24.1 C
Bogor
Monday, April 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 360

Jaro Ade Optimis Pj Bupati Bogor Bisa Selesaikan Persoalan Parung Panjang

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Tokoh Masyarakat Kabupaten Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade menilai, Penjabat (Pj) Bupati Bogor Asmawa Tosepu bakal lebih mudah menyelesaikan persoalan di Kecamatan Parung Panjang.

Menurut Jaro Ade, alasan mendasarnya adalah karena memiliki pemangku kebijakan baik di Kota, Kabupaten dan Provinsi yang dijabat oleh Pj, merupakan pejabat di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu akan mempersingkat birokrasi antara Pemkab Bogor, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten dan DKI Jakarta untuk menuntaskan persoalan infrastruktur di Kecamatan Parung Panjang.

“Kondisi hari ini lebih baik di clear kan kembali, di normalkan kembali. Contoh, sekarang kan Pj Gubernur DKI, Jabar dan Banten itu kan langsung dari Kemendagri, istilahnya orang-orang pusat, termasuk Pj Tangsel dan Pj Bupati Bogor. Jadi bisa lebih mudah untuk duduk bersama untuk membahas terkait persoalan infrastruktur di Parungpanjang,” ujar Jaro Ade usai menghadiri serah terima jabatan Pj Bupati Bogor di Gedung Tegar Beriman, Minggu (31/12/23).

Pria yang akrab disapa Kang JA itu menuturkan, jika formasinya sudah seperti ini, segala regulasi akan lebih mudah ditempuh. Apalagi sesama pejabat di Kemendagri, maka jika Pj Bupati Bogor berkomunikasi dengan Pj Gubernur DKI Jakarta untuk meminta Dana Hibah yang akan digunakan membangun infrastruktur di Parung Panjang, akan mudah direspon.

“Jadi menurut saya Pj Bupati melakukan komunikasi dengan Pemerintahan DKI mau minta hibah berapapun dikasih. Untuk apa, untuk membangun jalan di Parungpanjang agar di perlebar, nanti mobil besar kalau ada yang mogok bisa dipinggirkan jadi tidak mengganggu jalan utama,” katanya.

“Namun segala regulasi aturan harus di sinkronkan terlebih dahulu antara kebutuhan Kabupaten Bogor dengan Tangerang dan Jakarta,” sambungnya.

(asep syahmid)

Asmawa Tosepu Apresiasi Pelaksanaan Pergantian Malam Tahun Baru Berlangsung Kondusif

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Meskipun baru dilantik dan melakukan Sertijab sebagai Penjabat Bupati Bogor, pada akhir pekan lalu, Asmawa Tosepu langsung bekerja dan memantau situasi malam tahun baru di beberapa titik yang ada di Kabupaten Bogor.

Mantan Pj Walikota Kendari ini langsung melakukan pemantauan langsung situasi malam pergantian tahun.

Saat melakukan pemantauan situasi malam tahun baru Pj.Bupati Bogor didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran kepala perangkat daerah dan camat, mengunjungi beberapa titik Pos Pengamanan (Pos Pam) di wilayah Kabupaten Bogor, Minggu, 31 Desember 2023

Di Pos Terpadu Simpang Gadog Polres Bogor, Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu bersama Forkopimda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengikuti zoom meeting pemantauan dan pengecekan malam pergantian tahun baru.

Pada kesempatan tersebut, Pj.Bupati Bogor dan jajaran Forkopimda mengikuti arahan dari pemerintah pusat terkait pengamanan malam tahun baru.

Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menjelaskan, malam ini kami mengikuti rapat secara virtual yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, yakni dari Kementerian Perhubungan, Kapolri, Panglima TNI, dan instansi terkait lainnya, dalam rangka monitoring pelaksanaan pergantian tahun baru.

“Selanjutnya melalui command center yang ada di Pos Terpadu Simpang Gadog ini terlihat pengendalian jalur lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor dapat dilakukan dengan baik,” jelas Asmawa.

Asmawa mengungkapkan, setelah melakukan pemantauan di Pos Terpadu Simpang Gadog, Pj Bupati Bogor melanjutkan pemantauan ke beberapa Pos Pam untuk memastikan malam pergantian tahun baru di Kabupaten Bogor berlangsung aman dan kondusif. Sehingga masyarakat bisa menikmati kegiatan pergantian tahun baru ini dengan nyaman.

“Pemantauan Pos Pam kami lakukan diawali dari Pos di Cibinong, Citeureup, dan di Ciawi. Saya melihat koordinasi antar stakeholder, antara elemen masyarakat, termasuk petugas keamanan di tiga wilayah tersebut sudah berjalan baik,” ungkap Asmawa.

Ia menambahkan, bukan hanya aparat pemerintah dan aparat keamanan saja yang terlibat, namun kelompok-kelompok masyarakat pun turut berkontribusi untuk membantu mengendalikan dan mengamankan pelaksanaan malam pergantian tahun baru.

