansing?!

Pertanyaannya berikutnya adalah,  apa saja pekerjaan aparat biroktasi Pemprov Riau, Pemkab Kuansing dan Lembaga Pengayom Masyarakat serta penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan selama ini? Dimana mereka telah disumpah mengemban amanah tugas negara atas nama Tuhan YME, dan juga telah digaji dari uang pajak rakyat yang telah dianggarkan di APBD dan APBN.

Malu dan gemas kita mendengarkan masalah kerusakan lingkungan ekosistem (ecosystem demages) perairan DAS Kuantan dan DAS Singingi, yang tak pernah henti, alias tidak tuntas-tuntas juga, akibat buruknya tata kelola pemerintahan (bad governance). Padahal pergantian kepemimpinan daerah Bupati sudah berlangsung berkali-kali.

Apakah tidak ada dalam dokumen visi dan misi Bupati tentang penyelamatan dan konservasi DAS dan ekosistem alam spt hutan, danau dan sungai pada waktu proses pencalonan mereka dalam Pilbub Kuansing,?

Harapan kita ke depan, perlu dicermati, pilihlah calon pemimpin daerah yang berpengetahuan luas dan berkomitmen yang tinggi dalam melestarikan ekosistem alam Rantau Kuansing, sehingga anak cucu kita menikmati hidup yang lebih baik, serta hidup kita tentram, damai dan  bisa mewujudkan kemakmuran bersama di masa kini dan akan datang.

Save nagori Rantau Kuansing dari kerusakan ekosistem alam dan lingkungannya demi anak-cucu, terutama DAS Kuantan.

 Ingat moto masyarakat adat Kuansing

“…Tigo tali. Sapilin,  Basatu Nagori Maju.”

Salam kayuah.

Save masyarakat Kuansing dari kehancuran ekosistem alam dan lingkungan.

Jaga dan selamatkan DAS Kuantan dan Singingi sebagai sumber kemakmuran bersama, bukan kemakmuran orang-perseorang seperti Peti yang merusak DAS dan melanggar hukum lingkungan.

Terima kasih atas perhatian dan kepeduliannya.

Wassalam

=====✅✅✅

Penulis:
Dr.Ir H.Apendi Arsyad,M.Si
(Salah seorang Perantau yang tetap mencintai Kampuang halamannya Kuansing, Dosen-Asosiate Profesor, Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Wanhat ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat-Pengamat dan kritikus Sosial)

Hari Ulang Tahun TNI ke–78, Ini Harapan dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi
Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke – 78 tahun 2023 yang mengangkat tema “TNI Patriot NKRI Pengawal Demokrasi Untuk Indonesia Maju,” menurut Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, sangat relevan. Pasalnya, pada tahun 2023 dan 2024 ini Indonesia, memasuki tahun politik, dimana ada dua hajata besar skala nasional, yakni pemilihan umum legislatif (Pileg) dan pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres).

“Tahun politik di 2023 dan 2024 suasananya harus kondusif, termasuk di Kabupaten Bogor. Saya optimis dengan sinergi antara TNI/Polri, serta dukungan semua elemen masyarakat, pesta demokrasi pada tahun 2024, khususnya di Kabupaten Bogor, agar berlangsung aman, lancar dan kondusif,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto,Kamis (05/10/2023) ditemui usai menghadiri upacara peringatan HUT TNI ke – 78 di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Rudy mengucapkan terima kasih kepada seluruh personil TNI dari tiga matra, dari mulai darat, laut dan udara, karena sudah menjaga kedaulatan negara dan bangsa.

“Atas nama pimpinan lembaga DPRD, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI telah menjaga kedaulatan bangsa. Nah, memasuki tahun politik ini, semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor bersama TNI/Polri terus bersinergi merawat dan menjaga suasana kondusif di Kabupaten Bogor,” tegas politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

Sementara itu, Komandan Korem 061/Surya Kencana Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Anan Nurkhaman mengungkapkan, momentum HUT ke-78, ingin kehadiran TNI bisa lebih dekat dan dirasakan rakyat, dan bisa sinergi dengan semua elemen kebangsaan dalam mengatasi berbagai permasalahan di tingkat nasional maupun daerah.

“Sehingga kita bisa terus bergerak maju untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia tentunya dengan mengedepankan kepentingan bersama,” beber Brigjen Anan.

Brigjen Anan lebih lanjut mengatakan, jelang Pemilu 2024, sinergi harus lebih diperkuat baik dengan Polri, termasuk seluruh masyarakat di Bogor Raya, guna menciptakan Pemilu yang kondusif, aman, nyaman dan terhindari dari Konflik.

“Kita tidak ingin ada konflik di wilayah manapun terutama di Bogor Raya, kehadiran kami bersinergi dengan Polri dan seluruh masyarakat untuk mengamankan TPS saat Pemilu untuk memastikan Pemilu berjalan dengan lancar,” tegas Brigjen Anan menutupi.

Sementara itu, peringatan HUT TNI ke -78 yang dipusatkan di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, berlangsung meriah. Usai upacara ditampilkan atraksi empat helikopter dari Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sandjaja, terbang diudara dengan mengibarkan bendera merah putih berukuran raksasa. Peringatan ditutup dengan defile pasukan dari sejumlah kesatuan yang ada di wilayah Bogor.

** Mochamad Yusuf

Kelompok Rukun Nelayan Dahari Selebar Batubara Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

0

Batubara | Jurnal Inspirasi
Kelompok Rukun Nelayan Dahari Selebar Kabupaten Batu Bara Butuh Solusi dari Pemerintah Pusat tentang Tidak adanya sosialisasi dari pemerintah terkait peraturan tangkap ikan yang baru (zona tangkap) yang berdampak ke Nelayan tradisional.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Kelompok Rukun Nelayan Dahari Selebar Kabupaten Batubara Rusli Efendi saat disambangi oleh Hasbil Mustaqim Lubis Sekretaris Departemen DPP Partai Demokrat.

Dikatakan Hasbil tepatnya pada 9 September bulan lalu dirinya melakukan kunjungan ke Nelayan Batubara disana ia mendengar keluh kesah kelompok nelayan terutama dalam susahnya bahan bakar solar yang hari ini dibatasi untuk pembelian dan juga Kehadiran tank penangkap kerang/pukat harimau mengakibatkan matinya terumbu karang dan menghancurkan jaring tradisional nelayan setempat.

“Mereka (nelayan) mengatakan Ada nya pukat gondrong menghabiskan anak-anak ikan di zona tangkap nelayan tradisional,” Ungkap Hasbil saat melakukan konfrensi pers, Kamis (4/10/2023).

Ia mengatakan bahwa persoalan kelompok nelayan di Kabupaten Batu Bara ini sangatlah butuh perhatian Pemerintah Pusat seperti permasalahan yang mereka rasakan sangat berdampak ke penghasilan Nelayan saat ini, dimana, nelayan per sampan hari hanya mendapatkan penghasilan Rp 50000 sampai Rp 100000 sedangkan pengeluaran untuk beli solar saja per hari sudah Rp 40000. Sangat memprihatinkan.

“Oleh karena itu, kelompok Rukun Nelayan Dahari Selebar Kabupaten Batu Bara Butuh Solusi secepatnya dari Pemerintah Pusat agar para Nelayan mampu bertahan hidup,”beber Hasbil Mustaqim Lubis sambari mengatakan Kedepannya karena kondisi Nelayan saat ini sangat membutuhkan solusi konkret dari Pemerintah Pusat.

** yev

Ratusan Mahasiswa UIKA Unjukrasa, Buntut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen

0

jurnalinspirasi.co.id – Ratusan mahasiswa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) dari enam fakultas menggelar aksi solidaritas di depan gedung Rektorat, Kamis, (5/10).

Hal itu dilakukan sebagai buntut terhadap kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dosen berinisial MDR terhadap salah satu mahasiswinya.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa spanduk berisi tuntutan seperti “Usut Tuntas Pelecehan Seksual di UIKA” dan membawa pengeras suara, sambil mengenakan pakaian serba hitam, mencerminkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan tuntutan.

Dalam orasinya, salah satu mahasiswa menyebut bahwa mahasiswa merasa terancam dan tidak nyaman dengan adanya kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

Mahasiswa merasa bahwa langkah-langkah tegas yang diperlukan belum dilakukan oleh pihak Rektorat Uika Bogor.

“Rektor harus mengambil tindakan tegas terhadap kasus dugaan pelecehan seksual ini, sehingga mahasiswa tidak terancam dengan adanya ‘Predator Seksual’ yang sudah membuat mahasiswa merasa tidak nyaman,” ujar Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), M Syahdan Oktariza.

Saat ini, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Ibn Khaldun Bogor tengah melakukan penyelidikan, ihwal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen Fakultas Agama Islam berinisial MDR terhadap mahasiswinya.

Ketua Satgas PPKS UIKA, Dedi Supriadi mengatakan sejak Selasa (3/10) pihaknya terus melakukan penyelidikan ihwal kasus dugaan pelecehan tersebut.

Ia pun membeberkan perkembangan terkini kasus yang sudah mencoreng nama baik Uika sebagai salah satu kampus islam terbesar di Bogor.

“Penyelidikan secara maraton terus kami lakukan dan masih berjalan sampai saat ini,” bebernya.

Lebih lanjut, kata dia, Satgas PPKS tengah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, bahkan sejumlah dosen juga turut dimintai keterangannya demi mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan tersebut.

“Beberapa dosen dan mahasiswa juga sudah kami mintai keterangannya. Namun, hal itu belum bisa kami rumuskan karena masih perlu keterangan dari beberapa orang lagi agar kuat data dan informasinya,” jelasnya.

Kata dia, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar kasus ini dapat diselesaikan.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan akan membawa kasus ini ke ranah hukum, apabila benar dugaan pelecehan tersebut terbukti terjadi.

“Namun, kalau ada unsur pidananya, tetap kami akan melaporkan (ke polisi). Jadi sekali lagi, ketika di kampus ini ada kasus yang terjadi dan kedua pihak menerima dan siap untuk kekeluargaan, maka kami katakan selesai. Namun, kalau ada yang harus ke penegak hukum, kampus menyerahkan karena nanti ranahnya sudah berbeda,” beber Dedi.

“Kalau sudah di penegak hukum, ya penegak hukum kepolisian yang akan menyelesaikan kasus ini. Tugas kami nanti hanya memberikan referensi dan support dalam kasus ini,” tambahnya.

UIKA mengimbau kepada seluruh mahasiswi yang merasa dilecehkan oleh MDR agar segera melaporkan hal itu kepada Satgas PPKS.

“Yang merasa menjadi korban silakan melapor. Kami akan lindungi (identitas korban) dan akan kami pastikan proses ini berjalan sesuai dengan aturan kampus,” ucapnya.

UIKA memastikan akan menyelesaikan kasus ini secara adil dan profesional sesuai dengan fakta dan temuan di lapangan.

“Satgas PPKS tidak berpihak kepada satu sisi, kami berpihak pada sisi keadilan, itu yang coba kami lakukan. Kami juga tetap melakukan tindak tegas kepada yang bersangkutan,” tandasnya.* Fredy Kristianto

HUT TNI, Polsek Nanggung Surprise Datangi Koramil

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Jajaran kepolisian dari Polsek Nanggung memberikan surprise pada peringatan HUT TNI ke-78 pada Kamis, 5 Oktober 2023 dengan mendatangi Koramil Nanggung. Kejutan ini sebagai bentuk sinergitas serta soliditas antara TNI-Polri.

Surprise tersebut dipimpin langsung Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa dan turut hadir juga Kanit Reskrim Iptu Rahman Nurzaman.

“Kekompakan TNI Polri sudah tidak diragukan lagi,” kata Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa.

Kedatangan jajaran kepolisian sembari membawa kue ulang tahun disambut sejumlah anggota Koramil Nanggung.

