24.1 C
Bogor
Monday, March 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 43

Waspada Bagi Pengendara, Puncak Terus Diselimuti Kabut

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Sudah satu pekan ini kawasan jalan raya Puncak, khususnya mulai dari Puncak Pas hingga di res area Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor selalu ditutupi kabut tebal. Di dekat Masjid Atta’awun misalnya, kabut itu mengganggu jarak pandang hingga cukup membahayakan bagi para pengendara. Jarak pandang di wilayah itu hanya mencapai 20 meteran.
Selama bertahun tahun, kabut di musim hujan kali ini, merupakan kabut yang yang dinilai ekstrem.
“Di setiap musim hujan, baru saat ini kabut turun cukup tebal dengan waktu yang lama. Untuk ini kepada para pengendara yang melintasi kawasan Puncak, harus ekstra hati hati. Lampu kabut atau sen azar wajib dinyalakan. Karena dengan lampu tersebut akan memberi tanda kepada para pengendara lain dan melihat keberadaan kita,” ujar Sumarno, Geri, salah satu anggota lalulintas.
Selain jalan yang ditutupi kabut, kawasan Puncak yang kini tidak ada lagi kios-kios PKL menjadikan kondisi di musim hujan kali ini terasa seram. Terlebih jika waktu malam yang disertai turun hujan cukup rawan bagi para pengendara sepeda motor. Guna memberikan rasa aman bagi para pengendara, warga mengharapkan pemerintah mendirikan pos-pos di titik yang dinilainya rawan.
“Dengan kondisi sekarang ini, kawasan Puncak tidak lagi ramai oleh manusia. Di beberapa tikungan benar benar sepi. Kita selalu pengendara menggarapkan selalu adanya pos-pos pejaga. Ini diperlukan supaya memberi rada aman bagi para pengendara yang melintas Puncak di waktu malam, ” tutur Irfan.

** Dadang Supriatna

Bareskrim Terbitkan SPDP Kasus Mafia Tanah di Cijeruk, Diduga Libatkan Oknum Kades

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Kasus sindikat mafia tanah di kawasan lereng Gunung Salak, Cijeruk, Kabupaten Bogor, menemui babak baru. Direktorat Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri) telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam kasus tersebut.

Terbitnya SPDP sesuai Surat bernomor B/83.4a//XI/RES.1.9/2025/Dirtipidum tertanggal 27 November 2025 lalu telah dikirimkan Bareskrim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung, Jawa Barat.

Dengan terbitnya SPDP tersebut menandai keseriusan Bareskrim Polri dalam menangani laporan pemilik lahan atas nama Suhendro, yang merasa haknya dicaplok oleh sindikat mafia tanah.

Dokumen kepemilikan tanah milik Suhendro seluas 3,2 hektare di Kampung Pasir Pogor, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, diduga telah dipalsukan oleh sindikat mafia yang diduga didalangi oknum Kepala Desa (Kades) ASR.

Suhendro kemudian telah melaporkan terduga pelaku atas nama Jimy Lianto warga keturunan yang berdomisili di Pantai Indah Kapuk yang diduga bekerjasama dengan oknum Kades ASR.

Selain itu, terindikasi pula ada keterlibatan oknum BPN Kabupaten Bogor di dalamnya karena telah terbit sertifikat secara kilat nomor 623 dan 624 atas nama sembilan (9) orang. Kedua sertifikat tersebut kini dalam status telah diblokir Bareskrim Polri.

Menurut Kuasa Hukum Suhendro, Amirulah SH, dengan dikirimnya surat SPDP sejak akhir November 2025 silam kepada Kejati Jabar menandakan Dirtipidum Mabes Polri sudah menetapkan calon tersangka.

“Namun saat ini dengan berlakunya KUHP baru perlu adanya penyempurnaan BAP para calon tersangka mafia tanah,” ujar Amirulah SH kepada awak media ini, Sabtu, 19 Januari 2026.

