23.5 C
Bogor
Saturday, April 4, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 404

Nurodin Jaro Peloy Berupaya Keras Perjuangan Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bogor

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin Jaro Peloy tengah berupaya keras memperjuangkan lembaga pendidikan Islam yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), supaya fasilitas bangunan tempat belajar mengajar layak untuk siswa.

Wakil rakyat dari Dapil 5 ini, mengaku sering mendapatkan keluhan dari masyarakat, MI ini seakan dianaktirikan dan tidak ada perhatian. Dengan begitu MI agar lebih diprioritaskan dari rencana belanja hibah di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor yang nilai nominalnya sebesar Rp 310 miliar lebih.

“Karena  ketika kita melakukan rapat-rapat koordinasi antarinstansi di bawah itu selalu ada yang mengeluh bahwa MI ini seakan dianaktirikan, tidak ada perhatian kesannya,” katanya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (18/11/2022).

Dia menekankan belanja hibah di Disdik yang jumlahnya sebesar Rp 310 miliar itu untuk  dialokasikan lebih ke lembaga pendidikan agama salah satunya sekolah MI.

“Saya sangat menekankan dari rencana belanja hibah di Disdik Kabupaten Bogor yang nilai nominalnya Rp 310 miliar lebih, agar dialokasikan lebih besar kepada bantuan hibah untuk sekolah agama yaitu MI,” tegas Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor.

Dia menjelaskan, hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Daerah (Perda) tentang penyelenggaraan pendidikan dasar. Dimana dalam perda tersebut bahwa pendidikan dasar seperti PAUD, SD/MI dan SMP/ MTs wajib untuk didukung dan difasilitasi penyelenggaraannya oleh pemerintah daerah.

“Hal itu sejalan dengan amanat konstitusi dalam UUD 1945. Bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah menjadi kewajiban bagi sebuah negara Republik Indonesia,” jelasnya.

Belanja hibah ini yang dihibahkan, menjadi sebuah bangunan sarana prasarana. Seperti salah satunya bangunan MI di Banyuresmi Cigudeg yang kondisinya sempat rusak, dengan dialokasikan hibah Rp50 juta, hasilnya sangat luar biasa.

“Saya mengapresiasi kepada penerima hibah MI Nurul Huda yang telah sukses merealisasikan anggaran hibah sebesar Rp 50 Juta. Namun mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan, dimana 2022 sempat viral MI tersebut sangat minim dari sarana dan prasarana,” bebernya.

Nurodin berharap kedepan MI mendapatkan hibah lebih banyak dari nilai Rp310 miliar ini bisa dilaksanakan.

“Disdik dimohon dengan sangat, perhatian terhadap MI. Yang memang secara mayoritas MI ini semangat prakarsa dari pada masyarakat. Mereka betul-betul mengumpulkan sumberdaya kemudian melakukan pembangunan fisik,” pungkasnya.

(andres)

Dirut RSUD Leuwiliang: Sunatan Anak Beri Manfaat Bagi Masyarakat

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Direktur Utama (Dirut) RSUD Leuwiliang Vitrie Winastri menyatakan khitanan massal dalam rangka memperingati HKN ke-59 dan HUT RI ke-52 tingkat Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan bersama RSUD Leuwiliang, Puskesmas wilayah Leuwiliang dan Jasinga di Bale Sulandjana Kecamatan Leuwiliang, Jumat (17/11/2023), bisa memberi manfaat bagi masyarakat.

Vitrie Winastri menyerahkan bingkisan kepada anak yang disunat

“Ini pengabdian untuk masyarakat di wilayah Bogor Barat. Mudah-mudahan kegiatan ini memberi manfaat bagi kita semua. Adik-adik yang disunat sehat, tambah tinggi dan tambah besar menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujar Vitrie.

Ada 21 anak yang dikhitan pada acara tersebut, Camat Leuwiliang WR Pelitawan mengapresiasi khitanan massal karena kegiatan sosial memiliki nilai lebih dan berharap kegiatan khitanan bisa lebih baik lagi ke depannya. “Kegiatan ini tentu akan masuk di medsos. Alhamdulillah Kecamatan Leuwiliang banyak kegiatan dan di Jabar Kecamatan Leuwiliang terbaik kedua dalam mengelola media sosial,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor Asnan AP yang hadir mewakili Korpri juga berharap kegiatan positif ini kedepannya bisa digelar dengan skala besar. “Kalau bisa 1000 anak, namun memang sekarang ini ada keterbatasan anggaran,” ucapnya berkelakar.

