24.1 C
Bogor
Monday, March 30, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 33

Mentan Amran: Stok Pangan Strategis Aman dan Terkendali Jelang Ramadhan 1447 H

0

Jakarta | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kondisi produksi, pasokan, dan stok pangan strategis nasional berada dalam keadaan cukup dan aman menghadapi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah hingga Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI.

“Proyeksi produksi pangan strategis nasional guna memastikan kecukupan pasokan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ujar Mentan Amran, Selasa (03/02/2026)

Mentan Amran sebut sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng, ketersediaan dipastikan dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara itu, komoditas seperti kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan menjaga stabilitas pemenuhannya dari luar negeri.

“Kami terus melakukan antisipasi Ramadhan dan Idul Fitri melalui penghitungan prognosa pangan strategis serta pemantauan harga secara intensif. Hingga akhir Maret 2026, stok seluruh komoditas pangan strategis dalam kondisi cukup,” jelas Mentan Amran.

Untuk komoditas beras, Mentan Amran menegaskan kondisi nasional sangat terkendali. Pada periode Ramadhan, Indonesia memiliki stok awal sekitar 11,61 juta ton, ditambah produksi sekitar 7,98 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 5,12 juta ton. Dengan demikian, neraca beras nasional mencatat surplus sekitar 14,48 juta ton, sementara stok beras nasional pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,34 juta ton, yang dinilai sangat memadai untuk menjaga stabilitas hingga Idul Fitri.

Mentan Amran juga semoat menyebutkan hilirisasi di sektor perunggasan dengan membangun 30 unit industri ayam melalui pendanaan Danantara, serta mendorong penguatan UMKM dan peternak melalui dukungan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Terobosan lainnya juga Mentan Amran sebut terkait pengamanan produksi di tengah musim hujan dan panen raya, distribusi pasokan dari wilayah surplus ke wilayah defisit, monitoring harga harian melalui early warning system, koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan BUMN/BUMD pangan, serta pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan bersama Satgas Pangan.

“Dengan kondisi pasokan yang memadai serta langkah pengamanan yang terus kami lakukan, kami optimis ketersediaan dan stabilitas harga pangan strategis selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat terjaga dengan baik, sekaligus tetap melindungi petani dan peternak nasional,” tegas Mentan Amran.

(Restu/bbpmkp)

Camat Megamendung Terus Benahi Jalur Alternatif

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Instruksi Bupati Rudy Susmanto kepada setiap kecamatan untuk melakukan pembenahan dan penataan di masing masing wilayahnya, kini terus dilakukan oleh setiap camat di masing-masing wilayah. Mulai dari penanganan sampah penataan jalan terus berlanjut.

Yang terpantau, Camat Megamendung Ridwan S.Sos, secara langsung terus melakukan pemantauan terhadap kegiatan penataan jalur alternatif Cikopo Selatan.
Satu per satu, titik yang sempit badan jalannya, kini terus dilakukan pelebaran dengan berupa tanah hibah dari pemilik tanah yang berada di tepi jalan.

“Penataan dan pelebaran badan Cikopo Selatan ini masih terus dilakukan. Berkat dukungan dari masyarakat pemilik tanah di tepi jalan, satu persatu titik yang jalannya sempit kini mulai tertangani. Swadaya masyarakat untuk program ini cukup bagus, mulai dari menghibahkan tanah hingga untuk penataannya mereka peduli. Ini diperlukan terjalinnya komunikasi yang baik antara pemerintahan kecamatan bersama warganya,” ujar camat.

Menyikapi hal tersebut, beberapa tokoh masyarakat Megamendung juga Kepala Desa cukup mengapresiasi.

” Dengan lebar badan jalan itu akan memberikan kenyamanan bagi warga dan juga pengendara. Yang kita amati, bukan hanya dilebarkan saja, melainkan penataannya juga dilakukan. Seperti yang dilihat di Kampung Maleber ruas jalan Cikopo Selatannya terlihat rapi dan lebar. Diharapkan, sepanjang jalur ini akan terjadi seperti yang berada di Kampung Maleber, lebar dan indah, ” pungkas Budi Mamat.

** Dadang Supriatna

Cigudeg Fokus Pendidikan dan Kesehatan

0

Cigudeg l Jurnal Bogor
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor salah satu berfokus pada pendidikan dan kesehatan.