“Siang ini kami datangi PTSP Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk meminta informasi tentang perkembangan SPDP yang telah dikirim ke Kejati Jabar per tanggal 27 Nopember 2026. Ibu Jeje, petugas PTSP, menyampaikan bahwa berkasnya sudah dikirim balik ke Subdit II Bareskrim Polri karena ada kesetaraan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dengan berlakunya KUHP dan KUHAP yang baru sah dipergunakan per tanggal 2 Januari 2026, dimungkinkan ada penyesuaian dan penyempurnaan dalam pasal-pasal yang diberlakukan dalam dugaan tindak pidana.

“Sehingga penyidik Bareskrim Polri harus lebih cermat dan teliti dalam proses lidik dan sidiknya, agar tidak ada peluang di praperadilankan oleh terlapor. Bahwa tugas penyidik dan jaksa penuntut umum adalah bukan mencari-cari kesalahan orang untuk dijadikan tersangka, namun tugasnya adalah untuk membuka dengan terang benderang bahwa calon tersangka tersebut memang disengaja dan mengulang-ulang dalam perbuatan tersebut, dan bisa membuktikan barang bukti dan alat bukti kepada Majelis Hakim,” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

Garis Sempadan Sungai di Puncak Masih jadi Target Pembangunan

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Kondisi kali kecil dan sungai yang ada di dua kecamatan, Cisarua dan Megamendung terus mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat garis sempadan sungainya kini terus jadi target pendirian bangunan sebagian orang yang tanahnya berbatasan langsung dengan pinggir sungai atau kali. Bahkan lebih parahnya lagi, ada sebagian warga yang menutup saluran kali oleh bangunan permanen.

Terjadinya perambahan terhadap garis sempadan sungai atau saluran irigasi, selain rendahnya kesadaran dari sebagian masyarakat, juga tidak adanya pilihan lagi untuk memperluas banguan. Selain itu, lemahnya kinerja dari instansi pengairan yang ada di unit-unit tingkat kecamatan, hingga para pelanggar yang memanfaatkan garis sempadan sungai merasa nyaman tanpa memikirkan dampak yang akan timbul.

“Di setiap tahunnya garis sempadan sungai terus menyusut. Saluran sungai menjadi kecil. Jika ini terus dibiarkan, bencana banjir di wilayah hilir sulit untuk diatasi. Tidak hanya bagi warga yang bermukim dihilir saja yang akan terkena dampak. Tetapi, mereka juga akan terancam keselamatannya. Suatu saat banjir bandang bisa saja terjadi yang bisa menghanyutkan rumah atau bangunan yang menjorok ke badan sungai, ” tutur Zaenal, warga Megamendung.

Tanggapan dari warga lainnya, mereka meminta intansi pengairan supaya melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap para pelanggar tersebut.

“Kepada petugas yang berwenang menangani masalah ini, harus terjun ke lapangan. Karena, kita amati kondisi sungai dan saluran irigasi yang ada di wilayah hulu kini terus terancam. Selain terus menyempitnya akibat bangunan, juga hampir di setiap irigasi terjadi sedimen hingga jika turun hujan saluran itu airnya meluap ke badan jalan atau ke pemukiman warga, ” pungkasnya.

** Dadang Supriatna

MUI Caringin Dikukuhkan, Diminta Aktif Berantas Judi dan Prostitusi Online

0

Caringin | Jurnal Bogor
Majelis Ulama Desa (MUD) se-Kecamatan Caringin bersama kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Caringin resmi dikukuhkan oleh MUI Kabupaten Bogor.

Dalam pengukuhan tersebut, MUI diminta berperan aktif memberantas praktik judi online dan prostitusi online yang marak di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja (Muker) MUI Kecamatan Caringin masa khidmat 2026–2031 ini digelar di Tjapung Resort, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Rabu (21/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor H. Irvan Awaludin, Camat Caringin Ramdan Firdaus, Kapolsek Caringin AKP Jajang, Danramil Ciawi–Caringin Mayor Inf. Budi Racmat, serta para kepala desa se-Kecamatan Caringin.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Bogor, H. Irvan Awaludin, menyampaikan bahwa MUI Kecamatan Caringin menjadi satu-satunya MUI kecamatan di Kabupaten Bogor yang telah memiliki kendaraan operasional.

