Malang | Jurnal Bogor
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, memberikan motivasi yang penuh semangat kepada 642 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang dalam Kuliah Umum di gedung Aula Sasana Giri Sabha, Polbangtan Malang, Jumat (24/11/2023).
Acara ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengajak mahasiswa menjadi garda terdepan dalam memastikan ketahanan pangan nasional. Pada kesempatan tersebut, Dedi Nursyamsi menekankan perlunya transformasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
“Kita memerlukan upaya yang revolusioner, cepat, dan memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi. Kalian, Mahasiswa Polbangtan, memiliki peran kunci dalam menjaga kedaulatan pangan kita,” sebut Dedi.Dedi menjelaskan bahwa konsep ketahanan nasional utama saat ini adalah ketahanan pangan.”Kalian, sebagai srikandi dan pahlawan masa depan, akan memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian dan menjamin ketahanan pangan bangsa ini,” tambahnya.
Untuk mendukung peran penting tersebut, Polbangtan Malang sebagai Perguran Tinggi Vokasi dibawah naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian. Dedi menekankan melalui perkuliahan di Polbangtan Malang, mahasiswa diharapkan mempunyai”mental baja” dan siap bahu membahu membangun negeri.
Lebih lanjut Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan bahwa Polbangtan Malang berfokus untuk membentuk Petani Muda yang siap membangun negeri untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui program Alumni Mengabdi. Para alumni Polbangtan Malang yang fresh graduate saat ini Tengah mengabdi untuk Nusa Tenggara Timur di 3 Kabupaten, Kabupaten Belu, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.
“Para alumni ini mengabdi untuk 3 Kabupaten di Nusa Tenggara Timur, Alumni Mengabdi dukung Nusa Tenggara Timur menjadi lumbung Pangan Nasional,” ujar Udrayana.
Lebih lanjut Udrayana menjelaskan pembentukan program Alumni Mengabdi sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di provinsi Indonesia. Dengan semangat yang berkobar, mereka diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam sektor pertanian menuju keberlanjutan. kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan para mahasiswa, di mana mereka diberikan arahan yang menginspirasi untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan pertanian yang berkelanjutan dan melindungi ketahanan pangan nasional.
(bppmkp)
Kementan Ajak Mahasiswa Polbangtan Kementan Bertransformasi untuk Ketahanan Pangan
Upaya Pemkot Menegakkan Perda KTR Nomor 10 tahun 2018
Awasi Sembilan Kawasan KTR, Giatkan Tipiring dan Sidak
Kota Bogor sejak 2009 sudah menerapkan kawasan tanpa rokok (KTR). Di Indonesia merupakan pelopor atau kota pertama yang melarang adanya kegiatan promosi, iklan dan sponsor rokok di berbagai media. Bagaimana perkembangan KTR di Kota Bogor saat ini?
Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor konsisten melakukan sosialisasi Perda KTR, menegakkan Perda KTR dan mengevaluasi pelaksanaan Perda KTR. Di dalam Perda KTR Nomor 10 tahun 2018 ini terdapat sembilan tempat kawasan tanpa rokok, yakni tempat pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, tempat umum, tempat ibadah, sarana olahraga dan tempat lain yang ditetapkan wali kota. Dari sembilan tempat ini hanya dua tempat, yakni tempat umum dan tempat kerja yang boleh menyediakan area merokok untuk perokok atau smoking area.

“Sedangkan di tujuh tempat lain seperti angkutan umum, tempat pelayanan kesehatan dan tempat belajar atau sekolah tidak boleh ada smoking area,’’ kata Katimker Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Bogor, Ika Lastyaningrum.
Menurutnya, dengan adanya Perda KTR Nomor 10 tahun 2018 tersebut bukan berarti melarang orang untuk merokok, tetapi mengatur dimana saja orang boleh dan tidak boleh merokok di wilayah Kota Bogor.
“Jadi perokok boleh menghisap rokoknya selain di sembilan kawasan yang telah diatur dalam perda,” kata Ika sapaan akrabnya.
