22.4 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 398

Jelang Hari Korpri ke-52, Pemcam Leuwisadeng Lakukan Aksi Bersih-bersih Sampah dan Tanam Ratusan Pohon

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Sampah liar yang menumpuk di bahu jalan raya nasional Kampung Kosol, Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor kembali dibersihkan.

Aksi bersih-bersih sampah liar kali ini dilakukan perangkat daerah Kecamatan Leuwisadeng yang dipimpin Camat Dr.Rudi Mulyana. Skema jelang peringaan HUT ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang jatuh pada 29 November.

Kegiatan cinta lingkungan dengan tujuan  supaya bersih rapi dan nyaman untuk dilihat warga setempat, terlebih tumpukan sampah itu berada di pinggir jalan nasional, jelas sangat menggangu ketertiban umum.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertindak melalui Jumat Bersih (Jumsih) membersihkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar tersebut.

“Kita tadi dengan pimpinan kita Camat dengan semua unsur di satuan organisasi Kecamatan Leuwisadeng, semua ikut serta dan kita berupaya terus membersihkan tempat tersebut. Agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Kasi Trantib Kecamatan Leuwisadeng, Cecep Tramiji seusai melakukan kegiatan tersebut, Kamis (23/11/2023).

Cecep membeberkan, kegiatan sosial bersih-bersih itu berkoordinasi dengan pihak UPT Dinas Lingkungan Hidup (DLH) UPT Leuwiliang dan merespons dengan baik.

“Dalam hal ini kita berkoordinasi dengan DLH dan mereka (DLH) menindak lanjuti, alhamdulillah UPT DLH Leuwiliang merespons baik,” bebernya.

Dia menghimbau melalui spanduk agar oknum warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di tempat tersebut.

“Kita tidak diam saja, karena kebersihan yang paling utama. Dapat dipastikan pembuang sampah ini warga luar Leuwisadeng, kita berikan, karena  kita sempat menangkap kita berikan himbauan dulu. Bilamana nanti himbauan kita tidak diindahkan, kita akan berikan tindak pidana ringan sesuai dengan Perda yang berlaku,” ujarnya.

Setelah melakukan bersih-bersih sampah. Organisasi Kecamatan Leuwisadeng itu melakukan aksi penanaman ratusan pohon kayu jengjeng, jambu biji dan jeruk, di lahan kosong wilayah Kampung Joglo RW 001, Desa Sadeng.

Aksi peduli terhadap alam itu diapresiasi oleh masyarakat setempat, dengan diharapkan kegiatan sosial ini dapat dilaksanakan secara rutin. Untuk memberikan himbauan terkait  sampah sekaligus aksi langsung kepada masyarakat penanaman pohon.

“Terimakasih kepada pihak Pemcam Leuwisadeng sudah melakukan aksi sosial, penanaman pohon dan bersih-bersih sampah di wilayah Desa Sadeng,” kata Sekdes Sadeng Deden.

Diakuinya, bahwa kebersihan adalah sebagian dari pada iman,  untuk itu jika masyarakat merasa dirinya beriman, mari jaga kebersihan lingkungan.

“Menjaga lingkungan dengan melakukan hal yang paling sederhana yaitu tidak membuang sampah sembarangan, dan memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan menanam bibit pohon yang bermanfaat di kemudian hari,” katanya.

(andres)

Gelar Bimtek, Samawa Siap Menangkan Ahmad Wahyudi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Tim Pemenangan Ahmad Wahyudi yang tergabung dalam Sahabat Ahmad Wahyudi (Samawa) Caleg DPRD Kabupaten Bogor, Dapil II dari Partai PPP, menggelar pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Grend Katoomba, Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Kamis (23/11/23).

Peserta Bimtek itu terdiri dari Samawa tingkat kecamatan dan desa yang ada di wilayah dapil 2 Kabupaten Bogor.

Ketua tim Pemenangan Ahmad Wahyudi, Yusuf Rasan menuturkan, bimtek tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para tim pemenangan di masing-masing desa. Sehingga ada peningkatan kompetensi serta kapasitas yang dimiliki dalam rangka persiapan Pemilu 2024 nanti.

“Sehingga Samawa ada strategi pemenangan pada 2024 nanti,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, Samawa harus bisa beradaptasi. Dalam bimtek tersebut ada materi tentang perubahan dan dinamika dalam perubahan di masyarakat.

“Metodenya apa dan caranya seperti apa itu yang akan dibahas dalam bimtek. Jadi tidak bisa statis dalam dinamika politik,” ujarnya.

