31.3 C
Bogor
Saturday, July 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 279

Bupati Temanggung Klarifikasi KSP Data Pompa Yang Tidak Valid, Kementan Sebut Datanya Ngawur

0

JURNAL Inspirasi – PJ Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo menegaskan informasi data pompa yang disampaikan Deputi III KSP Edy Priyono, pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) tidak valid.

Melalui surat resmi yang disampaikan, Bupati Hary memberikan klarifikasi terkait pompa air yang digunakan di Desa Balesari, Kecamatan Bansari. Hary merupakan unit pompa air bantuan berasal dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024, dan bukan tidak tepat sasaran.

“Bantuan pompa air tersebut sudah sesuai peruntukannya dan digunakan untuk mendukung pengembangan Food Estate hortikultura, dan bukan merupakan bantuan pompa air mendukung Program Perluasan Areal Tanam Padi (PAT) dari Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Berkaitan dengan Program PAT Tahun 2024, lanjutnya, Kabupaten Temanggung mendapatkan pompa air sebanyak 29 unit yang disalurkan melalui Brigade Dinas 10 unit, Brigade Kodim 10 unit, dan Kelompok Tani 9 unit melalui APBN.

Sementara bantuan pompa air 9 unit di Kelompok Tani Desa Duren Kecamatan Bejen, Desa Selosabrang kecamatan Bejen, Desa Karangtejo Kecamatan Jumo, Desa Klepu Kecamatan Kranggan, Desa Pendowo kecamatan Kranggan dan Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat.

“Ini memastikan bahwa Kecamatan Bansari bukan menjadi sasaran PAT di Kabupaten Temanggung Tahun 2024 karena merupakan Kawasan Hortikultura khususnya cabai, dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, kegiatan pompanisasi yang menggunakan APBN fokus untuk Penambahan Areal Tanam (PAT) komoditas padi. Tujuannya untuk peningkatan produksi dan menjaga ketersediaan pangan khususnya pada masa perubahan iklim.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch Arief Cahyono menyayangkan informasi yang tidak valid dan salah disampaikan pada forum resmi ke publik secara terbuka.

“Pernyataan ini ngawur memberi data pompa dan memberi kesan yang tidak baik bagi Kementan. Padahal jelas program pompanisasi dilakukan pada komoditas padi dan terverifikasi. Nyatanya pompa yang diduga tidak tepat sasaran merupakan pengadaan lewat APBD Temanggung,” tegasnya.

Arief menjelaskan program bantuan pompa air di Desa Balesari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) atau dari APBD Provinsi Jawa tengah.

“Pompa tersebut bukan berasal dari anggaran APBN. Namun Kementan tetap mendukung pemasangan pompa sejenis tersebut selama memberikan manfaat yang besar untuk petani,” ujar Arief di Jakarta, Senin 5 Agustus 2024.

Dikatakannya, Kementan mengeluarkan kebijakan dan langkah terobosan untuk meningkatkan produksi pangan pada kondisi adanya perubahan iklim ekstrem, menyediakan pangan yang cukup bagi masyarakat dan mendukung pencapaian Indonesia cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.

“Pompanisasi menyasar lahan yang dapat digunakan untuk menambah produksi pangan nasional khususnya padi dan jagung yakni sawah tadah hujan dengan cara meningkatkan indeks pertanaman (IP). Terdapat potensi sawah tadah hujan sekitar 3 juta hektar yang dapat ditingkatkan Indeks Pertanaman dan produktivitasnya,” jelas Arief.

Arief melanjutkan, Kegiatan Pompanisasi yang bersumber dari dana APBN dengan pola bantuan pemerintah yang diberikan kepada Kelompok tani/Gabungan kelompok tani (Poktan/Gapoktan) atau P3A/GP3A yang memenuhi kriteria. Pemberian bantuan pompa air dalam program pompanisasi harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang dikeluarkan Kementan.

“Maksud kegiatan Pompanisasi untuk meningkatkan ketersediaan air irigasi untuk percepatan olah tanah dan tanam serta untuk meningkatkan Penambahan Areal Tanam (PAT) padi,” tutupnya.

(bbpmkp)

Rudy Susmanto : Event SOIna Cup 2024 Harus Jadi Kalender Tahunan Kabupaten Bogor

0

Jurnalinspirasi.co.id – Event Special Olympic Indonesia (SOIna) Cup 2024 di bawah kepemimpinan Ahmad Azwary harus jadi kalender tahunan Kabupaten Bogor.