Regulasi yang tertuang dalam Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Perubahan Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok bertujuan untuk melindungi perokok pasif dari paparan asap rokok orang lain. Ini tak lain untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan segar tanpa asap rokok sekaligus mencegah perokok pemula di kalangan anak dan remaja.
“Kami juga ingin mewujudkan Kota Bogor sebagai kota layak untuk anak dan keluarga,’’ tegas Ika.
Lebih jauh Ika menerangkan, seiring kemajuan zaman dan teknologi, Pemkot merevisi Perda tersebut pada 2018 dengan beberapa poin penting yang direvisi, diantaranya memasukkan definisi rokok elektrik seperti vape dan shisha sebagai salah satu bentuk produk rokok.
Selain itu revisi juga mengatur penyediaan ruang merokok di tempat kerja dan tempat umum serta persyaratannya, yakni menambah larangan penjualan rokok bagi anak di bawah usia 18 tahun, melarang iklan, promosi dan sponsorship rokok dalam bentuk apapun di Kota Bogor. Pada regulasi baru tersebut juga menambahkan kewajiban pengelola melakukan pengawasan internal atau membentuk satgas internal dan meniadakan asbak.
Pemkot Bogor juga melakukan kajian untuk mengantisipasi terhadap kondisi terbaru salah satunya melalui survei perilaku merokok dan implementasi Perda KTR pada anak sekolah di 30 sekolah Kota Bogor pada 2019. Survei tersebut bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia. (Lihat grafis,red)

//Grafis//
Dari hasil survei tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
Responden Kelas 8 dan 12; 44% perempuan. 56% laki-laki
Usia pertama kali merokok 12,8 tahun
Pernah merokok konvensional 32%
Pernah merokok VAPE 30,8%
Saat ini masih merokok 21,4%
Saat ini masih merokok VAPE 18%
22.2% dari responden menghabiskan uang jajan Rp 11.000 untuk rokok dan ini masih terjangkau karena uang saku rata-rata remaja ini adalah lebih besar dari Rp 11.000;
17% responden membeli rokok di warung, 2% membeli rokok di minimarket
Menurut Ika, saat ini industri rokok semakin kreatif memanipulasi melalui berbagai kegiatan iklan, promosi, sponsor, kegiatan CSR, serta dengan memunculkan berbagai bentuk produk rokok dan variasi aneka rasa.
Adapun bentuk pelanggaran KTR yang masih ditemukan adalah adanya iklan atau sponsor atau promosi rokok yang terselubung, terutama pada warung tradisional yang berada di lokasi jalan kecil dan dekat dengan pemukiman padat penduduk.
Makanya Pemkot Bogor meningkatkan frekuensi dan kualitas pengawasan serta penegakan Perda KTR di semua tatanan KTR melalui kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) KTR.
“Kami terus berkomitmen menyukseskan program KTR, seperti menggerakan tim pembina KTR tingkat kota, tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan yang menjalankan tugas dan fungsinya dalam melakukan pengawasan dan pembinaan kepada masing-masing kawasan yang menjadi wewenangnya,’’ jelasnya.
Adanya satuan tugas (Satgas) Internal KTR di masing-masing tatanan untuk melakukan pengawasan internal. Selain itu menyediakan sistem pengaduan dan saran masyarakat melalui aplikasi SIBADRA. Pihaknya juga melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Komunitas Warga Tanpa Rokok (KWTR) di setiap kelurahan, membentuk duta KTR di sekolah-sekolah, mulai SD, SMP dan SMA/SMK. Begitu juga membentuk tim konseling upaya berhenti merokok di 25 puskesmas dan di layanan inovasi Mobil Curhat serta monitoring dan evaluasi secara berkala menggunakan Dashboard E-Monev KTR dengan melibatkan organisasi kepemudaan duta muda sehat dan organisasi kemasyarakatan.