Lebih jauh ia mengatakan, banyak persiapan yang dilakukan oleh Samawa, baik itu dokumen maupun strategi yang harus dimatangkan. Dengan dinamisasi, maka caranya akan menyesuaikan, termasuk memahami kondisi lokalitas yang butuh proses adaptasi. 

“Misalnya sekarang dengan media sosial dalam strategi pemenangan, termasuk memahami kondisi lokalitas yang berbeda-beda tiap daerah,” tuturnya.

Dia berharap, dengan diadakan Bimtek oleh rekan-rekan Samawa, diharapkan dapat memenangkan dan menghantarkan Ahmad Wahyudi menjadi Anggota Dewan di Kabupaten Bogor.

(nay nur’ain)

Bentuk Dukungan, Rombongan Kepala Desa se – Gunung Putri Bertandang ke DPR RI

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 
Rombongan kepala desa beserta aparat desa se-Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor berbondong-bondong mendatangi Gedung DPR RI. Untuk bergabung dengan aparat desa lain se- Indonesia untuk menyuarakan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014, Kamis (23/11/23).

Ketua Apdesi Kecamatan Gunung Putri, H.Udin Saputra, SH. MM mengatakan, kehadiran dia beserta jajaran untuk berpartisipasi akan apa yang menjadi harapan bagi semua kepala desa se-Indonesia.

“Hari ini, kami keluarga besar kepala desa dan staf desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor ikut serta dalam mendukung perencanaan disahkannya UU nomor 6 tahun 2014, ” kata Udin sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor.

Sementara Ketua DPP Apdesi Surta Wijaya minta Ketua DPR RI Puan Maharani agar mau mengesahkan UU Desa hasil revisi. Dia juga akan mendukung partai-partai yang menyetujui pengesahan UU Desa.

” Hai..para anggota DPR, tolong UU Desa bisa disahkan 5 Desember 2023. Tolong temui kami, jangan sembunyi. Kami akan mendukung partai-partai yang menandatangani persetujuan pengesahan UU Desa,” Seru Surya Wijaya.

Untuk diketahui pada Senin (3/7/2023) lalu, Badan Legislasi (Baleg) DPR menyepakati draf Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (RUU Desa) menjadi usul inisiatif DPR.

Sejak saat itu gelombang unjuk rasa mulai muncul dengan beberapa tuntutan di antaranya soal periode jabatan kepala desa dari 6 tahun menjadi 9 tahun. Selain itu, mereka juga menuntut soal aturan dana desa.

(nay nur’ain)

Khenzi United Fantastis Tembus 8 Besar Liga Sentra Indonesia Seri Nasional 2023

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Langkah Fantastis kembali dilakukan Khenzi United KU -15 dalam perhelatan Liga Sentra Indonesia (LSI) Seri Nasional yang dilangsungkan di Stadion Atang Sutresna, Cijantung, Jakarta Timur.

Tim berjuluk Laskar Niskala yang bermarkas di Ciriung, Cibinong melenggang ke babak 8 besar Liga Sentra Indonesia ( LSI) Seri Nasional 2023.

Khenzi United KU15 berhasil meraih 2 kali hasil imbang setelah bermain tanpa gol melawan Jak ‘ S Soccer ( DKI) dan Bojong Gede ( Jabar ).

” Alhamdulilah kami meraih hasil positif dan melenggang ke babak 8 besar Liga Sentra Indonesia ( LSI) Seri Nasional. Ini berkat kerja keras semua pemain, pelatih, managemen dan semua keluarga pemain yang mensuport Khenzi United dalam ajang LSI 2023,” ujar Iwan Mulyadi yang akrab disapa Ipong, Kamis, 23 November 2023

Lebih lanjut, kata Ipong, dalam babak 8 besar yang akan dilansungkan Jumat 25 November 2023, Khenzi Umited akan meladeni salah satu wakil dari Banten yakni Bhineka FA.

” Semua penain Khenzi United KU15 tengah on fire. Mudah mudahan saat melawan Bhineka FA kami akan kembali mendapatkan poin penting dan melaju kebabak Semifinal,” ucap Ipong.

(asep syahmid)

Kades Muchtar Sidak Pembangunan TPT Program Samisade di Cilebut Timur

0

Sukaraja | Jurnal Bogor
Kepala Desa Cilebut Timur, Muchtar Kelana mengontrol pekerjaan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di wilayah Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Dengan anggaran Rp 205.277.000 juta pembangunan TPT Samisade dengan volume 40 x 4 meter dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan lama pekerjaan 394 Hok, kini hampir selesai.

“Alhamdulillah pembangunan TPT sudah mencapai 90 persen, saya akan pantau terus perkembangan terkait pembangunan tersebut, saya pastikan tidak asal-asalan karena ini anggaran pemerintah untuk masyarakat, ” ujar Muchtar kepada wartawan jurnal Bogor.