Musrenbang yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg, Selasa (3/2/2026) dihadiri staf ahli Bupati Bogor bidang administrasi dan keuangan, anggota DPRD Dapil 5 Fraksi PAN Usep Nukliri, Forkopimcam Cigudeg, para kepala desa, tokoh agama dan masyarakat.

Camat Cigudeg Ade Zulfahmi mengatakan, melalui Musrenbang salah satu fokusnya pada pembangunan pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2027 menitikberatkan pada sektor pembangunan pendidikan.

“Selain insfratruktur, melalui Musrenbang ini pendidikan dan kesehatan menjadi pembahasan serius,” kata Camat Cigudeg Ade Zulfahmi, Selasa (3/2/2026) kepada Jurnal Bogor.

“Pendidikan dan kesehatan korelasinya menjadi bagian program membangun ekonomi baru di Bogor Barat,” tandasnya.

“Karena pendidikan bisa tersambung dalam menciptakan dan membangun ekonomi. Program membangun ekonomi baru seperti rencana dibangunnya gedung SMK Negeri di Cigudeg,” papar Camat.

Kendati begitu, isu penting dalam meningkatkan SDM disampaikan juga anggota DPRD Kabupaten Bogor Isep Nukliri, menurutnya, pendidikan dan kesehatan menjadi program prioritas.

Prioritas pendidikan, dengan mengikuti pelatihan pelatihan bagaimana para pengajar untuk meningkatkan kualitas SDM. Termasuk kondisi sekolah mulai TK, SD, SMP hingga SMA tentu kondisi bangunannya harus menjadi perhatian.
Sarana prasarana pendidikan di Cigudeg benar-benar harus diperhatikan terlebih tingkat keamanan kondisi bangunan sekolah tersebut.

Tak hanya pendidikan, begitu program kesehatan semisal fasilitas kesehatan di RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang, menurut Usep, seringnya pasien IGD lama mengantre dan menunggu lama untuk mendapatkan ruang rawat inap lantaran keterbatasan ruangan.

“Agar fasilitas di RSUD bisa terpenuhi, Komisi IV akan mendorong terutama ruang rawat inap agar bisa mencukupi sehingga pasien RSUD tak lama mengantri,” jelasnya.

** Arip Ekon

Duh, 51 Jabatan di Pemkot Bogor Kosong, Yusfitriadi: Kekosongan Perlemah Kinerja Pemerintah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Sebanyak 51 jabatan dari mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan mengalami kekosongan. Kabarnya, hal tersebut sudah terjadi sejak setahun lebih.

Tak hanya itu, kekosongan juga terjadi pada level kepala bidang (kabid) pada beberapa instansi. Salah satunya Dinas Sosial (Dinsos), dimana dari tiga bidang dua di antaranya kosong.

Begitupun dengan posisi kepala dinas, dimana terdapat dua dinas yang kosong, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Kepala Satpol PP.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Dani Rahardian mengatakan bahwa pengisian kekosongan jabatan tersebut akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

Saat disinggung apakah pekan depan akan dilaksanakan pelantikan untuk mengisi kekosongan jabatan, Dani membenarkannya. Menurutnya, BKPSDM sedang menunggu pertimbangan teknis (pertek) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk mengisi kekosongan.

“Iya (pekan depan), Insya Allah. Pengajuan sudah, tinggal nunggu pertek BKN turun,” ucap mantan Kepala Dinsos Kota Bogor itu.

Saat disinggung mengapa banyak terjadi kekosongan jabatan. Dani menegaskan bahwa hal itu dilandasi beberapa faktor. Di antaranya meninggal dunia dan adanya pejabat yang terkena mitasi atau promosi, namun belum ada gantinya.

Sementara itu, Pengamat Politik dab Kebijakan Publik, Yusfitriadi mengatakan bahwa kekosongan jabatan di level kecamatan hingga kelurahan akan menyebabkan berbagai masalah. Di antaranya dapat memunculkan pertanyaan dan spekulasi publik lantaran wali kota dan pihak berwenang seakan membiarkan kekosongan pada jabatan struktural.

“Nanti akan muncul pertanyaan lagi, baik pada aspek profesionalitas, kapasitas wali kota maupun kemungkinan adanya unsur politis. Karena kita paham betul yang namanya politik ada gerbong-gerbongan, dan di tubuh pemerintah bukan hal yang baru,” ungkap Yus.