Jelang Hari Korpri ke-52, Pemcam Leuwisadeng Lakukan Aksi Bersih-bersih Sampah dan Tanam Ratusan Pohon
Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Sampah liar yang menumpuk di bahu jalan raya nasional Kampung Kosol, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kembali dibersihkan.
Aksi bersih-bersih sampah liar kali ini dilakukan perangkat daerah Kecamatan Leuwisadeng yang dipimpin Camat Dr.Rudi Mulyana. Skema jelang peringaan HUT ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang jatuh pada 29 November.
Kegiatan cinta lingkungan dengan tujuan supaya bersih rapi dan nyaman untuk dilihat warga setempat, terlebih tumpukan sampah itu berada di pinggir jalan nasional, jelas sangat menggangu ketertiban umum.
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertindak melalui Jumat Bersih (Jumsih) membersihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar tersebut.
“Kita tadi dengan pimpinan kita Camat dengan semua unsur di satuan organisasi Kecamatan Leuwisadeng, semua ikut serta dan kita berupaya terus membersihkan tempat tersebut. Agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Kasi Trantib Kecamatan Leuwisadeng, Cecep Tramiji seusai melakukan kegiatan tersebut, Kamis (23/11/2023).
Cecep membeberkan, kegiatan sosial bersih-bersih itu berkoordinasi dengan pihak UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) UPT Leuwiliang dan merespons dengan baik.
“Dalam hal ini kita berkoordinasi dengan DLH dan mereka (DLH) menindak lanjuti, alhamdulillah UPT DLH Leuwiliang merespons baik,” bebernya.
Dia menghimbau melalui spanduk agar oknum warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di tempat tersebut.
“Kita tidak diam saja, karena kebersihan yang paling utama. Dapat dipastikan pembuang sampah ini warga luar Leuwisadeng, kita berikan, karena kita sempat menangkap kita berikan himbauan dulu. Bilamana nanti himbauan kita tidak diindahkan, kita akan berikan tindak pidana ringan sesuai dengan Perda yang berlaku,” ujarnya.
Setelah melakukan bersih-bersih sampah. Organisasi Kecamatan Leuwisadeng itu melakukan aksi penanaman ratusan pohon kayu jengjeng, jambu biji dan jeruk, di lahan kosong wilayah Kampung Joglo RW 001, Desa Sadeng.

Aksi peduli terhadap alam itu diapresiasi oleh masyarakat setempat, dengan diharapkan kegiatan sosial ini dapat dilaksanakan secara rutin. Untuk memberikan himbauan terkait sampah sekaligus aksi langsung kepada masyarakat penanaman pohon.
“Terimakasih kepada pihak Pemcam Leuwisadeng sudah melakukan aksi sosial, penanaman pohon dan bersih-bersih sampah di wilayah Desa Sadeng,” kata Sekdes Sadeng Deden.
Diakuinya, bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman, untuk itu jika masyarakat merasa dirinya beriman, mari jaga kebersihan lingkungan.
“Menjaga lingkungan dengan melakukan hal yang paling sederhana yaitu tidak membuang sampah sembarangan, dan memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan menanam bibit pohon yang bermanfaat di kemudian hari,” katanya.
(andres)
Gelar Bimtek, Samawa Siap Menangkan Ahmad Wahyudi
Gunung Putri | Jurnal Bogor
Tim Pemenangan Ahmad Wahyudi yang tergabung dalam Sahabat Ahmad Wahyudi (Samawa) Caleg DPRD Kabupaten Bogor, Dapil II dari Partai PPP, menggelar pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Grend Katoomba, Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (23/11/23).

Peserta Bimtek itu terdiri dari Samawa tingkat kecamatan dan desa yang ada di wilayah dapil 2 Kabupaten Bogor.
Ketua tim Pemenangan Ahmad Wahyudi, Yusuf Rasan menuturkan, bimtek tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para tim pemenangan di masing-masing desa. Sehingga ada peningkatan kompetensi serta kapasitas yang dimiliki dalam rangka persiapan Pemilu 2024 nanti.
