26.6 C
Bogor
Friday, February 6, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 27

Toleransi Antarumat Beragama di Kota Bogor Sangat Tinggi

0

Kota Bogor merupakan kota yang tumbuh dalam keberagaman agama, suku, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan sosial yang terus dijaga dan dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Nilai saling menghargai dan hidup berdampingan secara harmonis menjadi fondasi utama terciptanya kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Hal ini tercermin dalam hasil Survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Tahun 2025 yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan. Berdasarkan survei tersebut, tingkat toleransi antarumat beragama di Kota Bogor berada pada kategori sangat tinggi.

Peneliti FISIB Universitas Pakuan, Toto Sugiarto, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan mengukur tingkat kerukunan umat beragama di Kota Bogor secara komprehensif melalui tiga dimensi utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama antarumat beragama.

“Basis penelitian ini mencakup toleransi antarumat beragama, kesetaraan, dan kerja sama. Hasilnya, dimensi toleransi memperoleh nilai 84,4 dengan kategori sangat tinggi, kesetaraan 81,4 juga sangat tinggi, sementara kerja sama berada pada angka 77,4 dengan kategori tinggi,” jelas Toto saat pemaparan hasil survei di Balai Kota Bogor, Senin (22/12) lalu.

Ia menambahkan, capaian tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023. Meski demikian, tantangan yang masih perlu diperkuat ke depan adalah dimensi kerja sama antarumat beragama.

“Ini perlu diapresiasi. Toleransi di Kota Bogor sangat tinggi, namun kerja sama lintas umat beragama masih memiliki ruang untuk terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim peneliti dan survei FISIB Universitas Pakuan, Roni Jayawinangun, menjelaskan makna dari masing-masing dimensi yang diukur dalam IKUB. Menurutnya, toleransi dimaknai sebagai sikap menerima dan menghargai perbedaan keyakinan, nilai, budaya, dan pandangan dengan kesediaan untuk hidup berdampingan secara damai.

“Kesetaraan adalah kondisi di mana setiap individu memiliki nilai dan hak yang sama tanpa memandang latar belakang, dengan memastikan akses dan peluang yang adil serta menentang segala bentuk diskriminasi,” jelas Roni.

Adapun kerja sama, lanjutnya, merupakan bentuk nyata interaksi sosial antarumat beragama melalui sikap saling bahu-membahu, empati, dan simpati.

“Kerja sama dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan atau event di tingkat kota yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saat ini nilainya sudah berada pada kategori tinggi, dan pada tahun 2026 diharapkan dapat meningkat menjadi 81,4,” tambahnya.

Roni juga menekankan bahwa hasil survei menunjukkan keterlibatan generasi muda yang memiliki skor lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya, sehingga menjadi modal penting bagi keberlanjutan kerukunan umat beragama di masa depan.

Terpisah, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi atas hasil survei tersebut. Ia menegaskan bahwa tingginya nilai IKUB mencerminkan keberhasilan masyarakat Kota Bogor dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.

“Alhamdulillah, dari hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025, Kota Bogor menduduki peringkat sangat tinggi sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi,” ujar Dedie Rachim saat menghadiri Perayaan Natal Keuskupan Sufragan Bogor 2025 di Pusat Pastoral Keuskupan Bogor, Jumat (26/12) malam.

Menurut Dedie, kondisi kerukunan tersebut menciptakan suasana kota yang aman dan kondusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

“Anak-anak bisa bersekolah, masyarakat bisa berkarya dan berkarier, ibu-ibu bisa berbelanja, serta keluarga dapat mencari nafkah dengan tenang. Inilah situasi yang diimpikan setiap daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan modal utama pembangunan dan menjadi landasan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bogor.

“Kota Bogor dengan latar belakang agama, suku, ras, dan keturunan yang beragam terus saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi. Ini adalah kekuatan kita bersama untuk membangun Kota Bogor yang maju dan harmonis,” tegasnya.

IKASI Targetkan 4 Medali Emas di Porprov 2026

0

jurnalinspirasi.co.id – Pengurus Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Bogor periode 2025–2030 resmi dilantik. Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi cabang olahraga anggar Kota Bogor untuk menatap target prestasi yang lebih tinggi, khususnya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.

