28.8 C
Bogor
Saturday, July 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 284

Pekebun Sawit Jambi Siap Terapkan Ilmu Pelatihan Penguatan Kelembagaan dari Kementan

0

JURNAL Inspirasi – Pelatihan penguatan kelembagaan angkatan III dan IV bagi pekebun kelapa sawit di Provinsi Jambi baru saja usai, Rabu (03/07/2024).

Peserta mengaku siap menerapkan ilmu yang didapat selama pelatihan. Selama sebelas hari para peserta diberikan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensinya dalam mengelola dan menguatkan organisasi/lembaga pekebun.

Dalam membangun pertanian, Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya meningkatkan kapasitas SDM sebagai kunci utamanya.

“Faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas pertanian adalah SDM. Oleh sebab itu, jika ingin pertanian maju, majukan dahulu SDM-nya,” kata Dedi.

Melalui pelatihan tentunya diharapkan ada peningkatan kapasitas dan kemampuan peserta dalam mengelola organisasi/lembaga yang mewadahinya.

Salah satu peserta, Sulistiono mengatakan selama mengikuti proses pelatihan mendapat banyak wawasan dan pengetahuan.

“Kami sampaikan penghargaan kami petani, setelah kami mengikuti pelatihan ini kami mengerti tugas kami sebagai peserta. Kami dituntut sebagai penggerak agar bertindak bersamaan dalam wadah kemitraan dan sebagainya”, ujar Sulistiono peserta dari Kabupaten Sarolangun.

Sulistiono menambahkan dirinya tidak menyangka akan mendapat banyak pengetahuan dari pelatihan

“Awalnya kami pikir kami hanyalah petani biasa, ketika diajak pelatihan, kami beranggapan hanya diajak refreshing dan sebagainya, tetapi setelah kami mengikuti ternyata banyak hal yang kami dapatkan di sini,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Ika Pramita Sari mengaku mendapat banyak pengetahuan dan ilmu, utamanya pokok persoalan turunnya pendapatan suami dari hasil perkebunan.

“Selama mengikuti proses pelatihan ini saya tahu, apa tugas dari bapak-bapak, pergi-pulang mupuk, pupuk buat apa sih, proning dan pembersihan gunanya untuk apa. Selama ini kami hanya menanyakan pendapatan suami kami berapa, dan mengapa menurun, sekarang kami sudah tahu akar permasalahannnya,” tutur Ika.

Ika melanjutkan, dirinya mengaku akan menyampaikan dan mengimplementasikan ilmu ke daerah asalnya tentang apa itu kelembagaan, kemitraan dan koperasi, terutama pengalaman yang didapatnya selama mengikuti pelatihan.

Sebagai informasi, pelatihan Penguatan Kelembagaan Petani angkatan III dan IV diselenggarakan mulai tanggal 23 Juni hingga 03 Juli 2024 di Swiss-Belhotel, Kota Jambi dengan muatan 80 Jam Pelatihan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan atas kerjasama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

(yev/r)

Pakar UGM: Pertanian Tak Akan Berjalan Tanpa Penyuluhan Yang Dikelola Serius

0

JURNAL Inspirasi – Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sri Peni Wastutiningsih, menyoroti urgensi transformasi dalam penyuluhan pertanian sebagai kunci utama dalam membangun keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia. Dalam pandangannya, pertanian tidak hanya sekadar sektor ekonomi, tetapi tulang punggung dari seluruh pembangunan nasional.

“Pertanian tidak akan mungkin berjalan tanpa adanya penyuluhan dan negara tidak dapat berjalang tanpa pertanian,” ungkap Sri Peni pada keterangan pers yang dirilis oleh Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) tertanggal 5 Juni 2024.

Untuk itu, Sri Peni menilai transformasi struktur penyuluhan sangat mendesak. Menurutnya, struktur kelembagaan BPP perlu ditingkatkan sehingga memiliki peran layaknya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di tingkat kecamatan.

“Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) idealnya bukanlah sekadar lembaga, melainkan harus menjadi pusat pengembangan terpadu untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan,”terangnya.

