30.4 C
Bogor
Friday, March 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 24

Duh, Bocah Disabilitas di Babakan tak Tersentuh Bantuan

0

Bogor | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kota Bogor, Subhan, menggelar kegiatan Reses masa sidang di Aula Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah.

Agenda ini dihadiri oleh sekitar 80 warga yang antusias menyampaikan berbagai persoalan wilayah, mulai dari infrastruktur hingga masalah sosial yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian.

Subhan mengungkapkan bahwa ini merupakan kali pertama kegiatan reses dewan menyentuh lingkungan tersebut, sehingga warga sangat proaktif dalam menyampaikan aspirasi mereka.

Salah satu temuan yang paling menonjol dan memprihatinkan bagi Subhan adalah adanya warga disabilitas (tuna rungu dan tuna wicara) berusia 8 tahun yang selama ini belum pernah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

“Saya sangat miris. Ada anak usia 8 tahun, disabilitas tuna rungu dan tuna wicara, tapi sampai sekarang belum pernah mendapatkan bantuan. Jika kita hitung sejak usia balita, artinya sudah sekitar 5 tahun ia tidak tersentuh bantuan sosial,” ujar Subhan.

Menanggapi hal tersebut, Subhan menegaskan akan segera mendorong Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor untuk melakukan survei dan analisis lapangan.

“Saya akan tindak lanjuti ke Dinas Sosial agar segera dikaji supaya anak tersebut mendapatkan haknya dan bantuan yang layak,” tegasnya.

Selain masalah sosial, warga juga mengeluhkan kondisi infrastruktur di wilayah Babakan, khususnya banyaknya jalan yang berlubang dan rusak. Subhan berjanji akan melakukan survei lokasi secara langsung untuk memetakan titik-titik kerusakan guna pengusulan perbaikan.

Terkait kesehatan, banyak warga mengeluhkan penonaktifan kartu BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran). Subhan menjelaskan bahwa saat ini memang sedang dilakukan penataan data, namun ia memberikan solusi bagi warga yang dalam kondisi darurat. “Jika ada warga yang sakit dan butuh perawatan mendesak (urgent), saya akan bantu aktivasi melalui skema BPJS UHC (Universal Health Coverage) agar mereka tetap mendapatkan pelayanan medis,” jelas politisi Partai Demokrat tersebut.

Di sela-sela diskusi, Subhan juga memberikan apresiasi spontan terhadap semangat anak muda di Kelurahan Babakan yang rutin melakukan kegiatan membangunkan sahur saat bulan Ramadan. Karena keterbatasan alat musik seperti snare dan bass drum, Subhan memberikan bantuan dana pribadi untuk pengadaan alat-alat tersebut.

“Saya senang melihat kegiatan positif anak muda. Secara spontan saya berikan bantuan untuk membeli alat musik yang baru agar mereka lebih semangat dalam menjalankan kegiatan membangunkan sahur dengan peralatan yang memadai,” tambahnya.

** Fredy Kristianto

Kejari Pelototi Kasus Dugaan Gratifikasi KPU

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor angkat bicara mengenai fakta persidangan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang mengungkap adanya dugaan gratifikasi dalam sidang pemberhentian Ketua KPU Kota Bogor, Muhammad Habibi Zaenal Arifin.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Harius Prangganata, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memantau perkembangan kasus tersebut. Kejaksaan, sambung dia, masih menunggu salinan putusan resmi dari majelis DKPP untuk mempelajari detail perkara tersebut secara mendalam.

“Kami masih mempelajari seperti apa putusan dari majelis DKPP. Gratifikasi seperti apa, bunyinya bagaimana. Jika menyinggung unsur pidana, maka Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK yang akan mendalami,” ujar Haryus saat memberikan keterangan, Rabu (11/2).

Harius mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti sebuah putusan etik ke ranah pidana, diperlukan ketelitian dalam melihat pemenuhan unsur-unsur hukum. Pihaknya tidak ingin gegabah dan harus memastikan adanya minimal dua alat bukti yang sah sesuai aturan yang berlaku.

“Kami harus mempelajari apakah yang bersangkutan benar-benar memenuhi semua unsur gratifikasi tersebut. Secara lengkapnya, kami minimal harus mendapatkan dulu salinan isi putusannya. Kita pelajari lebih dalam, karena sebagai penyidik, kami memerlukan dua alat bukti,” tegasnya.

