28.8 C
Bogor
Tuesday, April 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 435

Akew Siapkan Bonus Untuk Tim Orienteering Kabupaten Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua KORMI Kabupaten Bogor Rieke Iskandar mengapresiasi keterlibatan atlet orienteering yang bernaung di bawah FONI turun ke kejurnas Orienteering di Karang Anyar, Jawa Tengah

Rieke bahkan menjanjikan akan memberikan bonus kepada atlet FONI Kabuaten Bogor apabila bisa meraih emas di Kejurnas Orienteering.

“Kalau dapat medali emas, KORMI akan memberikan bonus sebagai bentuk apresiasi kita,” ujar Rieke.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Akew ini mengimbau agar atlet bermain lepas, tanpa memikirkan target.

“Kalau bermain lepas, saya yakin hasil malah akan jauh lebih maksimal,” imbuh Akew saat pelepasan Tim Orienteering Kabupaten Bogor bertolak ke Kejurnas di Karang Anyar, Jateng, Rabu, 18 Oktober 2023

Sebagai informasi, orienteering dimulai pada akhir abad ke-19 di Swedia. Istilah orienteering pertama kali digunakan pada tahun 1886, yang memiliki arti melintasi suatu daerah yang tidak diketahuidengan bantuan peta dan kompas.

Di Swedia, orienteering berkembang dari hanya sekadar pelatihan militer menjadi olahraga yang kompetitif untuk perwira militer dan warga sipil.

Namun akhirnya kompetisi orienteering dibuka untuk umum dan diselenggarakan di Norwegia pada tahun 1897.

Sementara di Indonesia orienteering menjadi salah satu materi dalam ekstrakurikuler Pramuka.

Orienteering adalah aktivitas luar ruangan untuk menemukan sejumlah lokasi di medan sebenarnya dengan menggunakan peta dan kompas.

Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Kabupaten Bogor, membidik satu medali emas, pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orienteering 2023 di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, 19 hingga 23 Oktober 2023.

FONI Kabupaten Bogor, akan menurunkan delapan atlet orienteering yang akan berlaga di Kejurnas kali ini.

Ketua FONI Kabupaten Bogor Herry Suko A mengatakan, pihaknya menargetkan satu emas pada kejurnas Orienteering.

Herry menambahkan, FONI Kabupaten Bogor memiliki atlet potensial yang bisa meraih dua medali emas.

“Kita turun di kategori umur 20 dan kategori umur 35 tahun,” Kata Herry saat acara pelepasan atlet di Sekretariat Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor di Pakansari, Gate 6.

Herry menjelaskan bahwa kejurnas ini juga bertepatan dengan Kejuaraan Dunia Orienteering. Sehingga, kata dia, hasil yag diraih menentukan peringkat FONI Kabupaten Bogor di dunia.

“Saingan terberat kita itu Singapura, tapi kita optimistis bisa meraih hasil terbaik di kejurnas ini,” ujar Herry.

** asep syahmid

Persikabo Ngora Harus Sabet Poin Penuh Lawan Persita

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Skuad Persikabo Ngora atau Persikabo 1973 U20 mentargetkan poin penuh saat melakoni laga lanjutan Elite Pro Academy (EPA) 2023 akhir pekan nanti.

Tim besutan Bahar Lestaluhu ini akan bentrok dengan Pendekar Cisadane julukan bagi Persita U20 Tangerang dalam laga yang akan dilangsungkan di Stadion Mini Persikabo, Sabtu dan Minggu (21 -22 Oktober 2023).

Gautama Bayu selaku asisten manager Persikabo Ngora optimis para pemain masa depan Kabupaten Bogor ini akan meraih poin penuh saat bentrok lawan Persita U20.

” Wajib poin penuh bagi Persikabo Ngora saat meladeni Persita U20,” ujar Gautama Bayu yang juga sebagai owner dari PT JAP Utama.