Karena itu, Sri Peni juga mengangkat isu tentang keterbatasan anggaran yang memengaruhi kinerja para penyuluh yang tergabung dalam BPP. “Apakah realistis untuk satu BPP melayani beberapa kecamatan sekaligus?”

Peran BPP sebagai lembaga yang menjalankan tugas perencanaan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan perlu dilanjutkan pembinaan kerja sama dengan para stakeholder.

“Kerja sama antar stakeholder menjadi krusial. Semua pihak harus menyadari peran mereka dalam mendorong pertanian ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Untuk itu, Sri Peni meminta adanya amandemen terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kebijakan setiap pemerintah daerah bisa membuat standar yang berbeda dalam penyelenggaraan dan pengaturan posisi penyuluh pertanian.

“Negara kita tidak dapat lepas dari pertanian sehingga tidak tepat bila pertanian bukan ditempatkan sebagai urusan wajib,” tegasnya.

Pakar UGM ini juga menyoroti pentingnya pemetaan program studi di perguruan tinggi yang mendukung kebutuhan wilayah.

“Perguruan tinggi harus memiliki tanggung jawab yang jelas dalam mendukung pertanian sesuai dengan kebutuhan lokal,” katanya.

Terkait dengan penelitian dan pengembangan inovasi pertanian, Sri Peni menegaskan perlunya perubahan dalam aturan terkait penelitian pertanian untuk memastikan efisiensi penggunaan sumber daya dan infrastruktur. Saat ini, para peneliti yang tadinya bertugas di Kementerian Pertanian (Kementan) berpindah ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Perpers No. 78/2021 tentang BRIN tidak memungkinkan peneliti di Kementan.

Dia berharap pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka bisa mengamandemen perpres tersebut.

“Penelitian pertanian jika ditarik ke Kementan, akan lebih sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Sri Peni Wastutiningsih menjadi perwakilan UGM pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh KPPN dengan “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?”. Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, pada Selasa (02/07/2024) lalu tersebut, turut hadir perwakilan pakar penyuluhan dari berbagai pergurunan tinggi dan perwakilan dari organisasi petani, seperti Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

(bppsdmp/bbpmkp)

Kementan Latih Pekebun Kelapa Sawit Di Jambi Pengelolaan KUD

0

Jurnal Inspirasi – Sebanyak 64 Pekebun Kelapa Sawit di Jambi mendapatkan pelatihan pengelolaan Koperasi Unit Desa (KUD) melalui kunjungan lapang pada Senin (01/07).

Pelatihan yang merupakan bagian terintegrasi dari pelatihan penguatan kelembagaan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman pekebun tata kelola koperasi yang baik dan efisien sehingga dapat menghasilkan dan mensejahterakan anggota dan komunitas desa setempat.

Pelatihan tersebut juga sebagai bekal peserta dalam menjalankan organisasi/lembaga di wilayahnya. Koperasi berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial, terutama dalam memberdayakan masyarakat kecil dan menengah, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pengelolaan KUD yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas dan pendapatan anggotanya.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan bahwa pertanian harus dapat menghasilkan dan meningkatkan kesejahteraan petaninya, tidak hanya mencukupi kebutuhan hidup. salah satu implementasinya melalui pengelolaan KUD bagi pekebun/petani.

Bertempat di KUD Manggar Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, para pekebun mendapatkan pengetahuan dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan KUD Kelapa Sawit. Mulai dari perencanaan dan organisasi, manajemen keuangan, produksi dan pemeliharaan (pemilihan bibit, pemeliharaan dan panen), serta pemasaran dan penjualan hasil produksi

Slamet Haryanto, salah satu pengurus KUD Manggar Jaya mengungkapkan rasa suka citanya dan terima kasih karena koperasi yang dikelolanya dapat menjadi tempat belajar dan berbagi pengalaman bagi para pekebun di Jambi.

“Semoga pengalaman dan pengetahuan yang kami berikan di sini dapat bermanfaat untuk kemajuan kita bersama”, ungkap Slamet.

lebih lanjut Slamet mengatakan dirinya hanya ingin membagikan pengalaman dan apa yang sudah dillakukan dalam mengembangkan koperasi.

