Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke 79, SMK Kehutanan Bakti Nusa ikut serta Aksi Sekolah Sehat di kegiatan gerak jalan dan yel yel kemerdekaan.
Acara yang diikuti oleh hampir semua sekolah menengah atas di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor, digelar sejak 6 sampai 17 Agustus 2024 meliputi lomba paduan suara, catur, volley, dan gerak jalan sehat.
Menariknya ada juga lomba traditional sebagai ciri khas acara tujuh belas agustusan yang semakin memeriahkan pesta rakyat tahunan.
“Kemeriahan hari kemerdekaan merupakan salah satu ajang silaturahmi antar sekolah, harapannya selain mempererat rasa kebangsaan dan gotong royong juga memperkecil kemungkinan adanya tawuran di kecamatan Tamansari dengan adanya kegiatan ini,” ungkap Ahmad Al Jabbar Wakil Kepala Sekolah SMK Kehutanan Bakti Nusa, Kamis (8/8/24).
SMK Kehutanan & PKBM Bakti Nusa kerap diundang sebagai Tim Paskibra Kecamatan pada Upacara 17 Agustus tiap tahunnya.
M.Raisha Ramadhani kelas XII komandan tim kelompok SMK Kehutana Bakti Nusa, mengungkapkan kegembiraan juga kebanggaan mewakili tim pasukan putra atas kekompakan dan kerjasama hingga gerak jalan sehat berakhir.
JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian terus mendorong upaya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, utamanya dalam hal pelatihan. Mengusung pengembangan Learning Management System (LMS) Digital Training (Digita) Versi 2, Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementan mengambil langkah awal untuk bertransformasi menuju Corporate University (CorpU) melalui pengembangan sistem pembelajaran digital dan terintegrasi.
CorpU merupakan suatu konsep pengembangan kompetensi bagi pegawai berbasis analisis kebutuhan diklat dalam rangka mencapai target kompetensi organisasi. Pendekatan pembelajaran yang digunakan bukan lagi pendekatan tradisional melainkan pendekatan strategis yang berfokus pada isu strategis dari organisasi dan proses bisnis. Salah satu infrastruktur yang dibutuhkan yaitu adanya teknologi informasi dan fasilitas yang memadai, termasuk platform e-learning.
Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan tugas BPPSDMP adalah meningkatkan kapasitas SDM guna mendukung program pembangunan pertanian.
“Guna mendukung kegiatan pembangunan pertanian diperlukan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi”, tegas Dedi
Senada dengan hal tersebut, konsep pengembangan corpu membuka peluang pelaksanaan pelatihan yang lebih bervariatif sesuai dengan kebutuhan organisasi dan dapat melibatkan banyak pegawai sesuai dengan tuntutan kompetensi jabatannya berdasarkan skala prioritas kebutuhan organisasi. Dengan demikian sistem pelatihan corpu akan berdampak pada peningkatan efektifitas pelaksanaan pelatihan dan efisiensi anggaran pelatihan serta menghasilkan pegawai yang lebih profesional .
Hadirnya Digital Training (Digita) Versi 2 sebagai salah satu syarat pendukung infrastruktur pembangunan CorpU memudahkan peserta untuk mengakses pelatihan secara terintegrasi, dimana saja dan kapan saja.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatam membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan pemanfaatan teknologi informasi menjadi hal penting dalam penyelenggaraan pelatihan, sehingga mampu menyediakan pelayanan publik yang cepat dan mudah.
Lebih lanjut Amin mengungkapkan harapannya untuk pengembangan Digital Training (Digita) Versi 2
“Kedepannya akan terus dikembangkan dan diintegrasikan terkait sistem standardisasi dan uji kompetensi kinerja sehingga semakin memberikan manfaat tidak hanya lingkup BBPMKP tetapi Kementerian Pertanian dan bagi stakeholders di luar Kementerian Pertanian”, ungkap Amin.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.
“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.
Tujuan pengembangan Digital Training (Digita) Versi 2 adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan dengan memperbaharui sistem manajemen pelatihan (LMS) menjadi terintegrasi, menata kelola proses bisnis dalam penyelenggaraan pelatihan, dan memberikan manfaat sebagai sumber data informasi secara update dan evidence-based yang berguna bagi pembuat kebijakan publik dalam bentuk kemudahan akses.
Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penyaluran anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) tahun 2024. Program ini merupakan kick off penyaluran dana bantuan keuangan (bankeu) infrastruktur kepada pemerintah desa se-Kabupaten Bogor.
“Di Kecamatan Tamansari, delapan desa sudah mengusulkan program samisade, namun yang sudah cair baru empat desa, dan sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan,” ujar Kasie Ekbang Tamansari, Mujiyono, Kamis (8/8/24).
Lanjut dia, saat ini yang empat desa baru mengerjakan yang tahap satu sebesar 60 persen, dan yang empat desa lagi masih dalam verifikasi DPMD.
Program samisade di wilayah Tamansari lebih kepada pembangunan infrastruktur jalan desa yang skala prioritas.
Dengan adanya bantuan samisade ini, ekonomi akan berkembang bilamana yang dua item in terpenuhi. Pertama SDM dan infrastruktur, karena infrastruktur untuk mobilisasi warga dari desa ke kota sebagai kebutuhan dasar di tunjang dengan infrastuktur.
“Secara otomatis ini meningkatkan ekonomi warga, ditunjang akses jalan antar desa, kalau tercukupi maka akan memudahkan masyarakat untuk beraktivitas,” ucapnya.
Sementara Camat Tamansari, Yudi Hartono menyampaikan, adanya program samisade ini betul-bet dilaksanakan dsengan sebaik-baiknya.
“Mengingat program ini kegiatannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa, selain pelaksanaan fisik harus maksimal juga administrasinya harus di bereskan,” ungkapnya.
JURNAL Inspirasi – Sebagai langkah awal memudahkan proses akreditasi dalam penyelenggaraan pelatihan, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pelatihan Terintegrasi untuk Akreditasi (SIMPEL AKSI).
Simpel Aksi menawarkan kemudahan dalam proses penyiapan dokumen akreditasi lembaga secara terintegrasi dan berbasis digital.
Akreditasi merupakan penilaian kelayakan lembaga dan program pelatihan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, dilakukan oleh pihak atau lembaga yang berwenang, dalam hal ini adalah Lembaga Admnisitrasi Negara (LAN) RI.
Dalam prosesnya, akreditasi memerlukan dokumen-dokumen pendukung sebagai syarat pemenuhan penilaian.
Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan dukungannya pada peningkatan kualitas lembaga pelatihan melalui akreditasi.
“Untuk akreditasi penyelenggaraan pelatihan di lembaga pelatihan Kementerian Pertanian, dukungan penuh anggaran dan upaya akselerasi proses penyiapan dokumen yang dipersyaratkan harus dikerahkan,” kata Dedi.
Proses digitalisasi dokumen penyiapan akreditasi melalui Simpel Aksi merupakan salah satu inovasi pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelayanan publik yang tepat guna, cepat, dan praktis.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatan membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan inovasi teknologi informasi yang dikembangkan oleh BBPMKP merupakan langkah awal dari komitmen Kementan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung implementasi sistem ini dengan sebaik-baiknya, menjadikan media yang efektif dalam mewujudkan lembaga pelatihan yang menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing”, jelas Amin.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.
“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.
Simpel Aksi merupakan platform digital pengelolaan dokumen akreditasi penyelenggaraan pelatihan yang mencakup data pelatihan, analisis data, serta dokumentasi evaluasi pelatihan sesuai dengan standar akreditasi. Hal Ini tentunya akan meningkatkan transparansi dan akurasi penyelenggaraan evaluasi pelatihan serta memperkuat posisi BBPMKP dalam memenuhi kriteria akreditasi yang ketat.
Simpel Aksi merupakan bagian terintegrasi dari Learning Management System (LMS) Digital Training (Digita) Versi 2 yang dikembangkan oleh BBPMKP.
Giat launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi dihadiri oleh undangan perwakilan Unit Kerja lingkup Kementerian Pertanian secara hybrid.
JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) telah mengembangkan sistem baru dalam penyelenggaraan pelatihan berbasis digital.
Sistem Penyelenggaraan Pelatihan Terintegrasi atau SIMPELAT merupakan langkah konkret BBPMKP dalam mendukung upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan pelatihan sebagai bagian dari layanan publik.
Meningkatnya kualitas penyelenggaraan pelatihan tentunya akan berdampak pula pada peningkatan kulitas output atau sumber daya manusia (SDM)-nya.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa SDM pertanian harus terus ditingkatkan.
Senada dengan Mentan Amran, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyebutkan SDM merupakan faktor pengungkit utama pembangunan pertanian.
