30.4 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 437

Meski Sudah Ada Jalan Baru, Para Pemotor Masih Saja Gunakan Jembatan Gantung yang Mulai Rusak

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Puluhan pemotor dari berbagai arah, baik dari Jalan Raya Cihideung Ilir maupun dari Jalan Raya Cibanteng Ciampea dan sebaliknya, masih menggunakan jembatan gantung (rawayan) yang berada di Kampung Cihideung Kecil RT 03 RW 04, Desa Neglasari, Dramaga, Kabupaten Bogor meski kini kondisi jembatanya mulai mengalami kerusakan kecil.

Padahal, kedua pemerintah desa yang bertetangga yang hanya dipisahkan oleh sungai Cihideung tersebut, yaitu Desa Neglasari, Dramaga, maupun Desa Cihideung Ilir, Ciampea, sudah 7 bulan silam telah membangun jalan alternatif selebar 3 meter yang sudah dibetonisasi berikut jembatan barunya yang permanen.

“Tapi sayangnya, warga pemotor dari berbagai arah, masih saja kepergok melintas menggunakan jembatan gantung tersebut,” kata Kepala Desa Neglasari Yayan Mulyana kepada Jurnal Bogor.

Meskipun pihak desa tidak melarang para motor lewat di jembatan gantungnya sambung Yayan, namun disarankan mulai Kamis (19/10/2023) dan seterusnya, lebih baik menggunakan jalan baru saja yang lebih lebar dan aman.

“Karena melihat kondisi besi link jembatan gantungnya sudah mulai keropos rawan putus, kami dari pemerintah desa akan segera mengupayakan peningkatan program jembatan rawayannya, dan sudah mengajukan bantuan ke Pemkab Kabupaten Bogor, namun apabila nanyi tidak ada dananya, kami akan gunakan Dana Desa sebesar Rp300 juta untuk rehab pembangunanya,” tegasnya. 

Masih kata Kades Yayan, jembatan gantung rawayan yang melintang di atas sungai Cihideung di desanya itu, dibangun tahun 2011 dengan anggaran dibawah Rp200 juta.

“Selain itu, desa juga akan segera membangun jembatan baru di kawasan Kampung Semper RW 06, yang tujuannya agar semua para pemotor tidak lagi menggunakan jembatan gantung lama, karena berbahaya,” katanya.

“Agar diketahui, untuk rencana panjang jembatan baru di kampung Semper nantinya mencapai 42 meter dengan lebar lebar 1,2 meter yang anggarannya akan diambil dari Samisade 2024,” tukasnya.

Soleh, pemotor yang kepergok Jurnal Bogor kedapatan melintas menggunakan jembatan Gantung Kampung Cihideung kecil yang rawan rusak tersebut, mengaku lebih cepat sampai ke rumahnya yang berjarak 150 meter dari jembatan gantung, dibanding harus melalui jalan baru yang jaraknya bisa mencapai 1 kilometer.

** Bayup

Stunting, ODF Hingga Samisade jadi Pembahasan Minggon Kecamatan Dramaga

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Pemerintah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor mengelar rapat minggon di aula Kantor Desa Dramaga, Rabu (18/10/2023). Rapat tersebut membahas dan mengevaluasi kinerja desa yang ada di Kecamatan Dramaga.

Camat Dramaga Tenny Ramadhani mengungkapkan rapat minggon yang dihadiri kepala desa, UPT , Puskemas dan Muspida Kecamatan merupakan agenda rutin bulanan.

Saat ini rapat minggon, ada beberapa hal menjadi fokus pembahasan dari mulai jelang persiapan Pemilu di 2024.  Kemudian, persoalan Open Defecation Free (ODF) atau buang air besar sembarangan agar desa bebas dari buah air besar sembarangan dan yang menjadi catatan yakni bagi desa bisa mengiventarisir MCK yang memenuhi standar dan sanitasi .