Sementara itu, hadir narasumber lain, pengurus KUD Karya Mandiri, Kabupaten Muaro Jambi, Nurhadi menyebutkan dalam konteks pengembangan kelembagaan tentunya kita ingin mendapatkan yang lebih, yaitu lebih baik, lebih produktif, dan lebih bermanfaat. Karenanya kita juga harus melakukan sesuatu yang lebih baik.

“Yang namanya ingin berkembang lebih baik, kita tidak bisa instan, bimsalabim. Kita berikan pemahaman pada anggota, berkoperasi yang baik seperti apa. Kami juga memberikan kesempatan pada anggota untuk memberikan ide, saran, dan masukan untuk pengembangan koperasi yang lebih baik:”, sebut Nurhadi.

Pelatihan pengelolaan KUD melalui kunjungan lapang merupakan kedua kalinya dilakukan BBPMKP bagi pekebun Kelapa Sawit di Provinsi Jambi di tahun 2024 ini. Sebelumnya dilakukan pelatihan serupa bagi peserta pelatihan penguatan kelembagaan angkatan I dan II pada 22 Mei hingga 1 Juni 2024 lalu.

(BPPSDMP/bbpmkp)

Indocement Terus Tingkatkan Edukasi Gaya Hidup Hijau di Desa Mitra

0

JURNAL Inspirasi – Indocement Kompleks Pabrik Citeureup terus meningkatkan edukasi gaya hidup hijau di lingkungan sekitar melalui pelaksanaan kegiatan pembuatan lubang biopori serta pemberian bibit pohon buah di Sekolah Adiwiyata dan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) mitra Indocement.
Acara edukasi tersebut dipusatkan di SMK Tunggal Prakarsa, Desa Bantajati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor pada Juni 2024. SMK Tunggal Prakarsa merupakan salah satu sekolah berwawasan lingkungan yang memegang Predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi yang diraihnya pada 2022.
Hadir dalam acara pembuatan lubang biopori General Manager Indocement Kompleks Pabrik Citeureup Setia Wijaya, Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handjani, CSR Manager Indocement Gadang Wardhono, Kepala Sekolah SMK Tunggal Prakarsa Didi Suhrowardi, M.Pd. dan tamu undangan lainnya.
Selain itu, dilakukan pula kick-off program Gerakan Pembuatan Lubang Biopori di desa mitra Indocement Kompleks pabrik Citeureup dengan memberikan bantuan alat pembuatan lubang biopori dan tutup biopori kepada tiga perwakilan KRL yaitu KRL Berhias dari Desa Gunung Sari, KRL Pabangbon dari Desa Bantarjati, dan KRL Zalak dari Desa Gunungputri.
Sekretaris Perusahaan Indocement Dani Handjani menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Indocement untuk memberikan edukasi kepada Sekolah Adiwiyata dan KRL mitra Indocement Citeureup mengenai pentinganya melestarikan alam melalui beberapa langkah kecil seperti pembuatan lubang biopori.
Keberadaan lubang biopori diharapkan membantu proses penyerapan air ke dalam tanah sehingga mencegah banjir dan membantu pengolahan sampah organik menjadi kompos.

CSR Manager Gadang Wardhono menyatakan bahwa Indocement juga melakukan kegiatan lain untuk mendukung gaya hidup hijau di masyarakat desa mitra seperti sosialisasi program pemilahan sampah, bank sampah, serta program Sekolah Adiwiyata.
Mengenai Indocement
Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memproduksi Semen Tiga Roda, Semen Rajawali, Mortar Tiga Roda, dan Semen Grobogan. Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan sekitar 4.400 orang.
Indocement mengoperasikan 14 pabrik milik sendiri serta dua pabrik dan satu grinding mill dengan sistem sewa dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 33,5 juta ton semen. Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan; satu pabrik di Grobogan, Jawa Tengah; dua pabrik di Maros, Sulawesi Selatan, dan satu grinding mill di Banyuwangi, Jawa Timur.
Pada 2022, Indocement telah mengoperasikan Pabrik Maros setelah menandatangani Perjanjian Sewa Pakai Aset dengan PT Semen Bosowa Maros dan PT Bosowa Corporindo. Heidelberg Materials AG telah menjadi pemegang saham mayoritas Indocement sejak 2001.

