27.2 C
Bogor
Friday, July 17, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 401

Camat Cibinong Berharap Pembelian Lahan untuk SMPN 5 Bisa Dilakukan Tahun 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Meskipun pada tahun 2023 lalu Pemkab Bogor gagal membeli lahan untuk SMPN 5 Cibinong, namun masyarakat setempat berharap rencana pembelian lahan tersebut bisa dilakukan pada tahun 2024 ini.

Bahkan, sejak awal Rencana Pemkab Bogor membangun dan mendirikan SMPN 5 Cibinong mendapat respon positif dari semua elemen masyarakat dan juga Forkopimcam setempat.

Keberadaan SMPN 5 Cibinong nantinya akan menjadi solusi yang tepat bagi masyarakat yang akan menyekolahkan para anaknya yang terbentur zonasi tidak masuk ke SMPN 1, SMPN 2 atau SMPN 3 Cibinong.

Camat Cibinong, Acep Sajidin menegaskan , pembangunan SMPN 5 jadi Solusi Ideal yang sangat diharapkan masyarakat yang tinggal di kelurahan Pabuaran , Kelurahan Pabuaran Mekar ataupun Harapan Jaya.

” Masyarakat Cibinong sangat senang dengan rencana pembangunan SMPN 5 Cibinong ,” tegas Acep Sajidin, Rabu, 3 Januari 2024.

Acep menambahkan, lokasi yang akan dijadikan SMPN 5 Cibinong idelanya di Kelurahan Pabuaran yang luasnya mencapai kurang lebih 1 hektare.

” Mudah mudahan pada tahun 2024 ini Pemkab Bogor bisa melakukan pembelian atau pembebasan tanah untuk lokasi SMPN 5 Cibinong,” ujarnya

Acep menambahkan, dengan adanya SMPN 5 Cibinong ini diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada
masyarakat yang ada di kelurahan Pabuaran dan sekitarnya.

” Yang tadinya lewat jalur zonasi tidak bisa masuk ke SMPN 1 dapat tertampung di SMPN 5 Cibinong,” pungkasnya.

(asep syahmid)

Lanjutkan Perjuangan Sang Kakek, Aria Suryadinata Targetkan 18 Ribu Suara di Pileg 2024

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Sosok Aria Suryadinata SPT, MM merupakan salah satu Caleg PPP untuk DPRD Kabupaten Bogor yang terus bergerak menyasar semua elemen masyarakat yang ada di Dapil IV.

Aria Suryadinata merupakan salah satu cucu dari almarhum H Khemed salah satu tokoh PPP Kabupaten Bogor.

” Insya Allah untuk Pileg 2024 saya mentargetkan 18 ribu suara di Dapil IV yang berasal dari semua kalangan masyarakat,” ujar Aria Suryadinata, Rabu, 3 Januari 2024.

Dia menambahkan persiapan Pileg 2024 ini sudah dilakukannya sejak tiga tahun lebih menyambangi dan silaturahmi kepada semua kalangan masyarakat di Dapil IV.

Setiap melakukan silaturahmi ke masyarakat yang ada di Dapil IV, ia selalu membeberkan 7 Prinsip perjuangan BARISA ( Barisan Relawan Aria Suryadinata) yang menjadi misi dan visi pencalegan Aria Suryadinata pada Pileg 2024.

Tujuh Prinsip Perjuangan BARISA yang terus digelorakan Aria Suryadinata kepada semua elemen masyarakat di Dapil IV diantaranya Prinsip Sosial, Prinsip Ekonomi, Prinsip Budaya, Prinsip Politik Prinsip Hukum, Prinsip HAM dan Prinsip Digital.

” Ini salah satu ikhtiar politik saya dan keluarga yang back to Ka’bah melanjutkan perjuangan kakek (Alm H . Khemed ) Salah satu tokoh PPP di kabupaten Bogor.,” tambah Aria.

