23 C
Bogor
Sunday, April 5, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 349

Elly Yasin Beri Pembekalan Pada SAMAWA

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H. Muhammad Mardiono bersama Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor sekaligus Caleg DPR RI dari PPP, Elly Rachmat Yasin menghadiri acara pengukuhan dan pembekalan para tim pemenangan Sahabat Ahmad Wahyudi (SAMAWA), Minggu (07/01).

Acara pengukuhan tim pemenangan Ahmad Wahyudi, S.I.Kom, Caleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 Nomor urut 7, sekaligus memberikan pembekalan para tim, yang berlangsung di Balai pertemuan Margaretha Jalan Raya Alternatif Cibubur Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

” Hari ini ada 2 kunjungan, yang pertama di Cileungsi yang kedua di Kecamatan Gunung Putri. Dan kebetulan dihadiri oleh ketum  H. Muhammad Mardiono,” ucap Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor sekaligus Caleg DPR RI dari PPP, Elly Rachmat Yasin.

Menurut Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor sekaligus Caleg DPR RI dari PPP, Elly Rachmat Yasin, saat ini para tim pemenangan PPP di kabupaten Bogor Dapil 2 sudah bergerak, namun baru kali ini di kukuhkannya.

“Insya Allah mereka solid. Mereka sudah bergerak namun penguatannya baru sekarang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Elly Rachmay Yasin juga menyampaikan, bahwa untuk di Gunung Putri, PPP tidak pernah mendapatkan suara terbesar. Akan tetapi karena hadirnya caleg tunggal di Gunung Putri, diharapkan ada peningkatan suara.

“Hari ini kan ada Ahmad Wahyudi, jadi ada peningkatan suara. Kalau kemarin kan hanya 8000 sekian. Dan sekarang saya berharap ada peningkatan,” harapnya.

Sementara itu, Ahmad Wahyudi Caleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 2 Putra Daerah Kecamatan Gunung Putri nomor urut 7, sangat optimis bahwa dengan hadirnya elite PPP dapat mendobrak perolehan suara di Kecamatan Gunung Putri.

“Saya salah satu caleg dari PPP yang berdomisili di Kecamatan Gunung Putri untuk 2024 ini tunggal,” ucapnya.

Yang mana menurutnya, di pemilu sebelumnya di Gunung Putri menghadirkan caleg lebih dari satu.

“2019 ada 3 caleg, namun belum berhasil, 2014 ada 2 caleg dan belum berhasil juga. Nah 2024 ini keuntungan bagi saya,” ungkapnya.

“Kali ini harus pecah telor, caleg dari PPP dari Kecamatan Gunung Putri ini mengukir sejarah bisa duduk di parlemen, bukan hanya sebagai kontestan tapi harus jadi,” sambungnya.

Untuk di pemilu kali ini masih kata  Ahmad Wahyudi, menargetkan suara 25 ribu, dan ditambah dari kecamatan yang lain di dapil 2.

“Kita fokuskan di Kecamatan Gunung Putri 25 ribu suara, dan ditambah dari kecamatan-kecamatan yang lain. Karena saya putra daerah Kecamatan Gunung Putri, tentunya tahu persis permasalahan yang ada di wilayah. Dan optimis 25 ribu suara di Kecamatan Gunung Putri,” pungkasnya.

(nay nur’ain)

Pemdes Lulut Genjot Perekaman e-KTP

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Lulut melalui pemerintah Kecamatan Klapanunggal menggenjot perekaman KTP elektronik (e-KTP) untuk pemula di aula kantor Desa Lulut.

“ Kami menggenjot perekaman e-KTP elektronik bagi pemula dan bahkan belum lama ini kami juga sudah melakukan perekaman e-KTP bagi lansia,” kata Kepala Desa Lulut Udin, Senin (08/02).

Untuk menggenjot perekaman e-KTP, sambung Udin, pihaknya terus melakukan upaya perekaman dengan jemput bola, terutama wajib KTP pemula, serta menerbitkan e-KTP bagi pemula yang sudah berusia 17 tahun.