“SDM adalah faktor pengungkit utama dalam pembangunan pertanian, termasuk juga dalam peningkatan produksi pertanian. Oleh karena itu, jika kita ingin memajukan pertanian, majukan dulu SDM-nya,” sebut Dedi.
Simpelat hadir sebagai upaya optimalisasi penyelenggaraan pelatihan berkualitas yang tidak hanya berbasis teknologi tetapi juga mendorong peningkatan kepuasan peserta melalui penyelelenggaraan pelatihan yang terintegrasi, terorganisir dan fleksibel.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Muhammad Amin, dalam kesempatam membuka giat Launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi, Rabu (07/08/24) di BBPMKP mengatakan Digitalisasi menjadi ranah yang sangat penting dalam pemerintahan, dan pengembangan inovasi merupakan cara untuk bisa bersaing di era digitalisasi tersebut.
“Saya kira modul Simpelat yang terdapat pada Digita Versi 2 ini merupakan langkah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan melalui inovasi. Untuk bisa bersaing kita perlu berinovasi”, kata Amin.
Amin pun berharap Simpelat dapat memberikan manfaat tidak hanya di lingkup BBPMKP tetapi juga Kementerian Pertanian dan bagi stakeholders di luar Kementerian Pertanian.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan BBPMKP berkomitmen untuk terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pengguna jasa.
“Kami menyadari bahwa sebagai lembaga penyelenggara pelatihan, BBPMKP harus terus berinovasi, memberikan yang terbaik kepada pengguna jasa dan stakeholders”, kata Sukim Supandi.
Ia pun berharap kualitas penyelenggaraan pelatihan di BBPMKP semakin meningkat sehingga berkorelasi pada peningkatan kompetensi, dan daya saing alumni peserta pelatihan.
Simpelat memiliki fitur utama penyelenggaraan pelatihan, meliputi proses perencanaan, pelaksanaan hingga dokumentasi pelatihan. Adapun kemudahan akses yang terdapat pada Simpelat diantaranya proses pendaftaran/registrasi, pengisian data peserta, jadwal pelatihan, materi pelatihan, upload penugasan serta dokumentasi pelatihan.
Simpelat merupakan bagian modul dari Digital Training (Digita) Versi 2 atau Learning Management System (LMS) yang dikembangkan oleh BBPMKP.
Giat launching Digita Versi 2 Serta Simpelat & Simpel Aksi dihadiri oleh undangan perwakilan Unit Kerja lingkup Kementerian Pertanian secara hybrid.
PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial) adalah perseorangan, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga memerlukan pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani dan rohani maupun sosial secara memadai dan wajar (Permensos nomor 5 Tahun 2019), serta mandat undang – undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dimana Penyandang disabilitas adalah aset bangsa dan sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Bogor untuk selalu hadir dan mendukung mereka dalam menjalankan fungsi sosial di lingkungan masyarakat, serta dukungan keluarga untuk mengakses sumber pelayanan kesejahteraan sosial yang dapat dimanfaatkan keluarga.
Manifestasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan fasilitas terbaik bagi pelayanan sosial dan rehabilitasi sosial kepada pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) khususnya penyandang disabilitas, Dinas Sosial Kabupaten Bogor melalui bidang Rehabilitasi Sosial mengadakan kegiatan penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, lanjut usia dan anak terlantar berupa alat bantu dengar.
Sebagai upaya meningkatkan efektifitas dan realisasi capaian kinerja dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal tahun 2024 pelaksanaan Kegiatan penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas, lanjut usia dan anak terlantar berupa alat bantu dengar mulai dilaksanakan pada hari rabu tanggal 15 Mei 2024 hingga saat ini, yang bertempat di Ruang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor.
Penyerahan bantuan alat bantu dengar merupakan bagian dari salah satu Program Rehabilitasi Sosial dalam kegiatan rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak terlantar, lanjut usia terlantar, serta gelandangan pengemis di luar panti berupa penyediaan Alat Bantu, dimana program ini merupakan prioritas Dinas Sosial dalam pendukung Standar Pelayanan Minimal yang didasari dari bentuk keprihatinan pimpinan perangkat daerah dengan minimnya fasilitas bantuan yang di berikan bagi penyandang disabilitas di lingkup Kabupaten Bogor.
