31.5 C
Bogor
Sunday, March 29, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 28

GAN acappella: Definisi Baru Musik Acappella Bernafas Islami

0

Bogor | Jurnal Bogor
GAN acappella adalah solois vokal a cappella asal kota Bogor yang mengusung konsep musik nasheed tanpa instrumen alat musik dengan pendekatan nilai spiritual, pesan moral, dan identitas keislaman yang kuat.

Berbeda dari grup a cappella pada umumnya, GAN acappella tidak sekadar menyuguhkan hiburan musikal namun setiap karya GAN acappella bertujuan sebagai media dakwah Islam, refleksi kehidupan, dan pengingat nilai ketuhanan yang dikemas dalam bahasa musik yang easy listening, modern, relevan, memiliki kedalaman makna, dan menyentuh rohani lintas generasi.

Makna nama GAN merepresentasikan singkatan sekaligus identitas nilai:
G: Grateful – rasa syukur sebagai fondasi nilai karya musiknya
A: Awakened – membangun kesadaran rohani, akal dan hati
N: Nasheed – nyanyian berisi pesan Islami, motivasi keimanan dan nasihat moral

Ciri Khas GAN acappella
GAN acappella dikenal dengan karakter berikut:
Musik a cappella murni (tanpa instrumen alat musik)
Menekankan pada esensi pesan yang disampaikan
Lirik bertema spiritual, ketuhanan, kehidupan, dan penghambaan.
Pendekatan nasheed yang modern, ciri khas yang kuat dan syair yang penuh makna karena bersumber pada dalil Al-Quran & hadist.

Terdapat 3 debut nasheed GAN acappella yang telah rilis di beberapa platform musik digital diantaranya Spotify, Youtube Music, iTunes, dan lainnya, yaitu:

  1. Sambut Ramadhan
  2. Qiyamul Lail
  3. Belahan Kalbu

GAN acappella memiliki visi:
syi’ar dengan syair

Misi:

  • Menghadirkan nasheed yang menenangkan, mencerahkan, dan membangunkan kesadaran
  • Menjadi referensi musik nasheed a cappella di Indonesia
  • Menunjukkan bahwa nyanyian dapat bernilai spiritual, bukan sekedar hiburan.
    ** Wawan H

Sambut HPN, Polres Bogor Gandeng Insan Pers Jalankan Intruksi Presiden Prabowo

0

Caringin | Jurnal Bogor
Jalankan intruksi Presiden RI Prabowo Subianto saat Rapornas di SICC pekan kemarin, Polres Bogor menggandeng insan pers wujudkan program ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke-80, Polres Bogor beserta jajaran lakukan penanaman pohon di sisi area Sungai Cisadane, Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Minggu (8/02/2026).

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan, pihaknya bersinergi dengan insan pers untuk mewujudkan intruksi Presiden RI dalam suksesi program ASRI.

“Bukan hanya tindakannya, tetapi dengan bersama-sama rekan-rekan insan pers juga mengajak seluruh masyarakat untuk khususnya di Kabupaten Bogor menjadi aman, sehat, resik dan indah alias ASRI,” tegas Wikha.

Eks Ajudan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo itu mengatakan, penanaman pohon yang dilaksanakan dalam rangka menyambut HPN di wilayah Caringin itu langkah awal dalam menjalankan intruksi Presiden Prabowo Subianto.

“Kita sama-sama tahu, beberapa belan belakangan kerap terjadi bencana alam di beberapa wilayah Indonesia, maka dari itu, hari ini jajaran Polres Bogor bersama insan pers yang bertugas di Bogor, secara bersama-sama melakukan penanaman pohon dalam rangka menjaga alam. Insyallah, dengan kita menjaga alam maka alam akan menjaga kita,” kata Wikha.

Ia menambahkan, pihaknya bukan hanya menanam pohon tetapi juga lakukan penebaran benih ikan di aliran sungai Cisadane.

