26.8 C
Bogor
Saturday, April 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 239

Ayo! Cobain Mie Ayam dan Bakso Tulang Rangu Teh Mira Bikin Ketagihan

0

Bogor Selatan | Jurnal Bogor – Bagi anda penikmat dan pecinta kuliner Mie Ayam dan Bakso mungkin ini tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, favorite anak-anak hingga orang dewasa.

Sebut saja mie ayam bakso tulang rangu teh Mira, Berlokasi di Jalan Raya Margabakti, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

“Mulai buka usaha tahun 2020, sudah 4 tahun berjalan sampai sekarang. Selain mie ayam bakso ada juga sotomie,” ujar Mira pemilik usaha mie ayam dan bakso, Minggu (4/8/24).

Bakso teh Mira mempunyai ciri khas tersendiri dengan irisan tulang rangu dan lembut. Mie ayam nya sendiri di taburi irisan daging ayam, pangsit basah dan ceker, membuat para pembeli ketagihan saat mencicipinya.

“Dalam sehari mie Ayam dan baksonya bisa menghabiskan 200 sampai 250 porsi,” katanya.

Bicara harga, pembeli cukup merogok kocek Bakso tulang rangu per porsi Rp 15 Ribu, untuk mie ayam 10 ribu. Mie ayam Bakso Teh Mira mulai pukul 11:00 WIB sampai pukul 17:00 WIB, tapi kalau ramai bisa sampai 16:00 WIB juga sudah habis.

Salah satu pecinta kuliner mie ayam bakso tulang rangu, Lilis mengaku, hampir setiap minggu datang ke tempat ini.

“Selain bakso rasanya yang enak, irisan tulang rangunya yang banyak bikin ketagihan dan harganya pun sangat terjangkau dengan kantong ibu-ibu,” ungkapnya.

Yudi

Mahasiswa KKN-T IPB Membantu Mewujudkan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) dengan Menanam Seribu Pohon

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Dalam mencapai Predikat Kampung Ramah Lingkungan (KRL) sebuah kampung harus memenuhi beberapa kriteria salah satunya kelestarian hayati dan terjaganya lingkungan. KRL Rancage yang berada di RW 08 Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari pernah mendapatkan predikat KRL Madya di Kabupaten Bogor, Jumat (2/8/24).

Penggiat KRL Rancage, Altayani mengungkapkan, KRL Rancage sejak tahun 2018 telah mendapatkan predikat KRL tingkat Madya dan menjadi percontohan untuk kampung-kampung lain.

“Semakin kesini kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungan semakin menurun, berdampak pada KRL Rancage turun kualitas. Kelesatarian lingkungan menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN-T) IPB dalam membangun kembali KRL Rancage,” ujarnya.

KKN-T IPB mengadakan kegiatan Desa Sejuta Daun dalam mewujudkan KRL Rancage dengan menggandeng mitra Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ciliwung-Cisadane dalam penyediaan bibit. Bibit diambil di Rumpin Nursery, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor sebanyak 1000 batang yang terdiri dari 6 jenis bibit, yaitu 300 bibit alpukat, 200 bibit petai, 100 bibit jengkol, 100 bibit sirsak, 100 bibit salam, 100 bibir durian, dan 100 bibit ketapang kencana. Kegiatan dilaksanakan dari pagi hingga sore, Pagi dilakukan penanaman pohon alpukat dan ketapang kencana oleh mahasiswa KKN-T bersama dengan warga sekitar di lahan terbuka.

Salah satu pemuda di Desa Sukajadi yang menerima bibit pohon, Mulya ND, mengatakan, bahwa program ini memiliki banyak manfaat. “Kebermanfaatan program Desa Sejuta Daun untuk desa kami tentunya sangat banyak. Pertama dapat mengurangi polusi, kedua menambah penghijauan lingkungan desa, dan ketiga hasil jangka panjangnya, jika sudah berbuah, dapat dikonsumsi bersama serta mampu menambah ladang ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya setelah acara workshop dilaksanakan.

Setelah kegiatan workshop, dilanjutkan dengan penanaman simbolis oleh Ketua RW 08 di depan rumahnya. Setelah itu, Bibit dibagikan kepada masyarakat RW 08 yang memiliki lahan atau pekarangan dirumahnya untuk menanam bibit. Warga bisa memilih bibit yang akan ditanam serta membawa lebih dari satu dengan syarat dapat menyampaikan tempat rencana penanaman.