Bayu bersama Dedi Cakra Baidilah (Manager Tim) sudah menyiapkan kadeudeuh jika Persikabo Ngora bisa menang 2 kali secara beruntun lawan Persita U20.

Sementara itu, Bahar Lestaluhu selaku arsitek Persikabo Ngora menegaskan pihaknya terus berusaha menambah pemain untuk posisi stoper, gelandang dan striker.

” Managemen Persikabo U20 akan segera komunikasi soal penambahan pemain kepada Managemen Persikabo 1973 yang senior,” paparnya

Bahar juga sangat yakin para pemainnya akan mendulang poin penuh saat laga melawan Persita U20.

** asep syahmid

Dispora Agendakan Lomba Senam Bogor Bugar

0

Cibinong| Jurnal Bogor
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor akan terus menggalakan program pelatihan Instruktur Senam kepada para Instruktur Senam yang ada di Inorga KONI Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dikatakan Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP disela sela kegiatan Pelatihan Instruktur Senam yang dilakukan Dispora di salah satu hotel di kawasan Megamendung dari tanggal 18 sampai 21 Oktober 2023.

Asnan AP menambahkan, ada 80 Instruktur Senam dari empat Induk Olahraga (Inorga) di Kabupaten Bogor yang mengikuti kegiatan Pelatihan Instruktur Senam Tingkat Kabupaten Bogor tahun 2023.

Intinya, kata Asnan AP, Dispora akan terus melanjutkam program pelatihan instruktur senam tiap tahun.

Bahkan, sambungnya, tidak menutup kemungkinan Dispora Kabupaten Bogor juga bisa menggelar Festival atau Event Lomba Senam Bogor Bugar yang pesertanya berasal dari pelajar dan umum.

” Saya akan koordinasi dulu dengan Subkor terkait supaya event lomba Senam Bogor Bugar bisa digelar tahun depan,” tegas Asnan AP

Sementara itu, Subkor Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus Dispora Kabupaten Bogor, Dedi Supriadi mengatakan ada empat Inorga yang ikut dalam pelatihan instruktur senam kali ini di antaranya Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI), Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI), Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) dan Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI).

“Kegiatan Pelatihan instruktur senam ini, merupakan kegiatan keempat, dan kali ini diikutin 80 peserta dari empat Inorga. Sedangkan untuk pelaksanaannya, digelar sejak 18 hingga 21 Oktober 2023 nanti,” kata Dedi Supriadi.

Dedi menjelaskan, kegiatan pelatihan senam ini merupakan program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memang harus ditindak lanjuti oleh Dispora Kabupatenj Bogor.

“Sebenarnya ini merupakan program Kemenpora yang harus kita jalankan. Adapun program tersebut yakni, tentang Senam Kesehatan Jasmani bagi para pelajar yang ada diseluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor,” kata Dedi menjelaskan.

Selain itu, kata Dedi, Subkor Olahraga Rekreasi Tradisional dan Layanan Khusus Dispora ini melanjutkan, bahwa pelatihan ini tidak hanya tentang SKJ, tetapi juga tentang Senam Bugar Jabar Juara, serta senam Bogor Bugar.

Ia berharap melalui pelatihan ini, para instruktur senam ini dapat mensosialisasikannya kepada pelajar, maupun masyarakat umum yang ada di Kabupaten Bogor.

** asep syahmid

Surat Bupati Turun, Pinjam Pakai Lahan IPB Untuk Kantor Desa Masih Tunggu Izin Kemendikbud Ristek

0

Dramaga | Jurnal Bogor
Seluruh staf maupun perangkat desa, termasuk Kepala Desa Babakan Ahmad Yani tampak senang setelah Bupati Bogor Iwan Setiawan menekan surat Pemerintah Kecamatan Dramaga yang mengajukan permohonan pinjam pakai lahan seluas 1.500 meter persegi milik IPB University Dramaga. Kini, bisa tidaknya penggunaan lahan tersebut tinggal menunggu izin dari Kemendikbud Ristek.