“Bukan hanya habitat di darat, kami juga menebar bibit ikan di Cisadane. Jadi secara lingkungan dijaga, makhluk hidup juga dijaga,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Wartawan Polres Bogor, Putra Ramadhani memaparkan, bahwa pihaknya akan semakin bersinergi dengan Polres Bogor dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Kami bersama Polres Bogor akan beriringan dalam sama-sama menjalankan tugas dan peran masing-masing, demi hal-hal yang positif untuk semua pihak,” papar Putra. n Noverando H

Pemkab Bogor Salurkan Bantuan Rp 100 Juta untuk Masjid Nurul Hidayatul Wahid

0

Cijeruk | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Tim Jum’at Keliling (Jumling) kembali menggelar kegiatan Salat Jumat Keliling di Masjid Besar Nurul Hidayatul Wahid, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Jumat (6/2/2026), sebagai upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mendukung penguatan sarana ibadah.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemerintah Kabupaten Bogor, Camat Cijeruk, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda se-Kecamatan Cijeruk.

Ketua Tim Jumling, Jaenal Ashari, menyampaikan bahwa program Jum’at Keliling memiliki dua tujuan utama, yakni sebagai media silaturahmi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan masyarakat, serta sebagai sarana menyerap aspirasi warga terkait pembangunan di Kabupaten Bogor.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di berbagai sektor, tidak hanya pendidikan, tetapi juga kesehatan dan infrastruktur,” ujarnya.

Ia menegaskan, kegiatan Jum’at Keliling merupakan bentuk konsistensi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjalankan program keagamaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan program-program keumatan dengan terus menggiatkan Jumling di seluruh kecamatan. Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan bantuan untuk Masjid Nurul Hidayatul Wahid sebesar Rp100 juta,” kata Jaenal.

Sementara itu, Camat Cijeruk, M. Sobar, mengungkapkan bahwa kegiatan Jum’at Keliling di Desa Cipelang merupakan pelaksanaan perdana di Kecamatan Cijeruk pada tahun 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, kehadiran Tim Jumling menjadi bukti perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat dan sarana ibadah di wilayah Kecamatan Cijeruk.

“Perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap masjid ini tentu semakin meningkatkan sinergitas antara pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Selain itu, masyarakat menjadi lebih nyaman dalam menjalankan ibadah. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadan, bantuan ini sangat berarti bagi kami,” pungkasnya. Yudi

Hujan Tak Surutkan Antusias Jamaah di Tarhib Ramadhan 2026 UIKA Bogor

0

Ciawi | Jurnal Bogor – Hujan yang turun sejak malam hingga pagi hari tidak menyurutkan langkah masyarakat Kota Bogor untuk menghadiri kegiatan Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 2026 yang digelar di Masjid Ibn Khaldun, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Minggu (8/2/2026).

Sejak pagi hari hingga menjelang waktu Dzuhur, ribuan jamaah tampak memadati area masjid dengan penuh khidmat dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Ormas Islam (FKOI) Kota Bogor bekerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Bogor serta Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Bogor sebagai ikhtiar bersama dalam menyiapkan umat menyambut bulan penuh berkah.

Ketua Panitia, Iman Hilman, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi masyarakat meski cuaca hujan menjadi bukti nyata semangat umat Islam dalam menyambut Ramadhan.

“Ini adalah sikap yang dibangun dari antusiasme, semangat, dan kerinduan untuk beribadah di bulan Ramadhan. Hujan tidak menjadi penghalang, justru menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk hadir dan menyiapkan diri menyambut bulan penuh berkah,” ujarnya.

Ia menambahkan, ceramah dan rangkaian kegiatan Tarhib Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi bekal ilmu yang bermanfaat agar umat Islam dapat menjalani Ramadhan dengan lebih berkualitas, penuh kesadaran, serta bernilai ibadah.

