28.7 C
Bogor
Sunday, July 19, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 439

Dewan Jabar Akan Dorong Peningkatan Angaran Seni Budaya

0

Caringin | Jurnal Bogor
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Achmad Ru’yat akan mendorong perlunya peningkatan anggaran untuk meningkatkan pelestarian seni budaya sekaligus apresiasi terhadap para pelaku seni budaya.

Hal itu diungkapkan Achmad Ru’yat saat menghadiri kegiatan Riksa Budaya Jawa Barat 2023 di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/2023).

Riksa Budaya Jawa Barat ini adalah event atau kegiatan untuk ngamumule atau melestarikan, menjaga, dan mengapresiasi seni budaya Sunda khususnya Pencak Silat Cimande.

“Kegiatan seperti Riksa Budaya ini harus terus dilestarikan dan didorong dari segi anggaran baik oleh pemerintah daerah kota kabupaten, provinsi, dan pusat. Apalagi silat Cimande. Karena mereka sering latihan, jangan sampe ga ada anggaran untuk tampil,” katanya.

Achmad Ru’yat menjelaskan, pemerintah bisa mendukung para seniman dan budayawan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Pemda kan bisa kerja sama dengan pemaku kepentingan atau stakeholder dari dana CSR, APBD, sehingga mereka terus diasah tidak hanya terampil di tingkat daerah saja,” ucapnya.

Politisi partai PKS itu juga beberapa kali mengunjungi setiap sanggar atau padepokan. Walhasil, para seniman dan budayawan banyaknya berjuang dengan mandiri karena anggarannya terbatas.

“Untuk itu menjadi tugas pemerintah daerah maupun provinsi agar melakukan pembinaan dan penganggaran. Terutama anggaran dalam kompetisi-kompetisi sehingga mereka bisa tampil, mereka punya kebanggaan, dan prestasi bisa diukur,” tutupnya.

Dari sisi regulasi dalam memajukan kebudayaan di Jawa Barat juga dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Regulasinya kan berangkat dari UUD No. 5 Tahun 2017 tentang kemajuan budaya. Kabupaten sendiri sudah ada peraturan daerah dan tentunya itu payung hukum untuk membuat program dan ada anggaran,” tukasnya.

(dede suhendar)

Kades Bantarjati Adakan Kades Cup, Bravo FC Lolos ke Final

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Kepala Desa Bantarjati Supena Jaya Atmaja menggelar turnamen sepak bola Kades Cup Bantarjati 2023. Turnamen yang diikuti 19 peserta dari masing masing RT dan RW se- Desa Bantarjati digelar di lapangan sepak bola Bantarjati Ngahiji Desa Bantarjati Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Pemain dan offisial tim Jatiraya FC

Pada babak semifinal, Jatiraya FC versus Bravo FC yang dipimpin oleh wasit Helmy, dimenangkan Bravo dengan skor 2-1. “Kades Cup Bantarjati ini dapat menumbuhkan bibit berprestasi dalam bidang olahraga sepak bola, karena dengan olahraga dapat berprestasi baik nasional maupun internasional,” kata Ketua Panitia Ajid, Sabtu (2/12/23 ).

Dia berharap seluruh manajer dan offisial tim bisa menjaga keamanan dan sportifitas. “Atas nama seluruh panitia mohon maaf kepada seluruh tim bila selama ini ada kekurangan atau miskomunikasi antartim dan panitia,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, pelatih Jatiraya FC Agus Siswanto menjelaskan, walaupun timnya kalah di pertandingan semifinal ini tidak menjadikan patah semangat. “Dengan kekalahan ini jadi motivasi untuk rekan-rekan pemain Jatiraya FC agar kedepannya bisa lebih baik dan bisa memperbaiki atas kekurangannya,” kata dia.

Pada babak semifinal tersebut, turut hadir menyaksikan turnamen Kepala Desa Bantarjati Supena Jaya Atmaja, Bhabinkamtibmas Bantarjati Agus, Babinsa Bantarjati Mujiono dan seluruh panitia penyelenggara.

(andi/nay)

Aksi Koboi Sang Curanmor, Nyaris Lukai Petugas Damkar

0

Cileungsi | Jurnal Bogor
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sektor Cileungsi nyaris jadi korban aksi koboi yang dilakukan oleh terduga pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di komplek perumahan Metland Transyogi, Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/23).