Pada pelaksanaannya, sebanyak 700 orang penyandang disabilitas yang telah terdata sebagai penerima bantuan alat bantu yang ikut didampingi oleh pendamping sosial turut dihadirkan dan kemudian diserahkan secara langsung kepada penerima untuk dibantu cara penggunaan dan pemanfaatannya. Diharapkan kedepannya pelayanan kesejahteraan sosial dengan pendekatan rehabilitasi sosial ini akan menjadi bagian dalam proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan seseorang mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.
Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Pasca pandemi Covid-19, banyak perusahaan-perusahaan besar yang tutup dengan mengurangi karyawan, bahkan dirumahkan.
Namun demikian, tidak seperti halnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bisa bertahan dan berkembang saat ini. Salah satunya di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan banyak pelaku usaha kecil yang tetap eksis.
Lurah Mulyaharja Indra Permana mengatakan, pastinya sangat mendukung dengan banyaknya para pelaku UMKM kshususnya yang ada di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
Berbagai pelaku UMKM di Mulyaharja, seperti kerajinan tangan (home made) pengrajin alas kaki (sandal), makanan, pertanian, perikanan, dan lainnya.
“Adanya UMKM, dalam hal penerapan tenaga kerja, dimana memang pada saat masa-masa sekarang ini masih sangat jarang pelaku usaha yang dapat menyerap tenaga kerja di wilayah sekitar,” ujar Indra Permana, saat mengunjungi salah satu UMKM di Mulyaharja, Rabu (7/8/24).
Harapan pastinya, untuk para pelaku UMKM dapat terus berkembang dengan tetap memperhatian dalam hal perizinan, kualitas produksi.
“Dengan begitu ini akan mengangkat nama Mulyaharja itu sendiri,” ucapnya.
Sementara itu, Kabid UMKM Kota Bogor Ela menambahkan, kita telah melakukan pembinaan, sosialisasi, dan pelatihan kepada UMKM.
Kendati demikian, secara pribadi berusaha lebih maju, namun perlu keseriusan dari mereka juga, karena beberapa ada sosialisasi dan pelatihan, namun tidak semua membuktikan kemajuan paling hanya setengahnya.
“Yang penting mulai motivasi dari dirinya sendiri untuk bisa maju,” tuturnya.
Ia berharap, lebih termotivasi, karena biar bagaimana pun pemerintah terbantu oleh mereka, minimal bisa mengerjakan di tengah kesulitan ini
“Upaya dilakukan dari kami, yakni membantu dari hulu ke hilir, mulai dari legalitas, NIB, Kemasan, BPOM, Haki, dan sampai ke pemasaran,” tandasnya.
Tamansari | Jurnal Bogor – Banyak cara yang dikakukan dalam menyemarakan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, salah satunya Kecamatan Tamansari mengadakan berbagai kegiatan dengan berbagai lomba.
Warga Tamansari begitu antusias mengikuti lomba gerak jalan sehat yang diikuti ratusan peserta yang diadakan oleh Kecamatan Tamansari.
“Kegiatan ini untuk kekompakan dan keguyuban antar desa akan selalu terasa dan juga kekompakan antar Kecamatan, baik dari perangkat Kecamatan dan perangkat desa akan lebih kompak lagi,” kata Camat Tamansari, Yudi Hartono, Rabu (7/8/24).
Ia mengatakan, bahwa dalam event 17 Agustus itu, bukan hanya lomba gerak jalan sehat saja, ada juga beberapa lomba seperti, lomba catur tingkat SD/MI, bola volly putra dan Putri, lomba Padus antar TP PKK desa, lomba B2SA, olah raga tradisional khas 17 an serta tabligh Akbar.
Berharap kedepannya semoga dengan terselenggaranya acara tersebut, pihaknya bisa lebih meningkatkan kekompakan bisa lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan kegiatan ini akan berlangsung di tahun tahun berikutnya,” harapnya.
Pada sektor kesehatan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyoroti berbagai hal, diantaranya pengentasan stunting, pencegahan penyakit menular dan tidak menular, peningkatan alat kesehatan, tenaga kesehatan, dan sebagainya.
Kesehatan menjadi program prioritas yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun melalui berbagai program, baik di tingkat pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah Kabupaten/Kota di Indonesia.
Di berbagai kesempatan termasuk saat Rapat Kerja Kesehatan Nasional tahun 2024 di ICE BSD, Tangerang, Banten pada April lalu, Jokowi menyampaikan bahwa kesehatan merupakan hal penting dalam upaya Indonesia menjadi negara maju.