Kemudian, sambung dia, kekosongan jabatan akan menyebabkan pelayanan tidak optimal. Sebab, salah satu fungsi jabatan struktural di pemerintahan adalah pada aspek pelayanan masyarakat.

“Jika ada banyak struktural pemerintahan yang kosong sudah hampir bisa dipastikan pelayanan kepada masyarakat tidak akan optimal. Sehingga yang dirugikan adalah masyarakat,” katanya.

Selain itu, kekosongan jabatan akan memperlemah serapan anggaran secara normal. Sebab, kinerja pemerintah daerah tergantung struktural yang ada, jika banyak yang kosong, maka perangkat daerah juga akan lemah.

“Secara otomatis penyerapan anggaran juga tidak akan optimal. Kalaupun kekosongan jabatan diisi oleh pejabat sementara atau pelaksana tugas, maka tidak bisa merencanakan dan melaksanakan program strategis. Pengeluaran anggaran bisa saja habis, namun tidak normal, bahkan cenderung berpotensi bermasalah jika bukan oleh instansi dan jabatan yang berwenang,” jelasnya.

Yusfitriadi juga menilai, bila kekosongan jabatan akan mengurangi kepercayaan publik. Padahal, penyelesaian permasalahan dalam kontruksi birokrasi dilaksanakan oleh kelembagaan teknis yang menangani bidang masing-masing, bukan oleh wali kota dan wakil wali kota. Sehingga ketika kondisi ini dibiarkan akan berpotensi mengurangi kepercayaan dalam setahun pemerintahan Dedie Rachim – Jenal Mutaqin.

Yua menyebut, terjadinya kekosongan jabatan pada masa yang cukup lama terjadi lantaran diduga kurangnya kapasitas SDM pegawai, atau sangat dimungkinkan kepala daerah bingung lantaran belum menemukan orang yang pas untuk mengimplementasikan visi dan misinya menjadi program kerja.

Kemungkinan lainnya, kata Yus, lantaran lemahnya manajerial yang menyebabkan kebingungngan dalam menata SDM terlebih di lingkungan Pemkot Bogor. Dimana wali kota tidak bisa bertindak cepat dan mengambil keputusan secara cepat dalam menata SDM di lingkungqn pemerintah.

“Unsur politis kemungkinan ada, mungkin titik kompromi politik belum ketemu antara stakeholder Pemkot Bogor. Antara wali kota dengan wakil wali kotadengan lembaga legialatif maupun dengan stakeholser politik lainnya.

“Justru ini yang sangat dikhawatirkan, unsur politis mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Yang harus segera dilakukan oleh wali kota dan wakil wali kota adalah, segera mengisi jabatan kosong. Walaupun secara bertahap agar roda pemerintah berjalan optimal dan pelayanan tidak terganggu,” tuturnya.

Kemudian, kata Yus, pola rekruitmen harus dilakukan yang transparan dan akuntabel. Sehingga publik bisa mengawasi apalah jabatan tersebut diberikan kepada orang yang berkompeten atau ada unsur-unsur lain yang bersifat tidak obyektif.

“Bila perlu melibatkan pihak ketiga dalam melaksanakan assesment jabatan yang kosong, sehingga akan obyektif, jauh dari intervensi stakeholder politik,” tandasnya.

** Fredy Kristianto

Bocah 8 Tahun Hilang di Cisadane, BPBD Terjunkan 100 Personel

0

Bogor | Jurnal Bogor

Keceriaan sekelompok anak yang bermain di bantaran Sungai Cisadane berubah menjadi duka. Seorang bocah laki-laki berinisial MD (8) dilaporkan hilang terseret derasnya arus sungai di kawasan Gang Kosasih, Kelurahan Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (3/2) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut, bermula saat korban sedang berenang bersama rekan-rekannya. Namun, kondisi arus sungai yang sedang kuat membuat korban kesulitan bertahan hingga akhirnya terbawa aliran air.

Kakak dan rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun nahas, korban tenggelam dan hilang dari pandangan setelah terseret sejauh 50 meter.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan operasi SAR gabungan dengan menerjunkan 100 orang ke lokasi untuk melakukan pencarian dan penyelaamatan.

“Kami telah menerima laporan mengenai adanya anak yang hanyut di aliran Sungai Cisadane. Saat ini, tim TRC BPBD Kota Bogor sudah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi pencarian bersama unsur relawan lainnya,” ujar Dimas kepada wartawan.