Peristiwa yang terjadi pukul 12.00 WIB itu bermula saat petugas damkar memergoki pelaku yang berjumlah 2 orang hendak mencuri motor yang terparkir di belakang mobil damkar. Mengetahui hal itu, kemudian petugas damkar meneriaki pelaku.

 “Awalnya anggota kami yang sedang beristirahat di atas mobil melihat orang yang masuk ke area parkir mobil damkar dengan memegang kunci yang di duga leter T. Reflek, anggota kami meneriaki pelaku tersebut sehingga mengagetkan pelaku yang langsung lari ke depan,” ungkap Komandan Regu 1 Damkar Sektor Cileungsi, Tahfiz kepada wartawan.

Karena panik, lanjut Tahfiz, 2 pelaku tersebut mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke arah petugas damkar. Beruntungnya petugas sigap menghindar dan peluru hanya mengenai bagian depan mobil damkar.

“Ketika ingin mengejar, pelaku tersebut mengeluarkan senjata api dan menembakannya kearah anggota kami. Sontak anggota langsung menghindar dan bersembunyi di belakang mobil,” terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Cileungsi AKP Yohannes Redhoi Sigiro, yang datang ke lokasi peristiwa itu melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa penembakan tersebut.

“Kami yang didampingi Kasat Reskrim Lolres Bogor melaksanakan olah TKP percobaan pencurian dengan kekerasan. Kejadian tersebut sekitar pukul dua belas siang tadi, satu pegawai pemadam kebakaran mencurigai orang yang hendak masuk ke parkiran motor, diduga kuat para pelaku sedang mengincar motor,” ujar Yohanes.

Karena mendengar teriakan dari saksi, ungkap Yohanes, pelaku langsung berlari keluar dan menembakan senjata api dan mengenai muka depan mobil damkar. Dari TKP ditemukan 1 proyektil peluru dan satu bolongan di depan truk mobil damkar.

“Proyektil tersebut akan kami bawa ke laboratorium uji balistik Mabes Polri untuk memastikan senjata apa yang dipakai pelaku,” tutupnya.

(nay nur’ain)

Carry Pengangkut BBM Pertalite Kebakaran di Jalan Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Sebuah mobil jenis Suzuki Carry pengangkut BBM jenis Pertalite, ludes terbakar di depan Gg Ikhlas, Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (2/12/23) malam.

Musababnya, karena ada korsleting listrik dari aki mobil berplat nomor B 1048 VVL dan menyambar jerigen berisi BBM Pertalite yang dibawa oleh sopir bernama Rizki Awaludin MZ usai mengisi di beberapa SPBU.

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri mengatakan, peristiwa itu terjadi selain karena korsleting pada bagian aki, juga diindikasikan adanya modifikasi mobil untuk melakukan pembelian Pertalite yang akan dijual kembali dengan sistem eceran di Wilayah Desa Tarikolot, Kecamatan Citereup.

“Indikasi penyebab kebaran karena mobil ini sudah dimodif untuk ngecor Pertalite untuk dijual eceran di wilayah Tarikolot,” katanya kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/12/23).

Usai mengisi Pertalite dari SPBU depan PT Indocemen sebanyak 60 liter, lanjut Daman Huri, kemudian berjalan ke arah Gunung Putri menju ke SPBU depan Kantor Desa Gunung Putri. Karena sopir tidak tahu ada korsleting listrik akhirnya mobil langsung terbakar hebat.

“Sopir mau ngisi lagi di SPBU depan desa kami, memang dia itu pakai tangki di modif langsung disedot ke dalam jerigen. Nggak tau kalau ada korsleting akhirnya kebakar mobilnya. Tapi 2 jerigen yang berisi Pertalite sebanyak 60 liter berhasil diselamatkan sopir,” jelasnya.

Dia menduga peristiwa tersebut juga akibat adanya permainan dari pihak SPBU nakal yang menjual Pertalite kepada pengecor. Padahal untuk pembelian pertalite tidak bisa sembarangan seperti Pertamax.

“Karena harganya lebih murah dari Pertamax akhirnya Pertalite digunakan oleh oknum baik pembeli dan penjual yakni SPBU hanya dengan memberi uang tip sebesar Rp 5 ribu. Memang kalau dari mobil dengan kapasitas tankinya gak bisa juga kalau gak dimodif. Makannya isinya dari SPBU ke SPBU,” bebernya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam pertiwa itu, namun hanya kabel optic yang terbakar dan sudah diperbaiki. Untuk pemadaman, mobil damkar dari PT Indocemen dan Pemkab Bogor diterjunkan.

