28.4 C
Bogor
Tuesday, June 16, 2026

Buy now

spot_img

Dari Rapuh Jadi Tangguh, Pengurus OSIS MTsN Kota Bogor Gelar Pelatihan Kepemimpinan Inspiratif dan Sehat Emosi

Bogor | Jurnal Bogor
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Bogor menggelar kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” bagi pengurus OSIS dan puluhan siswa-siswi lainnya sebagai upaya membangun karakter kepemimpinan yang tangguh, berintegritas, dan penuh kepedulian, Selasa (16/6/2026) bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung selama 120 menit ini dipandu oleh Lili Marliyuana, Mental Health Educator yang sekaligus juga Direktur ABCo Therapy Center.

Mengusung tema “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh Jadi tangguh,” pelatihan ini mengajak peserta memahami bahwa tantangan, kegagalan, kritik, maupun rasa tidak percaya diri bukanlah penghalang untuk berkembang, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin.

Dalam sesi tersebut, Lili menyampaikan kisah tentang kerang mutiara yang mampu mengubah butiran pasir yang melukainya menjadi mutiara yang bernilai tinggi.

“Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi dalam hidup kita. Namun, kita bisa memilih bagaimana meresponsnya. Seperti kerang mutiara, setiap tantangan dapat menjadi proses pembentukan karakter yang lebih kuat,” ujar Lili.

Selain kisah kerang mutiara, peserta juga diajak meneladani perjalanan hidup Rasulullah SAW sebagai sosok pemimpin yang tangguh dan penuh welas asih. Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian sejak kecil, mulai dari kehilangan orang-orang terkasih, penolakan, hingga berbagai tantangan dalam berdakwah. Namun, semua ujian tersebut tidak menjadikan beliau pribadi yang keras, melainkan sosok yang penyayang, sabar, dan penuh kasih kepada sesama.

Menurut Lili, kisah Rasulullah SAW memberikan pelajaran berharga bahwa ketangguhan bukan berarti tidak pernah merasa sedih atau terluka.

“Rasulullah SAW tidak menjadi kuat karena hidupnya mudah. Beliau menjadi kuat karena selalu bersandar kepada Allah dan terus melangkah meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Itulah ketangguhan yang perlu diteladani oleh para pemimpin muda,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai ‘Mutiara Sang Pemimpin’ melalui filosofi lima jari tangan sebagai panduan sederhana dalam menjalankan peran sebagai pengurus OSIS.

Filosofi tersebut meliputi:
– Ibu jari, sebagai simbol kemampuan menghargai, mengapresiasi, dan melayani.
– Jari telunjuk, sebagai pengingat akan pentingnya komitmen, integritas, dan kejujuran.
– Jari tengah, sebagai motivasi untuk memberikan kontribusi terbaik dan bekerja melampaui ekspektasi.
– Jari manis, sebagai simbol kemampuan membangun hubungan yang sehat dan bekerja sama dalam tim.
– Jari kelingking, sebagai pengingat agar tidak meremehkan hal² kecil seperti kedisiplinan, kerapian, kepedulian, serta kebiasaan baik sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi refleksi, diskusi, serta motivasi kepemimpinan yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama pelatihan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengurus OSIS tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga bertumbuh menjadi generasi muda yang memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, berintegritas, serta memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekolah.

“Jangan takut dengan “pasir” yang masuk ke dalam hidupmu. Bisa jadi, itulah bahan yang Allah gunakan untuk membentuk mutiara terbaik dalam dirimu,” pesan Lili kepada para peserta di akhir sesi.

Kegiatan Training Healing and Growing “Menjadi Kerang Mutiara: dari rapuh bertumbuh jadi tangguh” menjadi salah satu ikhtiar dalam mendampingi remaja untuk mengenal dirinya, mengelola tantangan dengan lebih sehat, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh, dan penuh welas asih.

Kegiatan Paradoks (Peresmian Almamater dan Dedikasi OSIS) ini sangat berkesan. Setelah resmi mengenakan almamater, para siswa semakin bangga dan menyadari tanggung jawab mereka sebagai pengurus OSIS.

Sesi Healing and Growing bersama Bunda Lili juga memberikan penyegaran emosional yang sangat dibutuhkan remaja. Melalui filosofi Kerang Mutiara, mereka belajar mengubah tekanan dan tantangan organisasi menjadi proses bertumbuh.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan pengurus OSIS yang tidak hanya aktif bekerja, tetapi juga memiliki *karakter yang matang dan mampu menjadi teladan bagi teman²nya,” tutur Pembina OSIS, Hera Sulistiawati.

Dia tidak ingin OSIS hanya dikenal sebagai panitia kegiatan sekolah. Tapi lebih jauh, mereka tumbuh menjadi pemimpin muda yang mampu mengelola tekanan, bangkit dari kegagalan, dan tetap memiliki empati dalam melayani orang lain.

“Melalui pelatihan ini, siswa belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar tentang kemampuan mengatur program kerja, tetapi tentang membangun karakter, menjaga integritas, dan mengubah setiap tantangan menjadi proses pendewasaan diri,”* ujar Wakil Kepala Sekolah MTsN Kota Bogor Bidang Kesiswaan, Maryanah.

(Wawan Hermawanto)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles