21.8 C
Bogor
Wednesday, April 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 448

Pemilik Lahan Demo Camat Bojonggede

0

Uang Ganti Rugi Lahan Tol Desar Dianggap tak Wajar

Bojonggede | Jurnal Bogor
Pemilik lahan dan warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Depok – Antasari (Desari) seksi 3, Selasa (10/10) mendemo Camat Bojonggede.

Camat Bojonggede, Edy Suwito saat menerima aspirasi warga Pabuaran.

Aksi demo itu digelar pemilik lahan lantaran mereka menilai ganti rugi tanah yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 tidak wajar atau tak sesuai dengan harga pasaran yang ditetapkan panitia pembebasan lahan dari Kantor Jasa Pelayanan Publik (KJPP) dinilai tidak sesuai.

Koordinator Aksi Anton mengatakan, aksi unjuk rasa ini untuk menuntut agar ada penjelasan terhadap penentuan harga ganti rugi dari tiap lahan dan bangunan milik warga yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3.

“Kami menuntut agar pihak Kecamatan Bojonggede memfasilitasi untuk musyawarah dengan pihak KJPP, agar tidak semena-mena menentukan harga ganti rugi lahan terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3,” kata Anton.

Anton menjelaskan, harga ganti rugi yang diberikan akan sangat memberatkan warga untuk mencari hunian baru setelah pembebasan lahan, uang ganti rugi yang diberikan untuk warga terdampak cukup bervariatif dalam hitungan meter persegi.

“Sampai saat ini masih belum jelas tetapi ada yang Rp 1,4 juta, Rp 1,8 juta, Rp 3,4 juta dan sebagaianya. Kami hanya minta penjelasan dasar seperti apa, kalau hitungannya berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP), kami tidak bisa membeli rumah,” ujarnya.

Anton mengultimatum Camat Bojonggede Edy Suwito, agar menindaklanjuti aspirasi para pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 dengan memberinya waktu 14 hari.”Kalau sampai 14 hari tidak respon atau undangan dari pihak kecamatan, kami akan membawa massa dengan jumlah yang lebih banyak lagi,” kata Anton.

Sementara itu, Camat Bojonggede Edy Suwito menerangkan, terkait perhitungan ganti rugi masyarakat ada pada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sesuai dengan aturan yang berlaku.

Meski begitu, pihak Kecamatan Bojonggede tetap menyerap aspirasi warga dan meneruskannya kepada pihak terkait. Sebab, kecamatan dalam hal ini hanya sebagai fasilitator.

“Mereka menyampaikan aspirasi, intinya dari harga ini mereka menganggap belum sesuai hanya saja sesuai ketentuan aturan yang sudah ditetapkan. Aspirasi warga akan kita laporkan dulu ke pimpinan termasuk kepada panitia pengadaan, nanti hasilnya seperti apa nanti kita tunggu saja,” jelas Edy menutupi.

Sebagai informasi, proyek pembangunan Jalan Tol Desari Seksi 3 menghubungkan Jakarta-Depok – Bogor (Bojonggede). Lahan yang dibutuhkan untuk membangun Tol Desari Seksi III seluas 243,364 hektar di atas 1.282 bidang tanah.

** Aga Alamanda

Pedagang yang Jualan di Area Terminal Resah ‘Diusir’

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Pascakebakaran Pasar Leuwiliang rupanya dijadikan ajang manfaat oleh oknum yang mengatasnamakan warga dengan alasan sewa lahan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tepatnya di area Terminal Leuwiliang. Sejumlah pedagang kecil yang biasa berjualan untuk menghidupi keluarga mereka itu mendapat ultimatum dari salah seorang yang mengaku sudah memiliki hak sewa lahan aset milik Pemda tersebut.

Keresahan para pedagang kecil itu lantaran mereka diberi batas waktu sampai akhir Oktober 2023 untuk segera membersihkan lapak dagangan oleh salah satu warga Leuwiliang.

“Kemarin, pas hari Rabu ada yang datang kesini ngakunya Bu Mala dan ada orang dari Pemda, juga dari Desa Leuwiliang. Ibu Mala, meminta kami untuk membersihkan lapak-lapak kami dengan memberi tenggat waktu sampai akhir Bulan Oktober, karena dia katanya pemegang sewa lahan aset Pemda,” ucap salah satu PKL Uci, kemarin.

Dia mengaku, sudah 9 tahun berjualan di lokasi itu yang kebetulan dia juga merupakan warga Kampung Amanah Asri. Dia merasa resah kalau harus lapak dagangan yang jadi mata pencaharian sehari-harinya harus dibersihkan dan pemberitahuan itu datang bukan dari pihak pemerintah.

“Memang kami juga tidak mengakui tanah ini. Kalau tanah ini mau dirapikan ya silahkan saja, tapi ini urusannya perut, hanya ini yang menjadi mata pencaharian kami,” tuturnya.

Sementara Camat Leuwiliang WR. Pelitawan membenarkan adanya surat permohonan ke Pemkab Bogor.  Pihak kecamatan kata dia hanya sebagai undangan dan memang juga disitu ada tanah milik Pemda yang kosong dan belum dimanfaatkan.

“Dari sana surat permohonan diproses melalui pemantauan tempat, karena statusnya bisa disewakan,” katanya.

Ketika ditanyai apakah pedagang terdampak kebakaran, dia mengatakan itu diluar korban kebakaran.

“Maksudnya kalau kebakaran mah kebakaran, tapi ini murni penyewaan dengan pemanfaatan milik Pemda,” cetusnya.

Selain itu ia menuturkan, surat tersebut ditujukan ke salah satu orang asal Leuwiliang, dengan permohonan pemanfaatan aset Pemda.

“Jadi gini untuk Hajah Mala itu surat permohonan pemanfaatan aset yang disampaikan pemohonnya ke Pemda, tidak terkait dengan soal penampungan pedagang kebakaran,” kata dia.

Namun, itu yang proses dilakukan oleh BPKAD selaku bidang aset, dan sudah meninjau ke lapangan sebagai bahan rujukan. “Kemarin BPKAD kelapangan itu untuk penelitian, nantinya dikaji dulu apakah boleh atau tidak,” tuturnya.

Sementara Kepala UPT Dishub wilayah Leuwiliang Ika Sobariah mengungkapkan, terkait masalah pengajuan surat memang dengan dasar ada permohonan yang ditujukan ke kecamatan.

“Kita diundang untuk pembahasan, dari aset itu sudah ada pemantauan ke tempat lokasi,” kata Ika.

Ika menegaskan tidak ada bahasan terkait tentang relokasi bagi pedagang yang terdampak kebakaran, dan UPT juga tak tahu menahu.

“Kalau soal pemindahan pedagang kita gak ada urusan, dan mengenai pengelolaan pedagang pun tak ada urusan, hanya untuk terminal itu urusan provinsi Jawa Barat ranahnya,” katanya.

** Andres

SalamAid Bantu Warga Pabuaran Ciampea yang Alami Kesulitan Air Bersih

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Krisis air bersih masih dialami di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Seperti dampak kemarau panjang dirasakan warga Kampung Pabuaran, Desa Ciampea. Mereka pun rela mengantre untuk mendapatkan air bersih bantuan dari SalamAid.

Bantuan air bersih ini dipusatkan di RW 03 di dua RT yakni RT 03 dan RT 04 dan tangki air berkapasitas 8000 liter air langsung didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Alhamdulillah kami mendapat bantuan air bersih dan sangat membantu, untuk kebutuhan minum dan masak kebutuhan setiap hari,” kata warga Kampung Pabuaran RT 04/03 Desa Ciampea, Titi (44), Selasa (10/10).

Dia berharap bantuan air bersih bisa berkelanjutan, karena kebutuhan setiap hari sangat banyak dan dampak kemarau panjang masih terasa di wilayahnya.

“Kalau setiap harinya biasa mengambil air bersih di mata air, tapi sudah surut. Makanya untuk mandi dan cuci ke sungai sekitar,” jelasnya.

Sementara Koordinator lapangan Midin menjelaskan, bantuan air bersih ini sangat membantu warga Pabuaran karena selama kemarau sangat susah mencari air.

“Air ini buat kebutuhan minum dan masak, sedangkan untuk kegiatan mandi dan mencuci ke sungai,” jelasnya.

Dia meminta kedepan program bantuan tersebut bisa berkelanjutan, karena kebutuhan air bersih sangat dinanti oleh masyarakat.

“Musim kemarau sudah lama, dan dampaknya kekurangan air bersih. Makanya dengan kegiatan sekarang terbantu untuk kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

** Arip Ekon

DKP Sosialisasikan B2SA Kepada Anak di Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor mengadakan sosialisasi konsumsi pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA). Kegiatan sosialisasi tersebut diadakan di MTs Al-Ikhlas, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (10/10/23).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor Asep Mulyana mengatakan, kegiatan B2SA ini merupakan kegiatan pemahaman kepada anak dalam mengkonsumsi makanan yang sehat, seimbang dan aman. Alasan sekolah yang disasar, sambung Asep, karena anak sekolah rentan dengan mengkonsumsi makanan sembarangan tanpa memikirkan kandungan gizi yang dihasilkan dari makanan tersebut.

“Ini kegiatan yang pertama, nantinya kami akan sasar sekolah lain untuk melakukan sosialisasi B2SA ini. Tanpa disadari oleh anak, mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dan kadar gizi yang rendah akan menggangu konsentrasi belajar dan daya tangkap anak tersebut,” ungkap mantan Camat Citeureup tersebut kepada Jurnal Bogor.

Sementara Camat Gunung Putri Kurnia Indra yang belum genap sebulan menjabat sebagai camat menyebut kegiatan sosialisasi B2SA ini sangat bermanfaat. Karena targetnya adalah anak-anak, maka kegiatan dengan cerita-cerita dongeng yang memang disenangi oleh anak.

“Dalam kegiatan ini juga ada pendongeng yang akan menjadi pemateri, karena target sasarannya adalah anak, jadi kita menyesuaikan dengan usia mereka cara memberikan pemahaman tentang B2SA ini,” cetus mantan Kabag Protokoler Setda Kabupaten Bogor tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri yang menyebut sosialisasi B2SA ini nantinya akan disampaikan juga kepada PKK dan Posyandu agar menyampaikan kepada para orang tua terutama kaum ibu untuk menyediakan makanan yang sehat, bergizi dan aman untuk keluarga mereka.

“Kami akan sosialisasikan juga kepada kaum ibu nantinya, jadi tidak hanya anak yang menjaga pola makan tapi juga ibu yang notabene sebagai penyedia makanan yang dikonsumsi keluarganya,” tuturnya.

Sementara kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh 150 sisiwa MTs Al-Ikhlas, Camat Gunung Putri Kurnia Indra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Asep Mulyana, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri, Ketua BPD Desa Gunung Putri, serta Kabis dan Kasie DKP Kabupaten Bogor.

** Nay Nuráin

Walau Belum Miliki Lapangan Latihan Tembak Sendiri, Berikut Deretan Prestasi yang Pernah Diraih PSI SC Korwil Bogor

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Persatuan Sengin Indonesia Shooting Club (PSI SC) Korwil Bogor sudah melanglang buana mengikuti banyak kejuaraan, mulai dari Kejuaraan Tingkat Bupati dan Walikota serta Provinsi Jawa Bara, hingga atlet yang dihasilkan dari PSI SC ini tak jarang dipakai untuk klub lain.

Hal tersebut disampaikan Ketua PSI SC N.Sumarna, dimana prestasi yang dimiliki oleh PSI SC kurang dilirik dengan tidak memilkinya lapangan latihan tembak sendiri.

“Sebetulnya hal ini  sudah banyak dikeluhkan oleh anggota, dan jadi PR juga untuk para pengurus. Namun karena keterbatasan yang kami miliki terutama dalam urusan finansial, itulah faktor kendala utama kami,” ungkap N.Sumarna kepada Jurnal Bogor.

Untuk tawaran-tawaran kejuraan atau hanya sekedar latihan bareng, sambung N.Sumarna, sangat banyak sekali, terkadang kebanyakan dari klub tetangga sebelah yang penasaran karena PSI SC selalu yang menjadi juara disaat melakukan latihan bareng dengan mereka.

“ Saya hanya berharap, kepada tim dan para atlet untuk tidak berkecil hati, apalagi sampai semangatnya kendur, karena keterbatasan kita saat ini,” tuturnya.

Lebih lanjut N. Sumarna mengatakan, memang ada beberapa yang menawarkan untuk menggunakan lapangan milik mereka yang sudah tidak produktif, hanya saja ketidakmampuan untuk menyewa lapangan tersebut dan jarak yang cukup jauh juga itu menjadi kendala.

“ Semoga saja, dengan adanya Perbakin di Kabupaten Bogor ini, ada anggota dewan yang melirik PSI SC, terutama dalam bidang pembinaan untuk ketersediaannya lapangan latihan tembak,” katanya.

Untuk diketahui, berikut kejuaraan yang pernah diraih PSI SC 

1. Jaka Lesmana Juara Long Range 100 m 75 m dan 50 m, Juara 2 Latihan bersama Wahana SC Perbakin Kota Bogor
2. Indra, Eko dan Jaka Juara  1,2&3 Latihan bersama Puma SC Monte 41 Perbakin Tanggerang Kota
3. Arif Juara 1 kategori Monte 41 Latber BSCB Serang PB Banten
4. Arh Fauzan Juara 1 Long Range 100 m, 75 m dan 50 m, Latber BSCB PB Banten
6. Indra Juara 1 Monte 41 dan Leo Sandalawood Juara 2 BR 25, Walikota Cup Tanggerang Kota
7. Aman Samudra Juara 2 dan Adnan Juara 3 Multirange Latber PSI SC Jayakarta
8. Sumarno Juara 1 BR 25 prestasi di Boellet SC Perbakin Kota Sukabumi
9. Indra dan Iwan Juara 1 dan 2 Monte 41 Latber Mandala SC PB Kabupaten Bogor
10. Leo Sandallwood Juara 1 Latber MSC Bekasi BR 25 prestasi
11. Iwan dan Jaka juara 1dan 3 Latber ke 2 Puma SC Kota Tanggerang
12. Indra Juara 3 Monte 41 Latber di PB Tangsel area 01 SC Abadi
13. Arif dan Leo h2s Juara 1 dan 2 Latber PSI SC ke 2 Jayakarta BR 25 prestasi
14. Indra Juara 1 BR 25 prestasi Latber Perbakin Kabupaten Tanggerang Kitribhakti

** Nay Nur’ain

Dispora Akan Kembalikan Marwah PPOPM

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dispora Kabupaten Bogor yang memiliki Kawah Chandradimuka pembinaan atlet masa depan akan kembali memberikan perhatian serius kepada PPOPM Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekdispora Kabupaten Bogor Hendarsah, Selasa, 10 Oktober 2023.

Hendarsah menegaskan, berbagai sarana latihan, fasilitas lainnya serta kebutuhan para atlet PPOPM yang masih belum ada akan segera dipenuhi.

” Kami ingin PPOPM Kabupaten Bogor bisa menjadi mesin pencetak atlet masa depan Kabupaten Bogor,” terang Hendarsah

Mlakanya, kata Hendarsah, pihaknya saat ini tengah melakukan inventarisir hal hal yang memang harus menjadi perhatian prioritas.

Selanjutnya, tambah Hendarsah, untuk mengukur peningkatan prestasi para atlet PPOPM, sudah selayaknya para atlet binaan PPOPM mengikuti event event Kejurnas antar PPLP, PPLPD dan SKO se Indonesia.

” Intinya saya ingin mengembalikan Marwah PPOPM yang beberapa waktu lalu sempat jadi destinasi dari Dispora se Indonesia yang akan membuat PPLPD didaerahnya” paparnya.

** asep syahmid

PT Kahaptex Sosialisasikan Program Tanam Bareng Warga

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
PT Kahaptex melakukan sosialisasi kegiatan bertema “Program Tanam Bareng Warga” bertempat di PT Kahaptex lantai 4 di area Hidroponik, Kp Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Selasa (10/10/23).

Hadir dalam Program Tanam Bareng Warga tersebut kader ibu-ibu PKK, pengurus RT, RW dan Karang Taruna dari RW 15 dan RW 23.

Direktur PT Kahaptex, Argo menjelaskan tujuan dari Program Tanam Bareng Warga ini selain untuk menunjang ketahanan pangan, juga mengajak warga Kp Kedep khususnya untuk memanfaatkan lahan minim untuk bercocok tanam.

“ Karena menanam itu sudah banyak metodenya, lahan sempit dan tidak bertanah sekalipun bisa ditumbuhi tanaman pangan. Maka disini kami mengajak warga untuk bercocok tanam dengan cara hidroponik,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Sementara Factory Manager PT Kahaptex, Susi menjelaskan poin-poin utama manajemen pengorganisasian dan pengelolaan. Pada acara tersebut warga juga diajarkan praktik langsung  bagaimana cara menanam tanaman sayuran dengan metode hidroponik mulai penyemaian sampai dengan pemanenan di area hidroponik.

“Kami mempersilahkan warga membawa langsung sayuran phok choy, caisim dan selada hasil panen mereka, antusias dan semangat dari kader ibu-ibu PKK sangat terlihat,” tuturnya.

Ditempat yang sama disampaikan, Koordinator PT Kahaptex Wira menyampaikan bahwa Program Tanam Bareng Warga merupakan bagian dari Program CSR Tanam Sejuta Pohon PT Kahaptex. Dimana sama-sama untuk mewujudkan lingkungan yang hijau dan asri. Khusus untuk kegiatan Tanam Bareng Warga ini untuk pilot project-nya fokus kepada pemberdayaan ibu-ibu yang ada di RW 15 dan RW 23, dan untuk lokasinya di beberapa titik taman depan pabrik PT Kahaptex.

“ Harapannya dengan adanya program kegiatan ini dapat merangsang warga di RW 15 dan RW 23 untuk lebih produktif dan kreatif. Kedepannya jika didukung oleh pemerintah desa dan kecamatan, tidak menutup kemungkinan akan diikut sertakan dalam lomba-lomba Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya.

** Nay Nuráin

RIVERA Hadir di BNR Suguhkan Wisata Edukasi Terbaru

0

Bogor | Jurnal Inspirasi
PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (GAP) terus mengambil bagian dalam perkembangan sektor pariwisata dalam negeri dengan menghadirkan destinasi wisata terbaru di kawasan Bogor Nirwana Residence, Kota Bogor, yang bernama Rivera Outbound & Edutainment (RIVERA). RIVERA  menyediakan berbagai aktivitas serta wahana outdoor dan edukasi.  

Direktur Utama PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk, Resza Adikreshna mengatakan, RIVERA merupakan wisata keluarga yang memberikan pengalaman berpetualang, mengedukasi dan hiburan dengan suasana alam. Diharapkan pengunjung yang datang akan merasakan pengalaman seru sesuai tagline Rivera Nature Fun Outbound Park.  

“Lokasi RIVERA sangat strategis di kawasan Bogor Nirwana Residence (BNR) dengan jarak tempuh sekitar 15 menit dari stasiun Bogor atau dari keluar pintu tol Jagorawi. Lokasi RIVERA berjarak tempuh hanya 5 menit dari The Jungle Waterpark Bogor dan Aston Bogor Hotel & Resort. Kita berharap Rivera pastinya akan menjadi destinasi wisata favorit untuk semua. Hadirnya Rivera akan menjadi daya tarik baru sektor pariwisata di Kota Bogor khususnya di BNR, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama warga sekitar, mendukung pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja baru terutama untuk warga sekitar, sehingga mendorong peningkatan potensi pendapatan daerah,” tutur Resza.

Rivera kedepan akan hadir lebih dari 15 wahana dan atraksi untuk keluarga atau semua kalangan usia yang mulai dioperasikan secara bertahap, diantaranya Ropes & obstacles (permainan petualangan outdoor 2 lantai dengan 42 lintasan), flying fox (petualangan meluncur dari ketinggian yang rencananya melintasi jalur 70 meter dan 120 meter), kursi gantung (cocok untuk bersantai melihat pemandangan sungai dan BNR), tubing (petualangan melintasi dan menikmati arus sungai dengan panjang lintasan sekitar 300 meter menggunakan tube/ban), wall climbing, ezy roller, trampolin, mobil listrik, dan akan ada juga area agro edukasi dan Rabbit Island. Semua wahana permainan dilengkapi dengan alat pengaman yang sesuai standar, dan pastinya aman dan nyaman untuk pengunjung, serta didukung oleh tenaga profesional.  

Di samping memiliki banyak wahana yang menarik, RIVERA juga menyediakan berbagai atraksi. Pengunjung yang datang ke RIVERA juga dapat menikmati keindahan danau yang berada di tengah area RIVERA, sambil menikmati hidangan yang disajikan di café resto pinggir danau, dan  menyaksikan pertunjukan dancing fountain.

Pengunjung juga bisa menikmati area Water & Sand Pit, yang merupakan area permainan pasir yang bisa menjadi ajang keseruan bersama keluarga dan beberapa spot foto yang instagrammable yang tersebar di area.  RIVERA pilihan tepat untuk berbagai kegiatan outbound, edukasi, family gathering, employee gathering, team building dan fun game, serta yang lainnya.

RIVERA dibuka untuk umum mulai 8 Oktober 2023. Acara pembukaan RIVERA diawali dengan kegiatan Fun Walk yang diikuti oleh umum dan keluarga karyawan. Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan anak yatim yang berasal dari sekitar RIVERA serta doa bersama. Harga tiket masuk RIVERA mulai Rp 15.000/orang dan tiket terusan Rp 60.000/orang.  Akan ada promo menarik di periode awal pembukaan ini. RIVERA hadir dengan jam operasional wahana pukul 09.00 -17.00 WIB setiap harinya.