Sementara itu, Rizki Awaludin MZ sopir mobil yang terbakar mengakui bahwa sudah melakukan pembelian Pertalite di SPBU depan PT Indocemen dengan cara disedot kedalam jerigen. Namun ketika menuju ke SPBU KKI, mobilnya tiba-tiba mengalami korsleting dan terbakar.

“Saya lagi bawa 4 jerigen besnsin tapi posisinya 2 jerigen diselametin. Jadi didalam  mobil itu cuma ada jerigen kosong dan itu kebakarannya terjadi dari konsel aki. Tujuannya mau ke KKI mau isi bensin untuk eceran jenis Pertalite. Diisinya lewat tanki baru disedok ke jerigen,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

P3MD Sampaikan ke Inspektorat, Puluhan Desa Terdeteksi Potensi Masalah

0

Caringin | Jurnal Bogor
Koordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bogor, Dadan Syarif Mutoan mengaku, tidak kaget saat mengetahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong memanggil dan memeriksa empat kepala desa (Kades) di Kabupaten Bogor selama kurun waktu dua pekan ini, yakni Kades Tangkil dan Leuwinutug di Kecamatan Citeureup serta Kades Cipambuan dan Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang.

Dadan mengatakan, pada tahun 2022 dari hasil pendampingannya di 416 desa yang ada di Kabupaten Bogor, sebanyak 99 desa terdeteksi potensi masalah dengan kadar atau tingkat kesalahan yang berbeda-beda. Dan setiap akhir tahun, lanjutnya, hasil dari pendampingannya tersebut direkap dan sudah disampaikan ke inspektur satu di Inspektorat Kabupaten Bogor.

 “Jadi akhir tahun 2022 hasil pendampingan terhadap puluhan desa yang terdeteksi potensi masalah, kita rekap dan melaporkannya ke Inspektorat,” ujarnya kepada Jurnal Bogor saat berada di lokasi wisata Kopi Daong Pancawati, Caringin, Kabupaten Bogor, Jumat (1/12).

Dadan menyatakan, P3MD posisinya membantu potensi masalah dengan kategori desa-desa yang perlu pendampingan khusus untuk diluruskan, diaudit dan diperiksa oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

 “Termasuk desa-desa yang beberapa hari kebelakang dipanggil pihak Kejari Cibinong, tahun 2022 itu kita sudah laporkan ke Inspektorat,” ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan Kejari terhadap ke empat kades itu, terkait anggaran bantuan keuangan desa pada tahun 2022, baik itu bantuan keuangan bersumber dari pemerintah pusat atau APBN, APBD Provinsi Jawa Barat (Jabar) maupun APBD Kabupaten Bogor.

 “Tiga sumber bantuan keuangan itu yang diperiksa Kejari, seperti Dana Desa (DD) dari APBN, bantuan keuangan provinsi, Alokasi Dana Desa (ADD), BHPRD dan Samisade (Satu Miliar Satu Desa) bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor,” paparnya.

Dadan menjelaskan, ada dua potensi masalah yang terjadi di pemerintah desa dalam mengelola bantuan keuangan, yakni mulai dari implementasi dan manajerial, namun semua masalah itu terjadi berawal dari kesalahan manajerial.

Untuk manajerial seperti perencanaan, dokumen-dokumen maupun proses penetapan menjadi potensi besar terjadinya masalah. Bahkan, sambung Dadan, sering terjadi kesalahan saat proses penetapan yang dilakukan desa,  dimana antara pengajuan dengan yang ditetapkan, kondisi di lapangan selalu berbeda.

 “Semua masalah itu berawal dari kesalahan manajerial dan secara otomatis lari ke implementasi. Kalau dari implementasi langsung, Itu kategori penyimpangan dan bisa saja kesengajaan. Berbeda dengan ketidaktahuan, itu masuk kedalam kesalahan manajerial,” tegas Dadan.

Dadan mengungkapkan, sumber bantuan keuangan desa yang rawan terjadi potensi masalah, yaitu ADD dan BHPRD bantuan dari APBD Kabupaten Bogor. Alasannya, karena siklus penyerapan bantuan tersebut terkadang selalu terlambat atau telat diterima desa, sehingga untuk menutup kebutuhan desa akhirnya menggunakan anggaran talangan yang tidak sesuai peruntukannya dan bisa menjadi temuan.

