29.7 C
Bogor
Friday, October 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 279

Warga Sukajadi Nyatakan Siap Memenangkan Rayendra – Eka Maulana di Pilwalkot

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor, Eka Maulana, menerima sambutan hangat dari warga Kampung Sukajadi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, dalam kampanye blusukan yang dilakukannya. Dalam kunjungannya, Eka berkeliling menyapa warga di setiap gang, mengunjungi rumah-rumah penduduk di kawasan yang dikenal padat penduduk tersebut.

Eka Maulana memulai blusukan sekitar pukul 09.00 WIB, didampingi tim relawan dan pendukungnya. Kehadirannya di Kampung Sukajadi disambut antusias dan gembira oleh warga yang telah menunggu untuk bertemu langsung pria berkacamata yang memiliki wajah tampan ini. Mereka terlihat bahagia, menyambut Eka dengan senyum dan harapan.

Di setiap gang yang dilalui, Eka menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan warga. Ia mendengarkan keluhan serta aspirasi mereka terkait berbagai masalah, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga soal kesehatan yang selalu dikeluhkan warga.

Salah satu warga, Nurlaela mengungkapkan bahwa warga sangat berharap adanya perbaikan jalan dan fasilitas umum. Apalagi banyak rumah warga berada di pinggiran sungai, sehingga di Kampung Sukajadi sering terjadi longsor.

“Persoalan infrastuktur dan perhatian pemerintah ke warga, soal bidang pendidikan dan kesehatan. Banyak warga yang sulit memasukan anaknya ke sekolah negeri, dan banyak warga belum memiliki BPJS PBI,” ucapnya.

Warga di Kampung Sukajadi juga menilai, program-program yang diusung dan disiapkan oleh Paslon nomor 5 Dokter Rayendra – Eka Maulana, adalah program terbaik yang bisa mengatasi berbagai persoalan dan permasalahan warga.

“Kami semua siap memenangkan nomor 5 Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Pokonya di pemilihan nanti, nomor 5 harus menang,” suara lantang dari seluruh warga dengan penuh semangat.

Eka Maulana pun menegaskan pentingnya mendengarkan suara masyarakat. “Saya ingin setiap program yang kami jalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Saya berkomitmen untuk menjadi wakil yang selalu ada untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain mendengarkan aspirasi, Eka juga menjelaskan beberapa program unggulan yang menjadi bagian dari visi misi pasangan Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Ia menjelaskan rencana untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, memperbaiki akses pendidikan, serta pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

Dukungan terhadap pasangan ini semakin kuat terlihat saat beberapa warga mengungkapkan komitmennya untuk memberikan suara mereka di pemilihan kepala daerah mendatang.

“Kami sudah mantap memilih Dokter Rayendra dan Eka Maulana. Mereka adalah sosok yang kami butuhkan untuk membawa perubahan di Kota Bogor,” kata Leni seorang ibu rumah tangga yang turut hadir dalam acara tersebut.

Eka Maulana pun mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat yang diterima. “Saya merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan warga dan mendengar harapan serta kebutuhan mereka. Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan Kota Bogor yang lebih baik,” tambahnya.

Kunjungan ini bukan hanya sekadar momen bertemu dengan warga, tetapi juga menunjukkan komitmen pasangan Rayendra-Eka untuk fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Bogor. Terkait masalah kesehatan, bagi warga Kota Bogor, nanti cukup menggunakan KTP saja untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Dengan dukungan yang terus menguat, kami ini optimis dapat meraih suara mayoritas dalam pilkada mendatang, dan membawa Kota Bogor ke arah yang lebih baik,” katanya.

** Fredy Kristianto

Bumdes Sukamanah Tolak PD Tohaga Kelola Pasar

0

Jurnalinspirasi – Megamendung
Keberadaan pasar tradisional di Desa Sukamanah, Kecamatan Megamendung yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes), s4cara tegas mereka tidak akan memberikan pengelolaannya ke PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor. Hal ini dikarenakan, masyrakat dan pemerintahan desa setempat merasa telah berjuang dengan sekuat tenaga untuk memajukan kondisi seperti sekarang ini.