Harius menjelaskan bahwa tindakan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Kejaksaan dalam menjaga stabilitas di wilayah Kota Bogor.

Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, penyelenggara negara dilarang keras menerima pemberian dalam bentuk apapun.

“Dalam undang-undang sudah jelas, penyelenggara negara tidak boleh menerima hadiah, suap, atau gratifikasi. Itu banyak deliknya,” tambahnya.

Sebagai pejabat baru di lingkungan Kejari Kota Bogor, Harius juga membuka diri terhadap informasi dari masyarakat demi tegaknya kepastian hukum di Kota Bogor.

“Kami tetap pantau setiap informasi di wilayah Kota Bogor ini untuk menjaga stabilitas daerah, sehingga rasa keamanan dan kepastian hukum berjalan dengan baik,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

KNPI Cigombong Dorong Pembangunan Berbasis Pemuda

0

Cigombong | Jurnal Bogor – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cigombong mendorong agar arah pembangunan di wilayah Cigombong tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi penguatan peran pemuda.

Hal tersebut disampaikan Ketua KNPI Kecamatan Cigombong, M. Akbar Rizal H, saat menghadiri kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) III yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cigombong, Kamis (12/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Akbar meminta para anggota DPRD Dapil III agar turut memperjuangkan aspirasi pembangunan berbasis kepemudaan melalui kebijakan serta dukungan penganggaran di legislatif.

Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan sangat penting sebagai upaya regenerasi kepemimpinan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

“Pembangunan jangan hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur. Pemuda juga harus menjadi prioritas melalui program pemberdayaan, pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, serta penguatan kapasitas,” ujar Akbar.

Ia menegaskan, pemuda Cigombong memiliki potensi besar yang perlu difasilitasi oleh pemerintah daerah agar mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan wilayah.

“Kami sebagai pemuda juga ingin berkontribusi dalam pembangunan sebagai generasi penerus. Mungkin saat ini bapak-bapak yang berada di depan, namun generasi yang akan datang kamilah yang akan duduk di depan,” ungkapnya.

Akbar juga menilai pentingnya keterlibatan pemuda, tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi juga dalam proses perumusan kebijakan. Hal tersebut dinilai sebagai bagian dari proses kaderisasi generasi bangsa, agar arah kebijakan dan pembangunan ke depan dapat lebih dirasakan manfaatnya oleh kalangan pemuda.

“Kami berharap para pemangku kebijakan, khususnya anggota DPRD, dapat mengakomodasi aspirasi pemuda. Selain pembangunan infrastruktur, pengembangan SDM dan peningkatan kapasitas pemuda juga harus menjadi perhatian penting,” pintanya.

Reses DPRD Dapil III tersebut menjadi momentum bagi KNPI Kecamatan Cigombong untuk menyuarakan kepentingan pemuda sekaligus membangun komunikasi yang konstruktif dengan para wakil rakyat demi terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Yudi

Pemerintah Desa Sukajadi Bentuk Posluhdes

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, menggelar musyawarah pembentukan Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes), Kamis (12/2/2026).

Posluhdes merupakan pos penyuluhan di tingkat desa yang dibentuk secara swadaya oleh masyarakat sebagai wadah koordinasi, pembelajaran, serta penguatan peran petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

Dalam musyawarah tersebut, Bisri terpilih sebagai Ketua Posluhdes Desa Sukajadi untuk masa bakti 2029–2030.

Kegiatan pembentukan Posluhdes ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan, Koordinator Penyuluh Wilayah VI, Muhammad Casroni, serta para petani dari perwakilan delapan kelompok tani yang ada di Desa Sukajadi.

Ketua Pusluhdes terpilih, Bisri, mengatakan bahwa pembentukan Posluhdes diharapkan dapat menjadi wadah bersama bagi petani dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta memperkuat kerja sama antar kelompok tani di Desa Sukajadi.

“Posluhdes ini diharapkan menjadi pusat kegiatan penyuluhan dan tempat bertukar informasi bagi para petani, sehingga mampu mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Sukajadi,” kata Bisri.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan, menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh kelompok tani yang hadir dalam musyawarah pembentukan Posluhdes.