“MUI Caringin ini luar biasa karena satu-satunya MUI kecamatan yang memiliki kendaraan operasional. Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap MUI Desa semakin giat menjalankan tugas amar makruf nahi mungkar,” ujarnya kepada wartawan di sela kegiatan.

Ia menyoroti maraknya persoalan sosial di kalangan anak muda, mulai dari pinjaman online, judi online, hingga prostitusi berbasis aplikasi. Bahkan, menurutnya, praktik tersebut kerap dilakukan secara terbuka tanpa rasa malu.

“Masalah judi online dan prostitusi online kini menjadi penyakit sosial yang serius. Ini menjadi tugas kita bersama, terutama MUI Desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, fenomena masyarakat yang lebih mementingkan tampilan dan popularitas di media sosial membuat tantangan MUI semakin berat. Oleh karena itu, peran majelis taklim dan pengajian dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman keagamaan, termasuk terkait kesehatan, pendidikan, serta bahaya judi dan prostitusi online.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kecamatan Caringin KH. Entis Sutisna menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi yang telah dibangun akan mempermudah tugas MUI, baik di tingkat kecamatan maupun desa.

“Pemberantasan judi online dan prostitusi bukan hanya tugas MUI, tetapi tanggung jawab semua pihak. Namun MUI sudah pasti menjadi garda terdepan,” katanya.

Camat Caringin Ramdan Firdaus dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus MUI dan MUD yang telah dikukuhkan. Ia mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara MUI dengan pemerintah kecamatan dan desa.

“Kami mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan sinergitas dalam membangun masyarakat di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kepedulian sebagian warga terhadap kebersihan lingkungan serta masih adanya angka putus sekolah. Menurutnya, imbauan yang disampaikan tokoh agama melalui pendekatan keagamaan dinilai lebih efektif dibandingkan imbauan pemerintah semata.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kami berharap kepedulian masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, dan pembangunan dapat terus meningkat,” pungkasnya.

** Yudi

Hujan Lebat Berpotensi Landa Bogor, BMKG Imbau Masyarakat Waspada

0

Bogor | Jurnal Bogor
Hujan lebat diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten dan Kota Bogor. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyampaikan, pada pagi hari (07.00–13.00 WIB) berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, serta Kabupaten Pangandaran, Rabu (21/1/2026).

Sementara itu, pada siang hingga sore hari (13.00–19.00 WIB), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Sedangkan hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut, serta Kabupaten dan Kota Tasikmalaya.

Pada malam hari (19.00–01.00 WIB), cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, serta Kabupaten Pangandaran.

Sedangkan pada dini hari (01.00–07.00 WIB), cuaca masih berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, serta Kabupaten Indramayu.

BMKG juga mencatat suhu udara berkisar antara 18 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60–98 persen, serta arah angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 5–50 kilometer per jam.

BMKG mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang yang dapat terjadi dari pagi hingga malam hari di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran.

Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati, mengantisipasi kemungkinan genangan air, banjir, longsor, serta gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.

** Yudi

Tirta Kahuripan Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatra

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor yang menyebabkan terganggunya akses air bersih dan sanitasi.

Bantuan disalurkan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan berbagai pihak terkait, bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan berupa sarana logistik hingga sembako dan alat penjernih air portable untuk mendukung penanganan darurat di lokasi bencana.

Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad menyampaikan bahwa partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus wujud solidaritas antar daerah dalam menghadapi bencana alam di Indonesia.

“Ada 13 desa dan kecamatan yang sudah menerima bantuan logistik dan sembako dengan nilai total bantuan sebesar Rp. 107.500.000,- dan juga 30 unit alat penjernih air portable berkapasitas 25 liter/menit yang akan didistribusikan ke rumah sakit, pesantren, dapur umum dan tempat pengungsian lainnya.” ujar Abdul Somad.

Fokus utama bantuan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan diarahkan pada pemulihan akses air bersih bagi masyarakat terdampak, mengingat air merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial dalam kondisi bencana.

“Sebagai perusahaan penyedia jasa layanan air minum, kami memahami bahwa ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak saat terjadi bencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak,” tutupnya.