Salah satu penceramah, Ustadz Samsam Nurhidayat, dalam tausiyahnya menyampaikan agar jamaah memanfaatkan Ramadhan dengan mengoptimalkan amalan-amalan utama yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT.

Adapun lima amalan utama yang disampaikan, yakni sedekah sebagai bentuk kepedulian dan pembersih harta, membaca Al-Qur’an untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, shalat malam sebagai sarana meraih kedekatan spiritual dan ampunan dosa, i’tikaf untuk memfokuskan diri beribadah di masjid pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, serta umrah di bulan Ramadhan yang memiliki keutamaan pahala setara dengan haji.

Selain dihadiri tokoh-tokoh ormas Islam dan para ulama, kegiatan tersebut juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Bogor. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan 2026 serta tingginya partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor untuk berkolaborasi dengan seluruh ormas Islam dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini dan siap bersinergi dengan seluruh ormas Islam dalam mewujudkan Kota Bogor yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan 2026 ini, FKOI Kota Bogor bersama IKADI dan Salimah berharap semangat persatuan, peningkatan ibadah, serta penguatan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat dapat semakin tumbuh menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Yudi

Gen Z Tamansari Diajak Peduli Kesehatan Mental Lewat Diskusi Tematik

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Karang Taruna Kecamatan Tamansari menggelar diskusi tematik mengenai kesehatan mental bersama generasi muda (Gen Z), Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Tamansari tersebut mengangkat tema “Jika Diammu adalah Cara Mu Menjaga Kesucian, Aku Ridho Menjadi Asing”. Tema ini diangkat sebagai bentuk keprihatinan atas fenomena yang banyak terjadi di kalangan anak muda saat ini, yakni kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial ketika menghadapi berbagai persoalan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Tamansari, Dadeng Heri, menyampaikan bahwa tidak sedikit generasi muda yang memilih berdiam diri dan menjauh dari keramaian saat menghadapi masalah, sehingga perlahan merasa asing dari kehidupan sosial di sekitarnya.

“Tema ini kami angkat karena melihat fenomena anak muda sekarang, ketika dihadapkan dengan sekelumit permasalahan, mereka cenderung menarik diri dari keramaian dan berdiam diri, seolah-olah menjadi asing dari kehidupan yang ramai.

Namun, apakah benar penarikan diri atau pengasingan diri dari lingkungan akan menghadirkan ridho dari Sang Pencipta, atau justru sebaliknya, berdiam diri dan mengasingkan diri malah menambah permasalahan,” ujar Dadeng Heri.

Melalui diskusi tematik ini, Karang Taruna Kecamatan Tamansari berharap generasi muda dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun keberanian untuk berbagi cerita, serta tidak ragu mencari bantuan dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Selain sebagai ruang dialog, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi Gen Z agar mampu menyikapi tekanan hidup secara lebih sehat, positif, dan konstruktif. Karang Taruna Tamansari berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuhnya generasi muda yang tangguh secara mental dan sosial. Yudi

Bhayangkari Ranting Ciomas Gelar Pertemuan Rutin, Pembina Tekankan Hidup Sederhana

0

Ciomas | Jurnal Bogor – Bhayangkari Ranting Ciomas menggelar pertemuan rutin pada Sabtu (7/2/2026) bertempat di Aula Polsek Ciomas, Kabupaten Bogor.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Ciomas AKP Hendra Kurnia selaku Pembina Bhayangkari Ranting Ciomas, Ketua Bhayangkari Ranting Ciomas Uum Hendra, para pengurus Bhayangkari, serta seluruh anggota Bhayangkari Ranting Ciomas.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Hendra Kurnia menitipkan pesan kepada seluruh Bhayangkari agar senantiasa mendukung karier dan memberikan semangat kepada suami dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Selain itu, Pembina Bhayangkari juga mengingatkan agar seluruh anggota menerapkan pola hidup sederhana dan tidak bergaya hedon. Para Bhayangkari juga diminta untuk bijak dalam bermedia sosial serta terus menjaga dan mempererat tali silaturahmi antar sesama Bhayangkari.