Sebelumnya, pembangunan TPT yang berada di wilayah RT01 / RW 05 tersebut mengalami pergeseran tanah karena intensitas hujan tinggi menyebabkan tanah bergeser.

Muchtar menambahkan, “kemarin pembangunan baru tahap 60 persen karena bagian atasanya belum di plester ditambah intensitas hujan tinggi, air hujan nampung di tanah urukan yang mengakibatkan pergeseran tanah,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan terus mengontrol perkembangan pembangunan TPT tersebut, agar tidak terjadi yang tidak diinginkan.

Tidak hanya pihak desa yang mengawasi pembangunan TPT tersebut, masayarakat juga bisa bantu mengawasinya, “ayo kita bareng-bareng mengawasi pembangunan program pemerintah Kabupaten Bogor, karena pembangunan program pemerintah kita juga yang nikmati, ” tutupnya.

(aga alamanda)

Akibat Longsor, Dua Bus Damri di Terminal Leuwiliang Hentikan Operasinya

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Longsor susulan kembali terjadi di dua desa di Kecamatan Leuwiliang, yakni di Kampung Pasir Ipis, Desa Purasari dan di Kampung Cikoneng dan Cigoong, Desa Puraseda.

Longsor susulan yang menimpa jalur utama Leuwiliang menuju perkebunan Cianteun atau sejarak 500 meter dari longsoran pertama pada Selasa (21/11/2023) malam lalu, kembali merobohkan dinding bukit Kampung Pasir Ipis pada Rabu (22/11/2023) malam pukul 21:00 WIB saat hujan lebat melanda wilayah tersebut.

Namun kini, seluruh material longsoran yang mengubur badan jalannya, sudah berhasil disingkirkan oleh tim evakuasi gabungan pada Kamis (23/11/2023) siang 11:00 wib dan sudah membentuk dinding terjal dengan kemiringan 50 derajat.

Kepala Terminal Tipe B Leuwiliang Wahyu Hidayat menerangkan, akibat dua hari berturut turut terjadi musibah longsor yang merobohkan dinding bukit Pasir Ipis di Desa Purasari, Leuwiliang, dua unit bus Damri 3/4 berkapasitas 20 kursi penumpang jurusan Terminal Leuwiliang ke Cikidang, Kabupaten Sukabumi, sementara waktu menghentikan operasinya.

Menurutnya, upaya pihak Damri menghentikan operasinya tersebut, lantaran jalur Pasir Ipis Cianteun Cikidang dinilai masih sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang maupun sopir dan unit kendaraannya.

“Walaupun tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi seluruh material longsorannya, namun kondisi dinding bukit Pasir Ipis masih labil dan masih rawan longsor susulan, termasuk badan jalan yang bekas terkubur longsorannya, masih licin berbahaya,” beber Wahyu kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/11/2023).

Wahyu menambahkan, selain dua unit bus Damri ukuran 3/4 yang selama dua hari tak bisa beroperasi melayani rute penumpangnya dari terminal Leuwiliang ke Cikidang, Sukabumi, begitupun sebaliknya, satu unit Bus Damri 3/4 yang berada di Terminal Cikidang, selama dua hari tak dapat beroperasi ke Terminal Leuwiliang.

“Kami dari pihak Terminal Leuwiliang akan terus memonitoring perkembangannya serta terus berkoordinasi dengan pihak UPT PUPR Jalan dan Jembatan wilayah 5 Leuwiliang terkait perkembangannya,” tukasnya.

Selain longsor susulan melanda bukit Pasir Ipis di Desa Purasari, longsor serupa juga melanda Kampung Cigoong dan Kampung Cikoneng di Desa Puraseda yang mengakibatkan jalan desa terputus sepanjang 5 meter dan melumpuhkan aktivitas warga.

(bayup)

Camat Nanggung Keluarkan Surat Edaran Waspada Bencana

0

Nanggung | Jurnal Bogor
Lantaran kawasan Nanggung, Kabupaten Bogor, masuk dalam daerah rawan bencana, baik tanah bergeser maupun longsor, Camat Nanggung Ae Saepuloh pada 23 November 2023 mengeluarkan surat edaran waspada bencana hidrometerologie dan cuaca ekstrem, serta bencana lainnya kepada 11 kepala desa.

Surat edaran waspada bencana

Surat Edaran Camat Nanggung tersebut juga mengacu pada surat edaran yang dikeluarkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bernomor : 300.2.3 /579 – BPBD yang dikeluarkan 21 November-2023.