Untuk diketahui, di musim penghujan tahun ini wilayah Kabupaten Bogor masuk ke dalam status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, serta tanah longsor di daerah Provinsi Jawa Barat. Tentunya hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pengaliran air bersih, terutama akibat tingginya kekeruhan air baku dan longsor yang memutus pipa distribusi air bersih milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

Oleh karena itu, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan mengimbau kepada seluruh pelanggan agar turut serta melakukan langkah antisipatif, antara lain dengan menyiapkan cadangan air bersih di rumah melalui penampungan air, serta menggunakan air secara bijak terutama saat proses normalisasi pengaliran dilakukan.

Pelanggan juga diharapkan aktif memantau informasi terkait ganguan pengaliran melalui aplikasi myKahuripan, website (www.tirtakahuripan.co.id) dan media sosial resmi Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan pengaliran di wilayah masing-masing melalui kanal pengaduan yang telah disediakan (Call Center 1500-862 atau WhatsApp 0821-1996-9008).
Dengan semangat kepedulian dan kesiapsiagaan, Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor berkomitmen untuk terus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi pelangganya, sekaligus berperan aktif dalam aksi kemanusiaan di tingkat nasional.

**rls/yev

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Ungkap Alasan Kenaikan Bankeu Desa Jadi Rp 1,5 Miliar

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara mengungkapkan alasan pemerintah daerah menaikkan Bantuan Keuangan (Bankeu) desa menjadi Rp 1,5 miliar pada 2026. Menurut dia, kenaikan ini dilakukan karena keterbatasan jangkauan bupati dan wakil bupati dalam menangani permasalahan di setiap wilayah.

Sastra menjelaskan, kepala desa berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk melayani masyarakat di tingkat paling bawah.

“Mata bupati dan wakil bupati terbatas, maka butuh kepala desa yang mengetahui situasi yang ada di desanya,” ujar Sastra, Rabu (21/1/2026).

Pemerintah Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor telah menyepakati pemberian Bankeu tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Sastra meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada bupati dan wakil bupati untuk fokus membangun Kabupaten Bogor dalam lima tahun ke depan.

“Hayu berikan kesempatan pada bupati dan wakil bupati bagaimana semua bisa menyelesaikan masalah di Kabupaten Bogor,” kata Sastra. (*)

Pengukuran Sertifikat Gratis Masih Terus Berlanjut

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Melalui program bantuan keuangan pusat, sejumlah desa yang ada di Kabupaten Bogor, kini warganya sedang mendapat pelayanan untuk pembuatan sertifikat tanah miliknya. Melalui PTSL bagi desa yang sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk menjalankan program tersebut, kini mereka sedang mendapatkan pelayanan dari tim desa setempat.

Pantauan di beberapa desa di Kecamatan Megamendung dan Cisarua, hingga saat ini pengukuran masih terus berlangsung. Banyak bidang tanah milik warga membuat petugas ukur dari BPN yang didampingi petugas desa harus ekstra kerja keras. Mereka memastikan batas-batas tanah antara warga yang satu dengan yang lainnya, petugas harus sabar dan agar tepat saat pengukuran masing-masing pemilik tanah harus ada di tempat.

“Pengukuran memakan waktu yang tidak sebentar, kadang saat hendak diukur pemilik tanah atau warganya tidak ada di tempat. Dengan demikian, petugas harus bolak balik ke lokasi. Ini perlu dilakukan guna tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Terkait pembuatan sertifikat ini, dilakukan secara gratis. Karena program tersebut merupakan program dari pemerintah melalui bantuan keuangan, ” ujar Kusnadi, Kepala Desa Kuta, beberapa waktu lalu.

Sementara itu kendala lain saat pengukuran yakni persoalan pertanahan satu per satu bermunculan. Persengketaan antara pemilik tanah, khususnya tanah dari warisan cukup mendominasi. Hal ini menyebabkan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintahan desa.

“Adanya pembuatan sertifikat ini persengketaan tanah antara warga yang satu dengan yang lainnya pada bermunculan. Untuk melanjutkannya, mereka yang bersengketa harus dibereskan terlebih dahulu, ” pungkas Omen.