Kondisi keterlambatan penyerapan ADD dan BHPRD beberapa tahun ini, kata Dadan, menjadikan keberadaan desa tidak diuntungkan. Pasalnya, bantuan keuangan ADD maupun BHPRD selama ini sudah jelas peruntukannya untuk mengaji perangkat desa, membayar insentif RT, RW dan lembaga desa lainnya.

“Yang jadi korban itu saat ini desa. Kalau untuk bantuan keuangan DD dari pusat, saya rasa kadar masalahnya sudah mulai berkurang dari tahun lalu, karena siklus penyerapannya normal dan tidak terlambat,” imbuhnya.

(dede suhendar)

Panen Padi di Manokwari, Wamentan Dorong Jadi Lumbung Pangan Papua Barat

0

Manokwari | Jurnal Bogor
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi melakukan panen padi di Kabupaten Manokwari dan mendorongnya menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua Barat.

Menurutnya, luasan lahan pertanian di Manokwari yang mencapai 3.000 hektar lebih dengan penduduk lebih dari 197 ribu jiwa sangat efektif berproduksi baik.

Hal tersebut disampaikan Wamentan Harvick usai melakukan panen raya padi di area lahan seluas 220 hektar di kampung Prafi Mulya, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Sabtu (2/12/2023).

“Manokwari basis pertaniannya sangat kuat. Tentu kita ingin Manokwari ini menjadi lumbung pangan di Papua Barat, diikuti oleh daerah-daerah lainnya. Apalagi, komoditas pangan di sini cukup banyak,” katanya.

Wamentan Harvick mengatakan, ketahanan pangan berpengaruh pada kedaulatan pangan yang sudah menjadi perhatian oleh Presiden Joko Widodo. Meski demikian, ia menyebut stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan harus tetap dijaga.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Hermous Indou mengatakan potensi lahan di Manokwari mencapai 10 ribu hektar. Namun yang baru digarap mencapai sekitar 1.200 hektar.

Jika semua lahan bisa dikelola, tambahnya, maka swasembada pangan dapat terwujud.

“Kita juga berupaya mewujudkan swasembada daging dan pengembangan pisang di Distrik Tanah Rubuh sehingga perekonomian dapat meningkat,” ujarnya.

Hermus menyebut ketahanan pangan di Manokwari masih relatif stabil sampai hari ini. Ia menyatakan telah mengeluarkan instruksi agar ada tanaman pangan yang ditanam di halaman rumah masyarakat dan setiap kampung.

Ditambahnya, gerakan pangan lokal dengan mengedepankan pembelian pangan di pasar-pasar khususnya pangan umbi-umbian.

“Laju inflasi juga dikendalikan dengan gerakan pangan murah dengan 11 kali pasar murah di Kabupaten Manokwari dan 9 yang diselenggarakan Pemprov Papua Barat,” imbuhnya.

(bbpmkp)

Tiga Orang Diduga Pelaku Pembacokan di Ciampea Ditangkap

0

Satu Diantaranya Diduga Pelaku Utama 

Ciampea | Jurnal Bogor
Kelompok pembacok terhadap korban Muhammad Bintang Satria (16) yang terjadi di Pasar Lama Ciampea, Kabupaten Bogor pada Jumat (1/12) ditangkap pihak kepolisian.

Sebanyak 3 remaja dan satu diantaranya diduga pelaku utama, diringkus di masing-masing rumahnya yang berada di wilayah Kecamatan Pamijahan.

Dalam pengungkapan kasus pembunuhan dengan senjata tajam yang dilakukan  kelompok masih remaja ini, pihak kepolisian Polsek Ciampea bersama Resmob Polres Bogor.

Dalam rilis Polres Bogor yang diterima Jurnal Bogor menjelaskan, kelompok remaja diduga pelaku ini, saat melakukan pembacokan terhadap korban sedang konvoi dan melintas di wilayah Pasar Lama Ciampea. Pelaku menyabetkan sajam ke korban hingga  mengalami luka pada leher.

Terduga pelaku pembunuhan tersebut yang sudah berhasil diamankan diantaranya AFH (18) dan MAR (16) pelaku utama yang mengaku dan terbukti sebagai pembacok yang membawa celurit pendek kepada korban dan  DDD (17) yang ikut serta berboncengan 3 di sepeda motor tersebut.