“Alhamdulillah, akhirnya harapan kami memiliki lahan baru untuk relokasi kantor desa bakal segera terwujud,” kata Ahmad Yani kepada Jurnal Bogor, Kamis (19/10/2023).

Menurutnya, relokasi bangunan kantor Desa Babakan diperlukan karena sudah tidak efektif lagi untuk peningkatkan pelayanan kepada warga.   

Sedangkan surat pinjam pakai yang ditanda tangani Bupati bernomor 500.17 /242/Tapem yang dikeluar pada 9 Oktober lalu, yang berisi pinjam pakai lahan IPB untuk kantor Desa Babakan, aula Gedung Serba Guna, area bermain terbuka, gedung PAUD, sarana air bersih 2 unit, termasuk untuk lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

Sementara Pemerintah Kecamatan Dramaga telah menyerahkan surat tersebut ke pihak desa dan Kades Ahmad Yani mengaku surat Bupati Bogor itu sudah diserahkan ke pihak sekretariat IPB.

Namun sambung Kades, dari hasil pertemuan antara pemerintah desa dengan pihak sekretariat Rektorat IPB saat penyerahan berkas surat Bupati Bogor, pihak IPB mengatakan tidak dapat memutuskan dalam pemberian izinnya secara sepihak.

“Sebab surat permohonan izin pinjam pakai lahan seluas 1500 meter persegi untuk kantor desa itu oleh IPB dilayangkan lagi ke Kemendikbud,” ungkapnya.

Sehingga soal izin resmi pinjam pakainya tambah kades, semua harus ada restu dari Kemendikbud Ristek. “Ya mau tidak mau kami harus kembali menunggu”, bebernya.

Saat ini kondisi kantor Desa Babakam disebutkannya sudah tidak layak digunakan untuk optimalisasi pelayanan kepada warga.

“Karena kondisi luas bangunan kantor desa lama 8 meter X 10 meter dengan luas lahan 120 meter, yang tanpa halaman parkir, sehingga sudah tidak memungkinkan lagi sebagai kantor desa,” tukasnya.

Didin Hapidudin tokoh warga Desa Babakan membenarkan kantor desa yang masih digunakan saat ini tempatnya sempit, dan sudah tidak layak.

** Bayup

Kementan Latih Jutaan Petani dan Penyuluh, Tingkatkan Produktivitas Padi Musim Rendeng

0

Bogor | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Vol 9. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pada musim rendeng 2023/2024.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, PSPP ini sejalan dengan arahan Plt Menteri Pertanian (Mentan), Arief Prasetyo Adi, untuk men-skill up (meningkatkan) kemampuan para petani dan penyuluh.

“Kementan saat ini seperti yang berkali-kali disampaikan oleh Bapak Mentan bahwa musim tanah pertama ini kudu sukses meningkatkan produktivitas dan produktif padi,” kata Dedi pada konferensi pers persiapan PSPP Vol. 9 Tahun 2023, dengan tema “Peningkatan Produktivitas Padi Musim Rendeng Tahun 2023/2024”, Kamis (19/10).

Pria yang akrab disapa Prof Dedi itu berharap melalui PSPP para petani para penyuluh lebih siap melaksanakan program Kementan dengan baik, sehingga  produktivitas dan produksi padi di bulan Februari di bulan Maret meningkat.

Terlebih kata dia, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) akan ada kemunduran musim hujan antara satu hingga tiga dasarian. ” Artinya bakal ada kemunduran jadwal tanam sepuluh hingga 30 hari di beberapa wilayah Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, ketersediaan pangan dalam jumlah cukup dan harga terjangkau di Indonesia, bahkan di dunia, merupakan isu yang penting.

“Berbagai pihak mengemukakan apabila usaha-usaha dalam rangka pencegahan adanya kekurangan pangan tidak dilakukan, maka suatu negara seperti Indonesia bahkan dunia akan mengalami krisis pangan,” tuturnya.