Cuaca Ekstrim, Kapolsek Ciawi Himbau Warga Agar Tetap Waspada

0

Jurnal Bogor – Intensitas curah hujan cukup tinggi di barengi angin puting beliung yang mengakibatkan atap rumah warga di wilayah Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor tersapu angin puting beliung, pada Rabu sore (3/7).

Informasi yang dihimpun, ada tiga unit rumah warga yang mengalami atap rumahnya tersapu angin puting beliung, rumah milik bapak Holis, Sri Julaisti, dan Ibu Karti.

Disamping itu juga, ada pohon tumbang dan tanh longsor. Beruntung dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya atap rumah warga tersapu angin puting beliung.

Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat mengatakan, bahwa situasi di lokasi bencana alam saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.

“Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan lebih lanjut dan membantu warga yang terdampak,” ujar Kompol Agus Hidayat, Kamis (4/7/2024).

Diimbau kepada warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrim, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi situasi darurat di lingkungan sekitar.

“Untuk itu, warga Kabupaten Bogor dan sekitarnya untuk tetap waspada dan berhati hati dalam berkendara, mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi,” ungkapnya.

Yudi

IPB: Penyuluh Kunci Peningkatan Produksi, Sebaiknya di Bawah Pemerintah Pusat

0

JURNAL Inspirasi – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Siti Amanah menyoroti langkah strategis dalam mengoptimalkan peran penyuluh pertanian guna fokus meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian di daerah maupun nasional. Penyuluhan adalah pelaku utama yang diatur Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan. 

“Saat ini kelembagaan penyuluh pertanian berada di bawah pemerintah daerah bukan berada di pusat. Sebaiknya ada kesatuan pelaksanaan fungsi tugas dari Kementerian. Orientasi atau prioritas pencapaian   pembangunan derah itu beragam dalam  memandang urgensi dari penyuluh. Sehingga bisa jadi ketika itu ditempatkan di daerah belum mendapatkan porsi yang sesungguhnya,” demikian dikatakan Siti Amanah saat menjadi peserta Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?” di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Amanah mengungkapkan penyebab penyuluh pertanian berada di daerah disebabkan karena impilkasi dari penerapan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 mengenai pelaksanaan otonomi daerah. Dalam Otonomi daerah, daerah dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota.

“Penyuluh pertanian seharusnya memiliki sebuah kapasitas yang tidak hanya diperoleh dari lembaga atau diklat tetapi juga pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan klien atau pengguna jasa penyuluhan. Optimasi peningkatan penyuluh itu seharusnya kelembagaanya dikembalikan ke pemerintah pusat agar lebih fokus membangun pertanian khusus peningkatakan produksi dan pendampingan petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amanah menegaskan selama berada di pemerintah daerah, peran penyuluh tidak fokus karena dibebankan untuk urusan politik dan lainya yang menjadi kepentingan kepala daerah. Sebab, tidak semua kepala daerah memiliki komitmen yang sama dalam memajukan pertanian dengan menempatkan penyuluh sebagai pilar utama dalam transformasi teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahreraan petani.

“Hal ini bisa menjadi perhatian dari birokrat dan parlemen sehingga adanya kesatuan tugas untuk lebih mudah mencapai tujuan pembangunan  pertanian. Sedangkan, dari sisi anggaran menjadi tanggung jawab pusat,” tegasnya.

(bbpmkp)

KTNA: Struktur Penyuluhan Pertanian Tidak Optimal

0

JURNAL Inspirasi – Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengungkapkan keprihatinannya terhadap struktur penyuluhan pertanian di Indonesia yang dinilai belum optimal dan berpotensi pada dampak yang tidak baik pada sektor pertanian nasional. Ketua Umum KTNA, M.Yadi Sofyan Noor menyoroti bahwa meskipun penyuluh pertanian terbukti bekerja di lapangan, struktur wadah mereka tersebar secara tidak merata di berbagai daerah.