Begitu juga dengan barang bukti yang berhasil pihak kepolisian amankan adalah berupa celurit dan sepeda motor roda dua yang digunakan para pelaku saat aksinya.

“Para pelaku berhasil diamankan setelah hasil dari keterangan para saksi-saksi di lokasi TKP dan penelitian CCTV, pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing,” kata Kapolsek Ciampea Kompol Suminto dikutip dalam rilis Polres Bogor, Minggu (3/11/2023).

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada diduga para pelaku, dan kejadian masih didalami untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari hasil penyidikan, motif pelaku adalah  mencari lawan sasaran dari sekolah lain sebagai aksi jagoan sampai menelan korban.

“Dari pengungkapan yang kita lakukan ini dan proses lanjut dimana atas perbuatannya pelaku akan kita kenakan Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 70 No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, terkait penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Pelaku diancam pidana penjara hingga diatas  5 tahun,” pungkasnya.

(andres)

Gerakan Pramuka Andalan Kwarcab Ancuwil I Kabupaten Bogor Silaturahmi ke Kampung Adat Urug

0

Sukajaya| Jurnal Bogor
Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Andalan Urusan Wilayah (Ancuwil) I Kabupaten Bogor, berkunjung ke tempat bersejarah Kampung Adat Urug di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Sabtu (2/11/2023).

Agenda kunjungan silaturahmi untuk menambah pengetahuan ilmu sejarah Kampung Urug itu disambut baik oleh puun atau pemimpin adat Kampung Urug.

Sekitar kurang lebih 40 orang dari pengurus kwartir ranting  se-wilayah I Kwarcab Kabupaten Bogor, diantaranya Sekretaris Cabang (Sekcab) A. Kosasih, Ancuwil I, Ahyani dan Andalan Cabang Urusan Bina Muda Ondeng Sofwanudin ikut serta dalam kegiatan itu.

“Kita bertemu dan bersilaturahmi ketiga tempat, pertama menemui Jaro Urug kemudian ke para puun disana, dengan tujuan kunjungan silaturahmi juga menelusuri sejarah, untuk menambah ilmu pengetahuan tentang sejarah Kampung Urug yang ada di Kecamatan Sukajaya,” kata Andalan Cabang urusan bina muda Ondeng Sofwanudin kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/12/2023).

Dia menjelaskan, Kampung Adat Urug adalah salah satu bagian dari sejarah Kabupaten Bogor dengan begitu sangat perlu dilestarikan dan dijaga.

“Rumah adat ini harus tetap dipertahankan dengan kebijakan lokalnya, bahwa inilah salah satu budaya bangsa yang harus kita jaga dan kita lestarikan supaya nanti ke anak cucu kita, sampai mereka juga harus mengetahui sejarah ini dengan segala keunikan dan keistimewaannya,” jelas pria yang juga Kepala Sekolah di SDN Parakanmuncang ini.

Menurut Ondeng, ada kearifan lokal yang diistimewakan di Kampung Adat Urug itu, yang mana mereka para puun melestarikan alam, hal ini  yang sesuai dengan prinsip kegiatan keperamukaan dengan selogan “kita jaga alam dan alam akan jaga kita”.

“Intinya kita tidak boleh merusak alam, ini selaras dengan kepramukaan di Dasa Darma, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia ini cocok sekali dengan kegiatan Pramuka dan adat kebiasaan di Kampung urug,” ujarnya.

Istimewanya kehidupan di Kampung Adat Urug, tidak hanya menjaga alam hutan tetapi juga dalam hal kebijakan seperti menanam padi misalnya, mereka mempunyai waktu dan hitungan tertentu dalam penggarapan hasil taninya.

“Dalam hal ini kita jadi mengetahui bahwa orang tua kita dulu itu menanam padi dalam satu tahun cukup satu kali, kemudian hasilnya itu di simpan di lumbung padi atau leuit dan padi yang penuturan sesepuh bahwa padi-padi yang di simpan itu 30 tahun kedepan akan aman,” bebernya.

 Sesepuh di Kampung Urug juga menceritakan sejarah singkat Kampung Adat Urug bahwa sudah sejak dari jaman kerajaan Prabu Siliwangi. Dalam sejarahnya Kampung Urug ini salah satu tempat yang pernah disinggahi oleh Prabu Siliwangi.