Dedi menambahkan, beberapa indikasi penyebab kekurangan pangan sudah terlihat dari faktor makro dan mikro. Seperti laju pertumbuhan penduduk, iklim ekstrim, krisis politik, krisis ekonomi dan keamanan, serta akses pangan. Selain itu, pangan yang tersedia dan laju pertumbuhan lahan pangan semakin mengecil.

“Hal lain adalah harga pangan dari waktu ke waktu akan mengalami kecenderungan naik dan krisis pangan di Indonesia bukan karena stok terbatas akan tetapi lebih karena keterbatasan akses ke pangan,” katanya.

Dia menjelaskan, strategi ketahanan pangan nasional hendaknya tidak hanya diarahkan untuk mencapai kecukupan akan pangan.

“Tetapi juga lebih diarahkan untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan (swasembada pangan) serta peningkatan daya saing produk-produk pangan nasional,” jelasnya.

Dedi juga menambahkan, kinerja subsektor budidaya sangat penting untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan bahkan meningkatkan ekspor.

“Upaya ini dapat diwujudkan dengan peningkatan efisiensi melalui penerapan smart farming dan integrated farming ataupun ekstensifikasi, melalui program food estate dan urban farming serta program lain dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Dedi Nursyamsi

Dia mengatakan,  upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi diarahkan pada pemenuhan sarana produksi yang lengkap untuk mendukung pelaksanaan Good Agricultural Practices (GAP) mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih berkualitas, pemupukan, pengelolaan OPT Terpadu sampai pada panen dan pasca panen, memerlukan kualitas dan kuantitas SDM pertanian yang memadai sebagai pelaku utama dan pelaku pendukung.

“Hal ini menuntut peningkatan kinerja penyuluhan, pendidikan, dan pelatihan pertanian sebagai fungsi peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pertanian melalui pendampingan efektif kepada pelaku usaha tani di lapangan” urainya.

Sebagai informasi, PSPP Volume 9 Tahun 2023 dilaksanakan selama tiga  hari, tanggal 24 – 26 Oktober 2023, baik secara tatap muka di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi dan secara online serentak di UPT Pelatihan Pertanian dan lokasi lainnya.

Hadir sebagai narasumber antara lain Badan Pangan Nasional; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian; Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian; Direktorat Jenderal Tanaman Pangan; BBPSIP Sukamandi; PT. Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO); Praktisi; dan Widyaiswara.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 1.000.000 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, dan insan pertanian lainnya di seluruh Indonesia. Di antaranya sebanyak 60 orang akan mengikuti secara tatap muka di BBPMKP Ciawi.

** bbpmkp

Viral Video Dugaan Perundungan, Kepsek SMPN 14: Itu Hanya Bercanda

0

jurnalinspirasi.co.id – Kasus dugaan bullying yang viral di media sosial (medsos) lantaran diduga melibatkan siswa SMPN 14 Kota Bogor, membuat sang kepala sekolah Gunarti Sukriyatun angkat bicara.

Menurut dia, video tersebut tidak dibuat di dalam sekolah, melainkan di rumah salah seorang siswa yang berada dalam video tersebut.

“Tidak dibuat (video) di sekolah koq mas, tetapi di rumah salah seorang siswa tersebut,” ujar Gunarti kepada wartawan saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (19/10).

Menurut dia, pihaknya sudah memanggil seluruh siswa yang ada dalam video tersebut, dan tidak ada unsur bullying di dalamnya.

“Kami juga panggil orangtuanya, siswa mengakui bahwa mereka bercanda, dan semua orangtua sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan,” tandasnya.

Sebelumnya, viral video dugaan perundungan siswa yang diduga terjadi SMPN 14 Kota Bogor.