Seperti yang dikatakan Kepala Pasar Sukamanah, Dedi, iya dan warga dipastikan akan menolak jika pasar Sukamanah diberikan kepada pihak Tohaga pengelolaannya. Menurut mereka, sekilas melihat historis ke belakang terhadap pasar yang menjadi kunjungan dari berbagai desa dulunya merupakan padat tumpah yang bukanya seminggu dua kali.

“Iya kita pernah mendengar kabar pihak PD. Tohaga akan mengelola pasar tradisional ini. Kita selaku warga dan yang bertanggung jawab terhadap keberagamaan pasar sangat keberatan. Bahkan jika itu terjadi kami akan menentangnya. Warga dan.pemerintahan desa sudah melakukan perjuangan yang cukup rumit untuk berdiri seperti sekarang ini. Dimana, pata pedagangnya sudah merasa nyaman dengan legalitas pasar dikelola oleh Bumdes Desa Sukamanah,” tandas Dedi yang anggota Pemuda Pancasila ini.

Sementara itu dikatakan Kepala Desa Sukamanah, Hj. Irmayani S.H, dirinya mengakui memang pernah ada keinginan dari pihak Tohaga untuk mengelola pasar itu. “Enggalah, kita dan warga berjuang untuk kemajuan para pedagang disana. Masa kalau sudah maju dikelola oleh pihak lain, kita tidak akan memberikannya. Selain itu juga, pasar tradisional tersebut merupakan badan usaha milik desa yang hasilnya untuk kemajuan masyrakat kita,” pungkasnya. Dadang.

Ini Terobosan Melli Darsa untuk Reformasi Hukum dan Birokrasi Kota Bogor yang Transparan dan Efisien

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Melli Darsa, membawa pengalaman panjangnya sebagai pengacara internasional dalam kampanye Pilkada 2024 dengan mengusulkan program reformasi hukum dan birokrasi di Kota Bogor.

Program ini ditujukan untuk memperbaiki layanan publik yang sering kali lambat, tidak efisien, dan kurang transparan, khususnya dalam urusan administrasi dan perizinan.
Berdasarkan data BPS Kota Bogor, rata-rata waktu pemrosesan perizinan usaha di Kota Bogor mencapai 15 hari, jauh lebih lambat dibandingkan kota besar lainnya seperti Bandung yang hanya memakan waktu 7 hari kerja.

Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Kota Bogor masih rendah, dengan hanya 45% warga yang merasa puas.
Melli melihat ini sebagai masalah mendasar yang perlu segera diperbaiki. “Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang cepat dan transparan, tanpa harus terjebak dalam birokrasi yang rumit dan lambat,” ujar Melli.

Untuk mengatasi masalah ini, Melli Darsa mencetuskan program “Bogor Transparan dan Efisien” yang terdiri dari beberapa poin fokus utama.
“Program Bogor Transparan dan Efisien ini merupakan jawaban atas empat masalah utama birokrasi dan hukum Kota Bogor. Digitalisasi layanan publik, pengawasan dan transparansi, pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta layanan konsultasi hukum gratis,” gagas perempuan kelahiran Kota Bogor ini.

Dengan program ini, Melli berharap bisa mempercepat waktu pemrosesan perizinan menjadi hanya 5 hari kerja, meningkatkan kepuasan masyarakat menjadi 80%, dan secara signifikan mengurangi kasus korupsi di sektor publik.
“Kota Bogor harus menjadi contoh transparansi dan efisiensi dalam pemerintahan,” jelas Melli.

Program ini diharapkan mampu membawa perubahan nyata bagi warga Kota Bogor, dengan layanan publik yang lebih cepat, bersih, dan akuntabel.

** Fredy Kristianto

RSUD Leuwiliang Edukasi Masyarakat Pentingnya Pemeriksaan Mata Anak-anak

0

Jurnal Inspirasi – RSUD Leuwiliang kembali mengedukasi masyarakat, kali ini rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengadakan kegiatan edukasi penapisan kesehatan mata anak.

“Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional dan Hari Kesehatan Mata Sedunia dengan tema Children, Love Your Eyes,” ujar dr. Elisabeth Handayani, Sp.M, spesialis mata di RSUD Leuwiliang, Rabu (23/10/2024).

Dokter Elisabeth mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pemeriksaan mata dini bagi anak-anak demi mendukung perkembangan dan proses belajar mereka. dr. Elisabeth menekankan betapa pentingnya pemeriksaan mata sejak usia dini.

“Pemeriksaan mata pada anak sangat penting untuk menunjang mereka dalam belajar dan menghindari masalah penglihatan yang bisa mengganggu perkembangan mereka di kemudian hari. Jangan takut membawa anak untuk periksa ke dokter mata karena pemeriksaan mata tidak sakit,” jelasnya.

Pemeriksaan mata pada anak sebaiknya dimulai sejak bayi, terutama bagi yang lahir prematur. Pemeriksaan lanjutan dianjurkan pada usia 6 bulan, 3 tahun, dan sebelum anak memasuki sekolah.

“Tahapan ini sangat penting untuk mendeteksi lebih awal gangguan penglihatan yang mungkin dialami anak-anak,” tegas dr. Elisabeth.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari pasien di poli anak RSUD Leuwiliang. Pasha yang merupakan siswa kelas 1 SD dan Faidz, mengikuti pemeriksaan mata gratis yang disediakan sebagai bagian dari rangkaian acara.

“Dengan kegiatan ini, RSUD Leuwiliang berharap dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan mata anak, serta mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan penglihatan sejak usia dini,” pungkasnya.

(yev/rls)

Kementerian Pertanian Dorong Pembentukan Korporasi untuk Pertanian Modern

0

Jurnal Inspirasi – Dalam upaya memperkuat pertanian modern di Indonesia, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) terus mendorong pembentukan korporasi pertanian.

Langkah ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai aspek usaha tani mulai dari produksi, pengolahan pasca panen, hingga akses pasar dalam satu manajemen yang profesional dan efisien.

Melibatkan berbagai stakeholder, Kementan merumuskan korporasi petani sebagai aksi nyata mewujudkan pertanian modern dalam rapat kordinasi yang digelar Rabu(23/10/2024) di BBBPMKP. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian dan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mendorong modernisasi sektor pertanian melalui pembentukan korporasi petani.

“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberdayakan petani untuk berkompetisi di pasar global. Mari kita bersama-sama mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2029,” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran penting BPPSDMP dalam pengembangan SDM untuk mendukung korporasi petani.

“Kami akan terus mendampingi korporasi petani, sehingga proses bisnisnya dapat berkembang dengan cepat dan efisien, serta memberikan manfaat yang nyata bagi para petani dan anggotanya,” jelas Santi.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, dalam pertemuan rapat kordinasi menyampaikan bahwa pembentukan korporasi ini sejalan dengan visi Kementerian Pertanian untuk mewujudkan pertanian modern yang lebih terstruktur dan mampu menghadapi tantangan global.

“Korporasi ini menjadi alat untuk mengelola usaha tani dengan lebih baik, serta sarana untuk mengintegrasikan teknologi dan inovasi pertanian modern. Langkah ini penting untuk mencapai swasembada pangan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” kata Sukim.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto yang turut hadir, menekankan pentingnya bentuk korporasi yang jelas.

“Korporasi petani merupakan langkah strategis dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian. Arah dari korporasi ini adalah untuk mengintegrasikan berbagai komponen usaha tani, mulai dari penyediaan input, pengelolaan produksi, hingga akses pasar yang lebih luas. Dengan membentuk jaringan yang solid, kami berharap korporasi ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi petani, meningkatkan daya saing produk pertanian, dan pada akhirnya mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” kata Sugeng.

Inisiatif pembentukan korporasi ini diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam pengembangan pertanian modern di Indonesia. Dengan mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari permodalan, teknologi, hingga distribusi, korporasi ini akan menjadi model bisnis yang efisien dan berkelanjutan, mendukung petani untuk lebih maju dan sejahtera.