Mudah mudahan, kata Aria, untuk Pileg 2024 ini PPP Kabupaten Bogor bisa menambah kursinya menjadi 9 atau 10 kursi dan ia juga bisa dilantik jadi anggota DPRD Kabupaten Bogor periode 2024-2029.

Target 18 ribu suara adalah target realiatia dari Aria Suryadinata yang sangat dikenal semua elemen masyarakat di Dapil IV.

(asep syahmid)

Warung Esek-esek Sukadamai Digerebek Muspika Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Maraknya warung esek-esek berkedok warkop di Desa Sukadamai, Sukamakmur disidak Muspika Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (03/01).

Dalam pelaksanaan sidak penertiban tersebut, Camat Sukamakmur Bakri Hasan ditemani Kapolsek Sukamakmur IPTU Supratman, Danramil 0621- 09 Sukamakmur, Letda Infantri Jhoni, Kepala Desa Sukadamai beserta Satpol PP.

“Hari ini kami telah melakukan, operasi yustisia terkait dengan viralnya video yang menyatakan bahwa di wilayah Kecamatan Sukamakmur banyak warung esek-esek,” kata Bakri Hasan kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, operasi yustisia ini sebagai upaya penindakan langsung dari Pemerintah Kecamatan Sukamakmur terkait beredarnya video tersebut.

“Hasil dari Operasi Yustisia kali ini, kita mendapatkan barang bukti berupa 18 botol minuman keras, beserta perempuan 7 orang dan pemilik warung 2 orang. Dan saat ini para pelaku dan barang bukti kini ditanggani oleh Satpol PP guna melakukan pendataan, ” bebernya.

Sementara Kapolsek Sukamakmur, Iptu Supratman menjelaskan, sebenarnya operasi tersebut bukan pertamakalinya dilakukan oleh Polsek Sukamakmur.

“Sebetulnya, sebelum viralnya video tersebut, kita sudah melakuka tahapan dan sebagainya. Kita sudah beberapa kali melakukan razia. Namun selalu bocor,” katanya.

Iptu Supratman juga menegaskan, apabila terjadi hal serupa di wilayah hukum PolsekSukamakmur, dia tidak sungkan sungkan untuk menindaklanjuti.

“Sementara ini kita berikan himbauan agar tidak lagi menjual minum-minuman keras,” jelasnya.

“Apabila memang ada lagi, sesuai dengan petunjuk pak camat kita akan melakukan pembongkaran,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Dampak Gempa Sumedang Robohkan Rumah Ketua IPSM, Ini Wujud Perhatian Kapolsek Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Kapolsek Gunung Putri AKP Didin Komarudin,SH beserta jajarannya mendatangi warga yang rumahnya roboh di Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (3/1).

“Saya merasa prihatin atas musibah yang dialami warga Desa Tlajung Udik yang mana rumahnya ambruk akibat gempa Sumedang,” kata Didin sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Kejadian gempa di Sumedang pada Minggu lalu sambung Didin, berdampak pada salah satu rumah warga milik ketua IPSM Desa Tlajung Udik, yakni Muslim.

” Alhamdulillah, hari ini kami dari Polsek Gunung Putri masih bisa memberikan bantuan berupa matrial kepada warga Kp. Kedep, Desa Tlajung Udik. Mudah-mudahan apa yang kami berikan dapat membantu meringankan beban mereka,” jelas AKP Didin Komarudin.

AKP Didin Komarudin juga mengimbau agar warga Kecamatan Gunung Putri senantiasa waspada terhadap kondisi cuaca saat ini dimana sudah memasuki musim penghujan.

“Dalam kondisi cuaca saat ini, kami harapkan masyarakat agar tetap waspada dalam segala hal apapun, termasuk senantiasa untuk tetap menjaga kondisi tubuh agar tidak rentan terkena penyakit,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua IPSM Desa Tlajung Udik, Muslim sangat berterimakasih atas apa yang telah diberikan oleh Polsek Gunung Putri kepadanya.