“Saya pikir ini adalah contoh yang baik, dimana kita bisa berkolaborasi untuk melayani masyarakat,” tandas Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan, dirinya bersama Pj. Bupati, Dandim 0621, unsur Pemkab Bogor, TNI dan Polri, serta pihak terkait melakukan pemantauan langsung rekayasa lalu lintas yang dimulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB esok hari.

Menurutnya, dibandingkan tahun lalu, tahun ini ada kenaikan volume kendaraan yang memasuki wilayah Puncak, kenaikannya kurang lebih 8.000 kendaraan.

“Alhamdulillah lalu lintas saat ini kondisinya sangat sepi karena pemberlakuan Car Free Night ke arah Puncak. Jadi dapat dikatakan, secara umum kondisinya sangat kondusif, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah Puncak yang melaksanakan perayaan pergantian tahun baru bisa berjalan dengan baik,” kata AKBP Rio.

(Asep Syahmid)

Amankan Nataru, Polsek Nanggung dan Stakeholder Apel Gabungan

0

PT Antam: Ini Bentuk Sinergitas Dengan Stakeholder

Nanggung l Jurnal Bogor

Memasuki natal dan tahun baru (Nataru) 2024, kepolisian dari Polsek Nanggung, bersama stakeholder diantaranya anggota Koramil Nanggung serta petugas dari Polisi Pamong Praja (Pol PP) begitu juga perwakilan pihak PT Antam Tbk, UBPE Pongkor hadir pada gelar apel gabungan, Minggu (31/12/2023).

Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa mengatakan memasuki pergantian tahun baru rutinitas apel gabungan dilakukan guna kesiapan pengamanan pergantian tahun baru 2024.

Patroli keliling telah dilakukan pada perayaan Natal dan sekarang inu tahun baru keamanan di wilayah hukum Nangguan terus ditingkatkan.

Patroli gabungan digelar di titik kumpul tepatnya di Jalan Ace Tabrani pertigaan Lukut.

Terlebih ramah tamah dan silaturahmi dengan sejumlah stakeholder Kecamatan Nanggung berikut perwakilan PT Antam berlangsung di Aula Mapolsek Nanggung.

“Pengamanan Nataru merupakan tugas rutin yang harus kita pastikan berjalan aman, nyaman dan lancar,” ujar Kapolsek Nanggung Iptu Ade Kamsa, kepada Jurnal Bogor.

“Alhamdulillah untuk wilayah Nanggung tidak adanya kejadian menonjol. Termasuk pelarangan peredaran obat keras daftar G,” ujarnya.

Arif Rahman Saleh Manager CSR PT Antam Tbk, UBPE Pongkor yang hadir pada apel gabungan mengakui pentingnya membangun sinergitas dengan stakeholder Kecamatan Nanggung.

“Dengan sinergitas, tentu akan memudahkan pencapaian program di masyarakat,” ujarnya.

Dengan support serta daya dukung semua unsur menurutnya, diharapkan sejumlah program PT Antam akan tepat sasaran.

(Arip Ekon)

Pj Bupati Bogor Diminta Aktivis Lingkungan Hidup Bogor Raya Konsen Pemulihan Lingkungan

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Masalah lingkungan telah menjadi isu global dan perlu mendapat perhatian serius. Aktivis Lingkungan Hidup Bogor Raya, Sabilillah, berharap kepada Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosefu yang menggantikan Iwan Setiawan dalam mengemban amanat tugasnya harus lebih fokus pada program pemulihan lingkungan hidup, kualitas udara atau oksigen, lahan kritis pertanian, irigasi, sungai, bantaran sungai setu, hutan, dan melestarikan sumber daya alam yang terkandung di Bumi Tegar Beriman.

“Setelah dilantik kemarin dan Sertijab hari ini, tentunya dalam menjalankan tupoksinya nanti kami harapkan kepada beliau untuk dapat bersama-sama elemen masyarakat melakukan yang terbaik bagi kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Bogor,” harapnya, Minggu (31/12/2023).

Sabilillah juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat untuk bersinergi dengan Pj. Bupati Bogor khususnya dalam rangka kampanye kelestarian lingkungan hidup, kontrol sosial sebagai upaya mencegah alih fungsi lahan dan hutan, serta melakukan aksi nyata di 40 kecamatan.

(yev/rls)

Tsyakuran Milad Ke-33 ICMI Tahun 2023

0

Bismillahir Rahmanir Rahiem
Kamis pagi tanggal 28 Desember 2023, bertempat di ruang Eqiulibrium Fakultas Ekonomi Manajemen (FEM) IPB University Kampus IPB Dramaga Kabupaten Bogor, telah dilangsungkan pemotongan masakan Tumpengan dalam rangka memperingati hari yang bersejarah ulang tahun (Milad 33 thn,  7 Desember 1990-2023), lahirnya organisasi kemasyarakatan Islam,yang merupakan wadah komunitas intelektual Islam, yang bernama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia, disingkat ICMI.

Dalam acara seremonial, momentum pemotongan Tumpeng oleh Ketum MPP ICMI, Prof.Arif Satria didampingi oleh Wakil Ketua dan Wakil Sekretaris Dewan Pakar ICMI, Prof.Didin S Damanhuri dan Dr.H.Apendi Arsyad (Salah seorang pendiri ICMI di Malang thn 1990), serta Dr.Irfan Suike Beik, ahlulbait.