“Kehadiran kami tak lain untuk memberikan ucapan selamat atas HUT TNI ke-78. Momen spesial ini diharapkan soliditas antara TNI-Polri selama ini bisa terjalin lebih baik lagi. Ini merupakan wujud sinergitas,  saling mendukung dalam menjalankan tugas. Begitu juga bersama-sama mendukung dan mensukseskan program pemerintah,” ungkap Iptu Ade Kamsa.

“Semoga TNI semakin sukses dan jaya selalu,” harapnya.

** Arip Ekon

DPRD Segera Godok Tiga Pengganti Bima Arya

0

jurnalinspirasi.co.id – DPRD Kota Bogor segera menggodok tiga nama calon penjabat (Pj) wali kota Bogor sebagai pengganti Bima Arya dari kalangan birokrat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan bahwa pihaknya menargetkan tiga nama calon Pj sudah diusulkan ke Kemendagri pada November mendatang.

“Untuk Pj seharusnya mengerucutnya di bulan November, karena di bulan November kami harus mengirimkan surat ke Kemendagri,” kata Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto kepada wartawan, Kamis (5/10).

Atang menegaskan, surat usulan nama calon Pj yang ajukan oleh DPRD tersebut setelah adanya surat yang dilayangkan Kemendagri.

“Jadi nanti biasanya Kemendagri memberikan surat ke DPRD, kami kemudian menindaklanjuti surat tersebut mengusulkan tiga nama Pj,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Atang, pada November dimungkinkan masing-masing fraksi sudah mempunyai pandangan terkait usulan nama-nama calon Pj.

Selanjutnya, pimpinan DPRD dengan para ketua fraksi melakukan rapat konsultasi untuk mengerucutkan tiga nama calon Pj yang akan diusulkan ke Kemendagri

“Pembicaraan mengkristal mungkin di akhir bulan Oktober dan di bulan November saya kira sudah muncul nama-nama calon Pj,” katanya.

Seperti diketahui, Bima Arya Sugiarto bersama Dedi A Rachim akan mengakhiri masa jabatannya sebagai wali kota Bogor dan wakil wali kota pada Desember 2023.* Fredy Kristianto

Manfaatkan Lahan Eks HGU, KWT di Nanggung Tanam Sayur-mayur

0

Pemdes Nanggung Akan Support KWT Melalui Dana Desa

Nanggung l Jurnal Bogor
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Harapan di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor manfaatkan lahan tidur eks HGU untuk bercocok tanam aneka sayuran.

Kepala Desa Nanggung Ahmad Sodik mengatakan diawali swadaya yang dilakukan KWT menjadikan lahan lebih produktif. Dari 7 hektare eks HGU, sekitar 1,5 hektare ditanami kopi, dan selebihnya holtikultura serta sayur-mayur seperti kangkung, sawi dan bayam.

“Kalau pertanian kopi dilakukan masyarakat secara mandiri. Adapun Pemerintah Desa, hanya membantu label serta pengemasan. Kedepan pengelolaan kopi tersebut akan disiapkan mesin roster untuk  pengeringan,” kata Ahmad Sodik Kepada Jurnal Bogor, Kamis (5/10/2023).

Dia menjelaskan, lahan yang dimanfaatkan tersebut berada di Kampung Dukuh Kawung dan kedepan KWT  akan disupport melalui program ketahanan pangan dengan anggaran dana desa.

Kades Nanggung menjelaskan, progres program ketahanan pangan tahun 2022 hingga 2023 terdapat  peternakan ayam petelur, budidaya kambing, ikan lele, nila serta ikan mas. Kedepan mimpi Desa Nanggung menjadikan desa  mandiri.