Menindaklanjuti arahan orang nomor satu di Indonesia, Kota Bogor terus melakukan peningkatan kesehatan, baik melalui jaminan kesehatan, pelayanan, fasilitas hingga peningkatan peran puskesmas dalam pengentasan stunting, gizi buruk dari pra nikah hingga anak yang sudah mengalami stunting.
Seperti yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Lawang Gintung yang membawahi empat kelurahan melalui dua unit puskesmas pembantu di Muarasari dan Harjasari, sebagai upaya dari peningkatan layanan serta mendukung Pembangunan Indonesia Sentris menuju Indonesia Maju.
Saat ini tingkat kunjungan pun bertambah menjadi 100 orang setiap hari. Mencakup pasien yang ingin mengakses pelayanan kesehatan individu hingga kunjungan sehat dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena mengatakan, peningkatan kesehatan dilakukan dengan mengikuti program pemerintah pusat melalui transformasi kesehatan dengan layanan terintegrasi melalui enam pilar, yaitu layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan dan teknologi kesehatan.
“Transformasi layanan primer dilakukan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP), yaitu dengan tiga fokus yaitu pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, penguatan jejaring pelayanan kesehatan dan penguatan pemantauan situasi kesehatan sampai tingkat kelurahan,” kata Erna belum lama ini.
Pelayanan siklus hidup dimulai dari ibu hamil, ibu bersalin, bayi, balita, anak sekolah, remaja, usia dewasa sampai lansia. Layanannya mengutamakan edukasi kesehatan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi dan berbagai skrining pada semua kelompok usia tersebut.
“Seluruh puskesmas di Kota Bogor sudah mengimplementasikan ILP, puskesmas pembantu dan posyandu. Nantinya, semua orang yang berobat di puskesmas tidak hanya diobati penyakitnya saja, tetapi juga dilakukan skrining sesuai usianya. Misalnya pada usia dewasa dilakukan skrining terhadap risiko penyakit jantung, diabetes, jiwa, TBC, HIV dan lain-lain. Jadi, kita melakukan mitigasi atau pencegahan melalui preventif,” katanya.
Kepala UPTD Puskesmas Lawang Gintung, Arsanti Kurniasari mengatakan, peningkatan kesehatan melalui fasilitas kesehatan di Puskesmas Lawang Gintung dilakukan dengan memperluas area pelayanan dan pemisahan ruangan infeksius dan non infeksius melalui penapisan sebelum pasien melakukan pendaftaran.
Tak hanya itu, sesuai arahan dari Presiden, Puskesmas kini juga memiliki alat USG untuk melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil.
Tak berhenti disitu, Puskesmas juga menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat, tidak hanya memberikan pelayanan upaya kesehatan perorangan (UKP) namun juga memberikan layanan Upaya Kesehatan Masyarakat atau (UKM) melalui turun langsung ke lapangan.
“Jadi ketika menjelang siang saat semua pasien di puskesmas dilayani, petugas yang memiliki tugas UKM langsung menyebar turun langsung ke masyarakat. Ada puskesmas keliling, penjaringan anak sekolah sebagai upaya pencegahan penyakit kepada anak usia 15 tahun, promkes, pengentasan stunting, ODF, posyandu, posbindu, pos rem, semua kita tangani melalui banyak program,” ucapnya.
Sehingga lanjut Arsanti, Puskesmas bukan saja berfungsi seperti klinik atau rumah sakit namun juga melakukan upaya kesehatan masyarakat menuju puskesmas sebagai kunjungan sehat.
Artinya, ke depan masyarakat yang datang ke puskesmas tidak hanya melakukan pengobatan tapi melakukan kunjungan sehat, seperti periksa kehamilan, tensi darah, gula darah, konsultasi kesehatan, mempertahankan kesehatan dan sebagainya.
“Jadi ya kita berharap ke depan UKP itu hanya 25 persen 75 persennya kunjungan sehat. Untuk itu perlahan kita ubah mindset pola pikir masyarakat untuk hidup sehat dan juga kita lakukan skrining penjaringan mulai dari usia 15 tahun,” ujarnya.