** Dadang Supriatna

Curah Hujan Tinggi, Petani Sayuran Menjerit

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Akibat curah hujan yang cukup tinggi yang turun di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor mengakibatkan para petani sayuran banyak yang mengalami kerugian atau gagal panen. Khususnya para petani kol, kubis, cesim dan beberapa jenis tabanan sayuran lainnya karena tidak tahan oleh tingginya curah hujan.

Pantauan di beberapa lokasi lahan pertanian milik warga, misalnya Kosim, ia mengaku kewalahan menghadapi musim hujan tahun ini.

Tanaman kol, pakcoy juga terung tidak bisa dipanen secara maksimal. Hama ulat dan pembusukan akibat cuaca dingin membuat sayuran itu mati sebelum waktu panen. Untuk menghindari kerugian yang fatal, mereka kini memanen sayurannya dengan mempercepat waktu panen.

“Musim hujan bagi petani dengan sistem di alam terbuka banyak sekali risikonya. Kegagalan panen akibat pembusukan dan hama ulat sayuran yang kita tanam merupakan risiko yang benar-benar harus kita hadapi. Tidak sedikit disaat cuaca seperti ini, banyak petani yang menahan diri untuk aktivitas pertaniannya, ” ujar Kosim, petani asal Garut.

Dampak dari rendahnya hasil panen, sejumlah jenis sayuran kini mengalami kenaikan harga. Khususnya untuk cabai, tomat dan beberapa jenis sayuran lainnya harganya mengalami kenaikan 50 persen dari harga biasa.

“Jika sekarang ini memiliki buah cabai yang bagus, petani tersebut akan mengalami keuntungan yang besar. Harga cabai keriting di pasaran mencapai 70 ribu per kilo gramnya, ” imbuh dia.

Untuk mengantisipasi supaya para petani itu tetap memiliki penghasilan, tidak sedikit mereka yang menunda dulu lahan pertaniannya. Jadi tukang bangunan sementara adalah satu satunya jalan usaha untuk mendapatkan penghasilan.

“Sudah satu bulan ini saya bekerja menjadi tukang bangunan. lahan pertaniannya kita tunda dulu, nanti kalau sudah cuacanya membaik, baru kita bercocok tanam lagi, ” tutur Mulyadi.

** Dadang Supriatna

Hujan Deras Sebabkan Longsor Jalan Kabupaten di Cijeruk

0

Cijeruk | Jurnal Bogor
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyebabkan longsor pada ruas jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor. Longsor terjadi dengan panjang sekitar 6 meter dan tinggi tebing mencapai 5 meter, sehingga mempersempit akses jalan penghubung Kampung Cibalung–Cipaok–Lengis.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Kecamatan Cijeruk bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor segera melakukan penanganan awal dengan memasang rambu peringatan lalu lintas di sekitar lokasi longsor guna mengantisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Camat Cijeruk, M. Sobar Mansoer, mengatakan peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Kampung Cibalung, RT 02 RW 02. Setelah menerima laporan dari pemerintah desa, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada PUPR Kabupaten Bogor.

“Sebagai penanganan awal, kami bersama PUPR memasang guardrail, terpal penutup tebing, serta rambu peringatan untuk mencegah terjadinya longsor susulan,” ujar Sobar, Selasa (20/01/26).

Ia juga meminta agar kendaraan bertonase berat, khususnya truk bermuatan besar, untuk sementara tidak melintasi jalur tersebut demi mengurangi beban jalan yang berpotensi memicu longsor lanjutan.

“Kami mengimbau pemerintah desa untuk memasang spanduk larangan bagi truk bermuatan berat agar tidak melewati jalur ini, demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Selain itu, Sobar mengingatkan masyarakat agar tetap waspada mengingat bulan Januari merupakan puncak musim hujan dan wilayah Kecamatan Cijeruk termasuk daerah rawan bencana longsor.

“Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kecamatan Cijeruk siap siaga 24 jam dan akan segera menindaklanjuti setiap laporan kebencanaan yang masuk,” pungkasnya.

** Yudi