(yev/bbpmkp

Pj. Bupati Bachril Bakri Tamansari Alternatif Beriwisata Selain Puncak

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pj. Bupati Bogor menyampaikan, bahwa Tamansari merupakan alternatif untuk berwisata selain puncak. Hal ini disampaikan dalam kegiatan kunjungan kerjanya ke Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Rabu (23/10)

Pj. Bupati Bogor, Bachril Bakri mengatakan, melihat potensi wisata di Tamansari ini luar biasa, ada Curug, pemandian, dan juga glamping. Mungkin ini bisa menjadi alternatif selain puncak, karena yang kita tahu puncak macetnya luar biasa

“Kita pindahkan, Tamansari menjadi alternatif, saya dukung Kecamatan Tamansari dikembangkan jadi objek wisata,” kata Pj. Bupati.

Lanjut Bachril, untuk memudahkan akses bagi para wisatawan, kedepan kita harus menyediakan sarana transportasi yang memadai.

“Pemerintah Kabupaten Bogor akan kembangkan sarana transportasinya, nanti kita lihat di jadikan akses untuk parawisata berkunjung ke Tamansari,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Tamansari Yudi Hartono menambhakan, tadi didalam kunjungan kerja Pj. Bupati Bogor di Kecamatan Tamansari memang terungkap ada suatu keinginan besar warga Tamansari ingin menjadikan Tamansari ini destinasi wisata baru di Kabupaten Bogor, dan sebagai solusi alternatif pariwisata puncak.

“Tentunya dengan sumber daya alam yang dimiliki, berharap menjadi tujuan destinasi wisata dan kuliner,” ucapnya.

Menurutnya, seiring berjalan waktu di Tamansari anyak berdiri cafe, resto baru buat keluarga ini harapan kita.

Namun begitu, masih ada kendala ke lokasi pariwasata alam dan religi, yakni nfrastruktur jalan. Dimana ruas jalan antara Kota Batu sampai Hghland masih relatif kecil atau tidak lebar jalannya.

“Jadi ini ada suatu hambatan pengembangan pariwasata di Tamansari. Mudah mudahan kedepan bisa diberikan solusi dengan pelebaran jalan,” pungkasnya. Yudi

Warga Harapkan Dokter Rayendra Jadi Wali Kota

0

jurnalinspirasi.co.id – Cawalkot Bogor nomor 5, Dokter Rayendra, menyuarakan tekadnya jadikan Bogor sebagai kota tersehat di Jawa Barat. Hal itu disampaikannya saat dialog Ngariung Sehat di Kelurahan Genteng, Selasa (22/10/2024).

Gelaran yang diikuti ratusan warga Genteng itu berlangsung meriah. Ratusan warga begitu antusias menantikan dokter yang juga doktor jebolan S3 IPB University itu.

Dokter Rayendra menyampaikan 25 program unggulan yang diusungnya di Pilwalkot Bogor 2024. Ia menekankan tekadnya meningkatkan tiga bidang mendasar: kesehatan, pendidikan dan ekonomi kemasyarakatan.

Terlebih di bidang kesehatan, ia menyoroti masalah sulitnya akses layanan kesehatan warga. Ia menerangkan masalah itu juga ditemui pada pelayanan BPJS.

“Dokter Rayendra dan Eka Maulana ke depannya tidak mau lagi ada warga Bogor yang sakit, malah terlantar tak bisa berobat,” tegasnya.

Dokter Rayendra menawarkan solusi yakni program integrasi KTP yang dapat memudahkan masyarakat Kota Bogor dalam mengakses layanan kesehatan.

“Jadi kedepannya cukup menggunakan KTP (Kota Bogor), tidak ada alasan lagi masyarakat tidak ditangani oleh rumah sakit. Semua rumah sakit harus menanganinya dan masyarakat cukup menunjukkan KTP,” ujar dia.