“Nanggung memiliki label desa maju. Pencirinya salah satunya punya aset 150 juta dalam bentuk bangunan harta tidak bergerak yang dikelola Bumdes Gerbang Mas. Serta memiliki outlet pengrajin bambu ukir begitu juga kursi tenda yang dapat dikelola menjadikan nilai ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya pembinaan para KWT, lahan hutan dibawah kawasan milik  Perhutani diharapkan bisa digali serta dikembangkan dengan melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

“Dengan mengaktifkan dan menjaga kearipan lokal akan bekerjasama dengan Perhutani untuk menggali potensi di kawasan hutan tersebut,” harapnya.

Sementara anggota Polhut yang berkantor di Jasinga, Simon mendukung wacana Pemerintah Desa menggali potensi dengan pemanfaatan kawasan hutan Perhutani.

“Namun sebelum dikerjasamakan ada prosedur yang harus dijalankan, akan dikomunikasikan dengan pimpinan,” tukasnya.

** Arip Ekon

Maulid Nabi, Siswa-siswi SMPN 3 Cibungbulang Diajak Teladani Rasulullah

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor
SMPN 3 Cibungbulang, Kabupaten Bogor menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW. Ratusan siswa-siswi mendapat tausiah dari ustadz Noval dari Cemplang yang mengajak mereka bisa meneladani Rasulullah.

Selain menyampaikan sejarah kelahiran dan perjalanan Nabi Muhammad SAW, ustadz Noval menekankan pentingnya akhlakul karimah. “Hormati orang tua, para guru, dan jadilah murid teladan. Maraknya buli yang terjadi di lingkungan sekolah bisa dicegah dengan memperbaiki ucapan, kelakuan antar sesama teman, dan berlaku soleh dan solehah terhadap guru,” ujarnya, Kamis (5/10/23).

Kepala Sekolah SMPN 3 Cibungbulang Kosasih mengatakan, Maulid Nabi rutin dilakukan dan merupakan bagian dari program sekolah.

“Kegiatan ini memang rutin kita adakan di setiap bulan Mulud, dan ini merupakan program sekolah yang memang sudah diprogramkan, ya minimal ada PHBI dan PHBS. Tapi kita tidak semua dilaksanakan, kita laksanakan momen-momen pentingnya yang mempunyai nilai-nilai edukasi dan pembentukan karakter serta akhlak terhadap anak,” katanya, Kamis (5/10/23).

“Pengennya sih kita semua dilaksanakan ya seperti Tahun Baru Islam, Isra Mi’raj dan lainnya. Tapi kita kembali kemampuan sekolah lagi, yang penting kita tiap tahunnya menyelenggarakan momen PHBI-nya yang berhubungan seperti dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.

Jadi kata dia, diadakannya kegiatan tersebut, untuk membentengi anak-anak terutama para generasi muda harus diciptakan generasi yang islami sesuai dengan ajaran agama Islam.

“Tentunya dengan budaya-budaya barat yang disampaikan melalui media sosial itu sudah sangat luar biasa dan konsumsi itu sudah tidak bisa disaring. Dan itu sudah menjadi konsumsi di kalangan masyarakat dari mulai anak-anak hingga orang dewasa,” katanya.

Berkaitan dengan hal itu, sambung Kosasih, dengan adanya kegiatan siraman rohani ini minimal ada sebuah pencerahan atau pencegahan terhadap kenakalan remaja serta melakukan upaya preventif.

“Karena yang namanya kejahatan dan kebaikan itu pasangan yang memang susah dihilangkan, udah sunah itu. Kejahatan tidak bisa dihilangkan, paling dikurangi dengan cara kita preventif. Apalagi sekarang tawuran antarsekolah itu sudah menjadi budaya, makanya kita selalu koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir terjadinya hal-hal tersebut. Dan harapannya dengan adanya kegiatan seperti ini tentunnya bisa jadi jangka pendek maupun jangka panjang, yang praktisnya yaitu ada pembentukan akhlak mulia, karakter dan moral. Biar nanti anak ini menjadi anak yang bener dan baik,” pungkasnya.

Maulid Nabi selain Kepala Sekolah Kosaih, S.pd. MM juga turut dihadiri  dewan guru, Komite Sekolah, Kepala Desa Cijujung dan sejumlah tamu undangan.

** Andres