Ketua IKASI Kota Bogor, Subhan, menegaskan optimismenya dalam menghadapi Porprov. Ia menyebut, IKASI Kota Bogor ditarget meraih empat medali emas, meningkat dari capaian sebelumnya yang hanya tiga emas.

Target dari KONI itu empat emas, dan kami sangat optimistis bisa mencapainya. Bahkan, kami juga berusaha maksimal untuk mengejar lima medali emas,” ujar Subhan.

Menurut dia, IKASI Kota Bogor akan turun di sekitar 12 nomor pertandingan. Meski persaingan di tingkat Jawa Barat terbilang ketat, terutama dari daerah seperti Karawang dan Tasikmalaya, Subhan yakin para atlet Kota Bogor mampu bersaing.

“Persaingan memang berat, tapi kami optimis bisa bersaing dan mencapai target empat sampai lima emas,” katanya.

Dalam persiapan menuju Porprov, IKASI Kota Bogor akan fokus mengikuti berbagai event dan kejuaraan sebagai ajang pembinaan mental juara sekaligus mengasah kemampuan atlet. Terkait kemungkinan try out ke luar negeri, Subhan menyebut hal tersebut masih akan disesuaikan dengan peluang dan kesiapan.

“Kami lihat nanti peluangnya. Kalau memungkinkan, try out ke luar negeri tentu akan kami upayakan,” ujarnya.

Selain fokus prestasi, pelantikan pengurus IKASI Kota Bogor juga dikemas sebagai ajang edukasi. Subhan menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang orang tua atlet agar terlibat langsung dalam memberikan motivasi kepada putra-putrinya.

“Harapannya, orang tua semakin termotivasi mendukung anak-anaknya. Atlet juga merasa bangga karena pengurus memiliki komitmen dan misi yang jelas ke depan,” jelasnya.

Ke depan, IKASI Kota Bogor juga merencanakan program pengenalan olahraga anggar ke sekolah-sekolah untuk menjaring bibit atlet muda.

“Kami ingin masuk ke sekolah-sekolah agar anggar lebih dikenal dan lahir fencer-fencer junior yang nantinya bisa kami bina,” tambah Subhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas Rasmana, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Bogor, menyampaikan apresiasi atas dilantiknya pengurus IKASI Kota Bogor. Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Bogor yang berhalangan hadir.

Pak Wali Kota menyampaikan selamat kepada pengurus IKASI Kota Bogor periode 2025–2030. Anggar merupakan salah satu cabang olahraga penyumbang medali emas bagi Kota Bogor, dan diharapkan ke depan bisa menyumbang minimal empat emas,” ujar Anas.

Ketua KONI Kota Bogor dalam sambutannya juga menekankan pentingnya peran IKASI dalam mendukung target besar Kota Bogor, yakni meraih 100 medali emas pada Porprov. Ia menegaskan bahwa target tersebut bukan sekadar slogan, melainkan harapan yang bisa diwujudkan melalui pembinaan berkelanjutan.

“Dengan semangat sportivitas dan pembinaan yang konsisten, kami yakin anggar bisa menjadi salah satu kekuatan Kota Bogor dalam mewujudkan Bogor juara,” pungkasnya.

** Aga Alamanda

Pemkot Bogor Torehkan 82 Penghargaan Selama 2025

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mencatatkan capaian gemilang sepanjang tahun 2025 dengan meraih total 82 penghargaan di berbagai tingkatan, mulai dari kota, provinsi, hingga nasional, termasuk penghargaan individu yang diterima langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Secara rinci, capaian tersebut meliputi 2 penghargaan tingkat kota, 41 penghargaan tingkat Provinsi Jawa Barat, 30 penghargaan tingkat nasional, dan 9 penghargaan secara individu Wali Kota Bogor.

Prestasi ini mencerminkan komitmen kuat Pemkot Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, inovasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, mitra pembangunan, dan partisipasi aktif masyarakat Kota Bogor.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tujuan, melainkan hasil dari kerja konsisten, kolaborasi lintas sektor, dan semangat melayani warga. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki diri dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Dedie A. Rachim.