Dimas menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan penyisiran secara visual dan penyelaman di lokasi korban tenggelam hingga pemasangan jaring di bawah Jembatan TB Falak.

“Kami sudah menyisir sepanjang 500 meter dari titik kejadian, termasuk penyelaman. Mudah-mudahan upaya ini membuahkan hasil,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Dimas, BPBD mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai mengingat cuaca dan arus yang tidak menentu.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih menyisir area sekitar titik nol kejadian untuk menemukan keberadaan korban.

** Fredy Kristianto

Musnahkan Barang Bukti 68 Perkara, Kejari Kota Bogor Musnahkan Narkoba Hingga Senpi

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Diketahui, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 68 perkara selama periode November 2025 hingga Januari 2026.

Pemusnahan tersebut didominasi oleh berbagai jenis narkotika mendominasi daftar barang yang dihancurkan.

Tercatat sebanyak 683,74 gram sabu dari 12 perkara, 259,83 gram ganja dari 4 perkara, serta 564,41 gram tembakau sintetis dari 18 perkara yang berhasil diamankan petugas.

Tak hanya narkotika, pemusnahan ini juga menyasar ribuan butir obat-obatan terlarang. Sedikitnya 6.506 butir pil disita dari 17 perkara pelanggaran UU Kesehatan.

Selain zat adiktif, Kejari Kota Bogor turut menghancurkan satu pucuk senjata api hitam lengkap dengan magasinnya, satu unit Air Gun merek Colt Defender Series 90, serta berbagai senjata tajam dan pakaian yang terkait dengan barang bukti kejahatan lainnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Agung Afrianto, menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan bagian dari tugas jaksa sebagai eksekutor putusan pengadilan.

“Pemusnahan barang bukti ini adalah bentuk transparansi dan kepastian hukum kami kepada masyarakat. Dari 68 perkara yang ditangani selama periode November hingga Januari ini, kita melihat peredaran narkotika dan obat terlarang masih menjadi tantangan besar yang harus kita perangi bersama,” ujar Agung Afrianto.

Menurut dia, pemusnahan barang bukti ini dapat memberikan efek jera serta mencegah penyalahgunaan kembali barang-barang bukti yang tersimpan di gudang kejaksaan.

** Fredy Kristianto

Pemuda Ditemukan Tewas Gandir di Bogor Utara

0

Bogor | Jurnal Bogor

Warga digegerkan oleh A, pemuda berusia 23 tahun ditemukan tewas gantung diri (gandir) di kamar pribadinya di Jalan Bisma III, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Senin (2/2) malam.

Kapolsek Bogor Utara, AKP Enjo Sutarjo mengatakan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya yang sedang mencari keberadaan korban.

Ketika orangtua mengecek kamar, yang bersangkutan dalam kondisi tergantung tak bernyawa di ventilasi kamar.

“Saat itu oramgtua langsung menurunkan korban, dengan harapan anaknya masih bisa tertolong. Sehingga saat kita ke TKP korban sudah diturunkan, kami langsung bawa ke rumah sakit untuk divisum,” ujar Enjo kepada wartawan, Selasa (3/2).

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit korban sempat mengeluarkan air mani, dan lidahnya menjulur

“Gantung diri karena ada air mani keluar dan lidah terjulur,” katanya.

Kendati demikian, polisi belum bisa memastikan mengapa pemuda tersebut nekat mengakhiri hidupnya.n Fredy Kristianto

Perkuat Ketahanan Pangan, Desa Sukaluyu Kembangkan Ternak Ayam Petelur

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, terus mendorong penguatan ketahanan pangan masyarakat melalui pengembangan usaha ternak ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara.

Program ternak ayam petelur tersebut menjadi salah satu program unggulan desa dalam sektor ketahanan pangan, sekaligus sebagai langkah strategis untuk menciptakan unit usaha produktif yang dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.

Kepala Desa Sukaluyu, Rosidin, mengatakan, pengelolaan ternak ayam petelur sepenuhnya diserahkan kepada BUMDes Mutiara agar dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Pengelolaan ayam petelur dilakukan oleh BUMDes Mutiara dengan populasi awal sebanyak 1.000 ekor. Dengan populasi sebanyak itu, kami berharap produksi telur bisa maksimal dan mampu menunjang kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rosidin, Rabu (04/02/26).