Hal itu dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto saat menghadiri kegiatan SOIna Cup 2024 yang digelar di Stadion Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (5/8/24).

“Kami mengucapkan selamat atas digelarnya SOIna Cup 2024. Ini momentum pertama dan kami pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sangat berharap dan harus memastikan bahwa kegiatan hari ini menjadi kalender event tahunan di Kabupaten Bogor,” kata Rudy Susmanto kepada Wartawan.

Alasan SOIna Cup harus menjadi event tahunan, jelas Rudy Susmanto, karena Kabupaten Bogor memiliki harapan besar agar anak-anak yang istimewa tersebut bisa menjadi atlet internasional.

Kedepannya, lanjut Rudy, SOIna Cup ini harus bisa mencontoh event Gothia Cup di Swedia yang merupakan ajang kompetisi sepak bola junior di Tingkat internasional yang setiap tahun digelar di kota Gothenburg.

“Karena kita punya mimpi besar terhadap anak-anak Istimewa yang ada di Kabupaten Bogor. Harapan terbesar kami mudah-mudahan acara kejuaraan SOIna Cup bisa mencontoh seperti acara Gothia Cup di Swedia,” jelasnya.

Wasekjen DPP Gerindra itu menuturkan, bahwa Pemkab Bogor sangat mendukung semua kalangan masyarakat dalam mengadakan event-event olahraga.

Terutama kepada SOIna Kabupaten Bogor yang baru pertamakali mengadakan event yang sangat luar biasa ini.

“Kita harus jadi Barometer bahwa Pemkab Bogor mensuport seluruh kalangan masyarakat terutama hari ini SOIna Cup yang baru digelar pertamakali dan harus menjadi kalender event tahunan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Selain dukungan moril, tambah Rudy, Pemkab Bogor juga sudah mendukung secara materil berupa anggaran yang sudah di ketuk pada APBD Perubahan 2024 baik untuk SOIna, NPCI, KONI, Kormi dan lainnya.

“Dari APBD tentu karena kita Pemkab Bogor mendukung dan mensupport bukan untuk tahun depan, tapi kita mulai di APBD Perubahan 2024 ini kita memberikan dukungan penuh anggaran untuk kegiatan SOIna, NPCI, KONI, Kormi dan semuanya,” bebernya.

Rudy berpesan kepada peserta yang mengikuti event SOIna Cup harus tetap semangat, karena Pemkab Bogor akan memberikan dukungan full sampai menjadi atlet kedepannya.

“Pesan buat peserta, harapan kami satu, kita melihat anak-anak ini juga merupakan masa depan Kabupaten Bogor, harus tetap semangat, bahwa kita Pemkab Bogor ada buat mereka dan kita siap mensupport anak-anak muda Kabupaten Bogor,” pesan Rudy.

Untuk diketahui, dalam event SOIna Cup 2024 ada dua cabang olahraga yakni Bocce dan Seven Ball. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bogor, Ketua Organisasi Keolahragaan, Organisasi Kepemudaan dan Kadin Kabupaten Bogor. **

**Aga

Meningkatkan Pendapatan Ekonomi, Warga Desa Sukajadi Ikuti Workshop Pengolahan Ikan

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) dari Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) mengelar workshop pengolahan perikanan di Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, pada Sabtu (3/8/24).

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa Himakua 2024, M. Bimosena Sofiawan mengatakan, kegiatan workshop pengolahan ikan nila dimana, kami disni produk olahan ada abon ikan nila, dimsum, kerupuk tulang ikan nila dan baby fish.

“Nah, produk produk ini kita kedepankan untuk progam Ini sebagai bentuk menciptakan nilai tambah untuk ibu-ibu yang tentunya akan menjadi wirausaha itu yang kami harapkan dari program ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, di desa Sukajadi potensi air itu sangat banyak terutama di RW-RW yang memang sangat spesial punya mata airnya. Dari catatan kami ada 10 titik mata air yang telah termanfaatkan 4 titik mata air menyuplai air di kolam budidaya ikan nila.

Yang nantinya akan menjadi nilai tambah ketika produk bahan baku ikan nila tersebut dapat dimanfaatkan ibu ibu membuat olahan menciptakan hilirisasi dan hulu yang kuat untuk ekonomi perikanan di desa Sukajadi,” paparnya.