Sepanjang 2025, Pemkot Bogor menerima berbagai apresiasi nasional bergengsi, antara lain di bidang reformasi birokrasi, pencegahan korupsi, pengelolaan keuangan daerah, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, inovasi digital, pelayanan publik, serta kota terbaik dalam penanganan program stunting dari Kemendagri.

Capaian strategis seperti Opini WTP kesembilan dari BPK, peringkat 1 pemerintah kota terbaik dalam pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan tahun 2025 dari KPK, Indeks Reformasi Hukum dengan predikat AA, Kota Layak Anak Predikat Nindya, serta beragam penghargaan dari kementerian dan lembaga negara menjadi bukti pengakuan atas kinerja Pemkot Bogor.

Di tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Bogor juga konsisten meraih penghargaan atas inovasi daerah, kinerja perangkat daerah, pengelolaan lingkungan, kependudukan dan keluarga berencana, penguatan kampung keluarga berkualitas, serta keluarga sehat sejahtera.

Selain capaian institusional, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim juga meraih 9 penghargaan secara individu tingkat kota, provinsi, dan nasional. Penghargaan tersebut diberikan atas kepemimpinan inovatif, komitmen terhadap lingkungan hidup, penguatan BUMD, pengembangan pendidikan, dukungan terhadap Gerakan Pramuka, hingga peran dalam pemulihan ekonomi dan penguatan program iklim berbasis masyarakat.

Pemkot Bogor menegaskan bahwa capaian ini akan menjadi landasan untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan yang bersih, inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Kami berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai energi untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih berdampak bagi masyarakat Kota Bogor,” tegas Wali Kota.

Dengan semangat Bogor Beres, Bogor Maju, kata Dedie Rachim, Pemkot Bogor berkomitmen melanjutkan kinerja terbaik demi mewujudkan kota yang maju, berkelanjutan, dan membahagiakan warga.

Jogjogan Diterjang Longsor, UPT JJ Gercep Bersihkan Material

0

jurnalinspirasi.co.id – Sudah tiga hari ini, wilayah Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor sebagian wilayahnya terus mengalami banjir dan longsor.

Setelah aktivitas Cafe Daun yang menimbulkan banjir ke pemukiman warga di Kampung Panjang, kali ini longsor terjadi di ruas jalan alternatif tidak jauh dari Kantor Desa Jogjogan. Longsor yang terjadi pada Rabu (24/12/2025) pagi hari ini terjadi akibat semalaman wilayah Cisarua diguyur hujan.

Pantauan di lokasi, tebingan setinggi 3 meter yang merupakan areal pemakaman ini bagian tepi jalannya tidak kuat menahan air hujan akibat tidak adanya pohon keras di sana.

“Gundul sih tidak ada pohon keras, jadinya longsor menimpa badan jalan, ” ujar Sanusi, warga sekitar.

Dampak dari material longsoran yang menimbun badan jalan, lalulintas disana sempat terganggu. Untuk menormalkan kembali lalulintas, tim UPT Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Tim kita dari UPT JJ melakukan penanganan di lokasi. Kita harus bergerak cepat jika ada jalan Kabupaten Bogor yang tertimbun longsor. Terlebih saat ini musim liburan Natal dan liburan anak sekolah, kawasan Puncak mulai dipadati kendaraan wisatawan,” tandas Kepala UPT JJ Ciawi, Heru.

Meskipun tidak ada korban jiwa di beberapa kejadian di Desa Jogjogan ini sebagian warga yang ada di desa tersebut merasa was-was jika hujan terus mengguyur wilayah Puncak. Hal ini karena wilayah Desa Jogjogan kondisi lingkungan ruang terbuka hijau terus menyempit oleh bangunan vila-vila dan kegiatan tempat wisata.

(Dadang Supriatna)

Penambang Liar jadi Korban Lagi Tertimbun di Gunung Guruh

0

jurnalinspirasi.co.id – Kabar duka kembali menyeruak, kali ini Penambang Emas Tanpa Izin atau yang biasa disebut Gurandil meninggal tertimbun di lubang di Gunung Guruh di wilayah kerja Perhutani, khususnya dibawah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dengan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cigudeg Kabupaten Bogor.

Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya menjelaskan, dari lima penambang satu orang meninggal dunia sedangkan empat penambang lainnya mengalami luka luka.

“Keempat penambang yang terluka di Gunung Guruh, yakni L, R, H. Namun, satu orang penambang yang meninggal S alias K warga Desal Cintamanik Kecamatan Cigudeg.” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (23/12/2025)

Terkait meninggalnya penambang tanpa izin tersebut, Kapolsek Cigudeg AKP Budi Sehabudin ketika konfirmasi tak merespons.

Akan tetapi kabar meninggalnya penambang tanpa izin tersebut dibenarkan Kepala Desa Cintamanik Jamaludin.

Korban meninggalnya penambang tersebut merupakan warga Desa Cintamanik. “Betul, yang meninggal di Gunung Guruh itu warga kami,” kata Kepala Desa Cintamanik melalui sambungan teleponnya.

Korban yang meninggal di lubang Gunung Guruh telah diselesaikan dengan pemilik lubangnya.

“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan, pemilik lubang tambang telah memberikan santunan,” terangnya.

“Korban menjadi penambang hingga meregang nyawa, mungkin segala keterbatasan dan segala resiko hingga memaksa menjadi penambang.” pungkasnya.

(Arip Ekon)

Puluhan Siswa MTs Nurussa’adah Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pentas Seni di Desa Sirnagalih

0

Jurnal Bogor – Puluhan siswa-siswi MTs Nurussa’adah, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, mengikuti kegiatan penyuluhan bahaya narkoba yang dirangkaikan dengan pentas seni. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Sirnagalih bekerja sama dengan MTs Nurussa’adah, bertempat di Aula Serbaguna Desa Sirnagalih, Kebon Jati, Selasa (22/12/25).

Kepala Desa Sirnagalih, Amat Suparta, hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama pihak sekolah. MTs Nurussa’adah diwakili oleh Pembina OSIS Mohamad Eliyas, Pembina Tari Dessa Paramita, serta diikuti 17 anggota OSIS dan tiga siswa dari ekstrakurikuler seni tari.

Dalam kegiatan tersebut, MTs Nurussa’adah menampilkan tarian tradisional Sunda sebagai bagian dari pentas seni. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah sekolah di wilayah Desa Sirnagalih, di antaranya SMK IBG 3, SMPN 1 Tamansari, dan SMP Karya Pakuan.

Kepala MTs Nurussa’adah, Nazarudin Usman, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap bahaya serta dampak negatif penyalahgunaan narkoba.

“Melalui penyuluhan ini diharapkan siswa memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba, sementara pentas seni menjadi wadah positif untuk menyalurkan bakat dan kreativitas mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pentas seni memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan diri siswa, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa apresiasi terhadap seni dan budaya daerah.

Adapun harapan dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, mendorong perubahan perilaku positif, memperkuat lingkungan sosial, serta mendukung upaya penegakan hukum.

Selain itu, pentas seni diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, bakat, dan mental siswa, mempererat persaudaraan antar pelajar, sekaligus mempromosikan kebudayaan sebagai sarana hiburan yang edukatif dan bermakna. Yudi

Akibat Aktivitas Cafe Daun, Warga Pasirpanjang Kebanjiran

0

jurnalinspirasi.co.id – Diduga akibat salah kaprahnya konsep lingkungan yang dilakukan Cafe Daun di Desa Megamendung, Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor berdampak buruk terhadap warga yang ada di bawahnya.

Sebuah video yang diunggah oleh seorang ibu-ibu warga isetempat, akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Puncak, pemukiman warga yang berada di Kampung Pasirpanjang, Desa Jogjogan kebanjiran oleh air yang bercampur lumpur yang berasal dari lokasi cafe tersebut.

“Waduh ini tolong aparat baik itu Kepala Desa maupun aparat lainnya supaya melakukan tindakan. Ini banjir dari lokasi Cafe Daun, ini gimana kita. Padahal kejadian ini hujannya belum besar, ” ujar seorang ibu di video tersebut.