“Ya tentunya saya mengucapkan terimakasih kelada seluruh personil Polsek Gunung Putri beserta jajaran yang senantiasa telah membantu kami,” tuturnya.

“Semoga senantiasa Allah SWT dapat memberikan ganjaran yang berlipat ganda. Dan juga senantiasa diberikan kesehatan dan murah rizkinya,” tambahnya.

(nay nur’ain)

Rumah Ketua Komite SMKN Gunung Putri Dibobol Maling, Ini Permintaan Dimas Pada Pihak Perumahan Legenda Wisata 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pencurian terjadi lagi. Kali ini dialami salah satu warga Cluster Galileo Perumahan Legenda Wisata, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Dimana 1 unit sepeda merk Polygon yang diperkirakan memiliki harga Rp5 juta raib digondol maling hanya dalam kurun waktu 2 menit.

Dimas Asep Saputra, SH, MH korban pencurian mengatakan, berawal pada Senin (31/12) pukul 03.20 dini hari dia keluar rumah untuk pergi ke Bandung karena tugas, dan mendapatkan kabar dari sang istri pada pukul 07.00 wib bahwasannya sepeda miliknya hilang digondol maling.

” Setelah mendapat telepon dari istri, saya langsung mengecek CCTV rumah melalu ponsel, ternyata kejadian pencurian 10 menit setelah saya meninggalkan rumah. Dari rekaman CCTV tersebut 2 pria yang melakukan pencurian sepeda milik saya hanya butuh waktu 2 menit untuk membopong sepeda tersebut,” jelas Dimas sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1).

Dimas yang juga merupakan Ketua Komite SMKN 1 Gunung Putri langsung menghubungi pihak kepolisian melalui mantan Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu yang kini menjadi Kabag Ops Polres Bogor. Setelah berkomunikasi, sambung Dimas, esoknya pada 1 Januari 2024 pihak Polsek Gunung Putri langsung melakukan olah TKP dan ditemukan jejak kaki serta tangga yang berbatasan antara perumahan dengan pemukiman warga.

” Dalam hal ini saya berharap, pihak cluster untuk lebih meningkatkan penjagaan lagi, agar kami sebagai penghuni cluster juga merasa tenang dan aman. Mengingat, kejadian seperti ini bukan hanya baru pertama kali, hanya saja yang pertama itu pelaku menggunakan masker sehingga sulit untuk dideteksi,” papar Dimas yang juga sebagai Lawyer tersebut.

Dimas juga mengapresiasi dengan cepat tanggap yang dilakukan oleh pihak kepolisian Polsek Gunung Putri. Hingga saat ini informasinya sudah memasuki proses lidik, dia berharap agar pelaku bisa segera ditangkap karena kejadian pencurian di Perumahan Legenda Wisata bukan baru kali pertama dan pelakunya belum ada yang berhasil ditangkap.

” Dari pengamatan saya sepertinya mereka sudah menggambar kejadian terlebih dahulu, dan mengincar rumah yang tidak ada CCTV-nya. Karena saya baru pasang CCTV sehari sebelum kejadian, jadi ada hikmah juga dari pemasangan CCTV ini,” tandasnya.

” Saya minta kepada pihak perumahan untuk membuat pos jaga di titik-titik rawan, terutama perbatasan. Dan kepada pihak kepolisian saya ucapkan terimakasih atas gercepnya dalam menindaklanjuti laporan,” tambahnya mengakhiri.

(nay nur’ain)

Dinas PUPR Secepatnya Sampaikan Kerusakan Jalan Panyaungan Nanggung Curugbitung

0

Nanggung lJurnal Bogor
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) wilayah VI Cigudeg Boby Wahyudi akan secepatnya menginformasikan penyedia jasa pelaksa pembangunan ruas Jalan Panyaungan -Nanggung -Curugbitung yang mengalami kerusakan agar segera diperbaiki.