Lalu, program Samisade. Kecamatan sebagai tim verifikasi faktual  mengingatkan desa agar bantuan keuangan desa dikerjakan dengan baik.  Sebab, hasil pengawasan secara teknis, hasil laporan kajian tenaga ahli dan berita acara menjadi tolak ukur pencairan Samisade tahap kedua

“Kita punya tim Monev yang turun langsung ke lapangan dan mengecek fisik dan LPJ Program Samisade. Tim tersebut sangat penting untuk mengawasi memonitoring kegiatan Samisade,” ujarnya

Lalu, persoalan stunting. Pada 2022 sudah difokuskan di Desa Sukadamai  dan Purwasari. Namun pada 2023 ada penambahan lokus stunting yakni Desa Dramaga, Sinarsari dan Desa Neglasari .

Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya bersama puskesmas memberikan edukasi kepada para kader untuk bersama-sama menekan angka stunting. Selain itu, yang menjadi lokus stunting diberikan juga bantuan makanan untuk peningkatan gizi  dari Dinas Pemberdayaan Perempuan.

“Kita berpikir,  ketika sudah ada penetapan lokus stunting tidak ada lagi. Namun, setelah data stunting di update masih ada penambahan desa yang rawan stunting. Tentunya ini menjadi bahan evaluasi bersama dan bagiman kita bersama-sama menekan angka stunting dan tidak ada lagi kasus stunting di Kecamatan Dramaga,” jelasnya.

** Arip Ekon

Damkar Edukasi Anggota Penanganan Medical dan Hewan Berbahaya

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor mengedukasi anggota Damkar Sektor Leuwiliang terkait penanganan medical dan penanganan hewan berbahaya melalui kegiatan road show.

“Kita edukasi ke-10 sektor, hari ini kita edukasi ke sektor Leuwiliang, edukasi perihal penanganan medical dan penanganan ular,” kata Kasi Penyelamatan dan Kedaruratan Damkar Kabupaten Bogor Asan, Rabu (18/10/2023).

Asan menjelaskan edukasi penanganan tersebut sudah berjalan sekitar 4 sektor di Leuwiliang.

“Kita udah ke-4 sektor, Sektor Cileungsi, Gunung Putri, Cariu dan hari ini sektor Leuwiliang,” jelasnya.

Nantinya setiap sektor Damkar di Kabupaten Bogor akan diisi dengan tim rescue dengan beberapa anggota.

“Di sektor ini kita adakan anggota rescue, rencana per sektor 6 orang. 10 sektor di Kabupaten Bogor dan dari per sektor itu ada 6 anggota tim Rescue, cuman kita kirimkan 3 orang dulu,” terangnya.

Selanjutnya dia juga menerangkan, soal edukasi nantinya di lapangan itu dengan beberapa prosedur yang sudah tertuang di peraturan.

“Penanganan kecelakaan, saya berpesan ke teman-teman, penanganannya kita harus ada saksi. Bahwa kita sedang penanganan kecelakaan jadi jangan langsung penanganan sebelum ada saksi,” jelasnya.

“Selanjutnya penanganan hewan. Hewan lebih berbahaya agresif, kita sering ada kejadian di teman-teman kita juga masih sering digigit jadi kita lakukan edukasi,” sambungnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat ketika ada hewan di rumah, maka yang dilakukan utama lebih pada pengawasan hewan tersebut.

“Kita awasi dulu aja sebelum tim Damkar datang, dan juga kepada masyarakat jangan menangani langsung karena berbahaya,” pungkasnya.

** Andres

IMAG 2023, 2 Ribu Atlet Beladiri Bakal Penuhi Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Kota Bogor akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Martial Arts Games (IMAG) di GOR A dan B Pajajaran serta Hotel Green Forest pada 20 hingga 31 Oktober 2023.

Wakil Ketua Panitia PB IMAG, Benninu Argoebie mengatakan bahwa IMAG merupakan event pertama yang menjadi ajang Babak Kualifikasi PON Aceh-Sumut 2024, dan kedepannya akan menjadi agenda resmi dua tahunan selevel dengan PON.

“Kita siap. Persiapan sudah 90 persen, sebagian peserta sudah datang seperti kickboxing,” ujar Benninu, Rabu (18/10).