Terlihat beberapa lelaki warga setempat turun ke jalan yang dibanjiri bercampur lumpur itu.

“Kalau tidak dihentikan aktivitas disana, warga bisa lapor ke pak KDM ini. Karena ini cukup membahayakan warga sekitar. Air minum pun menjadi kotor. Tolong aparat periksa perijinannya, ” imbuh ibu- ibu itu.

Aktivitas di cafe tersebut, lokasinya merupakan wilayah Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung. Tetapi, kontur kemiringan tanahnya tumpah ke wilayah Kampung Pasirpanjang di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua.

Adanya hal ini, Suyudi, dari Walhi Jawa Barat menyebutkan, wilayah Puncak merupakan wilayah yang terus dipantau oleh berbagai pihak, baik itu oleh aparat maupun para pemerhati lingkungan.

“Adanya kejadian tersebut, masyarakat di Puncak benar benar harus waspada. Begitu juga, bagi aparat penegak perda yaitu Pol PP mulai dari tingkat kecamatan hingga di tingkat Kabupaten Bogor, harus melakukan tindakan sebelum terjadi bencana yang lebih besar, ” pungkasnya.

Pihak Cafe Daun sendiri belum memberikan keterangan perihal kejadian tersebut.

(Dadang Supriatna)

Kinerja Maksimal, Kejari Kota Bogor Lampaui Target PNBP

0

jurnalinspirasi.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja signifikan pada bidang penegakan hukum dan pengelolaan anggaran.

Diketahui, Kejari Kota Bogor berhasil mencatat serapan anggaran sebesar 98,79%. Capaian tersebut dilengkapi prestasi luar biasa di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang melampaui target hingga 939,49%, dengan nilai realisasi sebesar Rp6.581.149.735 dari target Rp700.500.000.

Kepala Kejari Kota Bogor, Agung Arifianto mengatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan komitmen dalam peningkatan kualitas pelayanan hukum, transparansi, serta akuntabilitas pelaksanaan tugas dan penggunaan anggaran pada seluruh bidang.

Menurud dia, bidang Intelijen, Kejari Kota Bogor berhasil melaksanakan kegiatan strategis yang berfokus pada deteksi dini, pengamanan program pemerintah, serta penguatan literasi hukum masyarakat meliputi kegiatan penyelidikan, pengamanan, penggalangan informasi, Bakorpakem, kampanye antikorupsi, penyuluhan hukum, program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), serta program Jaksa Menyapa.

“Selain itu, bidang Intelijen juga telah melakukan
pengawalan dan pengamanan pada kegiatan strategis Kota Bogor,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).

Sementara pada bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), capaian kinerja menunjukkan peningkatan produktivitas penanganan perkara, salah satunya adalah penanganan perkara dengan capaian 624 perkara dalam rentang waktu 1 (satu) tahun.

“Selain itu, Kejari Kota Bogor juga berhasil melaksanakan penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice sebanyak 2 (dua) perkara, yang mana dilakukan dengan seleksi ketat demi memastikan perlindungan terhadap korban dan nilai keadilan Masyarakat serta pemulihan,” jelasnya.

Kemudian, sambung dia, pada bidang Tindak Pidana Khusus, sepanjang Tahun 2025, berhasil mencatat capaian penanganan perkara yang menunjukkan transparansi, akuntabilitas, serta komitmen kuat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan kejahatan ekonomi strategis.

“Kinerja tersebut dibuktikan dengan penyelesaian perkara secara berjenjang mulai dari tahap penyelidikan, penyidikan, penuntutan, upaya hukum, hingga eksekusi, serta memberikan outcome nyata berupa penyelamatan keuangan negara dan pengembalian kerugian dari tindak pidana korupsi,” beber Agung.