“Kami akan bersurat kepada ke pihak ketiga hal ini penyedia jasa agar perbaikan jalan Panyaungan Nanggung Curugbitung segera dilakukan perbaikan,” singkat Boby saat dihubungi Jurnal Bogor, Kamis (5/1/2024).

Sebelumnya diberitakan, belum genap satu bulan selesai dikerjakan, rekonstruksi pembangunan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung, yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah mengalami banyak kerusakan.

Di sepanjang jalan yang dibangun oleh penyedia CV Lima Saudara Mandiri dan Konsultan Pengawas dari PT Nasuma Putra tersebut terlihat puluhan keretakan, selain keretakan yang memanjang juga terdapat dua titik jalan itu sudah terkelupas dan menimbulkan debu.

Kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten dengan menelan biaya hampir dua miliar itu disayangkan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Sangat disayangkan dengan menelan biaya 1,8 miliar belum satu bulan selesai dikerjakan sudah alami kerusakan,” kata warga sekitar Rofiudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, pada saat pembangunan berjalan pengecoran memang sudah  sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan. Saat ini setelah dihitung sebanyak puluhan keretakan di sepanjang jalan tersebut.

“Ada 25 keretakan yang memanjang, belum keretakan yang kecil. Dugaan kita pengerjaan jalan itu dikerjakan asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, instansi terkait untuk segera turun dan melihat langsung hasil pengerjaan jalan tersebut serta untuk diberikan teguran kepada pemborong.

“Dinas terkait diharapkan untuk turun dan melihat langsung hasil pengerjaan yang belum lama ini dikerjakan sudah alami kerusakan pada bagian jalan yang baru dicor beton,” jelasnya.

Di tempat terpisah Ketua Diaspora Mahasiswa Muhammadiyah Nanggung (DMMN) Refi mengatakan, melihat hasil dari pengerjaan tersebut sangat disayangkan, seharusnya Dinas PUPR Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap pembangunan jalan yang ada di wilayahnya.

“Seharusnya, Dinas PUPR segera meninjau ke lokasi dan cek pembangunan fisik di lapangan. Karena ini sangat disayangkan dengan menelan biaya yang cukup besar akan tetapi hasilnya merugikan masyarakat,” pungkasnya.

(arip ekon/andres)

Huntap di Bantarkaret Segera Dihuni

0

Nanggung l Jurnal Bogor
Pascabencana alam tiga tahun lalu yang terjadi di Desa Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan banyaknya kerusakan rumah akibat tanah longsor kini tak lama lagi akan menempati bangunan  hunian tetap (huntap).

Salah satu Kelompok Kerja Masyarakat Pelaksana Huntap H.Sastra atau yang lebih akrab dipanggil H Bombom menerangkan progres pekerjaan pembangunan huntap  berjalan sesuai rencana dan pengerjaannya telah mencapai 80  persen.

“Capaian progres  85 unit bangunan hunian tetap bagi korban bencana alam tak lama lagi  segera rampung,” kata H Bombom kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Seluas hampir 2 hektare tanah, ditempati 85 hunian tetap dibangun di dua titik lokasi, yakni di  Kampung Bantarkaret dan di Kampung Gunung Dahu.

“Huntap telah mendekati rampung, progresnya tinggal pembangunan infrastruktur jalan, pemasangan KHW Listrik, pemasangan PJU berikut perbaikan saluran air dilokasi huntap tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, kata Bombom mengingat lokasi hunian tetap kini tak jauh dari tebingan, maka diharapkan tahun 2024 ini  Pemkab Bogor segera merencanakan untuk dibangunannya Tembok Penahan Tebing (TPT).

“Mengingat tempat relokasi huntap, menurutnya sangat urgen, maka  sekitar 200 meteran TPT yang harus dibangun,” paparnya.