Ae Saepuloh mengatakan, dikeluarkannya surat edaran camat untuk 11 kepala desa se-Kecamatan Nanggung, dipicu munculnya perubahan siklon cuaca yang sangat drastis di pertengahan November 2023 ini, yakni dari musim kemarau ke musim hujan, atau tepatnya jelang akhir tahun ini semua warga Nanggung patut waspada pada ancaman La Nina.

“Surat edaran Camat didasari oleh surat edaran yang di keluarkan pihak BPBD Kabupaten Bogor pada 21 November lalu, mengingat wilayah Nanggung dikenal sebagai daerah rawan bencana,” kata Ae Saepuloh kepada Jurnal Bogor.

Menurut Camat, surat edaran tersebut diberikan kepada 11 kepala desa di Nanggung, tak lain agar para kepala desa dapat memberikan himbauan kepada seluruh warga masyarakatnya waspada terhadap potensi bencana yang bakal terjadi seperti angin puting beliung, pohon tumbang, tanah bergeser, longsor, dan lainnya.

“Surat edaran Kewaspadaan bencana ini sangat penting, melihat latar belakang beberapa tahun silam dimana Nanggung pernah diterjang bencana longsor besar yang melanda pada beberapa titik wilayahnya. Ditambah surat edaran ini juga untuk mencegah timbulnya korban jiwa akibat ancaman bencana tersebut,” tukasnya.

Kepala Desa Hambaro H. Firdaos menambahkan, surat edaran waspada yang dikeluarkan Camat Nanggung sudah diterimanya dan langsung ditindak lanjuti.

“Surat edaran waspada bencana dari Pak Camat sudah kami terima dan sudah ditindaklanjuti dengan memanggil semua ketua RT dan RW, termasuk tokoh warga ke desa untuk menggelar rapat waspada dan siaga kebencanaan”,bebernya.

Apalagi di kawasan perbukitan Gunung Sibentang Hambaro ungkapnya, kondisi kontur tanahnya juga labil, jadi warga yang bermukim di kaki bukit Gunung Sibentang wajib ekstra waspada.

“Surat edaran dari Pak Camat  kami sambut baik, dan secepatnya desa akan menggelar rapat bersama para ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat agar turut membantu menginformasikannya kepada seluruh warga masyarakat agar siaga bencana,” pungkasnya.

(bayup)

Jalan Milik Pemkab Bogor di Leuwiliang Nyaris Putus

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Akses jalan Karacak tepatnya di Desa Barengkok, Leuwiliang, Kabupaten Bogor terancam putus. Pasalnya, saluran pembuangan air di bawah jalan tersebut mengalami amblas, dan menyebabkan berlubang ditengah badan jalan dengan kedalaman sekitar 1 meter dan lebar 30 cm.

Saat ini, penggunaan jalan harus bergantian dan hati-hati saat melintasi jalan tersebut. Dikatakan warga sekitar, Iyang, kejadian amblasnya jalan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang terjadi pada Minggu (19/11/2023). Tak sedikit kata dia, pengguna jalan hampir mengalami kecelakaan.

“Ibu-ibu pengendara roda dua hampir jatuh karena tidak mengetahui jalan berlubang. Kami berinisiatif memberi rambu-rambu menggunakan kayu, agar pengendara berhati hati. Tapi sekarang sudah ada rambu-rambu dari PUPR,” katanya, Kamis (23/11/2023).

Dia menjelaskan, bahwa gorong-gorong amblas di badan jalan tersebut akibat wilayah tersebut jadi langganan banjir dan tidak kuat menahan tonase kendaraan.

“Jalanan ini menjadi langganan banjir sampai ketinggian lutut orang dewasa bilamana turun hujan deras dan sampai sekarang pihak terkait tidak mampu untuk menanggulanginya,” jelasnya.

Dia berharap segera ada perbaikan gorong-gorong sebagai antisipasi kerusakan jalan agar akses jalan tersebut tidak terputus.

Mengetahui jalan yang amblas dan berlubang, pihak Kecamatan Leuwiliang sudah melaporkan ke pihak DPUPR Kabupaten Bogor.

“Sudah dilaporkan ke DPUPR haturnuhun infonya,” kata Camat Leuwiliang, WR. Pelitawan.

(andres)

HKN 2023 Berkah Bagi RSUD Leuwiliang Raih Sejumlah Penghargaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Dalam puncak acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 yang digelar di Gedung Auditorium Setd Kabupaten Bogor pada Rabu, 22 November 2023, RSUD Leuwiliang meraih sejumlah penghargaan.