Ia menjelaskan, selain program pengolahan ini, ada budidaya ikan nila dengan suatu konsep merintroduksi konsep lama, tapi seakan akan baru, yaitu mina padi, yang mana penggabungan antara padi dengan ikan yang di budidayakan.

“Sehingga panen itu akan dua kali ada dari padi dan ikan, sehingga peningkatan pendapatan dengan konsep mina padi. Dan ikan-ikan itu di olah ibu-ibu yang berdampak peningkatan ekonomi,” ucap Bimosena.

Masih kata dia, setelah workshop ini, kita lakukan kegiatan ini akan menginkubasi para ibu ibu yang berminat untuk mengolah lebih lanjut, sehingga akan ada rumah-rumah produksi di masing masing olahan menciptakan wirausaha olahan perikanan.

“Berharap dari kegiatan ini adanya hal-hal seperti ini tentu menjadi tolak ukur dan suatu jejak pertama kali hadir di Sukajadi terkait olahan ikan, dan mengedepankan perikanan,” katanya.

Potensi selama ini yang termaksimal hanya wisata, sedangkan dipertanian khususnya perikanan buk ada potensi yang banyak digali oleh mahasiswa dan dinas dan lain lain.

“Tentu, ini menjadi tolak ukur kami menjejaki pertama yaitu menciptaka usaha-usaha ikan nila di desa Sukajadi yang terintegrasi dengan padi juga dengan olahan yang dilakukan warga Sukajadi,” ungkap Bimosena.

Yudi

Menyemarakan HUT RI ke 79, Ibu-Ibu Warga Kampung Warung Limus Aksi Beberesih

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Menyemarakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, ibu-ibu warga Kampung Warung Limus RT 04/09, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor melakukan aksi bersih-bersih di jalan.

Disamping ibu-ibu ini aktif dalam kegiatan pengajian, namun peduli terhadap lingkungan sekitar dengan melakukan bersih-bersih jalan.

Aksi bersih-bersih jalan ini merupakan kepedulian warga RT 04 agar jalan menuju Kampung Warung Limus terlihat asri dan bersih,” ujar salah satu warga Nunung, Senin (5/8/24).

Lebih lanjut, kita bersama-sama ibu-ibu yang aktif di pengajian melakukan bebersih dengan mencabut rumput di sepanjang jalan menuju Kampung Warung limus.

Biasanya kegiatan gotong royong beberesih jalan ini dilakukan oleh bapak-bapak, namun sekarang dilakukan oleh ibu-ibu.

“Melihat jalan rapih dan bersih kan enak tidak bala (tidak bersih-red),” ucapnya.

Yudi

Benn Minta Kader NasDem Tegak Lurus di Pilkada Kota Bogor

0

jurnalinspirasi.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Bogor bergerak cepat dengan melakukan konsolidasi pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada), pasca keluarnya rekom terhadap bakal calon wali kota Sendi Fardiansyah.

Dalam konsolidasi yang dilakukan di Hotel Salak, Jalan Ir H Djuanda, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (4/8/2024) itu juga dihadiri juga oleh Ormas Pemuda Pancasila.

Ketua DPD NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie meminta kader NasDem solid dan tegak lurus untuk mendukung Sendi Fardiansyah di Pilkada Kota Bogor, November mendatang.

“DPD NasDem Kota Bogor melanjutkan instruksi untuk menyebarluaskan ke tingkat ranting dan juga lembaga-lembaga badan yang ada untuk mendukung Sendi,” ujar Benninu kepada wartawan, Minggu (4/8/2024).

Selain itu, pria yang akrab disapa Benn itu juga meminta Pemuda Pancasila yang merupakan sahabat erat NasDem Kota Bogor untuk ikut memenangkan Sendi.

Menurut Benn, NasDem sebagai partai pengusung pertama Sendi Fardiansyah berkomitmen memperjuangkan dan memenangkan Sendi pada Pilkada 2024.

“Kami akan perjuangkan untuk memenangkan Sendi sebagai Wali Kota Bogor,” ungkapnya.

Atas dasar itu, sambung Benn, tidak boleh ada lagi kader NasDem dan Pemuda Pancasila yang bermain banyak kaki pada Pilkada kali ini.

“Apabila ada yang tidak setuju dengan instruksi partai dipersilahkan untuk mengembalikan KTA NasDem,” tegasnya.