“Percepatan penyelesaian bangunan huntap di Kabupaten Bogor terus dilakukan agar masyarakat dapat segera menempati hunian tetap permanen,” sambung Kepala Bidang Perumahan DPKPP Kabupaten Bogor, Iin Kamaluddin.

Selain huntap, kata Iin, bangunan lainnya sesuai kebutuhan maka DPKPP memfokuskan di area hunin tetap itu dibangun TPT.

“Tentu bukan hanya di wilayah Nanggung, akan tetapi bangunan TPT dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor berlangsungnya pada pengerjaan huntap dampak bencana alam tersebut. TPT dibangun, selain kajian badan geologi namun hal ini untuk mencegah potensi bencana longsor di kawasan bangunan huntap itu,” tukasnya.

(arip ekon)

Kacau !! Telan Anggaran Hampir Rp2 Miliar, Belum 1 Bulan Selesai Dibangun Sudah Rusak Lagi

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Belum genap satu bulan selesai dikerjakan, rekonstruksi pembangunan Jalan Panyaungan-Nanggung-Curugbitung, yang terletak di Kampung Lukut, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor sudah mengalami banyak kerusakan.

Di sepanjang jalan yang dibangun oleh penyedia CV Lima Saudara Mandiri dan Konsultan Pengawas dari PT Nasuma Putra tersebut terlihat puluhan keretakan, selain keretakan yang memanjang juga terdapat dua titik jalan itu sudah terkelupas dan menimbulkan debu. Kegiatan penyelenggaraan jalan kabupaten dengan menelan biaya hampir dua miliar itu disayangkan warga sekitar dan pengguna jalan.

“Sangat disayangkan dengan menelan biaya 1,8 miliar belum satu bulan selesai dikerjakan sudah alami kerusakan,” kata warga sekitar Rofiudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, pada saat pembangunan berjalan pengecoran memang sudah  sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan. Saat ini setelah dihitung sebanyak puluhan keretakan di sepanjang jalan tersebut.

“Ada 25 keretakan yang memanjang, belum keretakan yang kecil. Dugaan kita pengerjaan jalan itu dikerjakan asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, instansi terkait untuk segera turun dan melihat langsung hasil pengerjaan jalan tersebut serta untuk diberikan teguran kepada pemborong.

“Dinas terkait diharapkan untuk turun dan melihat langsung hasil pengerjaan yang belum lama ini dikerjakan sudah alami kerusakan pada bagian jalan yang baru dicor beton,” jelasnya.

Di tempat terpisah Ketua Diaspora Mahasiswa Muhammadiyah Nanggung (DMMN) Refi mengatakan, melihat hasil dari pengerjaan tersebut sangat disayangkan, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap pembangunan jalan yang ada di wilayahnya.

“Seharusnya, Dinas PUPR segera meninjau ke lokasi dan cek pembangunan fisik di lapangan. Karena ini sangat disayangkan dengan menelan biaya yang cukup besar akan tetapi hasilnya merugikan masyarakat,” pungkasnya.

(andres)

Disnaker Respons Keluhan Pekerja CAI yang Belum Dibayar

0

Ciampea l Jurnal Bogor
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor merespons keluhan puluhan karyawan PT Cinta Alam Indonesia (CAI) yang diduga belum menerima gaji selama tiga bulan. Bagian mediator hubungan Industrial Disnaker Iwan Junaidi akan menyikapi persoalan karyawan PT CAI tersebut.

Iwan menyatakan akan turun langsung melalui UPTD pengawasan ketenagakerjaan yang berada di Jalan  Raya Bogor Blok Masjid No.6 RT03, RW 03  Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor.

“Agar masalah ini bisa ditangani, nanti kami komunikasikan dengan UPTD pengawasan ketenagakerjaan,” kata Iwan Junaidi saat dihubungi Jurnal Bogor, Rabu (3/1/2024).