Ketua RT 01/08 Saepudin menyampaikan “Saya mengapresiasi program mahasiswa KKN IPB ini, sangat bagus, bahkan mampu meningkatkan kemajuan para petani dan warga sekitar. “Jika nantinya pohon berbuah dengan hasil yang bagus, maka dapat dijual dan meningkatkan ekonomi bagi desa. Selain itu ada bibit pohon salam yang sudah pasti disukai ibu-ibu,” katanya.

“Kami berharap inisitaif dari program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat RW 08 Desa Sukajadi agar kembali tercapai Kampung Ramah Lingkungan Rancage. Bibit yang telah dibagikan dan ditanam bersama dapat dirawat dan dibudidayakan dengan baik agar hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Ilham Tyas Saputro PIC Program Desa sejuta Daun.

Kegiatan sore diawali dengan workshop terkait teknik penanaman dan budi daya pohon buah dan kayu kepada warga sekitar dengan tujuan warga memahami cara menanam dan merawat bibit pohon dengan baik.

Narasumber Workshop merupakan penggiat KRL Rancage yaitu bapak Altayani sekaligus mempraktikan cara penanaman sesuai SOP.

Yudi

Jaga Kebersihan, Kelompok KKN 25 UIKA Bogor Bersama Warga Desa Dukuh Hilir Gotong Royong Bersihkan Sampah

0

JURNAL Inspirasi – Kelompok KKN 25 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bersama warga Desa Dukuh Hilir, Cibungbulang, Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan gotong royong di tiga titik yang terdampak sampah, Jumat (2/8/2024).

Kegiatan ini untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat yang telah dibersihkan.

Warga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan gotong royong ini. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Ketua RW 03 Desa Dukuh Nadi Junaedi, menyampaikan, “Anna zhofatul minal iman, jagalah kebersihan untuk semua warga Dukuh Hilir agar lingkungan terlihat bersih dan sehat.”

Ketua KKN Kelompok 25 Moh Sibli, mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan bapak-bapak yang telah meluangkan waktunya. Kami sangat senang dengan antusiasme warga untuk bekerja sama membersihkan lingkungan di Dukuh Hilir ini.”

Kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan.

(ocha lubianti/uik)

Ingin Meregenerasi Petani, Alta Yani Fokus di Dunia Pertanian

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Pertanian bukan sesuatu hal baru bagi Alta Yani (46) warga Desa Sukajadi Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, sejak dari kecil sudah terjun sektor pertanian.

Saat ini sehari-hari sebagai penyuluh petani swadaya. Bagaimana caranya petani punya nilai tambah salah satunya di combain dengan pariwisata dan edukasi wisata buat pertanian apa saja.

Sebelumnya Alta sempat membuka konveksi, tapi kesini nya, saya berfikir dengan melihat regenerasi pertanian itu sudah tidak ada, akhirnya balik lagi dan terjun kedunia pertanian.

Dulu itu ketika disni susah cari kerjaan dan konveksi belum banyak, cenderung anak muda pengen beli kendaraan dengan menjual sawah.

“Nah, kesininya konveksi sudah mulai banyak dan anak muda bisa kredit sendiri, tapi ada permalasahan lain, yaitu regenerasi pertanian tidak ada,” kata Alta, Kamis (31/7/24).

Ia menjelaskan, pada tahun 2010 mulai fokus dengan menghidupkan kelompok tani. Dulu disini pertanian padi masih merata, cuma karena sudah banyak bos-bos sayuran dan di fasilitasi akhirnya pada kesana.

“Kalau kita lihat dari sisi ketersediaan air cukup juga kalau disini, cuman perawatan irigasi tidak ada, jadi kaya P3A tidak aktif, itu yang harus di regenerasi lagi dan di remajakan lagi kepengurusannya,” terangnya.

Masih kata dia, pertanian kalau kita kelapangan tidak bisa menguasai satu bidang pertanian saja, tapi kalau dikalangan semua di tanyain misalkan peternakan, perikanan permasalahannya seperti ini itu harus menguasai.

Menjadi kendala di pertanian, yaitu pemasaran dalam artian petani itu belum bisa menentukan harga pasar, jadi petani ngikutin harga pasar. Yang jelas yang banyak di untungkan tengkulak, karena mereka ketika murah mereka dapat untung walaupun tidak seberapa dan tidak rugi, tapi ketika naik mereka ngambil untung banyak, berarti permasalahan petani ketika murah ketika mahal tidak semahal harga pasar.