Pertemuan rutin ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan, soliditas, serta peran Bhayangkari dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polsek Ciomas. Yudi

Menjaga Mimpi dari Keresahan, Geosentra Tamansari Membumikan Kembali Seni Tradisional Sunda

0

Tamansari | Jurnal Bogor

Di sebuah sudut sejuk kawasan Tamansari, Kabupaten Bogor, sekelompok seniman tradisi memilih untuk tidak menyerah pada zaman. Dari kegelisahan akan semakin pudarnya seni karuhun, lahirlah sebuah mimpi sederhana namun bermakna besar. Mereka menamainya Ngimpi Guligah mimpi yang lahir dari keresahan.

Kini, mimpi itu tumbuh menjadi Geosentra (Geologi Seni Tradisional).

Geosentra resmi berdiri pada Desember 2022. Komunitas ini menjadi ruang berkumpul para pelaku seni musik tradisional Sunda di Kecamatan Tamansari yang memiliki satu kegelisahan yang sama, yakni bagaimana menjaga warisan leluhur agar tidak sekadar menjadi cerita masa lalu.

“Ngimpi artinya mimpi, guligah artinya resah. Ini memang mimpi yang muncul dari kegelisahan kami sebagai seniman tradisi,” tutur Dadeng Heri S Ketua Geosentra, saat ditemui di Galeri Karang Taruna Kecamatan Tamansari, Sabtu (7/2/2026).

Seiring perjalanannya, komunitas ini kemudian bermitra dengan Geopark Bogor Halimun Salak. Dari sinilah nama Ngimpi Guligah berubah menjadi Geosentra. Kata geo dimaknai sebagai bumi, sementara sentra berarti pusat seni tradisional.

Maknanya sederhana, namun dalam: membumikan kembali seni tradisional Sunda, agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Di bawah naungan Karang Taruna Kecamatan Tamansari, Geosentra perlahan membangun perannya sebagai ruang edukasi, ekspresi, sekaligus perjumpaan lintas generasi. Salah satu kegiatan utamanya adalah edukasi alat seni tradisional Sunda, mulai dari celempung, karinding, bangkong reang, hingga kacapi suling.

Anak-anak, pelajar, hingga pengunjung yang datang ke kawasan geopark diajak mengenal langsung bunyi-bunyi alam yang lahir dari bambu, kawat, dan kayu alat musik sederhana yang menyimpan filosofi panjang tentang kehidupan orang Sunda.

Tak hanya belajar, pengunjung juga disuguhi penampilan seni tradisional, khususnya kacapi dan celempung, yang kerap mengalun dalam berbagai kegiatan komunitas.

Saat ini, Geosentra diperkuat oleh delapan pelaku seni. Tiga orang memainkan celempung, satu pemain kacapi, dua pemain karinding, satu pemain bangkong reang, serta seorang sinden yang menghidupkan suasana lewat tembang Sunda.

Di balik jumlah yang tidak besar itu, semangat yang dibawa justru terasa kuat.

Geosentra juga membuka ruang diskusi dan ekspresi seni di Galeri Karang Taruna Kecamatan Tamansari. Tempat ini menjadi ruang aman bagi para seniman muda untuk bertanya, berlatih, dan mengekspresikan kegelisahan mereka melalui seni tradisi.

Kehadiran Geosentra bahkan menarik perhatian dunia akademik. Sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, serta beberapa kampus lainnya, menjadikan komunitas ini sebagai objek penelitian.

Di sisi lain, Geosentra juga menjalin kemitraan dengan Desa Wisata Sukajadi, memperkuat posisi seni tradisional sebagai bagian penting dari pengembangan pariwisata berbasis budaya.