Menurut Benn, Kota Bogor sendiri akan menyelenggarakan pertandingan di empat cabang olahraga (cabor), yakni kickboxing, wushu, sambo, dan gulat. Sementara lima cabor lainnya dilaksanakan Kota Bekasi dan satu cabor di Cibubur.

“Jumlah atlet beladiri yang akan datang ke Kota Bogor ada sekitar 2.000 orang dari seluruh Indonesia. Jadi jelas perhelatan IMAG juga akan berkontribusi mendongkrak pendapatan daerah,” kata Benninu.

Benn juga menjelaskan mengapa Kota Bogor ditunjuk oleh KONI Pusat lantaran ‘Kota Hujan’ memiliki atlet beladiri yang prestasinya tertinggi di Jawa Barat (Jabar).

Selain itu, sambungnya, Bogor juga saat ini telah menjadi destinasi wisata di Indonesia, sehingga banyak dorongan dari luar agar IMAG diselenggarakan di Kota Bogor.

“Dengan segala keterbatasan, kami akan mencoba maksimal untuk menjadi tuan rumah,” katanya.

Lebih lanjut, kata Benninu, perhelatan IMAG juga bakal menjadi ajang persiapan Kota Bogor untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026 mendatang.* Fredy Kristianto

Soal Taman Ciawi, Konsultan Pengawas dan Pejabat Dinas Terkait Mesti Tanggungjawab

0

Ciawi|Jurnal Bogor
Keberadaan konsultan pengawas di proyek Taman Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sebab, proyek taman yang kondisi pembangunan nya diduga asal-asalan tersebut, tidak lepas dari lemahnya pengawasan konsultan.

Ketua LSM Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP), Saleh Nurangga mengatakan, baik buruknya pelaksanaan pembangunan Taman Ciawi, tidak bisa menyalahkan pihak ketiga sepenuhnya. Karena, dalam pelaksanaan pengerjaan proyek yang nilainya mencapai Rp310 juta lebih itu, melibatkan konsultan pengawas.

 “Buat apa ada konsultan pengawas. Tugas konsultan itu untuk melakukan pengawasan dalam setiap kegiatan proyek pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (18/10).

Konsultan pengawas, lanjutnya, bertugas mengawasi jalannya setiap kegiatan proyek yang dikerjakan pihak ketiga. Sehingga, melalui tugas nya konsultan itulah semua pengerjaan proyek sesuai dengan rencana.

 “Konsultan bisa melihat apakah dalam pengerjaannya itu sudah sesuai rencana anggaran belanja (RAB) dan gambar awal atau tidak,” jelas Saleh.

Apabila dalam pelaksanaan nya tidak sesuai RAB dan gambar, sambung Saleh, konsultan pengawas dapat melaporkan temuannya untuk dijadikan bahan laporan terhadap dinas terkait.

 “Kalau tidak sesuai rencana awal dan gambar, pihak pelaksana bisa dikenakan sanksi administrasi, yakni dibayar sesuai dengan pengerjaan,” tegasnya.

Selain itu, kata Saleh, proyek taman sangat mudah untuk dihitung dan diawasi pengerjaannya. Pasalnya, dalam pengerjaan proyek taman bisa terlihat secara kasat mata dan gamblang bentuk fisiknya.

 “Jadi kalau proyek taman itu mudah dilihat, selain tanaman juga ada fasilitas pendukung lainnya. Saya minta agar bidang pertamanan di dinas terkait bertanggungjawab terhadap kondisi Taman Ciawi yang pembangunannya asal jadi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS), Azet Basuni menyayangkan dengan kondisi Taman Ciawi yang sudah terlihat kumuh dan semrawut. Padahal, belum lama ini taman yang berada di lokasi strategis itu, sudah dilakukan pembangunan oleh pihak ketiga.

 “Kalau lihat kondisi taman seperti itu, saya kira pemerintah hanya buang-buang anggaran saja. Pengerjaan proyek taman ini seakan dilakukan secara asal-asalan,” katanya kepada Jurnal Bogor saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (16/10).