“Kita akui bahwa Indonesia ini dulunya adalah berbentuk kerjaan dengan berbagai keunikan lika-liku perjuangan untuk mendapatkan kemerdekaan dari penjajah. Kampung Adat Urug harus kita jaga dan lestarikan,” pungkasnya.

(andres)

Tiga Bulan Jadi Kapolsek Nanggung, Iptu Ade Kamsa Rajin Blusukan

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Kapolsek Nanggung Polres Bogor Iptu Ade Kamsa terus blusukan menyambangi para tokoh, baik ulama maupun umaro. Dalam kunjungannya ini, selain memperkuat silaturahmi juga untuk menyamakan persepsi menciptakan situasi Kamtibmas agar keadaan wilayah Nanggung lebih kondusif.

Iptu Ade Kamsa kini udah tiga bulan menjabat sebagai Kapolsek Nanggung  terlihat rajin blusukan, tentu ini dilakukan untuk mengetahui keadaan warga binaannya. Menurutnya, agenda tersebut untuk menyampaikan pesan kamtibmas dan imbauan Kamtibmas ditengah masyarakat.

“Tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peranan  penting untuk memberikan informasi keadaan di wilayah. Masyarakat jangan pernah ragu untuk menyampaikan informasi penting apapun  terjadi di masyarakat. Polsek Nanggung Siap menerima laporan  dan terbuka 24 jam,” kata Iptu Ade Kamsa Jurnal Bogor, Minggu (3/12/2023).

Seperti informasi adanya penjual obat terlarang golongan G diketahui tempat penjual obat keras tersebut  dengan  modus penjualan seperti warung biasa yang berada di wilayah Desa Pangkaljaya dengan Desa Hambaro Kecamatan Nanggung. Kini kedua pelaku penjual obat-obatan seperti Tramadol dan Excimer telah diamankan pihak Polsek Nanggung.

“Barang bukti dari kedua pelaku penjual obat keras telah dilimpahkan ke Polres Bogor,” ujarnya.

Sesuai arahan Kapolres Bogor AKBP Wahyu Anggoro agar menindak tegas pelaku penjual obat keras dan tidak ada ruang bagi penjual obat-obatan keras  tersebut.

“Mengkonsumsi obat tersebut jelas-jelas bisa berdampak buruk serta  merusak generasi penerus,” tukasnya.

(arip ekon)

Akibat Hujan Deras, Peternak Ikan di Rumpin Alami Rugi Puluhan Juta

0

Rumpin | Jurnal Bogor
Puluhan kolam ikan di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor jebol akibat hujan deras dan banjir beberapa pekan ini.

Kejadian bencana yang merugikan hingga puluhan juta rupiah milik peternak ikan tersebut terjadi, Rabu (29/11).

Pemilik kolam ikan di wilayah Kampung Gunung Nyuncung, Desa Kampung Sawah, Supendi mengatakan, banjir tersebut telah mengakibatkan 30 kolam berbagai jenis ikan miliknya terendam dan jebol.

“Puluhan kolam ikan itu saya isi dengan ternak ikan hias jenis koi dan ada juga ikan gurame. Habis semua jebol terendam banjir,” katanya, Minggu (3/12/2023).

Akibat dampak banjir tersebut dirinya mengalami kerugian sekitar Rp50 juta lebih dari harga ikan, belum termasuk dengan kerusakan gubuk, jaring dan alat-alat ternak ikan lainnya.

Dia menjelaskan, banjir tersebut diperparah irigasi di sekitar tertutup buangan tanah dari galian.

“Banjir memang akibat hujan deras yang turun. Tapi juga diperparah oleh tertutupnya selokan air akibat buangan tanah dari galian,” ungkap pria yang akrab disapa Bedog ini.

Dia berharap agar segera dapat bantuan dari pihak-pihak terkait dan ada perhatian terhadap sistem drainase air di wilayah tersebut.

“Iya, kami kan usaha disini tentu ingin ada untung. Memang ini satu musibah, tapi kami mohon ada pula perhatian pemerintah,” ucapnya.

Selain melanda Kampung Gunung Nyungcung, banjir juga terjadi di Kampung Panoongan. Puluhan kolam ikan dan kolam pemancingan milik warga sekitar juga tampak ikut terendam air.

“Air memang cukup banyak dan merendam empang (kolam) ikan warga disini. Banyak juga yang kena banjir, pasti rugilah karena ikan-ikannya pasti lepas,” tukasnya.

(andres)