Terus terang, kehadiran saya di acara Milad 33 ICMI yang dihadiri para Pengurus ICMI Pusat antara lain bpk.Prof.Fahmi , ibu Prof Poico, bpk Dr. Cewan, dkk, sedangkan dari pimpinan IPB University hadir para Wakil Rektor dan para Dekan, serta sejumlah 40-an mahasiswa FEM IPB University secara offline, mereka memenuhi ruangan Equilibrium, dan diikuti ratusan peserta Diskusi secara online (hybrid). Ada juga dari mahasiswa Program Pascasarjana IPB dan non-IPB seperti mahasiswa S2 UI Jakarta yang ikut bertanya.

Sebebar Acara Milad 33 tahun ICMI, seharusnya tanggal 7 Desember 2023, direncanakan di Kantor Kemenko PMK RI Jakpus, tapi gagal, sempat 2 kali tertunda penyelenggaraannya, mengingat begitu banyak agenda ICMI Nasional dalam situasi kampanye Pilpres dan Pileg menjelang 14 Februari 2024.

Tetapi alhamdulillah, kemudian berkat dukungan dan kerjasama antara FEM IPB University, Dewan Pakar Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama MPP ICMI, berhasil melaksanakan kegiatan Diskusi Akhir Tahun 2023 dengan tema “Refleksi Dinamika Perjalanan Bangsa Tahun 2023 dan Proyeksi 2024 secara hybrid. Mereka yang mengisi acara adalah :

1. Prof.Dr.Arif Satria, Rektor IPB University/Ketum MPP ICMI, sebagai Keynote Speech. Beliau adalah salah seorang tokoh pemimpin nasional, yang cukup diperhitungkan untuk saat ini, insya Allah di masa depan Prof Arif Satria seorang yang produkrif berkarya di bidang akademis, dan sukses memimpin Perguruan Tinggi Negeri IPB University, dengan sejumlah penghargaan nasional dan internasional, sehingga beliau berhasil dinobatkan sebagai pemimpin PTN yang berprestasi peringkat nomor satu pada thn 2022 oleh Mendikbudristek RI.

Sekarang beliau sejak Desember 2021 sd 2026, diberi amanah sebagai Ketua Umum MPP ICMI. Menurut catatan saya, ICMIlah yang pertama kali di Indonesia, mempelopori, memilih pemimpin di forum Maktamar ICMI ke-7 di Bandung tahun 2021 yang lalu, diambil dari kalangan kaum muda, kepemimpinan millenial, bernama Arif Satria, karena reputasinya, visioner, transformatif leader dan berdedikasi tinggi serta berakhlaq mulia, insya Allah kedua institusi sosial yang dipimpin mas Arif, yakni ICMI berjaya dan IPB University Digdaya, insya Allah,

2. Dr.Irfan Syauqi Beik, Dekan FEM IPB University, Ilmuwan Terkemuka Ekonomi Syariah, beliau pada acara pembukaan memberikan sambutan selamat datang (welcome speech). Untuk diketahui dan saya tahu bahwa adinda Irfan adalah mantan Ketua BEM IPB awal Reformasi thn 1994,  aktivis demontran di gedung DPR-MPR RI, Senayan Jakarta, dan beliau putra sulung Alustadz Prof.Dr.KH Didin Hafidhudin MS, guru agama Islam saya di TPB IPB tahun 1980.

3. Adapun Narasumber kegiatan Diskusi akhir tahun 2023, adalah:

(a). Prof.Dr.Didin S Damanhuri, MSc, Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI Pusat, Guru besar IPB, beliau penulis 63  buku, terutama yang berkaitan dengan bidang keilmuan ekonomi politik, pemikiran beliau banyak menghiasi opini publik nasional, pada massmedia mainstream dan media sosial, tetakhir di acara Silaknas ke-33 ICMI, di Makasar Sulsel, beliau diberikan penghargaan Life Time Achievement sebagai cendekiawan muslim yang kritis, berani, produktif dengan gagasannya yang original dan bernas, sehingga mewarnai wacana publik tentang arah pembangunan dalam perspektif Ipoleksusbudhankam.

(b) Dr.Adian Husaini, Ketua Umum DDII Pusat dan Dosen Sekolah Pascasarjana UIKA Bogor, serta penulis sejumlah buku, terutama tentang dinamika peradaban Islam, dan

(c) Prof.Dr.Yusman Saukat, GB FEM IPB University, mantan Dekan FEM IPB sebelumnya, memiliki karya produktif bidang ekonomi pertanian, terutama pangan, dan

(d) Faiz Nursyahbari, mahasiswa semester 5 FEM IPB University, kini menjabat Ketua BEM FEM IPB, selaku The Voice of Student.  Anak muda ini, menurut pengamatan saya, sewaktu mempresentasikan materi PPT-nya, mahasiswa cerdas mampu mengupas dinamika, kinerja dan berbagai problematika sosial pembangunan ekonomi nasional, khususnya masalah investasi, bisnis industri dan perdagangan. Saya terkagum-kagum menyimak berbagai gagasan, dan bahkan saya sempat terbersit dalam hatiku, wah inilah salah seorang sosok calon pemimpin masa depan Indonesia Emas tahun 2045, insya Allah.