** Fredy Kristianto

Bangun Kemitraan, Petani Desa Sukajadi Teken MoU Dengan ATP IPB

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Petani Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, tanda tangan MoU kerjasama dengan Agribusiness and Technology Park (ATP) Institute Pertanian Bogor (IPB), pada Sabtu (3/8/24).

Pendamping Petani Mitra ATP IPB, Yudi, mengatakan, kebetulan ada kegiatan KKNT IPB jadi dengan pertemuan mereka dengan kelompok tani desa Sukajadi, sehingga peluang kemitraan bisa di kerjsamakan dengan ATP.

“Bentuk kerjasamanya sebagai mitra petani binaan ATP IPB, lingkar kampus terutama, jadi nanti kerjasamanya adalah pendamping, edukasi, penyediaan pasar, dan harga yang tetap atau plat, serta para petani mendapatkan fasilitas pembelajaran dan pelatihan,” paparnya.

Lebih lanjut, di desa Sukajadi yang mayoritas petani ubi, kita peluang lebih di ubi, karena menyesuaikan dengan kebiasaan para petani, dan kita perluas di desa Sukajadi, mulai dari ubi cilembu, ungu dan ubi orange.

“Untuk lingkar kampus selain desa Sukajadi, ini banyak kurang lebih 24 desa binaan lingkar kampus, salah satunya desa Benteng Ciampea, Ciaruten Ilir, Dramaga. Jadi dari total sekian desa itu, ini yang desa sukajadi yang baru tahun 2024,” bebernya.

Desa lain ada hortikultura sentra kangkung, terong jagung. Dari desa lingkar kampus ini, kita bagi beberapa komoditas sesuai kebiasaan petani.

Menurutnya, hasil dari petani kita ada klasifikasi misalkan, hasil panen petani kita ambil semua, kita di grading yang A masuk ke supermarket, industri, dan grade B horeka, untuk C produk olahan, jadi hasil produk petani terserap.

Adapun kebutuhan pasar berapa baru ke sistem kouta tanam ke petani. Masing masing petani punya kapasitas produksi sendiri. Sebetulnya dilihat dari kebutuhan ada beberapa industri tinggi ada 1 ton perminggu, dan 10 ton perminggu.

“Jadi desa kita bagi dari survey kebutuhan pasar sesuai 24 desa,” ungkapnya.

Sementara Ilham Tyas Sulistyo Saputro PIC Program Agriwork IPB Ilham Tyas Sulistyo Saputro menyampaikan, berawal dari keluh kesah petani desa sukajadi, terkait pemasaran.

“Kita melaksanakan bagaimana cara petani ubi yang baik, dan ATP sosialiasi terkait kemitraan dengan tandatangan MoU,” ucapnya.

Sebelum MoU kita sudah ada beberapa kegiatan dari ATP ada bibit opra ternyata pak akta siap menanam kita tanam 400 bibit.

Bahkan kata dia, ada RW 11 yang ingin ikut bergabung kemitraan dan akhirnya kemitraan penandatanganan MoU.

“Karena kita pengen merancang desa sukajadi menjadi sentra ubi di Bogot serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Sukajadi di sektor pertanian,” harap Ilham.

Yudi

Ayo! Cobain Mie Ayam dan Bakso Tulang Rangu Teh Mira Bikin Ketagihan

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Bagi anda penikmat dan pecinta kuliner Mie Ayam dan Bakso mungkin ini tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, favorite anak-anak hingga orang dewasa.

Sebut saja mie ayam bakso tulang rangu teh Mira, Berlokasi di Jalan Raya Margabakti, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Mulai buka usaha tahun 2020, sudah 4 tahun berjalan sampai sekarang. Selain mie ayam bakso ada juga sotomie,” ujar Mira pemilik usaha mie ayam dan bakso, Minggu (4/8/24).

Bakso teh Mira mempunyai ciri khas tersendiri dengan irisan tulang rangu dan lembut. Mie ayam nya sendiri di taburi irisan daging ayam, pangsit basah dan ceker, membuat para pembeli ketagihan saat mencicipinya.

“Dalam sehari mie Ayam dan baksonya bisa menghabiskan 200 sampai 250 porsi,” katanya.