** yev/cc-rls

Dispora Kembali Gelar Bimtek Pengembangan Olahraga Pontren Angkatan Ke-2

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Setelah sukses menggelar Bimtek Pengembangan Olahraga Pondok Pesantren (Pontren) angkatan ke-1 belum lama ini, Dispora akan kembali menggelar event serupa atau angkatan ke-2 pada tanggal 7 sampai 10 November 2023.

Asep Taryat Taryana

Hal tersebut dikatakan Asep Taryat Taryana, selaku Plt Subkor Olahraga Pendidikan Dispora Kabupaten Bogor kepada awak media, Selasa, 10 Oktober 2023.

Asep mengatakan, Bimtek pengembangan olahraga Pontren Angkatan ke-2 ini akan diikitu sekitar 100 peserta perwakilan Pontren yang ada di Kabupaten Bogor.

“Para pemateri dalam Bimtek kali ini berasal dari Dispora Jabar, Kemenag Kabupaten Bogor, Pokja Ponpes Kab Bogor, Unsika dan Praktisi Ponpes,” ujar Asep Taryat Taryana.

Lebih lanjut, kata Asep, Bimtek angkatan kedua ini merupakan Bimtek lanjutan dari angkatan pertama.

” Insya Allah pada Bimtek yang bertujuan menggali potensi olahraga dan meningkatkan atmoafir olahraga di lingkungan Pontren akan diikuti 100 peserta,” tegasnya.

Animo peserta, sambung Asep, sangat bagus dan mereka berharap Bimtek ini terus dilakukan secara berkelanjutan.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP menilai kegiatan ini sangat bagus karena bisa menggairahkan para santri dalam mengembangkan potensi olahraga yang dimilikinya.

” Saya sangat setuju kalau Bimtek ini kembali digelar secara berkelanjutan. Bahkan kami juga punya rencana memberikan alat alat olahraga ke Pontren yang ada di Kabupaten Bogor,” papar Asnan AP.

Mudah mudahan, kilah Asnan AP, kedepannya Dispora bisa menganggarkan pemberian alat alat olahraga kepada Pontren yang sudah ikut Bimtek.

** asep syahmid

Acep Sajidin Calon Tunggal Ketua Pelti Kabupaten Bogor 2023-2027

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kontestasi pemilihan Ketua Umum Pelti Kabupaten Bogor atau Muskab Pelti mulai memasuki fase finishing.

Muskab Pelti Kabupaten Bogor ini dilakukan karena ketua umum sebelumnya yakni Usep Supratman, SH meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Acep Sajidin salah satu kandidat Ketua Pelti Kabupaten Bogor periode 2023-2027 diprediksi bakal menjadi calon tunggal dalam Muskab kali ini.

Hingga batas akhir pendaftaran yang ditetapkan pihak panitia Muskab yakni Sabtu, 7 Oktober 2023 pukul 00.00 WIB hanya Acep Sajidin saja yang mendaftarkan diri jadi Caketum Pelti Kabupaten Bogor 2023-2027.

Informasi yang dirangkum awak media, Acep Sajidin sudah mendapat dukungan lebih dari 10 klub anggota Pelti Kabupaten Bogor yang menjadi Voters dalam Muskab Pelti Kabupaten Bogor kali ini.

Sedangkan, klub yang jadi anggota Pelti Kabupaten Bogor berjumlah 15 klub.

Plt Ketua Pelti Kabupaten Bogor, H Mursidin mengatakan kalau memang hanya ada satu calon yang akan maju yakni Acep Sajidin maka pelaksanaan Muskab Pelti Kabupaten Bogor bisa dilakukan secara aklamasi.

” Apalagi Pak Acep juga sudah mengantongi lebih dari 10 surat dukungan klub anggota Pelti,” ucap Mursidin belum lama ini

Ia berharap, pasca Muskab ini ketua terpilih harus segera menyusun kabinet dan program Road To Porprov Jabar 2026

Acep Sajidin ketika ditemui awak media mengtakan sangat terimakasih kepada para ketua klub yang sudah memberikan surat dukungan kepadanya.

” Insya Allah saya siap berkoborasi dan bersinergi dengan semua komunitas tenis serta dengan Stakholder yang ada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** asep syahmid