Namun, langkah pertama pihak pekerja mengajukan perundingan bipartit (perundingan antara pekerja dengan pengusaha) sebanyak dua kali dengan bukti risalah hasil perundingan bipartit tersebut. Nantinya, kalau bersepakat dibuat perjanjian bersama. Seandainya kalau dua kali perundingan gagal atau tidak sepakat maka dibuat surat permohonan mediasi kepada Kadisnaker dengan dilampiri risalah hasil perundingan bipartit.

“Maka  nantinya Disnaker akan meminta klarifikasi kedua belah pihak, antara pihak perusahaan dengan pekerja yang kemudian diarahkan untuk musyawarah mufakat,” tutur Iwan.

Dengan begitu, terlebih dulu kami akan komunikasi dengan UPTD pengawasan ketenagakerjaan untuk mengetahui lebih lanjut dari perusahaan CAI tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan karyawan dari PT CAI meminta hak mereka untuk segera dibayarkan.

Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi tepatnya yang berada di Perum PGRI Ciampea Indah Blok P 5, RT 01 RW 05 Ciampea, Kabupaten Bogor diduga belum memberikan upah bagi para pekerja selama tiga bulan.

Salah satu karyawan yang tidak bersedia disebutkan namanya menejelaskan sudah tiga bulan bekerja  PT CAI namun ia mengaku kecewa lantaran saat ini upahnya belum dibayar.

“Belum dibayar, selama tiga bulan kami dan karyawan lainnya baru menerima upah nilainya variatif. Yang baru diterima relatif kecil,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan diluar lemburan, upah para pekerja diberikan dari PT CAI per harinya yakni sebesar Rp 55 ribu  dihitung total gaji karyawan per bulannya Rp 1.500.000. “Gaji yang akan dibayar bagi para pekerja di setiap tanggal 10. Namun, sejauh ini pihak perusahaan itu hanya bilang bersabar dan bersabar,” jelasnya.

(arip ekon)

Bantuan Pemerintah Ditunggu! Keluarga Acu Memprihatinkan

0

Ciomas | Jurnal Bogor
Kehadiran pemerintah untuk membantu kondisi keluarga Acu (73) dan istrinya Iyah (65) sangat ditunggu-tunggu. Sebab saat ini kondisi ekonomi pasangan pasutri warga Kampung Cibinong, Desa Sukaharja, Ciomas, Kabupaten Bogor ini memprihatinkan.

Selain ekonomi untuk pangan kesehariannya, keluarga ini yang perlu diperhatikan adalah kesehatan keduanya.

Keluarga Acu, Samsul mengatakan, kondisi  keluarga Acu sangat dibutuhkan perhatian dari pemerintah. Mengingat Acu dan istri kondisi kesehatannya sudah menurun, sehingga  belasan tahun tidak dapat bekerja.

“Kondisi kesehatan, pak Acu  komplikasi penyakit sudah 5 tahun sementara kesehatan istri memiliki penyakit asam urat,” katanya, Rabu (3/1/2024).

Dia menjelaskan, Acu sebelumnya bekerja menjadi sopir pengangkut pasir batu kali. Namun karena penyakitnya tidak berujung sembuh sehingga belasan tahun tidak dapat bekerja.

“Kondisi ekonominya memprihatinkan, karena sudah gak bisa  kerja selama 13 tahun,” jelasnya.

Dia membeberkan, meski  Acu memiliki enam orang anak, akan tetapi anak-anaknya sudah berkeluarga yang merupakan bekerja jadi sopir angkot.

 “Anaknya punya enam, tapi anak-anaknya sopir angkot jadi gak bisa memenuhi kebutuhan ibu dan bapaknya,” katanya.

Dia berharap, pemerintah saat ini dapat memberikan keringanan melalui bantuan seperti program UMKM.

“Sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah berupa program UMKM dan BPJS PIB dan rumah yang sekarang ditempat ini sudah tidak layak huni,” pungkasnya.

(andres)