Menurutnya, pengembangan peternakan ayam petelur ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi telur di lingkungan Desa Sukaluyu, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi desa melalui pengelolaan usaha desa.

Rosidin menjelaskan, program ternak ayam petelur ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah desa dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang diimplementasikan di tingkat desa melalui pemanfaatan potensi lokal.

“Program ini kami jalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan warga, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pengelolaan usaha produktif,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh anggaran pelaksanaan program ternak ayam petelur tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Sukaluyu, yang dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan.

“Anggarannya berasal dari dana desa, dan dimanfaatkan untuk pembangunan sarana peternakan serta pengadaan ayam petelur,” tambah Rosidin.

Lebih lanjut, Rosidin berharap keberadaan usaha ternak ayam petelur yang dikelola BUMDes Mutiara ini dapat menjadi contoh pengembangan usaha desa yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bentuk ketersediaan pangan maupun peluang ekonomi di tingkat lokal.

Ke depan, Pemerintah Desa Sukaluyu juga menargetkan agar pengelolaan peternakan ayam petelur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi manajemen, perawatan ternak, maupun pemasaran hasil produksi telur, sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ternak ayam petelur ini, Pemerintah Desa Sukaluyu optimistis ketahanan pangan di tingkat desa dapat semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan BUMDes yang lebih produktif dan mandiri. Yudi

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta Izin Pengembang Pemicu Pergerakan Tanah Dicabut

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara meminta Pemerintah Kabupaten Bogor mencabut izin pengembang yang diduga menyebabkan pergerakan tanah di Kecamatan Sukamakmur.

Sastra mengatakan, pemerintah daerah harus mengambil langkah tegas apabila menemukan pelanggaran dalam pembangunan perumahan di kawasan tersebut.

“Apabila ditemui beberapa pelanggaran peraturan, Pemerintah Kabupaten Bogor harus mengambil langkah dan tindakan tegas dengan mencabut izinnya,” kata Sastra, Selasa (3/2/2026).

Sastra menjelaskan, hasil pengecekan pembangunan perumahan di wilayah Sukamakmur hanya menemukan beberapa perumahan yang memiliki izin jelas.

“Tadi kita cek bersama-sama. Ada satu perumahan subsidi yang sudah berizin,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya sepakat tidak melanjutkan pembangunan lahan kosong yang telah menjadi kapling. Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait akan melakukan pemanggilan terhadap pengembang.

“Untuk yang tersebut tidak akan kami lanjutkan dan akan dilakukan pemanggilan oleh SKPD terkait,” jelasnya.

Kegiatan inventarisasi dilakukan berdasarkan aduan masyarakat. Selama tiga hari, inventarisasi menemukan sejumlah pembangunan yang teridentifikasi berpotensi menjadi salah satu pemicu terjadinya pergeseran tanah. (*)

Audit Duit Baznas Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bogor didemo puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GMPB) di depan Kantor Baznas, Cibinong, Senin (2/2/2026). Aksi demontrasi itu dilakukan sebagai bukti bahwa kinerja Lesmana, Ketua Baznas Kabupaten Bogor sudah cukup setelah memimpin Baznas Kabupaten Bogor selama lebih dari 10 tahun.

Mereka menuntut informasi keterbukaan publik terkait pengelolaan zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) umat muslim di Kabupaten Bogor.

Ketua GMPB Muhammad Iqbal menuturkan, ia dan kawan-kawan meminta informasi keterbukaan publik kepada Baznas Kabupaten Bogor. Namun, mereka hanya diminta melihatnya di situs Baznas.

“Harusnya pengelolaan dana ZIS umat muslim ini terbuka. Namun hanya diminta melihat dari website yang kami anggap tidak detail dan transparan,” tutur Iqbal.

Iqbal menerangkan, bukti setor zakat dan penerima zakat di setiap satuan kerja pedangkat Daerah (SKPD) seharusnya jelas dan transparan. Hal itu agar pengelolan dana ZIS tidak salah sasaran dan diselewengkan.

“Masa pengelolan dana ZIS tidak hanya dilaporkan saldo awal dan saldo akhir. Oleh karena itu harus diaudit Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor,” pintanya.

Iqbal juga menilai kinerja Baznas sejak dipimpin Lesmana selama lebih dari 10 tahun sudah saatnya dievaluasi. “Masih banyak yang bisa memimpin Baznas Kabupaten Bogor, jangan yang itu-itu aja,” tandasnya.n Herry Setiawan