Bicara harga, pembeli cukup merogok kocek Bakso tulang rangu per porsi Rp 15 Ribu, untuk mie ayam 10 ribu. Mie ayam Bakso Teh Mira mulai pukul 11:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB, tapi kalau ramai bisa sampai 16:00 WIB juga sudah habis.

Salah satu pecinta kuliner mie ayam bakso tulang rangu, Lilis mengaku, hampir setiap minggu datang ke tempat ini.

“Selain bakso rasanya yang enak, irisan tulang rangunya yang banyak bikin ketagihan dan harganya pun sangat terjangkau dengan kantong ibu-ibu,” ungkapnya.

Yudi

Mahasiswa KKN-T IPB Membantu Mewujudkan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan Menanam Seribu Pohon

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Dalam mencapai Predikat Kampung Ramah Lingkungan (KRL) sebuah kampung harus memenuhi beberapa kriteria salah satunya kelestarian hayati dan terjaganya lingkungan. KRL Rancage yang berada di RW 08 Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari pernah mendapatkan predikat KRL Madya di Kabupaten Bogor, Jumat (2/8/24).

Penggiat KRL Rancage, Altayani mengungkapkan, KRL Rancage sejak tahun 2018 telah mendapatkan predikat KRL tingkat Madya dan menjadi percontohan untuk kampung-kampung lain.

“Semakin kesini kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan semakin menurun, berdampak pada KRL Rancage turun kualitas. Kelesatarian lingkungan menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN-T) IPB dalam membangun kembali KRL Rancage,” ujarnya.

KKN-T IPB mengadakan kegiatan Desa Sejuta Daun dalam mewujudkan KRL Rancage dengan menggandeng mitra Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ciliwung-Cisadane dalam penyediaan bibit. Bibit diambil di Rumpin Nursery, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor sebanyak 1000 batang yang terdiri dari 6 jenis bibit, yaitu 300 bibit alpukat, 200 bibit petai, 100 bibit jengkol, 100 bibit sirsak, 100 bibit salam, 100 bibir durian, dan 100 bibit ketapang kencana. Kegiatan dilaksanakan dari pagi hingga sore, Pagi dilakukan penanaman pohon alpukat dan ketapang kencana oleh mahasiswa KKN-T bersama dengan warga sekitar di lahan terbuka.

Salah satu pemuda di Desa Sukajadi yang menerima bibit pohon, Mulya ND, mengatakan, bahwa program ini memiliki banyak manfaat. “Kebermanfaatan program Desa Sejuta Daun untuk desa kami tentunya sangat banyak. Pertama dapat mengurangi polusi, kedua menambah penghijauan lingkungan desa, dan ketiga hasil jangka panjangnya, jika sudah berbuah, dapat dikonsumsi bersama serta mampu menambah ladang ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya setelah acara workshop dilaksanakan.

Setelah kegiatan workshop, dilanjutkan dengan penanaman simbolis oleh Ketua RW 08 di depan rumahnya. Setelah itu, Bibit dibagikan kepada masyarakat RW 08 yang memiliki lahan atau pekarangan dirumahnya untuk menanam bibit. Warga bisa memilih bibit yang akan ditanam serta membawa lebih dari satu dengan syarat dapat menyampaikan tempat rencana penanaman.

Ketua RT 01/08 Saepudin menyampaikan “Saya mengapresiasi program mahasiswa KKN IPB ini, sangat bagus, bahkan mampu meningkatkan kemajuan para petani dan warga sekitar. “Jika nantinya pohon berbuah dengan hasil yang bagus, maka dapat dijual dan meningkatkan ekonomi bagi desa. Selain itu ada bibit pohon salam yang sudah pasti disukai ibu-ibu,” katanya.

“Kami berharap inisitaif dari program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat RW 08 Desa Sukajadi agar kembali tercapai Kampung Ramah Lingkungan Rancage. Bibit yang telah dibagikan dan ditanam bersama dapat dirawat dan dibudidayakan dengan baik agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Ilham Tyas Saputro PIC Program Desa sejuta Daun.

Kegiatan sore diawali dengan workshop terkait teknik penanaman dan budi daya pohon buah dan kayu kepada warga sekitar dengan tujuan warga memahami cara menanam dan merawat bibit pohon dengan baik.

Narasumber Workshop merupakan penggiat KRL Rancage yaitu bapak Altayani sekaligus mempraktikan cara penanaman sesuai SOP.