Azet pun mempertanyakan pembangunan apa saja yang dilaksanakan pihak ketiga dalam proyek taman dengan nilai ratusan juta itu. Pasalnya, informasi dari masyarakat Ciawi, tidak banyak perubahan yang signifikan dalam pelaksanaan pembangunan proyek taman tersebut.

Dimana, sambungnya, pelaksana hanya membangun tempat duduk dan memplester taman yang sebelumnya tanah menjadi tembok. Akan tetapi, yang paling terlihat itu tidak adanya lampu penerang di sekeliling lokasi taman, sehingga keberadaan taman Ciawi menjadi gelap saat malam hari.

 “Terang itu karena ada lampu para pedagang, mulai dari pedagang kopi, gorengan, sate padang dan penjual makanan lainnya di area taman,” ujar Azet.

Azet menegaskan, pada dasarnya sebagai masyarakat yang ada di wilayah selatan Kabupaten Bogor, sangat berterima kasih kepada dinas terkait yang sudah mengusulkan dan mengalokasikan anggaran pembangunan untuk taman Ciawi.

 “Makanya saya minta dinas terkait kembali mengalokasikan anggaran pembangunan taman Ciawi yang bisa dijadikan ikon selatan. Tidak seperti sekarang masih banyak fasilitas taman yang belum ada. Malah depan taman trotoarnya saja sudah banyak yang bolong dan rusak,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pencurian Meteran Air Ledeng Kembali Marak, Pelaku Belum Juga Tertangkap

0

Ciampea | Jurnal Bogor
Kasus pencurian alat pengukur meteran air milik warga kini kembali marak. Terhitung sejak awal tahun 2022 hingga medio Oktober 2023 ini, tak kurang 55 unit meteran air milik pelanggan Perumda Tirta Kahuripan di Ciampea, Cibungbulang, hingga Leuwiliang, raib digondol maling.

Salah satu kasus pencurian alat meteran air ledeng yang baru saja terjadi yakni menimpa Hendra, warga Kampung Cemplang, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang yang sudah membuat dia dan keluarganya kesal.

“Kejadian pencurian meteran air ledeng ini sudah saya laporkan ke Polsek Cibungbulang. Namun sampai saat ini, pelakunya belum juga berhasil ditangkap,” kata Hendra korban pencurian kepada Jurnal Bogor, Rabu (18/10/2023).

Menurut Hendra kejadian pencurian alat meteran air ledengnya tersebut memang baru pertama kali terjadi yang dialaminya. Namun kejadian tersebut membuatnya merasa geli dan lucu.

“Mungkin alat meteran tersebut punya nilai jual mahal di pasar gelap. Tetapi atas kejadian ini, alhamdulilah, pihak Perumda Air Minum Tirta Kehirupan Leuwiliang sudah memberikan gantinya dengan yang baru”, tukasnya.

Kepala Cabang Perumda Tirta Kahuripan Leuwiliang Dany Prasetya membenarkan, kasus pencurian meteran air ledeng milik warga pelanggannya itu, kini kembali marak sejak tahun 2022 silam.

“Bahkan diawal tahun 2023 saja, sedikitnya sudah ada 15 laporan warga yang masuk ke kami yang mengadukan 15 unit alat meterannya hilang digondol pencuri,” ungkapnya.

Kasus pencurian ini sambungnya, sudah dalam proses penanganan kepolisian, sementara untuk identitas beberapa pelakunya sudah diketahui.

“Kasus pencurian alat meteran air ledeng ini bukan hanya menimpa warga pelanggan, tetapi juga menimpa salah satu masjid di Leuwiliang,”bebernya.

Kata Dany, sasaran pencuri yang menggondol alat meteran air ledeng tersebut, ia mengincar bahan kuningan yang ada didalamnya yang berfungsi sebagai anti magnet.

“Ya, kalau dijual di pasar gelap harganya bisa mencapai Rp 125 ribu,” pungkasnya.

** Bayup

Gus M Akan Kawal Anggaran NPCI dan Peparda Jabar 2026

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri atau yang akrab disapa Gus M mengaku siap mengawal anggaran buat persiapan event Pekan Paralimpic Daerah (Peparda) Jabar 2026 yang akan dilangsungkan di Kota Bogor.