Dalam video yang diunggah terdapat tulisan, “heboh aksi perundungan dan bullying siswa SMPN 14 Bogor, perlu disikapi. Mohon bantuan pihak-pihak terkait” itu, tampak seorang pelajar tengah dipegangi oleh kedua temannya sambil digesek kemaluannya menggunakan kaki. Peristiwa itu diduga terjadi masih di dalam lingkungan sekolah.* Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Launching Aplikasi BSW dan PASTI

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melaunching aplikasi Bogor Single Window (BSW) yang terdiri dari BSW ASN, BSW Publik (Masyarakat), BSW Mobile (android) dan BSW Talas Bogor (WA Talas Bogor) serta aplikasi PASTI (Partisipasi Aktif Masyarakat Terhadap Inflasi) di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (18/10/2023).

BSW merupakan aplikasi super yang menyatukan seluruh aplikasi yang ada di Kota Bogor, baik untuk layanan publik maupun aparatur sipil negara, dengan didukung oleh database terpusat dan kerangka kerja Smart City.

Dengan BSW, warga dan pejabat pemerintahan di Kota Bogor dapat mengakses semua layanan publik dan fungsi administratif dengan satu login, sehingga interaksi menjadi lebih praktis dan efisien.

Aplikasi ini memungkinkan warga untuk melakukan berbagai tugas, seperti memeriksa tagihan PBB, mengajukan permohonan Jamkesda, melacak aplikasi BPJS, mengakses informasi lainnya yang lengkap dan akurat.

Sementara aplikasi PASTI adalah aplikasi yang melibatkan masyarakat terhadap pengendalian inflasi dengan terlibat aktif memantau harga-harga di pasar. Aplikasi yang dilaunching ini merupakan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Tahun 2023 LAN (Lembaga Administrasi Negara).

Wali Kota Bogor, Bima Arya secara langsung melaunching didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, para asisten, kepala perangkat daerah terkait, jajaran BUMD Kota Bogor dan tamu undangan lainnya.

Acara launching di rangkai talkshow dengan Wali Kota Bogor, Bima Arya selaku keynote speaker dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bogor, Rahmat Hidayat bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (KUKM Dagin) Kota Bogor, Atep Budiman sebagai speaker.

Apresiasi diungkapkan Bima Arya atas aplikasi yang dilahirkan sebagai inovasi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga Kota Bogor khususnya.

“Yang pasti aplikasi hanyalah sekedar aplikasi sebagai buatan manusia, bisa berjalan atau tidak sama seperti aplikasi lain, tapi di tangan pimpinanlah bagaimana sistem ini terus berjalan,” kata Bima Arya.

Selama hampir 10 tahun menjadi Wali Kota Bogor, Bima Arya mengaku belajar banyak hal dalam menjalani tanggung jawab membuat warga menjadi lebih baik dan bukan sesuatu yang mudah untuk membangun kultur tersebut. Secara teori kata dia, perubahan sosial ditentukan oleh tiga hal, yaitu aktor, struktur dan kultur.

“Dulu saya percaya ketiga-tiganya. Hari ini saya menyimpulkan bahwa tidak bisa kita jika tidak memiliki target dan fokus, jadi bagi saya aktor adalah yang terpenting, mencetak aktor-aktor yang kemudian membuat struktur dan membangun kultur, itu adalah kuncinya,” jelasnya.

Aplikasi yang dibuat secara luar biasa ungkap Bima Arya tidak bisa dinafikan, namun aplikasi tidak ada artinya jika tidak dihargai atau kemudian tidak direspon masyarakat, tidak dirawat sehingga menjadi tidak jelas.

Menurutnya, sistem yang dibangun tergantung panglimanya dan tergantung yang menjalaninya. Ke depan Kota Bogor memiliki banyak hal yang harus dijaga dan dipertahankan, apa yang baik harus tetap baik dan yang belum baik harus disempurnakan.

“Dalam 10 tahun terakhir saya melihat ada satu hal positif di Kota Bogor yaitu percaya bahwa prestasi menentukan posisi dan percaya keringat serta kerja keras ada hikmahnya. Keduanya menjadi modal utama sehingga semua memiliki kesempatan yang rata dan sama tanpa harus membangun kedekatan dengan berakrobat. Kreasi, inovasi dan kompetisi, fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) akan membuka jalan dengan lapang serta kesempatan untuk melayani warga Kota Bogor dengan lebih baik. Ini yang saya kira harus dijaga,” tegas Bima Arya.

Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Hery Antasari dalam testimoninya menyampaikan apresiasinya. Ia berharap aplikasi yang dibangun agar sustainable atau berkelanjutan dan didukung regulasi.

Kuncinya menurut Hery adalah setiap sistem aplikasi yang dibuat harus menggunakan satu kebijakan, platform, sistem yang sama dan sebagainya yang sejak awal sudah dikawal sehingga akan menjadi contoh bagi daerah lain.

“Alhamdulillah Kota Bogor sudah memiliki apa yang saya sebutkan tadi. Saat ini komposisi dan karakter yang dihadapi sudah berubah, baik ASN maupun masyarakat yang dilayani. Jangan anggap masyarakat tidak tahu apa-apa, kadang masyarakat lebih tahu dibanding kita. Itulah paradigma baru kompetensi saat ini yang saya terapkan bersama teman-teman widyaiswara dalam membimbing para siswa diklat,” kata Hery. adv

Hayo Loh! DPRD Dapati Kejanggalan di Proyek Trotoar Ahmad Yani

0

jurnalinspirasi.co.id – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pembangunan trotoar di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (18/10), yang mana pengerjaannya sudah mencapai 95 persen.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, beserta anggota Komisi III DPRD Kota Bogor yang terdiri dari Zaenul Muttaqin, Safrudin Bima, R. Laniasari, Bambang Dwi Wahyono, Said Muhamad Mohan, Edi Darmawansyah, Murtadlo, Angga Alan Surawijaya dan Karnain Asyhar, menyusuri proyek trotoar sepanjang satu kilometer.

Berdasarkan hasil penyusuran, Zenal menemukan adanya kejanggalan pada pemasang tiang besi pembatas trotoar. Dimana tiang-tiang tersebut tidak ditanam sesuai dengan ketentuan, sehingga menyebabkan tiang tersebut mudah copot.

“Tadi kita temukan tiang-tiang besi yang ditanam di tengah trotoar tidak sesuai spek. Yang seharusnya kedalamannya 15 cm, tapi kenyataannya hanya 8 cm, sehingga itu mudah copot dan rawan dicuri,” ujar Zenal.

Tak hanya itu, Zenal juga meminta kepada pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan kompensasi yang diberikan kepada seluruh area yang terdampak. Karena dengan adanya pembangunan trotoar baru ini, ada beberapa akses jalan dari bangunan yang berada di sepanjang Jalan Ahmad Yani terputus, yang disebabkan oleh peningkatan tinggi tanah.

“Semua kompensasi harus segera diselesaikan agar tidak ada persoalan atau keluhan dari warga atau pemilik bangunan yang terdampak,” ujar Zenal.

Dilokasi yang sama, Zaenul Muttaqin memberikan catatan kepada Kepala Dinas PUPR Kota Bogor dan jajarannya, atas perencanaan pengerjaan trotoar yang tidak dilanjutkan tahun depan.

Pria yang akrab disapa Kang ZM ini menyayangkan, pembangunan trotoar yang memakan biaya Rp8,6 miliar ini tidak bisa dilanjutkan tahun depan. Padahal masih ada sisa pengerjaan sepanjang dua kilometer lagi untuk bisa disambungkan ke trotoar di Jalan Jenderal Sudirman.

“Ini kan sangat disayankan, harusnya perencanaan dan eksekusi bisa berjalan sesuai rancangan. Tapi kenyataannya tahun depan tidak bisa dilanjutkan. Nanti di 2025 saat dikerjakan yang baru, yang lama ini sudah rusak lagi,” ujar Kang ZM.

Namun terlepas dari itu semua, Kang ZM mengapresiasi atas pengerjaan yang bisa selesai tepat waktu. Selain itu juga dari proyek ini, pihak PUPR turut memperbaiki dan melebarkan gorong-gorong, yang mana nantinya kabel-kabel yang ada di sepanjang Jalan Ahmad Yani bisa masuk kedalam tanah guna mengurai kesemrawutan kabel yang selama ini menjadi persoalan.