Lebih lanjut, Rayendra yang berpengalaman 2 dekade lebih sebagai dokter itu melantangkan tekadnya jadikan Bogor sebagai kota tersehat di Jawa Barat.

“Saya bercita-cita jadikan Bogor sebagai kota tersehat di Jawa Barat,” lantang Dokter Rayendra diikuti gemuruh tepuk tangan warga.

“Karena untuk membangun IPM, salah satu indikatornya adalah kesehatan. Itu menjadi hal paling mendasar dan terpenting dalam hidup menurut saya,” tambahnya.

Warga mengaku punya harapan besar atas majunya Dokter Rayendra di Pilwalkot Bogor. Salah satunya diungkapkan Herfiana, kader Posyandu RW 06 Kelurahan Genteng.

“Kami sebagai kader dan mewakili warga bahagia banget karena terbantu dengan program Dokter Rayendra,” ujar Herfiana.

“Kami punya harapan besar biar Dokter Rayendra jadi wali kota Bogor,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Sendi-Melli Siapkan Stadion Padjadjaran Jadi Pusat Sportainment Modern ala GBK

0

jurnalinspirasi.co.id – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa, memiliki rencana strategis untuk meremajakan Stadion Padjadjaran dan menjadikannya pusat sportainment modern layaknya Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta.

Dalam rencana ini, Sendi-Melli akan memastikan Stadion Padjadjaran dan sekitarnya dilengkapi dengan jogging track yang nyaman, CCTV untuk keamanan, dan fasilitas olahraga yang terawat dengan baik.

“Kami ingin warga Kota Bogor memiliki akses yang nyaman dan aman untuk berolahraga, sambil menikmati suasana yang mendukung aktivitas outdoor seperti di GBK,” jelas Sendi.

Saat ini, ada pengajuan anggaran sebesar Rp120 miliar dari Provinsi Jawa Barat yang belum terealisasi, dan Sendi-Melli berkomitmen untuk mempercepat proses ini agar segera terlaksana.

“Kami akan memperjuangkan alokasi anggaran ini sehingga revitalisasi Stadion Padjadjaran dapat segera dimulai,”” tambahnya.

Sendi-Melli juga memperkenalkan konsep sportainment, yang memadukan olahraga dan hiburan, menciptakan pusat kegiatan yang tak hanya menarik bagi warga lokal tetapi juga bisa menjadi destinasi wisata.

Ini mencakup berbagai acara olahraga, konser, serta festival yang diadakan di area stadion, yang tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan adanya wadah untuk UMKM, area di sekitar Stadion Padjadjaran akan menjadi pusat perputaran ekonomi yang berfungsi sebagai sarana bagi pengusaha lokal untuk memasarkan produk mereka.

“Sportainment bukan hanya tentang olahraga, tapi juga cara kami mendorong ekonomi kreatif dan usaha kecil di Kota Bogor,” papar pria asli Bojong Neros, Paledang, Kota Bogor ini.

Dengan program revitalisasi Stadion Padjadjaran ini, pasangan Sendi-Melli ingin membangun fasilitas publik yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan ekonomi warga.

Sendi percaya bahwa melalui konsep sportainment, Kota Bogor bisa menjadi lebih modern, sehat, dan sejahtera.
“Warga Kota Bogor layak memiliki fasilitas olahraga yang baik, sekaligus bisa menikmati suasana yang aman dan nyaman, sambil berkontribusi pada ekonomi lokal. Kami berkomitmen untuk mewujudkan ini,” tutup Sendi.

** Fredy Kristianto

Peringati Hari Santri, Atang Trisnanto: Kita Harus Taat Terhadap Pesan Para Ulama

0

BOGOR – Memperingati Hari Santri 2024, Calon Wali Kota Bogor Atang Trisnanto menggelar doa bersama, istigosah, dan tahlil bersama santri dan para kyai di Sekber Kota Paris, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah pada Selasa (22/10/2024).

Selain doa bersama, acara yang berlangsung khidmat ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Calon Wali Kota Bogor nomor urut 2 ini menyampaikan bahwa Hari Santri memiliki makna penting, yaitu meneruskan resolusi yang telah disampaikan oleh Syeikh Hasyim Asy’ari.