Menurut cacatan saya forum diskusi, sungguh menarik dan demikian banyak data dan informasi, baik dalam kerangka berpikir makro (Prof.Didin S Damanhuri) dan kerangka mikro (Prof.Yusman Saukat), serta pendekatan dan mahzab ekonomi (aspek material, Prof Didin dan Prof.Yusman) dan nonekonomi, spiritual, system nilai, norma dan akidah agama Islam, Dr.Adrian Husaini), telah mampu mengungkap peta (dinamika) perjalanan nasib bangsa selama tahun 2023, dan memprediksi kondisi Indonesia tahun 2024 mendatang.

Adrian Husaini mengkritik bahwa pendekatan pembangunan nasional lebih berat berorientasi pada aspek material ekonomi, ketimbang aspek spiritual, tidak ada keseimbangan. Ibarat syair lagu Indonesia Raya..”bangunlah jiwanya, bangunlah badannya..”, tetapi dalam praktiknya dalam aktivitas pembangunan hanya dibangun badannya, jiwanya diabaikan dan hilang.

Kesimpulannya bahwa proses pembangunan yang berlangsung tanpa peradaban, dinama etika, moralitas, falsafah dan ideologi berbangsa dan bernegara diabaikan oleh para elite penguasa (the ruling party) saat ini.

Demikian banyak praktik penyelenggara negara baikboleh Kementerian maupun Lembaga Negara (K/L) melakukan penyimpangan dan bahkan bertentangan dengan konstitusi negara pasal-pasal UUD 1945, lihat antara lain: kasus Perwira Tinggi Kepolisian Ferry Sambo membunuh ajudannya Yoshua akhirnya dihukum mati, kemudian mendapat grasi dari Presiden RI menjadi hukuman seumur hidup, Kepolisian, kasus Anwar Usman, Ketua MK RI melakukan pelanggaran etika berat, meloloskan Gibran Rakabuming Raka anak Presiden RI Jokowi menjadi Cawapres RI tahun 2024, mendukung dinasti politik, yang akhirnya dipecat oleh Majelis Kode Etik MK RI. Dan terakhir kasus grafitasi Ketua KPK RI Firly Bajuri, dengan Yasin Limpo Mentan RI sangat memalukan, lembaga pemberantasan korupsi tetapi pimpinan KPKnya koruptor, sskarang sudah diberhentikan Presiden RI, tragisnya Firly tidak dipecat. Padahal sudah jelas-jelas melanggar kode etik KPK RI.

Keempat narsum forum diskusi Refleksi Akhir tahun 2023 dan proyeksi Indonesia tahun 2024, telah memaparkan melalui pendekatan teori,  konsep dan mahzab ekonomi politik, ekonomi pertanian-gizi pangan dan ilmu sosial-sejarah peradaban masyarakat bangsa, dengan menggunakan basis data dan informasi yang akurat yang dipublish oleh lembaga resmi nasional dan internasional yang terpercaya. Selanjutnya dianalisa kecenderungan apa hasil atau dampak yang sedang dan akan terjadi, sehingga diperoleh kesimpulan yang harus menjadi perhatian pengambil keputusan (decition maker) negara-bangsa ini.

Mereka, para panelis telah membeda kondisi Indonesia berdasarkan sains, data yang valid dengan menggunakan parameter dan sejumlah indikator seperti indeks atau rasio: tingkat kemiskinan dan pengangguran meningkat, persepsi korupsi meningkat, ketimpangan sosial tinggi (angka Gini Ratio berkisar 0.4, lampu merah), IPM menurun (daya beli, pendidikan dan kesehatan), indek gizi buruk anak dan tengkes (Stunting) masih tetap tinggi 27 persen masih diatas standar WHO, indek Pangan (indek kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan melemah), indeks kebahagiaan rendah, utang negara membengkak, penegakan hukum lemah dan terjadi carut marut dalam prakteknya, indeks persepsi demokrasi jeblok, indek penegakan HAM melemah, dll.

Jadi, dewasa ini dapat dikatakan, dinamika perjalanan Indonesia selama 5 tahun terakhir telah terjadi gejala sosial negatif, memburuk, abnormal, anomali dan paradoks.

Kesimpulannya kondisi dinamika pembangunan Indonesia pada tahun 2023 bahkan 5 tahun terakhir mengalami kemunduran dalam berbagai aspek Ipoleksosbudhankam. Dengan kata lain Indonesia termasuk negara “midle income trap”, pertumbuhan ekonomi (economic growth) melambat, selama beberapa tetap rendah dibawa angka rata-rata 5 persen per tahun, bahkan diproyeksikan tahun 2024, jika tidak ada koreksi dan nihil terobosan berupa inovasi regulasi dan public policy yang jitu, maka  Indonesia bisa menjadi negara gagal (fail state) dalam mensejahteraksn rakyatnya pada tahun mendatang (Damanhuri, 2023). 