“Saat ini, posisi penyuluh tersebar di berbagai bagian instansi, tanpa konsistensi yang jelas dalam pengelolaan dan koordinasi,” ujar Yadi Sofyan Noor saat menjadi peserta Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?” di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, pada Selasa, 2 Juli 2024.

Yadi menampik kalau penyuluh dinilai tidak berkinerja. Menurut pengamatannya di lapangan, Ia memastikan pihaknya kerap berkoordinasi dengan penyuluh di lapangan.

”Artinya konektivitas ada dan masih nyambung. Tapi wadahnya saat ini tidak nyaman buat mereka,” tegasnya.

Yadi menegaskan kondisi tersebut menghambat efektivitas penyuluhan dalam mendukung petani di lapangan. Maka dirinya menilai perlunya perubahan dalam pengelolaan penyuluhan dengan menyarankan agar ketenagaan penyuluh pertanian dikembalikan ke pusat.

“Koordinasi yang baik antara penyuluh dan semua stakeholder harus menjadi prioritas utama agar penyuluhan benar-benar mampu memberikan dampak yang signifikan, terutama bagi petani,” katanya.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, KTNA menyerukan agar pemerintah mengambil langkah tegas untuk merancang struktur penyuluhan yang lebih terpadu. Apalagi penyuluh merupakan bagian penting dalam mendampingi petani untuk mewujudkan swasembada pangan.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal HKTI Sadar Subagyo mengungkapkan peran krusial penyuluh dalam memastikan keberhasilan swasembada pangan, air, dan energi yang menjadi fokus utama Presiden RI terpilih Prabowo Subianto kelak.

“Peran penyuluh pertanian sangat krusial dalam memastikan keberhasilan program-program strategis ini, seperti penyanyi yang menyampaikan lagu kepada pendengarnya. Merekalah yang menyampaikan teknologi dan inovasi kepada petani,” ungkap Sadar.

Namun Sadar menilai, setelah reformasi, suara para penyuluh ini meredup. ”Dan di era Prabowo nanti, kita harapkan suara mereka bisa kembali dengan mengangkat kembali program-program krusial,” jelasnya.

Sadar menambahkan bahwa salah satu akar permasalahan utama adalah kurangnya landasan hukum yang memadai.

“Kami mendorong untuk mengembalikan peran penyuluh pertanian sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2006 dengan mengamandemen Undang-Undang Otonomi Daerah. Pertanian harus menjadi urusan wajib yang didukung sepenuhnya, baik dari tingkat pusat maupun daerah,” tegasnya.

Sadar yang saat ini menjadi bagian dari Partai Politik Gerindra telah menyampaikan aspirasi banyak pihak tentang mengoptimalkan peran penyuluh pertanian.

“Kami telah berkomunikasi dengan fraksi kami di DPR RI dan mendapatkan dukungan kuat untuk langkah ini. Saatnya untuk melangkah lebih lanjut dengan tindakan nyata,” lanjutnya.

Kegiatan Focus Group Discussion ini diadakan oleh Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN). Menurut Ketua KPPN Bustanul Arifin, peran penyuluh pertanian saat ini semakin krusial.

”Transformasi dalam peran penyuluh pertanian di Indonesia sangat urgent. Perlu adanya perubahan strategis dalam menghadapi tantangan baru yang dihadapi sektor pertanian, khususnya dalam konteks perubahan kebijakan pemerintahan yang baru,” pungkasnya.

(bbpmkp)

Jelang Porprov Jabar 2026, Rudy Susmanto Dukung Menuju Kabupaten Bogor Kahiji

0

Cibinong, Jurnalinspirasi.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto dikenal sebagai politisi yang sangat peduli kepada sektor pembinaan dan pembangunan prestasi olahraga Bumi Tegar Beriman.

Rudy sangat respon kepada semua organisasi olahraga yang ada di Kabupaten Bogor seperti KONI, NPCI, KORMI dan SOIna.

Wasekjen DPP Partai Gerindra juga mendukung penuh tagline Kabupaten Bogor Kahiji dalam Porprov Jabar 2026.

Prestasi tertinggi memang harus menjadi target dari semua atlet dan cabor. Namun pembinaan berkelanjutan semua cabor pada talenta atlet lokal Kabupaten Bogor tetap harus yang utama,” ujar Rudy Susmanto, Rabu, (3/7).