“Ya overall ini kerja sudah baik, gorong-gorong diperbaiki, nanti juga kabel-kabel masuk kedalam tanah sesuai dengan apa yanh kita inginkan agar tidak ada lagi tuh kabel yang semrawut,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Viral Aksi Bullying Siswa SMPN 14, Gus M Pertanyakan Fungsi Pengawasan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Hal itu lantaran viralnya video perundungan siswa yang diduga terjadi SMPN 14 Kota Bogor.

Dalam video yang diunggah terdapat tulisan, “heboh aksi perundungan dan bullying siswa SMPN 14 Bogor, perlu disikapi. Mohon bantuan pihak-pihak terkait” itu, tampak seorang pelajar tengah dipegangi oleh kedua temannya sambil digesek kemaluannya menggunakan kaki. Peristiwa itu diduga terjadi masih di dalam lingkungan sekolah.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Adhitya Karana mengaku akan segera melakukan pengecekan ke lokasi. “Nuhun informasinya. Kota belum dapat infonya sedang dicek ke sekolah,” katanya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (19/10).

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri menyayangkan aksi tersebut. Menurutnya, Disdik harus segera mengecek kebenaran video tersebut, dan melakukan klarifikasi terhadap guru atas kejadian itu. Sebab, dalam video yang beredar wajah siswa yang sedang dirundung sama sekali tak terlihat lantaran diblur.

“Disdik PR nya banyak sekali. Belum selesai satu masalah, muncul masalah lain. Saya kira ini harus menjadi evaluasi bersama,” kata pria yang akrab disapa Gus M itu.

Menurut Gus M, apabila kejadian dalam video tersebut memang benar terjadi, maka Disdik harus melakukan langkah-langkah pembinaan. “Bagaimana fungsi pengawasan guru terhadap siswa? Kok sampai bisa terjadi di lingkungan sekolah. Disdik pun harus ikut tanggung jawab. Bagaimana menjalankan fungsi pengawasannya,” tandasnya.* Fredy Kristianto

Teraktif di Indonesia, GMPI Kota Bogor Diganjar Penghargaan

0

jurnalinspirasi.co.id – Pimpinan Cabang (PC) Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Kota Bogor diganjar penghargaan oleh Pimpinan Pusat GMPI pada puncak milad ke-30 tahun di Hotel The Acacia, Jakarta, Rabu (18/10) malam.

GMPI Kota Bogor yang dinahkodai Abdul Rojak berhasil masuk dalam nominasi pimpinan cabang teraktif di seluruh Indonesia.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari soliditas dan kreatifitas teman-teman pengurus, semoga GMPI Kota Bogor terus berkarya dan menebar kebermanfaatan bagi ummat,” ujar Rojak, Kamis (19/10).

Rojak juga berterimakasih kepada kader GMPI yang telah banyak berkontribusi dalam memajukan organisasi sayap PPP ini.

“Terima kasih kepada PP GMPI, pengurus dan kader GMPI yang sudah membantu menjadikan GMPI asyik serta menarik bagi masyarakat. Khususnya kepada anak muda di Kota Bogor,” katanya.

Rojak menyebut bahwa momentum tersebut menjadi bukti konkret bila GMPI solid dari atas sampai ke bawah dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Kami siap memenangkan PPP khusunya di Kota Bogor dan umunya di Indonesia serta memenangkan calon presiden (capres) yang diusung partai sesuai dengan instruksi pusat,” tegas Rojak.

Sebagai informasi, giat milad GMPI ke-30 juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PPP Arwani Thomafi, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Romahurmuzy, Ketua Bappilu Nasional Sandiaga Solahudin Uno, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Dubes Kuwait, Dubes Maroko dan sejumlah tokoh nasional lainnya.* Fredy Kristianto