Apalagi utang negara semakin membesar melebihi Rp 8000 triliun, setiap bayi lahir sudah dibebani utang, muncul ketergantungan kepada negara tertentu seperti China,  diperparah lagi dengan indeks persepsi korupsi yang juga semakin memburuk, disinyalir berkitar angka 57 persen alokasi pendanaan proyek nasional berasal APBN mengalami kebocoran di birokrasi.

Oleh karena itu, saya pun menanggapi gejala-gejala sosial yang mengkhawatirkan tersebut, dan bertanya kepada Narsum, bahwa solusinya adalah perubahan untuk kemajuan (restorasi) dengan menggantikan regim yang,tengah berkuasa saat ini dengan Presiden RI yang baru visioner, berpengalaman, dari kalangan terdidik dan terpelajar.

Mudah-mudahan paslon Capres-Cawapres RI bisa terpilih  pada Pemilu tanggal 14 Februari 2024 mendatang  yang berazaskan langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber) dan jujur dan adil (jurdil) benar-benar terlaksana, alias tidak terjadi kecurangan Pemilu 2024. Kita wajib membangun masyarakat saling mempercayai (trust society), bukan defisit trust, agar persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia Raya tidak tercabik-cabik. Oleh karenanya para Paslon Capres dan Cawapres RI yang bertarung pada Pemilu thn 2024, jadilah negarawan sejati, dengan menjunjung tinggi azas Pemilu Luber dan Jurdil.

Opini yang saya lontarkan ini, direspons positif oleh para peserta diskusi dan narsun. Jadi momentum Pilpres 2024 adalah solusi yang tepat untuk mencegah jangan terjadinya negara yang gagal (fail state) dan selalu berada dalam kategori negara “midle income trap.

Kita harus menemukan dan memilih pemimpin negara-bangsa yang terbaik, yang menguasai ipteks, berimtaq, berpengalaman dalam politik kenegaraan, taat konstitusi UUD 1945 dan pernah sukses dalam birokrasi Pemerintahan, profesional, jujur (berintegritas tinggi dan bertsnggungjawab dalam mengemban amanat penderitaan rakyat, berupa kekuasaan dan wewenang (power and authority) yang cerdas dan bijaksana.

Demikianlah catatan singkat, disimak pokok-pokok pikiran yang berkembang dalam forum diskusi kerjasama MPP ICMI, Wankar DDII dan Dekanat FEM IPB University dalam rangka Refleksi Akhir Tahun 2023, diselenggarakan tempo hari, bertempat di.kampus IPB Darmaga Bogor.
Syukron barakallah
Semoga bermanfaat, Aamiin3 YRA.
Wassalam

====✅✅✅

Penuilis: Dr.Ir H Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Dewan Pakar ICMI Pusat merangkap Ketua Dewan Penasehat ICMI Orwil Khusus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Krikus Sosial)

Perspektif  “Slepet-nomic”: Core Value Koperasi Indonesia

0

Jurnalinspirasi.co.id –  Menarik membaca postingan Slepet-nomic yang dilontarkan ide dan konsep dasarnya oleh Prof Didin S Damanhuri, yang sempat viral di media sosial. Saya tertarik memberikan respons, sehingga lebih terang ke arah mana cita-cita kehidupan bermasyarakat, berbangasa dan bernegara kita. Apakah salah jalan (sesat) dan atau kita berada pada jalan yang benar (on the track)?

Tulisan “Slepec-nomic” ini sesuai dengan sebagian konten disertasi saya, studi pada masyarakat nelayan artisanal (coastal fishery) di Barelang, Kepulauan Riau, fokus studi saya tata kelola sumberdaya pesisir berbasis kearifan lokal  (local wisdom) seperti sistem kelembagaan Kelong pada masyarakat pesisir, sebenarnya itu bagus (best practices), akan tetapi terabaikan dalam proses pembangunan (modernisasi perikanan tangkap).

Ekonomi masyarakat tradisional berbasis kearifan lokal (local wisdoms) berkontribusi dalam 2 aspek atau dimensi yaitu (1) keberlanjutan, pelestarian atau konservasi sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil terpelihara dengan baik dan lingkungannya yang sehat (sustainable fisheries development) dan (2) pemerataan dan keadilan sosial (social equity and justice).

Hal ini dalam pola interakasi sosial masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil yang hidup rukun, damai dan harmoni. Mereka mau hidup berbagi hasil tangkapan ikan yang dipungut di perairan laut hak milik bersama (common propeerty right) seperti yang terjadi di Ambon adanya sistem kelembagaan Sasi Laut etc.