Ia menjelaskan, pada tahap penyelidikan, terdapat 2 perkara yang ditangani sepanjang tahun 2025. Pertama, perkara dugaan korupsi dalam kegiatan
pemberian kredit kepada nasabah BRI Tajur yang telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Kedua, perkara dugaan korupsi pada pemberian kredit BRI Purbasari yang saat ini masih dalam proses permintaan keterangan. Selanjutnya, pada tahap penyidikan juga terdapat perkara yang seluruhnya berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan atau pemberian kredit
perbankan.

“Penyidikan terhadap perkara Bank BRI KCP Tajur, Baranangsiang, dan Sentul masih berlangsung. Sementara itu, dua perkara penyimpangan pemberian kredit di BRI Unit Kedunghalang atas nama tersangka berinisial OWN dan FB telah ditingkatkan ke tahap penuntutan. Di tahapan itu, terdapat empat perkara yang ditangani Kejari,” katanya.

Pertama, tindak pidana perpajakan yang terjadi pada periode Desember 2017 sampai Juni 2020 yang saat ini dalam tahap pengajuan SKP2. Kedua, perkara korupsi kredit BRI Unit Kedunghalang atas nama inisial RL, yang sedang dalam pemeriksaan saksi di persidangan.

Ketiga, perkara korupsi yang sama atas nama inisial OWN dan FB yang juga dalam tahap pemeriksaan saksi. Keempat, perkara pengelolaan keuangan Bank Mandiri KCP Warung Jambu atas nama terdakwa inisial RM yang sedang berjalan pada tahap kasasi.

Agung juga menuturkan bahwa Kejari Kota Bogor menangani perkara tindak pidana korupsi terkait kejahatan perbankan pada Bank Mandiri KCP Warung Jambu. Perkara dengan terpidana berinisial ASR telah memasuki tahap eksekusi, dan pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana tersebut telah dilakukan pada 17 November 2025.

“Adapun terkait pembayaran denda pidana, pada tahun 2025 tidak terdapat penerimaan . Namun, terdapat penerimaan uang pengganti sebesar
Rp146.421.100,00 hasil lelang barang rampasan atas nama terpidana inisial JRR,” ucap dia.

Selain itu, Kejari Kota Bogor berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar
Rp3.247.117.171,00 dari penyelesaian tindak pidana perpajakan.

Kejaksaan juga menerima pengembalian hasil pencairan kredit bermasalah dalam perkara
BRI Kedunghalang sebesar Rp10.570.000,00.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Sigit Prabawa Nugraha menhayakan bahwa capaian kinerja monumental juga ditunjukkan oleh Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) melalui penyelesaian 1.122 Surat Kuasa Khusus (SKK), yang terdiri dari
tiga perkara litigasi dan 1.119 kegiatan nonlitigasi.

Selain itu, pelayanan hukum diberikan melalui 49 kegiatan, serta pertimbangan hukum pada 30
kegiatan,termasuk 28 pendampingan hukum dan dua pendapat hukum kepada instansi pemerintah.

“Di bidang pemulihan keuangan negara, Datun berhasil merealisasikan tunggakan sebesar Rp24.606.029.529 dari total tunggakan Rp63.906.544.558. Datun juga melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan 15 instansi pemerintah,” beber dia.

Kemudian, kata Sigit, Pada Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), Kejari Kota Bogor sepanjang 2025 berhasil merampas barang bukti pada 315 perkara, termasuk 29 aset tidak bergerak berupa tanah, rumah, dan apartemen, 6 mobil, 4 motor serta 239 unit telepon genggam.

“Melalui pengelolaan aset tersebut, Kejari Kota Bogor menghasilkan PNBP dari penjualan langsung sebesar Rp31.735.000, uang rampasan negara Rp5.998.394.783, dan uang pengganti tindak pidana korupsi Rp146.424.000, sehingga total PNBP mencapai Rp6.176.553.783,” urai dia.

Kata Sigit, Kejari Kota Bogor menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan hukum yang profesional, akuntabel, berintegritas, serta
berorientasi pada kepentingan masyarakat. Capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk
memperkuat pelayanan hukum yang humanis, optimalisasi pemulihan keuangan negara,
peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat, dan penguatan sinergitas lintas lembaga
dalam penegakan hukum pada tahun-tahun berikutnya.