Sementara Kepala Puskesmas Leuwiliang James berharap niat baik dari semua instansi khususnya kesehatan berbuah baik, begitu juga dengan keluarga yang ikut anaknya sunatan massal. “Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di semua wilayah kecamatan,” jelasnya.

(asepS.sayyev

Kisah Pahit Getir Hasani Abdulgani Boyong Pemain Naturalisasi

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Anggota Exco PSSI Periode 2019-2023 Hasani Abdulgani memang identik dengan pemain naturalisasi. Beberapa pemain berkelas yang gabung ke Timnas Indonesia berkat tangan dinginnya meyakinkan agar mereka berpaspor Indonesia.

Misalnya Ivar Jenner, Shandy Walls dan Rafael Struick. Ketiga pemain keturunan ini telah menjadi Warga Negara Indonesia.
Namun di tengah upaya memperkuat Timnas Garuda menuju asa Garuda Mendunia, ada kisah pahit getir yang selama ini tak muncul ke permukaan.

Pria kelahiran Aceh ini menumpahkan semua pengalamannya pada BebAS Podcast dengan host sesama anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

Dalam episode BebAS Podcast kali ini dua Exco PSSI, Arya Sinulingga dan Hasani Abdulgani saling menceritakan pengalaman mereka dalam memegang tanggung jawab menghadirkan pemain naturalisasi bagi timnas Indonesia.

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI periode 2019-2023 Hasani Abdulgani “Hasani” bercerita lika-liku menjalani tugas sebagai penanggung jawab pemain naturalisasi.

Hasani mengawali kiprah dalam industri olahraga Indonesia pada tahun 2001. Hasani Abdulgani menjadi ujung tombak PSSI dalam mencari pemain naturalisasi dari berbagai penjuru dunia.

Tugas itu berjalan dengan baik, meski ada beberapa kerikil yang menghadang. Semua pengalaman dalam mengurus pemain naturalisasi tersebut tertuang dalam “BebAS podcast bersama Arya Sinulingga”

Hasani mengapresiasi masyarakat dalam mendukung pemain naturalisasi di Timnas Indonesia. Akan tetapi, Hasani menceritakan pengalaman pahit saat mengurus pemain naturalisasi.

Cerita pahit ini terbilang sebagai pengalaman yang membuat dirinya tidak nyaman. Memang, Hasani pernah bercerita kalau dirinya merasa terkendala dalam mencari pemain naturalisasi junior. Alasannya keputusan mereka untuk menggunakan jersey Indonesia patah lantaran tak mendapat persetujuan orang tua.

Tapi kekecewaan kali ini bukan pada persoalan teknis naturalisasi. Melainkan ada satu pengalaman dimana para netizen acuh tak acuh saat Hasani sedang berduka karena kepergian anggota keluarga.

Di tengah kondisi berduka, netizen tetap komentar menanyakan perkembangan terakhir pemain naturalisasi.

“Saya enggak nyaman waktu ada keluarga yang meninggal, saya upload sedang berduka. Tapi dia tanya naturalisasi gimana? ujar Hasani Abdulgani.

Di balik kondisi itu, Hasani Abdulgani mengambil hikmah positif kalau netizen ini mendukung naturalisasi.

Arya Sinulingga sempat melempar pertanyaan tentang lika liku proses mendatangkan pemain naturalisasi yang baru, seperti Ivar Jenner, Shandy Walls dan Rafael Struick.

Hasani juga menjelaskan dirinya menjadi saksi hidup perjuangan Ketua Umun PSSI Erick Thohir dalam mendukung sepak bola di Indonesia.

Mulai dari mengurus Piala Dunia U20 yang batal hingga mencari pemain-pemain naturalisasi.

Sebagai akhir pembahasan Arya Sinulingga dengan Hasani mengklarifikasi kasus terkait pemain naturalisasi yang gagal berpaspor Indonesia yaitu Justin Hubne.

(yev/rls)

Dikunjungi Kabupaten Kota Baru, Omset UMKM Desa Gunung Putri Naik Drastis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Adanya kunjungan studi tiru dari luar daerah keuntungan sendiri untuk UMKM Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Karena dampak dari kunjungan studi tiru itu membuat omset penghasilan meningkat secara drastis. Hal tersebut dikatakan Kepala Desa Gunung Putri yang mendapatkan kunjungan dari Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (16/11/23).

“ Alhamdulilah untuk kunjungan kali ini UMKM Desa Gunung Putri kebanjiran omset, mungkin karena ini yang datang kebanyakan kepala desa, “ ungkap Daman Huri kepada Jurnal Bogor.

Daman Huri menjelaskan jika pada hari ini Pemdes Gunung Putri kembali kedatangan tamu dari wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Yakni Kabupaten Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan, yang sebagian besar  dihadiri oleh para kepala desa, juga didampingi oleh Kepala Bidang (Kabid) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Selatan. Sebelumnya Desa Gunung Putri mendapat kunjungan dari Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

“ Alhamdulilah kegiatan berjalan dengan lancar, seperti biasa saya melakukan pemaparan terkait inovasi-inovasi dan prestasi yang sudah dicapai oleh Desa Gunung Putri. Terutama di bidang telekomunikasi digitalisasi desa, yang memang wilayah mereka sebagai wilayah penyangga dari IKN. Dimana sudah tentu mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya sebelum nanti IKN diresmikan  sebagai Ibu Kota Negara Indonesia,” tutur A Heri sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu, sambung A Heri, ia juga mengajak bekerjasama di bidang lain, sehingga hasil dari pertemuan bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama, baik bidang ekonomi maupun di bidang program, baik antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Kotabaru dan khususnya dengan Desa Gunung Putri.

“ Alhamdulilah pada kunjungan kali ini turut dihadiri perwakilan DPMD Kabupaten Bogor. Tanya jawab pun jadi bagian mengisi acara pada kunjungan kali ini. Tadi kami membuka tanya jawab 3 pertanyaan yang mewakili dari kepala-kepala desa dari Kota Baru,” cetus A Heri.

Selanjutnya peserta meninjau area, mulai dari melihat BUMDes Mart, UMKM, kemudian ruangan Sekretariat BERSINAR (Bersih dari Narkoba), juga Pojok Baca Digital Desa Gunung Putri. Selanjutnya A Heri mengajak rombongan menuju RT 02/RW 04, untuk meninjau ruang server pusat pengendali dari tiang tower yang ada di Desa Gunung Putri, dan tiang dari pengendali CCTV desa.

“ Kami juga memperlihatkan kerajinan dari daur ulang Bank Sampah, UMKM. Dan diakhiri dengan melihat ketahanan pangan dan rumah maggot yang yang ada di RT 02 / RW 04 ,” jelasnya.

“Pada dasarnya mereka sangat antusias sekali mendengarkan pemaparan, apalagi pertanyaan yang dilontarkan sangat kritis terhadap apa yang terjadi di Desa Gunung Putri,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Daman Huri juga memaparkan untuk menjadi ATM bagi sesama kita, yaitu Amati, Tiru dan Modivikasi. Karena pada prinsipnya setiap program-program yang ada belum tentu bisa di copy paste 100 persen tanpa dimodivikasi. Dan hal itu diakui oleh DMPD Provinsi Kalsel yang juga mengatakan jika setiap program pasti dibutuhkan modivikasi. Sehingga bisa dilaksanakan atau dilakukan di kabupaten kota baru tersebut.

“ Kunjungan pada hari ini adalah kunjungan ke 36 di tahun 2023, dan untuk kunjungan akan ditutup sementara pada tanggal 29 November 2023 mendatang, sebagai kunjungan terakhir di tahun 2023. Karena pada bulan Desember kami akan merenovasi total aula Desa Gunung Putri. Sehingga segala bentuk kegiatan dan kunjungan kita stop dulu sampai semuanya selesai,” pungkas A Heri.

(nay ur’ain)

Nathabumi Bantu Bea Cukai Bogor Musnahkan Barang yang jadi Milik Negara Hasil Penindakan

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan anak usaha SIG, melalui unit layanan pengelolaan limbahnya, Nathabumi, bersama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Bogor menandatangani Berita Acara Pemusnahan Barang Milik Negara berupa 4.685.120 batang hasil tembakau jenis sigaret/rokok tanpa pita cukai, berbagai merk serta 10.000 gram tembakau iris (TIS) tanpa pita cukai tanpa merek, serta 2.911 botol minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merek, 15 November 2023.