“Sehingga Samawa ada strategi pemenangan pada 2024 nanti,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.
Menurutnya, Samawa harus bisa beradaptasi. Dalam bimtek tersebut ada materi tentang perubahan dan dinamika dalam perubahan di masyarakat.
“Metodenya apa dan caranya seperti apa itu yang akan dibahas dalam bimtek. Jadi tidak bisa statis dalam dinamika politik,” ujarnya.
Lebih jauh ia mengatakan, banyak persiapan yang dilakukan oleh Samawa, baik itu dokumen maupun strategi yang harus dimatangkan. Dengan dinamisasi, maka caranya akan menyesuaikan, termasuk memahami kondisi lokalitas yang butuh proses adaptasi.
“Misalnya sekarang dengan media sosial dalam strategi pemenangan, termasuk memahami kondisi lokalitas yang berbeda-beda tiap daerah,” tuturnya.
Dia berharap, dengan diadakan Bimtek oleh rekan-rekan Samawa, diharapkan dapat memenangkan dan menghantarkan Ahmad Wahyudi menjadi Anggota Dewan di Kabupaten Bogor.
(nay nur’ain)
Bentuk Dukungan, Rombongan Kepala Desa se – Gunung Putri Bertandang ke DPR RI
Gunung Putri | Jurnal Bogor
Rombongan kepala desa beserta aparat desa se-Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berbondong-bondong mendatangi Gedung DPR RI. Untuk bergabung dengan aparat desa lain se- Indonesia untuk menyuarakan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014, Kamis (23/11/23).

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri, H.Udin Saputra, SH. MM mengatakan, kehadiran dia beserta jajaran untuk berpartisipasi akan apa yang menjadi harapan bagi semua kepala desa se-Indonesia.
“Hari ini, kami keluarga besar kepala desa dan staf desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor ikut serta dalam mendukung perencanaan disahkannya UU nomor 6 tahun 2014, ” kata Udin sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.
Sementara Ketua DPP Apdesi Surta Wijaya minta Ketua DPR RI Puan Maharani agar mau mengesahkan UU Desa hasil revisi. Dia juga akan mendukung partai-partai yang menyetujui pengesahan UU Desa.
” Hai..para anggota DPR, tolong UU Desa bisa disahkan 5 Desember 2023. Tolong temui kami, jangan sembunyi. Kami akan mendukung partai-partai yang menandatangani persetujuan pengesahan UU Desa,” Seru Surya Wijaya.
Untuk diketahui pada Senin (3/7/2023) lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR menyepakati draf Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (RUU Desa) menjadi usul inisiatif DPR.
Sejak saat itu gelombang unjuk rasa mulai muncul dengan beberapa tuntutan di antaranya soal periode jabatan kepala desa dari 6 tahun menjadi 9 tahun. Selain itu, mereka juga menuntut soal aturan dana desa.
(nay nur’ain)
Khenzi United Fantastis Tembus 8 Besar Liga Sentra Indonesia Seri Nasional 2023
Jakarta | Jurnal Bogor
Langkah Fantastis kembali dilakukan Khenzi United KU -15 dalam perhelatan Liga Sentra Indonesia (LSI) Seri Nasional yang dilangsungkan di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur.

Tim berjuluk Laskar Niskala yang bermarkas di Ciriung, Cibinong melenggang ke babak 8 besar Liga Sentra Indonesia ( LSI) Seri Nasional 2023.
Khenzi United KU15 berhasil meraih 2 kali hasil imbang setelah bermain tanpa gol melawan Jak ‘ S Soccer ( DKI) dan Bojong Gede ( Jabar ).