Direktur RSUD Leuwiliang Vitrie Winastri mengatakan, HKN tahun 2023 ini merupakan berkah bagi rumah sakit yang berada di barat Kabupaten Bogor, bagaimana tidak sejak rangkaian HKN ke-59 RSUD Leuwiliang mendapatkan sejumlah penghargaan dan juara pelbagai perlombaan.

“Alhamdulillah RSUD Leuwiliang dipuncak HKN ke-59 yang di gelar di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, mendapatkan tiga penghargaan sekaligus,” tutur Vitrie.

Vitrie memaparkan, penghargaan yang diraih RSUD Leuwiliang diantaranya, Juara 1 lomba video Profil Fasyankes, Juara 2 lomba Fashiom show dan Juara 1 lomba live cooking. Selainitu, RSUD Leuwiliang juga ikut memeriahkan acara puncak HKN dengan menampilkan live angklung.

“Semoga pencapaian ini tidak membuat kami (RSUD Leuwiliang) cepat puas, namun kami akan terus meningkatkan kualitas dari berbagai sisi, baik sisi pelayanan, peningkatan fasilitas dan kapasitas rumah sakit, ketersediaan dokter ahli bedah dan lainnya,” pungkasnya.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, momentum HKN ke-59 menjadi sarana untuk meningkatkan transformasi kesehatan hingga ke pelosok wilayah Kabupaten Bogor.

“Transformasi kesehatan bukan sekedar mengobati, tetapi yang utama adalah pencegahan dengan fasilitas alat kesehatan yang memadai mulai dari tingkat Rumah Sakit, Puskesmas sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan dengan optimal termasuk deteksi dini stunting,” kata bupati.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina menerangkan, Hari Kesehatan Nasional ke-59 menjadi sarana memperkuat sinergi antara organisasi profesi, rumah sakit, puskesma juga klinik di Kabupaten Bogor.

“Bertepatan dengan HKN ini kami akan bergerak bersama mewujudkan transformasi kesehatan untuk Indonesia maju yang melayani dengan hati,” terang Mike.

(yev/rls)

Revisi Perbup Pembatasan Waktu Operasional Kendaraan Truk Tambang Ditentang Warga Cigudeg

0

Cigudeg | Jurnal Bogor
Peraturan Bupati (Perbup) nomor 120 tahun 2021 tentang pembatasan waktu operasional kendaraan truk tambang pada ruas jalan di wilayah Kabupaten Bogor yang direvisi baru-baru ini menimbulkan pro-kontra. Salah satunya, warga Cigudeg menentang Perbup tersebut.

Pasalnya, Perbup 120 dinilai berdampak terhadap kondisi sopir truk dan para buruh kasar atau yang biasa disebut pekerja pangkalan batu yang disebut memprihatinkan.

“Saya selaku  warga Cigudeg merasa peduli dan prihatin terhadap nasib sopir truk dan pekerja kasar,” kata warga bernama Bayu, Kamis (23/11/2023).

Bayu membeberkan, tidak merasa keberatan akan Perbup itu jika memang putusan tersebut adil untuk kepentingan seluruh warga Kabupaten Bogor, bukan hanya untuk sebagian warga.

“Saya keberatan atas revisi Perbup 120 tahun 2021, dimana pembatasan jam operasional di tambah yang semula pukul 20.00 wib – 05.00 wib, sekarang menjadi 22:00 – 05:00 wib. Tentu itu akan berpengaruh terhadap semua warga, bukan hanya warga Cigudeg dan sopir truk tapi saya juga merasa itu akan berpengaruh untuk ekonomi sebagian warga,” bebernya.

Dia menjelaskan, bahwa Perbup Kabupaten Bogor yang telah direvisi beberapa hari lalu itu bertentangan dengan makna dan arti pentingnya pekerjaan bagi setiap orang. Yang tercermin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu.

“Dalam UUD itu, bahwa setiap warga negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan,” jelasnya.

Selain  itu kata dia, perbup tersebut, tidak akan efektif jika masih ada oknum yang diduga melakukan pungli yang meloloskan truk melintas di jam tayang.

“Pembatasan dari pukul 20:00 -05:00 wib pun saya rasa cukup untuk membatasi, jangan ditambah. Karena meskipun ditambah, saya tegaskan pembatasan jam tayang tidak akan efektif jika masih ada oknum yang diduga pungli untuk meloloskan truk yang melintas,” katanya.

Dia menegaskan, dirinya akan melakukan gugatan terhadap Perbup yang direvisi tersebut.

“Dalam waktu dekat saya akan melakukan gugatan ke PTUN atas dasar Perbup tersebut yang bertentangan dengan UUD 1945 pasal 27 ayat (1) dan (2),” pungkasnya.

(andres)