Politisi PPP Kota Bogor ini juga akan mendorong anggaran yang maksimal buat NPCI Kota Bogor dalam mempersiapkan para atletnya menghadapi event Peparda Jabar 2026.

Namun, tambah Gus M, sebelumnya ia akan memanggil jajaran pengurus NPCI Kota Bogor dan akan menanyakan data base atlet binaan, jumlah cabor serta capaian prestasi yang pernah diraih para atlet NPCI Kota Bogor.

” Komisi IV Kota Bogor sudah mendapat gambaran jelas soal pembinaan atlet difabel setelah melakukan kordinasi dan komunikasi dengan NPCI Kabupaten Bogor,” ucap Gus M, Rabu, 18 Oktober 2023.

Ia menegaskan, Komisi IV DPRD Kota Bogor sudah tahu detail soal apa saja yang harus dibutuhkan bagi NPCI Kota Bogor saat akan menjadi tuan rumah Peparda Jabar 2026.

Gus M berharap semua elemen olahraga di Kota Bogor harus bersinergi karena Kota Hujan akan jadi tuan rumah Porprov dan Peparda Jabar 2026.

Makanya, tambah Gus M, semua stakholder keolahragaan harus duduk bareng untuk menatap dua event olahraga terbesar di Jawa Barat 2026.

** asep syahmid

Dua Ketua Cabor Nahkodai Kecamatan Megamendung

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kecamatan Megamendung adalah salah satu kecamatan yang ada di bagian selatan Kabupaten Bogor.

Wilayah Kecamatan Megamendung termasuk daerah destinasi wisata dan berhawa sejuk dengan panorama pemandangan alam yang sangat indah.

Namun dibalik keindahan alam Kecamatan Megamendung juga saat ini tengah punya spirit besar dalam bidang keolahragaan.

Pasalnya, Kecamatan Megamendung saat ini dinahkodai dua ketua cabor anggota KONI Kabupaten Bogor yakni Acep Sajidin ( Camat) yang belum lama ini terpilih sebagai Ketua Pelti Kabupaten Bogor 2023-2027.

Selain itu, Sekcam Megamendung yang baru yakni Aep Saepudin adalah tercatat sebagai Ketua Pengcab Hockey Kabupaten Bogor dan sebagai Manager Cabor Hockey Jabar untuk PON 2024, Sumut- Aceh.

Aep Saepudin

” Alhamdulilah Megamendung saat ini dinahkodai Ketua Cabor. Mudah mudahan ini punya dampak positif bagi atmosfir olahraga di Megamendung,” tegas Aep Saepudin, Rabu, 18 Oktober 2023.

Aep mengaku siap berkolaborasi dengan Camat Megamendung serta bersinergi dengan elemen keolahragaan yang ada di Megamendung.

Intinya, kata Aep, sinergitas para pelaku olahraga di Kecamatan Megamendung akan punya dampak positif pada gairah dan atmosfir olahraga di Megamendung.

” Insya Allah dalam waktu dekat kami akan ngobrol sama KOK untuk pemetaan potensi olahraga di Megamendung. Apalagi dalam waktu dekat kami akan punya GOM,” tuntasnya.

** asep syahmid

Komisi IV Kota Bogor Apresiasi NPCI Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Jajaran Komisi IV DPRD Kota Bogor merasa kagum dan memberikan apresiasi positif kepada NPCI Kabupaten Bogor yang telah sukses dalam pembinaan prestasi para atlet difabel yang ada di Kabupaten Bogor.

” Luar biasa keren banget NPCI Kabupaten Bogor yang sudah banyak mengharumkan daerah dan negara pada kancah atau event olahraga difabel seperti Peparda, Peparnas, Asean Para Games dan Asian Paralimpic,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Akhmad Saeful Bakhri, saat kunjungan kordinasi dan komunikasi ke NPCI Kabupaten Bogor, Rabu, 18 Oktober 2023.