Menurutnya, keberadaan Posluhdes sangat penting sebagai sarana pendukung pembangunan sektor pertanian di desa.

“Pemerintah desa mendukung penuh terbentuknya Pusluhdes ini. Semoga ke depan Posluhdes bisa menjadi motor penggerak penguatan sektor pertanian dan mampu membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujar Ade Gunawan.

Ia juga berharap, dengan adanya Posluhdes, koordinasi antara pemerintah desa, penyuluh, dan kelompok tani dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Yudi

Satpol PP dan UPT DKP Datangi Bangli

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Jajaran Satpol PP dan UPT Penataan Bangunan Kelas A Wilayah Cibinong Dinas Perumahan dan Pemukiman mendatangi bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas drainase di ruas Jalan KSR Dadi Kusmayadi dekat lampu merah RSUD Cibinong. Kedatangan itu bertujuan melakukan konfirmasi kelengkapan perizinan bangunan tersebut.

Hal itu dikatakan Ketua RT 4 RW 5 Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong, Aripin kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/2/2026).
“Satpol PP beserta jajaran dan dinas perumahan dan pemukiman baru mendata pemilik kios-kios dan kelengkapan surat seperti IMB dan ijin lainnya di bangunan liar itu,” kata Aripin.

Aripin berharap pendataan itu dapat menertibkan bangli di atas drainase yang dinilainya menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di lokasi wilayahnya. “Harapan saya utama ada penertiban bangli agar tidak memakai atau berdiri bangunan di atas saluran air (selokan) dan bangunan ruko pinggir Jalan KSR Dadi Kusmayadi agar membuka kembali jalur aliran selokan lama yang tertutup oleh bangunan,” kata Aripin.

Aripin menambahkan dengan adanya penertiban bangli dapat membuat buangan air menjadi lancar. “Biar lancar kembali seperti dulu berada di dua jalur,” imbuhnya.

Selain penertiban bangli, Aripin bilang perlu ada solusi dari Pemkab Bogor agar wilayahnya tidak banjir yakni dengan membuka jalur jembatan atau memperbesar gorong-gorong ke arah rumah milik mantan Bupati Lebak Jayabaya.

“Pemkab Bogor bisa membuka jalur jembatan atau memperbesar gorong-gorong ke arah bapak Jayabaya eks bupati Lebak di Jalan Provinsi agar limpahan air dari situ Pemda airnya bisa cepat mengalir dan tidak terkendala di Gorong-Gorong ke arah rumah Pak Jayabaya,” tandas Aripin.n Firdaus

Darurat Jarak Tempuh, IPSM Minta Dibangun Balai Sosial di Leuwiliang

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor
Organisasi yang tergabung dalam Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) meminta balai panti sosial untuk dibangun di Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Permintaan mereka bukan tanpa sebab. Pasalnya, keberadaan balai panti yang terletak di wilayah Kecamatan Citeureup jaraknya begitu jauh yang disertai kemacetan sehingga mempengaruhi proses pengantaran pasien.

Ketua IPSM Kecamatan Leuwiliang Lia Akbar mengaku kerepotan saat melakukan pengurusan pasien penyandang disabilitas maupun pasien penyandang lainnya untuk dikirim ke panti sosial di Citeureup.

“Panti sosial Citeureup selain jauh, juga adanya kemacetan. Berangkat dari situ, penting dibangun gedung panti sosial di Leuwiliang yang menjadi central di Bogor Barat,” kata Lia Akbar kepada Jurnal Bogor di forum Musrenbang Kecamatan Leuwilianng yang digelar baru baru ini.

Adapun Balai yang berada di Desa Leuwimekar Leuwiliang dengan pengelolaan bisa secara swasta karena status bangunnya yang masih sewa, Namun tentu yang harus dipikirkan masa mendatang ketika jumlah pasien di panti itu kian bertambah.

“Dengan status yang masih sewa panti sosial di Leuwimekar saat ini masih bisa menampung. Tetapi yang harus dipikirkan bagaimana kedepannya,” kata dia.

Menurutnya, pasien kedepannya bisa saja overload dengan jumlah pasien yang terus bertambah sedangakan ruangan berikut fasilitasnya itu terbatas.