Aktivitas Geosentra saat ini terpusat di Geopark Information Center, Hotel Highland, kawasan Tamansari. Dari tempat inilah, bunyi celempung, petikan kacapi, dan getar karinding kembali diperdengarkan bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai denyut kehidupan seni tradisi yang terus bergerak.

Bagi Dadeng dan kawan-kawan, Geosentra bukan sekadar komunitas. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan.

Sebuah mimpi yang lahir dari keresahan, namun terus dijaga agar tetap bernapas di bumi Sunda. Yudi

ITB Dewantara Gelar Wisuda ke-19, Luluskan 148 Wisudawan dan 13 Entrepreneur Baru

0

Bogor | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali menggelar Wisuda ke-19 yang berlangsung khidmat di IPB International Convention Center (IICC), Bogor, pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Pada wisuda tahun ini, ITB Dewantara secara resmi meluluskan Sarjana angkatan ke-34 sebanyak 148 wisudawan dari tiga jurusan yaitu Akuntansi, Manajemen Bisnis, dan Manajemen Pemerintahan.
Prosesi wisuda dihadiri oleh Ketua Yayasan Dewantara Yoga Dewantara, S.Ikom, Pembina Yayasan Dewantara Ir. H. M. Sidik Permana, Rektor ITB Dewantara Dr. Yasnimar Ilyas, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum, para orang tua wisudawan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam wisuda tersebut, ITB Dewantara memberikan apresiasi kepada 11 wisudawan berpredikat cum laude dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,85. Bahkan, salah satu wisudawan berhasil meraih IPK sempurna 4,00. Selain capaian akademik, ITB Dewantara juga mencatatkan prestasi dengan melahirkan 13 entrepreneur baru dari lulusan tahun ini.

Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para lulusan berprestasi dan wirausahawan muda tersebut mampu menjadi motor penggerak perubahan ekonomi, khususnya di Kabupaten Bogor.

“Semoga para wisudawan cum laude dan 13 lulusan yang telah menjadi entrepreneur ini dapat menjadi bibit perubahan ekonomi di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Rektor juga menambahkan bahwa saat ini ITB Dewantara telah dipercaya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai salah satu perguruan tinggi yang bekerja sama dalam program Satu Desa Satu Sarjana.

“Targetnya nanti minimal satu desa dapat melahirkan satu sarjana. Kabupaten Bogor memiliki 416 desa yang tersebar di 40 kecamatan, dan ITB Dewantara siap berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul untuk mendukung program tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjaga nama baik almamater serta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga mengapresiasi langkah transformasi ITB Dewantara yang kini telah membuka dua program studi baru, yakni Bisnis Digital dan Sistem Teknologi Informasi.

Semoga ke depan ITB Dewantara semakin banyak meluluskan wisudawan dengan kompetensi dan ilmu terapan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari perwakilan orang tua wisudawan. Hendrawan, salah satu orang tua wisudawan, mengungkapkan rasa puas dan bangganya setelah anaknya menempuh pendidikan di ITB Dewantara.

“Saya sangat puas anak saya kuliah di ITB Dewantara. Sekarang cara berpikirnya sudah mandiri dan dewasa. Sejak kuliah di sini, anak saya menjadi lebih bertanggung jawab. Alhamdulillah, bahkan sebelum diwisuda, anak saya sudah diterima bekerja di salah satu perusahaan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

ITB Dewantara dikenal sebagai perguruan tinggi yang menerapkan sistem perkuliahan fleksibel untuk menjangkau berbagai latar belakang mahasiswa. Mulai dari kelas reguler pagi (Senin–Kamis), kelas karyawan sore (Senin–Kamis), hingga kelas akhir pekan (Jumat dan Sabtu) bagi mahasiswa yang memiliki kesibukan kerja tinggi.

Salah satu wisudawan, Asni Khairunissa, turut membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di ITB Dewantara.
“Kuliah di Dewantara waktunya fleksibel dan dosennya komunikatif semua,” ujarnya.