Menurut pendapat saya terjadinya ketimpangan sosial ekonomi masyarakat Indonesia, yang ditunjukan oleh tingginya angka gini ratio sebesar 0.38 sd 0.42. Hal ini mengindikasi kehidupan masyarakat dalam aspek pendapatan keluarga (household income)dan hak kepemilikan aset pribadi (private property right) serta akses terhadap sumberdaya alam dan ekosistemnya semakin menurun bahkan menghilang (punah), akibat dipraktekannya sistem ekonomi kapitalistik, individualistik dan liberal, sehingga mengeksploitasi sumberdaya milik umum (common property natural resouce). Karena regim yang berkuasa lebih cenderung memberi akses dan kesempatan berinvestasi kepada private coorporate, yang nama aktornya oligarki.

Ekonomi sistem kapitalistik dan neoliberalisme inilah yang merupakan faktor penyebab utama terjadi kemiskinan, pengangguran tinggi yang berujung pada ketimpangan dan kesenjangan sosial yang amat tinggi (lampu merah, indeks gini ratio rata-rata 0.4. Kemudian pertumbuhan ekonomi melambat, dan 5 tahun terakhir tetap dibawa 5 persen, maknanya kondisi perekonomian nasional masih terkategori “midle income trap”, jika tidak ada terobosan kreatifitas dan inovasi, menurut Prof.Didin S Damanhuri, tahun 2024 Indonesia termasuk negara yang gagal (fail state) dalam mensejahterakan rakyatnya, yang berkeadilan dan berkemakmuran bersama, bukan kemakmuran orang perseorangan sebagaimana terjadi gejala sosialnya saat ini, zaman Now.

Hal ini terjadi akibat public policy dan regulasi perekonomian nasional yang dipraktikan rezim Jokowi, bias konstitusi negara RI UUD 1945 khususnya pasal 33 dan pasal 34 (bab Kesejahteraan Sosial) diabaikan dan atau sengaja ditabrak, akibar kuatnya cengkraman penguasa besar (oligarky).

Mereka segelintir oligarki sudah ikut bermain dan mewarnai serta menentukan public policy dan regulasi ekonomi negeri ini.  Hal ini akibat demokrasi langsung, liberal dan padat modal (high cost) untuk bisa ikut peserta Pemilu (Pileg, Pilpres dan Pilkadal) untuk menduduki singgasana Kekuasaan, jabatan publik di negeri ini.

Beberapa contoh dampak pemilu berbiaya tinggi (melanggar bunyi Sila ke 4 Pancasila) yang secara kasat mata lahirlah  UU Omnibuslaw Cipta Kerja, yang ditentang kaum buruh, tapi gagal sehingga UU ini diplesetkan UU Cilaka, karena menyebabkan malapelata bagi kehidupan buruh. Salah satu substansi UU “Cilaka” tersebut adalah..”karpet merah buat oligarki, sedangkan buruh adalah keset, alas kakinya. “. Yang ada dalam regulasi tersebut diskriminasi policy, bukan affirmatif policy terhadap ekonomi kerakyatan, small entreprice di sektor pertanian, kerajinan dan usaha jasa-jasa lain yang dikelola rakyat banyak di perdesaan, termasuk sektor informal di kawasan perkotaan.

Demikian pun UU IKN, UU Minerba, UU Kesehatan dll, sangat kental sekali kontennya pro oligarki, kapitalisme, bahkan pro asing dan aseng. Berbagai UU yang disyahkan dan diberlakukan pada masa periode kedua kekuasaan Presiden RI Jokowi, dapat disimpulkan bahwa sekarang masa keemasan perekonomian oligarki, dan memarginal ekonomi kerakyatan, KUKM-Kop berbasis usaha bersama (badan usaha Koperasi) umtuk meraihkan kemakmuran bersama rakyat sebesar-besarnya (bagian penjelasan pasal 33 UUD 1945 asli yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945).

Sistem perekomian nasional kita, Indonesia yang seharusnya menterjemahkan falsafah dan ideologi Pancasila, serta konstitusi negara UUD 1945, praktis diabaikan.

Lihat saja pada dokumen visi dan misi Capres RI pada pemilu pilpres thn 2019, dan pemenang pilpresnya pasangan Capres dan Cawapres RI bpk Joko Widodo-KH Makruf Amin, hampir tidak ada (nihil) dibicarakan atau dalam bentuk tertulis dalam dokumen Nawacitanya yaitu membangun perekonomian nasional berbasis  Badan Usaha Koperasi. Dan Koperasi Indonesia sebagai soko guru perekonomian nasional praktis terlupakan, alias tidak masuk dalam mindset para elite politik negeri ini yang tengah berkuasa.

Padahal Sistem Ekonomi Koperasi sebagaimana dicetuskan oleh proklamator RI dan Bapak Koperasi Indonesia bpk Dr.Muhammad Hatta, Wapres RI pertama, Koperasilah yang sesuai dengan akar budaya bangsa (tradisional, local wisdoms)yang menyatu dengan sebagian  kultur modern yang diadopsi dari negara-negara Barat (western countries).

Artinya sistem perekonomian nasional Indonesia sebagai dipikirkan dan dicita-citakan bpk bangsa Dr.Muhammad Hatta yang merumuskan konsep pasal 33 UUD 1945, bahwa dengan berusaha melalui sistem kelembagaan Badan Usaha Koperasilah, sila ke 5 Pancasila yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, hanya bisa dicapai.