” Saat ini, jumlah daftar perekaman 72 pemula terdiri dari pemula laki – laki dan pemula perempuan tapi masih fluktuatif karena masih dapat bertambah atau berkurang meskipun dalam jumlah sedikit dan sebelumnya kami sudah mensosialisasikan kepada ketua RT dan RW se- Desa Lulut agar memberitahukan kepada seluruh warganya masing – masing,” jelas Udin.

Sementara Omin (17) selaku perekam e-KTP mengatakan, dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya jemput bola perekaman e-KTP di Aula kantor Desa Lulut, selain tidak harus jauh datang ke kantor Kecamatan Klapanunggal.

“Semoga untuk kedepannya selalu di adakan jemput bola perekaman e-KTP di Kantor Desa, agar khususnya warga Desa Lulut dan sekitarnya bisa lebih dekat untuk melakukan perekaman e-KTP, terlebih memudahkan untuk lansia yang belum melakukan perekaman e-KTP,” harap Omin.

(andi/nay)

Wacana Penutupan Kelas Olahraga Tuai Polemik, Begini Kata Wakil Rakyat

0

jurnalinspirasi.co.id – Wacana penutupan Kelas Olahraga di SMPN 3 Bogor menuai polemik orangtua siswa dan insan olahraga di Kota Bogor. Senin (8/1) sejumlah orangtua dan pelatih mendatangi Gedung DPRD untuk mengadukab perihal tersebut kepada wakil rakyat.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan bahwa kelas olahraga dibentuk berdasarkan Undang Undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional dan diperkuat oleh SK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 2187 tahun 2011 mengenai penetapan sekolah penyelenggara kelas olahraga.

“Kelas olahraga juga banyak melahirkan atlet-atlet handal di Polda, Porprov, bahkan hingga level internasional,” ucapnya kepada wartawan.

Sehingga, kata dia, tak ada alasan bagi Disdik untuk menutup kelas tersebut. Apalagi, selama ini kelas olahraga berjalan tanpa adanya intervensi APBD.

“Artinya Disdik tak perlu khawatir kelas itu akan menjadi sumber pengeluaran anggaran. Kalau bicara kewajiban harusnya kita berikan porsi. Kelas olahraga hanya sekali mendapat bantuan dari APBN itupun sekali,” jelas politisi Gerindra itu.

Menurutnya, Kepala Disdik harus bijak menyikapi permasalahan ini, sebab di Kabupaten Bogor saja terdapat tujuh kelas olahraga. Sedangkan di Kota Bogor hanya satu.

“Kepala Disdik harus bijak. Saya sudah konfirmasi langsung melalui telepon, menurut pengakuannya tidak ada keputusan menutup kelas itu. Informasi penutupan itu baru lisan dari salah satu kasi di Disdik ke Kepsek SMPN 3,” ucapnya.

Kata dia, DPRD berharap kelas olahraga tetap ada. Bahkan, apabila perlu jumlahnya harus ditambah di sekolah lain.

Sementara itu, salah seorang Pelatih Judo, Een Mardani mengatakan bahwa pihaknya menolak bila Dinas Pendidikan (Disdik) menutup kelas tersebut. Sebab, tempat itu telah banyak melahirkan atlet handal, salah satunya adalah peraih perunggu cabang olahraga (cabor) Kurash Asian Games 2018, Khasani Najmu Shifa.

“Selain Shifa, kelas olahraga ini adalah penyumbang terbesar Raihan medali bagi Kota Bogor pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dari berbagai cabor seperti taekwondo, judo, karate, angkat besi, atletik dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut Een, berdasarkan informasi yang diterima, Kelas Olahraga SMPN 3 tidak masuk dalam program perencanaan Disdik pada 2024.

“Kami nggak tahu apa alasannya. Tak ada bantuan, monitoring, dan evaluasi. Kenapa tiba-tiba mau ditutup,” ucapnya.