Dengan capaian akademik, lahirnya entrepreneur muda, serta kepercayaan pemerintah daerah dalam program pembangunan sumber daya manusia, ITB Dewantara terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mencetak lulusan unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

(Wawan Hermawanto)

Maling Embat Tas Pedagang Buah Terekam CCTV

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor
Dua orang maling terekam kamera CCTV di kios pedagang buah di Jalan Ace Tabrani di lokasi yang berdekatan dengan KUM di Desa Kalong 1, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Sabtu (7/2/2026) dini hari.

Tayangan video yang berdurasi 70 detik itu, terlihat kedua pelaku yang berboncengan dengan menggunakan kendaraan bermotor warna hitam.

Gerak gerik satu orang maling yang memakai masker dilepas di leher itu turun dari motor hingga menghapiri dengan berpura-pura sebagai pembeli di kios buah itu.

Kejadian itu dini hari, para pedagang dikios buah itu dalam keadaan tertidur.

Dengan santainya hingga aksi maling itu menggasak dan membawa kabur tas milik pedagang buah.

Pemilik kios buah Ameng menjelaskan, kedua maling itu beraksi Sabtu sekitar pukul 4: 300 dini hari, saat pekerja atau pedagang di kios itu tengah tertidur karena keadaan sudah pagi mendekati adzan subuh.

Kedua maling itu, mengambil tas yang berisikan identitas penduduk dan uang milik pekerja.

“Isi tas yang dibawa kabur maling itu, KTP berikut uang milik pekerja di kios buah itu,” terangnya.

** Arip Ekon

Jelang Porprov, 596 Atlet Kota Bogor Dites Fisik

0

Bogor | Jurnal Bogor

KONI Kota Bogor terus melakukan berbagai persiapan untuk mencapai target 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) pada November mendatang.

Salah satunya dengan melaksanakan tes fisik bagi 596 atlet yang akan dibagi dalam empat sesi. Dimulai pada 7 sampai 8 Februari di Aula KONI, kemudian 16-17 Februari di Indoor A.

Wakil Ketua I KONI Kota Bogor, Yudi Wahyudi mengatakan bahwa tes fisik akan dilaksanakan dengan spesifik sesuai karakteristik cabang olahraga (cabor).

“Tes fisik ada yang dilakukan dengan delapan item, lima, tiga, dan empat. Sesuai komponen kenutuhan kondisi fisik dan karakteristik cabor,” ujar Yudi kepada wartawan, Sabtu (7/2).

Yudi menjelaskan, pada tes fisik sesi pertama pada 7 Februari diikuti oleh 15 cabor terukur. Kemudian di sesi kedua 8 Februari bakal diikuti 15 cabor beladiri.

“Untuk sesi tiga 16 Februari ada 14 cabor kombinasi terukur dan pemainan. Sedangkan di tanggal 17 Februari akan ada 12 cabir beregu,” jelasnya.

Menurut dia, apabila hasil tes fisik baik, maka atlet akan berangkat. Namun, bila penilaian cukup bakal menjadi pertimbangan untuk diberangkatkan.

“Kalau nilai tesnya kurang, otomatis bakal terdgradasi. Jadi dari total atlet tersebut, takkan semua bisa diturunkan dalam Porprov,” kata Yudi.

Lebih lanjut, kata dia, berdasarkan data awal Porprov sebelumnya ada 1.301 , setelah dites fisik yang bisa berangkat hanya 447 atlet.

“Pada Porprov kali ini, data awal atlet 1.336, berkuramg menjadi 1.074, berkurang lagi jadi 831, dan saat ini sementara di 596 atlet,” katanya.

Yudi menambahkan, dalam tes fisik tak hanya atlet yang nilainya kurang yang terdegradasi. Tetapi juga mereka yang potensial, ada kemungkinan terdegradasi.

** Fredy Kristianto