Pemusnahan dilakukan secara seremonial di halaman depan KPPBC Tipe Madya Pabean A Bogor untuk selanjutnya dimusnahkan di fasilitas pengelolaan limbah Nathabumi di pabrik SBI Narogong, Jawa Barat.

“ Nathabumi telah menjadi mitra strategis dari banyak perusahaan di Indonesia dalam pengelolaan limbah dengan metode co-processing yang ramah lingkungan. Selain itu kami juga memberikan pelayanan terbaik dan terjamin dalam setiap tahapannya agar proses pemusnahan dapat berjalan dengan aman ”, tutur Budi Yuliadi Nugraha, selaku AFR Division Head SBI.

Amin Tri Sobri, Kepala Kantor KPPBC TMP A Bogor menyatakan, “Kami memerlukan solusi yang cepat, aman dan ramah lingkungan untuk memusnahkan barang milik negara hasil penindakan, contohnya hasil tembakau jenis sigaret maupun tembakau iris serta minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berbagai merek yang dimusnahkan hari ini. Kami menilai Nathabumi memiliki teknologi yang tepat serta mampu menjamin keamanan dalam proses pemusnahannya.”

Co-processing adalah metode pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, menggunakan tanur semen milik SBI yang bersuhu tinggi dan stabil – mencapai 1.500°C, sehingga dapat memusnahkan limbah tanpa meninggalkan residu apa pun. Limbah yang dapat diolah dengan cara ini antara lain limbah industri, bahan yang tidak memenuhi syarat, produk kadaluwarsa serta jenis limbah lain yang tidak dapat didaur ulang dengan proses biasa.

Untuk diketahui, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

(nay nur’ain)

Mentan Ajak Penyuluh di Kalsel Bekerja Keras Wujudkan Kembali Swasembada

0

Banjarbaru | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bertekad mewujudkan kembali swasembada pangan khususnya padi dan jagung. Untuk mendukung hal itu, pria yang saat ini juga memimpin Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA UNHAS) mengajak para penyuluh dan insan pertanian lainnya untuk bekerja keras dalam pendampingan petani guna meningkatkan produksi dan produktivitas.

Andi Amran Sulaiman

“Indonesia dulu tahun 2017 sampai 2019 swasembada di bawah komando Presiden Jokowi. Hari ini karena perubahan iklim, kita impor 3,5 juta ton beras. Oleh karena itu, penyuluh dan petani milenial harus bergerak cepat bekerja keras menekan impor dan tidak terjadi krisis pangan yang sangat berbahaya bagi bangsa dan negara,” demikian dikatakan Mentan Amran pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Wilayah Kalimantan Selatan Dalam Peningkatan Produksi Padi dan Jagung di Komplek Kantor Gubernur, Banjarbaru, Kamis (16/11/2023).

Akan hal ini, Amran menargetkan Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi tulung punggung atau penopang stok pangan Indonesia. Di Kalsel ada potensi lahan rawa 200 ribu hektar yang dapat menghasilan 1 juta ton beras jika ditingkatkan indeks pertanamanya menjadi 2 kali sehingga Kalsel menjadi penopang pangan Indonesia, khususnya Ibu Kota Negara (IKN).

“Keberhasilan membangunkan lahan rawa di Kalimantan Selatan ini menjadi lumbung pangan nasional, kuncinya ada pada penyuluh. Saya dulu sebagai penyuluh, bekerja harus ikhlas, jangan mengeluh dan pantang minta-minta bantuan. Dulu saya penyuluh bekerja jalan kaki menempuh jarak 10 kilo meter pulang pergi setiap hari. Teman-teman penyuluh adalah saudara seperjuangan saya. Penyuluh harus lebih semangat dan bangkit menjadi mengangkat produksi pangan Indonesia,” ucapnya.

“Ini merah putih memanggil. Mimpi kita ke depan adalah di tahun 2026 kita swasemabada pangan, tahun 2028 kita berdaulat pangan. Tidak ada impor, tapi kita justru ekspor. Kita punya lahan rawa ada 10 juta hektar dan di Kalimantan Selatan ada 200 ribu hektar. Ini harus kita bangunkan dan optimalkan,” sambung Amran.

Lebih lanjut Amran mengapresiasi Gubernur Kalsel yang mensupport sektor pertanian khususnya menjadikan Kalsel sebagai penopang pangan IKN. Dengan demikian, seluruh kebutuhan pangan di IKN disupport dari provinsi tetangga, yakni Kalsel.