Dengan makna lain, dengan berkoperasi pembangunan berkelanjutan nasional (National Sustanaible Development) sebagaimana disepakati dan dideklarasikan di PBB dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) hanya pilihan strategi dan pendekatan program dan kegiatan pembangunan yang cerdas dan tepat adalah Badan Usaha Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, diantara core valuenya Koperasi Indonesia itu adalah “Slepet-nomic” yang dipromosikan Prof.Didin S Damanhuri, ilmuwan dan pakar ekonomi politik, GB IPB University, beliau adalah guru dan mentor saya.

Demikian tanggapan saya tentang artikel Prof.Didin S Damanhuri mengangkat ide dan perspektif “Slepet-nomic” yang pernah disampaikan Cawapres RI thn 2024 Cak Imin, candaan “Slepet” dalam kurtur santri, sehingga akhirnya menjadi wacana publik yang cukup menarik. Semoga adanya diskursus ini, semakin membuka pola pikir kita, untuk kembali ke jatidiri bangsa yakni Koperasi Indonesia. Walaupun saya sadar bahwa nomenklatur Koperasi sebagai amanah konstitusi sering terlupakan.

Baru-baru ini saya ikut Konperensi Dialog Capres RI thn 2024 di IICC IPB University, Kota Bogor, dan Silaknas ICMI thn 2023 di Kota Makasar Sulsel, Oktober 2023, hampir tidak ada ketiga orang Capres RI 2024 mengangkat isu pembangunan Koperasi Indonesia sebagai basis perekonomian nasional. Faktor sistem kelembagaan berbasis kerakyatan, local wisdoms nyaris terabaikan dan terlupakan, bahkan ada yang sudah alergi dengan nomenklatur Koperasi.

Jika mindset ini terus lestari dalam benak kita, dan hinggap di kalangan the ruling party, elite parpol dan para penyelenggara negara, maka saya agak pesimis bagaimana kita sukses memperjuangkan pembangunan yang berkeadilan, yang menjadi jargon Capres RI 2024 ARB yang mengusung perubahan. Semoga menjadi perenungan kita bersama anak bangsa dipenghujung tahun 2023 sekarang ini.
Selamat Tahun Baru 2024, insya Allah Indonesia berubah kearah kemajuan yang beradab.
Syukron barakallah
Wassalam

====✅✅✅

Penulis: Dr.Ir H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Wasek Wankar ICMI Pusat merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial)

Ada Potensi Hujan di Malam Tahun Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bagi yang akan merayakan tahun baru di luar rumah persiapkan mengantisipasi turunnya hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan mayoritas kota besar di wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan pada malam pergantian tahun baru 2024.

“Terpantau ada sirkulasi siklonik di wilayah pesisir Kalimantan Barat yang dapat mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan yang cukup signifikan di sekitar wilayah tersebut,” kata prakirawan BMKG Yuni Maharani dalam penyataannya dikutip dari RMOL, Minggu (31/12/2023).

Di Pulau Sumatra, hujan ringan berpotensi turun di Kota Padang, Medan, dan Pangkal Pinang. Kemudian hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Kota Tanjung Pinang, Bandar Lampung, dan Bengkulu.

BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir di wilayah Pekanbaru, Palembang, dan Jambi. Sementara itu, langit berawan diperkirakan hanya menyelimuti wilayah Banda Aceh.

Di Pulau Jawa potensi hujan ringan ada di Jakarta, Semarang, Surabaya; hujan sedang di Serang dan hujan lebat di Yogyakarta. Sedangkan hujan petir diperkirakan mengguyur Kota Bandung.

Di Kepulauan Lesser Sunda, langit berawan ada di Kupang, hujan ringan di Denpasar, dan hujan petir diprakirakan mengguyur Mataram. Di Pulau Kalimantan, hujan ringan berpotensi turun di Pontianak, Palangka Raya, dan Samarinda. Kemudian, hujan petir di Banjarmasin dan langit berawan hanya ada di Tanjung Selor.

Adapun mayoritas kota besar di Pulau Sulawesi berpotensi hujan ringan, kecuali Manado yang diprakirakan berawan. Di wilayah timur Indonesia, hujan ringan berpotensi turun di Manokwari dan Jayapura. Sedangkan, hujan petir diperkirakan hanya ada di Ambon dan cuaca berawan hanya ada Ternate.

BMKG juga melaporkan kondisi angin permukaan di wilayah selatan Indonesia umumnya didominasi dari angin yang bertiup dari timur hingga tenggara. Kemudian, kondisi angin untuk wilayah utara Indonesia umumnya bertiup dari timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 30 kilometer per jam.

Pada 31 Desember 2023, BMKG memprakirakan tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Indonesia.

(yev/rmol)

Plafon Ambruk Banjiri Ruang Poli RS Asysyifaa Disayangkan Keluarga Pasien

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Plafon Rumah Sakit Asysyifaa Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambruk pada Jumat (29/12/2023).  Diduga plafon ambruk karena luapan air hujan. Jebolnya plafon itu membanjiri ruangan di rumah sakit tersebut, yakni bagian ruang tunggu poli.