Kata Een, Kelas Olahraga mempunyai 32 murid yang berasal dari 13 cabor. “Kalau sampai ditutup bagaimana murid-murid yang belajar disana,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Tak Rampung Tepat Waktu, Kontraktor Masjid Agung Didenda Rp1,5 M

0

jurnalinspirasi.co.id – Kontraktor proyek lanjutan Masjid Agung harus membayar denda sebesar Rp1,5 miliar lantaran terlambat merampungkan pekerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan, denda sebesar Rp1,5 miliar berdasarkan kalkulasi 1/1000 kemudian dikali nilai kontrak proyek sebesar Rp 33,12 miliar kemudian dikali jumlah hari keterlambatan pengerjaan selama 50 hari kerja.

“Untuk sekarang sudah mulai lagi pengerjaan,” ujar Rena kepada wartawan, Senin (8/1).

Rena menegaskan bahwa target pengerjaan sendiri meliputi finishing hingga penyelesaian menara, pasad, hingga akses yang menghubungkan dengan Masjid Agung dengan Alun-alun Kota Bogor.

Ketika disinggung mengenai alasan keterlambatan. Ia menyatakan bahwa manajemen pelaksana proyek sangat buruk. “Perusahaan itu kan sudah diputuskan sebagai pemenang oleh PBJ,” ucapnya.

Kendati demikian, sambungnya, perusahaan tersebut akan menjadi perhatian untuk kedepannya. “Kalau saya masih jadi Kadis PUPR bak ditandai,” kata Rena.

Rena menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi proyek Masjid Agung agar dapat rampung pada pertengahan Februari mendatang.

“Sekarang baru 85 persen, tinggal finishing. Kita sudah minta agar jam kerja dan man power ditambah,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa pembangunan tahap akhir Masjid Agung yang dimulai pada Mei 2023 tidak dapat diselesaikan pada 2023.

Pekerjaan, kata dia, bakal lanjut pada 2024 untuk penyelesaian menara, dan fasad. “Kami akan maksimalkan pengawasan, karena ini kontraktornya tidak amanah menurut saya, saya sudah tegur keras berkali-kali, gak beres dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap pembangunan itu tak hanya akan dilakukan Dinas PUPR, tetapi juga Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor. “Ya, targetnya Februari atau paling lambat Maret bisa tuntas,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Acungkan Sajam di Tugu Kujang, Seorang Pemuda Diciduk

0

jurnalinspirasi.co.id – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota berhasil membekuk seorang lelaki yang mengacungkan senjata tajam di seputaran Tugu Kujang, Kecamatan Bogor Tengah pada Minggu (7/1).

Lelaki tersebut diciduk oleh dua anggota polisi yang tengah m berada di Pos Tugu Kujang. Dua anggota tersebut adalah yakni Kanit Patwal Lantas AKP Saein dan Personel BM Bripda M. Refan.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan bahwa peristiwa itu bermula saat pelaku mengacungkan sajam menakuti warga dengan berjalan dari arah IPB dan berhasil diamankan di Pos 2 Ambon Tugu Kujang.

Saat diamankan, kata Galih, lelaki itu sempat akan melawan, namun petugas sigap dan langsung menggelandangnya ke Satreskrim Polresta Bogor Kota.

“Jadi saat diamankan sempat mau menyerang, akan tetapi berhasil ditangkap dan langsung kami laporkan ke Pimpinan dan selanjutnya diserahkan ke piket Reskrim Mako Polrelresta Bogor kota,” ujar Kompol Galih kepada wartawan, Senin (8/1).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot menegaskan bahwa polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap motif pelaku mengacungkan sajam. “Masih dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.* Fredy Kristianto

Asmawa Pastikan Akhir Januari 2024 Kantong Parkir Tambang Beroperasi

0

Parung Panjang | Jurnal Bogor
Menindaklanjuti arahan Pj. Gubernur Jabar Bey Machmudin terkait penanganan permasalahan angkutan tambang di wilayah Parung Panjang, Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu lakukan peninjauan langsung untuk melihat progres pembangunan kantong parkir kendaraan truk tambang yang berlokasi di Desa Gorowong Kecamatan Parung Panjang dan Desa Ciomas Kecamatan Tenjo, Senin, 8 Januari 2024

Asmawa Tosepu mengungkapkan, bahwa peninjauan hari ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana progres pembangunan kantong parkir truk tambang sebagai upaya penyelesaian persoalan yang ada di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya.