“Kementerian Pertanian akan mendukung potensi pertanian di Kalsel ini. Kita bangun irigasi, tata kelola airnya dan lainya sehingga produksi naik. Kalau dari Kalsel dapat menekan impor 1 juta ton dari 3,5 juta ton, maka Kalsel menyumbang tekan impor, selesai 60 persen masalah nasional kita. Tentunya keterlibatan penyuluh, KTNA, TNI, Polri dan semua pihak ssngat penting untuk bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan tema yang diusung adalah Dukungan Penyuluhan dan Petani Dalam Meningkatkan Produksi Padi dan Jagung di Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan kegiatan untuk memotivasi penyuluh pertanian, para petani dan steakholder yang terkait dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas padi dan jagung di Kalimantan Selatan.

“Penyuluh dan petani milenial siap mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pangan. Kami sudah lakukan bimbingan teknis terkait produksi dan produktivitas padi dan jagung di lahan rawa dan kering,” tuturnya.

Hadir pada kegiatan ini Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani). Sahbirin Noor mengatakan pihaknya mendukung penuh program akselerasi Mentan Amran dalam peningkatan produksi pangan di Kalsel dengan meningkatkan peran penyuluh. Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian sehingga Kalsel saat ini mampu mewujudkan surplus pangan.

“Pembinaan penyuluh pertanian yang diselenggarakan Kementerian Pertanian sangat penting mengingat kondisi iklim yang dapat mengancam produksi, apalagi sektor pertanian adalah penyumbang inflasi. Pembinaan penyuluh ini tentu menumbuhkan lagi semangat kita semua untuk menguatkan stok pangan di Kalimantan Selatan dan menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara,” ucap Sahbirin.

(bbpmkp)

Paviliun Indonesia Diwakili Triton Lagi di MEDCA Trade Fair 2023 di Dusseldorf

0

Dusseldorf | Jurnal Bogor
Untuk kesekian kali PT. Triton Manufactures kembali terpilih sebagai salah satu dari 13 industri yang mewakili Paviliun Indonesia di MEDICA Trade Fair di Düsseldorf, Jerman pada 13 – 16 November 2023 yang sebelummnya pernah mengikuti pameran alat kesehatan kelas dunia di Dusseldorf Jerman pada 14 – 17 November 2022 tahun lalu.

Menurut Institutional Relation Director PT. Triton Manufactures, Mario Apriliansyah ST, MT, MM melalui keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (16/11/2023) menjelaskan, bahwa pada tahun 2023 ini Triton salah satu perodusen alat kesehatan berupa benang bedah medis untuk operasi, diundang untuk mengikuti pameran perdagangan industri teknologi medis terbesar di dunia.

“Dengan jumlah peserta yang diikuti oleh 5.300 produsen alat kesehatan dunia, maka akan terhubung dengan ribuan peserta pameran dari 70 negara dengan pelanggan mereka dari seluruh dunia,” kata Mario.

Menurutnya, terpilihnya kembali TRITON di MEDICA 2023 ini, maka  semakin memberikan dorongan untuk terus membawa nama baik Indonesia ke kancah dunia, khususnya sebagai pabrik benang bedah dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) diatas 40 persen. Antusiasme para pengunjung pun terlihat saat menghampiri booth TRITON. Banyak dari mereka yang ingin melihat dari dekat produk benang bedah pertama bersertifikat halal.

“MEDICA Trade Fair sendiri menghadirkan beragam produk dan layanan inovatif dari bidang pencitraan medis, teknologi laboratorium, diagnostik, IT kesehatan, kesehatan keliling serta teknologi fisioterapi/ortopedi dan perlengkapan medis. Ini yang menjadikannya sebagai sorotan para manajer rumah sakit, fisioterapis, dokter umum, hingga perusahaan perdagangan medis, spesialis R&D dan legislator setiap tahunnya.,” tandasnya

Lebih lanjut Mario Apriliansyah mengatakan, keberadaan Paviliun Indonesia pada MEDICA 2023 merupakan buah kolaborasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Asosiasi Produsen Alkes Indonesia (ASPAKI), dan Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alkes dan Laboratorium (GAKESLAB).