Di wilayah Kecamatan Leuwiliang, kata Lia, lahannya sudah ada, statusny milik pemerintah.

“Kami harap Pemkab Bogor bisa merencanakan untuk dibangunnya balai panti itu,” harapnya.

Ketika balai panti dibangun pemerintah, timpal Ratna, Ningsih dan Elis, PSM lainya, pemanfaatannya bisa lebih luas serta berkelanjutan.

“Termasuk fasilitas lainnya bisa lebih lengkap,” paparnya.

Sementara, Camat Leuwiliang WR Pelitawan merespons usulan program kemanusiaan terkait dibangunnya balai panti sosial tersebut.

Pihaknya mendukung balai sosial itu bisa terbangun, tatakelola di Kecamatan Leuwiliang bisa lebih tertib dan nyaman.

“Ya paling tidak bisa meng-cover daya tampung pasien di 12 kecamatan di lingkup Bogor Barat,” jelasnya.

Usulan strategis itu dia harapkan menjadi pembahasan serius Pemkab Bogor hingga bisa dibangunnya balai sosial.

** Arip Ekon

Megamendung Ciptakan Hutan Kota Berbasis Ekonomi, Desa Sukaresmi Jadi Sentralnya

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Instruksi Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap tiap kecamatan harus memiliki hutan dengan luas satu hektare, bagi Pemerintah Kecamatan Megamendung bukanlah hal yang susah. Dengan instruksi itu, kini Pemerintah Kecamatan Megamendung beserta para pemerintahan desa juga para pengusaha pariwisata, melaksanakan instruksi itu dengan semangat. Selain di setiap desa terus digalakan penghijauan, Desa Sukaresmi kini dijadikan sentralnya hutan kota kecamatan.

Yang terpantau pada Rabu (11/2/2026), Pemerintah Desa Sukaresmi dengan mengerahkan seluruh anggota linmasnya melakukan persiapan untuk acara pembuatan hutan yang akan dilakukan pada Kamis (12/2/2026.

Sedikitnya dua ribu lobang siap tanam kini sudah disiapkan. “Ya kami Desa Sukaresmi menjadi sentral untuk kegiatan pembuatan hutan kota. Dan kita kini sudah menyiapkan 2000 lobang untuk dilakukan penanaman pohon, ” ujar Kades Sukareami, Iim Ibrahim.

Sementara itu, dikatakan Camat Megamendung, Ridwan S.Sos, dalam pembuatan hutan kota, jenis pepohonan yang ditanam lebih mengedepankan jenis pohon yang berekonomi, yaitu pohon alpukat miki. Jenis alpukat miki yang dipilihnya, dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Untuk sementara kita ciptakan hutan kotannya seluas dua hektare. Nanti akan lebih diperluas lagi. Selain ini merupakan instruksi Bupati, juga pembuatan hutan ini untuk menyelamatkan lingkungan juga kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya warga Sukaresmi. Dengan demikian jenis pohon yang akan ditanam, adalah pohon alpukat miki. Dipilihnya jenis tanaman ini, dikarenakan alpukat miki memiliki nilai ekonomi yang bagus. Begitu juga, untuk jenis pohon itu cocok ditanam di wilayah Megamendung, ” pungkas Camat.

** Dadang Supriatna

Untuk Relokasi Rumah Warga, Kades Akan Siapkan Lahan 20 Hektare

0

Megamendung | Jurnal Bogor
Niat untuk memberikan suasana rumah yang layak dan nyaman lingkungannya, Kepala Desa Sukaresmi, Iip Ibrahim tidak akan putus asa untuk merelokasi pemukiman penduduk yang ada di Kampung Situ. Pentingnya untuk direlokasi Kampung tersebut, akibat kondisi rumah rumah warga disana sebagian besar cukup berbahaya bagi kesehatan karena sudah terlalu padat.

Dikatakan Kades, untuk mewujudkan relokadi itu, kini pihaknya menargetkan lahan seluas 20 hektare. Lokasi itu berada di tanah PTPTN blok Arca. Dipilihnya lokasi tersebut untuk relokasi karena kontur tanahnya dinilai aman, baik dari bencana longsor maupun banjir.