“Hari ini kami kembali turun ke wilayah untuk memastikan progres pembangunan kantong parkir angkutan tambang, sedang dalam proses yang saat ini sudah progresnya di kisaran 60%. Artinya tidak menunggu lama insya Allah paling lambat akhir Januari sudah bisa digunakan kantong parkir tersebut, itu adalah salah satu upaya ikhtiar kami dalam waktu jangka pendek,” ungkap Asmawa

Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya sudah turun ke lapangan guna menentukan langkah yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sesuai dengan kewenangan yang ada. Sebab berbicara tambang itu banyak pihak yang terlibat, bukan hanya Kabupaten Bogor saja tetapi ada Provinsi dan nasional atau Pemerintah Pusat.

Asmawa menegaskan, dari hasil konsolidasi baik internal maupun eksternal dan lintas sektor menghasilkan rumusan beberapa kebijakan yang sifatnya jangka pendek dan jangka panjang, jangka pendeknya segera menyelesaikan kantong parkir.

“Hari ini kita cek langsung ke lokasi kantong parkir yang mudah-mudahan mulai besok pemadatan sudah bisa digunakan dalam rangka pembatasan jam operasional angkutan tambang,” tegas Asmawa Tosepu.

Sementara itu, untuk jangka panjangnya ia ingin jalan tol tambang segera terbangun, penegakan hukum bisa dilaksanakan terkait perizinan, termasuk tonase kapasitas berat muatan dari truk itu apakah sudah sesuai ketentuan dan yang terakhir adalah kelayakan kendaraan. Termasuk informasinya ada sopir tembak di bawah umur, itu menjadi perhatian semua.

“Oleh karenanya hari ini kami kembali turun ke lapangan melihat itu, mudah-mudahan solusi yang saya sampaikan jangka pendek dapat mengatasi persoalan yang ada,” Katanya.

Ia juga meminta agar para pengusaha tambang memperhatikan ketentuan perizinan, juga terkait berat muatan kapasitas yang dipersyaratkan adalah 8 ton.

“Apakah mereka sudah taat dengan ketentuan yang ada, harus kita pastikan bersama-sama,” tambahnya.

Komitmen penanganan permasalahan angkutan tambang di wilayah Parung Panjang, pihaknya juga telah melakukan koordinasi baik internal Pemerintah Kabupaten Bogor maupun lintas sektor dengan melibatkan pemerintah Provinsi, unsur Forkopimda, pihak terkait termasuk unsur legislatif baik pimpinan DPRD Kabupaten Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor dapil V meliputi kecamatan yang ada di wilayah Bogor Barat.

“Sudah kami komunikasikan juga koordinasikan baik dengan banyak pihak termasuk pihak ketiga bersedia menjadi investor. Karena butuh proses untuk membangun jalan tol tambang ini,” tandasnya.

Dalam kegiatan ini, Asmawa Tosepu didampingi Asisten Kesra, Asisten Ekbang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor, Kabag Prodalbang Setda Kabupaten Bogor, Kabag SDA Setda Kabupaten Bogor, Camat Parungpanjang dan Camat Tenjo.

(asep syahmid)

Sopir dan Kernet Truk Tambang Kabur, Adian Prihatin Banyak Korban Jiwa

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Polisi masih belum menemukan sopir dan kernet truk tambang yang melarikan diri pascakecelakaan di turunan Cibokor, Desa Kalong 1, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Minggu (7/1/2024). Kasus ini menjadi keprihatinan anggota DPR RI Adian Napitupulu.

“Sampai saat ini sopir truk dan kenek masih melarikan diri,  sehingga belum bisa diketahui kronologi kejadian. Intinya, kita membantu unit laka untuk pengembangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto, Senin (8/1/2024).

Disebutkan sebelumnya, truk tambang menabrak tiang listrik dan pengendara motor hingga menelan korban dua orang meninggal dunia sedangkan dua orang korban lainnya dilarikan ke rumah sakit dengan kondiri kritis.