“ Untuk itu, PT. Triton Manufactures telah memperoleh ISO 13485, Sertifikasi Halal dan Sertifikasi CPAKB sejak tahun 2016. Ini yang menjadi dasar utama bagi TRITON untuk terus mempertahankan dan mengembangkan alat kesehatan inovatif, berkualitas, dan terpercaya,” imbuhnya.

(yev/rls)

Setelah Adang, Kini 2 Kades di Kecamatan Citeureup Berhadapan dengan Kejari Kabupaten Bogor

0

Citeureup | Jurnal Bogor
Setelah Adang sebagai Kepala Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri yang tersandung kasus korupsi sebanyak Rp1,3 miliar, sehingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Kini dua kepala desa, Kecamatan Citeureup yakni Kepala Desa Tangkil dan Kepala Desa Leuwinutug yang sedang berhadapan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kabupaten Bogor Ate Quesyini Ilyas yang mengatakan dilakukannya pemeriksaan terhadap dua kepala desa beserta jajarannya yang dilakukan di Kecamatan Citeureup karena adanya pengaduan dari masyarakat perihal dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

“ Dasarnya dari pengaduan masyarakat, dua kepala desa beserta jajarannya kami periksa di kantor Kecamatan Citeureup,” ungkap Ate kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/11/23).

Lebih lanjut Ate menjelaskan, kejaksaan meminta kepada pihak Inspektorat Kabupaten Bogor untuk menghitung adanya dugaan besaran kerugian negara atas pengelolaan keuangan di dua desa tersebut.

“ Sambil pemeriksaan yang sedang kami lakukan berjalan, kami meminta tim auditor Inspektorat Kabupaten Bogor untuk turut menghitung dan memastikan besaran kerugian negara,” tandas Ate yang merupakan mantan Kasi Intel Kejaksaan Kabupaten Bogor.

Hal senada disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor Sigit Wibowo jajarannya sedang mengaudit pengelolaan keuangan Desa Tangkil dan Desa Leuwinutug atas dasar permintaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

“ Saat ini kami sedang melakukan audit atas pengelolaan keuangan Pemdes Tangkil tahun anggaran 2022. Baik untuk penggunaan anggaran dana desa maupun bantuan SAMISADE,” paparnya.

Untuk statusnya sendiri, sambung Sigit, masih dalam tahap pemeriksaan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. Dia menyarankan kepada kades yang sedang diperiksa, jika merasa bersalah, sebaiknya kades dan jajarannya segera mengembalikan kerugian negara.

“ Pesan saya, jika ada kerugian negara, baiknya kades dan jajarannya segera melakukan pengembalian kepada negara. Agar tidak menjadi tersangka,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Tidak Dibantu Desa, Rumah Warga Pabangbon Ambruk

0

Caringin | Jurnal Bogor
Aji, warga Kampung Pabangbon RT 05 RW 02, Desa Cinagara, Caringin, Kabupaten Bogor, terpaksa harus tidur di masjid. Sebab, rumah tinggal satu-satunya yang dimiliki pria berusia 50 tahun lebih itu, ambruk bagian atapnya beberapa hari lalu saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Berdasarkan keterangan Mimin (56), kakak kandung Aji, kondisi rumah adiknya sudah lama rusak parah terutama bagian atap. Namun, karena tidak memiliki biaya untuk melakukan perbaikan, terpaksa adiknya yang sekarang tinggal berdua dengan anaknya, tetap menempati rumah tersebut.

 “Semakin hari kerusakan rumah adik saya semakin parah. Karena, tidak juga diperbaiki akhirnya atap yang ditakutkan ambruk, terjadi juga saat kondisi cuaca hujan lebat,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (16/11).

Mimin menceritakan, setelah atap rumahnya ambruk dan diperparah dengan semakin rusaknya fisik bangunan rumah, mulai dari pintu dan jendela, Aji dan anaknya sekarang tinggal di masjid yang tidak jauh dari rumahnya.

 “Karena istrinya sudah meninggal jadi tidak ada yang mengurus, sampai akhirnya rumah tersebut ambruk dan tidak bisa ditempati lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, kerusakan rumah adiknya sudah pernah dilaporkan ke pihak desa dengan harapan agar mendapatkan bantuan perbaikan. Tetapi, tidak pernah kunjung mendapatkan bantuan.

 “Biasanya ada bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), tapi kenapa adik saya yang kondisi rumahnya tidak layak itu malah dibiarkan saja. Apalagi status adik saya masuk kedalam warga miskin, karena kesehariannya hanya sebagai buruh tani kasar,” papar Mimin.