Dari video yang beredar pada waktu kejadian ambruknya plafon di rumah sakit Asysyifa itu terlihat beberapa keluarga pasien berhamburan berpindah ke tempat yang lebih aman.

Kejadian itu sangat disayangkan keluarga pasien. “Seharusnya tidak terjadi, kalau petugas di rumah sakit Asysyifa itu peka dan tahu kondisi bangunan itu. Itu kan pelayanan kesehatan, mestinya sering dicek kondisi bangunannya masih layak apa tidak,” ujar salah satu keluarga pasien yang enggan namanya disebutkan kepada Jurnal Bogor, Sabtu (30/12).

Dengan begitu, kata dia, pihak rumah sakit Asysyifaa harus memperhatikan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Kami harap kejadian ambruknya plafon ini tidak terulang lagi.” harapnya

Sementar, Humas RS Asysyifaa Suryakerta membenarkan ambruknya plafon hingga berdampak banjir karena hujan yang begitu besar.

“Ambruknya plafon bukan karena kondisi bangunannya sudah lapuk, namun disebabkan bencana alam hujan yang begitu besar,” kata Surya Kerta. Arip Ekon

Tanam Harapan untuk Masa Depan, PLN dan Pemprov DKI Gelar Aksi Tanam Pohon di Bantaran Sungai

0

Jakarta | Jurnal Bogor
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta gelar aksi tanam pohon di bantaran Sungai Kalideres, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Jumat (29/12). Aksi ini dilakukan bukan hanya aksi penghijauan, tetapi bentuk kontribusi PLN untuk menyumbangkan oksigen bagi langit Jakarta.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran mengatakan bahwa PLN telah menanam sebanyak 2.324 pohon produktif dan pohon pelindung, tersebar di seluruh wilayah Jakarta, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Kegiatan tanam pohon ini merupakan bentuk sumbangsih PLN dalam menciptakan lebih banyak oksigen untuk kota Jakarta, serta turut berperan dalam mengurangi polusi di Jakarta,” ungkap Lasiran.

PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono saat menghadiri aksi tanam pohon tersebut mengapresiasi langkah PLN dan mengucapkan terima kasih kepada PLN dalam upaya menghijaukan Kota Jakarta.

“Ini adalah gerakan PLN Peduli lingkungan, salah satu bagian dari kegiatan corporate social responsibility (CSR) PLN. Dimana kegiatan CSR PLN tidak hanya ini saja, tetapi juga ada kegiatan lainnya, seperti membina petani, warga, dan UMKM,” ungkap Heru.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran menambahkan sepanjang tahun 2023, PLN telah melakukan berbagai kegiatan CSR, seperti pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi warga.

“PLN juga memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyukseskan kegiatan CSR PLN yang memiliki manfaat langsung bagi warga Jakarta,” tutup Lasiran.

(yev/rls)

Employee Volunteer Program PLN, Kumpulkan Mainan Untuk Anak Penyintas Bencana

0

Jakarta | Jurnal Bogor
PLN Peduli Abang Monas (Ayo Menyumbang Boneka dan Mainan untuk Penyintas) merupakan kegiatan employee volunteer program PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta dalam mengumpulkan mainan layak pakai untuk anak-anak yang terdampak bencana. Penyerahan dilakukan di kantor PLN UID Jakarta Raya oleh Senior Manager Komunikasi dan Umum, Haris Andika kepada Pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Dalam kesempatan terpisah, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Lasiran mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiasi para pegawai PLN UID Jakarta Raya melalui program employee volunteer program. Anak-anak terdampak bencana dibuat gembira dengan adanya mainan yang diberikan.

“Kami mengajak seluruh pegawai PLN yang tersebar di 18 unit untuk menyumbangkan mainan layak pakai bagi anak-anak penyintas bencana. Saya lihat sendiri, teman-teman pegawai sangat antusias ikut kegiatan ini,” ungkap Lasiran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Jakarta Raya, khususnya para pegawai PLN yang ikut menyumbangkan mainan layak pakai.

“Kami berterima kasih kepada para pegawai PLN. Kami punya program namanya Abang Monas (Ayo Menyumbang Boneka dan Mainan untuk Penyintas). Jadi dalam penanganan suatu bencana, ada penanganan pasca bencana. Program ini ditujukan untuk penyintas bencana, khususnya anak-anak yang mengalami traumatik sebagai bagian dari trauma healing,” jelas Isnawa.

Lasiran menambahkan harapannya sumbangan dari pegawai PLN ini dapat berguna bagi anak-anak penyintas bencana yang akan menerima bantuan ini. Total ada 51 box kontainer yang disumbangkan melalui BPBD

“PLN menerapkan bisnis berkelanjutan yang tidak hanya mengutamakan bisnis semata, PLN peduli terhadap kemanusiaan, lingkungan, dan ekonomi kerakyatan,” tutup Lasiran.

(yev/rls)