Menurut anggota DPR RI Adian Napitupulu, pemerintah harus hadir dalam persoalan truk tambang dan dia menyatakan prihatin kecelakaan yang melibatkan truk tambang kerap terjadi dan menelan banyak korban jiwa  

“Pemerintah harus hadir dan tanggap jangan sampai persoalan truk tambang berlarut-larut. Sudah banyak korban akibat truk tambang seperti di Parungpanjang dan sekarang terjadi laka yang menyebabkan korban jiwa,” kata Adian saat menyapa warga Desa Petir, Dramaga.

Adian menjelaskan, perusahaan tambang ada kewajib sendiri atau bersama-sama untuk membuat jalan tambang sehingga truk tambang tidak melintasi jalan yang dibiayai oleh APBN atau APBD. Diakuinya sudah dilakukan pertemuan antara pemerintah dengan para pengusaha tambang agar segera membuat jalur tambang sehingga bisa meminimalisir terjadi kecelakaan yang disebab truk tambang.

“Pemerintah daerah diantaranya Dishub  harus tegas dan memberikan sanksi bagi truk tambang yang melanggar aturan. Kalau tidak sagup bilang biarkan kita naikan ke atas dan menjadi urusan kementerian,” tegasnya.

Adian mengungkapkan selama ini izin tambang Galian C dari pemerintah daerah  bukan dari Kementerian. Ketika mengeluarkan izin, tentunya harus bertanggung jawab akan izin yang dikeluarkan dan jangan berpangku tangan.

“Saya akan bahas dengan teman-teman di DPR RI akan persoalan tambang yang banyak menelan korban jiwa. Jangan sampai persoalan tersebut berkelanjutan dan banyak korban,” tegasnya.

(arip ekon)

Pelaku Pencurian yang Masih ABG Ditangkap Security Perumahan

0

Dramaga l Jurnal Bogor
Security Perumahan Dramaga Cantik, Dramaga, Kabupaten Bogor menangkap Pirman (12), pelaku pencurian yang masih ABG yang kepergok mencuri sepeda motor di salah satu rumah perumahan tersebut, Minggu (07/01/2024), pukul 18:30 WIB.

Pirman kini diamankan di Polsek Dramaga dengan beberapa barang bukti, sedangkan satu rekan pelaku melarikan diri usai warga sekitar meneriaki maling.

Kapolsek Dramaga AKP Hartanto Rahim menjelaskan, saat pelapor Feri, warga Perumahan Dramaga Cantik Blok N22 RT 02/07 sedang tiduran di kamar mendengar suara sepeda motornya yang diparkir di teras bunyi. 

Kemudian pelapor mengecek sepeda motor tersebut dari jendela. Ternyata sepeda motor tersebut sudah dibawa oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal.

“Satu pelaku membawa sepeda motor dan yang satu dibelakang pelaku dengan membawa sepeda motor milik pelaku ,” ujarnya.

Kemudian pelapor keluar rumah dan mengejar pelaku sambil teriak maling.  Pelaku yang membawa sepeda motor pelapor berhasil melarikan diri. Sedangkan satu lagi pelaku Pirman tertangkap dan diamankan di Pos Satpam oleh pihak security perumahan. 

“Pelaku dan barang bukti yakni motor Scoopy warna hitam tanpa plat nomor saat ini diamankan oleh piket fungsi ke Mako Polsek Dramaga guna proses hukum lebih lanjut,” tukasnya.

(arip ekon)

Bolen Karaos Miliki Khas Tersendiri

0

Bogor | Jurnal Bogor
Bagi pecinta bolen atau yang menyukai kudapan, salah satu kuliner yang harus dicoba adalah Bolen Karaos yang diprodukasi di daerah Bogor Barat, tepatnya di Lebaksari, Dramaga, Kabupaten Bogor. Bolen industri rumahan ini memiliki khas tersendiri.

“Bolen umumnya pasti enak dan kami memiliki bolen dengan ukuran sangatlah cukup besar 60 gram dan teksturnya khas,” ujar Ikbal Saputra, Pemilik Usaha Bolen Karaos.