Mimin berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membantu kondisi rumah adiknya agar bisa ditempati kembali. Sehingga, keberadaannya tidak terlunta-lunta.

 “Membantu warga itu tanggungjawab pemerintah, apalagi warga tersebut benar-benar tidak mampu atau miskin. Makanya harapan saya bantuan dari pemerintah itu segera ada dan diterima adik saya,” imbuhnya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi Kepala Desa (Kades) Cinagara, Burhanudin tidak ada di kantor desa. Berdasarkan keterangan salah satu pegawai Desa Cinagara, rumah Aji sudah dilakukan asesmen ke pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Meski begitu, pegawai Desa Cinagara tidak menjawab saat ditanya kelanjutannya terkait keberadaan rumah warganya yang ambruk tersebut.

(dede suhendar)

Kegep Bawa Obat Terlarang, Puluhan Siswa Diamankan Polisi

0

Pamijahan | Jurnal Bogor
Puluhan siswa SMAN 1 Pamijahan, Kabupaten Bogor terjerat dalam lingkaran obat-obatan golongan G yang mestinya beredar harus pakai resep dokter. Namun obat golongan ini kerap disalahgunakan pemakaiannya. Mirisnya lagi, pengedar obat-obatan ini masih siswa di sekolah tersebut.

Dalam kejadian itu, sekitar 30 lebih siswa diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Cibungbulang Polres Bogor, Kamis (16/11/2023). Dalam video yang beredar, beberapa siswa tengah digunduli oleh pihak kepolisian untuk memberi efek jera.

Humas SMAN 1 Pamijahan Ade Taufik Kurahman menjelaskan, kasus tersebut terbongkar, Selasa saat satpam sekolah memeriksa tas milik salah seorang siswa yang duduk di bangku kelas 12 pada jam kegiatan olahraga.

Dalam pemeriksaan tersebut dalam tasnya terdapat obat-obatan. Awalnya, satpam tidak mencurigai karena diakui pelaku obat tersebut adalah obat pereda sakit. Namun setelah dilaporkan kepada pihak berwajib dan melibatkan tim kesehatan dari puskesmas, obat tersebut teridentifikasi adalah obat keras golongan G.

Di hari berikutnya, Rabu, pihak sekolah juga melakukan hal yang sama yaitu merazia siswa. Pihak sekolah menemukan kembali pada orang yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan ditemukan obat jumlah yang sangat besar yaitu sebanyak 40 butir.

Setelah dilakukan pengembangan, sebanyak 30 siswa sebagian besar pengkonsumsi obat tersebut dan dua diantaranya sebagai pengedar dan diamankan pihak kepolisian.

“Saat melakukan kegiatan razia hari Selasa, kami menemukan anak yang membawa tas yang ternyata didalam nya ada obat-obatan. Awalnya kami pikir anak itu sakit tapi kami tidak percaya begitu saja. Obat terindentifikasi dari puskesmas ternyata obat ini yang sering beredar masuk dalam daftar obat terlarang,” jelasnya.

Dalam kejadian itu Ade mengakui sangat miris. Sebab pelaku mengedarkan obat-obatan terlarang kepada adik kelasnya. Padahal kata dia, pelaku adalah siswa yang ceria dan tidak menduga akan melakukan perbuatan tersebut.

“Saya liat siswa itu baik dan selalu bahagia, saya juga tidak menyangka akan melakukan perbuatan itu (mengedarkan obat terlarang),” katanya.

Dalam interogasinya kata dia, menurut penuturan salah satu pelaku bahwa telah menjual obat-obat itu, sejak dirinya masuk ke sekolah tersebut. “Dalam penuturan salah satu pelaku  bahwa sudah mengedarkan sejak masuk ke sekolah,” jelas Ade.

Kedepan pihak sekolah akan meningkatkan pengawasan terhadap pelajar. “Kita akan buat program  di sekolah sebagai bentuk peningkatan pengawasan kepada siswa,” katanya.

Sementara Kapolsek Cibungbulang Kompol Zulkernaidi membenarkan pihaknya mengamankan puluhan siswa setelah mendapat laporan dari pihak sekolah. “Iya betul, setelah melakukan pengembangan sekitar 35 pelajar kita amankan dan diberikan pembinaan,” pungkasnya.

(andres)