Yudi

Jaga Kebersihan, Kelompok KKN 25 UIKA Bogor Bersama Warga Desa Dukuh Hilir Gotong Royong Bersihkan Sampah

0

JURNAL Inspirasi – Kelompok KKN 25 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bersama warga Desa Dukuh Hilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan gotong royong di tiga titik yang terdampak sampah, Jumat (2/8/2024).

Kegiatan ini untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat yang telah dibersihkan.

Warga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan gotong royong ini. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Ketua RW 03 Desa Dukuh Nadi Junaedi, menyampaikan, “Anna zhofatul minal iman, jagalah kebersihan untuk semua warga Dukuh Hilir agar lingkungan terlihat bersih dan sehat.”

Ketua KKN Kelompok 25 Moh Sibli, mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan bapak-bapak yang telah meluangkan waktunya. Kami sangat senang dengan antusiasme warga untuk bekerja sama membersihkan lingkungan di Dukuh Hilir ini.”

Kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.

(ocha lubianti/uik)

Ingin Meregenerasi Petani, Alta Yani Fokus di Dunia Pertanian

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pertanian bukan sesuatu hal baru bagi Alta Yani (46) warga Desa Sukajadi Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, sejak dari kecil sudah terjun sektor pertanian.

Saat ini sehari-hari sebagai penyuluh petani swadaya. Bagaimana caranya petani punya nilai tambah salah satunya di combain dengan pariwisata dan edukasi wisata buat pertanian apa saja.

Sebelumnya Alta sempat membuka konveksi, tapi kesini nya, saya berfikir dengan melihat regenerasi pertanian itu sudah tidak ada, akhirnya balik lagi dan terjun kedunia pertanian.

Dulu itu ketika disni susah cari kerjaan dan konveksi belum banyak, cenderung anak muda pengen beli kendaraan dengan menjual sawah.

“Nah, kesininya konveksi sudah mulai banyak dan anak muda bisa kredit sendiri, tapi ada permalasahan lain, yaitu regenerasi pertanian tidak ada,” kata Alta, Kamis (31/7/24).

Ia menjelaskan, pada tahun 2010 mulai fokus dengan menghidupkan kelompok tani. Dulu disini pertanian padi masih merata, cuma karena sudah banyak bos-bos sayuran dan di fasilitasi akhirnya pada kesana.

“Kalau kita lihat dari sisi ketersediaan air cukup juga kalau disini, cuman perawatan irigasi tidak ada, jadi kaya P3A tidak aktif, itu yang harus di regenerasi lagi dan di remajakan lagi kepengurusannya,” terangnya.

Masih kata dia, pertanian kalau kita kelapangan tidak bisa menguasai satu bidang pertanian saja, tapi kalau dikalangan semua di tanyain misalkan peternakan, perikanan permasalahannya seperti ini itu harus menguasai.

Menjadi kendala di pertanian, yaitu pemasaran dalam artian petani itu belum bisa menentukan harga pasar, jadi petani ngikutin harga pasar. Yang jelas yang banyak di untungkan tengkulak, karena mereka ketika murah mereka dapat untung walaupun tidak seberapa dan tidak rugi, tapi ketika naik mereka ngambil untung banyak, berarti permasalahan petani ketika murah ketika mahal tidak semahal harga pasar.

“Solusinya adalah perbaiki mutu produk untuk bisa masuk ke pasar modern. Bukan memutus mata rantai pemasaran ke tengkulak kata Alta, tapi tengkulak juga tetap, karena daya tampung pasar modern terbatas juga. Ada juga pasar lain langsung ke konsumen seperti halnya melalui pariwisata, jadi konsumen beli barang tidak terlalu mahal dan petani tidak menjual tidak murah,” jelasnya.

Satu hal lagi, yakni harga pupuk tinggi dan susah nyari nya, apalagi yang bersubsidi banyak syarat-syarat yang harus di tempuh. Terus yang di subsidi juga gak semua komoditi, cuma beberapa komoditi yang di subsidi. Kaya pupuk jagung manis tidak bersubsidi, yang di subsidi jagung hibrida, padi cabe kopi, kalau yang banyak di budidayakan kaya timun sayur bahkan tidak di subsidi.

“Berharap keberpihakan pemerintah melalui kebijakan lebih memudahkan bagi para petani dari hal pupuk, pasar kemudahan-kemudahan ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Yudi