Kedepannya kata Rudy, DPRD dan Pemkab Bogor harus lebih sinergi lagi dalam membangun sarana dan fasilitas olahraga di kawasan Pakansari Sport Center.

Ia menilai saat ini Kabupaten Bogor harus ada penambahan sarana dan fasilitas olahraga baru seperti Kolam Aquatic, Lapangan Tembak dan Gymnasium atau Gedung Serba Guna yang bisa dimanfaatkan banyak cabor dan event lainnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar mengatakan sangat bangga dengan dukungan dan apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor terhadap semua program KONI.

Alhamdulilah kami sangat senang dengan dukungan penuh dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor terkait semua program KONI dan juga target Bogor Kahiji di Porprov Jabar 2026,” ucap Dedi Ade Bachtiar usai audiensi pengurus KONI dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Selasa, 2 Juli 2024 malam.

Tak hanya itu, kata Dedi, KONI juga akan terus bersinergi dengan elemen stakeholder lainnya yang ada di Kabupaten Bogor.

“Mencapai target Bogor Kahiji dalam Porprov Jabar bukan hanya tugas KONI saja. Namun harus ada kolaborasi dan sinergi dengan semua pihak pemangku kebijakan di Kabupaten Bogor,” pungkasnya. ***

**Aga

Rudy Susmanto Apresiasi Langkah Pj. Bupati Bogor Menata PKL di Puncak Diapresiasi

0

Cibinong, Jurnal inspirasi -Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu melaksanakan rapat koordinasi bersama jajaran DPRD Kabupaten Bogor terkait program kegiatan tahun 2024-2025, di Ruang Rapat DPRD, Cibinong, Selasa (2/7). Pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto mengapresiasi langkah Pj. Bupati Bogor menata PKL di kawasan Puncak.

Hadir pada rapat koordinasi tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, jajaran Wakil Ketua DPRD dan jajaran anggota DPRD. Mendampingi Pj. Bupati Bogor, Pj. Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu menyampaikan setelah kurang lebih enam bulan ditugaskan di Kabupaten Bogor hari ini saya diberi kesempatan bisa bersilaturahmi melaksanakan rapat gabungan dengan pimpinan dan jajaran anggota DPRD Kabupaten Bogor. Ini adalah satu kesempatan untuk lebih bersinergi agar lebih guyub lagi untuk membawa Kabupaten Bogor ke arah yang lebih baik.

“Terima kasih kepada DPRD Kabupaten Bogor yang sudah memberikan dukungan selama saya bertugas. Berbagai kebijakan sampai dengan hari ini disepakati bersama. Hubungan kemitraan antara eksekutif dengan DPRD harus terus dibangun dengan harmonis,” ujar Asmawa.

Asmawa mengungkapkan, untuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 20 tahun ke depan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2025 sementara dalam proses penyusunan. Jadi prinsipnya saat ini kita menyiapkan itu semua, yang nantinya akan dilaksanakan oleh kepala daerah definitif.

“Momentumnya adalah kita ingin mengakomodir apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Baik dari sisi infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, termasuk pengembangan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Asmawa.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan, atas nama DPRD Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia sudah menempatkan Pj. Bupati Bogor yang terbaik. Teman-teman media mungkin sudah lama memperhatikan, hari ini menunjukan beliau adalah pemimpin Kabupaten Bogor yang memiliki kepribadian sangat low profile. Beliau mau datang ke DPRD rapat koordinasi bersama kami, mendengar aspirasi kami.

“Hari ini membahas beberapa hal, salah satunya mengapresiasi langkah yang diambil Pj. Bupati Bogor untuk melakukan penataan PKL di Puncak. Kedua, kita membicarakan beberapa kebijakan strategis yang sama-sama harus diselesaikan oleh DPRD periode 2019-2024,” kata Rudy.

Rudy menambahkan, agar jalannya roda pemerintahan tidak terganggu pergantian anggota DPRD periode berikutnya. Tetap sinkron untuk menunjang program-program Pemkab Bogor. Tapi intinya DPRD Kabupaten Bogor mengapresiasi, mengucapkan terima kasih bahwa Mendagri tidak salah menunjuk Pj. Bupati Bogor hari ini.