Puskesmas Lawang Gintung sebagai puskesmas induk juga memiliki ahli gizi sebagai untuk memberikan layanan tentang gizi masyarakat. Tak hanya itu, anak yang mengalami stunting, kurang gizi, dan ibu hamil dan sebagainya yang sudah masuk dalam kriteria dan daftar penerima asupan gizi tambahan atau makanan tambahan juga memperoleh makanan tambahan sebagai upaya pengentasan stunting dan gizi buruk. Sehingga peran dan fungsi puskesmas benar-benar menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat.
“Iya, puskesmas ini juga menyalurkan pemberian makanan tambahan dan kita menyiapkan juga ahli gizi. Jadi anak anak yang kurang energi, protein, stunting, anemia, ibu hamil dan sebagainya sesuai kriteria penerima kita berikan secara rutin selama tiga bulan di sini, mereka rutin datang ke puskesmas juga untuk mendapatkan penyaluran dan konsultasi dengan ahli gizi,” ucapnya.
Jurnal Bogor – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) merayakan hari jadinya yang ke-49 pada 4 Agustus 2024. Pada tahun ini tema yang diangkat adalah Growing for Stronger Greener Future. Tagline ini memiliki dua kata penting yaitu Growing dan Greener, kata Growing mencerminkan sejumlah langkah besar yang telah diambil Indocement untuk memperkuat posisi kepemimpinannya pada industri semen nasional di beberapa tahun terakhir ini sedangkan kata Greener sejalan dengan komitmen keberlanjutan Indocement untuk menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan.
Beragam acara dilakukan untuk memperingati HUT ke-49 Indocement, salah satunya adalah pelaksanaan program Indocement Baik. Program ini dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar daerah operasional Indocement. Kompleks Pabrik Citeureup melaksanakan program One Book One Employee sebuah program pengumpulan buku edukasi untuk disumbangkan kepada sekolah di desa mitra selain itu, Indocement juga mengajak karyawan untuk menjalankan voluntary teaching ke SMK Tunggal Prakarsa. Indocement juga menyelenggarakan turnamen sepak bola antara SSB mitra Indocement sebagai salah satu bentuk dukungan pengembangan olahraga sepak bola.
Karyawan-karyawan dari Kompleks Pabrik Cirebon menyelenggarakan kegiatan Sedekah Sampah dan kegiatan berbagi dengan memberikan donasi, bantuan paket pendidikan serta mengajak makan anak- anak yatim yang diasuh oleh beberapa lembaga pendidikan, panti asuhan, yayasan, dan desa mitra. Selain itu, Indocement Cirebon juga berbagi ilmu melalui program Indocement Ajar, beragam topik dibahas dan diunduh ke akun Youtube Santap Ilmu sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya.
Di Kompleks Pabrik Tarjun, karyawan memberikan donasi dan bantuan paket pendidikan kepada anak- anak yatim yang berada di desa mitra serta memberikan bantuan paket makanan tambahan untuk 1.000 murid sekolah dasar di desa mitra. Indocement Tarjun juga melaksakan program employee volunteering melalui kegiatan gotong royong memperbaiki dan merenovasi balai pertemuan warga di Dusun Simpang Tiga Quarry, satu hari mengasuh anak didik Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Kotabaru, pelaksanaan program edukasi dan sosialisasi pembuatan kompos di SMAN 1 Kelumpang Selatan serta edukasi mangrove untuk 100 pelajar SMP dan SMA dari desa mitra.
Meneruskan tradisi di HUT sebelumnya, pada HUT ke-49, Indocement menyelenggarakan Pekan Olah Raga dan Seni di seluruh wilayah operasional yang diikuti oleh seluruh karyawan. Pada HUT Indocement ke-49 ini, Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya juga meresmikan Arena 3Roda. Arena ini dulunya bernama sporthall yang digunakan karyawan Kompleks Pabrik Citeureup sebagai tempat melakukan berbagai kegiatan olahraga. Tahun ini arena ini sudah direnovasi untuk memenuhi standar fasilitas olahraga yang lebih baik.
Acara puncak perayaan HUT ke-49 Indocement dilaksanakan di tiga lokasi secara bersamaan, yaitu di Kompleks Pabrik Citeureup, Kompleks Pabrik Cirebon, dan Kompleks Pabrik Tarjun.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Indocement, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada karyawan, “Terima kasih kepada seluruh karyawan Indocement yang tetap semangat berkarya, mari terus memupuk semangat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, serta menjaga sinergitas sehingga setiap kendala dapat segera diatasi dan setiap peluang dapat dimanfaatkan secara optimal!”. (*)