” Alhamdulilah kami meraih hasil positif dan melenggang ke babak 8 besar Liga Sentra Indonesia ( LSI) Seri Nasional. Ini berkat kerja keras semua pemain, pelatih, managemen dan semua keluarga pemain yang mensuport Khenzi United dalam ajang LSI 2023,” ujar Iwan Mulyadi yang akrab disapa Ipong, Kamis, 23 November 2023
Lebih lanjut, kata Ipong, dalam babak 8 besar yang akan dilansungkan Jumat 25 November 2023, Khenzi Umited akan meladeni salah satu wakil dari Banten yakni Bhineka FA.
” Semua penain Khenzi United KU15 tengah on fire. Mudah mudahan saat melawan Bhineka FA kami akan kembali mendapatkan poin penting dan melaju kebabak Semifinal,” ucap Ipong.
(asep syahmid)
Kades Muchtar Sidak Pembangunan TPT Program Samisade di Cilebut Timur
Sukaraja | Jurnal Bogor
Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana mengontrol pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di wilayah Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Dengan anggaran Rp 205.277.000 juta pembangunan TPT Samisade dengan volume 40 x 4 meter dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan lama pekerjaan 394 Hok, kini hampir selesai.
“Alhamdulillah pembangunan TPT sudah mencapai 90 persen, saya akan pantau terus perkembangan terkait pembangunan tersebut, saya pastikan tidak asal-asalan karena ini anggaran pemerintah untuk masyarakat, ” ujar Muchtar kepada wartawan jurnal Bogor.
Sebelumnya, pembangunan TPT yang berada di wilayah RT01 / RW 05 tersebut mengalami pergeseran tanah karena intensitas hujan tinggi menyebabkan tanah bergeser.
Muchtar menambahkan, “kemarin pembangunan baru tahap 60 persen karena bagian atasanya belum di plester ditambah intensitas hujan tinggi, air hujan nampung di tanah urukan yang mengakibatkan pergeseran tanah,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengontrol perkembangan pembangunan TPT tersebut, agar tidak terjadi yang tidak diinginkan.
Tidak hanya pihak desa yang mengawasi pembangunan TPT tersebut, masayarakat juga bisa bantu mengawasinya, “ayo kita bareng-bareng mengawasi pembangunan program pemerintah Kabupaten Bogor, karena pembangunan program pemerintah kita juga yang nikmati, ” tutupnya.
(aga alamanda)
Akibat Longsor, Dua Bus Damri di Terminal Leuwiliang Hentikan Operasinya
Leuwiliang | Jurnal Bogor
Longsor susulan kembali terjadi di dua desa di Kecamatan Leuwiliang, yakni di Kampung Pasir Ipis, Desa Purasari dan di Kampung Cikoneng dan Cigoong, Desa Puraseda.

Longsor susulan yang menimpa jalur utama Leuwiliang menuju perkebunan Cianteun atau sejarak 500 meter dari longsoran pertama pada Selasa (21/11/2023) malam lalu, kembali merobohkan dinding bukit Kampung Pasir Ipis pada Rabu (22/11/2023) malam pukul 21:00 WIB saat hujan lebat melanda wilayah tersebut.
Namun kini, seluruh material longsoran yang mengubur badan jalannya, sudah berhasil disingkirkan oleh tim evakuasi gabungan pada Kamis (23/11/2023) siang 11:00 wib dan sudah membentuk dinding terjal dengan kemiringan 50 derajat.
Kepala Terminal Tipe B Leuwiliang Wahyu Hidayat menerangkan, akibat dua hari berturut turut terjadi musibah longsor yang merobohkan dinding bukit Pasir Ipis di Desa Purasari, Leuwiliang, dua unit bus Damri 3/4 berkapasitas 20 kursi penumpang jurusan Terminal Leuwiliang ke Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sementara waktu menghentikan operasinya.
Menurutnya, upaya pihak Damri menghentikan operasinya tersebut, lantaran jalur Pasir Ipis Cianteun Cikidang dinilai masih sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang maupun sopir dan unit kendaraannya.
“Walaupun tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi seluruh material longsorannya, namun kondisi dinding bukit Pasir Ipis masih labil dan masih rawan longsor susulan, termasuk badan jalan yang bekas terkubur longsorannya, masih licin berbahaya,” beber Wahyu kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/11/2023).