“Solusinya adalah perbaiki mutu produk untuk bisa masuk ke pasar modern. Bukan memutus mata rantai pemasaran ke tengkulak kata Alta, tapi tengkulak juga tetap, karena daya tampung pasar modern terbatas juga. Ada juga pasar lain langsung ke konsumen seperti halnya melalui pariwisata, jadi konsumen beli barang tidak terlalu mahal dan petani tidak menjual tidak murah,” jelasnya.

Satu hal lagi, yakni harga pupuk tinggi dan susah nyari nya, apalagi yang bersubsidi banyak syarat-syarat yang harus di tempuh. Terus yang di subsidi juga gak semua komoditi, cuma beberapa komoditi yang di subsidi. Kaya pupuk jagung manis tidak bersubsidi, yang di subsidi jagung hibrida, padi cabe kopi, kalau yang banyak di budidayakan kaya timun sayur bahkan tidak di subsidi.

“Berharap keberpihakan pemerintah melalui kebijakan lebih memudahkan bagi para petani dari hal pupuk, pasar kemudahan-kemudahan ditingkatkan lagi,” ungkapnya.

Yudi

Meski Kemarau, Warga Tamansari Tidak Kesulitan Air Bersih Adanya Program KPSPAMS

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Musim kemarau mulai terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya, namun di tiga wilayah, yakni Sukajaya, Tamansari dan Sukaluyu, Kecamatan Tamansari tidak mengalami kesulitan air bersih.

Pasalnya adanya program Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) tidak terdampak kekeringan.

Humas KPSPAM Cisalaka Asep Suryana, mengatakan, program ini dimulai pada tahun 2019 dengan penanaman pipanisasi sepanjang 1,8 km ke wilayah RW 06 Sukajaya RW 12 Desa Sukaluyu dan RW 09 Desa Tamansari dari sumber mata Air Gunung Salak Legok Pinding untuk jangkauan pelayanan air bersih untuk 195 penerima manfaat.

“Sejarah panjang dan mengikat dari wilayah yang berbatasan tersebut tidak lepas dari unsur kearifan lokal, bahwa dasar air adalah pemenuhan hajat hidup warga,” bebernya.

Asep menjelaskan, sebelum ada program Pamsimas penduduk desa sedikit mengalami keterbatasan akses air minum saat musim kemarau. Sampai sekarang saat kemarau datang debit air yang ada masih dianggap kurang, sehingga para pengelola masih mencari cara yang lebih efisien untuk menambah debit air, dintaranya mencari mata air.

Sumber air yang digunakan saat ini berasal dari tiga mata air, yaitu Legok Pinding yang berada dalam wilayah desa Sukajaya, namun kebermanfaatan dari tata kelola KPSPAMS Cisalaka menjangkau sampai tiga Desa, tapi kalau kita mendapat sumber mata air yang baru bisa lebih banyak penerima manfaat yang belum bisa mengakses air bersih,” jelas Asep, Kamis (31/7/24).

Salah satu warga Kampung Loa Bunai mengatakan, ketika KPSPAM Cisalaka belum terbentuk. Setiap memasuki musim kemarau, warga disini kerap mengalami kesulitan air bersih dan bila diatas ada pembangunan air yang mengalir ke warga kerap kali kotor dan keruh.

“Alhamdulillah berkat adanya program KPSPAM Cisalak warga kampung Loa dan sekitarnya tidak mengalami kekeringan air bersih,” ungkapnya.

Yudi

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.

Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk ‘Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau’, yang diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024.

Pelatihan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Menteri Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

“Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan,” kata Dedi.

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

“Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia,” ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema ‘Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau’.

“ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional,” kata Dedi.

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, Prof. Muhammad Arsyad saat hadir memberikan materi tentang Strategi Percepatan Peningkatan Produksi Pertanian, menyampaikan, program strategis Kementerian Pertanian saat ini adalah optimasi lahan rawa, optimalisasi sawah tadah hujan dengan pompanisasi, transformasi pertanian tradisional menuju modern.