“Saya juga sangat mengapresiasi kegiatan hari ini, ini adalah sejarah baru di Pemerintahan Kabupaten Bogor, dalam hal ini Pj. Bupati Bogor hadir melaksanakan rapat koordinasi di kantor DPRD Kabupaten Bogor,” tambah Rudy Susmanto. Aga

Krisis Identitas Penyuluh Pertanian, Momentum Perubahan Diperlukan

0

JURNAL Inspirasi – Komisi  Penyuluhan Pertanian Nasional menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penyuluh Pertanian Mau Kemana?” di Hotel Aston Simatupang, Jakarta, pada Selasa, 2 Juli 2024. Acara ini menyoroti tantangan produktivitas pertanian dan langkah-langkah untuk memperbaiki keberlanjutan penyuluhan pertanian di Indonesia.

Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) Bustanul Arifin menegaskan urgensi transformasi dalam peran penyuluh pertanian di Indonesia. Arifin menyebutkan perlunya adaptasi dan perubahan strategis dalam menghadapi tantangan baru yang dihadapi sektor pertanian, khususnya dalam konteks perubahan kebijakan pemerintahan yang baru pada Oktober nanti.

“Penyuluh pertanian harus melakukan transformasi signifikan dalam pendekatan dan strategi kerja mereka agar dapat menanggapi perubahan kondisi dan kebutuhan petani di era baru ini,” ungkap Bustanul Arifin.

Bustanul menambahkan bahwa perubahan ini sangat penting mengingat peran krusial penyuluh dalam mendukung keberlanjutan dan peningkatan produktivitas sektor pertanian, terutama dalam menghadapi perubahan iklim. Maka dirinya menyayangkan bahwa peran penyuluh sering kali terhambat oleh peraturan yang belum sepenuhnya mendukung kerja mereka.

“Kita perlu memastikan bahwa penyuluh memiliki dukungan yang memadai dari segi peraturan dan sumber daya agar mereka dapat berfungsi secara optimal dalam mendampingi petani,” jelasnya.

Bustanul menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan reformasi dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian, dengan memastikan bahwa peran penyuluh dapat diperkuat sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 2006.

“Kami mengadvokasi agar kelembagaan penyuluhan kembali berada di bawah pemerintah pusat untuk meningkatkan koordinasi dan efisiensi,” tambah Bustanul.

Sementara itu, Pakar Penyuluhan dari Universitas Andalas Hery Bachrizal Tanjung menyoroti bahwa penyuluh pertanian memiliki peran krusial dalam mengoordinasikan kebijakan nasional dengan kondisi riil di lapangan.

“Penyuluh pertanian harus mampu beradaptasi dengan baik dan memiliki kompetensi yang tinggi dalam membina dan mengembangkan kapasitas petani,” paparnya.

Belum lagi, Hery menegaskan perlunya integrasi yang lebih baik antara kebijakan pusat dan daerah dalam mengelola penyuluhan pertanian.

“Pengelolaan penyuluhan harus tetap berpusat pada kebijakan nasional dengan pengembangan dan implementasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah,” tambah Hery.

Sementara itu, pakar penyuluhan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Dwiningtyas Padmaningrum menekankan pentingnya integrasi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan komunitas petani dalam mendukung program penyuluhan pertanian.

“Peran penyuluh pertanian tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai fasilitator dalam membangun kapasitas petani untuk mengadopsi teknologi baru dan meningkatkan efisiensi usaha mereka,” tambahnya.

Dwiningtyas juga mengulas tentang peran penting Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mendukung implementasi kebijakan pertanian di tingkat kecamatan. Ia berharap BPP dapat diperkuat sebagai pusat pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan terpadu di setiap wilayah.

“Saat ini, tantangan terbesar adalah pengelolaan sumber daya manusia dan sarana prasarana yang memadai di BPP. Perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas BPP sebagai motor penggerak pembangunan pertanian di daerah,” tegas Dwiningtyas.

(bbpmkp)