Wahyu menambahkan, selain dua unit bus Damri ukuran 3/4 yang selama dua hari tak bisa beroperasi melayani rute penumpangnya dari terminal Leuwiliang ke Cikidang, Sukabumi, begitupun sebaliknya, satu unit Bus Damri 3/4 yang berada di Terminal Cikidang, selama dua hari tak dapat beroperasi ke Terminal Leuwiliang.
“Kami dari pihak Terminal Leuwiliang akan terus memonitoring perkembangannya serta terus berkoordinasi dengan pihak UPT PUPR Jalan dan Jembatan wilayah 5 Leuwiliang terkait perkembangannya,” tukasnya.
Selain longsor susulan melanda bukit Pasir Ipis di Desa Purasari, longsor serupa juga melanda Kampung Cigoong dan Kampung Cikoneng di Desa Puraseda yang mengakibatkan jalan desa terputus sepanjang 5 meter dan melumpuhkan aktivitas warga.
(bayup)
Camat Nanggung Keluarkan Surat Edaran Waspada Bencana
Nanggung | Jurnal Bogor
Lantaran kawasan Nanggung, Kabupaten Bogor, masuk dalam daerah rawan bencana, baik tanah bergeser maupun longsor, Camat Nanggung Ae Saepuloh pada 23 November 2023 mengeluarkan surat edaran waspada bencana hidrometerologie dan cuaca ekstrem, serta bencana lainnya kepada 11 kepala desa.

Surat Edaran Camat Nanggung tersebut juga mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bernomor : 300.2.3 /579 – BPBD yang dikeluarkan 21 November-2023.
Ae Saepuloh mengatakan, dikeluarkannya surat edaran camat untuk 11 kepala desa se-Kecamatan Nanggung, dipicu munculnya perubahan siklon cuaca yang sangat drastis di pertengahan November 2023 ini, yakni dari musim kemarau ke musim hujan, atau tepatnya jelang akhir tahun ini semua warga Nanggung patut waspada pada ancaman La Nina.
“Surat edaran Camat didasari oleh surat edaran yang di keluarkan pihak BPBD Kabupaten Bogor pada 21 November lalu, mengingat wilayah Nanggung dikenal sebagai daerah rawan bencana,” kata Ae Saepuloh kepada Jurnal Bogor.
Menurut Camat, surat edaran tersebut diberikan kepada 11 kepala desa di Nanggung, tak lain agar para kepala desa dapat memberikan himbauan kepada seluruh warga masyarakatnya waspada terhadap potensi bencana yang bakal terjadi seperti angin puting beliung, pohon tumbang, tanah bergeser, longsor, dan lainnya.
“Surat edaran Kewaspadaan bencana ini sangat penting, melihat latar belakang beberapa tahun silam dimana Nanggung pernah diterjang bencana longsor besar yang melanda pada beberapa titik wilayahnya. Ditambah surat edaran ini juga untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat ancaman bencana tersebut,” tukasnya.
Kepala Desa Hambaro H. Firdaos menambahkan, surat edaran waspada yang dikeluarkan Camat Nanggung sudah diterimanya dan langsung ditindak lanjuti.
“Surat edaran waspada bencana dari Pak Camat sudah kami terima dan sudah ditindaklanjuti dengan memanggil semua ketua RT dan RW, termasuk tokoh warga ke desa untuk menggelar rapat waspada dan siaga kebencanaan”,bebernya.
Apalagi di kawasan perbukitan Gunung Sibentang Hambaro ungkapnya, kondisi kontur tanahnya juga labil, jadi warga yang bermukim di kaki bukit Gunung Sibentang wajib ekstra waspada.
“Surat edaran dari Pak Camat kami sambut baik, dan secepatnya desa akan menggelar rapat bersama para ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat agar turut membantu menginformasikannya kepada seluruh warga masyarakat agar siaga bencana,” pungkasnya.
(bayup)