“Kami Pemerintah Desa Sukaresmi memiliki niat kuat untuk merolaksi sebagian warga yang ada di Kampung Situ. Lokasinya adalah ke blok Arca. Untuk mewujudkan itu, kini kita terus berupaya dengan berbagai pihak. Mulai dengan PTPN dan ke Pemkab Bogor, ” ujar Kades.

Untuk ke Pemkab Bogor kata dia, di tahun 2019 lalu, pihak desa sudah berkirim surat. Namun surat tersebut belum ada tanggapannya. Meskipun demikian, supaya relokasi bisa terwujud, pihak desa akan kembali bersurat ke Bupati.

“Pada tahun 2019, rencana relokasi itu, kita sudah kirim surat ke Pemkab Bogor. Namun surat tersebut belum ditanggapi saat itu. Meskipun demikian, di tahun ini, kita akan kembali kirim surat ke Bupati. Ini akan dilakukan, demi kenyamanan warga, ” pungkas Kades.

** Dadang Supriatna

Alam Ngariung Hadirkan “Ramadhan di Lembur”, Sajikan Kuliner Nusantara dan Bazar UMKM

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut bulan suci Ramadhan, Alam Ngariung, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, meluncurkan paket buka puasa bertajuk “Ramadhan di Lembur” dengan mengusung konsep sajian kuliner Nusantara.

Launching program tersebut diawali dengan tausiah serta santunan kepada anak yatim dari lingkungan sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

General Manager Alam Ngariung, Ahmad Budi Purnomo, mengatakan, program ini bertujuan untuk menonjolkan keanekaragaman kuliner Nusantara kepada para pengunjung.

“Setiap hari menu yang akan berbeda dengan hari sebelumnya. Seperti hari ini kami menampilkan makanan khgas Bogor, di antaranya soto mie Bogor, mie glosor, dan cungkring,” ujar Budi kepada awak media, Selasa, (10/2/2026).

Ia menjelaskan, program buka puasa Ramadhan di Lembur akan berlangsung mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026, dengan dua kategori harga. Pada periode awal tersedia penawaran terbatas atau early bird dengan harga Rp100.000 per orang, kemudian setelahnya dikenakan harga Rp120.000 per orang sebelum kembali ke harga normal.

Pada tahun ini, Alam Ngariung juga menghadirkan bazar Ramadhan dan wahana tambahan bagi para tamu, khususnya bagi tamu yang menginap, melalui program Ramadhan di Lembur.

“Bazar Ramadhan melibatkan warga sekitar dan teman-teman UMKM di wilayah Tamansari, yang menghadirkan produk makanan, minuman, hingga fashion,” jelasnya.

Melalui kegiatan bazar tersebut, masyarakat dan pengunjung dapat berbelanja serta menikmati suasana Ramadhan mulai 23 Februari hingga 17 Maret 2026 di kawasan Alam Ngariung, Tamansari, Kabupaten Bogor. Yudi

Keluarga Besar Jurnal Bogor Gelar Cucurak Sambut Ramadan di Highland Park Resort Tamansari

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, keluarga besar Jurnal Bogor menggelar tradisi cucurak bersama di Highland Park Resort Hotel Bogor, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, pada Selasa (9/2/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan, jajaran manajemen, hingga seluruh redaksi Jurnal Bogor. Suasana kebersamaan tampak terjalin hangat dalam tradisi makan bersama sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi menjelang Ramadan.

Pimpinan Umum Jurnal Bogor, Irwan Hasby, mengatakan bahwa kegiatan cucurak menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas seluruh keluarga besar Jurnal Bogor.

“Cucurak ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan seluruh jajaran Jurnal Bogor. Kami berharap, menjelang Ramadan ini, seluruh tim semakin solid dan semangat dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Hasby.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jurnal Bogor, Arihta Utama Surbakti, menambahkan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja tim redaksi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional dan berintegritas.

“Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami ingin menumbuhkan semangat kekeluargaan agar ke depan Jurnal Bogor semakin kompak dan terus menghadirkan informasi yang akurat serta berimbang bagi masyarakat,” kata Arihta Utama Surbakti.

Kegiatan cucurak tersebut juga menjadi penanda kesiapan keluarga besar Jurnal Bogor dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur, kebersamaan, dan semangat baru. Yudi