Kementerian Pertanian bersinergi dengan berbagai pihak, sebagai upaya percepatan perluasan area tanam. “Mari kita berkolaborasi untuk peningkatan produksi dan saya mengajak seluruh penanggung jawab  Program PAT agar tetap semangat bekerja bersama petani kita.” kata Arsyad.

Lebih lanjut Arsyad mengungapkan upaya lain dari sisi konsumsi beras. Konsumsi beras Indonesia 110kg/orang/tahun, 2 kali lipat dari negara-negara maju seperti Jepang dan Korea hanya 60kg/orang/tahun.

“Maka upaya yang dilakukan untuk membantu cadangan beras pemerintah melalui perubahan pola konsumsi dan diversifikasi pangan lokasl,” jelasnya.

Peserta pelatihan Training of Trainers (TOT) bertajuk ‘Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau’ yang mengikuti sebanyak 49.418 orang yang terdiri dari 193 Widyaiswara, 247 Dosen, 134 Guru, 22.433 orang Penyuluh Pertanian PNS, 6.480 orang Penyuluh Pertanian PPPK, 1.003 orang Penyuluh Pertanian THL Pusat 3.156 orang penyuluh pertanian THL Daerah, serta 15.772 orang insan pertanian lainnya.

Dari jumlah tersebut, peserta mengikuti pelatihan secara tatap muka di BBPP Lembang sebanyak 60 orang peserta yang terdiri atas 10 orang widyaiswara, 2 orang dosen, 10 orang guru, dan 38 orang penyuluh pertanian.

Para peserta diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.

(bbpmkp)

Ruas Jalan Perbatasan Kecamatan Tamansari ke Tenjolaya Rusak Parah

0

Tamansari | Jurnal Bogor – Ruas Jalan jalan perbatasan Tamansari menuju Tenjolaya, Kabupaten Bogor rusak parah. Hal ini di rasakan oleh warga Desa Sukajadi dan wisatawan.

Pasalnya Akses jalan menuju kawasan wisata di Desa Sukajadi, Tamansari dalam kondisi rusak sampai ke perbatasan Tenjolaya.

Tampak material yang berlubang di sejumlah ruas jalan.
Kampung Sinarwangi Desa Tenjolaya hingga perbatasan Tenjolaya.

Apalagi saat diguyur hujan, lubang-lubang tersebut berubah menjadi kubangan air sehingga membahayakan bagi pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat.

Warga bersama-sama berinisiatif memperbaiki lubang jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan di jalan tersebut.

“Iya, supaya tidak ada lagi korban, kami bersama warga sekitar inisiatif menambal lobang-lobang jalan pakai adukan. dan kami berharap pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera membangun jalan tersebut,” ujar Asep Warga Sukajadi, Senin (29/7/24).

Terpisah Sigit Darnuri mengatakan, miris melihat jalan perbatasan Tamansari menuju Tenjolaya rusak parah. Jalan tersebut yang sebenarnya sudah diajukan pada waktu reses di Kecamatan Tamansari, dan dewan berjanji akan di kawal terus dengan PUPR Kabupaten Bogor untuk segera diperbaiki, karena alokasi anggaran nya di tahun 2025.

“Jadi, kami secara profesional, bahwa melihat kondisi jalan yang tidak kunjung di perbaiki selama dua tahun, ya sangat miris perkembangan jalan desa sudah bagus, namun jalan Kabupaten belum juga di perbaiki,” kata Sigit kepada Jurnal Bogor, Senin (29/7/24).

Lanjut dia, sering mengakibatkan kecelakaan terutama kendaraan roda dua, bahkan sampai ada mobil as rodanya patah.

“Untuk itu, kami sebagai masyarakat untuk menyegerakan kepada pimpinan Forkopimda melalui DPUR agar segera merealisasikan. Minimal untuk memperbaiki jalan, karena yang menghubungkan antara Tamansari Tenjolaya.

Namun demikian, destinasi pariwisata berkurang akibat dari jalan yang tidak kunjung di perbaiki, hanya kemarin memang ada perbaikan dari jalan Ciapus sampai Curug nangka namun tidak di lanjut dengan perbatasan Tenjolaya.

“Kami sebagai warga miris sekali melihat kondisi jalan yang hendak melakukan perjalan ke wilayah tersebut, mengakibatkan terhambat mobilisasi untuk ke berlangsungan masyarakat wilayah,” tandasnya.