Bahkan untuk memuaskan pelanggan, Bolen Karaos telah mengembangkan jenisnya selain bolen, ada juga Mak Pia dan Croissant dengan beragam harga dan ukuran. Sedangkan untuk mengembangkan usaha bolen ini, Ikbal Saputra menjualnya di toko kue, pasar tradisional, toko oleh-oleh, kantin sekolah, koperasi kantor, konsumen off-line dan online, serta retail kanvas.

Sedangkan bolen sendiri berbeda dengan molen. Dua camilan ini memang lezat dan membuat ketagihan saat melahapnya. Berbahan dasar buah pisang, kedua kudapan ini sama-sama dibalut dengan adonan tepung mirip Crepe khas Perancis. Dari sisi nama, molen dan bolen juga hanya dibedakan dari satu huruf di depannya. Meski namanya hampir sama dan isinya juga sama. Molen pisang memiliki bentuk lucu seperti keong, dan banyak dijajakan di pinggir jalan. Kulit molen terbuat dari tepung terigu, margarin, gula, vanili, dan air es.

Kemudian adonan tersebut dililitkan pada potongan buah pisang, dan dimasak dengan cara digoreng. Sementara bolen, kulitnya terbuat dari adonan pastry. Di antaranya tepung terigu, margarin, air, gula pasir, dan korsvet. Isiannya pun tak hanya pisang, melainkan terdapat tambahan keju, coklat, dan sebagainya.

Namun berbeda dengan molen yang dimasak dengan cara digoreng, proses pematangan bolen dipanggang di dalam oven. Perbedaan lain yang membedakan molen dan bolen adalah tempat dijualnya kedua kudapan ini. Pisang molen biasa dijual per buah bersamaan dengan aneka gorengan lainnya. Di antaranya bala-bala, gehu, tempe goreng, onde-onde, dan sebagainya.

Sementara bolen dijadikan makanan oleh-oleh dari suatu daerah. Kudapan ini awalnya banyak ditemukan di Bandung, Jawa Barat, dan dijadikan oleh-oleh khas daerah tersebut. Dari sisi harga, bolen cenderung lebih mahal dibandingkan molen. Harga pisang molen biasanya berkisar Rp 1000 sampai Rp 2.000 per biji, sedangkan bolen dijual mulai harga Rp 30 sd 50 ribu per 12 pcs.

(Wawan Hermawanto)

Belasan Sepeda Motor di Leuwiliang Berknalpot Bising Terjaring Razia

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor
Belasan pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong yang melintas di Jalan Raya Leuwiliang tepatnya di depan Terminal Leuwiliang ditilang anggota gabungan unit lantas Polsek Leuwiliang, Polres Bogor.

Pengendara sepeda motor itu diberikan ganjaran dengan mencopot sendiri knalpot bising tersebut. Kegiatan itu sudah berlangsung dua hari sejak Minggu (7/1/2024). Sebanyak 15 sepeda motor yang menggunakan knalpot tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Sesuai perintah pimpinan, kita melakukan razia bagi pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot bising,” kata anggota unit lantas Polsek Leuwiliang Aiptu Ahmad Sodikin, Senin (8/1/2024).

Dia menjelaskan, setelah melepas knalpot bising tersebut pengendara diperbolehkan pulang dengan diberikan imbauan agar tidak menggunakan kembali knalpot bising tersebut.

“Kita memberikan imbauan juga kepada masyarakat pengendara, untuk selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas dan mematuhi peraturan dalam berkendara di jalan raya,” katanya.

Tak hanya itu, anggota kepolisian juga aktif melakukan pengaturan lalin untuk  mengurai kemacetan dan penjagaan di titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas roda empat yang membawa muatan melebihi kapasitas.

“Roda empat yang melebihi  muatan kita berikan penindakan tilang dengan harapan angka kecelakaan lalulintas dapat terurai,” jelasnya.

Pantauan Jurnal Bogor, anggota gabungan terdiri dari Dinas Perhubungan dan kepolisian ini pada pagi hari rajin melaksanakan pengaturan arus lalu lintas sehingga dapat memberikan kelancaran dan keamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

“Kegiatan ini juga merupakan wujud komitmen polantas dalam menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas demi kenyamanan masyarakat,” pungkasnya.

(andres)