Menurutnya, pesan tersebut menekankan pentingnya membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan.

“Intinya, bagaimana di Hari Santri ini kita bisa taat dan menghormati pesan-pesan para ulama,” ujar Atang.

Sebagai refleksi, Atang juga menegaskan bahwa semangat santri untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan harus tetap hidup.

“Dalam konteks saat ini, semangat tersebut diwujudkan dengan turut serta dalam pembangunan bangsa dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” katanya.

Hari Santri diperingati sebagai momentum untuk mengingat peran penting para santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengisi pembangunan nasional.

Di akhir acara, Atang memberikan santunan kepada anak yatim yang berasal dari seluruh kecamatan se Kota Bogor.

Sebelumnya, Doktor bidang lingkungan tersebut juga menghadiri kajian spesial di Masjid Al Muslimun, Bogor Utara.

Atang terlihat menyimak dengan khusyu pemaparan dari Imam Shamsi Ali yang mengupas tentang “Perkembangan Peradaban Islam di Dunia Barat”. Ia juga terlihat menyalami dan mencium tangan beberapa ulama dan tokoh sepuh dalam acara tersebut.

“Spirit santri adalah terus belajar. Juga menghormati orang tua dan ulama. Ini pula yang harus terus dipupuk oleh kita semua. Belajar hingga akhir hayat, apapun profesi dan jabatan kita”, pungkas alumni IPB tersebut.

Tekan Angka Perceraian, Melli Darsa Gagas Program Edukasi Pranikah

0

jurnalinspirasi.co.id – Calon Wakil Wali Kota Bogor nomor urut satu, Melli Darsa, berkomitmen menekan angka perceraian yang terus meningkat di Kota Bogor, terutama di kalangan pasangan muda.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 tercatat 1.637 kasus perceraian di Kota Bogor. Banyak dari kasus ini melibatkan pasangan muda yang belum siap menghadapi tantangan dalam kehidupan pernikahan, terutama karena faktor ekonomi dan mental yang tidak matang.

Melihat tren ini, Melli mengusulkan program edukasi pranikah komprehensif yang dirancang khusus untuk memberikan bimbingan kepada pasangan muda sebelum mereka menikah. Program ini mencakup berbagai aspek penting seperti manajemen keuangan keluarga, keterampilan komunikasi, dan manajemen konflik dalam rumah tangga.

Menurut Melli, program ini akan memberikan pembekalan mental dan finansial yang lebih mendalam bagi para calon pengantin.
“Kami ingin memastikan bahwa pasangan muda tidak hanya memahami cinta dan komitmen, tetapi juga siap secara mental dan finansial untuk membangun rumah tangga yang stabil. Program ini akan membantu mereka menghadapi berbagai tantangan pernikahan dengan lebih baik,” ujar Melli.

Selain itu, Melli juga menekankan pentingnya memberikan edukasi mengenai usia pernikahan ideal untuk menghindari pernikahan dini, yang sering kali menjadi penyebab ketidakstabilan dalam rumah tangga. “Pernikahan bukan hanya tentang mengikat hubungan, tapi juga tentang kesiapan untuk hidup bersama dalam jangka panjang. Kita perlu memberi anak muda pemahaman tentang risiko pernikahan dini dan bagaimana mempersiapkan diri secara menyeluruh,” tambahnya.

Dalam program ini, Melli berencana bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) dan lembaga sosial untuk memberikan edukasi pranikah yang lebih interaktif dan menyeluruh. Ia berharap program ini akan menjadi langkah preventif yang efektif dalam menekan angka perceraian, terutama di kalangan pasangan muda yang masih rentan terhadap masalah rumah tangga.

“Kami ingin menciptakan generasi keluarga yang lebih kuat, lebih harmonis, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup bersama. Ini bukan hanya tentang menurunkan angka perceraian, tetapi juga tentang menciptakan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera bagi warga Kota Bogor,” tutup Melli.

** Fredy Kristianto