Dalam kunjungan kordinasi dan Kordinasi ke NPCI Kabupaten Bogor ada 6 perwakilan Komisi IV Kota Bogor yang beraudiensi langsung dengan pengurus NPCI Kabupaten Bogor seperti Akhmad Saeful Bakhri ( Ketua Komisi IV), Pepen Firdaus, Aty Soemadikarya, Dody Hikmawan, Lusiana Nurrissiyadah, Syarif Hidayat Sastra.

Selain itu, dalam kunjungan kali ini juga hadir Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto.

Gus M panggilan akrab Ketua Komisi IV Kota Bogor juga memuji fasilitas kantor NPCI Kabupaten Bogor yang sangat mewah.

Dalam kesempatan yang sama, kata Gus M, pihaknya juga menanyakan banyak hal kepada jajaran pengurus NPCI Kabupaten Bogor seperti kepada M Misbach ( Ketua NPCI) Ripin Sembiring ( Sekum), Agus ( Bendahara) dan Muhammad Saepudin ( Pembina NPCI)

Intinya, kata Gus M, Komisi IV Kota Bogor ingin tahu sejauh mana soal perkembangan NPCI Kabupaten Bogor mulai dari anggaran dana hibah, jumlah cabor binaan, jumlah atlet tiap cabor serta prestasi para atlet NPCI Kabupaten Bogor yang selama ini tampil pada berbagai event tingkat regional, nasional dan internasional.

” Kereeen dan Top banget NPCI Kabupaten Bogor yang sangat bersinergi dengan semua Stakholder keolahragaan dan juga DPRD Kabupaten Bogor,” paparnya

Menurutnya, pasca kunjungan kordinasi dan komunikasi ke NPCI Kabupaten Bogor, Komisi IV DPRD Kota Bogor dalam waktu dekat akan memanggil Dispora dan NPCI Kota Bogor untuk membahas persiapan menuju Peparda Jabar 2026 di Kota Bogor.

Sementara itu, Pepen Firdaus yang juga dari Komisi IV Kota Bogor menanyakan soal status para atlet NPCI Kabupaten Bogor apakah hanya fokus sebagai atlet atau ada pekerjaan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Atang Trisnanto selaku Ketua DPRD Kota Bogor mengaku akan mendukung penuh pelaksanaan Peparda Jabar 2026 di Kota Bogor dan termasuk soal anggaran pelaksanaanya.

” Makanya kami datang ke NPCI Kabupaten Bogor dan kami banyak mendapat masukan yang sangat penting terkait olahraga difabel serta event Peparda yang tahun 2026 akan dilangsungkan di Kota Bogor” papar Atang Trisnanto.

** asep syahmid

Kembalikan Kejayaan Pertanian, Plt. Mentan Minta Penyuluh Dampingi Petani Hadapi El Nino

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Dalam menghadapi climate change dan El Nino yang masih melanda hingga saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melakukan Webinar Program Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Ruang Agriculture War Room (AWR) Kementan, Rabu (18/10/2023).

Webinar bertemakan “Pembinaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Pengawalan Gernas Penanganan Dampak El Nino” yang dihadiri oleh penyuluh pertanian di 10 Provinsi yang terkena dampak El Nino yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Lampung secara online sebanyak 19.947 peserta. Webinar juga dihadiri oleh Plt. Mentan, Wamen, Eselon I dan II lingkup Kementan.

Plt. Menteri Pertanian (Mentan) Arief Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa sejak minggu lalu seluruh Eselon I dan II beserta jajarannya sudah menyusun Quick Win terkait Gernas El Nino dan langkah apa yang akan dikerjakan tiga bulan ke depannya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan sudah mempresentasikan bagaimana cara untuk mendapatkan produktivitas lebih tinggi dan lebih baik untuk tiga bulan kedepan, termasuk target 37 juta ton, sehingga memerlukan kerjasama seluruh pihak seluruh insan pertanian termasuk petani dan penyuluh.

Saya akan menemui Bapak dan Ibu semua yang ada di 10 provinsi yang terkena dampak El Nino, ujar Arief.
Kerahkan seluruh Eselon I ke 10 ini. Pastikan benihnya harus bagus, pupuknya harus ada. Jika pupuk bersubsidi sulit maka pupuk komersial harus ada, ujarnya lagi

Untuk asurasi pertanian, saya mohon agar penyuluh-penyuluh seluruh Indonesia untuk mensosialisasikan asuransi pertanian. Hal ini penting karena jika ada gagal panen ada uang sebagai pengganti, tegasnya.