Yudi

Ilham Habibie Optimis Raih Dukungan Signifikan di Pilgub Jabar

0

jurnalinspirasi.co.id – Bakal calon gubernur Jawa Barat, Ilham Akbar Habibie optimis mampu meraih dukungan yang signifikan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar).

Menurut Ilham, melihat hasil survei adalah hal yang wajar dalam dunia politik.

“Kalau ada orang yang dua periode menjabat, semua orang pasti kenal ia dan itu logika aja. Tidak ada masalah kena mental. Kalau kita nilai, nilainya selalu rendah. Kalau yang sudah pernah jadi, hasil survei selalu meningkat. Tapi saya selalu optimis dan saya kira itu bukan suatu hal yang mudah. Nilai yang rendah tergantung siapa,” ujar Ilham kepada wartawan di Universitas Nusa Bangsa, Minggu (28/7/2024).

Kata dia, sosok yang sudah lama di dunia politik biasanya memiliki ekstabilitas yang lebih tinggi.

“Kalau memang lama sudah ada di dunia politik, mungkin mereka akan di atas semua. Kalau memang menjabat dia menjadi gubernur atau wali kota beberapa kali, tentu mereka punya ekstabilitas lebih tinggi,” tambahnya.

Dalam menanggapi peningkatan ekstabilitas Partai NasDem di Kota Bogor, Ilham mengapresiasi para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kota maupun kabupaten yang berhasil mengembangkan partai secara signifikan.

“Saya sangat acungkan jempol kepada teman-teman di wilayah ini karena mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tim work yang luar biasa dengan ide-ide cemerlang dari segi kampanye, menggunakan media, bertemu orang, sampai sosmed, itu sangat penting,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kota Bogor, Benninu Argoebie, juga menyatakan dukungannya terhadap pencalonan Ilham Habibie.

“Kita selaku Partai NasDem mendukung penuh Pak Ilham Habibie untuk maju di Pemilu Gubernur Jawa Barat. NasDem adalah partai yang revolusioner, tidak sulit menemukan pemimpin di partai NasDem,” kata Benninu.

Dia juga menambahkan bahwa seluruh struktur partai tegak lurus untuk memenangkan Ilham Habibie.

Benninu menjelaskan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dan turun ke masyarakat untuk memperkenalkan Ilham Habibie.

“Alhamdulillah, respon masyarakat cukup baik. Mereka menerima Pak Ilham Habibie sebagai sosok baru yang dinilai punya potensi untuk memimpin Jawa Barat ke depan,” tambah Benninu.

Untuk Pilwakot Bogor, Benninu menyebutkan bahwa Partai NasDem masih melakukan penjajakan.

“Kita masih terus melakukan penjajakan dan tentunya Partai NasDem tidak bisa berdiri sendiri. Kita harus bersama dengan partai lain. Ada beberapa nama yang sudah berkomunikasi intens dengan partai kami, seperti Kang Sendy dan Pak Sofian,” ujarnya.

Benninu juga berharap koalisi yang terjalin dalam pilpres bisa berlanjut di pilwakot.

“Kita juga dengan PKS sudah berkomunikasi dan sudah sangat nyaman,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

Jaga Aset Negara dan Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, BBPMKP Kementan Berbenah Arsip

0

JURNAL Inspirasi – Pembenahan arsip merupakan langkah krusial dalam pengelolaan informasi dan dokumentasi suatu lembaga pemerintahan. Sebagai aset negara, arsip memiliki peranan penting dalam menjaga sejarah, mendukung operasional lembaga, serta memenuhi persyaratan hukum dan regulasi.

Pembenahan arsip bukan hanya mengatur dan menyimpan dokumen, tetapi juga memastikan bahwa informasi penting selalu tersedia, aman, dan dapat diandalkan untuk berbagai keperluan khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kualitas pengelolaan arsip juga menjadi salah satu indikator penilaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi.

Sebagai langkah tertib administrasi pengarsipan, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) melakukan pembenahan arsip melalui penyortiran, pemilahan, dan pencacahan dokumen arsip dinamis pada Jumat (26/07/24).

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan BBPSDMP akan terus melakukan pembinaan kearsipan serta pengawasan kearsipan internal.

Hadir dalam proses pembenahan arsip, Kepala BBPMKP, Sukim Supandi mengatakan arsip merupakan dokumen negara yang sangat penting karenanya diiperlukan pembenahan yang optimal agar proses pencarian dokumen/data menjadi mudah.