** Fredy Kristianto

210 Perangkat Desa Lulus SPD 2025, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Di Tingkat Desa

0

jurnalinspirasi.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berkolaborasi dengan IPB University berhasil meluluskan 210 perangkat desa se-Kabupaten Bogor yang mengikuti program Sekolah Pemerintahan Desa angkatan V tahun 2025. Prosesi wisuda dilaksanakan di Gedung Graha Widya Wisuda IPB University, Dramaga, Selasa (23/12).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat desa, di mana sebanyak 210 wisudawan telah dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pembelajaran partisipatif selama lima bulan, terhitung sejak Agustus hingga Desember 2025.

Para wisudawan tersebut terdiri dari 70 Kepala Desa yang berasal dari 38 kecamatan di Kabupaten Bogor, serta 140 perangkat desa yang bertugas sebagai operator pendamping, yang mencakup 70 operator spasial dan 70 operator sosial. Selama masa pendidikan, para peserta telah dibekali dengan berbagai kompetensi strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan dan transformasi desa hingga teknik pemetaan serta metode pendataan sosial.

Program yang merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Bogor dengan IPB University ini diharapkan dapat menjadi awal bagi para perangkat desa untuk bekerja lebih optimal demi mewujudkan Kabupaten Bogor yang istimewa dan gemilang.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hadijana menekankan pentingnya pergeseran paradigma dari “Membangun Desa” menjadi “Desa yang Membangun”. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 serta visi Astacita Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari tingkat bawah.

“Desa kini diposisikan sebagai subjek pembangunan yang memiliki kewenangan luas serta dukungan anggaran yang besar,” tandas Hadijana. ded

Dispora Launching Aplikasi Informasi Data Keolahragaan

0

jurnalinspirasi.co.id – Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor melalui Tim Pembibitan IPTEK dan Organisasi Keolahragaan ( PITOK)  Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ( PPO)  kembali  melakukan terobosan yang sangat positif.

Terobosan positif yang dilakukan Dispora Kabupaten Bogor kali ini adalah melalukan Launching Aidara.

“Aidara merupakan sistem portal yang dirancang khusus untuk mendukung  pengelolaan olahraga yang berada dibawah naungan Dispora Kabupaten Bogor yang dikembangkan oleh Summit Citra Teknologi,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, disela sela Launching Aplilasi Portal Aidara di Hotel Horison Sayaga, Cibinong,  Senin ( 22/12/2025)

Ia mengatakan, Portal ini berfungsi untuk memantau dan mengelola data atlet, pelatih serta tenaga pendukung dari organisasi seper PPOPM, KONI, NPCI dan SOINA.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga( PPO) Dispora Kabupaten Bogor, Muhammad Saepudin yang akrab disapa Aep mengatakan,  Portal Aidara juga bisa mencantumkan soal program latihan, parameter khusus mencakup monitoring data riwayat kesehatan atlet,  antropometri dan penilaian komponen biomotor atlet seperti kekuatan, kecepatan dan daya tahan kondisi fisik atlet akan terpantau dengan jelas.

 “Portal ini juga akan mencantumkan laporan statistik atau visualisasi data serta bisa menjadi panduan khusus pelatih dan tenaga pendukung,” ucap Aep

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Substansi PITOK Dispora Kabupaten Bogor, Neneng Nurhasanah mengatakan, launching Aplikasi Portal Aidara ini dihadiri langsung oleh para perwakilan mitra olahraga Dispora seperti KONI, NPCI,  SOINA dan juga jajaran UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor.

” Dengan adanya Aplikasi Portal Aidara ini akan memudahkan para pelatih dalam memantau kondisi kesehatan para atlet serta data base akan lebih akurat,” tegas Neneng.

Neneg menambahkan, Aplikasi Portal Aidara ini sebagai bentuk transparansi pelatih dalam melakukan tugasnya baik absensi maupun menyampaikan program

latihannya yang  selama ini di kenal di UPT PPOPM Dispora Kabupaten Bogor dengan report bulanan atau laporan bulanan.

” Aplikasi ini juga bisa sebagai  salah satu bentuk memonitoring dana hibah,” pungkas Neneng. (ded/Sep).