Arief juga meminta agar produktivitas dapat ditingkatkan, dari 5.2 ton per hektar menjadi 5.4 ton per hektar, 5,5 sampai 5,8 ton per hektar. Detailkan satu persatu mulai pupuk dan benih, tetapkan penanggung jawab per wilayah.

Penyuluh pertanian merupakan salah satu kunci sukses keberhasilan. Sehingga kehadiran penyuluh harus bisa menjadi juru bicara dan harus bisa mendengarkankan keluh kesah para petani. Jika ada masalah seharusnya penyuluh berada di depan dan laporkan kepada pemerintah pusat. Para Eselon I, II, Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota harus peduli terhadap permasalahan para petani dan harus mengeksekusi dilapangan secara langsung. Ini dilakukan untuk mengembalikan pertanian Indonesia yang jaya, pinta Arief.

Selain itu para penyuluh harus bisa menjadi fasilitastor, inisiator, motivator, dinamisator, edukator dan advaiser terhadap petani yang ada
Saya akan menemui Bapak dan Ibu semua di 10 provinsi yang terkonsentrasi untuk peningkatan produksi. Kerahkan seluruh sumber daya, benihnya harus bagus, pupuknya harus ada. Kalau pupuk subsidi sulit maka kita sudah menyiapkannya, tegas Arief lagi.

Terakhir, untuk asuransi pertanian agar dapat dikomunikasin kepada para petani dan saya sudah berkomunikasi dengan Dirut Jasindo untuk membantu komunikasi terakhir kepada para petani.

Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam laporannya menyampaikan kegiatan Webinar Gernas penanganan dampak El Nino 10 provinsi yang terkena dampak El Nino merupakan daerah sentra produksi. Webinar juga dilakukan dalam rangka persiapan musim tanam I atau musim rendeng.

Kabadan Dedi meminta agar penyuluh harus memastikan ketersediaan sarpras di lapangan, teknologi budidaya, pemupukan berimbang, panen dan pasca panen. Lakukan pendampingan kepada petani dan penyuluh harus selalu hadir kepada petani dalam suka dan duka, ujarnya.

Untuk mengantisipasi musim rendeng dimana berdasarkan info BMKG bahwa musim hujan atau jadual tanam akan mundur 1-3 dasarian, maka peran penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal dan memastikan ketersediaan sarana produksi, transfer inovasi teknologi pertanian dan melakukan pendampingan kepada petani untuk memastikan usaha tani yang dilaksanakan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Program Gernas Penanganan Dampak El Nino merupakan upaya peningkatan peran Penyuluh Pertanian dalam kegiatan pengawalan dan pendampingan pembangunan pertanian yang saat ini difokuskan pada kegiatan pengawalan penanggulangan dampak El Nino di 10 provinsi dan 115 kabupaten. Program Gernas ini bertujuan untuk meningkatkan peran Penyuluh Pertanian (PNS/PPPK/THL-TB PP) di 10 provinsi dalam pengawalan dan pendampingan di Lokasi Gernas Dampak El Nino.

Peserta webinar akan mendapatkan materi dari narasumber, praktisi serta fasilitator yang berkompeten di bidangnya. Diantaranya dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Webinar juga dihadiri oleh perwakilan Eselon 1 di Kementan.

Metode webinar meliputi tatap muka secara online dan diskusi adapun lokasi webinar secara offline dilaksanakan di Kementan, ujarnya.
Target peserta webinar sebanyak 8.098 orang yang terdiri dari 7.936 PNS PPPK dan 162 THL TBPP dari 10 provinsi yang terkena dampak El Nino

Kehadiran seluruh calon peserta pada kegiatan webinar diharapkan dapat meningkatkan melakukan pengawalan dan pendampingan terhadap provinsi yang terkena dampak tersebut.

** bbpmkp-OC/NF