“Kita rapikan dokumen-dokumen ini, kita tata dengan baik, kita pilah-pilah dokumen yang masih ada masa retensinya dan dokumen yang belum habis masa retensinya, dokumen mana yang masih bermanfaat dan mana yang sudah tidak bermanfaat”, kata Sukim Supandi.

Dokumen-dokumen yang sudah habis masa retensinya dan sudah tidak bermanfaat akan dipisahkan dan dimasukkan ke dalam box untuk kemudian akan dimusnahkan.

Sukim Supandi menambahkan pengelolaan arsip yang baik akan menjamin ketersediaan dokumen yang otentik dan terpercaya serta menjamin keamanan dan keselamatan dokumen sebagai bukti pertanggungjawaban penyelenggaraan pelayanan publik.

Pembenahan arsip penting, bertujuan untuk efisiensi operasional, yaitu memudahkan pencarian dan penggunaan dokumen yang dibutuhkan, kepatuhan hukum dan regulasi, pelestarian informasi penting, penghematan biaya, pengambilan keputusan yang lebih baik, dan menjaga reputasi dan kredibilitas lembaga

Kedepannya Sukim Supandi berharap pengelolaan arsip di BBPMKP semakin lebih baik dan ditingkatkan lagi. Kegiatan pembenahan arsip dilakukan oleh pejabat fungsional arsiparis, dibantu beberapa pegawai dengan pengawasan Kepala Bagian Umum, Ketua Kelompok Substansi, dan Ketua Tim Kerja BBPMKP.

(bbpmkp)

Kementan Ajak Peserta PKP Bawa Perubahan, Implementasikan Inovasi Akper

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) mengajak para peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) untuk mengimplementasikan inovasi hasil Aksi Perubahan (Akper) di lingkungan kerjanya masing-masing.

Hal tersebut merupakan salah satu komitmen peserta dalam menunjukkan kompetensi kepemimpinannya khususnya dalam mengelola perubahan berupa inovasi untuk meningkatkan kualitas kinerja pelayanan publik.

Sebagai pejabat pengawas, tidak hanya diperlukan kompetensi kepemimpinan operasional jabatan pengawas, tetapi juga melakukan perubahan berdampak atau inovasi di pemerintahan.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengharapkan peserta pelatihan kepemimpinan dapat mengembangkan kompetensi di bidang pemerintahan.

“Saya harap pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi strategis para peserta terutama di bidang kepemimpinan yang akan berperan dan melaksanakan tugas serta fungsi pemerintahan di instansinya masing-masing” kata Dedi.

PKP merupakan pelatihan yang didesain untuk mengembangkan dan membentuk kompetensi kepemimpinan operasional pejabat Pengawas yang akan berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepemerintahan di instansinya masing-masing. Ditujukan bagi pejabat pengawas di lingkungan Kementerian/Lembaga Pemerintahan.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi dalam kesempatan menutup pelatihan di Komplek Surya BBPMKP pada Rabu (24/07/24) mengharapkan pelatihan ini tidak hanya sekedar konsep tetapi juga menjadi nilai tambah bagi instansi masing-masing peserta.

“Pelatihan ini tidak hanya sekedar konsep, tetapi mampu membawa perubahan dan nilai tambah tentunya di lingkungan kerja bapak/ibu semua, setiap inovasi yang dihasilkan dari Aksi Perubahan yang dilakukan oleh tiap peserta ini harus berdampak di lingkungan kerjanya”, harap Sukim Supandi.

Sukim Supandi melanjutkan, masing-masing aksi perubahan tersebut akan memberikan dampak signifikan dalam mendukung pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Nantinya akan dilakukan evaluasi terhadap implementasi Aksi  Perubahan.

“Saya akan melakukan evaluasi yang Bapak/Ibu lakukan terkait Aksi Perubahan. Saya ingin tahu aksi perubahan yang Bapak/Ibu usulkan pada saat pelaksanaan pelatihan, apakah betul diimplementasikan di unit kerjanya masing-masing atau hanya ingin lulus saja.” jelas Sukim Supandi.

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan IX Tahun 2024 menggunakan metode pembelajaran blended learning yaitu pembelajaran mandiri distance learning dan klasikal. Diikuti oleh 35 orang peserta yang berasal dari non Kementerian Pertanian.

(bbpmkp)